Shinta MaristPenulis dan Penyunting di MasTekno, paling suka nonton anime khususnya one piece karakter paling di sukai yaitu luffy. Suka melakukan hal hal yang baru juga suka dengan dunia internet.

Tembang Macapat: Contoh, Sejarah dan Pengertian Tembang Macapat

15 min read

tembang macapat lengkap 7

Contoh Tembang Macapat – Jika kalian termasuk orang yang menyukai kebudayaan jawa maka kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya tembang macapat. Tembang macapat sendiri memiliki pengertian sebagai suatu puisi tradisional jawa atau tembang yang bercerita tentang tahapan kehidupan seorang manusia. Filosofi yang terdapat di dalam tembang macapat menceritakan dan juga menggabarkan kehidupan manusia sejak dirinya lahir, kemudian masuk ke dalam masa annak – anak, lalu dewasa, dan akhirnya meninggal dunia.

Di setiap tembang macapat di dalamnya memiliki ciri khas dan juga karakteristik masing – masing. Cirri – cirri yang membedakan tersebut antara lain adalah guru wilangan atau guru bilangan, guru gatra, dan yang terakhir adalah guru lagu. Tembang macapat kadang disebut juga sebagai tembang cilik.

 

Daftar Isi

Sejarah Tembang Macapat

Di setiap daerah bermacam – macam waktu saat munculnya macapat. Di bali dan jawa timur sendiri macapat sudah dikenal sebelum adanya islam. Sedangkan di jawa tengah, macapat diperkirakan muncul dan ada pada akhir masa kerajaan majapahit dan kemudian dimulainya pengaruh walisanga, ini untuk munculnya macapat di jawa tengah.

Untuk contoh supaya membuktikan penjelasan diatas, ada suatu teks yang berjudul Kidung Ranggalawe yang berasal dari jawa timur atau bali. Teks tersebut telah ada dan selesai ditulis pada tahun 1334 Masehi. Namun di sisi lain ada juga yang mengsangsikan tarikh ini. Hal ini karena sari semua naskah yang memuat teks yang asalnya dari Bali.

Sedangkan untuk penjelasan mengenai usia dari macapat sendiri ada dua pendapat yang berbeda. Pendapat yang berbeda tersebut sangat bertentangan terutama yang memiliki hubungan dengan puisi tradisional jawa kuna atau kakawin untuk menjadi pertimbangan manakah yang lebih tua. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa macapat itu merupakan turunan dari kakawin dengan tembang Gedhe atau tembang besar sebagai prantaranya. Pendapat tersebut di kemukakan oleh Prijohoetomo.

Namun ada juga dua orang yang menyangkal pendapat dari prijohoetomo. Orang tersebut bernaa Zoetmulder dan juga Poerbatjaraka. Mereka memiliki pendapat bahwa macapat merupakan metrum puisi jawa asli dan usia yang dimilikinya lebih tua daripada kakawin sendiri. Oleh karena itulah macapat baru muncul setelah adanya pengaruh india yang makin lama makin memudar.

 

Pengertian Guru Bilangan, Guru, Gatra, dan Guru Lagu

Berikut akan saya jelaskan dari ketiga poin diatas secara lengkap dan detail beserta guru bilangan, guru gatra, dan guru lagu dari tembang macapat itu sendiri. Langsung saja simak penjelasannya berikut ini.

1. Guru Bilangan atau Wilangan

Guru wilangan memiliki pengertian sebagai banyaknya jumlah suku kata ( wanda ) di dalam setiap baris ( larik ).

2. Guru Gatra

Guru gatra memiliki pengertian sebagai banyaknya jumlah larik atau baris di dalam satu bait.

3.Guru Lagu

Guru lagu memiliki pengertian sebagai persamaan bunyi yang ada di akhir sajak di dalam kata yang ada di setiap akhir baris ( larik ).

tembang macapat lengkap

Itu tadi diatas merupakan penjelasan dari guru wilangan, guru gatra, dan juga guru lagu. Untuk lebih lengkap dan jelasnya tabel dibawah ini akan menuliskan guru – gur tersebut untuk di setiap tembang macapatnya, langsung saja simak tabel dibawah ini.

 

Tembang Macapat: Guru Gatra, Guru Lagu, dan Guru Wilangan

Nah, karena adanya pembagian guru wilangan, guru gatra, dan guru lagu diatas maka akhirnya tembang macapat dibagi ke dalam 11 jenis tembang. Berikut akan dijelaskan 11 tembangmacapat tersebut lengkap beserta guru gatra, lagu, dan wilangannya. Langsung saja simak penjelasannya berikut ini.

 

Tembang Macapat Megatruh

tembang macapat lengkap 1

Yang pertama akan dibahas adalah tembang megatruh. Megatruh sendiri merupakan singkatan dari awalan –am, kemudian pegat, dan ruh. Di dalam serat purwaukara, arti dari megatruh adalah mubcal kan sarwa ala yang artinya adalah membuang apa – apa yang sifatnya jelek.

Megatruh sendiri berasal dari kata megat dan juga roh. Kata megat dan roh memiliki arti sebagai putusnya roh atau putusnya roh manusia dari dalam tubuh. Tembang megatruh sendiri memiliki filosofi sebagai tembangg yang menceritakan tentang perjalanan kehidupan manusia yang sudah selesai hidupnya di dunia.

Kata pegat ada hubungannya dengan peget yang mana peget artinya adalah istana, atau tempat tinggal. Sedangkan pamegat atau pameget memiliki arti jabatan. Lalu samget atau samga memiliki arti guru agama atau jabatan ahli. Oleh karena itu, dapat disimpulkan berarti arti dari megatruh adalah petugas yang di dalam bidang kerohanian sudah ahli dan orang tersebut selalu menghindari perbuatan yang jahat.

Kemudian kita akan membahas tentang watak tembang megatruh. Watak tembang megatruh adalah tentang kedukaan atau kesedihan. Tembang megatruh biasanya menceritakan tentang rasa putus asa dan juga tentang rasa kehilangan.

Berikut adalah contoh Tembang Megatruh ( 12u, 8i, 8u, 8i, 8o )

Kabeh iku mung manungsa kang pinujul
Marga duwe lahir batin
Jroning urip iku mau
Isi ati klawan budi
Iku pirantine ewong

Kemudian dibawah ini akan dijelaskan tentang aturan guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan dari tembang megatruh. Simak penjelasannya berikut ini.

1. Guru Gatra Tembang Megatruh

Guru gatra yang dimiliki tembang gatruh adalah 5, yang artinya tembang megatruh memiliki 5 baris atau 5 larik kalimat.

2. Guru Lagu Tembang Megatruh

Guru lagu yang dimiliki tembang megatruh adalah u, i, u, i, o. Hal ini berarti bahwa setiap kalimat yang ada di tembang megatruh bervokal u, i, u, i, o.

3. Guru Wilangan Tembang Megatruh

Guru wilangan yang dimiliki oleh tembang megatruh adalah 12, 8, 8, 8, 8. Artinya adalah kalimat pertama di tembang megatruh berjumlah 12 suku kata, kemudian kalimat kedua tembang megatruh berjumlah 8 suku kata, kalimat ketiga sama seperti kalimat kedua berjumlah 8 suku kata, kalimat keempat tembang megatruh berjumlah 8 suku kata, dan kalimat yang terakhir adalah berjumlah 8 suku kata.

 

Tembang Macapat Pocung / Pucung

tembang macapat lengkap 2

Selanjutnya akan dibahas tentang kata pocung. Kata pocung sendiri berasal dari kata pocong. Dimana seperti yang kita tahu, pocong adalah hal yang menggambarrkan ketika seseorang itu sudah meninggal pasti akan dipocong atau dikafani. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tembang pocung memiliki filosofi untuk ritual melepaskan kepergian dari seseorang.

Sedangkan menurut pandangan di dalam serat purwaukara pucung artinya adalah kudhuping gegodhongan atau artinya kuncup dedaunan dan yang masih segar. Ada juga yang mengatakan bahwa pucung diartikan sebagai suatu biji kepayang atau pengium edule.

Biasanya tembang pucung ini berisi tentang lelucon dan juga berisi tentang nasehat. Ucapan cung di dalam kata pucung mengarah ke pada hal – hal yang sifatnya adalah lucu dan juga menimbulkan kesegaran tawa. Contoh katanya adalah kacung atau bisa juga kucung. Watak dari tembang pucung adalah biasa digunakan di dalam suasana yang santai. Tembang pucung juga menceritakan tentang tindakan yang sesuka hati dan juga tentang kebebasan.

Berikut adalah contoh Tembang Pocung ( 12u, 6a, 8i, 12a )

Ngelmu iku kelakone kanthi laku
Lekase lawan kas
Tegese kas nyantosani
Setya budya pengekesing dur angkara

Kemudian dibawah ini akan dijelaskan tentang aturan guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan dari tembang pocung. Simak penjelasannya berikut ini.

1. Guru gatra Tembang Pocung

Guru gatra dari tembang pocung berjumlah 4 yang mana artinya adalah tembang pocung memiliki 4 larik kalimat.

2. Guru lagu Tembang Pocung

Guru lagu tembang pocung adalah u, a, i, a. Yang memiliki arti bahwa akhir suku kata di setiap kalimat yang ada di tembang pocung harus berakhiran u, a, i, a.

3. Guru wilangan Tembang Pocung

Guru wilangan tembang pocung adalah 12, 6, 8, dan juga 12. Yang menandakan bahwa kalimat pertama di dalam tembang pocung berjumlah 12 suku kata, kemudian kalimat keduanya berjumlah 6 suku kata, lalu kalimat ketiga di tembang pocung berjumlah 8 suku kata, dan yang terakhir adalah berjumlah 12 suku kata.

 

Tembang Macapat Mijil

tembang macapat lengkap 3

Selanjutnya yang akan kita bahas adalah tentang tembang mijil. Filosofi yang dimiliki oleh tembang mijil adalah lambang dari benih atau suatu biji yang sudah lahir di dunia. Sehingga ada yang menyimpulkan bahwa mijil merupakan lambang dari awal mula suatu perjalanan adanya seorang anal yang lahir di dunia yang fana ini. Dia masih memerlukan perlindungan karena masih lemah dan begitu suci.

Namun tetap saja ada yang menyebutkan bahwa mijil memiliki arti sama dengan pintu atau lawang, mijil berarti keluar. Dan ada juga yang menyebutkan bahwa lawang sendiri memiliki arti sebagai nama dari sejenis tumbuhan yang bunganya wangi.

Watak yang dimiliki oleh tembang mijil adalah suatu keterbukaan yang sangat cocok untuk mengeluarkan sebuah nasehat, bisa juga tentang asmara, dan suatu cerita.

Berikut adalah contoh Tembang Mijil ( 10i, 60, 10e, 10i, 6i, 6o )

Dedalanne guna lawan sekti
Kudu andhap asor
Wani ngalah dhuwur wekasane
Tumungkula yen dipundukanni
Ruruh sarwa wasis
Samubarangipun

Tembang mijil yang dicontohkan diatas bercerita tentang cara bagaimana bisa menjadi sosok seorang yang memiliki sifat ramah, baik, dan juga rendah hati.

Kemudian dibawah ini akan dijelaskan tentang aturan guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan dari tembang mijil. Simak penjelasannya berikut ini.

1. Guru Gatra Tembang Mijil

Guru gatra dari tembang mijil adalah 6 baris atau larik. Yang berarti bahwa tembang mijil memiliki 6 larik atau baris.

2. Guru Lagu Tembang Mijil

Guru lagu tembang mijil adalah i, o, e, i, i, o. Hal ini berarti bahwa akhir suku kata di setiap kalimat di tembang macapat mijil adalah i, o, e, i, i, o.

3. Guru Wilangan Tembang Mijil

Guru wilangan yang dimiliki oleh tembang mijil adalah 10, 6, 10, 10, 6, 6. Yang berarti bahwa kalimat pertama di tembang mijil berjumlah 10 suku kata, lalu kalimat kedua berjumlah 6 suku kata, kemudian di kalimat ketiga berjumlah 10 suku kata, di kalimat ke empat berjumlah 10 suku kata, lalu kalimat kelima jumlahnya 6 suku kata, dan yang terakhir kalimat keenam berjumlah 6 suku kata juga.

 

Tembang Macapat Maskumambang

tembang macapat lengkap 4

Jika kita ingin membahas tentang tembang macapat yang bercerita tentang filosofi hidup manusia dari asal manusia diciptkan maka jawabannya adalah maskumambang. Manusia awal diciptakan yang masih berwujud embrio di dalam kandungan, lalu belum diketahui apakah dia perempuan atau laki – laki, dan juga belum memiliki jati diri.

Jika kita membahas maskumambang dari dari segi kata maka akan dijabarkan sebagai kata mas dan juga kata kumambang. Kata mas memiliki arti punggawa di dalam upacara shaministis. Kata mas berasal dari kata premas.

Kemudian adalah kata kumambang yang asalnya dari kata kambang dan dengan sisipan –um di dalamnya. Kambang bisa diartikan menjadi dua hal yaitu kamwang atau yang berarti kembang dan juga kambang atau ambang yang berarti terapung.

Ada juga yang mengatakan bahwa ambang berkaitan dengan ambangse yang memiliki arti sebagai menembang. Kemudian dapat disimpulkan bahwa maskumambang artinya adalah punggawa yang sedang melakukan upacara shamanistis, lalu mengucap lafal atay mantra menembang disertai dengan banyak sajian yang berasal dari bunga.

Ada juga yang menyebutkan bahwa maskumambang memiliki arti ulam toya yang mana artinya adalah ikan air tawar, sehingga kadang juga digambarkan dengan lukisan gambar ikan berenang. Hal ini menurut dengan serat purwaukara.

Watak dari tembang maskumambang ini adalah memiliki gambaran perasaan yang duka atau tentang kesedihan. Bisa juga menggambarkan tentang suasana yang nelangsa atau hati yang sedih.

Berikut contoh Tembang Maskumambang ( 12i, 6a, 8i, dan 8o )

Wong tan manut pitutur wong tuwa ugi
Ha nemu duraka
Ing donya tumekeng akhir
Tan wurung kasurang-surang

Tembang maskumambang diatas bercerita tentang seseorang yang hidupnya tidak bisa mematuhi nasihat dari orang tua, kemudian hidupnya menjadi menderita dan sengsara di dunia serta di akhirat nya.

Kemudian dibawah ini akan dijelaskan tentang aturan guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan dari tembang maskumambang. Simak penjelasannya berikut ini.

1. Guru Gatra Tembang Maskumambang

Guru gatra tembang maskumambang adalah 4 baris atau larik.

2. Guru Lagu Tembang Maskumambang

Akhir dari suku kata di setiap kalimat di tembang maskumambang adalah i, a, i, o.

3. Guru Wilangan Tembang Maskumambang

Guru wilangan dari tembang maskumambang adalah 12, 6, 8, 8.

 

Tembang Macapat Kinanthi

tembang macapat lengkap 5

Selanjutnya yang akan dibahas adalah tembang kinanthi. Tembang ini memiliki filosofi yang bercerita tentang anak yang hidupnya masih butuh tentang tuntunan supaya bisa berjalan dengan baik. Berasal dari kata kanthi yang berarti menuntun atau menggandeng.

Watak tembang kinanthi adalah gambaran mengenai perasaan seseorang yang senang, kemudian bisa menjadikan kasih sayang, nasehat beserta dengan teladan yang baik.

Berikut Tembang Macapat Kinanthi ( 8u, 8i, 8a, 8i, 8a, 8i )

Kukusing dupa kumelun
Ngeningken tyas kang apekik
Kawengku sagung jajahan
Nanging saget angikipi
Sang resi kaneka putra
Kang anjog saking wiyati

Kemudian dibawah ini akan dijelaskan tentang aturan guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan dari tembang kinanthi. Simak penjelasannya berikut ini.

1. Guru Gatra Tembang Kinanthi

Guru gatra dari tembang kinanthi adalah 6 baris atau 6 larik.

2. Guru Lagu Tembang Kinanthi

Guru lagu dari tembang kinanthi adalah u, i, a, i, a, i.

3. Guru Wilangan Tembang Kinanthi

Guru wilangan tembang kinanthi adalah 8, 8, 8, 8, 8, 8. Artinya di setiap larik atau baris terdiri atas 8 suku kata atau 8 wanda.

 

Tembang Macapat Gambuh

tembang macapat lengkap 6

Arti dari kata gambuh sendiri berarti menyambungkan lalu filosofi dari tembang gambuh adalah bercerita tentang perjalanan hidup dari seseorang dalam kondisi sudah bertemu dengan pasangan hidupnya yang sudah pas. Kemudian kedua pasangan itu menjalin ikatan pernikahan yang sakral dan suci. Setelah itu tercipta kehidupan yang langgeng dan rukun.

Di dalam arti lain, tembang gambuh juga berarti dengan terbiasa, nama tumbuhan, dan juga roggeng tahu. Watak tembang gambuh adalah ramah tamah soal persahabatan, bisa juga untuk menyampaik cerita di kehidupan ini.

Contoh Tembang Macapat Gambuh ( 7u, 10u, 8u, 8o )

Lan sembah sungkem ipun
Mring Hyang Sukma elinga sireku
Apan titah sadaya amung sadermi
Tan welangsira andhaku
Kabeh kagungan Hyang Manon

Kemudian dibawah ini akan dijelaskan tentang aturan guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan dari tembang gambuh. Simak penjelasannya berikut ini.

1. Guru Gatra Tembang Gambuh

Tembang gambuh guru gatranya adalah 5 baris atau 5 larik.

2. Guru Lagu Tembang Gambuh

Akhir suku kata di kalimat yang ada di tembang gambuh adalah u, u, i, u, o.

3. Guru Wilangan Tembang Gambuh

Guru wilangan dari tembang gambuh adalah 7, 8, 10, 12, 8, dan yang terakhir 8.

 

Tembang Macapat Pangkur

tembang macapat lengkap 7

Kata pangkur berasal dari kata mungkur yang artinya meninggalkan atau pergi. Filosofi dari tembang pangkur adalah bercerita tentang gambaran kehidupdan yang harushnya menghindari angkara murka dan menjauhi hawa nafsu.

Tembang pangkur bercerita juga tentang adanya seseorang yang yang bersedia meninggalkan semua hal yang sifatnya adalah  duniawi dan juga  sudah mencoba lebih dekat kepada Tuhan.

Pangkur memiliki arti juga sebagai ekor atau buntut. Hal ini menyebabkan kadang pangkur diberikan isyarat atau saasmita tut pangkur yang artinya mengekor. Tut wuntat dan tut wuri artinya mengikuti.

Watak dari tembang pangkur adalah penggambaran tentang adanya karakter yang kuat, gagah, hati yang besar, dan juga perkasa. Jika untuk mengisahkan tentang peperangan, kepahlawanan atau perjuangan maka tembang pangkur cocok untuk menggambarkannya.

Berikut Contoh Tembang Pangkur ( 8a, 11i, 8u, 7a, 8i, 5a, dan 7i )

Muwah ing sabarang karya
Ingprakara gedhe kalawan cilik
Papat iku datan kantun
Kanggo sadina-dina
Lan ing wengi nagara miwah ing dhusun
Kabeh kang padha ambegan
Papat iku nora lali

Kemudian berikut penjelasan dari guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan tembang pangkur.

1. Guru Gatra Tembang Pangkur

Guru gatra dari tembang pangkur adalah 7 larik.

2. Guru Lagu Tembang Pangkur

Guru lagu tembang pangkur adalah bervokal a, i, u, a, i, a, i.

3. Guru Wilangan Tembang Pangkur

Guru wilangan tembang pangkur adalah 8, 11, 8, 7, 8, 5, 7.

 

Tembang Macapat Dhandhanggula

tembang macapat lengkap 8

Dhandanggula berasal dari kata dandang dan juga gula yang memiliki arti suatu hal yang manis. Filosofi tembang ini adalah penggambaran tentang kehidupan pasangan yang kondisinya berbahagia dikarenkan mereka sudah bisa mendapatkan apa yang mereka dambakan.

Kemudian menurut pandangan lain di dalam serat purwaukara dhandhanggula memiliki arti sebagai ngajeng – ajeng kasaesan yang mana artinya adalah menanti kan suatu kebaikan. Ada juga yang menyebutkan bahwa dhandhanggula diambil dari nama seorang raja Kediri yang terkenal setelah prabu jayabaya yaitu prabu dhandhanggendis.

Tembang dhandhanggula menggambarkan tentang sifat yang lues dan juga universal sehingga bisa masuk ke dalam hati manusia. Tembang dhandhanggula digunakan untuk menuturkan kisah yang ada di semua kondisi apapun dan hal apapun.

Berikut Contoh Tembang Dhandhanggula ( 10i, 10a, 8e, 7u, 9i, 7a, 6u, 8a, 12i, dan 7a )

Sinengkuyung sagunging prawali
Janma tuhu sekti mandra guna
Wali sanga nggih arane
Dhihin Syeh Magrib tuhu
Sunan ngampel kang kaping kalih
Tri sunan bonang ika
Sunan giri catur
Syarifudin sunan drajat
Anglenggahi urutan gangsal sayekti
Iku ta warnanira

Kemudian dibawah ini adalah penjelasan guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan dari tembang dhandhanggula.

1. Guru Gatra Tembang Dhandhanggula

Tembang dhandhanggula memiliki 10 baris atau 10 larik kalimat.

2. Guru Lagu Tembang Dhandhanggula

Guru lagu dari tembang dhandhanggula adalah bervokal i, a, e, u, i, a, u, a, i, a.

3. Guru Wilangan Tembang Dhandhanggula

Guru wilangan dari tembang dhandhanggula adalah 10, 10, 8, 7, 9, 7, 6, 8, 12, dan 7.

 

Tembang Macapat Sinom

tembang macapat lengkap 9

 

Kata sinom sendiri memiliki arti sebagai pucuk yang sedang bersemi atau tumbuh. Tembang sinom memiliki filosofi yaitu tentang manusia yang sedang meranjak ke dewasa dan sudah menjadi pemuda atau remaja.

Ada juga yang menyebutkan bahwa tembang sinom artinya adalah sinoman yang artinya sebagai suatu perkumpulan dari pemuda untuk dihajatan membantu yang punya hajat tersebut.

Sedangkan sinom memiliki arti sebagai seskaring rambut yang berarti anak rambut di dalam serat purwaukara.

Berikut Contoh Tembang Sinom ( 8a, 8i, 8a, 8i, 7i, 8u, 7a, 8i, 12a )

Punika serat kawula
Katura sira wong kuning
Sapisan salam pandonga
Kapindo takon pawarti
Jare sirarsa laki
Ingsun mung sewu jumurung
Amung ta wekasi wang
Gelang alit mungging driji
Lamun sida aja lali kalih kula

Berikut dibawah ini adalah penjelasan mengenai guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan yang ada di tembang sinom.

1. Guru Gatra Tembang Sinom

Tembang sinom memiliki guru gatra 9 larik atau 9 baris.

2. Guru Lagu Tembang Sinom

Guru lagu dari tembang sinom adalah bervokal  a, i, a, i, i, u, a, i, a.

3. Guru Wilangan Tembang Sinom

Guru wilangan tembang sinom adalah 8, 8, 8, 8, 7, 8, 7, 8, 12.

 

Tembang Macapat Durma

tembang macapat lengkap 10

Arti kata durma adalah pemberian. Tembang durma memiliki filosofi sebagai tembang yang menceritakan tentang kehidupan yang kadangkala bisa mengalami selisih, atau kekurangan, atau bisa juga duka.

Durma juga bisa berasal dari kata jawa klasik yang memiliki arti harimau. Kemudian bisa disimpulkan bahwa watak dari tembang durma adalah seram. Ada juga yang menyebutkan bahwa tembang durma bisa digunakan saat ingin maju ke medan perang.

Watak dari tembang durma adalah keras, tegas, penuh amarah, dan juga seram.

Berikut adalah Contoh Tembang Durma ( 12a, 7i, 6a, 7a, 8i, 5a, 7i )

Ayo kanca gugur gunung bebarengan
Aja ana kang mangkir
Amrih kasembadan
Tujuan pembangunan
Pager apik dalan resik
Latar gumelar
Wisma asri kaeksi

Setelah itu dibawah ini akan dijelaskan tentang guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan dari tembang durma, simak penjelasannya berikut ini.

1. Guru Gatra Tembang Durma

Guru gatra dari tembang durma berjumlah 7 baris atau 7 larik kalimat.

2. Guru Lagu Tembang Durma

Guru lagu dari tembang durma adalah bervokal a, i, a, a, i, a, i.

3. Guru Wilangan Tembang Durma

Guru wilangan yang ada di tembang durma adalah 12, 7, 6, 7, 8, 5, 7.

 

Tembang Macapat Asmarandana

tembang macapat lengkap 11

Arti kata asmarandana adalah berasal dari kata asmara yang memiliki arti sebagai cinta kasih. Tembang asmarandana memiliki filosofi sebagai suatu perjalanan hidup dari manusia yang sudah saatnya untuk memadu kasih dan sayang pada pasangan hidupnya.

Ada juga yang menyebutkan juga bahwa asmarandana berasal dari kata asmara dan juga dhana. Asmara artinya dewa percintaan dan dhana artinya api atau dahana.

Watak tembang asmarandana adalah asmara, bisa juga rasa sedih atau rasa pilu, dan juga cinta kasih.

Berikut Contoh Tembang Asmarandana ( 8i, 8a, 8e, 7a, 8a, 8u, 8a )

Lumrah tumrap wong ngaurip
Dumunung sadhengah papan
Tan ngrasa cukup butuhe
Ngenteni rejeki tiba
Lamun tanpa makarya
Sengara bisa kepthuk
Kang mangkono bundhelana

Setelah itu dibawah ini akan dijelaskan tentang guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan dari tembang asmarandana. Simak penjelasannya berikut ini.

1. Guru Gatra Tembang Asmarandana

Guru gatra yang dimiliki oleh tembang asmarandana adalah 7 baris atau 7 larik.

2. Guru Lagu Tembang Asmarandana

Guru lagu dari tembang asmarandana akhirnya harus bervokal  i, a, e, a, a, u, a.

3. Guru Wilangan Tembang Asmarandana

Guru wilangan yang dimiliki tembang asmarandana adalah berjumlah 8, 8, 8, 7, 8, 8, 8.

 

Demikian artikel tentang Kumpulan Tembang Macapat Lengkap dengan Penjelasannya semoga bisa menambah wawasan kalian khususnya di dalam pengetahuan tentang tembang macapat yang perlu diketahui. Apalagi tembang macapat sekarang masuk ke dalam mata pelajaran yang ada di sekolah – sekolah sehingga harus dipelajari. Jika ada penjelasan yang masih kurang jelas silahkan bertanya di kolom komentar yang sudah disediakan dibawah ini ya.


Shinta MaristPenulis dan Penyunting di MasTekno, paling suka nonton anime khususnya one piece karakter paling di sukai yaitu luffy. Suka melakukan hal hal yang baru juga suka dengan dunia internet.
DarkLight