Hasif Priyambudi Nothing Last Forever We Can Jump And Feeder #ProALUKERAD

Senam Irama: Pengertian, Sejarah, Unsur, Gerakan, Jenis Senam Irama

10 min read

pengertian senam irama

Senam Irama – Kebanyakan orang masih berpikir jika senam aerobik, senam ibu hamil, senam TKJ, dan senam-senam lainnya yang menggunakan musik sebagai panduan merupakan seperti irama. Memang senam semacam itu banyak yang menggunakan musik sebagai panduan gerak senam seperti itu.

 

Pengertian Senam Irama

Senam irama merupakan salah satu cabang dari olaharaga senam artistik yakni kelompok atau seseorang memperlihatkan koreografinya yang menyatu dengan akrobatik, tari moden dan balet atau senam yang tanpa alat bantu seperti, tali, gada, simpai, dan bola. Senam irama merupakan senam yang dipertandingkan dalam suatu olimpiade serta juga senam irama internasional.

Senam aerobik seperti senam yang dilakukan untuk kebugaran serta kesehatan tubuh dalam senam tersebut peserta atau kelompok melakukan gerakan senam yang dipandu dengan pemandu senam. Dari zaman dulu senam irama tersebut banyak dilakukan oleh perempuan saja, dan Jepang merupakan negara yang mempelopori untuk putra juga diikuti sertakan meski hal tersebut hanya dilakukan di negara bunga sakura saja.

Senam irama didominasi oleh perempuan saja karena senam tersebut tercipta di Eropa oleh pakar di bidang seni. Perkembangan dari senam irama banyak mengambil gerakan dari balet yang ada pada waktu itu balet identik dengan perempuan. Oleh karena itu, senam irama yang pada awalnya dilakukan oleh perempuan, sekarang menjadi identik serta menjadi olahraga perempuan yang sudah menjadi tradisi.

 

 

Sejarah Senam Irama

Sejarah senam irama dimulai dari gagasan Jean Geoges Noverre tahun 1727 sampai 1810, Francis Delsarte tahun 1811 sampai 1871, dan Rudolf Bode tahun 1881 sampai 1970. Ketiga orang tersebut percaya pentingnya ekspresi  gerak menggunakan tubuh untuk membuat suatu keindahan dengan cara menggunakan rangkaian gerak tertentu.

Gagasan itu dikembangkan oleh Peter Henry Lingpada pada abad ke 19 dalam suatu sistem latihan yang disebut dengan Swedish sistem atau yang bisa juga disebut sistem Swedia. Dari gerakan yang bebas dipromosikan sebagai Gymnastik Estetis, dimana ia merupakan seorang atlet yang mengekpresikan dirinya lewat perasaan serta emosi dengan gerakan tubuhnya.

Ide tersebut dikembangkan lagi oleh Catharine Beecher, yaitu seorang pendiri dari instutue Western Female di Ohio Amerika Serikat pada tahun 1837. Program latihan itu dikenal dengan Grace Without Dancing, pesenam berjenis kelamin perempuan yang berlatih dengan diiringi musik dari gerakan sederhana ke gerakan kompleks.

Setelah itu, hal tersebut menjadikan banyak pelopor mengenai tubuh, ekspresi tubuh, gerakan tubuh dan musik dengan berbagai jenis gaya. Tepat pada tahhun 1900 gaya itu dikombinasikan di sekolah yang bernama Gymnastics Rhytmic Swedia dan selanjutnya banyak sekolah yang mengembangkan hal tersebut.

Pada tahun 1929 Hinrich Medau mendirikan sekolah di kota Berlin dan menciptakan gagasan Gymnastik Moder yang memiliki perbedaan dasar dari gaya yang sebelumnya yakni menciptakan sistem gerak senam artistik dengan menggunakan alat, alat tersebut contohnya adalah bola, pita, tali, simpai, dan juga gada. Sehingga senam tersebut telihat seperti senam balet kontemporer, tari atau akrobat.

Kompetisi senam irama dimulai pada tahun 1940 yang bertempat di negara Rusia. FIG kemudian memasukan senam sebagai salah satu cabang senam di tahun 1961. Awalnya senam ini diberi nama senam gimnastik serta berubah menjadi olah gimnastik ritmis serta terakhir diubah menjadi senam gimnastik ritmis atau yang biasa disebut senam ritmis.

Senam pertama kali dipertandingkan dalam sebuah acara internasional pada tahun 1963 di Budapest untuk para atlet individual, sedangkan untuk grup dimulai pada tahun 1967 di kita Copenhan, Denmark. Senam mulai diadakan pada olimpiade pada tahun 1984 Los Angles pada kelas individu, serta pertandingan kelompok yang dimulai pada tahun 1996 pada Olimpiade Atlanta.

 

 

Prinsip Senam Irama

Berikut ini adalah beberapa prinsip-prinsip yang ada pada senam irama, antara lain.

 

1. Irama

Sesuai dengan namanya, irama merupakan hal yang sangat penting. Irama tidak selalu mengenai musik, tapi saat ritme tubuh melakukan suatu gerakan yakni saat atlet senam bergerak dengan menggunakan tempo cepat, serta saat lambat dan sedang beragam jenis mobilitasnya dan levelitas tubuhnya. Musik dalam hal tersebut bisa memberikan bantuan atau pun nuansa untuk pembayaran atlet dalam gerakan tubunya yang dekat kaitannya dengan persoalan gerak serta juga emosi.

 

2. Fleksibilitas Tubuh

Fleksibilitas tubuh sangat berperan dalam senam irama. Flesibilitas yang dimaksud disini merupakan keahlian tubuh dalam melakukan serta menciptakan berbagai jenis menggunakan alat ataupun tidak menggunakan alat. Meskipun sudah menjadi atlet senam profesional tidak pernah selesai dalam melatih flesibilitas tubuhnya.

 

3. Kontuinitas Gerak

Kontuinitas gerak dengan rangkaian gerak yang bersatu di dalam koreografi senam irama yang dipertandingkan. Gerakan dalam senam irama tidak memiliki bentuk dari penggabungan beberapa jenis gerakan. Rangkaian gerak tersebut tercipta dari konsep yang kuat serta juga gagasan teatrikal, Konstinuitas gerak koreografu tersebut mengali serta membawa kusa yang disampaikan dengan gerakan tubuh.

 

 

Jenis – Jenis Senam Irama

Dalam ajang internasional senam irama dibagi menjadi 2 (dua) jenis kategori yang dipertandingkan, yakni kategori individu dan kategori kelompok. Berikut ini adalah pengertian dari kedua jenis senam irama tersebut.

 

1. Individu

Senam Individu adalah senam irama yang dilakukan oleh satu prang atelet saja yang memperlihatkan koreografinya menggunakan alat atau pun tidak menggunakan alat.

 

2. Kelompok

Senam Irama Kelompok adalah senam irama yang dilakukan secara bersama – sama atau kelompok yang memperlihatkan koreografinya menggunakan alat atau pun tidak menggunakan alat.

 

 

Unsur – Unsur Senam Irama / Ritmik

Berikut ini adalah unsur-unsur yang ada di dalam senam ritmik yang wajib dikuasai oleh atlet senam ritmik, antara lain.

 

1. Kekuatan

Kekuatan merupakan suatu pondasi bagi para atlet senam ritmik, tanpa adanya kekuatan yang bagus tentu saja akan sulit untuk para atlet senam ritmik melakukan gerakan-gerakan yang sulit.

 

2. Keseimbangan

Keseimbangan juga merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam senam ritmik yang berguna untuk melangsungkan koreografi gerakan. Keseimbangan dibutuhkan pada saat melakukan gerakan-gerakan yang sulit seperti berputar dengan menggunakan satu kaki.

 

3. Ketrampilan

Ketrampilan atau kreativitas senam yang menciptakan suatu koreografi gerak. Umumnya di perlombaan senam irama banyak variasi gerakan akan mendapatkan lebih banyak nilai. Apalagi saat atlet bisa menciptakan gerakan – gerakan baru yang memiliki nilai keindahan serta gerakan yang sulit.

 

4. Keindahan

Keindahan merupakan salah satu poin yang terpenting karena senam ritmik terlahir dari wilayah pertunjukan serta salah satu elemen yang utama di dalam senam irama.

 

5. Ketepatan

Ketepatan irama yang baik sangat dibutuhkan saat melakukan senam irama karena sang atlet diak hanya menghitung pola langkah pada tempatnya. Dan juga tidak menghitung alat waktu dilempar serta untuk ditangkap kembali, tetapi harus seirama dengan musik yang mengiringi gerakan senam irama.

 

6. Keluwesan

Kelewusan memperlihatkan jika seberapa dalamnya latihan yang sudah dilalui karena keluwesan itu hanya bisa didapatkan dencan cara melakukan koreografi yang sudah disusun serta latihan yang teratur. Kelewusan tersebut membutuhkan improvisasi pada waktu pernomoronya berlangsung. Keluwesan yang dimaksud tersebut tidak hanya darii bagian tubuh saja, akan tetapi juga respon yang dilakukan dalam berabgai hal yang sedang berlangsung.

 

 

Gerakan Inti Senam Irama

Gerakan inti di dalam senam irama merupakan gerakan – gerakan dasar yang wajib dimiliki oleh setiap pemain atau atlet senam. Dari gerakan tersebut, kemudian bisa menciptakan irama serta koreografinya sendiri.

Dalam gerakan dasar ini ada 3 (tiga) gerakan dasar yang harus dimiliki, yakni gerakan senam lantai, akrobatik serta gerakan tari seperti balet khususnya. Berikut ini adalah beberapa jenis gerakan senam yang harus dikuasai oleh atlet senam irama, antara lain.

  • Split samping serta depan dengan posisi split atau pun duduk dengan posisi berdiri.
  • Gulingan yakni seperti gerakan roll tetapi menggunakan punggung sebagai tumpuan lintasan bisa depan, belakang atau pun samping.
  • Gerakan Rool depan dan gerakan rool belakang baik dimulai dari bawah atau dari posisi berdiri.
  • Salto depan atau belakang.
  • Handstand
  • Meroda
  • Senam kelenturan
  • Gerakan dasar pada sikap senam yoga
  • Kayang
  • Headstand
  • Gerakan dasar tari balet
  • Sikap lilin

Gerakan diatas merupakan beberapa contoh yang bisa kamu pelajari dalam senam irama. Oleh karena itu, gerakan – gerakan diatas sangat penting di dalam dasar penci[taan gerakan yang rumit serta juga menggunakan alat senam pada senam irama.

 

 

Gerakan Senam Irama dengan Alat

Gerakan senam irama dengan alat berfokus pada alat – alat yang digunakan, contohnya saja seperti gada, tali, bola, pita, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah contoh dari gerakan senam irama yang menggunakan alat yang sudah pernah dilakukan oleh atlet senam irama, antara lain.

  • Atket memasuki arena serta menyiapkan alat sekaligus bersiap dengan cara pose, posisi serta menyiapkan alat yang digunakan dalam gerakan tersebut. Atlet akan bergerak saat musik diputar serta tidak akan bergerak jika musik mengiringi pentasnya. Hal tersebut merupakan gerakan awal yang umum dilakukan oleh atlet senam.
  • Jika atlet senam menggunakan alat seperti bola saat awal gerakan senam, umumnya atlet akan melempar bol dengan ketinggian tertentu. Setelah itu tubuhnya akan diputar beberapa kali menggunakan sikap tangan kanan diatas kaki kanan lurus serta jinjit di poros putaran, kepala lurus kedepan, kaki kiri ditekuk 180 derajat lutut sejajar dengan pinggul. serta tumit membentuk posisi poin. Saat waktu sudah berputar beberapa kali serta bola jatuh pada tepat ditangan kanannya dengan posisi terangkat serta telapak kanan terbuka maka sudah sia[ untuk menangkap bola.
  • Dengan bola juga bisa dengan cara atlet melempar bola ke arah atas sampai depan, serta atlet berguling atau melakukan roll beberapa kali ke arah jatuhnya bola. Setelah itu bola bisa ditangkap dengan cara 2 (dua) tangan, satu tangan atau bisa juga dengan menggunakan kedua telapak kaki dengan posisi tubuh yang mengarah ke sikap lilin.
  • Saat atlet menggunakan pita maka ada beberapa gerakan yakni seperti Atlet berputar seperti yang ada pada nomor 2 (dua) lalu salah satu tanganya yang memegang stik pita memutar pita sampai membentuk pola.
  • Senam irama menggunakan pita bisa juga bisa menggerakan pita serta posisi tubuh split bawah atau bisa juga berdiri satu kaki serta satu kakinya lurus 180 derajat.
  • Senam irama menggunakan tali hampir sama gerakannya degnan senam menggunakan pita.
  • Atlet senam menggunakan gada gerakannya yakni atlet akan melemparkan gada ke atas, setelah itu atlet akan salto ditempat ia ebrdiri dan saat selesai melakukan salto sudah siap untuk berpose yang rumit dan bersiap juga untuk menangkap gada dengan tangannya.
  • Atlet senam menggunakan simpai umumnya memutar simpai dengan salah satu kakinya dengan posisi kayang, sehingga yang terlihat pada posisi tersebut salah satu kakinya menjadi penyangga tubuh serta kedua tangannya. Lalu kaki satunya diangkat ke atas serta memutar simpai.

Nah, diatas merupakan contoh kecil dari gerakan senam menggunakan alat. Masih banyak lagi gerakan yang pernah dilakukan oleh para atlet senam yang ada di dunia.

 

 

Alat Senam Irama

Berikut ini adalah beberapa alat senam irama yang biasa digunakan oleh para atlet dan sesuai dengan peraturan Federation Internationale Ce Gymnastique (FIG), antara lain.

 

1. Bola/Ball

senam irama bola

Bola yang digunakan untuk senam irama mempunyai ukuran diameter 18 sampai dengan 20 cm. Bahan dari bola tersebut umumnya dari bahan karet atau plastik dengan berat bola sekitar 4000 gram atau sekitar 4 kg. Bola tersebut bisa dimainkan dengan cara dipegang, dilempar, atau digelindingkan dengan variasi atau pada permukaan tubuh. Bola tersebut tidak boleh sampai jatuh ke lantai saat melakukan koreografi.

 

2. Tali/Rope

tali senam irama

Tali yang digunakan dalam senam irama dibuat dari bahan yang sangat halus serta nyaman untuk dipegang oleh atlet senam. Tali tersebut umumnya terbuat dari serat sintesis yang diberi warna sesuai dengan kostum pesenam yang menarik. Panjangdari tali tersebut disesuaikan dengan postur tubuh pesenam tersebut.

Yakni dengan cara menginjak tali lalu kedua ujungnya diukur dari ujung sampai bahu pesenam. Talii tersebut bisa dimainkan dengan cara diayunkan membentuk lingkaran, dilempar, skipping dan lain sebagainya. Tali tersebut tidak boleh sampai jatuh ke lantai secara tidak sengaja atau pun diluar konsep pada waktu melakukan gerakan akrobatik.

 

3. Simpai/Hoop

Ukuran dari benda ini yang boleh digunakan yakni dengan diameter 51 sampai 90 cm dengan berat minimal 300 gram. Simpai umumnya terbuat dari bahan plastik atau kayu, warna dari simpai tersebut bisa natural atau busa juga disesuaikan dengan kostum atelet senam.

Simpai bisa dimainkan dengan cara dilempar lalu ditangkap kemali, dilempar, diputar dengan dada, lengan, leher, serta pinggul dan masih banyak gerakan yang pernah dilakukan oleh atlet-atelet yang ada.

 

4. Pita/Ribbon

pita senam ritmik

Pita yang digunakan untuk senam irama dibuat dari bahan yang halus seperti kain satindan diberi tongkat pendek dengan ukuran yang berdiameter 1 cm serta panjang 35 cm. Tongkat tersebut terbuat dari kayu atau plastik dengan warna yang sesuai seperti warna pita. Pita mempunyai ukuran panjang 5 (lima) meter untuk junir dan 6 (enam) meter untuk senior. Lebar dari pita yakni 4 sampai 6 cm dengan berat sekitar 35 gram.

Pita tersebut bisa digunakan dengan cara diayunkan, diputar, spiral, dan masih banyak lagi lainnya. Pita tersebut mengiringi gerakan dari atlet senam. Saat melakukan koreografi, atlet senam tersebut tidak boleh menjatuhkan stik dan membuat pita terlilit atau kusut.

Baca Juga : Senam Aerobik.

 

 

Manfaat Senam Irama

Salah satu dari efek senam irama adalah menjadikan tubuh atlet lebih terjaga kesehatannya serta kebugarannya. Selain itu, tubuh atlet juga terjaga proposinya, siap, fleksibel, ramping, tegap, luwes dan penuh dengan energi.

Selain itu manfaatnya bisa membuat penonton senam terhibur sendiri serta bisa mengajak sendiri penonton untuk melakukan olahraga. Setiap gerakan koreografi senam mempunyai fungsi referensi serta pengetahuan tentang gerak tubuh.

 

Nah, itulah penjelasan mengenai Senam Irama. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita dalam dunia persenaman, jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.


Hasif Priyambudi Nothing Last Forever We Can Jump And Feeder #ProALUKERAD
DarkLight