Mochamad Alif Prayogo Pengin jadi orang kaya tapi belum tercapai, sudah berbagai usaha dilakukan tapi tidak konsisten, tolooong~

Tabel Periodik Unsur Kimia: Lengkap, Gambar HD, PDF

18 min read

pengertian sistem periodik dan cara membacanya

Kembali lagi bersama mastekno di sini, pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang sistem periodik unsur, yaitu mengenai tabel periodik unsur kimia lengkap beserta cara membaca keterangan dari tabel periodik tersebut. Selain itu kami juga sudah menyediakan gambar tabel periodik unsur yang HD.

Namun sebelum membahas lebih lanjut tentang tabel periodik tersebut, mastekno akan menjelaskan tentang unsur kimia terlebih dahulu. Apa itu unsur kimia? Unsur kimia adalah zat kimia yang tidak bisa diubah lagi menjadi jenis zat yang lebih kecil.

Atau bisa juga diartikan sebagai zat yang tidak bisa dibagi lagi menggunakan metode kimia biasa. Partikel terkecil dalam unsur kimia adalah atom. Sebuah atom terdiri dari inti atom (nukleus) yang dikelilingi oleh elektron. Inti atom terdiri dari proton dan neutron.

Sampai sekarang diketahui dalam ilmu kimia bahwa jumlah unsur di dunia ada sebanyak 118 unsur. Nantinya unsur tersebut bisa kalian lihat pada tabel periodik unsur kimia lengkap yang akan dibahas.

Namun selain ke 118 unsur tersebut yang sudah diketahui, tidak menutup kemungkinan bahwa kedepannya atau di masa depan akan ada jenis unsur yang baru. Langsung saja berikut ini adalah pembahasan tentang tabel periodik lengkap.

 

Pengertian Tabel Periodik

pengertian tabel periodik

Tabel Periodik adalah jenis tabel yang menampilkan unsur-unsur kimia. Unsur-unsur tersebut di susun berdasarkan dari nomor atom, yaitu jumlah proton yang ada dalam inti atom, kemudian konfigurasi elektron, dan keberulangan sifat kimia.

Tabel periodik juga bisa dibagi menjadi 4 blok, yaitu blok -s, -p, -d, -f. Namun secara umum, dalam satu periode atau satu baris, di sebelah kiri bersifat logam, sedangkan di sebelah kanan bersifat non logam.

Ciri-Ciri Unsur Logam adalah:

  • Unsur bersifat konduktor
  • Kerapatan pada unsurnya tinggi
  • Padat (bisa dibentuk atau ditempa)
  • Mengkilap

Ciri-Ciri Unsur Non Logam adalah:

  • Rapuh
  • Unsur bersifat isolator
  • Kerapatan unsur rendah
  • Tidak mengkilap

Supaya kalian bisa lebih memahami lagi tentang apa saja unsur-unsur kimia yang ada pada logam dan non logam, kalian bisa melihat penjelasannya berikut ini. Berikut adalah gambar tabel periodik unsur kimia lengkap yang bisa kalian lihat dan download juga.

Baca Juga: Pengertian, Manfaat dan Tujuan Fisika.

 

Tabel Periodik Unsur Kimia

tabel periodik unsur kimia

Keterangan:

  • Berdasarkan gambar di atas, di atas baris pada tabel di sebut dengan nama periode, kemudian kolom di sebut dengan golongan.
  • Gambar di atas menunjukkan bahwa ada 6 golongan atau kolom yang memiliki nama selain nomor. Contohnya adalah unsur golongan 17 adalah halogen, sedangkan golongan 18nya adalah gas mulia.
  • Selain itu, tabel periodik juga bisa digunakan untuk menurunkan hubungan antara sifat-sifat unsur, dan bisa juga untuk memperkirakan sifat unsur yang baru dan belum ditemukan.
  • Tabel periodik bisa memberikan kerangka kerja untuk melakukan sebuah analisis perilaku kimia, selain itu tabel periodik juga sering digunakan dalam bidang kimia dan ilmu yang lain.

 

 

Keterangan Unsur Kimia pada Tabel Periodik

Berikut adalah tabel keterangan unsur kimia pada sistem periodik unsur kima.

No atomUnsur KimiaSimbol
1hidrogenH
2heliumHe
3lithiumLi
4berylliumBe
5boronB
6carbonC
7nitrogenN
8oxygenO
9fluorineF
10neonNe
11sodiumNa
12magnesiumMg
13aluminumAl
14siliconSi
15phosphorusP
16sulfurS
17chlorineCl
18argonAr
19potassiumK
20calciumCa
21scandiumSc
22titaniumTi
23vanadiumV
24chromiumCr
25manganeseMn
26ironFe
27cobaltCo
28nickelNi
29copperCu
30zincZn
31galliumGa
32germaniumGe
33arsenicAs
34seleniumSe
35bromineBr
36kryptonKr
37rubidiumRb
38strontiumSr
39yttriumY
40zirconiumZr
41niobiumNb
42molybdenumMo
43technetiumTc
44rutheniumRu
45rhodiumRh
46palladiumPd
47silverAg
48cadmiumCd
49indiumIn
50tinSn
51antimonySb
52telluriumTe
53iodineI
54xenonXe
55cesiumCs
56bariumBa
57lanthanumLa
58ceriumCe
59praseodymiumPr
60neodymiumNd
61promethiumPm
62samariumSm
63europiumEu
64gadoliniumGd
65terbiumTb
66dysprosiumDy
67holmiumHo
68erbiumEr
69thuliumTm
70ytterbiumYb
71lutetiumLu
72hafniumHf
73tantalumTa
74tungstenW
75rheniumRe
76osmiumOs
77iridiumIr
78platinumPt
79goldAu
80mercuryHg
81thalliumTl
82leadPb
83bismuthBi
84poloniumPo
85astatineAt
86radonRn
87franciumFr
88radiumRa
89actiniumAc
90thoriumTh
91protactiniumPa
92uraniumU
93neptuniumNp
94plutoniumPu
95americiumAm
96curiumCm
97berkeliumBk
98californiumCf
99einsteiniumEs
100fermiumFm
101mendeleviumMd
102nobeliumNo
103lawrenciumLr
104rutherfordiumRf
105dubniumDb
106seaborgiumSg
107BohriumBh
108HassiumHs
109meitneriumMt
110DarmstadtiumDs
111RoentgeniumRg
112CoperniciumCn
113UnuntriumUut
114UnunquadiumUuq
115UnunpentiumUup
116UnunhexiumUuh
117UnunseptiumUus
118UnunoctiumUuo

 

 

Cara Membaca Tabel Peridik dan Gambarnya

cara membaca tabel periodik

Setelah membaca tabel periodik atau sistem periodik di atas tentu kalian masih bingung dengan gambar tersebut. Kalian tentu akan bertanya-tanya bagaimana sih cara membaca sistem periodik? Nah kalian tidak perlu khawatir karena kami juga akan memberikan tutorial cara membacanya.

Berikut ini sudah mastekno siapkan file PDF tentang cara membaca sistem periodik beserta dengan gambar yang melengkapinya supaya lebih dipahami. Silahkan kalian download file PD cara membaca tabel periodik unsur kimia lewat link berikut ini.

[Download]

 

 

Penjelasan Tabel Periodik Unsur Kimia

penjelasan tabel periodik unsur kimia

Hal yang membuat unsur satu dengan unsur lainnya berbeda adalah jumlah proton dan jumlah elektron yang ada pada suatu unsur atau ikatan yang ada inti atom tersebut.

Contohnya jika semua atom karbon mempunyai proton sebanyak 6 buah, sedangkan untuk atom oksigen mempunyai proton sebanyak 8 buah. Jumlah proton pada sebuah atom dikenal dengan istilah nomor atom (dilambangkan dengan huruf Z).

Namun,  atom-atom yang ada pada unsur yang sama tersebut bisa mempunyai jumlah netron yang berbeda, hal ini dikenal dengan nama “sebutanisotop”. Masa atom sebuah unsur (dilambangkan dengan huruf “A”) adalah masa rata-rata atom suatu unsur pada alam.

Dikarenakan masa elektron yang sangat kecil, dan juga masa neutron yang hampir sama dengan masa proton, maka masa atom ini umumnya dinyatakan dengan banyak proton dan neutron yang ada di inti atom, pada isotop yang mempunyai kelimpahan terbanyak di alam.

Ukuran masa atom adalah satuan masa atom atau smu. Beberapa isotop bersifat radioaktif, juga mengalami penguraian / peluruhan kepada radiasi partikel alfa atau beta.

 

 

Lambang Kimia Tabel Sistem Periodik Unsur Kimia

lambang kimia tabel sistem periodik

Sebelum kimia ini menjadi sebuah bidang ilmu pengetahuan, ahli alkemi sudah menentukan simbol-simbol baik itu untuk logam ataupun senyawa umum yang lainnya. Mereka memakai singkatan dalam diagram atau prosedur dan tanpa konsep tentang sebuah atom, bergabung untuk membentuk sebuah molekul.

Dengan perkembangan teori tentang zat, John Dalton memperkenalkan simbol-simbol yang lebih mudah dipahami atau lebih sederhana, didasarkan oleh lingkaran yang dipakai untuk menggambarkan molekul.

Sistem yang sekarang ini digunakan diperkenalkan Berzelius. Pada sistem tipografi tersebut, simbol kimia yang dipakai adalah singkatan nama latin (karena pada saat itu bahasa latin adalah bahasa sains).

Contohnya Fe merupakan simbol dari unsur ferum (besi), kemudian Cu adalah simbol unsur Cuprum (tembaga), ada juga Hg yaitu simbol unsur hydrargyrum (air raksa), dan masih banyak lagi.

Simbol kimia digunakan di seluruh dunia atau secara Internasional, meskipun nama-nama unsur tersebut diterjemahkan ke bahasa lainnya. huruf pertama pada simbol kimia ditulis memakai huruf kapital, sedangkan untuk huruf yang selanjutnya jika ada maka ditulis memakai huruf kecil.

 

Tata Nama

Penamaan unsur sudah ada jauh sebelum teori tentang atom suatu zat ada, namun pada saat itu belum diketahui mana yang merupakan sebuah unsur dan mana yang merupakan sebuah senyawa.

Pada saat teori atom mulai berkembang, nama-nama unsur yang sudah digunakan dulu masih tetap digunakan. Contohnya adalah unsur cuprum dalam bahasa Inggris dikenal dengan copper, sedangkan dalam bahasa Indonesia artinya adalah tembaga.

Selain itu ada juga banyak contoh lain seperti dalam bahasa Jerman wasserstoff yang artinya adalah hidrogen, dan sauerstoff  yang artinya adalah oksigen.

Nama resmi dari unsur kimia yang kita kenal ditentukan oleh sebuah organisasi yang bernama IUPAC. Menurut mereka (IUPAC) nama unsur tidak diawali huruf kapital kecuali berada di awal kalimat.

Pada saat paruh akhir abad ke 20, ada banyak laboratorium yang mampu membuat unsur baru yang mempunyai tingkat peluruhan cukup tinggi untuk disimpan dan dijual. Nama-nama unsur yang baru tersebut juga ditetapkan oleh IUPAC>

Biasanya nama tersebut mengadopsi nama yang dipilih berdasarkan penemu unsur tersebut. Hal ini bisa menimbulkan kontroversi grup riset mana yang benar-benar menemukan unsur tersebut dan penundaan penamaan unsur dalam waktu lama.

kelimpahan unsur

 

Sejarah Perkembangan Sistem Periodik Unsur

sejarah perkembangan sistem periodik unsur

Sistem periodik yang kita kenal sekarang ini adalah hasil dari perkembangan pengelompokan unsur yang dilakukan oleh para ahli. Nah berikut ini adalah beberapa pengelompokan unsur menurut Para Ahli.

 

Ahli Kimia Arab & Persia

Para ahli kimia yang berasal dari Arab dan Persia pada awalnya mengelompokkan zat berdasarkan dari sifat logam dan non logamnya.

 

Antoine Lavoisier (1789)

Kemudian pada tahun 1789 Lavoisier mengelompokkan unsur menjadi 33 unsur kimia. Unsur tersebut adalah Gas (cahaya, oksigen, kalor, nitrogen, hidrogen), Tanah (magnesium oksida, kapur, aluminium oksida, barium oksida, silikon oksida), Logam (perak, antimon, bismuth, arsenik, kobalt, timah, tembaga, mangan, besi, molibdenum, raksa, emas, nikel, timbe, platina, seng, tungsten.

Teori yang dinyatakan oleh Laoisier memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, yaitu:

  • Kelebihan: sudah bisa mengelompokkan 33 unsur yang ada berdasarkan dari sifat kimia jadi bisa digunakan sebagai referensi para ilmuwan setelahnya.
  • Kekurangan: pengelompokannya masih terlalu umum, ada banyak zat dan senyawa lain yang bukan sebuah unsur.

 

Jhon Dalton (1808)

Dalton mengemukakan bahwa unsur atom yang berbeda memiliki sifat dan juga masa yang berbeda pula. Masa atom didapat dari perbandingan masa atom unsur terhadap masa atom unsur hidrogen. Berasal dari teori Dalton ini mengelompokkan zat yang berupa unsur sebanyak 36 unsur berdasarkan kenaikan masa atomnya.

 

Daftar Unsur yang disusun oleh Dalton

daftar unsur buatan dalton

 

Jhon Jacobs Berzellius (1828)

Berdasarkan datar masa unsru yang dibuat oleh Dalton ada sebuah kesalahan dalam penentuan masa atom unsurnya. Pada tahun 1828 Barzellius berhasil membuat dan juga mempublikasikan daftar masa atom yang lebih tepat atau lebih akurat.

 

Johann Dobereiner (1829)

Beliau merupakan ilmuwan pertama yang mengembangkan sistem periodik unsur pada tahun 1917. Johann Wolfgang Dobereiner, ilmuwan asal Jerman pada tahun 1829 pertama kali mengklasifikasikan unsur-unsur ke kelompok berdasarkan dari pernyataan John Dalton.

Berdasarkan hasil penerlitiannya, didapatkan masa atom Stronsium hampir sama dengan masa atom rata-rata dua unsur lain yang mirip dengan Stronsium, yaitu Barium dan Kalsium.

kelompok unsur dobereiner

  • Dobereiner membuat sebuah kelompok unsur yang masing-masing kelompoknyaterdiri dari tiga unsur yang disebut dengan nama “triade”.
  • Dalam satu triade, masa atom unsur yang berada di tengah adalah harga rata-rata masa atom pertama dan ketiga.

tabel triad dobereiner

Kelebihan dan Kelemahan Triade Dobereiner

Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan dari Triade Dobereiner:

Kelebihan:

  • Adanya keteraturan setiap unsur yang sifatnya hampir sama, masa atom unsur kedua (tengah) adalah masa atom rata-rata di masa atom unsur yang pertama dan ketiga.

Kekurangan:

  • Ada beberapa elemen (lumayan banyak) yang sama tetapi tidak bisa dikelompokkan ke dalam triade, contohnya besi, nikel, mangan, seng, kobalt, dan tembaga merupakan elemen yang sama namun tidak bisa di kelompokkan ke triade.
  • Pengelompokan unsur kurang efisien karena adanya beberapa unsur lain dan tidak termasuk ke dalam kelompok triade padahal sifatnya sama dengan unsur lain dalam kelompok tersebut.
  • Bisa untuk mengelompokkan unsur-unsur yang cukup berbeda ke dalam triade.

 

John Alexander Reina Newlands (1865)

Pada tahun 1965 Newlands mengelompokkan unsur-unsur yang ada berdasarkan kenaikan atomnya Dia mengamati setiap pengulangan pada delapan unsur akan ada kemiripan sifat. Dengan begitu artinya unsur kesatuan mirip unsur kedelapan, dan unsur kedua mirip dengan unsur ke semblian, dan seterusnya.

Newlands menyebut pengulangan tersebut dengan nama hukum oktaf. Dinamakan hukum oktaf karena dia melihat sifat-sifat yang sama berulang pada unsur ke delapan dalam susunan beriktunya dan pola ini mirip seperti oktaf dalam tangga nada musik.

tabel unsur hukum oktaf newlands

Newlands mengatakan bahwa sifat-sifat unsur berubah dengan teratur. Unsur pertama mirip seperti unsur kedelapan, unsur kedua mirip unsur kesembilan dan seterusnya.

tabel periodik unsur oktaf newlands

Kelebihan dan Kekurangan Hukum Oktaf Newlands

Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh Hukum Oktaf milik Newlands.

Kelebihan:

  • Unsur yang disusun ke dalam tabel periodik lebih banyak (urang lebih ada sekitar 63 unsur).

Kekurangan:

  • Penggolongan tidak cocok untuk unsur yang masa atomnya besar.
  • Masih ada oktaf yang isinya lebih dari delapan unsur.
  • Hukum oktaf newlands hanya berlaku untuk unsur ringan saja.
  • Jika diteruskan, kemiripan sifat terlalu dipaksakan.

 

Lothar Meyer (1869)

Lothan Meyer mengamati hubungan antara kenaikan masa atom dan sifat unsur pada tahun 1969. Hal ini dia lakukan dengan cara membuat kurva volume atom versus versus fungsi masa atom

kurva volume atom vs fungsi masa atom

Dari kurva, dia kemudian mengamati adanya keteraturan dari unsur-unsur yang sifatnya mirip. Dan pengulangan sifat unsur juga tidak selalu setelah 8 unsur seperti yang dinyatakan dalam hukum oktaf yang telah kita bahas sebelumnya.

Unsur-unsur disusun berdasarkan dari kenaikan masa atom dengan arah vertikal. Pengulangan sifat unsur membentuk sebuah kolom, sedangkan unsur-unsur dengan sifat yang mirip berada di baris yang sama.

sistem periodik meyer

 

Dmitri Ivanovich Mendeleev (1869)

Mendeleev pada tahun 1869 membuat sebuah sistem periodik berdasarkan dari kenaikan masa atom dan kemiripan sifatnya. Unsur-unsur dengan sifat yang sama atau mirip ditempatkan di kolom yang disebut dengan “golongan”.

Sedangkan pengulangan sifat menghasilkan baris yang disebut dengan nama “periode”.  Sistem periodik Mendeleev ini dibuat berdasarkan kenaikan masa atom dan ditentukan berdasarkan kemiripan.

sistem periodik medeleev sistem periodik medeleev 2

Keunggulan Sistem Periodik Mendelev

Berikut ini adalah keunggulan atau kelebihan sistem periodik yang dibuat Mendeleev:

  • Sistem Periodik Mendeleev menyediakan beberapa tempat kosong untuk unsur yang belum ditemukan. Sifat unsur tersebut diprediksi berdasarkan kemiripan sifat unsur dalam golongan yang sama.
  • Sistem periodik Mendeleev memprediksi sifat-sifat unsur yang belum diketahui. Dalam perkembangan selanjutnya, beberapa unsur yang ditemukan cocok dengan prediksi yang dibuat Mendeleev.

Contoh prediksi unsur Germanium oleh Mendeleev, yaitu:

contoh prediksi unsur germanium mendeleev

  • Sistem Periodik Mendeleev menyediakan satu kolom kosong dalam kelompok VIII. Kolom ini pada perkembangannya berisi unsur-unsur dari gas mulia. Unsur ini sangat tidak reaktif, bentuk gas yang tidak berwarna dan juga tidak berbau dan dalam jumlah yang sedikit di atmosfer. Oleh karena itulah unsur ini tidak dikenal dengan nama senyawa, karena itulah para ilmuwan di masa Mendeleev tidak tahu adanya unsur ini.

Kelemahan Sistem Periodik Mendeleet

Berikut ini adalah kelemahan yang dimiliki oleh sistem periodik buatan Mendeleev:

  • Adanya unsur yang tidak memiliki kesamaan sifat yang dimasukkan ke satu golongan, contohnya Ag dan Cu digabung dengan unsur Li, K, Na, Cs, dan Rb.
  • Adanya penempatan unsur unsur yang tidak sesuai kenaikan masa atom. Contohnya adalah unsur Iodin (I-127) memiliki masa atom yang lebih kecil dibanding Telurium (Te-128). Namun dari sifatnya, Mendeleev terpaksa mendahulukan unsur Telurium dulu baru kemudian unsur Iodin.
  • Kelemahan ini kemudian membuat para ilmuwan saja bahwa masa atom tidak terlalu menentukan dimana sebuah unsur di tempatkan dalam sistem periodik. Kemudian akhirnya muncul sistem Periodik Modern yang dibuat berdasarkan kenaikan nomor atom. Ternyata nomor atom Te (Z=52) lebih kecil dari unsur Iodin (Z=53).

 

Henry  Moesley (1913)

Pada tahun 1913 Henry Moseley menemukan nomor atom dari sebuah unsur dengan menggunakan bantuan sinar X. Hasil dari penelitian tersebut dia kemudian menemukan bahwa kenaikan nomor atom itu sejalan dengan kenaikan masa atom.

Berdasarkan dengan penemuan tersebut Henry  Moseley membuat tabel Periodik berdasarkan kenaikan dari nomor atom.

Sistem periodik modern milik Moseley berhasil menemukan sistem periodik modern yang dibuat berdasarkan kenaikan nomor atom dan juga kemiripan sifat.

 

 

Sistem Periodik Modern

sistem periodik modern

Dari penemuan yang dilakukan Moseley tersebut, hukum periodik milik Mendeleev diperbarui menjadi hukum periodik modern seperti sekarang ini dengan sifat-sifat unsur adalah fungsi periodik dari nomor atomnya.

Dari penemuan tersebut itu juga mulai dibuat sistem periodik modern yang dikenal sampai sekarang ini, yaitu sistem periodik modern. Lajur vertikal atau golongan disusun berdasarkan pada kemiripan sifatnya. Sedangkan lajur horizontal atau periode disusun berdasarkan pada kenaikan nomor atomnya.

Sistem periodik modern ini terdiri atas 7 periode dan 18 jenis golongan yang dibagi menjadi 8 golongan utama atau golongan A, dan 8 golongan transisi atau golongan B.

 

Sistem Periodik Bentuk Panjang (Sistem Periodik Modern)

Sistem periodik bentuk panjang terdiri dari beberapa hal, berikut adalah penjelasannya:

 

Golongan

Kolom-kolom vertikal pada sistem periodik disebut dengan nama golongan. Penempatan unsur-unsur pada kolom golongan ini menunjukkan kemiripan sifatnya, jadi unsur yang satu golongan akan mempunyai kemiripan sifat satu dengan yang lainnya, hal ini terutama berlaku untuk golongan utama.

Penamaan golongan ini juga ada dua cara, yaitu sistem 8 golongan dan sistem 18 golongan. Untuk cara sistem 8 golongan dibagi menjadi 8 golongan, yaitu golongan utama (golongan A) dan 8 golongan transisi atau golongan B, nomor golongan ditulis memakai angka romawi.

Sedangkan untuk sistem 18 golongan, sistem periodik dibagi menjadi 18 golongan, yaitu golongan 1 sampai dengan 18, urutan dimula dari kolom yang paling kiri. Untuk unsur-unsur transisinya berada di golongan 3-12.

Golongan sendiri terdiri atas:

  • Golongan Utama : Golongan A
  • Golongan IA : Golongan Alkali
  • Golongan IIA : Golongan Alkali Tanah
  • Golongan IIIA : Golongan Aluminium
  • Golongan IVA : Golongan Karbon
  • Golongan VA : Golongan Nitrogen
  • Golongan VIA : Golongan Kalkogen
  • Golongan VIIA : Golongan Halogen
  • Golongan VIIIA : Golongan Gas Mulia
  • Golongan Transisi : Golongan B

Golongan transisi terdiri atas:

  • Golongan transisi (B), yaitu golongan IB, IIB, IIIB, IVB, VB, VIB, VIIB, VIIB.
  • Golongan transisi dalam, terdiri atas: Lantanida yang berisi 15 unsur (nomor atom 57-71). 15 unsur ini memiliki sifat yang mirip Lantanium (La), jadi disebut dengan Lantanida. Sedangkan Aktinida beranggotakan 15 unsur (dengan nomor atom 89-103).

 

Periode

Laju horizontal pada sistem periodik disebut dengan nama periode, periode ini ditulis dengan menggunakan angka arab. Berikut ini adalah jumlah unsur pada setiap periode yang ada.

PeriodeJumlah UnsurNomor Atom
121-2
283-10
3811-18
41819-36
51837-54
63255-86
73287-118

Periode 1,2,3 disebut dengan nama periode pendek dikarenakan berisi lebih sedikit unsur. Sedangkan periode 4 dan seterusnya disebut dengan periode panjang.

 

Hubungan Konfigurasi Elektron dengan Sistem Periodik

Hubungan antara letak unsur yang ada pada sistem periodik dengan konfigurasi elektronnya bisa disimpulkan seperti berikut ini:

  • Nomor golongan = elektron valensi
  • Nomor periode = jumlah kulit

Berdasarkan hubungan tersebut, letak unsur pada sistem periodik bisa ditentukan berdasarkan konfigurasi elektronnya.

 

 

Sifat Periodik Unsur

sifat periodik unsur

Sifat periodik merupakan sebuah sifat yang berubah dengan beraturan sesuai kenaikan nomor atomnya, yaitu dari arah kiri ke kanan dalam satu periode, atau dari arah atas ke bawah dalam satu golongan.

 

Jari-jari Atom

Yang dimaksud dengan jari-jari atom adalah jarak inti sampai dengan kulit elektron paling luar. Besar kecilnya jari-jari atom ditentukan oleh dua faktor, yaitu muatan inti dan jumlah kulit.

Untuk unsur-unsur yang segolongan, semakin banyak kulit atomnya maka semakin besar pula jari-jarinya. Sedangkan unsur-unsur periode, semakin besar muatan intinya maka semakin kuat juga gaya tarik inti ke elektron jadi jari-jarinya semakin kecil.

jari jari atom

Energi Ionisasi

Yang dimaksud dengan energi ionisasi adalah sebuah energi yang dibutuhkan untuk melepaskan elektron yang terikat paling lemah oleh atom atau ion dalam bentuk gas. Hubungan ionisasi dengan nomor atom adalah sebagai berikut:

  • Dari atas ke bawah energi ionisasi semakin kecil (dalam satu golongan)
  • Dari kiri ke kanan energi ionisasi semakin bertambah (dalam satu periode)

Besar kecilnya energi ionisasi tergantung dari besarnya gaya tarik inti kepada elektron kulit paling luar, yaitu elektron yang akan dilepaskan. Jika semakin kuat gaya tarik dari inti, maka semakin besar energi ionisasinya.

  • Dalam satu golongan. Dari atas ke bawah, jari-jari atom akan bertambah besar jadi gaya tarik inti kepada elektron paling luar akan semakin lemah. Oleh karena itulah energi ionisasi berkurang.
  • Dalam satu periode. Dari arah kiri ke kanan, jari-jari atom akan semakin berkurang jadi gaya tarik dari inti ke elektron akan semakin kuat. Oleh karena itulah energi ionisasi akan bertambah.

energi isonasi

 

Afinitas Elektron

Apa itu afinitas elektron? Afinitas elektron adalah besarnya energi yang dihasilkan jika suatu atom menarik sebuah elektron. Afinitas elektron cenderung berkurang dalam satu golongan yaitu dari atas ke bawah.

Sedangkan dalam satu periode dari kiri ke kanan afinitas elektron cenderung akan bertambah. Kecuali untuk unsur akali tanah dan gas mulia, semua unsur golongan yang utama memiliki afinitas elektron yang bertanda negatif. Afinitas elektron yang paling besar dimiliki oleh golongan halogen.

 

Keelektronegatifan

Keelektronegatifan merupakan kecenderungan sebuah atom untuk menarik pasangan elektron yang dipakai bersama untuk membentuk ikatan. Unsur yang memiliki energi afinitas elektron dan energi ionisasi paling besar akan memiliki keelektronegatifan yang besar juga.

 

Sifat Logam dan Non Logam

Sifat yang dimiliki oleh unsur logam yang spesifik yaitu menghantarkan panas, mengkilap, bisa ditempa menjadi lempengan yang tipis, dan bisa direntangkan menjadi kabel panjang atau kawat. Sifat logam tersebut membedakannya dengan unsur-unsur lain yang bukan logam.

Sifat-sifat yang dimiliki logam dalam sistem periodik semakin ke bawah akan semakin bertambah, dan jika semakin ke kanan maka akan semakin berkurang.

Batas dari unsur-unsur logam terletak di sebelah kiri dengan batas unsur yang non logam di sebelah kanan sistem periodik sering digambarkan dengan tanggal diagonal yang bergaris tebal. Unsur-unsur yang ada di batas antara logam dan non logam menunjukkan sifat ganda.

Contoh:

  • Aluminium dan Berilium merupakan logam yang mempunyai beberapa sifat bukan logam, hal ini disebut dengan unsur-unsur amfoter.
  • Silikon dan Baron merupakan unsur non logam yang mempunyai beberapa sifat logam, hal ini disebut dengan unsur metalloid.

 

Kereaktifan

Kereaktifan adalah sebuah unsur yang bergantung pada kecenderungan menarik dan melepas elektron. Dari kanan kiri ke kanan dalam satu periode, awalnya kereaktifan akan menurun dan kemudiaan akan bertambah sampai golongan VIIA.

kereaktifan

 

Jari-Jari Ion

Ion memiliki jari-jari yang berbeda secara nyata jika dibandingkan dengan jari-jari atom netranya. Ion yang bermuatan positif (+) mempunyai jari-jari yang lebih kecil, dibandingkan ion yang bermuatan negatif (-) yang memiliki jari-jari yang lebih besar dibandingkan jari-jari atom netralnya.

Baca Juga: Rumus Usaha Fisika.

 

Titik Didih dan Titik Cair

Titik cari dan titik didih naik dari kiri ke kanan sampai ke golongan IVA dalam satu periode, kemudian akan turun secara drastis. Titik cair dan juga titik didih terendah yang dimiliki unsur golongan VIIA. Ternyata dalam satu golongan ada dua buah kecenderungan, yaitu:

  • Unsur golongan Ia-IVA, titik cari dan titik didih akan semakin rendah dari atas ke bawah.
  • Unsur golongan VA-VIIA, titik cari dan titik didih akan semakin tinggi.

Asas Aufbau bergerak dari arah kiri ke kanan selama periode, kemudian akan meningkat ke periode yang selanjutnya. Setiap periode dimulai dengan subkulit ns dan ditutup dengan subkulit np (n adalah nomor periode).

1s2s, 2p3s, 3p4s, 3d, 4p5s, 4d, 5p6s, 4f, 5d, 6p7s, 5f, 6d
Periode1234567

Berdasarkan dari jenis orbital yang ditempati oleh elektron yang terakhir, unsur-unsur pada sistem periodik dibagi menjadi blok s, blok p, blok d, blok f. Berikut sedikit penjelasannya:

  • Blok s: golongan IA dan IIA. Blok ini tergolong dalam logam aktif kecuali He dan H. H termasuk dalam golongan non logam sedangkan He adalah golongan gas mulia.
  • Blok p: golongan IIIA-VIIA. Blok ini disebut unsur-unsur representatif karena di blok ini ada semua jenis unsur metaloid, logam, dan non logam.
  • Blok d: golongan IIB-IIB. Blok ini disebut dengan unsur transisi, semuanya termasuk golongan logam.
  • Blok f: lantanida dan aktinida. Blok ini disebut dengan unsur transisi-dalam, semua termasuk golongan logam. Semua unsur transisi dalam satu periode 7, yaitu unsur aktinida yang bersifat radioaktif.

 

 

Hubungan Konfigurasi Eleketron dengan Sistem Periodik

Antara konfigurasi elektron dengan letak unsur pada sistem periodik memiliki beberapa keterkaitan. Berikut adalah keterkaitan tersebut:

  • Letak golongan unsur pada sistem periodik bisa diprediksi berdasarkan subkulit terakhir yang terisi elektron.
  • Letak periode unsur bisa diprediksi berdasarkan jumlah kulit elektron dari unsur tersebut.

 

 

Manfaat Sistem Periodik Unsur

Sistem periodik yang sudah kita pelajari di atas tadi bisa digunakan untuk memprediksi harga bilangan oksidasi, berikut penjelasannya:

  • Nomor golongan unsur, baik itu unsur utama maupun unsur transisi menyatakan bilangan oksidasi tertinggi yang bisa dicapai oleh unsur tersebut. Hal ini berlaku untuk unsur logam dan unsur bukan logam.
  • Bilangan oksidasi yang terendah yang bisa dicapai oleh unsur non logam adalah nomor golongan dikurangi dengan delapan. Sedangkan untuk bilangan oksidasi terendah untuk unsur logam adalah 0. Hal ini karena unsur logam tidak bisa memiliki bilangan oksidasi negatif.

 

 

Rangkuman Materi

Setelah menjelaskan panjang lebar tentang tabel periodik unsur kimia di atas, bisa kita simpulkan poin-poin pentingnya, yaitu:

  • Sistem periodik unsur adalah daftar kumpulan unsur yang disusun dengan menggunakan aturan tertentu. Semua unsur yang telah dikenal ada pada daftar tabel tersebut.
  • Sistem periodik modern dibuat berdasarkan dari hukum periodik modern yang menyatakan bahwasanya sifat-sifat unsur adalah fungsi periodik dari nomor atomnya. Maksudnya adalah unsur-unsur tersebut disusun berdasarkan kenaikan nomor atomnya, oleh karena itu sifat-sifat tertentu akan berulang secara periodik. Hal inilah sebabnya tabel unsur-unsur tersebut dinamakan dengan nama tabel periodik atau sistem periodik.
  • Lanjur horizontal pada tabel periodik atau sistem periodik disebut periode, sedangkan untuk kolom-kolom vertikal pada tabel periodik disebut dengan golongan.
  • Hubungan antara letak unsur pada sistem periodik dengan konfigurasi elektron bisa disimpulkan sebagai “Nomor periode sama dengan jumlah kulit dan nomor golongan sama seperti elektron valensi”.
  • Yang dimaksud dengan sifat periodik adalah sifat yang berubah dengan beraturan sesuai kenaikan nomor atom, yaitu dimulai dari kiri ke kanan dalam satu periode, dan dari atas ke bawah dalam satu golongan.
  • Asas Aufbau bergerak dari arah kiri ke kanan sepanjang periode, kemudian meningkat ke periode yang selanjutnya. Setiap periode berawal dengan subkulit ns dan ditutup dengan subkulit np (n adalah nomor periode).

 

Nah itulah informasi yang bisa mastekno sampaikan kepada kalian tentang tabel periodik unsur kimia dan cara membacanya lengkap. Semoga informasi di atas bisa bermanfaat untuk kalian sehingga bisa lebih memahami tentang sistem periodik unsur kimia.

Demikian apa yang bisa kami sampaikan, semoga informasi di atas bermanfaat dan menambah pengetahuan kalian. Jika ada kesalahan kata dan informasi yang kurang tepat dalam artikel ini mohon dimaafkan. Silahkan komen jika ingin mengoreksi, silahkan komen juga jika masih bingung. Terima kasih.


Mochamad Alif Prayogo Pengin jadi orang kaya tapi belum tercapai, sudah berbagai usaha dilakukan tapi tidak konsisten, tolooong~
DarkLight