Mochamad Alif Prayogo Pengin jadi orang kaya tapi belum tercapai, sudah berbagai usaha dilakukan tapi tidak konsisten, tolooong~

Siklus Batuan: Pengertian, Contoh, Proses, Lengkap, Gambar

10 min read

siklus batuan

Kembali lagi bersama mastekno, pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan tentang siklus batuan. Mungkin kalian sudah pernah mempelajari materi ini saat di sekolah dulu namun sekarang sudah lupa karena sudah beberapa waktu berlalu.

Namun kalian tidak perlu khawatir karena mastekno akan menjelaskan siklus batuan ini sedetail mungkin yang meliputi, pengertian siklus batuan, proses siklus batuan, macam-macam atau jenis-jenis siklus batuan beserta gambarnya lengkap.

 

Pengertian Siklus Batuan

pengertian siklus batuan

Siklus Batuan adalah sebuah siklus yang di dalamnya menjelaskan tentang hubungan antara seluruh batuan yang menyusun bumi ini. Siklus ini bisa berlangsung dalam jangka waktu yang berbeda-beda, bisa berjalan dengan lambat dan bisa juga berjalan dengan cepat.

Bahkan siklus batuan ini bisa berlangsung sampai dengan jutaan tahun lamanya tergantung jenis batuan yang mengalami perubahan tersebut.

Pengertian dari siklus batuan yang lainnya adalah proses perubahan magma yang sudah membeku efek dari cuaca menjadi sebuah batuan yang lain. Maksud dari batuan yang lain di sini adalah batuan beku, batuan metamorf, dan batuan sedimen kemudian di akhir siklus akan menjadi magma.

Dalam proses berlangsungnya siklus batuan ini tentu akan dibagi menjadi beberapa tahap yang akan kami bahas pada paragraf selanjutnya nanti.

Selain itu, ada juga yang mengartikan siklus batuan ini adalah konsep dalam dunia geologi yang paling dasar. Konsep ini menjabarkan tentang kurun waktu perubahan tiga batuan utama, yaitu batuan sedimen, batuan beku, dan batuan metamorf untuk keluar dari ekuilibriumnya.

Siklus batuan ini juga menunjukkan mengenai hubungan yang erat diantara ketiga batuan utama tersebut.

Konsep  atau teori tentang siklus batuan mulai muncul pada abak ke-18, yaitu oleh Bapak Geologi, James Hutton. Beliau mengatakan bahwa semua elemen yang berada di bumi memiliki keteraturan sehingga akan kembali ke bentuk mereka yang semula.

Kemudian pada tahun 1950-an muncul J.Tuzo Wilson yang mengembangkan teori tentang batuan yang berbasis tektonik piring.

Baca Juga : Pembagian Zaman Batu

 

 

Proses Siklus Batuan

proses siklus batuan

Batuan adalah komponen yang tidak hidup (abiotik) dalam suatu ekosistem dan a ini menghadirkan banyak sekali manfaat. Batuan ini berperan sebagai bahan utama untuk pembangunan dari rumah, jalan, sekolah, rumah sakit, dan bahkan hampir semua jenis bangunan menggunakan batu.

Namun tahukah kalian bahwa proses siklus batuan ini bisa berlangsung sangat lama dan melalui banyak proses. Berikut ini adalah pembahasan tentang proses panjang siklus batuan.

 

1. Kristalisasi Magma

Proses yang pertama dalam terjadinya  siklus batuan adalah magma yang mengkristal, dimana magma ini merupakan sumber utama dari batuan. Magma yang sudah membeku atau menjadi kristal akan ditemukan di gunung setelah mereka mengalami erupsi sampai magma keluar.

Jika magma yang keluar pada saat erupsi terjadi sapai ke permukaan bumi, maka itu disebut dengan magma ekstrusif. Sedangkan untuk magma yang keluar dari gunung berapi pada saat erupsi namun tidak sampai ke permukaan bumi itu disebut magma intrusif.

Magma yang keluar kemudian menuju ke permukaan bumi akan membeku dan setelah itu magma akan berubah menjadi batuan beku. Biasanya magma mudah ditemukan di sekitar batas lempengan bumi, magma berada di sekelilingnya.

 

2. Pelapukan

Proses yang kedua dalam siklus batuan adalah pelapukan dimana batuan beku yang berasal dari magma akan mengalami pelapukan seiring dengan berjalannya waktu karena pengaruh dari berbagai macam hal yang ada di sekitar.

Yang paling mempengaruhi batuan beku dalam proses pelapukan tersebut adalah perubahan cuaca yang terjadi, khususnya sinar matahari, hujan, angin, dan gejala alam lainnya. Karena itulah batuan yang mengalami pelapukan tercepat adalah batuan ekstrusif.

Hal ini karena batuan ekstrusif ini berada di permukaan bumi jadi frekuensi terkena cahaya matahari, air, angin dan gejala alam lainnya menjadi lebih tinggi.

Pelapukan pada batuan ini disebabkan aktivitas kimia dan juga fisika dari hasil interaksi antar angin, air, dan organisme tertentu. Batuan intrusif yang masih belum keluar ke permukaan bumi juga mengalami pelapukan jika mereka terangkan ke permukaan.

 

3. Erosi

Proses selanjutnya dalam siklus batuan adalah erosi. Erosi adalah proses pengikisan padatan yang merupakan akibat dari adanya interaksi antara angin, air, hujan dan es.

Proses erosi yang terjadi pada siklus batuan ini akan berlangsung setelah batuan tersebut mengalami pengangkatan untuk batuan intrusif kemudian pelapukan untuk batuan jenis ekstrusif. Proses ini dibantu dengan air yang menyingkirkan material akibat pelapukan ke wilayah lain.

 

4. Pengendapan

Selanjutnya  adalah terjadi proses pengendapan, semua material yang terangkut atau terbawa oleh air ke wilayah yang lain akan berkumpul di suatu tempat secara terus menerus. Kemudian seluruh material tersebut akan mengendap dan jumlah material akan terus bertambah.

Setelah terkumpul terus menerus dan jumlahnya terus menambah akan menimbulkan sebuah tumpukan material. material yang sudah banyak bertumpuk dan mengendap ini lama kelamaan akan mengeras.

 

5. Pembentukan Sedimen

Setelah material yang bertumpuk dan mengenap ini mengeras mereka akan membentuk sebuah batuan jenis yang baru, batuan ini dinamakan dengan batuan sedimen. Pada sat batuan sedimen muda terbentuk, dia akan mengubur batuan sedimen yang lama atau yang sudah lebih tua umurnya.

Setelah itu, pada saat ada air atau pun molekul lain yang masuk, butir batuan sedimen akan semakin terikan menjadi lebih erat satu dengan yang lainnya.

 

6. Batuan Metamorf

Sebenarnya batuan sedimen ini memiliki letak yang sama dengan batuan jenis intrusif, yaitu ada di bawah permukaan bumi, buka di permukaan bumi.

Batuan ini nantinya mengalami proses pengangkatan kemudian akan terkubur semakin dalam sehingga tekanan dan energi panas bumi akan meningkat. Batuan sedimen ini kemudian akan berubah menjadi jenis batuan lain, yaitu batuan metamorf.

 

7. Magma

Setelah batuan tersebut mengalami ke enam proses siklus di atas, kemudian batuan metamorf akan berubah kembali menjadi magma. Magma yang membeku kemudian akan mengalami pelapukan kembali dan diikuti dengan erosi serta pengendapan dan terbentuk sedimen serta metamorf.

Keenam proses di atas tadi adalah proses siklus batuan yang mana akhirnya magma akan kembali berubah menjadi magma.

Baca Juga : Jenis Jenis Batuan

 

 

Macam-Macam Siklus Batuan

Siklus batuan tidak hanya ada satu saja, ada beberapa jenis siklus batuan. Diantaranya adalah siklus batuan beku, siklus batuan lithosfer, siklus batuan metamorf, siklus batuan sedimen, dan siklus batuan alam. Berikut ini adalah penjelasannya.

 

1. Siklus Batuan Beku

siklus batuan beku

Jenis siklus batuan yang pertama adalah siklus batuan beku, siklus ini sama seperti proses kristalisasi magma yang sudah kami jelaskan pada poin sebelumnya. Jadi magma ini umumnya berada di sekitar batas lempeng bumi dan akan keluar pada saat gunung berapi erupsi dan lalu membeku.

Pada saat magma ini membekulah proses kristalisasi magma terjadi dan bisa berlangsung di permukaan atau pun kerak bumi. Contoh batuan yang ada di permukaan bumi atau batuan jenis ekstrusif adalah batuan andesit atau batuan basal.

Sedangkan untuk contoh bantuan intrusif atau batuan yang ada di kerak bumi adalah batuan diorit dan batuan granit. Batuan yang membeku di kerak bumi ini atau lebih tepatnya kristalisasi terjadi di bawah permukaan bumi.

 

2. Siklus Batuan Litosfer

siklus batuan litosfer

Litosfer merupakan salah satu  lapisan kerak bumi yang berasal dari kata Yunan, yaitu ‘lithos’ yang mempunyai makna berbatu. Kemudian ‘shpere’ yang artinya adalah padat, jadi bisa diartikan bahwa arti dari lithosfer adalah lapisan terluar bumi yang berbatu padat.

Lapisan ini juga sering diartikan sebagai kulit bumi karena berada di lapisan paling luar. Lapisan ini ditopang oleh lapisan lain, yaitu lapisan yang bernama astenoser dimana pada bagian ini merupakan bagian yang paling panas pada mantel bumi.

Teori lithosfer berkembang pada tahun 1914 oleh Barel, teori ini asalnya. Teori ini asalnya dari anomali gravitasi yang ada di kerak benua bagian atas. Dia kemudian mengatakan bahwa lithosfer ini merupakan lapisan yang paling kuat yang berada di lapisan astenosfer yang lebih lemah.

Kemudian teori lithosfer ini kembali dikembangkan pada tahun 1940 oleh Daly, kemudian teori yang dia ungkapkan bisa diterima oleh para ahli semuanya. Lapisan ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu lithosfer benua dan llithosfer samudera perbedaan ini adalah berdasarkan lokasinya.

Lithosfer samudera diperkirakan mempunyai ketebalan 50-100 km, sedangkan untuk lithosfer hanya  mempunyai ketebalan sekitar 40-200 km.

Lapisan lithosfer ini juga dibagi menjadi dua berdasarkan dari lapisan penyusunnya, yaitu lapisan sima dan juga lapisan sial. Lapisan sima tersusun atas logam magnesium dan silisium dengan berat yang lebih besar dibanding lapisan sial.

Sedangkan untuk sial ini sering disebut kerak padat yang terbentuk dari logam silisium dan logam aluminium. Lapisan ini mempunyai ketebalan sekitar 35 km, sedangkan untuk lapisan sima tadi mempunyai ketebalan sekitar 65 km.

Perbedaan antara lapisan sima dengan lapisan sial yang lain adalah tingkat elastisitas yang masing-masing mereka miliki. Lapisan sima selain mempunyai berat yang lebih besar juga mempunyai tekstur elastisitas yang lebih tinggi dibanding lapisan sial.

Kerak bumi atau lithosfer memiliki beberapa fungsi atau manfaat, yang pertama adalah tempat tinggal untuk semua makhluk hidup yang ada di bumi. Kemudian manfaat yang lain adalah penyusun lithosfer bisa dimanfaatkan oleh para pekerja terutama bidang industri dan pemenuh kebutuhan.

Manfaat yang ketiga adalah lithosffer tersusun atas aneka jenis mineral yang berfungsi untuk berbagai kebutuhan makhluk hidup.

Hal yang paling penting dari inti bahasan ini adalah batuan yang menyusun kerak bumi adalah batuan beku, sedimen, metamorf. Ketiga batuan ini adalah penyedia mineral anorganik hasil dari berbagai proses pelapukan yang merupakan salah satu elemen dari bumi.

Ketiga penyusun kerak bumi merupakan batuan yang berupa sebuah mineral, yaitu magma yang sudah membeku atau mengkristal. Karena penyusun lithosfer ini adalah batuan beku, metamorf, dan sedimen, ini menunjukkan bahwa siklus batuan lithosfer sama seperti siklus batuan.

Jadi siklus batuan lithosfer ini sebenarnya sudah dijelaskan pada tujuh poin sebelumnya yaitu bagian proses siklus batuan. Untuk tambahan, contoh dari batuan beku adalah batu apung, batuan metamorf adalah batuan pualam, dan batuan sedimen adalah batuan gamping.

 

3. Siklus Batuan Metamorf

siklus batuan metamorf

Jika dijelaskan secara singkat, siklus batuan metamorf sudah dijelaskan pada bagian proses siklus batuan di atas tadi. Batuan metamorf ini adalah jenis batuan yang asalnya dari batuan sedimen yang terpendam jauh di bawah permukaan bumi.

Oleh karena itulah batuan ini akan dipengaruhi panas dari dalam bumi dan juga tekanan yang tinggi kemudian akan berubah menjadi batuan metamorf itu sendiri. Jadi bisa dikatakan bahwa batuan metamorf ini merupakan batuan sedimen yang dipanaskan atau dimasak oleh panas bumi.

Jika batuan metamorf dan sedimen merupakan adonan kue dan kue, keduanya ini mempunyai bahan yang sama namun struktur yang dihasilkan berbeda. Contohnya batuan pasir dan batuan kuarsit dimana batuan kuarsit adalah hasil olahan batuan pasir.

 

4. Siklus Batuan Sedimen

siklus batuan sedimen

Siklus batuan yang selanjutnya adalah siklus batuan yang terjadi pada batuan sedimen. Jika dijelaskan sebenarnya siklus ini sama seperti pada poin yang sudah kita bahas sebelumnya.

Jadi batuan sedimen ini terbentuk karena tumpukan material yang terbawa elemen-elemen tertentu yang kemudian tertumpuk dan mengendap di tempat tertentu. Bagian bawah endapan disebut dengan endapan tua, sedangkan bagian atas disebut endapan muda.

Seiring dengan berjalannya waktu, endapan tua ini akan mengubur endapan muda dan ini membuat endapan tua semakin solid. Ini disebabkan karena tekanan yang dihasilkan endapan tua pada saat mengubur endapan muda.

Pada saat elemen masuk, misalnya air silika dan kalsit akan mengisi kekosongan rongga yang ada di setiap butirnya. Kalsit dan silika ini berperan sebagai semen yang berguna untuk merekatkan butiran batu sedimen satu sama lain.

Setelah perekatan ini terjadi, kemudian akan muncul batuan jenis lain seperti batuan pasir, lempung, batuan konglomerat atau batuan breksi. Proses yang terjadi pada saat pembentukan batuan ini berlangsung di palung, sungai, dan delta.

 

5. Siklus Batuan Alam

siklus batuan alam

Aam merupakan kata yang berasal dari bahasa Inggris, yaitu nature dan juga berasal dari bahasa latin yaitu natura. Natura ini berarti sebuah karakteristik yang berhubungan dengan dunia tanaman dan hewan serta semua bagian yang ada di bumi ini.

Jadi secara harfiah, kata alam diterjemahkan dengan arti kelahiran, selain itu juga mempunyai makna sebagai suatu disposisi bawaan atau kualitas esensial. Alam tentunya mempunyai beberapa pendukung lainnya seperti iklim dan cuaca dan atmosfer yang sangat penting.

Alasan kenapa sangat penting adalah karena ketiga komponen ini mempunyai peran untuk menjaga semua ekosistem yang ada di bumi ini. Khususnya untuk Indonesia yang mempunyai iklim dan juga cuaca karena berada di garis khatulistiwa dan garis lintang.

Garis ini mempunyai pengaruhi yang besar untuk Indonesia, khususnya dalam hal cuaca yang dimiliki oleh Indonesia. Cuaca ini diartikan sebagai sistem yang bisa berubah sewaktu-waktu baik itu perubahan yang kecil maupun yang besar.

Cuaca akan mengalami perubahan yang berpengaruh untuk lingkungan sekitar dan juga dipengaruhi oleh musim.

Sedangkan untuk iklim adalah ukuran atau parameter dalam waktu yang panjang, atau sering juga disebut tren dalam cuaca. Hal yang bisa memengaruhi iklim adalah efek rumah kaca, arus laut, sinar matahari, dan perubahan yang terjadi pada orbit planet.

Seperti yang ada dalam sejarah, bumi kita ini sudah mengalami perubahan iklim yang bermacam-macam dan yang paling dramatis adalah iklim es.

Alam juga didukung oleh elemen biotik dan juga abiotik, biotik ini adalah makhluk hidup sedangkan abiotik adalah semua benda mati. Salah satu bagian abiotik adalah batuan yang menyusun lapisan bumi sampai bumi itu sendiri

Siklus batuan alam ini bisa disimpulkan sama seperti siklus batuan yang sudah kami jelaskan sebelumnya pada proses siklus batuan di atas.

 

Nah itulah informasi yang bisa mastekno sampaikan kepada kalian tentang siklus batuan beserta pengertian, proses, macam-macam dan gambar siklus batuan. Semoga sekarang kalian jadi lebih memahami tentang apa itu siklus batuan beserta proses dan jenisnya. Demikianlah apa yang bisa kami sampaikan kepada kalian tentang siklus batuan, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kalian. Jika ada kesalahan kata dan informasi yang kurang tepat dalam artikel ini mohon dimaafkan, jika masih bingung silahkan bertanya di kolom komentar, terima kasih.


Mochamad Alif Prayogo Pengin jadi orang kaya tapi belum tercapai, sudah berbagai usaha dilakukan tapi tidak konsisten, tolooong~
DarkLight