√ Sejarah Sepak Bola: Teknik, Formasi dan Peraturan (Lengkap)

Sejarah Sepak Bola: Teknik, Formasi dan Peraturan

Sejarah Sepak Bola: Teknik, Formasi dan Peraturan

Sejarah Sepak Bola – Siapa yang tidak kenal dengan permainan sepak bola? Mendengar namanya saja, hampir setiap orang dipastikan tahu dengan olahraga yang satu ini. Tak bisa dipungkiri bahwa sepak bola merupakan cabang olahraga yang paling populer dan digemari di seluruh dunia. Hampir di setiap tempat pasti ada orang-orang yang menyukai permainan satu ini. Dan dari tahun ke tahun, kepopuleran sepak bola semakin meluas dan tak pernah berkurang.

Mungkin banyak dari kalian yang juga suka tentang bola tapi belum tahu bagaimana awal sejarah permainan ini tercipta. Atau ada juga yang ingin tahu lebih lanjut tentang apa-apa saja terkait dengan olahraga yang satu ini. Oleh karena itu, Mastekno telah membuat rangkuman materi tentang segala hal seputar sepak bola mulai dari sejarah hingga aturan permainannya secara lengkap.

 

Pengertian Sepak Bola

Adalah suatu permainan yang dimainkan 2 tim beranggotakan 11 orang dengan cara menendang bola bertujuan untuk memasukkannya ke gawang lawan. Selain 11 orang yang bermain di lapangan, biasanya juga ada beberapa cadangan yang siap menggantikan apabila salah satu pemain cidera. Dalam sepak bola, selain kiper dilarang untuk menyentuh bola menggunakan tangan. Bahkan seorang kiper pun hanya boleh memegang bola dalam area pinalti saja.

Pertandingan sepak bola resmi diadakan selama 2×45 menit. Siapa yang mampu mencetak gol lebih banyak dalam waktu tersebut adalah pemenangnya. Namun apabila sampai 2 babak berakhir dan kondisi gol imbang, maka dilanjutkan ke babak tambahan 2×15 menit. Jika masih terjadi kondisi imbang, akan diadakan adu pinalti. Masing-masing tim akan melakukan 5x tendangan pinalti bergantian sampai salah satu memperoleh gol lebih banyak.

 

Sejarah Sepak Bola

Permainan sepak bola sendiri telah mengalami perjalanan yang cukup panjang. Ia bahkan sudah ada sejak abad ke 2 dan 3 sebelum Masehi. Tepatnya pada masa Dinasti Han, saat itu permainannya masih sederhana berupa menggiring bola untuk memasukkannya ke jaring. Permainan serupa pun juga semakin menyebar ke beberapa negara. Pada abad ke 16 di Italia juga populer olahraga menggiring dan menendang bola.

Walau sepak bola pernah dilarang oleh Raja Edward III karena sering terjadi kekerasan di dalamnya. Kemudian pada tahun 1863, untuk pertama kalinya dibuat peraturan resmi/baku untuk permainan ini untuk mencegah hal tersebut. Dan sejak saat itu, orang-orang Inggris mulai menyebarkan olahraga sepak bola ke seluruh dunia.

Hingga akhirnya pada tahun 1904 dibentuk FIFA (Federation Internationale de Football Association) sebagai asosiasi sepak bola dunia. Pertandingan-pertandingan resmi pun mulai banyak diadakan dibawah pengawasan FIFA. Dan bisa dilihat sendiri betapa populernya sepak bola sekarang. Penggemar olahraga ini tersebar di berbagai negara di seluruh belahan dunia.

 

 

Posisi Pemain

Masing-masing tim memiliki 11 orang pemain yang bermain dalam lapangan. Masing-masing dari mereka ditempatkan di posisi tertentu dengan tugas yang berbeda-beda. Semuanya harus bekerjasama demi mencetak gol sekaligus menjaga gawang tim agar tidak kebobolan. Lalu apa saja sih posisi pemain yang ada dalam sepak bola? Sebenarnya hal ini juga bergantung pada formasi yang digunakan, namun secara umum akan seperti berikut.

 

1. Penjaga Gawang (Goal-Keeper)

Seperti namanya, ia adalah pemain yang bertugas untuk menjaga gawang. Selain itu goal keeper juga satu-satunya pemain yang boleh menyentuh bola menggunakan tangannya. Namun hal itu hanya berlaku ketika berada di area pinaltinya sendiri. Seorang kiper umumnya akan memakai sarung tangan untuk membantu menangkap bola. Ia juga diwajibkan punya reflek yang bagus agar dapat mengantisipasi datangnya bola.

 

2. Bek (Defender)

Dalam sepak bola, tentu ada pemain-pemain yang diposisikan sebagai pertahanan. Mereka akan berada di sisi belakang demi menghalau pemain lawan yang ingin menyerang. Pemain bek pun juga memiliki beberapa jenis :

 

Bek Tengah (Center-Back)

Pemain bertahan yang posisinya ada di tengah, biasanya ada ketika tim memakai formasi 4 orang bek. Mereka umumnya harus pandai membaca gerakan lawan serta mampu merebut bola dari mereka. Contoh pemainnya seperti Carles Puyol dan Fabio Cannavaro.

 

Bek Sayap (Wing-Back)

Pemain bertahan yang menjaga sisi samping lapangan. Terbagi menjadi 2 yaitu bek kanan dan kiri. Masing-masing dari mereka menjaga daerah sisi lapangan bila ada lawan yang ingin menyerang. Wing-Back tidak hanya bertugas sebagai pertahanan, kadang kala mereka juga ikut andil dalam menyerang jika dibutuhkan. Contoh pemainnya seperti Roberto Carlos.

 

Sweeper

Umumnya ada ketika sebuah tim menempatkan 5 pemain sebagai bek pertahanan. Seorang sweeper akan berada di belakang Center-Back dan tepat di depan kiper. Ia bertugas untuk menyapu atau mengamankan bola yang berhasil menembus bek lainnya. Ia harus pandai-pandai menutupi celah pertahanan dalam tim mereka. Contoh pemain Sweeper adalah Franz Beckenbauer.

 

3. Gelandang (Midfielder)

Pemain yang berada di tengah, tepatnya diantara bek dan penyerang. Tugasnya adalah menjadi penghubung antara garis pertahanan tim dan pemain penyerang. Selain itu, mereka berperan sebagai defender untuk mencegah lawan bisa sampai pertahanan tim. Midfielder jugalah pengatur serangan karena mereka yang akan memberikan umpan kepada pemain penyerang. Maka dari itu, posisi ini akan sangat menguras tenaga karena tugas yang cukup berat.

 

Gelandang Bertahan (Defending-Midfielder)

Pemain tengah dengan posisi belakang, tepatnya di depan para bek. Ia bertugas untuk membantu pertahanan dari serangan lawan. Contohnya seperti Claude Makelele.

 

Gelandang Tengah (Center-Midfielder)

Posisinya ada di bagian tengah, umumnya akan menjaga sisi kiri dan kanan. Mereka juga berperan dalam mengatur ritme permainan tim. Contoh pemain legenda seperti Steven Gerrard yang bermain untuk Liverpool.

 

Gelandang Serang (Attacking-Midfielder)

Berposisi tengah agak ke depan, di belakang para pemain penyerang. Haruslah pemain dengan skill yang cukup mumpuni dalam mengolah bola. Karena ia merupakan seorang playmaker dan berperan penting dalam penyerangan. Contoh pemain profesionalnya adalah Zinedine Zidane dan Mesut Ozil.

 

Gelandang Sayap (Winger)

Posisinya kurang lebih hampir sama dengan gelandang serang. Bedanya mereka berada di sisi kiri dan kanan. Terdapat pada beberapa jenis formasi seperti 4-3-3 atau 5-4-1. Hal yang penting bagi seorang Winger adalah kemampuan dribbling dan mengontrol bola yang baik. Contohnya seperti Ryan Giggs yang sudah menjadi legenda di Manchester United.

 

4. Penyerang (Forward)

Pemain dengan posisi paling depan, bertugas untuk melakukan penyerangan dan mencetak gol ke gawang lawan. Ia haruslah orang yang punya skill bagus baik dalam dribbling maupun mengolah bola. Seorang Forward juga wajib memiliki kemampuan dalam mengambil keputusan terbaik demi menciptakan gol.

 

Penyerang Tengah (Center-Forward)

Kadang lebih dikenal dengan sebutan Striker, seorang penyerang dengan posisi tengah. Ia seringkali menjadi eksekutor dari umpan-umpan yang diberikan oleh timnya. Maka dari itu seorang penyerang tengah harus punya kemampuan diatas rata-rata baik dalam tendangan maupun sundulan. Cristiano Ronaldo adalah contoh seorang striker dengan skill yang luar biasa.

 

Penyerang Sayap (Wing-Forward)

Sering disebut juga sebagai Withdrawn Striker/Second Striker. Ia merupakan orang yang membantu penyerangan dari sisi samping bersama dengan striker. Skill driblling dan umpan yang bagus sangat diperlukan demi menciptakan peluang bagi striker agar dapat mencetak gol. Legenda sepak bola Pele bisa menjadi contoh seorang WF yang baik.

 

 

Formasi Sepak Bola

formasi sepak bola

Dalam sepak bola, diperlukan formasi-formasi khusus sebagai bentuk dari strategi permainan. Masing-masing tim umumnya memiliki formasi yang berbeda tergantung dari komposisi pemain serta gameplay mereka. Hal ini akan sangat berpengaruh kepada jalannya permainan baik dalam hal bertahan maupun menyerang. Berikut ini beberapa jenis formasi paling populer dan sering digunakan dalam sepak bola :

  • 4-4-2         : (4 pemain belakang dan 2 Gelandang Sayap)
  • 4-4-1-1      : (2 Gelandang Sayap, 1 Gelandang Serang dan 1 Striker)
  • 4-2-4         : (4 orang Back, 2 Gelandang Sayap dan 4 Penyerang )
  • 4-3-2-1      : (3 Gelandang Tengah, 2 Gelandang Serang dan 1 Striker)
  • 4-3-1-2      : (4 Back, 3 Gelandang Bertahan, 1 Penyerang dan 2 Striker)
  • 4-5-1         : (4 Back, 2 Penyerang Sayap, 3 Gelandang dan 1 Striker)
  • 4-3-3          : (4 Back, 3 Gelandang bertahan, 2 penyerang sayap dan 1 Striker)
  • 4-2-3-1      : (2 Back Tengah, 2 Back Sayap, 2 Wings, 1 Penyerang dan 1 Striker)
  • 4-3-3        : (2 Back Sayap, 2 Back Tengah, 2 Sayap, 1 Gelandang Bertahan dan 3 Striker Tengah )
  • 4-1-4-1      : (4 Back, 1 Gelandang Bertahan, 4 Gelandang dan 1 Striker)
  • 3-4-3         : (3 Back, 2 Winger, 2 Gelandang Tengah dan 3 Striker)
  • 3-5-2         : (3 Back, 2 Sweeper, 2 Gelandang tengah, 2 Winger dan 2 Striker)

 

 

Peraturan Dalam Sepak Bola

Seperti yang dijelaskan diatas, bahwa awalnya tidak ada aturan baku dalam permainan sepak bola. Hingga kemudian dibuatlah aturan resmi untuk mencegah terjadinya kekerasan dalam permainan. Segala hal baik yang berkaitan dengan jalannya pertandingan secara langsung maupun alat serta lapangan sudah diatur sedemikian rupa secara resmi dan baku.

 

1. Lapangan

Ukuran lapangan sepak bola juga sudah dipatenkan agar memiliki standart tetap. Untuk pertandingan berskala internasional, panjang minimal 100 meter (100 yards) dan maksimal 110 meter (120 yards). Sedangkan untuk lebar lapangan minimal 64 meter (70 yards) dan maksimal 75 meter (80 yards)

 

2. Bola

Bola merupakan alat utama yang digunakan dalam olahraga ini. Maka dari itu penggunaannya pun juga diatur secara rinci agar selalu memenuhi standart dan kriteria. Pertama tentu harus berbentuk bulat sempurna. Terbuat dari bahan kulit atau sintetis dengan lingkar bola antara 68cm-70cm. Untuk beratnya berkisar 450 gram atau 16 ons. Namun ukuran diatas bisa sedikit berubah tergantung jenis pertandingan yang dilangsungkan.

 

3. Jersey dan Atribut

Masing-masing tim akan mengenakan jersey dengan warna atau corak yang berbeda agar lebih mudah untuk membedakan antara kawan dan lawan. Selain itu, pemain juga diperbolehkan memakai atribut pengaman tambahan asal tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain. Contohnya seperti pelindung kepala bagi yang pernah cidera kepala. Hanya kiper yang boleh memakai sarung tangan, kecuali jika cuaca sedang bersalju maka pemain lain bisa memakainya.

 

4. Pemain

Seperti yang telah kita ketahui, jumlah pemain dalam lapangan dari masing-masing tim adalah 11 orang. Selain itu juga ada beberapa pemain cadangan sebagai pengganti jika ada yang cidera atau semacamnya. Menurut aturan resmi FIFA, dalam satu pertandingan hanya diperbolehkan mengganti pemain maksimal 3 kali. Jika terjadi suatu kondisi dimana pemain tim tersisa kurang dari 7 orang tanpa adanya pengganti, maka secara langsung akan dinyatakan kalah.

 

5. Waktu Permainan

Mungkin banyak yang sudah tahu bahwa sepak bola dimainkan sepanjang 2×45 menit. Jika terjadi kondisi seri, maka bisa dilanjutkan ke babak tambahan 2×15 menit. Namun apabila keadaan belum berubah, ada opsi lain dengan diadakannya adu pinalti.

 

6. Wasit

Wasit adalah orang yang menjadi pengadil dan memegang kendali penuh terhadap jalannya pertandingan. Segala keputusan terkait pertandingan ada di tangannya. Ia bisa menunda atau bahkan menghentikan permainan jika terjadi kondisi yang mengharuskannya.

 

7. Asisten Wasit (Lines Man)

Berbeda dengan wasit yang berada di tengah lapangan, 2 orang asisten wasit bertugas di sisi kanan dan kiri lapangan. Mereka akan membantu karena wasit tak bisa menghandle semuanya sendirian. Asisten wasit akan memberikan isyarat menggunakan bendera jika bola keluar lapangan  atau terjadi offside.

 

8. Kick-Off (Tendangan Pembuka)

Adalah tendangan yang dilakukan saat memulai pertandingan/babak baru atau setelah terjadi sebuah gol.

 

9. Out Ball (Bola Keluar)

Kondisi dimana bola keluar dari batas garis pinggir lapangan. Apabila terjadi, maka akan dilakukan lemparan ke dalam oleh lawan dari tim yang menyentuh bola sebelum keluar lapangan.

 

10. Free Kick (Tendangan Bebas)

Tendangan yang dilakukan setelah terjadi pelanggaran. Bisa dilakukan dengan operan atau tendangan langsung ke arah gawang jika memungkinkan.

 

11. Pinalti

Tendangan yang diberikan apabila terjadi pelanggaran dalam area kotak pinalti. Pemain akan menendang bola dari garis pinalti dan berhadapan satu lawan satu dengan kiper lawan.

 

12. Goal Kick (Tendangan Gawang)

Tendangan yang dilakukan ketika tim lawan membuat bola keluar dan melewati garis di sisi samping gawang. Kiper adalah pemain yang biasanya akan melakukan goal kick.

 

13. Corner Kick (Tendangan Sudut)

Tendangan yang dilakukan karena adanya pemain tim yang membuang bola melewati garis di samping gawangnya sendiri. Tim lawan akan melakukan tendangan dari sisi pojok kanan atau kiri tergantung bola keluar di area mana. Sebuah corner kick bisa berupa operan pendek atau passing melambung.

 

14. Kondisi Gol

Sebuah gol akan dianggap sah apabila sebagian besar bagian bola masuk dan melewati garis gawang. Selain itu juga tidak ada pelanggaran yang dilakukan tepat sebelum terjadinya gol tersebut.

 

15. Offside

Suatu kondisi dimana posisi pemain terlalu di depan tanpa ada lagi bek lawan di belakangnya ketika bola datang padanya. Dengan kata lain, ia berada tepat di depan kiper lawan saat menanti bola. Ini adalah tugas dari asisten wasit untuk mengawasi apakah ada pemain yang melakukan offside.

 

16. Pelanggaran

Aturan resmi dibuat untuk mencegah segala macam tindakan yang membahayakan pertandingan. Dalam permainan pun seringkali terjadi pelanggaran baik berupa handball atau tackling yang dianggap berbahaya.

Jika cukup berat, maka pemain bisa diberi kartu kuning sebagai bentuk peringatan. Apabila terjadi lagi kartu kuning kedua oleh pemain yang sama, maka ia harus keluar lapangan tanpa bisa digantikan. Selain itu bisa juga langsung mendapat kartu merah apabila pelanggaran yang terjadi sangat berat.

 

 

Teknik Dasar Sepak Bola

Bisa dikatakan bahwa semua orang bisa bermain bola. Namun tidak semuanya bisa bermain dengan cara dan teknik yang benar. Karena jika hanya sekedar menggiring atau menendang bola, siapapun dapat melakukannya. Nah berikut ini beberapa teknik dasar yang harus benar-benar dikuasai oleh pemain bola profesional agar dapat bermain dengan baik.

 

1. Menggiring Bola (Dribbling)

Teknik dasar yang wajib dikuasai oleh setiap pemain bola. Bagaimana cara untuk mengontrol bola ketika sedang menggiring sambil berlari agar tidak mudah direbut oleh lawan. Selain itu kecepatan juga merupakan hal yang sangat penting namun tentu harus dengan kontrol yang baik.

 

2. Mengoper (Passing)

Sepak bola adalah permainan tim yang membutuhkan kerjasama. Kalian tidak dapat bermain sendirian dan tetap harus mengoper ke teman tim. Oleh karena itulah, passing juga tak boleh dilakukan secara asal-asalan. Karena tanpa teknik yang benar, operan akan mudah dipotong dan bola direbut oleh lawan.

 

3. Menendang Bola (Shooting)

Teknik yang satu ini penting bukan hanya untuk para striker, tapi semua pemain. Karena untuk melakukan passing yang baik juga harus menggunakan teknik tendangan yang benar. Biasanya pemain profesional akan menggunakan kaki bagian dalam untuk melakukan operan. Sedangkan untuk tendangan keras umumnya menggunakan sisi depan atau atas kaki.

 

4. Teknik Menghentikan Bola

Termasuk dalam teknik kontrol bola, digunakan ketika ingin menghentikan bola yang bergerak. Teknik ini tidak hanya bisa dilakukan dengan menggunakan kaki, namun juga bagian tubuh lain kecuali tangan. Mungkin yang paling sering digunakan seperti kaki, dada dan punggung.

 

5. Menyundul Bola (Heading)

Dalam permainan, bola tak selalu berada di atas tanah. Kadang juga melambung tinggi karena umpan yang diberikan. Nah ketika berebut bola di udara, akan lebih banyak menggunakan sundulan. Pemain yang memiliki postur tinggi tentu mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Gunakan bagian dahi untuk melakukan sundulan agar bola lebih terarah.

 

6. Merebut Bola (Intercepting)

Agar mampu merebut bola, seorang pemain harus pandai dalam membaca gerakan lawan. Prediksi langkah yang akan dilakukan olehnya sehingga bisa lebih mudah diantisipasi. Selain itu, yang terpenting dalam merebut bola haruslah bersih. Artinya tidak dengan cara-cara yang melanggar peraturan.

 

7. Tackling

Teknik untuk merebut bola dengan cara meluncur atau menjatuhkan badan. Namun cara ini cukup beresiko menimbulkan pelanggaran jika tidak dilakukan dengan benar. Arahkan kaki tepat ke bola, jangan ke kaki pemain yang membawanya.

 

 

Macam-Macam Organisasi Sepak Bola

Dengan semakin berkembangnya sepak bola di seluruh dunia, maka muncullah beberapa organisasi yang menaunginya. Hal tersebut agar olahraga ini memiliki aturan dan sistem yang jelas serta menjaga sportivitasnya. Apa saja ya asosiasi sepak bola yang ada di dunia?

 

1. FIFA (Federation Internationale de Football Association)

Asosiasi sepak bola dunia ini berdiri sejak 21 Mei 1904. Kini ia berlokasi di Zurich, Swiss. Tugas dari FIFA adalah mengatur segala hal terkait sepak bola termasuk bursa transfer, penghargaan maupun sanksi bagi yang melanggar aturan.

 

2. AFC (Asian Football Confederation)

Organisasi sepak bola yang mayoritas anggotanya dari Asia. Kurang lebih ada sekitar 46 negara yang sudah bergabung ke dalamya.

 

3. UEFA (Union of Ueropean Football Association)

Hampir sama dengan AFC, bedanya UEFA menaungi sepak bola untuk region Uni Eropa. Berdiri pada 15 Juni 1954, ada sekitar 53 asosiasi sepak bola nasional yang menjadi anggotanya.

 

4. CONMEBOL

Selanjutnya adalah asosiasi khusus wilayah Amerika Selatan yang didirikan pada 9 Juli 1916.

 

5. CONCACAF

Walau berada di Amerika Selatan, beberapa negara tidak tergabung dalam CONMEBOL melainkan ikut CONCACAF. Ia adalah organisasi sepak bola untk wilayah  Amerika Utara. Anggotanya mulai dari Karibia, Guyana dan Suriname.

 

6. PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia)

Tidak perlu dijelaskan panjang lebar, tentu para penggemar bola sudah mengetahuinya. Asosiasi yang menaungi sepak bola di negara Indonesia. Semua kegiatan terkait dengan olahraga ini ada di bawah pengawasan PSSI.

 

Demikian pembahasan lengkap tentang sejarah sepak bola, teknik dan peraturan permainan sepak bola. Semoga apa yang telah dijelaskan diatas bisa memberikan informasi yang bermanfaat. Jika ada yang belum kalian pahami, silahkan langsung tanyakan di kolom komentar. Jangan lupa juga untuk meninggalkan kritik dan saran untuk Mastekno ya.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sejarah Sepak Bola: Teknik, Formasi dan Peraturan

Sejarah Sepak Bola: Teknik, Formasi dan Peraturan

Sejarah Sepak Bola – Siapa yang tidak kenal dengan permainan sepak bola? Mendengar namanya saja, hampir setiap orang dipastikan tahu dengan olahraga yang satu ini. Tak bisa dipungkiri bahwa sepak bola merupakan cabang olahraga yang paling populer dan digemari di seluruh dunia. Hampir di setiap tempat pasti ada orang-orang yang menyukai permainan satu ini. Dan dari tahun ke tahun, kepopuleran sepak bola semakin meluas dan tak pernah berkurang.

Mungkin banyak dari kalian yang juga suka tentang bola tapi belum tahu bagaimana awal sejarah permainan ini tercipta. Atau ada juga yang ingin tahu lebih lanjut tentang apa-apa saja terkait dengan olahraga yang satu ini. Oleh karena itu, Mastekno telah membuat rangkuman materi tentang segala hal seputar sepak bola mulai dari sejarah hingga aturan permainannya secara lengkap.

 

Pengertian Sepak Bola

Adalah suatu permainan yang dimainkan 2 tim beranggotakan 11 orang dengan cara menendang bola bertujuan untuk memasukkannya ke gawang lawan. Selain 11 orang yang bermain di lapangan, biasanya juga ada beberapa cadangan yang siap menggantikan apabila salah satu pemain cidera. Dalam sepak bola, selain kiper dilarang untuk menyentuh bola menggunakan tangan. Bahkan seorang kiper pun hanya boleh memegang bola dalam area pinalti saja.

Pertandingan sepak bola resmi diadakan selama 2×45 menit. Siapa yang mampu mencetak gol lebih banyak dalam waktu tersebut adalah pemenangnya. Namun apabila sampai 2 babak berakhir dan kondisi gol imbang, maka dilanjutkan ke babak tambahan 2×15 menit. Jika masih terjadi kondisi imbang, akan diadakan adu pinalti. Masing-masing tim akan melakukan 5x tendangan pinalti bergantian sampai salah satu memperoleh gol lebih banyak.

 

Sejarah Sepak Bola

Permainan sepak bola sendiri telah mengalami perjalanan yang cukup panjang. Ia bahkan sudah ada sejak abad ke 2 dan 3 sebelum Masehi. Tepatnya pada masa Dinasti Han, saat itu permainannya masih sederhana berupa menggiring bola untuk memasukkannya ke jaring. Permainan serupa pun juga semakin menyebar ke beberapa negara. Pada abad ke 16 di Italia juga populer olahraga menggiring dan menendang bola.

Walau sepak bola pernah dilarang oleh Raja Edward III karena sering terjadi kekerasan di dalamnya. Kemudian pada tahun 1863, untuk pertama kalinya dibuat peraturan resmi/baku untuk permainan ini untuk mencegah hal tersebut. Dan sejak saat itu, orang-orang Inggris mulai menyebarkan olahraga sepak bola ke seluruh dunia.

Hingga akhirnya pada tahun 1904 dibentuk FIFA (Federation Internationale de Football Association) sebagai asosiasi sepak bola dunia. Pertandingan-pertandingan resmi pun mulai banyak diadakan dibawah pengawasan FIFA. Dan bisa dilihat sendiri betapa populernya sepak bola sekarang. Penggemar olahraga ini tersebar di berbagai negara di seluruh belahan dunia.

 

 

Posisi Pemain

Masing-masing tim memiliki 11 orang pemain yang bermain dalam lapangan. Masing-masing dari mereka ditempatkan di posisi tertentu dengan tugas yang berbeda-beda. Semuanya harus bekerjasama demi mencetak gol sekaligus menjaga gawang tim agar tidak kebobolan. Lalu apa saja sih posisi pemain yang ada dalam sepak bola? Sebenarnya hal ini juga bergantung pada formasi yang digunakan, namun secara umum akan seperti berikut.

 

1. Penjaga Gawang (Goal-Keeper)

Seperti namanya, ia adalah pemain yang bertugas untuk menjaga gawang. Selain itu goal keeper juga satu-satunya pemain yang boleh menyentuh bola menggunakan tangannya. Namun hal itu hanya berlaku ketika berada di area pinaltinya sendiri. Seorang kiper umumnya akan memakai sarung tangan untuk membantu menangkap bola. Ia juga diwajibkan punya reflek yang bagus agar dapat mengantisipasi datangnya bola.

 

2. Bek (Defender)

Dalam sepak bola, tentu ada pemain-pemain yang diposisikan sebagai pertahanan. Mereka akan berada di sisi belakang demi menghalau pemain lawan yang ingin menyerang. Pemain bek pun juga memiliki beberapa jenis :

 

Bek Tengah (Center-Back)

Pemain bertahan yang posisinya ada di tengah, biasanya ada ketika tim memakai formasi 4 orang bek. Mereka umumnya harus pandai membaca gerakan lawan serta mampu merebut bola dari mereka. Contoh pemainnya seperti Carles Puyol dan Fabio Cannavaro.

 

Bek Sayap (Wing-Back)

Pemain bertahan yang menjaga sisi samping lapangan. Terbagi menjadi 2 yaitu bek kanan dan kiri. Masing-masing dari mereka menjaga daerah sisi lapangan bila ada lawan yang ingin menyerang. Wing-Back tidak hanya bertugas sebagai pertahanan, kadang kala mereka juga ikut andil dalam menyerang jika dibutuhkan. Contoh pemainnya seperti Roberto Carlos.

 

Sweeper

Umumnya ada ketika sebuah tim menempatkan 5 pemain sebagai bek pertahanan. Seorang sweeper akan berada di belakang Center-Back dan tepat di depan kiper. Ia bertugas untuk menyapu atau mengamankan bola yang berhasil menembus bek lainnya. Ia harus pandai-pandai menutupi celah pertahanan dalam tim mereka. Contoh pemain Sweeper adalah Franz Beckenbauer.

 

3. Gelandang (Midfielder)

Pemain yang berada di tengah, tepatnya diantara bek dan penyerang. Tugasnya adalah menjadi penghubung antara garis pertahanan tim dan pemain penyerang. Selain itu, mereka berperan sebagai defender untuk mencegah lawan bisa sampai pertahanan tim. Midfielder jugalah pengatur serangan karena mereka yang akan memberikan umpan kepada pemain penyerang. Maka dari itu, posisi ini akan sangat menguras tenaga karena tugas yang cukup berat.

 

Gelandang Bertahan (Defending-Midfielder)

Pemain tengah dengan posisi belakang, tepatnya di depan para bek. Ia bertugas untuk membantu pertahanan dari serangan lawan. Contohnya seperti Claude Makelele.

 

Gelandang Tengah (Center-Midfielder)

Posisinya ada di bagian tengah, umumnya akan menjaga sisi kiri dan kanan. Mereka juga berperan dalam mengatur ritme permainan tim. Contoh pemain legenda seperti Steven Gerrard yang bermain untuk Liverpool.

 

Gelandang Serang (Attacking-Midfielder)

Berposisi tengah agak ke depan, di belakang para pemain penyerang. Haruslah pemain dengan skill yang cukup mumpuni dalam mengolah bola. Karena ia merupakan seorang playmaker dan berperan penting dalam penyerangan. Contoh pemain profesionalnya adalah Zinedine Zidane dan Mesut Ozil.

 

Gelandang Sayap (Winger)

Posisinya kurang lebih hampir sama dengan gelandang serang. Bedanya mereka berada di sisi kiri dan kanan. Terdapat pada beberapa jenis formasi seperti 4-3-3 atau 5-4-1. Hal yang penting bagi seorang Winger adalah kemampuan dribbling dan mengontrol bola yang baik. Contohnya seperti Ryan Giggs yang sudah menjadi legenda di Manchester United.

 

4. Penyerang (Forward)

Pemain dengan posisi paling depan, bertugas untuk melakukan penyerangan dan mencetak gol ke gawang lawan. Ia haruslah orang yang punya skill bagus baik dalam dribbling maupun mengolah bola. Seorang Forward juga wajib memiliki kemampuan dalam mengambil keputusan terbaik demi menciptakan gol.

 

Penyerang Tengah (Center-Forward)

Kadang lebih dikenal dengan sebutan Striker, seorang penyerang dengan posisi tengah. Ia seringkali menjadi eksekutor dari umpan-umpan yang diberikan oleh timnya. Maka dari itu seorang penyerang tengah harus punya kemampuan diatas rata-rata baik dalam tendangan maupun sundulan. Cristiano Ronaldo adalah contoh seorang striker dengan skill yang luar biasa.

 

Penyerang Sayap (Wing-Forward)

Sering disebut juga sebagai Withdrawn Striker/Second Striker. Ia merupakan orang yang membantu penyerangan dari sisi samping bersama dengan striker. Skill driblling dan umpan yang bagus sangat diperlukan demi menciptakan peluang bagi striker agar dapat mencetak gol. Legenda sepak bola Pele bisa menjadi contoh seorang WF yang baik.

 

 

Formasi Sepak Bola

formasi sepak bola

Dalam sepak bola, diperlukan formasi-formasi khusus sebagai bentuk dari strategi permainan. Masing-masing tim umumnya memiliki formasi yang berbeda tergantung dari komposisi pemain serta gameplay mereka. Hal ini akan sangat berpengaruh kepada jalannya permainan baik dalam hal bertahan maupun menyerang. Berikut ini beberapa jenis formasi paling populer dan sering digunakan dalam sepak bola :

  • 4-4-2         : (4 pemain belakang dan 2 Gelandang Sayap)
  • 4-4-1-1      : (2 Gelandang Sayap, 1 Gelandang Serang dan 1 Striker)
  • 4-2-4         : (4 orang Back, 2 Gelandang Sayap dan 4 Penyerang )
  • 4-3-2-1      : (3 Gelandang Tengah, 2 Gelandang Serang dan 1 Striker)
  • 4-3-1-2      : (4 Back, 3 Gelandang Bertahan, 1 Penyerang dan 2 Striker)
  • 4-5-1         : (4 Back, 2 Penyerang Sayap, 3 Gelandang dan 1 Striker)
  • 4-3-3          : (4 Back, 3 Gelandang bertahan, 2 penyerang sayap dan 1 Striker)
  • 4-2-3-1      : (2 Back Tengah, 2 Back Sayap, 2 Wings, 1 Penyerang dan 1 Striker)
  • 4-3-3        : (2 Back Sayap, 2 Back Tengah, 2 Sayap, 1 Gelandang Bertahan dan 3 Striker Tengah )
  • 4-1-4-1      : (4 Back, 1 Gelandang Bertahan, 4 Gelandang dan 1 Striker)
  • 3-4-3         : (3 Back, 2 Winger, 2 Gelandang Tengah dan 3 Striker)
  • 3-5-2         : (3 Back, 2 Sweeper, 2 Gelandang tengah, 2 Winger dan 2 Striker)

 

 

Peraturan Dalam Sepak Bola

Seperti yang dijelaskan diatas, bahwa awalnya tidak ada aturan baku dalam permainan sepak bola. Hingga kemudian dibuatlah aturan resmi untuk mencegah terjadinya kekerasan dalam permainan. Segala hal baik yang berkaitan dengan jalannya pertandingan secara langsung maupun alat serta lapangan sudah diatur sedemikian rupa secara resmi dan baku.

 

1. Lapangan

Ukuran lapangan sepak bola juga sudah dipatenkan agar memiliki standart tetap. Untuk pertandingan berskala internasional, panjang minimal 100 meter (100 yards) dan maksimal 110 meter (120 yards). Sedangkan untuk lebar lapangan minimal 64 meter (70 yards) dan maksimal 75 meter (80 yards)

 

2. Bola

Bola merupakan alat utama yang digunakan dalam olahraga ini. Maka dari itu penggunaannya pun juga diatur secara rinci agar selalu memenuhi standart dan kriteria. Pertama tentu harus berbentuk bulat sempurna. Terbuat dari bahan kulit atau sintetis dengan lingkar bola antara 68cm-70cm. Untuk beratnya berkisar 450 gram atau 16 ons. Namun ukuran diatas bisa sedikit berubah tergantung jenis pertandingan yang dilangsungkan.

 

3. Jersey dan Atribut

Masing-masing tim akan mengenakan jersey dengan warna atau corak yang berbeda agar lebih mudah untuk membedakan antara kawan dan lawan. Selain itu, pemain juga diperbolehkan memakai atribut pengaman tambahan asal tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain. Contohnya seperti pelindung kepala bagi yang pernah cidera kepala. Hanya kiper yang boleh memakai sarung tangan, kecuali jika cuaca sedang bersalju maka pemain lain bisa memakainya.

 

4. Pemain

Seperti yang telah kita ketahui, jumlah pemain dalam lapangan dari masing-masing tim adalah 11 orang. Selain itu juga ada beberapa pemain cadangan sebagai pengganti jika ada yang cidera atau semacamnya. Menurut aturan resmi FIFA, dalam satu pertandingan hanya diperbolehkan mengganti pemain maksimal 3 kali. Jika terjadi suatu kondisi dimana pemain tim tersisa kurang dari 7 orang tanpa adanya pengganti, maka secara langsung akan dinyatakan kalah.

 

5. Waktu Permainan

Mungkin banyak yang sudah tahu bahwa sepak bola dimainkan sepanjang 2×45 menit. Jika terjadi kondisi seri, maka bisa dilanjutkan ke babak tambahan 2×15 menit. Namun apabila keadaan belum berubah, ada opsi lain dengan diadakannya adu pinalti.

 

6. Wasit

Wasit adalah orang yang menjadi pengadil dan memegang kendali penuh terhadap jalannya pertandingan. Segala keputusan terkait pertandingan ada di tangannya. Ia bisa menunda atau bahkan menghentikan permainan jika terjadi kondisi yang mengharuskannya.

 

7. Asisten Wasit (Lines Man)

Berbeda dengan wasit yang berada di tengah lapangan, 2 orang asisten wasit bertugas di sisi kanan dan kiri lapangan. Mereka akan membantu karena wasit tak bisa menghandle semuanya sendirian. Asisten wasit akan memberikan isyarat menggunakan bendera jika bola keluar lapangan  atau terjadi offside.

 

8. Kick-Off (Tendangan Pembuka)

Adalah tendangan yang dilakukan saat memulai pertandingan/babak baru atau setelah terjadi sebuah gol.

 

9. Out Ball (Bola Keluar)

Kondisi dimana bola keluar dari batas garis pinggir lapangan. Apabila terjadi, maka akan dilakukan lemparan ke dalam oleh lawan dari tim yang menyentuh bola sebelum keluar lapangan.

 

10. Free Kick (Tendangan Bebas)

Tendangan yang dilakukan setelah terjadi pelanggaran. Bisa dilakukan dengan operan atau tendangan langsung ke arah gawang jika memungkinkan.

 

11. Pinalti

Tendangan yang diberikan apabila terjadi pelanggaran dalam area kotak pinalti. Pemain akan menendang bola dari garis pinalti dan berhadapan satu lawan satu dengan kiper lawan.

 

12. Goal Kick (Tendangan Gawang)

Tendangan yang dilakukan ketika tim lawan membuat bola keluar dan melewati garis di sisi samping gawang. Kiper adalah pemain yang biasanya akan melakukan goal kick.

 

13. Corner Kick (Tendangan Sudut)

Tendangan yang dilakukan karena adanya pemain tim yang membuang bola melewati garis di samping gawangnya sendiri. Tim lawan akan melakukan tendangan dari sisi pojok kanan atau kiri tergantung bola keluar di area mana. Sebuah corner kick bisa berupa operan pendek atau passing melambung.

 

14. Kondisi Gol

Sebuah gol akan dianggap sah apabila sebagian besar bagian bola masuk dan melewati garis gawang. Selain itu juga tidak ada pelanggaran yang dilakukan tepat sebelum terjadinya gol tersebut.

 

15. Offside

Suatu kondisi dimana posisi pemain terlalu di depan tanpa ada lagi bek lawan di belakangnya ketika bola datang padanya. Dengan kata lain, ia berada tepat di depan kiper lawan saat menanti bola. Ini adalah tugas dari asisten wasit untuk mengawasi apakah ada pemain yang melakukan offside.

 

16. Pelanggaran

Aturan resmi dibuat untuk mencegah segala macam tindakan yang membahayakan pertandingan. Dalam permainan pun seringkali terjadi pelanggaran baik berupa handball atau tackling yang dianggap berbahaya.

Jika cukup berat, maka pemain bisa diberi kartu kuning sebagai bentuk peringatan. Apabila terjadi lagi kartu kuning kedua oleh pemain yang sama, maka ia harus keluar lapangan tanpa bisa digantikan. Selain itu bisa juga langsung mendapat kartu merah apabila pelanggaran yang terjadi sangat berat.

 

 

Teknik Dasar Sepak Bola

Bisa dikatakan bahwa semua orang bisa bermain bola. Namun tidak semuanya bisa bermain dengan cara dan teknik yang benar. Karena jika hanya sekedar menggiring atau menendang bola, siapapun dapat melakukannya. Nah berikut ini beberapa teknik dasar yang harus benar-benar dikuasai oleh pemain bola profesional agar dapat bermain dengan baik.

 

1. Menggiring Bola (Dribbling)

Teknik dasar yang wajib dikuasai oleh setiap pemain bola. Bagaimana cara untuk mengontrol bola ketika sedang menggiring sambil berlari agar tidak mudah direbut oleh lawan. Selain itu kecepatan juga merupakan hal yang sangat penting namun tentu harus dengan kontrol yang baik.

 

2. Mengoper (Passing)

Sepak bola adalah permainan tim yang membutuhkan kerjasama. Kalian tidak dapat bermain sendirian dan tetap harus mengoper ke teman tim. Oleh karena itulah, passing juga tak boleh dilakukan secara asal-asalan. Karena tanpa teknik yang benar, operan akan mudah dipotong dan bola direbut oleh lawan.

 

3. Menendang Bola (Shooting)

Teknik yang satu ini penting bukan hanya untuk para striker, tapi semua pemain. Karena untuk melakukan passing yang baik juga harus menggunakan teknik tendangan yang benar. Biasanya pemain profesional akan menggunakan kaki bagian dalam untuk melakukan operan. Sedangkan untuk tendangan keras umumnya menggunakan sisi depan atau atas kaki.

 

4. Teknik Menghentikan Bola

Termasuk dalam teknik kontrol bola, digunakan ketika ingin menghentikan bola yang bergerak. Teknik ini tidak hanya bisa dilakukan dengan menggunakan kaki, namun juga bagian tubuh lain kecuali tangan. Mungkin yang paling sering digunakan seperti kaki, dada dan punggung.

 

5. Menyundul Bola (Heading)

Dalam permainan, bola tak selalu berada di atas tanah. Kadang juga melambung tinggi karena umpan yang diberikan. Nah ketika berebut bola di udara, akan lebih banyak menggunakan sundulan. Pemain yang memiliki postur tinggi tentu mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Gunakan bagian dahi untuk melakukan sundulan agar bola lebih terarah.

 

6. Merebut Bola (Intercepting)

Agar mampu merebut bola, seorang pemain harus pandai dalam membaca gerakan lawan. Prediksi langkah yang akan dilakukan olehnya sehingga bisa lebih mudah diantisipasi. Selain itu, yang terpenting dalam merebut bola haruslah bersih. Artinya tidak dengan cara-cara yang melanggar peraturan.

 

7. Tackling

Teknik untuk merebut bola dengan cara meluncur atau menjatuhkan badan. Namun cara ini cukup beresiko menimbulkan pelanggaran jika tidak dilakukan dengan benar. Arahkan kaki tepat ke bola, jangan ke kaki pemain yang membawanya.

 

 

Macam-Macam Organisasi Sepak Bola

Dengan semakin berkembangnya sepak bola di seluruh dunia, maka muncullah beberapa organisasi yang menaunginya. Hal tersebut agar olahraga ini memiliki aturan dan sistem yang jelas serta menjaga sportivitasnya. Apa saja ya asosiasi sepak bola yang ada di dunia?

 

1. FIFA (Federation Internationale de Football Association)

Asosiasi sepak bola dunia ini berdiri sejak 21 Mei 1904. Kini ia berlokasi di Zurich, Swiss. Tugas dari FIFA adalah mengatur segala hal terkait sepak bola termasuk bursa transfer, penghargaan maupun sanksi bagi yang melanggar aturan.

 

2. AFC (Asian Football Confederation)

Organisasi sepak bola yang mayoritas anggotanya dari Asia. Kurang lebih ada sekitar 46 negara yang sudah bergabung ke dalamya.

 

3. UEFA (Union of Ueropean Football Association)

Hampir sama dengan AFC, bedanya UEFA menaungi sepak bola untuk region Uni Eropa. Berdiri pada 15 Juni 1954, ada sekitar 53 asosiasi sepak bola nasional yang menjadi anggotanya.

 

4. CONMEBOL

Selanjutnya adalah asosiasi khusus wilayah Amerika Selatan yang didirikan pada 9 Juli 1916.

 

5. CONCACAF

Walau berada di Amerika Selatan, beberapa negara tidak tergabung dalam CONMEBOL melainkan ikut CONCACAF. Ia adalah organisasi sepak bola untk wilayah  Amerika Utara. Anggotanya mulai dari Karibia, Guyana dan Suriname.

 

6. PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia)

Tidak perlu dijelaskan panjang lebar, tentu para penggemar bola sudah mengetahuinya. Asosiasi yang menaungi sepak bola di negara Indonesia. Semua kegiatan terkait dengan olahraga ini ada di bawah pengawasan PSSI.

 

Demikian pembahasan lengkap tentang sejarah sepak bola, teknik dan peraturan permainan sepak bola. Semoga apa yang telah dijelaskan diatas bisa memberikan informasi yang bermanfaat. Jika ada yang belum kalian pahami, silahkan langsung tanyakan di kolom komentar. Jangan lupa juga untuk meninggalkan kritik dan saran untuk Mastekno ya.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *