√ 4 Tugas PPKI: Ketua, Anggota dan Hasil Sidang PPKI (Lengkap)

4 Tugas PPKI: Ketua, Anggota PPKI dan Hasil Sidang PPKI

4 Tugas PPKI: Ketua, Anggota PPKI dan Hasil Sidang PPKI

Saat di sekolah kamu pasti pernah mempelajari sejarah kemerdekaan Indonesia kan? Nah, dalam proses kemerdekaan yang panjang ini, ada satu kepanitiaan yang bernama PPKI. PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) adalah sebuah kepanitiaan yang dibuat untuk mempersiapkan kemerdekaan negara kita Indonesia. PPKI ini dibentuk pada tanggal 7 Agustus 1945 sebagai pengganti organisasi sebelumnya, yaitu BPUPKI. Ada beberapa tugas PPKI yang diberikan dan menghasilkan sidang PPKI.

PPKI atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang dibentuk pada tanggal 7 Agustus ini dalam bahasa Jepang disebut sebagai Dokuritsu Junbi Inkai. Dibentuknya PPKI ini adalah sebagai pengganti BPUPKI (Badan Penyelidik Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang telah menyelesaikan tugas mereka. Ketua dari PPKI adalah Ir. Soekarno dan wakilnya Moh Hattta yang merupakan pahlawan nasional dan pahlawan proklamator Indonesia.

Izin pembentukan PPKI ini diberikan oleh marsekal Jpeang yang adad di Saigon yaitu Hisaichi Terauchi. Dibentuknya PPKI ini sangatlah penting untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia yang terjadi pada 17 Agustus 1945 nantinya. Tujuan dari dibentuknya PPKI ini juga berkaitan dengan masalah setelah proklamasi kemerdekaan. PPKI juga berguas untuk membuat landasan konstitusi negara Indonesia yang merupakan salah satu tugas utama PPKI.

Baca Juga: Tugas DPR.

 

Tugas PPKI

Dibentuknya PPKI adalah untuk melanjutkan tugas dari BPUPKI yaitu mempersiapkan kemerdekaan negara Indonesia. Ada beberapa tugas yang harus dijalankan dan dibahas oleh PPKI, berikut adalah beberapa tugas beserta penjelasannya.

 

1. Mempersiapkan segala sesuatu terkai kemerdekaan Indonesia

PPKI dibuat dengan tujuan untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Yang dimaksud persiapan disini adalah segala sesuatu yang diperlukan untuk kemerdekaan seperti waktu dan tempat pembacaan teks proklamasi, persiapan anggota sampai dengan penyusunan struktur negara setelah dilakukannya proklamasi kemerdekaan Indonesia.

 

2. Mengesahkan UUD

Sebuah negara tentunya harus memiliki landasan konstitusi yang mengaturnya. Disini PPKI juga bertugas untuk membuat, menyusun, dan mengesahkan undang-undang dasar negara Indonesia.

 

3. Memilih dan Mengangkat Presiden dan Wakilnya

Selain menyusun dan mengesahkan undang-undang negara, PPKI juga bertugas untuk mengangkat presiden dan wakil presiden Indonesia. Presiden ini nantinya bertugas sebagai kepala negara dan juga kepala pemerintahan. Pada masa itu PPKI mengangkat Soekarno sebagai presiden kita dan Mohammad Hatta sebagai wakil presidennya.

 

4. Membentuk Komite Nasional

PPKI membentuk Komite Nasional untuk membantu presiden dalam menjalankan tugasnya. Komite Nasional ini dibentuk sebelum MPR dan DPR.

 

 

Ketua dan Anggota PPKI

Berikut ketua, wakil dan anggota-anggota PPKI.

  • Soekarno (Ketua)
  • Moh. Hatta (Wakil)
  • Mr. Soepomo (Anggota)
  • Pangeran Soerjohamidjojo (Anggota)
  • KRT Radjiman Wedyodiningrat (Anggota)
  • Pangeran Poerbojo (Anggota)
  • P. Soeroso (Anggota)
  • Teuku Muhammad Hasan (Anggota)
  • Kiai Abdoel Wachid Hasjim (Anggota)
  • Abdul Maghfar (Anggota)
  • Soetardjo Kartohadikoesoemo (Anggota)
  • Andi Pangerang (Anggota)
  • Otto Iskandardinata (Anggota)
  • H Hamidan (Anggota)
  • Ki Bagus Hadikusumo (Anggota)
  • Yap Tjwan Bing (Anggota)
  • Abdoel Kadir (Anggota)
  • Johannes Latuharhary (Anggota)
  • GSSJ Ratulangi (Anggota)
  • I Goesti Ketoet Poedja (Anggota)
  • Mohammad Amir (Anggota)
  • Anggota Tambahan PPKI (Anggota)
  • Ki Hadjar Dewantara (Anggota Tambahan)
  • Kasman Singodimejo (Anggota Tambahan)
  • Ahmad Soebardjo (Anggota Tambahan)
  • Sajoeti Melik (Anggota Tambahan)
  • Iwa Koesoemasoemantri (Anggota Tambahan)
  • RAA Wiranatakoesoema (Anggota Tambahan)

 

 

Hasil Sidang PPKI

PPKI mengadakan sidang sebanyak 3 kali, yaitu sidang pertama pada tanggal 18 Agustus 1945, sidang yang kedua pada tanggal 19 Agustus 1945, dan yang ketiga pada tanggal 22 Agustus 1945. Berikut adalah hasil dari ketiga sidang tersebut.

 

1. Sidang Pertama (18 Agustus 1945)

Hasil sidang PPKI pertama adalah:

  • Mengesahkan UUD 1945 dan pembukaan UUD 1945.
  • Mengganti sila pertama dari pancasila yang tadinya “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.
  • Menetapkan presiden dan wakil presiden RI.
  • Membentuk komite nasional.

 

2. Sidang Kedua (19 Agustus 1945)

Hasil sidang PPKI kedua adalah:

  • Membagi Indonesia menjadi 8 buah provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, Sunda Kecil, dan Maluku.
  • Memilih 12 mentri dalam kabinet pertama Republik Indonesia pada 12 Departemen, yaitu Departemen dalam negeri, departemen luar negeri, departemen pengajaran, departemen kehakiman, departemen umum, departemen keuangan, departemen perhubungan, departemen kemakmuran, departemen sosial, departemen kesehatan, departemen keamanan rakyat, dan departemene penerangan.
  • Membentuk Tentara Nasional Rakyat Indonesia yang berasal dari PETA dan Heiho.
  • Memasukkan kepolisian dalam departemen negeri.
  • Membentuk Komite Nasional Daerah.

 

3. Sidang Ketiga PPKI (22 Agustus 1945)

Hasil sidang ketiga PPKI adalah:

  • Membentuk BKR (Badan Keamanan Rakyat)
  • Membentuk PNI (Partai Nasional Indonesia)

 

Nah, itulah sedikit informasi yang bisa mastekno sampaikan kepada kamu tentang tugas-tugas PPKI dan anggota-anggota PPKI yang perlu kamu ketahui. PPKI sangatlah berperan penting dalam proses kemerdekaan Indonesia, tanpa adanya PPKI kemerdekaan Indonesia mungkin tidak bisa terlaksana dengan cepat atau bahkan Indonesia tidak bisa merdeka. Jika ada kamu masih bingung dan ada yang ingin ditanyakan, silahkan komen di bawah.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 Tugas PPKI: Ketua, Anggota PPKI dan Hasil Sidang PPKI

4 Tugas PPKI: Ketua, Anggota PPKI dan Hasil Sidang PPKI

Saat di sekolah kamu pasti pernah mempelajari sejarah kemerdekaan Indonesia kan? Nah, dalam proses kemerdekaan yang panjang ini, ada satu kepanitiaan yang bernama PPKI. PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) adalah sebuah kepanitiaan yang dibuat untuk mempersiapkan kemerdekaan negara kita Indonesia. PPKI ini dibentuk pada tanggal 7 Agustus 1945 sebagai pengganti organisasi sebelumnya, yaitu BPUPKI. Ada beberapa tugas PPKI yang diberikan dan menghasilkan sidang PPKI.

PPKI atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang dibentuk pada tanggal 7 Agustus ini dalam bahasa Jepang disebut sebagai Dokuritsu Junbi Inkai. Dibentuknya PPKI ini adalah sebagai pengganti BPUPKI (Badan Penyelidik Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang telah menyelesaikan tugas mereka. Ketua dari PPKI adalah Ir. Soekarno dan wakilnya Moh Hattta yang merupakan pahlawan nasional dan pahlawan proklamator Indonesia.

Izin pembentukan PPKI ini diberikan oleh marsekal Jpeang yang adad di Saigon yaitu Hisaichi Terauchi. Dibentuknya PPKI ini sangatlah penting untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia yang terjadi pada 17 Agustus 1945 nantinya. Tujuan dari dibentuknya PPKI ini juga berkaitan dengan masalah setelah proklamasi kemerdekaan. PPKI juga berguas untuk membuat landasan konstitusi negara Indonesia yang merupakan salah satu tugas utama PPKI.

Baca Juga: Tugas DPR.

 

Tugas PPKI

Dibentuknya PPKI adalah untuk melanjutkan tugas dari BPUPKI yaitu mempersiapkan kemerdekaan negara Indonesia. Ada beberapa tugas yang harus dijalankan dan dibahas oleh PPKI, berikut adalah beberapa tugas beserta penjelasannya.

 

1. Mempersiapkan segala sesuatu terkai kemerdekaan Indonesia

PPKI dibuat dengan tujuan untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Yang dimaksud persiapan disini adalah segala sesuatu yang diperlukan untuk kemerdekaan seperti waktu dan tempat pembacaan teks proklamasi, persiapan anggota sampai dengan penyusunan struktur negara setelah dilakukannya proklamasi kemerdekaan Indonesia.

 

2. Mengesahkan UUD

Sebuah negara tentunya harus memiliki landasan konstitusi yang mengaturnya. Disini PPKI juga bertugas untuk membuat, menyusun, dan mengesahkan undang-undang dasar negara Indonesia.

 

3. Memilih dan Mengangkat Presiden dan Wakilnya

Selain menyusun dan mengesahkan undang-undang negara, PPKI juga bertugas untuk mengangkat presiden dan wakil presiden Indonesia. Presiden ini nantinya bertugas sebagai kepala negara dan juga kepala pemerintahan. Pada masa itu PPKI mengangkat Soekarno sebagai presiden kita dan Mohammad Hatta sebagai wakil presidennya.

 

4. Membentuk Komite Nasional

PPKI membentuk Komite Nasional untuk membantu presiden dalam menjalankan tugasnya. Komite Nasional ini dibentuk sebelum MPR dan DPR.

 

 

Ketua dan Anggota PPKI

Berikut ketua, wakil dan anggota-anggota PPKI.

  • Soekarno (Ketua)
  • Moh. Hatta (Wakil)
  • Mr. Soepomo (Anggota)
  • Pangeran Soerjohamidjojo (Anggota)
  • KRT Radjiman Wedyodiningrat (Anggota)
  • Pangeran Poerbojo (Anggota)
  • P. Soeroso (Anggota)
  • Teuku Muhammad Hasan (Anggota)
  • Kiai Abdoel Wachid Hasjim (Anggota)
  • Abdul Maghfar (Anggota)
  • Soetardjo Kartohadikoesoemo (Anggota)
  • Andi Pangerang (Anggota)
  • Otto Iskandardinata (Anggota)
  • H Hamidan (Anggota)
  • Ki Bagus Hadikusumo (Anggota)
  • Yap Tjwan Bing (Anggota)
  • Abdoel Kadir (Anggota)
  • Johannes Latuharhary (Anggota)
  • GSSJ Ratulangi (Anggota)
  • I Goesti Ketoet Poedja (Anggota)
  • Mohammad Amir (Anggota)
  • Anggota Tambahan PPKI (Anggota)
  • Ki Hadjar Dewantara (Anggota Tambahan)
  • Kasman Singodimejo (Anggota Tambahan)
  • Ahmad Soebardjo (Anggota Tambahan)
  • Sajoeti Melik (Anggota Tambahan)
  • Iwa Koesoemasoemantri (Anggota Tambahan)
  • RAA Wiranatakoesoema (Anggota Tambahan)

 

 

Hasil Sidang PPKI

PPKI mengadakan sidang sebanyak 3 kali, yaitu sidang pertama pada tanggal 18 Agustus 1945, sidang yang kedua pada tanggal 19 Agustus 1945, dan yang ketiga pada tanggal 22 Agustus 1945. Berikut adalah hasil dari ketiga sidang tersebut.

 

1. Sidang Pertama (18 Agustus 1945)

Hasil sidang PPKI pertama adalah:

  • Mengesahkan UUD 1945 dan pembukaan UUD 1945.
  • Mengganti sila pertama dari pancasila yang tadinya “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.
  • Menetapkan presiden dan wakil presiden RI.
  • Membentuk komite nasional.

 

2. Sidang Kedua (19 Agustus 1945)

Hasil sidang PPKI kedua adalah:

  • Membagi Indonesia menjadi 8 buah provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, Sunda Kecil, dan Maluku.
  • Memilih 12 mentri dalam kabinet pertama Republik Indonesia pada 12 Departemen, yaitu Departemen dalam negeri, departemen luar negeri, departemen pengajaran, departemen kehakiman, departemen umum, departemen keuangan, departemen perhubungan, departemen kemakmuran, departemen sosial, departemen kesehatan, departemen keamanan rakyat, dan departemene penerangan.
  • Membentuk Tentara Nasional Rakyat Indonesia yang berasal dari PETA dan Heiho.
  • Memasukkan kepolisian dalam departemen negeri.
  • Membentuk Komite Nasional Daerah.

 

3. Sidang Ketiga PPKI (22 Agustus 1945)

Hasil sidang ketiga PPKI adalah:

  • Membentuk BKR (Badan Keamanan Rakyat)
  • Membentuk PNI (Partai Nasional Indonesia)

 

Nah, itulah sedikit informasi yang bisa mastekno sampaikan kepada kamu tentang tugas-tugas PPKI dan anggota-anggota PPKI yang perlu kamu ketahui. PPKI sangatlah berperan penting dalam proses kemerdekaan Indonesia, tanpa adanya PPKI kemerdekaan Indonesia mungkin tidak bisa terlaksana dengan cepat atau bahkan Indonesia tidak bisa merdeka. Jika ada kamu masih bingung dan ada yang ingin ditanyakan, silahkan komen di bawah.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *