√ Sistem Peredaran Darah Manusia: Pengertian, Komponen, Mekanisme

Sistem Peredaran Darah Manusia: Pengertian, Gambar, Komponen Utama dan Mekanisme

Sistem Peredaran Darah Manusia: Pengertian, Gambar, Komponen Utama dan Mekanisme
By : Hasif Priyambudi 7 min read

Sistem Peredaran Darah Manusia – Pada kesempatan kali ini mastekno akan membahas mengenai sistem peredaran darah manusia dan komponen utama sistem peredaran darah manusia. Nah, sebelum kita membahas lebih dalam mengenai sistem peredaran darah manusia, ada baiknya kita membahas mengenai pengertian sistem darah manusia. Berikut ini adalah pengertian sistem peredaran darah manusia.

 

Pengertian Peredaran Darah

Sistem peredaran darah atau yang biasa disebut dengan sistem kardiovaskular adalah suatu sistem organ yang mempunyai fungsi memindahkan zat ke sel satu ke sel lainnya. Sistem ini membantu untuk stabilisasi suhu serta pH tubuh (bagian dari homeostasis).

Sistem peredaran darah merupakan bagian dari kinerja jantung serta jaraingan pembuluh darah (sistem kardiovaskuler) dibentuk. Sistem tersebut yang menjamin kelangsungan hidup organisme, dan didukung juga oleh metabolisme setiap sel dalam tubuh serta mempertahankan sifat kimia dan disiologis cairan yang ada pada tubuh.

  • A. darah mengangkut oksigen dari paru-paru menuju ke sel dan karbon dioksida pada arah yang berlawanan.
  • B. yang diangkut dari nutrisi dari pencernaan contohnya saja lemak, protein, dan gula dari saluran pencernaan pada jaringan untuk mengonsumsi, sesuai dengan kebutuhan, disimpan atau diproses.

Metabolit yang dihasilkan seperti urea atau pun asam urat lalu diangkut ke jaringan lain atau organ – organ ekskresi. Dan juga mendistribusikan darah seperti sel – sel kekebalan tubuh, hormon dan bagian dari sistem pembekuan dalam tubuh. Peredaran darah terdiri dari 2 (dua) jenis, yakni,

  • Peredaran darah terbuka
  • Peredaran darah tertutup

 

Gambar Sistem Peredaran Darah Manusia

Nah, berikut ini adalah gambar sistem peredaran darah pada manusia dari bagian kepala hingga bawah.

sistem peredarah darah manusia

 

Komponen Utama Sistem Peredaran Darah Manusia

Sistem peredaran darah manusia memiliki 3 (tiga) komponen utama yang saling berkaitan satu sama lain. 3 (tiga) komponen tersebut mengatur jalannya pengangkutan serta menerima kembali darah ke dan dari seluruh tubuh. Nah, berikut ini adalah 3 (tiga) komponen utama sistem sirkulasi darah manusia,

 

A. Jantung

sistem peredarah darah manusia jantung

Sel darah diproduksi dalam sumsum tulang, jantung merupakan organ paling vital pada sistem peredaran darah yang mempunyai fungsi memompa serta menerima darah ke seluruh tubuh. Letak organ jantung berada di antara paru – paru, lebih tepatnya berada di dada bagian belakang kiri tulang dada. Ukuran jantung sedikit lebih besar dari kepalan tangan, yakni sekitar 200 sampai 425 gram. Jantung terdiri atas 4 (empat) ruang, antara lain.

  • Bilik (ventrikel) kanan
  • Bilik (ventrikel) kiri
  • Serambi (atrium) kanan
  • Serambi (atrium) kiri

Jantung memiliki empat katup yang memisahkan keempat ruang tersebut, katup jantung mempunyai fungsi untuk menjaga aliran darah yang mengalir ke arah yang benar.

 

B. Pembuluh Darah

sistem peredarah darah manusia pembuluh darah

Pembuluh darah merupakan pipa elastis juga merupakan bagian dari sistem sirkulasi darah. Pembuluh darah mempunyai fungsi untuk membawa darah dari jantung ke bagian tubuh yang lain, begitu juga sebaliknya. Ada 3 (tiga) pembuluh darah utama yang ada di organ jantung, yakni,

 

1. Arteri

Arteri memiliki tuga untuk membawa darah yang kaya dengan oksigen dari jantung ke bagian tubuh yang lain. Arteri memiliki dinding yang elastis sehingga bisa menjaga tekanan darah tetap konsisten.

 

2. Vena

Pembuluh darah vena memiliki tugas untuk membawa darah yang miskin oksigen dari seluruh tubuh untuk kembali ke jantung. Vena memiliki dinding pembuluh yang lebih tipis.

 

3. Kapiler

Kapiler memiliki tugas menghubungkan arteri terkecil dengan vena terkecil. Dindingnya tipis sehingga memungkinkan pembuluh darah untuk bertukar senyawa dengan jaringan yanga ada disekitarnya.

 

C. Darah

sistem peredarah darah manusia darah

Tubuh manusia rata – rata mengandung sekitar 4 (empat) sampai 5 (lima) liter dara. Darah mempunyai fungsi untuk mengangkut oksigen, nutrisi, hormon, serta berbagai zat yang lainnya dari dan ke seluruh tubuh. Tanpa adanya darah dipastikan sari makanan dan oksigen sulit disalurkan dengan baik ke seluruh tubuh. Darah memiliki beberapa komponen, antara lain.

  • Plasma Darah, plasma darah mengisi sekitar 55 sampai 60 persen dari volume darah pada tubuh. Tuga utama dari plasma darah yakni mengangkut sel – sel darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh manusia.
  • Sel Darah Merah (Eritrosit), Se; darah merah mempunyai tugas membawa oksigen dari paru – paru dan diedarkan ke seluruh tubuh. Sel darah juga mempunyai tugas untuk mengangkut kembali karbon dioksida (Co2) dari seluruh tubuh ke paru – paru lalu dikeluarkan.
  • Sel Darah Putih (Leukosit), Walaupun memiliki jumlah yang lebih sedikit dibandingkan dengan sel darah merah, sel darah putih juga mengemban tugas yang cukup besar. Sel darah putih bertanggung jawab untuk melawan infeksi virus, jamur, dan bakteri yang memicu perkembangan penyakit, Hal tersebut karena sel darah putih memproduksi antibodi yang membantu untuk memerangi zat asing.
  • Keping Darah (Trombosit), Trombosit memiliki peran penting pada proses pembekuan darah (koagulasi) saat tubuh terkena luka. Lebih tepatnya trombosit akan membentuk sumbatan bersama benang fibrin untuk menghentikan perdarahan sekaligus untuk merangsang pertumbuhan jaringan tubuh di area luka.

 

 

Mekanisme Sistem Peredaran Darah Manusia

Ada 2 (dua) jenis mekanisme sistem peredaran darah manusia, contohnya saja peredaran darah sistematik dan peredaran darah pulmonal. Berikut ini adalah penjelasan kedua jenis mekanisme sistem peredaran darah manusia, antara lain.

 

1. Peredaran Darah Sistematik

Peredaran darah sistematik disebut dengan peredaran darah besar, peredaran darah ini dimulai saat darah yang mengandung oksigen dipompa dari bilik kiri jantung ke seluruh bagian tubuh dan akhirnya akan kembali lagi ke jantung.

Peredaran Darah Sistematik sebagai aliran darah dari Jantung – Seluruh Tubuh – Jantung.

 

2. Peredaran Darah Pulmonal

Peredaran darah pulmonal disebut dengan peredaran darah kecil, peredaran darah pulmonal dimulai dari darah yang mengandung CO2 atau korban dioksida dipompa dari bilik kanan jantung menuju ke organ paru – paru. Pada paru – paru terjadi pertukaran gas akhirnya mengubah Karbon Dioksida (CO2) menjadi oksigen saat keluar dari paru – paru dan kembali lagi ke organ jantung.

Peredaran Darah Pulmonal digambarkan sebagai peredaran darah dari Jantung – Paru-Paru – Jantung.

 

 

Penyakit Yang Mengganggu Sistem Peredaran Darah

Jika sistem peredaran darah mengalami gangguan, ada beberapa dampak pada fungsi tubuh secara menyeluruh. Organ tubuh mengalami kerusakan serta menimbulkan berbagai penyakit yang cukup serius. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang mampu mengganggu sistem peredaran darah pada manusia, antara lain.

  • Hipertensi, Hipertensia atau yang biasa disebut dengan tekanan darah tinggi menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah. Jika hal tersebut dibiarkan tanpa adanya pengobatan, hipertensi bisa menyebabkan komplikasi, contohnya saja seperti stroke, jantung atau pun gagal ginjal.
  • Penyakit Jantung, penyakit jantung mencakup setiap gangguan pada jantung yang meliputi arteri koroner, aritmia, dan lain sebagainya.
  • Varises, Varises merupakan pembuluh darah vena yang membengkak dan terlihat menonjol di permukaan kulit. Kondisi tersebut dikarenakan darah yang seharisnya dialirkan ke jantung justru kembali ke kaki. Hal tersebut dikarenakan katup vena yang memiliki fungsi mengangkut darah ke jantung tidak menutup dengan benar.
  • Aterosklerosis, Merupakan penyempitan atau pengerasan pembuluh darah karena adanya penumpukan kolesterol, lemak dan lainnya di dinding pembuluh darah arteri. Kondisi seperti ini lamat lain bisa menyimbat aliran darah di tubuh, dan pada akhirnya meningkatkan risiko serangan jantung serta stroke.
  • Aneurisma Aorta, merupakan penggelembungan di dinding aorta. Aorta sendiri adalah pembuluh darah utama dan terbesar di tubuh manusia, Aneurisma yang membesar mampu pecah serta menyebabkan perdarahan, bahkan bisa kematian.

 

Nah, itulah Sistem Peredaran Darah Manusia mulai dari Pengertian, Komponen Utama dan Mekanisme peredaran darah. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita mengenai kesehatan tubuh kita sendiri, dan semoga artikel ini bisa membantu kalian dalam mengerjakan tugas. Jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sistem Peredaran Darah Manusia: Pengertian, Gambar, Komponen Utama dan Mekanisme

Sistem Peredaran Darah Manusia: Pengertian, Gambar, Komponen Utama dan Mekanisme
By : Hasif Priyambudi 7 min read

Sistem Peredaran Darah Manusia – Pada kesempatan kali ini mastekno akan membahas mengenai sistem peredaran darah manusia dan komponen utama sistem peredaran darah manusia. Nah, sebelum kita membahas lebih dalam mengenai sistem peredaran darah manusia, ada baiknya kita membahas mengenai pengertian sistem darah manusia. Berikut ini adalah pengertian sistem peredaran darah manusia.

 

Pengertian Peredaran Darah

Sistem peredaran darah atau yang biasa disebut dengan sistem kardiovaskular adalah suatu sistem organ yang mempunyai fungsi memindahkan zat ke sel satu ke sel lainnya. Sistem ini membantu untuk stabilisasi suhu serta pH tubuh (bagian dari homeostasis).

Sistem peredaran darah merupakan bagian dari kinerja jantung serta jaraingan pembuluh darah (sistem kardiovaskuler) dibentuk. Sistem tersebut yang menjamin kelangsungan hidup organisme, dan didukung juga oleh metabolisme setiap sel dalam tubuh serta mempertahankan sifat kimia dan disiologis cairan yang ada pada tubuh.

  • A. darah mengangkut oksigen dari paru-paru menuju ke sel dan karbon dioksida pada arah yang berlawanan.
  • B. yang diangkut dari nutrisi dari pencernaan contohnya saja lemak, protein, dan gula dari saluran pencernaan pada jaringan untuk mengonsumsi, sesuai dengan kebutuhan, disimpan atau diproses.

Metabolit yang dihasilkan seperti urea atau pun asam urat lalu diangkut ke jaringan lain atau organ – organ ekskresi. Dan juga mendistribusikan darah seperti sel – sel kekebalan tubuh, hormon dan bagian dari sistem pembekuan dalam tubuh. Peredaran darah terdiri dari 2 (dua) jenis, yakni,

  • Peredaran darah terbuka
  • Peredaran darah tertutup

 

Gambar Sistem Peredaran Darah Manusia

Nah, berikut ini adalah gambar sistem peredaran darah pada manusia dari bagian kepala hingga bawah.

sistem peredarah darah manusia

 

Komponen Utama Sistem Peredaran Darah Manusia

Sistem peredaran darah manusia memiliki 3 (tiga) komponen utama yang saling berkaitan satu sama lain. 3 (tiga) komponen tersebut mengatur jalannya pengangkutan serta menerima kembali darah ke dan dari seluruh tubuh. Nah, berikut ini adalah 3 (tiga) komponen utama sistem sirkulasi darah manusia,

 

A. Jantung

sistem peredarah darah manusia jantung

Sel darah diproduksi dalam sumsum tulang, jantung merupakan organ paling vital pada sistem peredaran darah yang mempunyai fungsi memompa serta menerima darah ke seluruh tubuh. Letak organ jantung berada di antara paru – paru, lebih tepatnya berada di dada bagian belakang kiri tulang dada. Ukuran jantung sedikit lebih besar dari kepalan tangan, yakni sekitar 200 sampai 425 gram. Jantung terdiri atas 4 (empat) ruang, antara lain.

  • Bilik (ventrikel) kanan
  • Bilik (ventrikel) kiri
  • Serambi (atrium) kanan
  • Serambi (atrium) kiri

Jantung memiliki empat katup yang memisahkan keempat ruang tersebut, katup jantung mempunyai fungsi untuk menjaga aliran darah yang mengalir ke arah yang benar.

 

B. Pembuluh Darah

sistem peredarah darah manusia pembuluh darah

Pembuluh darah merupakan pipa elastis juga merupakan bagian dari sistem sirkulasi darah. Pembuluh darah mempunyai fungsi untuk membawa darah dari jantung ke bagian tubuh yang lain, begitu juga sebaliknya. Ada 3 (tiga) pembuluh darah utama yang ada di organ jantung, yakni,

 

1. Arteri

Arteri memiliki tuga untuk membawa darah yang kaya dengan oksigen dari jantung ke bagian tubuh yang lain. Arteri memiliki dinding yang elastis sehingga bisa menjaga tekanan darah tetap konsisten.

 

2. Vena

Pembuluh darah vena memiliki tugas untuk membawa darah yang miskin oksigen dari seluruh tubuh untuk kembali ke jantung. Vena memiliki dinding pembuluh yang lebih tipis.

 

3. Kapiler

Kapiler memiliki tugas menghubungkan arteri terkecil dengan vena terkecil. Dindingnya tipis sehingga memungkinkan pembuluh darah untuk bertukar senyawa dengan jaringan yanga ada disekitarnya.

 

C. Darah

sistem peredarah darah manusia darah

Tubuh manusia rata – rata mengandung sekitar 4 (empat) sampai 5 (lima) liter dara. Darah mempunyai fungsi untuk mengangkut oksigen, nutrisi, hormon, serta berbagai zat yang lainnya dari dan ke seluruh tubuh. Tanpa adanya darah dipastikan sari makanan dan oksigen sulit disalurkan dengan baik ke seluruh tubuh. Darah memiliki beberapa komponen, antara lain.

  • Plasma Darah, plasma darah mengisi sekitar 55 sampai 60 persen dari volume darah pada tubuh. Tuga utama dari plasma darah yakni mengangkut sel – sel darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh manusia.
  • Sel Darah Merah (Eritrosit), Se; darah merah mempunyai tugas membawa oksigen dari paru – paru dan diedarkan ke seluruh tubuh. Sel darah juga mempunyai tugas untuk mengangkut kembali karbon dioksida (Co2) dari seluruh tubuh ke paru – paru lalu dikeluarkan.
  • Sel Darah Putih (Leukosit), Walaupun memiliki jumlah yang lebih sedikit dibandingkan dengan sel darah merah, sel darah putih juga mengemban tugas yang cukup besar. Sel darah putih bertanggung jawab untuk melawan infeksi virus, jamur, dan bakteri yang memicu perkembangan penyakit, Hal tersebut karena sel darah putih memproduksi antibodi yang membantu untuk memerangi zat asing.
  • Keping Darah (Trombosit), Trombosit memiliki peran penting pada proses pembekuan darah (koagulasi) saat tubuh terkena luka. Lebih tepatnya trombosit akan membentuk sumbatan bersama benang fibrin untuk menghentikan perdarahan sekaligus untuk merangsang pertumbuhan jaringan tubuh di area luka.

 

 

Mekanisme Sistem Peredaran Darah Manusia

Ada 2 (dua) jenis mekanisme sistem peredaran darah manusia, contohnya saja peredaran darah sistematik dan peredaran darah pulmonal. Berikut ini adalah penjelasan kedua jenis mekanisme sistem peredaran darah manusia, antara lain.

 

1. Peredaran Darah Sistematik

Peredaran darah sistematik disebut dengan peredaran darah besar, peredaran darah ini dimulai saat darah yang mengandung oksigen dipompa dari bilik kiri jantung ke seluruh bagian tubuh dan akhirnya akan kembali lagi ke jantung.

Peredaran Darah Sistematik sebagai aliran darah dari Jantung – Seluruh Tubuh – Jantung.

 

2. Peredaran Darah Pulmonal

Peredaran darah pulmonal disebut dengan peredaran darah kecil, peredaran darah pulmonal dimulai dari darah yang mengandung CO2 atau korban dioksida dipompa dari bilik kanan jantung menuju ke organ paru – paru. Pada paru – paru terjadi pertukaran gas akhirnya mengubah Karbon Dioksida (CO2) menjadi oksigen saat keluar dari paru – paru dan kembali lagi ke organ jantung.

Peredaran Darah Pulmonal digambarkan sebagai peredaran darah dari Jantung – Paru-Paru – Jantung.

 

 

Penyakit Yang Mengganggu Sistem Peredaran Darah

Jika sistem peredaran darah mengalami gangguan, ada beberapa dampak pada fungsi tubuh secara menyeluruh. Organ tubuh mengalami kerusakan serta menimbulkan berbagai penyakit yang cukup serius. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang mampu mengganggu sistem peredaran darah pada manusia, antara lain.

  • Hipertensi, Hipertensia atau yang biasa disebut dengan tekanan darah tinggi menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah. Jika hal tersebut dibiarkan tanpa adanya pengobatan, hipertensi bisa menyebabkan komplikasi, contohnya saja seperti stroke, jantung atau pun gagal ginjal.
  • Penyakit Jantung, penyakit jantung mencakup setiap gangguan pada jantung yang meliputi arteri koroner, aritmia, dan lain sebagainya.
  • Varises, Varises merupakan pembuluh darah vena yang membengkak dan terlihat menonjol di permukaan kulit. Kondisi tersebut dikarenakan darah yang seharisnya dialirkan ke jantung justru kembali ke kaki. Hal tersebut dikarenakan katup vena yang memiliki fungsi mengangkut darah ke jantung tidak menutup dengan benar.
  • Aterosklerosis, Merupakan penyempitan atau pengerasan pembuluh darah karena adanya penumpukan kolesterol, lemak dan lainnya di dinding pembuluh darah arteri. Kondisi seperti ini lamat lain bisa menyimbat aliran darah di tubuh, dan pada akhirnya meningkatkan risiko serangan jantung serta stroke.
  • Aneurisma Aorta, merupakan penggelembungan di dinding aorta. Aorta sendiri adalah pembuluh darah utama dan terbesar di tubuh manusia, Aneurisma yang membesar mampu pecah serta menyebabkan perdarahan, bahkan bisa kematian.

 

Nah, itulah Sistem Peredaran Darah Manusia mulai dari Pengertian, Komponen Utama dan Mekanisme peredaran darah. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita mengenai kesehatan tubuh kita sendiri, dan semoga artikel ini bisa membantu kalian dalam mengerjakan tugas. Jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *