Hasif Priyambudi Nothing Last Forever We Can Jump And Feeder #ProALUKERAD

Sistem Pemerintahan Parlementer: Pengertian, Ciri, Kelebihan dan Kekurangan

4 min read

sistem pemerintahan parlementer

Sistem Pemerintahan Parlementer – Parlemen merupakan sebuah lembaga legislatif yang biasanya terdapat di negara-negara yang memiliki sistem pemerintahan berdasarkan dengan sistem Westminster Inggris. Nah, bagi kalian yang ingin mengetahui sistem pemerintahan parlemen, pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan lebih dalam tentang sistem pemerintahan parlemen mulai dari pengertian, ciri-ciri, kelebihan dan juga kekurangannya. Maka dari itu langsung saja kita simak ulasan berikut ini tentang Sistem Pemerintahan Parlementer.

 

Pengertian Sistem Pemerintahan Parlementer

sistem pemerintahan parlementer

Sistem pemerintahan parlementer merupakan salah satu jenis sistem pemerintahan yang mana setiap anggota parlemen memiliki peran penting terhadap suatu negara. Parlemen merupakan badan legislatif yang setiap anggotanya diangkat atau dipilih berdasarkan suara langsung dari rakyat melalui pemilihan umum atau pemilu.

Di dalam sistem parlementer biasanya akan terdapat dua pemimpin yaitu perdana menteri yang merupakan kepala pemerintahan dan presiden atau raja yang bertugas sebagai kepala atau pemimpin suatu negara. Parlemen juga memiliki wewenang untuk melakukan pengangkatan atau penjatuhan perdana menteri.

Berdasarkan fungsinya sistem parlementer merupakan sistem negara, akan tetapi sistem parlemen tidak dapat ikut campur terlalu banyak tentang sistem pemerintahan. Walaupun begitu, hal tersebut bukan berarti bahwa parlemen bisa semena-mena, seperti yang di lakukan oleh parlemen yang dapat menjatuhkan pemimpinnya dengan sepihak saja, akan tetapi presiden atau raja juga dapat membubarkan suatu parlemen dengan cara meminta saran terhadap perdana menteri.

 

Ciri-Ciri Sistem Pemerintahan Parlementer

Setelah kalian mengetahui apa yang dimaksud dengan sistem pemerintahan parlementer, berikut ini adalah beberapa ciri-ciri yang terdapat di dalam suatu sistem pemerintahan parlementer, seperti:

  • Di dalam sistem pemerintahan parlementer terdapat pemisah atau terdapat dua pemimpin di dalamnya yaitu kepala negara yang merupakan presiden/raja dan kepala pemerintahan yang diisi oleh perdana menteri, meskipun demikian di antara kekuasaan eksekutif dengan kekuasaan legislatif tidak memiliki pemisah karena kedua kekuasaan tersebut dipegang oleh parlemen.
  • Seseorang akan dipilih dan kemudian diangkat menjadi anggota parlemen berdasarkan hasil dari pemilihan umum yang berasal dari suara langsung yang berasal dari para rakyaDan kemudian parlemen terpilih yang terdiri dari anggota parlemen yakni menteri-menteri dan juga perdana menteri yakni pemimpin parlemen.
  • Presiden atau raja hanya memiliki kekuasaan simbolis di luar eksekutif dan juga legislatif sebagai kepala negara.
  • Sedangkan seorang perdana menteri yang merupakan kepala pemerintahan dipilih dan kemudian diangkat berdasarkan dengan pemilihan yang dilakukan oleh para anggota parlemen, dan tidak jarang juga hal tersebut berasal dari partai politik yang berhasil memimpin di pemilu dan juga memiliki kekuasaan eksekutif atau menerapkan hukum.’
  • Perdana menteri memiliki hak preogratif atau yang bisa dikatakan sebagai hak istimewa dalam mengangkat para menteri yang nantinya dapat memimpin departemen dan juga non departemen negara.
  • Anggota parlemen memiliki wewenang untuk menjatuhkan perdana menteri apabila pada suatu saat sebagian besar dari anggota parlemen tidak setuju dengan pemimpin pemerintahan tersebuCara yang digunakan untuk menjatuhkannya adalah dengan cara menyatakan sebuah mosi tidak percaya.
  • Masa jabatan yang dimiliki oleh parlemen dan juga presiden tidaklah memiliki acuan waktu.
  • Kekuasaan eksekutif bertanggung jawab penuh atas kekuasaan legislatif.
  • Kekuasaan legislatif dapat menjatuhkan kekuasaan eksekutif.
  • 1Sedangkan para menteri hanya perlu bertanggung jawab atas kekuasaan legislatif.

 

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Pemerintahan Parlementer

Berdasarkan dengan pengertian dan juga ciri-ciri di atas dapat disimpulkan bahwa sistem pemerintahan parlementer juga memiliki kekurangan dan juga kelebihan di dalam, berikut ini adalah beberapa kekurangan dan juga kelebihan dari sistem pemerintahan parlementer.

 

Kelebihan Sistem Pemerintahan Parlementer

Adapun kelebihan dari sistem pemerintahan parlementer antara lain :

  1. Dalam pembuatan kebijakan dapat ditangani secara tepat karena mudahnya terjadinya penyesuaian pendapat di antara eksekutif dan juga legislatif. Hal tersebut dikarenakan adanya kekuasaan legislatif dan juga eksekutif yang berada di suatu partai atau berada di dalam koalisi suatu partai.
  2. Jelasnya tanggung jawab dalam melakukan pembuatan dan juga pelaksanaan kebijakan publik.
  3. Terdapat pengawasan yang kuat di dalam parlemen kepada para kabinet sehingga kabinet tersebut dapat menjadi lebih berhati-hati dalam melakukan atau menjalankan pemerintahan.
  4. Pembuatan keputusan memerlukan waktu yang cukup cepat.

 

Kekurangan Sistem Pemerintahan Parlementer

Adapun kekurangan dari sistem pemerintahan parlementer antara lain :

  1. Kedudukan dari badan eksekutif atau kabinet sangatlah bergantung pada mayoritas dukungan parlemen yang mana hal tersebut dapat menyebabkan kabinet dapat di jatuhkan oleh parlemen sewaktu-waktu.
  2. Kelangsungan dari kedudukan badan eksekutif atau kabinet tidak dapat ditentukan kapan selesainya sesuai dengan masa jabatannya karena kebubaran dari kabinet dapat terjadi sewaktu-waktu.
  3. Kabinet dapat melakukan pengendalian terhadap parlemen. Hal tersebut dapat terjadi apabila dari para anggota kabinet merupakan anggota dari parlemen dan juga berasal dari partai mayoritas. Dengan adanya pengaruh yang besar di dalam parlemen dan juga partai, anggota kabinet bisa menguasai sebuah parlemen.
  4. Parlemen dapat dijadikan sebagai tempat kaderisasi untuk para jabatan eksekutif. Pengalaman mereka pada saat menjadi anggota parlemen dimanfaatkan dan kemudian dijadikan sebagai bekal penting dalam menjadi menteri atau jabatan eksekutif yang lainnya.
  5. Parlemen dapat bubar sewaktu-waktu yang bisa saja disebabkan karena dibubarkan oleh presiden atau raja atas permintaan dari perdana menteri sehingga menyebabkan adanya pemilihan umum atau pemilu secara ulang secara keseluruhan. Parlemen dipengaruhi oleh adanya kekuasaan yang berasal dari luar, yakni berasal dari partai politik mayoritas yang di dalamnya memiliki banyak sekali perwakilan di dalam parlemen.
  6. Kebijakan politik biasanya dapat menjadi labil apabila sering terjadinya pergantian terhadap anggota parlemen.

Asal kamu tahu bahwa ada banyak sekali negara-negara yang menggunakan sistem pemerintahan parlementer seperti Negara Inggris, Prancis, India, Pakistan, Malaysia, Jepang, Kanada, Belanda, Australia, dan masih banyak lagi negara-negara yang menggunakan sistem pemerintahan yang satu ini.

 

Nah, jadi itulah sedikit penjelasan tentang sistem pemerintahan parlemen yang di sertai dengan ciri-ciri, kelebihan dan juga kekurangannya. Semoga dengan kalian membaca artikel ini dapat menambah wawasan dan juga dapat dijadikan sebagai referensi dalam menjalankan tugas kalian. Jika terdapat kesalahan kata di dalamnya mohon untuk dimaafkan.


Hasif Priyambudi Nothing Last Forever We Can Jump And Feeder #ProALUKERAD
DarkLight