Mochamad Alif Prayogo Pengin jadi orang kaya tapi belum tercapai, sudah berbagai usaha dilakukan tapi tidak konsisten, tolooong~

Sosial Asosiatif: Pengertian, Bentuk, Jenis, Faktor dan Proses

15 min read

penjelasan sosial asosiatif

Tentu kalian sudah tidak asing dengan yang namanya interaksi kan? Interaksi adalah hubungan-hubungan sosial yang dilakukan antar individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Tanpa adanya interaksi sosial ini tidak akan ada yang namanya kehidupan bersama.

Sedangkan yang dimaksud dengan proses sosial adalah hubungan timbal balik atau interaksi yang saling memengaruhi antara manusia yang berlangsung selama hidup di dalam masyarakat.

Soerjono Seokanto berpendapat bahwa proses sosial adalah sebagian cara-cara berhubungan yang bisa dilihat apabila individu dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sebuah sistem dan bentuk hubungan sosial.

Interaksi sosial sendiri ada beberapa jenisnya, salah satunya adalah interaksi sosial asosiatif. Nah, pada kesempatan kali ini mastekno akan memberikan penjelasan tentang proses atau interaksi sosial asosiatif.

 

Pengertian Proses Sosial Asosiatif

pengertian sosial asosiatif

Menurut para sosiolog ada 2 jenis proses sosial yang terjadi karena interaksi sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, umumnya akan menghasilkan dua proses sosial, yang pertama adalah proses sosial asosiatif dan yang kedua adalah proses sosial disosiatif.

Proses sosial asosiatif adalah hubungan yang bersifat positif yang terjadi dalam hidup bermasyarakat, proses ini bersifat membangun dan juga memperkuat atau mempererat hubungan solidaritas antar manusia dalam kelompok masyarakat untuk menjadi satu kesatuan yang lebih kuat dan erat.

Baca Juga : Pengertian Perubahan Sosial Budaya

 

 

Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah beberapa pendapat para ahli tentang proses sosial asosiatif:

  • Herbert Blumer berpendapat bahwa proses interaksi sosial adalah ketika manusia bertindak terhadap sesuatu atas dasar makna yang dimiliki oleh sesuatu tersebut untuk manusia.
  • Mark L. Knap berpendapat bahwa pengertian interaksi sosial adalah proses sosial utama yang memiliki dua bentuk pokok yaitu mendekatkan dan menjauhkan.
  • Alvin dan Helen Gouldner berpendapat bahwa “Interaksi sebagai aksi dan reaksi diantara orang-orang”. Sedangkan Koentjaraningrat menjelaskan bahwa “terjadinya interaksi jika suatu individu berbuat sedemikian rupa sehingga mengakibatkan reaksi dari individu-individu yang lain.”
  • Maryati dan Suryawati menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik atau kontak atau interstimulan dan respons antar individu, antar individu dengan kelompok, dan antar kelompok.
  • Mudiyatmoko dan Handayani menyatakan bahwa Interaksi sosial adalah hubungan antar manusia yang menghasilkan proses memengaruhi yang menghasilkan suatu hubungan tetap dan akhirnya memungkinkan pembentukan sebuah struktur sosial.

 

 

Ciri dan Syarat Interaksi Sosial

ciri dan syarat interaksi sosial

Terjadinya sebuah interaksi sosial tentunya mempunyai syarat yang harus dipenuhi dan ciri-ciri yang bisa digunakan untuk mengklasifikasikan bahwa itu adalah interaksi sosial. Nah berikut ini adalah ciri-ciri dan syarat terjadinya interaksi sosial.

 

Ciri-Ciri Interaksi Sosial

Ada kurang lebih empat ciri-ciri dari interaksi sosial, yaitu:

  • Jumlah pelaku interaksi sosial minilah adalah 2 orang.
  • Terjadinya komunikasi antara pelaku dengan menggunakan kontak sosial.
  • Dilakukan lewat sebuah pola sistem sosial tertentu.
  • Memiliki tujuan dan maksud yang jelas.

 

Syarat-Syarat Interaksi Sosial

Ada beberapa syarat terjadinya sebuah interaksi sosial, yaitu kontak dan komunikasi. Berikut ini akan mastekno jelaskan tentang apa itu kontak dan apa itu komunikasi. Langsung saja berikut adalah penjelasannya.

 

Kontak sosial

Hubungan satu pihak dengan pihak yang lain adalah awal dari terjadinya sebuah interaksi sosial, dan setiap pihak akan saling berinteraksi satu sama lain meski tidak harus bersentuhan secara langsung atau secara fisik.

Kontak sosial secara harfiah adalah bersama-sama menyentuh (Soekanto 2000). Secara fisik kontak sosial baru bisa terjadi jika ada hubungan fisik sebagai sebuah gejala sosial ini bukan semata-mata hubungan badaniah saja, karena hubungan sosial ini bisa terjadi bukan cuma dengan menyentuh.

Hubungan sosial juga bisa terjadi antara satu orang dengan orang lain tanpa menyentuh. Contohnya adalah kontak sosial yang terjadi pada saat seseorang berbicara dengan orang lain. Meskipun tidak menyentuh namun bisa dikatakan hubungan sosial.

Bahkan kontak sosial ini juga bisa dilakukan lewat teknologi zaman sekarang seperti internet, handphone, telepon, radio, surat elektronik, televisi, dan sebagainya.

Kontak sosial bisa berlangsung dalam 5 bentuk, yaitu:

  • Dalam bentuk proses sosialisasi yang berlangsung antara individu atau perorangan. Proses sosialisasi ini memungkinkan seseorang untuk mempelajari norma yang ada di masyarakat. Proses ini dapat terjadi lewat objektivasi, yaitu interaksi sosial yang terjadi dalam dunia intersubjektif yang mengalami proses intstitusionalisasi.
  • Antar kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat yang lain dalam sebuah komunitas tertentu.
  • Antar individu dengan sebuah kelompok atau organisasi masyarakat atau sebaliknya.
  • Antar individu dengan komunitas atau organisasi masyarakat global di dunia internasional.
  • Antar individu, kelompok, masyarakat, dan juga dunia global dimana hubungan sosial ini terjadi dengan simultan diantara mereka semua.

 

Kehidupan seseorang sekarang ini sudah masuk di dunia yang ada pilihan. Setiap orang bisa memilih mau hidup dalam kelompok / organisasi atau hidup dalam masyarakat, bahkan mereka juga bisa hidup dalam dunia yang serba global.

Jadi maksudnya adalah seseorang bisa memilih dalam mau dalam masyarakat lokal, global, atau bisa juga keduanya, yaitu glokal (global-lokal). Oleh karena itulah kontak-kontak sosial menjadi sangat beragam dan rumit.

Secara konseptual hubungan sosial bisa dibedakan menjadi hubungan sosial primer dan sekunder.

Kontak sosial primer adalah kontak sosial yang terjadi langsung antara individu atau kelompok masyarakat lainnya dengan tatap muka.

Kontak sosial sekunder adalah kontak sosial yang terjadi lewat perantara baik itu yang bersifat teknologi maupun manusiawi.

Karena masyarakat sekarang ini sudah berkembang dengan kemajuan teknologi informasi seperti ini, kontak-kontak sosial baik itu primer maupun sekunder semakin sulit untuk dibedakan satu sama lain.

Contohnya kontak sosial lewat telefon yang memakai teknologi teleconference dimana kontak ini terjadi individu dengan individu maupun individu dengan kelompok, dengan tatap muka dan orang saling menyapa dari tempat yang jauh.

 

Komunikasi

Yang dimaksud dengan komunikasi adalah berhubungan atau bergaul dengan individu lain. Sosiologi menjelaskan bahwa komunikasi ini merupakan proses memaknai yang dilakukan oleh seseorang terhadap informasi, perilaku, dan sikap dari orang lain.

Dalam bentuk pengetahuan, gerak-gerik atau perilaku, pembicaraan, perasan, sampai dengan membuat reaksi terhadap sikap, informasi, dan perilaku tersebut berdasarkan dari pengalaman yang pernah dialami.

Sebuah komunikasi ini dipengaruhi oleh media yang dipakai, jadi media yang dipakai kadang juga ikut memengaruhi isi dari informasi dan penafsiran yang ada. Dalam komunikasi ada 3 unsur penting yang harus ada, yaitu sumber informasi, penerima informasi, dan media yang digunakan.

Sumber informasi adalah seseorang yang mempunyai informasi untuk disebarkan kepada masyarakat luas. Penerima informasi adalah orang atau masyarakat yang menjadi sasaran dari informasi.

Sedangkan media adalah saluran atau alat yang dipakai untuk memberitahukan atau menyebarkan informasi dari sumbernya, media ini bisa berupa tatap muka secara langsung atau menggunakan media masal yang digunakan di khalayak umum.

Selain dari ketiga unsur tersebut ada juga hal penting dari komunikasi, yaitu aktivitas dalam memaknai informasi yang disebarkan oleh sumber informasi dan pemakna dan penafsiran yang dilakukan oleh orang-orang terhadap informasi yang mereka terima.

Pemaknaan atau penafsiran terhadap informasi ini bersifat subyektif dan kontekstual. Yang dimaksud subyektif adalah setiap orang mempunyai kapasitasnya sendiri untuk memaknai informasi yang mereka terima berdasarkan dari apa yang mereka yakini, mereka rasa dan mereka mengerti.

Sedangkan kontekstual adalah bahwa orang yang memaknai tersebut berkaitan erat dengan kondisi tempat dan waktu dimana informasi tersebut ada dan kedua pihak juga ada.

 

 

Macam-Macam Proses Sosial

macam macam proses sosial

Proses-proses sosial merupakan cara berhubungan yang bisa dilihat jika individu-individu dan kelompok-kelompok manusia saling bertatap muka (bertemu) dan menentukan sistem dan juga bentuk interaksi tersebut.

Atau apa saja yang nantinya akan terjadi jika ada perubahan-perubahan yang membuat goyahnya cara-cara hidup yang sudah ada. Berikut ini adalah beberapa macam jenis proses sosial.

 

1. Interaksi Sosial Asosiatif

Seperti yang sudah mastekno jelaskan sebelumnya bahwa interaksi asosiatif adalah proses yang mengarah kepada bentuk hubungan yang saling menguntungkan. Jadi sifat hubungan asosiatif ini adalah menguatkan ikatan sosial dan biasanya berkelanjutan. Hal ini karena beberapa alasan, yaitu:

  • Memperhitungkan efektivitas.
  • Didasarkan pada kebutuhan yang nyata.
  • Memperhatikan efisiensi.
  • Tidak memaksakan secara fisik dan juga mental.
  • Mendasarkan kepada nilai atau kaidah-kadah dan norma sosial yang berlaku.

 

2. Interaksi Sosial Disosiatif

Interaksi sosial disosiatif adalah proses oposisi atau perlawanan yang dilakukan oleh individu-individu atau kelompok-kelompok dalam proses sosial dalam suatu masyarakat. Proses disosiatif sering disebut dengan nama oppositional proccesses,

Yang sama persis dengan kerja sama, bisa ditemukan di setiap masyarakat meskipun arah dan bentuknya ditentukan dari kebudayaan dan sistem sosial masyarakat terkait. Bentuk proses

 

 

Sifat dan Bentuk Interaksi Sosial

Hubungan sosial atau interaksi sosial yang terjadi dalam masyarakat bisa bersifat positif dan juga bisa bersifat negatif. Interaksi sosial positif sering disebut sebagai interaksi sosial asosiatif, sedangkan hubungan sosial negatif sering disebut dengan interaksi sosial disosiatif.

Interaksi sosial asosiatif mengarah kepada hal seperti persatuan karena interaksi ini terjadi antara individu atau kelompok yang didalamnya terlibat mengarah kepada persatuan dan kesatuan. Sedangkan interaksi sosial disosiatif mengarah kepada perpecahan.

Dengan begitu ada dua jenis interaksi sosial yang saling berlawanan, yaitu interaksi sosial asosiatif yang mengarah ke persatuan dan interaksi sosial disosiatif yang mengarah ke perpecahan.

Baca Juga : Pengertian Konflik Sosial Lengkap

 

 

Proses Interaksi Sosial Asosiatif

proses interaksi sosial asosiatif

Sebelumnya sudah saya  jelaskan tentang apa itu interaksi sosial asosiatif, namun tahukan kalian bagaimana proses atau bentuk-bentuk dari interaksi sosial asosiatif tersebut? Nah berikut ini akan mastekno berikan dan jelaskan beberapa bentuk proses interaksi asosiatif.

 

1. Kerja Sama

Kerja sama merupakan proses saling mendekat dan bekerja sama antar satu individu dengan individu lain, atau antar individu dengan kelompok dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan bersama.

Kerja sama bisa kita temukan di semua kelompok umur, mulai dari yang anak-anak sampai dengan orang dewasa. Pada hakikatnya, sebuah kerja sama ini bisa timbul jika:

  • Orang-orang menyadari bahwa mereka memiliki kepentingan dan tujuan yang serupa.
  • Setiap pihak menyadari bahwa mereka hannya bisa memenuhi kepentingan mereka itu lewat kerja sama.

 

Kerja sama merupakan usaha bersama antar individu maupun kelompok untuk mencapai kepentingan dan juga tujuan yang sama serta untuk menyadari bermanfaat untuk dirinya sendiri dan orang lain.

Kerja sama berorientasi pada individu dengan kelompok dan individu dengan kelompok lainnya. Kerja sama ini bisa berlangsung apabila seseorang mempunyai kepentingan yang serupa dengan orang lain.

Selain itu, pada saat itu juga mempunyai pengetahuan dan pengendalian terhadap dirinya sendiri untuk memenuhi kepentingan tersebut. Kesadaran akan kepentingan yang sama dan pengorganisasian diri adalah suatu hal yang sangat penting dalam kerja sama.

Kerja sama yang dilakukan akan bertambah kuat apabila ada bahaya dari luar dan tindakan dari luar yang membuat tersinggung kesetiaan yang sudah tertanam di dalam diri seseorang atau kelompok orang.

Contohnya kerja sama antara prajurit yang terjalin saat menghadapi musuh di medan pertempuran. Sebuah Konsensus ini terjadi apabila terdapat dua belah pihak atau lebih yang ingin memelihara hubungan dan masing-masing memandang sebagai kepentingan pribadi.

Dalam mengadakan konsensus bisa muncul apabila anggota dari kelompok memiliki pendapat yang berbeda. Dalam konsensus, pertentangan kepentingan itu terlihat nyata namun tidak sebesar dari konflik.

Bentuk-bentuk kerja sama dapat dikelompokkan berdasarkan pelaksanaannya, kerja sama ini mempunyai bentuk sebagai berikut:

  • Gotong royong, yaitu bentuk kerja sama yang dilakukan dengan sukarela untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan tertentu yang berhubungan langsung dengan orang-orang yang ikut dalam kegiatan gotong royong tersebut.
  • Kooptasi, yaitu prosedur penerimaan unsur-unsur yang baru dalam kepemimpinan dan pelaksanaan ketatanegaraan organisasi sebagai cara untuk menghindari terjadinya konflik yang bisa menghancurkan organisasi.
  • Bargaining, yaitu kegiatan perjanjian untuk pertukaran barang dan jasa antara dua kelompok / organisasi atau lebih.
  • Koalisi, yaitu kombinasi yang dilakukan dua atau lebih organisasi yang mempunyai tujuan sama. Koalisi ini menghasilkan keadaan tidak stabil karena kedua organisasi mempunyai strukturnya sendiri.
  • Join-venture, yaitu kerja sama dalam perusahaan proyek khusus, contohnya seperti perhotelan dan pengeboran minyak.

 

Sedangkan berdasarkan cara kerjanya, proses asosiatif ini bisa dibedakan menjadi beberapa jenis, diantarnya adalah sebagai berikut:

  • Kerja sama spontan, yaitu kerja sama serta-merta.
  • Kerja sama tradisional, yaitu kerja sama sebagai bagian dari unsur dalam sistem sosial.
  • Kerja sama kontak, yaitu kerja sama yang dilakukan atas dasar perintah tertentu.
  • Kerja sama langsung, yaitu kerja sama yang merupakan hasil dari perintah penguasa atau atasan.

 

2. Akomodasi

Akomodasi merupakan usaha manusia untuk meredakan sebuah pertentangan atau perlawanan. Akomodasi ini dilakukan guna tercapainya keharmonisan dan kestabilan dalam kehidupan. Contohnya adalah perkelahian antara dua siswa yang terjadi di sekolah.

Kemudian datanglah guru yang menjadi perantara untuk meredakan pertikaian atau mendamaikan kedua siswa yang berkelahi tersebut setelah mempelajari penyebab kenapa perkelahian tersebut bisa terjadi. Berikut ini sudah mastekno rangkum tujuan dari akomodasi, yaitu:

  • Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara atau temporer.
  • Mengurangi pertentangan antara individu-individu atau kelompok-kelompok karena perbedaan faham dan pemikiran.
  • Mengusahakan penyatuan atau peleburan kelompok-kelompok sosial yang terpisah, contohnya adalah lewat perkawinan campuran.
  • Kerja sama antara kelompok-kelompok sosial yang terpisah mungkin untuk dilakukan karena faktor-faktor kebudayaan dan psikologis.

 

Sebagai sebuah proses akomodasi ini memiliki beberapa bentuk, nah berikut ini adalah beberapa bentuk akomodasi, yaitu:

  • Koersi, yaitu akomodasi yang berlangsung dikarenakan adanya sebuah paksaan pihak kepada pihak lain yang lemah dengan didominasi sebuah kelompok atas kelompok lainnya. Contohnya adalah sistem rezim totaliter.
  • Kompromi, yaitu bentuk akomodasi yang mana pihak-pihak terlibat dalam sebuah perselisihan
  • Arbitrase, yaitu salah satu bentuk akomodasi yang bisa terjadi terjadi jika ada pihak-pihak yang berselisih dan tidak bisa menggapai kompromi sendiri. Oleh karena itulah diundang pihak ketiga yang netral untuk menyelesaikannya. Pihak yang ketiga ini berasal dari badan berwenang. Contohnya adalah penyelesaian pertentangan antara serikat buruh dan pengusaha yang diselesaikan lewat pihak ketiga (arbitrase).
  • Mediasi, yaitu pihak ketiga sebagai penengah atau juru damai. Keputusan berdamai tergantung dari pihak-pihak yang bertikai. Contohnya adalah media pemerintah RI untuk mendamaikan faksi-faksi yang berselisih di negara Kamboja.
  • Konsiliasi, yaitu usaha untuk mempertemukan keinginan pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan yang dibuat bersama. Konsiliasi sifatnya lebih lunak dan membuka kesempatan untuk mengadakan asimilasi. Contohnya adalah panitia tetap penyelesaian masalah ketenagakerjaan yang mengundang perusahaan dan wakil karyawannya guna menyelesaikan masalah yang ada.
  • Toleransi, yaitu bentuk akomodasi tanpa persetujuan resmi karena tanpa direncanakan dan disadari, adanya keinginan untuk menghindarkan diri dari suatu perselisihan yang sama-sama merugikan.
  • Stalemate, yaitu bentuk akomodasi yang terjadi pada saat sebuah kelompok terlibat dalam pertentangan dengan kekuatan yang sama atau seimbang. Dengan kesadaran dari kedua kelompok maka tidak akan ada yang ataupun mundur akibatnya pertentangan berhenti dengan sendirinya.

 

3. Asimilasi

Pengertian asimilasi adalah bentuk interaksi sosial yang ditandai dengan usaha-usaha untuk mengurangi perbedaan diantara orang atau kelompok orang. Jadi mereka tidak lagi merasa sebagai sebuah kelompok berbeda karena lebih mengutamakan tujuan dan kepentingan bersama.

Prosedur asimilasi akan muncul jika ada kelompok yang memiliki perbedaan kebudayaan. Setelah itu individu-individu pada kelompok tersebut akan berinteraksi langsung secara terus menerus dalam jangka waktu yang cukup lama.

Hal ini kemudian menyebabkan kebudayaan masing-masing kelompok menjadi berubah dan menyesuaikan diri dengan budaya yang ada.

Dalam proses asimilasi, terjadi identifikasi diri dengan kepentingan-kepentingan dan juga tujuan kelompok. Jika dua orang atau kelompok berbuat asimilasi, maka batas-batas antar kelompok menjadi hilang dan keduanya akan melebur menjadi sebuah kelompok yang baru.

Proses asimilasi muncul jika terdapat hal-hal berikut ini, yaitu:

  • Kelompok-kelompok manusia yang kebudayaannya berbeda.
  • Orang yang merupakan anggota kelompok tadi saling bergaul dan berinteraksi secara langsung secara intensif dalam waktu yang lama.
  • Kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia tersebut akan berubah dan saling menyesuaikan diri dengan kebudayaan lain.

 

Ada beberapa faktor yang memengaruhi atau mendorong terjadinya asimilasi. Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempermudah dan memperlancar terjadinya proses asimilasi, yaitu:

  • Yang pertama adalah adanya sikap toleransi.
  • Kesempatan yang seimbang dalam ekonomi, setiap individu memperoleh kesempatan yang sama untuk mencapai kedudukan berdasarkan jasa dan kemampuannya.
  • Sikap menghargai orang-orang asing dalam kebudayaannya.
  • Adanya persamaan dalam unsur kebudayaan
  • Tingkah laku yang terbuka dari golongan penguasa di masyarakat.
  • Adanya perkawinan campuran.
  • Adanya musuh bersama yang berasal dari luar.

 

Selain faktor yang mendorong, ada juga faktor-faktor yang menghambat proses asimilasi. Nah berikut ini adalah faktor-faktor yang menjadi penghambat atau penghalang proses asimilasi, yaitu:

  • Terisolasinya kehidupan dari kelompok tertentu dalam masyarakat. Contohnya suku Indian di Amerika yang harus tinggal di wilayah khusus.
  • Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi.
  • Ada perasaan bahwa sebuah kebudayaan kelompok tertentu lebih tinggi dibanding kebudayaan kelompok lain.
  • Mempunyai perasaan takut akan kekuatan dari sebuah kebudayaan yang dihadapi.
  • Ada perbedaan warna kulit atau ciri-ciri dalam tubuh fisik.
  • Ada gangguan dari golongan minoritas terhadap golongan yang berkuasa. Contohnya adalah perlakuan kasar kepada orang-orang Jepang yang tinggal di AS setelah pangkalan AL Amerika Serikat diserang oleh tentara Jepang.
  • Ada in group feeling yang kuat, artinya ada perasan yang kuat bahwa individu terikat dalam kelompok dan kebudayaan kelompok yang berkaitan.
  • Mempunyai pertentangan-pertentangan pribadi dan perbedaan kepentingan.

 

4. Akulturasi

Akulturasi adalah sebuah proses penerimaan dan juga pengolahan unsur kebudayaan-kebudayaan asing menjadi bagian kebudayaan dari kelompok tertentu tanpa harus menghilangkan kepribadian asli dari kebudayaan terkait.

Akulturasi adalah hasil dari perpaduan dari dua kebudayaan dalam waktu yang lama. Unsur kebudayaan asing sama-sama diterima oleh kelompok yang berhubungan tersebut, kemudian selanjutnya diolah tanpa menghilangkan kebudayaan asli sebagai penerimanya.

Berikut adalah contoh akulturasi:

  • Musik melayu bertemu dengan musik Portugis yang dibawa oleh penjajah dan menghasilkan musik keroncong yang sekarang kita kenal.
  • Kebudayaan Islam dan Hindu yang bertemu di Indonesia dan menciptakan kebudayaan Islam dengan corak Hindu.

 

5. Paternalisme

Paternalisme adalah penguasaan kelompok pendatang kepada kelompok asli atau anak negeri. Perekonomian dalam sebuah wilayah kadang dikuasai oleh kelompok pendatang yang bukan penduduk asli (pribumi).

Kelompok pendatang ini biasanya akan bertindak seperti penguasa, sedangkan penduduk asli menjadi pekerja atau buruhnya. Kondisi ini sudah ada jauh sebelum masa penjajahan yang dilakukan Belanda untuk menguasai bangsa Indonesia.

Penguasaan ini bukan cuma pada bidang ekonomi atau perdagangan saja, namun juga pada bidang permodalan, pertanahan, kesehatan, pendidikan dan sebagainya. Masalah sosial seperti harus cepat diatasi supaya tidak muncul konflik dan kebencian antara penduduk asli (pribumi) dengan para pendatang.

Baca Juga : Pengertian Interaksi Sosial Lengkap

 

 

Proses Interaksi Sosial Disosiatif

proses interaksi sosial disosiatif

Interaksi Disosiatif merupakan kebalikan dari interaksi asosiatif yang sebelumnya kita bahas. Jadi, jika dalam interaksi asosiatif itu lebih menekankan pada bentuk kerja sama, interaksi sosial disosiatif ini lebih menekankan pada bentuk perlawanan atau persaingan.

Dalam proses disosiatif ini tiga bentuk interaksi, yaitu persaingan, kontravensi, dan yang terakhir adalah pertentangan. Berikut ini akan mastekno jelaskan setiap bentuk interaksi disosiatif tersebut.

 

1. Persaingan

Persaingan adalah proses sosial yang terjadi ketika individu atau kelompok saling berkompetisi atau berasing untuk mencari keuntungan di bidang-bidang tertentu dengan memakai berbagai jenis cara yang adil.

Contohnya adalah persaingan dua juara kelas di satu sekolah untuk membuktikan siap yang layak memperoleh bintang sekolah. Kedua juara tersebut akan belajar dengan rajin dan sungguh-sungguh untuk mendapatkan gelar tersebut.

Persaingan yang terjadi diantara kedua orang ini disebut dengan persaingan pribadi. Ada juga persaingan yang bersifat kelompok, contohnya adalah persaingan antara klub sepak bola Persib Bandung dengan Sriwijaya untuk memperebutkan tempat pertama di Liga Indonesia.

 

2. Pertentangan

Pertentangan adalah proses sosial ketika individu atau kelompok dengan atau tidak sadar menentang pihak lain dengan diikuti tindak kekerasan atau ancaman untuk mencapai tujuan atau keinginannya tersebut.

Pertentangan bisa timbul karena beberapa hal, yaitu:

  • Perbedaan adat-istiadat dan juga kebudayaan
  • Perbedaan pendapat, aturan antar individu, prinsip.
  • Perbedaan kepentingan ekonomi, sosial, dan politik.
  • Perubahan sosial, disintegrasi, dan disorganisasi.

 

3. Kontravensi

Kontravensi adalah interaksi sosial yang merupakan pertengahan dari persaingan dan pertentangan. Kontravensi ini ditandai dengan adanya gejala ketidakpuasan terhadap sesuatu atau bahkan seseorang.

Sikap ini bisa terlihat jelas atau bisa juga tersembunyi. Sikap tersembunyi bisa berubah menjadi kebencian, namun tidak sampai menjadi pertikaian atau pertentangan.

Hubungan antar individu dimaksud supaya semua komponen sosial bisa berjalan dengan baik dan juga dinamis. Namun hubungan yang diharapkan adalah hubungan antar individu dan kelompok yang bersifat asosiatif atau positif, bukan bersifat negatif yang menimbulkan perpecahan.

Dalam hal ini kalian kita harus selalu menjaga hubungan baik dengan sesama manusia baik teman, keluarga, ataupun masyarakat setempat supaya bisa tercipta kerukunan dan kenyamanan hidup.

 

Nah itulah tadi informasi tentang proses sosial asosiatif atau interaksi asosiatif. Semoga informasi di atas bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan kalian tentang interaksi sosial asosiatif. Jika kalian masih bingung dengan penjelasan interaksi sosial asosiatif di atas jangan sungkan untuk bertanya, terima kasih.


Mochamad Alif Prayogo Pengin jadi orang kaya tapi belum tercapai, sudah berbagai usaha dilakukan tapi tidak konsisten, tolooong~
DarkLight