Mochamad Alif Prayogo Pengin jadi orang kaya tapi belum tercapai, sudah berbagai usaha dilakukan tapi tidak konsisten, tolooong~

Tenaga Kerja: Pengertian, Jenis, Fungsi, Contoh, Perlindungan

7 min read

tenaga kerja

Jika kita berbicara tentang tenaga kerja, sangat erat hubungannya dengan kesempatan kerja dan angkatan kerja. Terus apa hubungan antara tenaga kerja ini dengan angkatan kerja dan kesempatan kerja yang ada di sebuah wilayah atau negara?

Nah, pada kesempatan kali mastekno akan membahas secara lengkap tentang pengertian tenaga kerja beserta jenis-jenisnyaa, fungsi, contoh, dan sebagainya lengkap. Bagi kalian yang ingin tahu lebih lanjut tentang tenaga kerja bisa baca artikel ini sampai selesai.

 

Pengertian Tenaga Kerja

pengertian tenaga kerja

Ada beberapa istilah di dunia Ketenagakerjaan, diantaranya adalah:

Tenaga Kerja adalah setiap orang baik itu laki-laki atau perempuan yang sedang dan atau akan melakukan pekerjaan baik itu di dalam atau di luar hubungan kerja sama untuk menghasilkan jasa atau barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Tingkat Produktivitas Tenaga Kerja adalah nilai tambah dari PDB (Produk Domestik Bruto) dibagi dengan jumlah penduduk yang bekerja untuk mendapatkan nilai tambah tersebut.

Jaminan Sosial Tenaga Kerja yaitu sebuah perlindungan untuk para tenaga kerja dalam bentuk santunan yang berupa uang, ini diberikan sebagai merupakan pengganti dari sebagian penghasilan yang berkurang atau hilang dan pelayanan karena peristiwa yang dialami tenaga kerja seperti sakit, kecelakaan kerja, meninggal dunia, hari tua, hamil, dan bersalin.

Tenaga kerja adalah penduduk yang berada di usia kerja. Menurut UU No. 13 tahun 2003 Bab I pasal 1 ayat 2, tenaga kerja adalah setiap orang yang bisa melakukan pekerjaan untuk menghasilkan barang atau jasa baik itu untuk memenuhi kebutuhan pribadi ataupun untuk masyarakat.

Secara garis besar, penduduk yang ada dalam sebuah negara bisa dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu tenaga kerja dan yang bukan tenaga kerja. Penduduk masuk kategori tenaga kerja jika penduduk tersebut sudah memasuki usia untuk bekerja.

Batas usia bekerja di Indonesia adalah rentang umur 15 tahun sampai dengan 64 tahun. Dari pengertian tersebut, setiap orang bisa yang bisa bekerja disebut dengan tenaga kerja.

Ada banyak pendapat tentang usia dari tenaga kerja ini, ada yang menyebutkan 17 tahun ke atas ada juga yang menyebut 20 tahun ke atas. Bahkan ada juga yang mengatakan di atas 7 tahun karena banyak anak-anak jalanan yang sudah bekerja.

Baca Juga : Kumpulan Contoh Surat Lamaran Kerja Bahasa Inggris

 

 

Pengertian Tenaga Kerja Menurut Ahli

Berikut ini adalah beberapa pendapat tentang pengertian tenaga kerja menurut para ahli, yaitu:

  • Eeng Ahman dan Epi Indriani, mereka menyebutkan bahwa tenaga kerja adalah semua penduduk yang bisa bekerja dan sanggup bekerja jika ada permintaan pekerjaan. Terdapat beberapa pendapat tentang usia dari tenaga kerja ini karena menurut mereka anak jalan juga sudah termasuk tenaga kerja.
  • S, menurut beliau tenaga kerja adalah penduduk yang berumur 15 tahun ke atas untuk negara berkembang seperti Indonesia. Sedangkan di negara maju, tenaga kerja adalah penduduk yang berusia 15 tahun sampai 64 tahun.
  • Sjamsul Arifin, Dian Ediana Rae, Charles, Joseph, mereka bertiga berpendapat bahwa tenaga kerja adalah faktor produksi yang sifatnya homogen dalam sebuah negara, tetapi bersifat heterogen antar negara.
  • Suparmoko dan Icuk Ranggabawono, beliau berdua berpendapat bahwa tenaga kerja adalah penduduk yang sudah memasuki usia untuk bekerja dan mempunyai pekerjaan, sedang mencari pekerjaan, dan yang melakukan kegiatan lain seperti mengurus rumah tangga, sekolah dan kuliah.
  • Kosim, beliau berpendapat bahwa tenaga kerja adalah salah satu faktor produksi yang penting dalam kegiatan produksi selain faktor alam, modal, dan keterampilan.
  • Ritae Hanafie, tenaga kerja adalah angkatan kerja yang terdiri atas penduduk pada usia kerja.
  • Delivarnov, tenaga kerja adalah penduduk dalam usia kerja.
  • Nana Supriatna dan Mamat Ruhimat, mereka berpendapat bahwa tenaga kerja adalah penduduk yang memasuki usia kerja.

 

 

Jenis-Jenis Tenaga Kerja dan Contohnya

jenis jenis tenaga kerja

Tenaga kerja juga bisa dibedakan menjadi beberapa kelompok, ada 3 pengelompokan tenaga kerja yaitu berdasarkan bata kerja, penduduknya, dan berdasarkan keahlian serta pendidikannya. Berikut ini adalah penjelasan jenis-jenis tenaga kerja tersebut.

 

Berdasarkan Batas Kerja

Berdasarkan dari batas kerjanya, tenaga kerja dibedakan menjadi dua yaitu:

  • Tenaga kerja, yaitu penduduk pada usia produktif yaitu sekitar 15 tahun – 64 tahun yang telah memiliki pekerjaan namun untuk sementara tidak bekerja, atau yang sedang dalam proses pencarian pekerjaan.
  • Bukan tenaga kerja, adalah penduduk yang berusia 10 tahun ke atas yang berkegiatan sekolah dan mengurus rumah tangga. Contohnya anak-anak yang sekolah, para mahasiswa, ibu rumah tangga dan orang yang cacat, dan pengangguran sukarela.

 

Berdasarkan Penduduknya

Berdasarkan penduduknya, tenaga kerja juga dibedakan menjadi dua yaitu:

  • Tenaga kerja, yaitu semua penduduk yang dianggap dapat bekerja dan bisa bekerja apabila tidak ada permintaan kerja. Sedangkan menurut Undang-Undang mereka yang termasuk kedalam kategori tenaga kerja adalah mereka yang berusia 15 tahun sampai 64 tahun.
  • Bukan tenaga kerja, yaitu mereka yang tidak bisa dan tidak mau bekerja, meskipun ada permintaan kerja. Sedangkan menurut UU Tenaga Kerja No. 13 tahun 2003, bukan tenaga kerja adalah penduduk di luar usia kerja, yaitu yang usianya dibawah 15 tahun dan diatas 64 tahun. Contoh kelompok ini adalah anak-anak, para lansia, dan pensiunan.

 

Berdasarkan Keahlian dan Pendidikan

Berdasarkan keahlian dan pendidikannya, tenaga kerja juga dibedakan menjadi tiga yaitu:

  • Tenaga kerja terdidik, yaitu tenaga kerja yang mempunyai kemahiran atau keahlian di bidang tertentu dengan cara menempuh pendidik atau sekolah format ataupun non formal. Contohnya adalah guru, dokter, pengacara, dan lain sebagainya.
  • Tenaga kerja terlatih, yaitu tenaga kerja yang memiliki sebuah kemampuan di bidang tertentu yang didapat dari pengalaman kerja sebelumnya. Untuk menjadi tenaga terampil seperti ini diperlukan latihan secara terus-menerus sehingga bisa menguasai pekerjaan tersebut. Contoh pekerja ini adalah mekanik, apoteker, ahli bedah, dan lain sebagainya.
  • Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih, yaitu tenaga kerja kasar yang hanya mengandalkan tenaga atau stamina saja. Contohnya adalah buruh angkut, kuli, pembantu rumah tangga, dan lain sebagainya.

 

Berdasarkan Jenis Pekerja

Berdasarkan jenis pekerjaannya, tenaga kerja juga dibedakan menjadi tiga yaitu:

  • Tenaga kerja lapangan, yaitu tenaga kerja yang langsung terjun di lapangan. Contohnya adalah sales atau marketing lapangan.
  • Tenaga kerja pabrik, yaitu tenaga kerja yang umumnya bekerja di dalam sebuah pabrik. Contohnya adalah buruh pabrik yang bekerja di bagian produksi.

 

Berdasarkan Hubungan dengan Produk

Berdasarkan hubungannya dengan produk, tenaga kerja juga dibedakan menjadi dua yaitu:

  • Tenaga kerja langsung, yaitu tenaga kerja yang terjun langsung dalam pembuatan barang atau produk. Contohnya adalah tenaga kerja yang berada di bagian produksi barang atau makanan.
  • Tenaga kerja tidak langsung, yaitu tenaga kerja yang ada hubungannya dengan produk atau barang namun tidak terjun langsung pada produk tersebut. Contohnya adalah tenaga kerja yang mendesain produk yang nantinya dipasarkan.

 

Berdasarkan Sifatnya

Berdasarkan sifatnya, tenaga kerja juga dibedakan menjadi dua yaitu:

  • Tenaga kerja rohani, yaitu tenaga kerja yang lebih menggunakan kemampuan otaknya atau pikirannya dibanding menggunakan tenaganya. Tenaga kerja rohani ini biasanya adalah orang-orang yang bekerja di tempat yang bersih, berpenampilan sopan dan baik. Contoh tenaga kerja rohani adalah manajer, direktur, kepala cabang, kepala divisi, dan sebagainya.
  • Tenaga kerja jasmani , yaitu tenaga kerja yang lebih menggunakan tenaganya dibanding menggunakan pikiran atau otaknya. Tenaga kerja jenis ini biasanya lebih banyak dibanding dengan tenaga kerja rohani, contohnya adalah buruh pabrik, kuli bangunan, dan sebagainya.

 

Berdasarkan Fungsi dalam Perusahaan

Berdasarkan fungsinya dalam perusahaan, tenaga kerja juga dibedakan menjadi tiga yaitu:

  • Tenaga kerja produksi, yaitu tenaga kerja yang pekerjaannya adalah membuat barang atau produk yang akan dipasarkan. Contoh tenaga kerja produksi adalah buruh pabrik di bagian produksi produk atau barang.
  • Tenaga kerja pemasaran, yaitu tenaga kerja yang bekerja di bagian pemasaran atau marketingnya. Jenis tenaga kerja ini biasanya bertanggung jawab untuk memasarkan produk yang telah dibuat. Contoh tenaga kerja pemasaran adalah sales, internet marketing.
  • Tenaga kerja umum dan administrasi, yaitu tenaga kerja yang bekerja mengurus surat-menyurat dan juga kepentingan lain diluar kepentingan produksi dan pemasaran. Contohnya adalah sekretaris.

Baca Juga : Pengertian Etos Kerja Lengkap

 

 

Fungsi Hukum Ketenagakerjaan

fungsi hukum ketenagakerjaan

Hukum ketenagakerjaan adalah aturan-aturan yang mengatur tentang tenaga kerja pada saat sebelum, selama dan sesudah masa kerja selesai. Masalah kontemporer tenaga kerja di Indonesia tidak lepas dari banyaknya angkatan kerja yang menjadi pengangguran.

Masalah ini membuat munculnya implikasi buruk dalam pembangunan hukum yang ada di Indonesia jika ditelusuri lebih dalam lagi bahwa akar dari semua ini adalah karena politik ketenagakerjaan nasional yang tidak jelas.

Meskipun dasar-dasar konstitusi UUD 1945 pasal 27 dan 34 sudah memberikan amanat cukup jelas tentang bagaimana seharusnya negara memberi perlindungan kepada pekerja.

Mengandalkan pekerjaan yang mengarah ke sektor padat karya manufaktur hanya membuat buruh di Indonesia hidup dalam ancaman bom waktu. Lemahnya hubungan kerja karena buruknya kondisi kerja dan upah yang rendah.

Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK yang semena-mena serta perlindungan hukum yang kurang memadai merupakan awal dari munculnya rasa ketidakadilan dan berpotensi munculnya tindak kekerasan.

Usaha keras dan pembenahan radikal harus dilakukan untuk menambah percepatan investor yang baru.

 

 

Permasalahan Tenaga Kerja

permasalahan tenaga kerja

Ada beberapa masalah tentang tenaga kerja yang terjadi di Indonesia, diantaranya adalah sebagai berikut:

 

Kualitas Tenaga Kerja Rendah

Pendidikan dan juga  pelatihan yang baik akan menghasilkan tenaga kerja yang baik pula. Namun sayangnya di Indonesia belum memilikinya, hal ini karena masih banyak tenaga kerja yang belum dapat menciptakan produksi yang baik di Indonesia.

 

Kesempatan Kerja Kurang

Meningkatnya angkatan kerja yang sangat banyak tidak disertai dengan lapangan kerja yang tersedia di Indonesia. Hal ini akhirnya menyebabkan banyak orang yang tidak bekerja dan menjadi beban tersendiri untuk sistem perekonomian negara.

 

Persebaran Kerja Tidak Merata

Karena banyak penduduk Indonesia yang berpikiran Jawa Sentris, akhirnya pembangunan dan pekerjaan hanya fokus di pulau jawa saja. Hal ini membuat tidak meratanya pembangunan lapangan kerja dan pengembangan sumber daya di daerah lain selain Jawa belum maksimal.

 

Pengangguran

Kurangnya lapangan kerja di Indonesia membuat perusahaan untuk memutuskan tenaga kerjanya secara berkala dan menampun lulusan-lulusan yang baru untuk menekan pengangguran. Namun tetap saja orang-orang masa kontraknya selesai jadi tidak punya pekerjaan alias menganggur.

 

Nah itulah tadi pengertian tenaga kerja beserta jenis-jenisnya, fungsi dan informasi lain seputar tenaga kerja. Semoga informasi yang sudah mastekno sampaikan tentang tenaga kerja di atas bermanfaat serta menambah pengetahuan kalian tentang tenaga kerja.

Demikianlah informasi yang bisa mastekno sampaikan, jika kalian masih bingung dengan penjelasan tenaga kerja di atas, silahkan komen di bawah. Terima kasih.


Mochamad Alif Prayogo Pengin jadi orang kaya tapi belum tercapai, sudah berbagai usaha dilakukan tapi tidak konsisten, tolooong~
DarkLight