√ Sejarah Perang Dunia II: Penyebab, Kronologi, Dampak (Lengkap)

Sejarah Perang Dunia II: Penyebab, Kronologi dan Dampaknya

Sejarah Perang Dunia II: Penyebab, Kronologi dan Dampaknya
By : Danang Febriyandra 10 min read

Sejarah Perang Dunia 2 – Dalam sejarah peradaban manusia, banyak sekali perang yang terjadi antar kelompok dengan kepentingannya masing-masing. Perang Dunia II adalah salah satu yang terbesar dan diketahui oleh hampir setiap orang. Secara keseluruhan, terhitung lebih dari 100 negara ikut andil dan 60 juta jiwa menjadi korbannya. Semua itu akibat dari masing-masing kubu yang mengerahkan segalanya demi memenangkan perang dan mencapai tujuannya.

Mungkin kalian sendiri sudah sering mendengar tentang Perang Dunia II ini. Namun masih banyak yang belum tahu bagaimana sejarah terjadinya hal tersebut. Serta apa yang menyulut perang terbesar dalam sejarah manusia ini. Maka dari itu, Mastekno telah merangkum kronologi lengkap PD II agar kita jadi lebih tahu tentang sejarah dunia. Sudah siap?

 

Sejarah Awal Perang Dunia II

Perang Dunia II adalah perang skala global yang dimulai pada tahun 1939 hingga 1945. Secara garis besar, PD II merupakan perang antara 2 aliansi militer yaitu sekutu dan poros. Anggota utama sekutu terdiri dari Amerika Serikat, Britania Raya, Uni Soviet dan Tiongkok. Sedangkan aliansi poros terdiri dari Jerman, Italia, Jepang dan beberapa negara bantuan.

Kala itu, dalam upaya untuk menciptakan kedamaian setelah terjadinya Perang Dunia I, dibentuklah organisasi Liga Bangsa-Bangsa (LBB). Namun ternyata LBB tidak mampu menjalankan tugasnya dalam menekan negara-negara yang peserta PD I. Lemahnya peran LBB ini terbukti dengan masih adanya serangan militer yang terjadi, seperti invasi Italia ke Etiopia pada tahun 1935.

Hal tersebut membuat negara-negara lainnya jadi semakin tidak percaya dengan LBB. Fungsi perdamaian yang digadang pun tidak terbukti. Negara-negara aliansi PD I pun malah semakin memperkuat pasukan militernya demi mempertahankan diri atas oposisi. Amerika pun juga tak tinggal diam dan melakukan pergerakan. Berbagai serangan militer juga terus berlanjut. Kekaisaran Jepang mulai menyerang Republik Tiongkok pada tahun 1937 demi menguasai wilayah Asia Timur.

 

 

Penyebab Perang Dunia II

Sebuah perang terjadi tentu ada penyebabnya. Apalagi PD II yang berskala global pastilah memiliki suatu hal yang menjadi pemicu. Sebenarnya cukup banyak penyebab dari Perang Dunia II ini. Maka dari itu biasanya dikelompokkan menjadi penyebab umum dan khusus, sebagai berikut.

 

Penyebab Umum

  • Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa

Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa LBB tidak punya cukup kekuatan untuk menekan serta mengatur para anggotanya. Justru keberadaan LBB seperti tidak dihiraukan oleh para peserta PD I. Serangan-serangan militer terus saja terjadi meski upaya perdamaian terus dilakukan. LBB tidak cukup tegas untuk memberikan hukuman kepada negara yang melanggarnya.

 

  • Timbulnya Kecurigaan Antar Peserta PD I

Sikap saling curiga antar negara yang muncul karena kegagalan LBB. Akibatnya masing-masing negara malah memperkuat kekuatan militer dan persenjataan miliknya. Mereka terus mewaspadai gerakan yang mungkin mengancam kepentingannya.

 

  • Mulai Terbentuk Aliansi Negara PD I

Terbentuknya aliansi-aliansi sebagai bentuk usaha untuk mempertahankan diri jika terjadi peperangan. Ada Blok Fasis beranggotakan Italia, Jerman dan Jepang. Ada Blok Sekutu terdiri dari negara demokratis seperti Amerika dan Komunis seperti Rusia, Polandia.

 

  • Klaim Terhadap Wilayah Kekuasaan

Pertentangan akibat pengakuan dari suatu wilayah oleh sebuah negara. Dengan gencarnya usaha ekspansi yang dilakukan, banyak negara yang mengklaim suatu wilayah sebagai daerah kekuasaan mereka. Contoh Jepang yang berusaha menguasai wilayah Asia Timur. Jerman mengumumkan kekuasaannya di wilayah Eropa Tengah. Hal tersebut bisa diartikan sebagai tantangan terhadap kekuasaan negara besar seperti Inggris, Perancis dan Amerika.

 

  • Pertentangan antara paham Demokrasi, Komunisme dan Fasisme.
  • Adanya Politik Balas Dendam

Timbulnya politis balas dendam (Revanche Idea) oleh Jerman terhadap Perancis. Hal ini akibat Jerman yang merasa tak terima atas apa yang terjadi pada perjanjian damai Versailles.

 

Penyebab Khusus

  • Serangan Militer Terhadap Polandia.
  • Serbuan Tentara Jepang Terhadap Pangkalan Angkatan Laut Amerika di Pearl Harbour, Hawaii.

 

 

Kronologi Terjadinya Perang Dunia II

PD II adalah perang berkepanjangan dan merupakan kelanjutan dari PD I. Secara umum, Perang Dunia II sendiri mulai sejak 01 September 1939. Hal ini ditandai oleh serangan Jerman ke Polandia. Namun sebelum pecahnya PD II tersebut, ada pula serangkaian perang yang semakin memicu terjadinya Perang Dunia II.

 

Sebelum Perang Dunia II

1. Invasi Italia ke Ethiopia (1835)

Sebuah perang antara pasukan kerajaan Italia (Regno d’Italia) dan pasukan Kekaisaran Ethiopia. Berlangsung sekitar 7 bulan mulai dari Oktober 1935 hingga Mei 1936. Perang ini berakhir dengan pendudukan pasukan Italia di Ethiopia. Akibat insiden ini semakin melemahkan peran LBB sebagai organisasi yang menjanjikan kedamaian.

 

2. Perang Saudara Spanyol (1936-1939)

Saat itu sedang terjadi gerakan pemberontak Nasionalis di Spanyol yang dipimpin oleh Fransisc Franco. Pihak Jerman dan Italia pun memberi dukungan terhadap gerakan tersebut. Sedangkan Uni Soviet mendukung Republik Spanyol sebagai pemerintah yang sah.

 

3. Invasi Jepang ke Tiongkok (1937)

Tepat pada bulan Juli 1937, Jepang memulai invasi terhadap kekaisaran Tiongkok. Walaupun berusaha memberikan perlawanan, sedikit demi sedikit Jepang mampu menguasai wilayah Tiongkok, termasuk ibukota Nanking pada Desember 1937. Namun pada Juni 1938, pasukan Jepang berhasil dihentikan dengan cara membanjiri Sungai Kuning. Hal ini sedikit memberikan nafas kepada Tiongkok untuk mempersiapkan diri.

 

4. Invasi Jepang ke Uni Soviet dan Mongolia (1938)

Jepang kembali melakukan invasi terhadap daerah yang diklaim sebagai kekuasaan Uni Soviet. Namun serangan tersebut berakhir dengan kekalahan pada insiden Changkufeng. Di sisi lain, Jepang berhasil mendorong perbatasan Mongolia hingga ke sungai Khalkhin Gol. Namun kemudian Pasukan Merah berhasil memukul mundur tentara Jepang.

 

5. Pendudukan Wilayah Eropa

Di Eropa, beberapa negara menjadi semakin kuat salah satunya adalah Jerman dan Italia. Dibawah kepemimpinan Hitler, Jerman pun mengklaim penguasaan wilayah Sudetenland, Ceko. Tak hanya sampai disitu, Jerman pun semakin berhasil menekan banyak pihak dan memperluas wilayah kekuasaannya.

 

Alur Kronologi Perang Dunia II

Setelah usaha damai tidak menghasilkan titik temu, berbagai invasi dan serangan terus terjadi. Setiap negara semakin memperkuat pasukan militernya dalam usaha untuk mempertahankan diri. Alhasil Perang Dunia II pun akhirnya pecah pada tahun 1939.

 

1. Perang di Wilayah Eropa (1939)

01 September 1939 merupakan titik awal dimulainya PD II, ditandai dengan serangan Jerman dan Slowakia ke wilayah Polandia. Hanya berselang 2 hari, Britania Raya dan Perancis mendeklarasikan perang terhadap Jerman. Italia yang saat itu menjadi sekutu Jerman pun berbalik menyatakan perang terhadap Britania dan Perancis.

Di sisi lain, setelah melakukan gencatan senjata dengan Jepang, Uni Soviet melakukan serangan ke Polandia pada 17 September 1939. Namun Polandia pun tak tinggal diam, mereka memberikan perlawanan dengan dibantu oleh para sekutunya.

 

2. Terbentuknya Kekuatan Poros (1940)

Pada 10 Juni 1940, Italia melakukan serangan terhadap Perancis sebagai bentuk deklarasi perang. Hanya butuh waktu 12 hari untuk membuat Perancis menyerah. Setelah itu, wilayahnya dibagi menjadi kekuasaan Jerman dan Italia.

Kemudian di bulan September 1940, dengan adanya Pakta Tiga Pihak membuat Italia, Jerman dan Jepang menyatukan aliansi militer dan membetuk Kekuatan Poros. Sejak saat itu, jika ada negara (kecuali Uni Soviet) yang menyerang salah satu dari 3 anggota Kekuatan Poros, maka juga dianggap menyatakan perang terhadap ketiganya.

Hingga kemudian November 1940 beberapa negara seperti Hongaria, Rumania dan Slowakia ikut bergabung dengan Pakta Tiga Pihak. Alhasil, beberapa wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh Uni Soviet bisa kembali direbut.

 

3. Perang Global (1941)

Pada 22 Juni 1941, operasi Barbarossa dilakukan. Jerman beserta para anggota kekuatan Poros menyerbu wilayah Uni Soviet. Hitler saat itu bertujuan untuk menghancurkan kekuatan militer Soviet serta menghapus komunisme. Selain itu juga agar memperoleh sumber daya bagi Jerman.

Serangan demi serangan terus dilakukan hingga pasukan Jerman semakin berhasil masuk ke wilayah Uni Soviet. Hal itu menimbulkan dampak kerugian yang besar bagi mereka baik secara materil maupun kekuatan militer.

 

4. Serangan ke Pangkalan Pearl Harbour (7 Desember 1941)

Salah satu peristiwa paling dikenal sepanjang Perang Dunia II. Saat itu Jepang secara tiba-tiba melakukan serangan terhadap Pangkalan Laut Amerika di Pearl Harbor, Hawaii. Karena kejadian tersebut, Amerika pun langsung mendeklarasikan perang kepada Jepang.

Tak berhenti sampai disitu, Jepang terus melakukan serangan ke pangkalan udara AS lain seperti di Filipina. Momen inilah yang membuat Jepang mampu menguasai beberapa wilayah bekas jajahan Belanda. Tentu saja termasuk Indonesia, saat itu wilayah Hindia-Belanda berhasil diduduki oleh pasukan Jepang.

 

5. Pertempuran Memperebutkan Port Moresby (1942)

Mei 1942, militer Jepang melakukan invasi menggunakan serangan amfibi untuk menguasai Port Moresby. Hal itu juga untuk memutus jalur suplai serta komunikasi antara Amerika dan Australia. Namun sayang, usaha tersebut gagal karena pasukan laut Jepang berhasil dicegat dan kalah pada Pertempuran Laut Koral.

 

6. Pertempuran Stanlingrad (1942)

perang Stalingrad

Jerman semakin beringas dan terus melakukan serangan terhadap wilayah Uni Soviet. Pada Agustus 1942, Jerman melakukan invasi untuk menguasai Stalingrad. Dan pada November 1942, mereka hampir bisa menguasai wilayah tersebut, namun Stalin sebagai pimpinan Soviet tidak tinggal diam. Ia pun melancarkan serangan balasan musim dingin dan berhasil mengepung pasukan Jerman.

Dalam keadaan terdesak, Adolf Hitler tetap bersikeras untuk melanjutkan invasi tersebut. Alhasil pasukan Jerman tidak bisa ditarik mundur. Tak menunggu waktu yang lama, pada Februari 1943 Angkatan Darat Jerman menderita kekalahan besar.

Pasukan Jerman yang kala itu sudah semakin melemah akibat kelelahan dan kelaparan tidak bisa mundur lagi. Pada 30 Januari 1943, Pasukan Merah pun menyerang tentara Jerman di wilayah Stanlingrad. Karena kondisi yang tak menguntungkan, Jerman dan pasukan poros pun dibuat menyerah. Pada pertempuran Stanlingrad ini, ada lebih dari 3 juta jiwa menjadi korbannya.

 

7. Kekuatan Poros Melemah, Sekutu Menang

Sejak kekalahan di pertempuran Stalingrad, pasukan Poros semakin mengalami kemunduran. Di sisi lain, Soviet dan sekutu semakin gencar mengerahkan pasukannya. Pada Januari 1945, Soviet menyerang Polandia dan akhirnya berhasil menguasai Prusia Timur.

Tak berhenti sampai disitu, Soviet beserta sekutu terus saja melakukan invasi besar-besaran. Wilayah Silesia dan Pomerania pun jatuh ke tangan mereka. Sementara itu pada 29 April 1945, Jerman memutuskan menyerah kepada Italia. Dan sehari setelahnya Adolf Hitler melakukan bunuh diri.

 

8. Pengeboman Hiroshima dan Nagasaki (Agustus 1945)

Melihat pangkalan lautnya diporak-porandakan, Amerika pun tak tinggal diam. Pada 06 Agustus 1945, kota Hiroshima dijatuhi sebuah bom atom. Berselang 3 hari, dengan pesawat Bomber yang dipiloti oleh Mayor Charles Sweeney juga menjatuhkan sebuah bom atom bernama Fatman di Nagasaki.

Akibat dari serangan tersebut, jutaan orang menjadi korbannya. Kekuatan jepang pun semakin melemah bahkan lumpuh karenanya. Hal ini memaksa mereka untuk menarik pasukannya dari berbagai wilayah termasuk dari Indonesia. Dan tepatnya pada 14 Agustus 1945, akhirnya Jepang menyerah tanpa syarat.

 

9. Berakhirnya Perang Dunia II (1945)

Akibat pengeboman wilayah Hiroshima dan Nagasaki membuat Jepang mengalami kerugian besar. Momen ini jugalah yang dimanfaatkan oleh rakyat Indonesia untuk menyatakan kemerdekaannya. Dengan melemahnya kekuatan Jepang, menjadi kesempatan emas untuk mengusir mereka dari wilayah Indonesia. Hingga akhirnya Perang Dunia II pun perlahan mulai mereda dan berakhir dengan Amerika dan Soviet keluar sebagai pemenangnya.

 

 

Dampak Akibat Perang Dunia II

Sebagai perang terbesar dalam sejarah peradaban manusia, PD II tentu memiliki pengaruh yang sangat besar. Baik untuk mereka yang menang maupun kalah dalam perang tersebut. Apa saja dampak Perang Dunia II dalam berbagai bidang?

 

Bidang Politik

  • Amerika dan Rusia (Soviet) yang berakhir sebagai pemenang tumbuh menjadi negara adidaya dan superior.
  • Untuk memperebutkan pengaruh bagi dunia, terjadilah perang dingin antara Amerika dan Rusia.
  • Mulai bermunculan politik aliansi antar negara demi mencapai tujuan mereka.
  • Beberapa negara jadi terpecah belah, misal Korea Utara dan Selatan, Jerman Barat dan Timur dll.
  • Merdekanya beberapa negara khususnya di wilayah Asia, termasuk Indonesia.
  • Terbentuknya PBB sebagai pengganti LBB yang gagal.

 

Bidang Ekonomi

  • Perekonomian dunia mengalami kekacauan.
  • Sistem perekonomian terpecah menjadi 3, Liberal, Komando dan Campuran.
  • Amerika Serikat muncul sebagai negara kreditur yang memberi pinjaman bagi negara lain.

 

Bidang Sosial

  • Menelan puluhan juta jiwa sebagai korban perang.
  • Terjadinya kemiskinan, kelaparan dan wabah penyakit.
  • Ilmu dan teknologi mengalami kemajuan pesat.

 

Demikian penjelasan lengkap tentang sejarah Perang Dunia II beserta penyebab dan dampaknya bagi dunia. Semoga artikel diatas bisa membuat kita semua jadi lebih tahu tentang sejarah dunia. Masa lalu kelam yang akan mengajarkan bahwa tidak ada hal baik yang datang dari sebuah peperangan. Bagi yang punya kritik, saran atau pertanyaan langsung saja berkomentar di bawah.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sejarah Perang Dunia II: Penyebab, Kronologi dan Dampaknya

Sejarah Perang Dunia II: Penyebab, Kronologi dan Dampaknya
By : Danang Febriyandra 10 min read

Sejarah Perang Dunia 2 – Dalam sejarah peradaban manusia, banyak sekali perang yang terjadi antar kelompok dengan kepentingannya masing-masing. Perang Dunia II adalah salah satu yang terbesar dan diketahui oleh hampir setiap orang. Secara keseluruhan, terhitung lebih dari 100 negara ikut andil dan 60 juta jiwa menjadi korbannya. Semua itu akibat dari masing-masing kubu yang mengerahkan segalanya demi memenangkan perang dan mencapai tujuannya.

Mungkin kalian sendiri sudah sering mendengar tentang Perang Dunia II ini. Namun masih banyak yang belum tahu bagaimana sejarah terjadinya hal tersebut. Serta apa yang menyulut perang terbesar dalam sejarah manusia ini. Maka dari itu, Mastekno telah merangkum kronologi lengkap PD II agar kita jadi lebih tahu tentang sejarah dunia. Sudah siap?

 

Sejarah Awal Perang Dunia II

Perang Dunia II adalah perang skala global yang dimulai pada tahun 1939 hingga 1945. Secara garis besar, PD II merupakan perang antara 2 aliansi militer yaitu sekutu dan poros. Anggota utama sekutu terdiri dari Amerika Serikat, Britania Raya, Uni Soviet dan Tiongkok. Sedangkan aliansi poros terdiri dari Jerman, Italia, Jepang dan beberapa negara bantuan.

Kala itu, dalam upaya untuk menciptakan kedamaian setelah terjadinya Perang Dunia I, dibentuklah organisasi Liga Bangsa-Bangsa (LBB). Namun ternyata LBB tidak mampu menjalankan tugasnya dalam menekan negara-negara yang peserta PD I. Lemahnya peran LBB ini terbukti dengan masih adanya serangan militer yang terjadi, seperti invasi Italia ke Etiopia pada tahun 1935.

Hal tersebut membuat negara-negara lainnya jadi semakin tidak percaya dengan LBB. Fungsi perdamaian yang digadang pun tidak terbukti. Negara-negara aliansi PD I pun malah semakin memperkuat pasukan militernya demi mempertahankan diri atas oposisi. Amerika pun juga tak tinggal diam dan melakukan pergerakan. Berbagai serangan militer juga terus berlanjut. Kekaisaran Jepang mulai menyerang Republik Tiongkok pada tahun 1937 demi menguasai wilayah Asia Timur.

 

 

Penyebab Perang Dunia II

Sebuah perang terjadi tentu ada penyebabnya. Apalagi PD II yang berskala global pastilah memiliki suatu hal yang menjadi pemicu. Sebenarnya cukup banyak penyebab dari Perang Dunia II ini. Maka dari itu biasanya dikelompokkan menjadi penyebab umum dan khusus, sebagai berikut.

 

Penyebab Umum

  • Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa

Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa LBB tidak punya cukup kekuatan untuk menekan serta mengatur para anggotanya. Justru keberadaan LBB seperti tidak dihiraukan oleh para peserta PD I. Serangan-serangan militer terus saja terjadi meski upaya perdamaian terus dilakukan. LBB tidak cukup tegas untuk memberikan hukuman kepada negara yang melanggarnya.

 

  • Timbulnya Kecurigaan Antar Peserta PD I

Sikap saling curiga antar negara yang muncul karena kegagalan LBB. Akibatnya masing-masing negara malah memperkuat kekuatan militer dan persenjataan miliknya. Mereka terus mewaspadai gerakan yang mungkin mengancam kepentingannya.

 

  • Mulai Terbentuk Aliansi Negara PD I

Terbentuknya aliansi-aliansi sebagai bentuk usaha untuk mempertahankan diri jika terjadi peperangan. Ada Blok Fasis beranggotakan Italia, Jerman dan Jepang. Ada Blok Sekutu terdiri dari negara demokratis seperti Amerika dan Komunis seperti Rusia, Polandia.

 

  • Klaim Terhadap Wilayah Kekuasaan

Pertentangan akibat pengakuan dari suatu wilayah oleh sebuah negara. Dengan gencarnya usaha ekspansi yang dilakukan, banyak negara yang mengklaim suatu wilayah sebagai daerah kekuasaan mereka. Contoh Jepang yang berusaha menguasai wilayah Asia Timur. Jerman mengumumkan kekuasaannya di wilayah Eropa Tengah. Hal tersebut bisa diartikan sebagai tantangan terhadap kekuasaan negara besar seperti Inggris, Perancis dan Amerika.

 

  • Pertentangan antara paham Demokrasi, Komunisme dan Fasisme.
  • Adanya Politik Balas Dendam

Timbulnya politis balas dendam (Revanche Idea) oleh Jerman terhadap Perancis. Hal ini akibat Jerman yang merasa tak terima atas apa yang terjadi pada perjanjian damai Versailles.

 

Penyebab Khusus

  • Serangan Militer Terhadap Polandia.
  • Serbuan Tentara Jepang Terhadap Pangkalan Angkatan Laut Amerika di Pearl Harbour, Hawaii.

 

 

Kronologi Terjadinya Perang Dunia II

PD II adalah perang berkepanjangan dan merupakan kelanjutan dari PD I. Secara umum, Perang Dunia II sendiri mulai sejak 01 September 1939. Hal ini ditandai oleh serangan Jerman ke Polandia. Namun sebelum pecahnya PD II tersebut, ada pula serangkaian perang yang semakin memicu terjadinya Perang Dunia II.

 

Sebelum Perang Dunia II

1. Invasi Italia ke Ethiopia (1835)

Sebuah perang antara pasukan kerajaan Italia (Regno d’Italia) dan pasukan Kekaisaran Ethiopia. Berlangsung sekitar 7 bulan mulai dari Oktober 1935 hingga Mei 1936. Perang ini berakhir dengan pendudukan pasukan Italia di Ethiopia. Akibat insiden ini semakin melemahkan peran LBB sebagai organisasi yang menjanjikan kedamaian.

 

2. Perang Saudara Spanyol (1936-1939)

Saat itu sedang terjadi gerakan pemberontak Nasionalis di Spanyol yang dipimpin oleh Fransisc Franco. Pihak Jerman dan Italia pun memberi dukungan terhadap gerakan tersebut. Sedangkan Uni Soviet mendukung Republik Spanyol sebagai pemerintah yang sah.

 

3. Invasi Jepang ke Tiongkok (1937)

Tepat pada bulan Juli 1937, Jepang memulai invasi terhadap kekaisaran Tiongkok. Walaupun berusaha memberikan perlawanan, sedikit demi sedikit Jepang mampu menguasai wilayah Tiongkok, termasuk ibukota Nanking pada Desember 1937. Namun pada Juni 1938, pasukan Jepang berhasil dihentikan dengan cara membanjiri Sungai Kuning. Hal ini sedikit memberikan nafas kepada Tiongkok untuk mempersiapkan diri.

 

4. Invasi Jepang ke Uni Soviet dan Mongolia (1938)

Jepang kembali melakukan invasi terhadap daerah yang diklaim sebagai kekuasaan Uni Soviet. Namun serangan tersebut berakhir dengan kekalahan pada insiden Changkufeng. Di sisi lain, Jepang berhasil mendorong perbatasan Mongolia hingga ke sungai Khalkhin Gol. Namun kemudian Pasukan Merah berhasil memukul mundur tentara Jepang.

 

5. Pendudukan Wilayah Eropa

Di Eropa, beberapa negara menjadi semakin kuat salah satunya adalah Jerman dan Italia. Dibawah kepemimpinan Hitler, Jerman pun mengklaim penguasaan wilayah Sudetenland, Ceko. Tak hanya sampai disitu, Jerman pun semakin berhasil menekan banyak pihak dan memperluas wilayah kekuasaannya.

 

Alur Kronologi Perang Dunia II

Setelah usaha damai tidak menghasilkan titik temu, berbagai invasi dan serangan terus terjadi. Setiap negara semakin memperkuat pasukan militernya dalam usaha untuk mempertahankan diri. Alhasil Perang Dunia II pun akhirnya pecah pada tahun 1939.

 

1. Perang di Wilayah Eropa (1939)

01 September 1939 merupakan titik awal dimulainya PD II, ditandai dengan serangan Jerman dan Slowakia ke wilayah Polandia. Hanya berselang 2 hari, Britania Raya dan Perancis mendeklarasikan perang terhadap Jerman. Italia yang saat itu menjadi sekutu Jerman pun berbalik menyatakan perang terhadap Britania dan Perancis.

Di sisi lain, setelah melakukan gencatan senjata dengan Jepang, Uni Soviet melakukan serangan ke Polandia pada 17 September 1939. Namun Polandia pun tak tinggal diam, mereka memberikan perlawanan dengan dibantu oleh para sekutunya.

 

2. Terbentuknya Kekuatan Poros (1940)

Pada 10 Juni 1940, Italia melakukan serangan terhadap Perancis sebagai bentuk deklarasi perang. Hanya butuh waktu 12 hari untuk membuat Perancis menyerah. Setelah itu, wilayahnya dibagi menjadi kekuasaan Jerman dan Italia.

Kemudian di bulan September 1940, dengan adanya Pakta Tiga Pihak membuat Italia, Jerman dan Jepang menyatukan aliansi militer dan membetuk Kekuatan Poros. Sejak saat itu, jika ada negara (kecuali Uni Soviet) yang menyerang salah satu dari 3 anggota Kekuatan Poros, maka juga dianggap menyatakan perang terhadap ketiganya.

Hingga kemudian November 1940 beberapa negara seperti Hongaria, Rumania dan Slowakia ikut bergabung dengan Pakta Tiga Pihak. Alhasil, beberapa wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh Uni Soviet bisa kembali direbut.

 

3. Perang Global (1941)

Pada 22 Juni 1941, operasi Barbarossa dilakukan. Jerman beserta para anggota kekuatan Poros menyerbu wilayah Uni Soviet. Hitler saat itu bertujuan untuk menghancurkan kekuatan militer Soviet serta menghapus komunisme. Selain itu juga agar memperoleh sumber daya bagi Jerman.

Serangan demi serangan terus dilakukan hingga pasukan Jerman semakin berhasil masuk ke wilayah Uni Soviet. Hal itu menimbulkan dampak kerugian yang besar bagi mereka baik secara materil maupun kekuatan militer.

 

4. Serangan ke Pangkalan Pearl Harbour (7 Desember 1941)

Salah satu peristiwa paling dikenal sepanjang Perang Dunia II. Saat itu Jepang secara tiba-tiba melakukan serangan terhadap Pangkalan Laut Amerika di Pearl Harbor, Hawaii. Karena kejadian tersebut, Amerika pun langsung mendeklarasikan perang kepada Jepang.

Tak berhenti sampai disitu, Jepang terus melakukan serangan ke pangkalan udara AS lain seperti di Filipina. Momen inilah yang membuat Jepang mampu menguasai beberapa wilayah bekas jajahan Belanda. Tentu saja termasuk Indonesia, saat itu wilayah Hindia-Belanda berhasil diduduki oleh pasukan Jepang.

 

5. Pertempuran Memperebutkan Port Moresby (1942)

Mei 1942, militer Jepang melakukan invasi menggunakan serangan amfibi untuk menguasai Port Moresby. Hal itu juga untuk memutus jalur suplai serta komunikasi antara Amerika dan Australia. Namun sayang, usaha tersebut gagal karena pasukan laut Jepang berhasil dicegat dan kalah pada Pertempuran Laut Koral.

 

6. Pertempuran Stanlingrad (1942)

perang Stalingrad

Jerman semakin beringas dan terus melakukan serangan terhadap wilayah Uni Soviet. Pada Agustus 1942, Jerman melakukan invasi untuk menguasai Stalingrad. Dan pada November 1942, mereka hampir bisa menguasai wilayah tersebut, namun Stalin sebagai pimpinan Soviet tidak tinggal diam. Ia pun melancarkan serangan balasan musim dingin dan berhasil mengepung pasukan Jerman.

Dalam keadaan terdesak, Adolf Hitler tetap bersikeras untuk melanjutkan invasi tersebut. Alhasil pasukan Jerman tidak bisa ditarik mundur. Tak menunggu waktu yang lama, pada Februari 1943 Angkatan Darat Jerman menderita kekalahan besar.

Pasukan Jerman yang kala itu sudah semakin melemah akibat kelelahan dan kelaparan tidak bisa mundur lagi. Pada 30 Januari 1943, Pasukan Merah pun menyerang tentara Jerman di wilayah Stanlingrad. Karena kondisi yang tak menguntungkan, Jerman dan pasukan poros pun dibuat menyerah. Pada pertempuran Stanlingrad ini, ada lebih dari 3 juta jiwa menjadi korbannya.

 

7. Kekuatan Poros Melemah, Sekutu Menang

Sejak kekalahan di pertempuran Stalingrad, pasukan Poros semakin mengalami kemunduran. Di sisi lain, Soviet dan sekutu semakin gencar mengerahkan pasukannya. Pada Januari 1945, Soviet menyerang Polandia dan akhirnya berhasil menguasai Prusia Timur.

Tak berhenti sampai disitu, Soviet beserta sekutu terus saja melakukan invasi besar-besaran. Wilayah Silesia dan Pomerania pun jatuh ke tangan mereka. Sementara itu pada 29 April 1945, Jerman memutuskan menyerah kepada Italia. Dan sehari setelahnya Adolf Hitler melakukan bunuh diri.

 

8. Pengeboman Hiroshima dan Nagasaki (Agustus 1945)

Melihat pangkalan lautnya diporak-porandakan, Amerika pun tak tinggal diam. Pada 06 Agustus 1945, kota Hiroshima dijatuhi sebuah bom atom. Berselang 3 hari, dengan pesawat Bomber yang dipiloti oleh Mayor Charles Sweeney juga menjatuhkan sebuah bom atom bernama Fatman di Nagasaki.

Akibat dari serangan tersebut, jutaan orang menjadi korbannya. Kekuatan jepang pun semakin melemah bahkan lumpuh karenanya. Hal ini memaksa mereka untuk menarik pasukannya dari berbagai wilayah termasuk dari Indonesia. Dan tepatnya pada 14 Agustus 1945, akhirnya Jepang menyerah tanpa syarat.

 

9. Berakhirnya Perang Dunia II (1945)

Akibat pengeboman wilayah Hiroshima dan Nagasaki membuat Jepang mengalami kerugian besar. Momen ini jugalah yang dimanfaatkan oleh rakyat Indonesia untuk menyatakan kemerdekaannya. Dengan melemahnya kekuatan Jepang, menjadi kesempatan emas untuk mengusir mereka dari wilayah Indonesia. Hingga akhirnya Perang Dunia II pun perlahan mulai mereda dan berakhir dengan Amerika dan Soviet keluar sebagai pemenangnya.

 

 

Dampak Akibat Perang Dunia II

Sebagai perang terbesar dalam sejarah peradaban manusia, PD II tentu memiliki pengaruh yang sangat besar. Baik untuk mereka yang menang maupun kalah dalam perang tersebut. Apa saja dampak Perang Dunia II dalam berbagai bidang?

 

Bidang Politik

  • Amerika dan Rusia (Soviet) yang berakhir sebagai pemenang tumbuh menjadi negara adidaya dan superior.
  • Untuk memperebutkan pengaruh bagi dunia, terjadilah perang dingin antara Amerika dan Rusia.
  • Mulai bermunculan politik aliansi antar negara demi mencapai tujuan mereka.
  • Beberapa negara jadi terpecah belah, misal Korea Utara dan Selatan, Jerman Barat dan Timur dll.
  • Merdekanya beberapa negara khususnya di wilayah Asia, termasuk Indonesia.
  • Terbentuknya PBB sebagai pengganti LBB yang gagal.

 

Bidang Ekonomi

  • Perekonomian dunia mengalami kekacauan.
  • Sistem perekonomian terpecah menjadi 3, Liberal, Komando dan Campuran.
  • Amerika Serikat muncul sebagai negara kreditur yang memberi pinjaman bagi negara lain.

 

Bidang Sosial

  • Menelan puluhan juta jiwa sebagai korban perang.
  • Terjadinya kemiskinan, kelaparan dan wabah penyakit.
  • Ilmu dan teknologi mengalami kemajuan pesat.

 

Demikian penjelasan lengkap tentang sejarah Perang Dunia II beserta penyebab dan dampaknya bagi dunia. Semoga artikel diatas bisa membuat kita semua jadi lebih tahu tentang sejarah dunia. Masa lalu kelam yang akan mengajarkan bahwa tidak ada hal baik yang datang dari sebuah peperangan. Bagi yang punya kritik, saran atau pertanyaan langsung saja berkomentar di bawah.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *