√ Sejarah Perang Dingin: Latar Belakang, Penyebab, Dampak (Lengkap)

Sejarah Perang Dingin: Latar Belakang, Penyebab, Dampak Perang Dingin

Sejarah Perang Dingin: Latar Belakang, Penyebab, Dampak Perang Dingin

Terdapat berbagai macam peristiwa yang ada di dunia ini yang dapat mengubah kondisi di dunia. Bahkan untuk beberapa peristiwa tersebut telat tercatat dalam sejarah serta masih di pelajari hingga saat ini. Salah satunya yaitu peristiwa Perang Dingin atau yang sering di sebut dengan istilah Cold War. Terjadinya perang dingin ini menjadi salah satu peristiwa yang cukup berpengaruh di dunia.

Pada saat terjadi peristiwa Perang Dingin, terjadi ketegangan yang melibatkan antara Blok Timur dengan Blok Barat. Dimana dalam hal ini Blok Timur adalah daerah kekuasaan Uni Soviet. Sedangkan Blok barat adalah daerah kekuasaan dari Amerika Serikat. Peristiwa Perang Dingin ini terjadi cukup lama dan menimbulkan beberapa peristiwa baru sebagai dampak terjadinya Clod War ini.

Nah untuk kamu yang ingin mengenal dan mempelajari lebih jauh lagi mengenai latar belakang terjadinya Perang Dingin dan apa saja dampak dari Perang Dingin ini, maka berikut ini akan kami sajikan penjelasan mengenai latar belakang terjadinya Perang Dingin dan juga dampaknya. Untuk lebih jelas dan lebih lengkapnya, simak pembahasannya berikut ini.

 

Latar Belakang Perang Dingin

Perang Dingin atau Clod War adalah salah satu peristiwa yang cukup bersejarah yang ada di dunia. Terjadinya Perang Dingin ini menyebabkan pengaruh terhadap beberapa hal yang ada di dunia. Peristiwa Perang Dingin ini terjadi antara Blok Barat dan Blok Timur. Dimana dalam hal ini Blok Barat merupakan daerah yang di kuasai oleh Amerika Serikat, sedangkan Blok Timur merupakan daerah kekuasaan Uni Soviet.

Setelah Perang Dunia II berakhir, disitu pula lahir kemenangan antara negara Amerika Serikat dan juga Uni Soviet. Kedua negara tersebut merupakan sama – sama negara yang kuat. Namun dari kemenangan tersebut, keduanya muncul persaingan yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya Perang Dingin.

Tidak hanya itu saja, ternyata terdapat beberapa hal lain yang menjadi latar belakang terjadinya Perang Dingin. Adapun beberapa penyebab lain terjadinya Perang Dingin tersebut antara lain kami uraikan sebagai berikut ini.

 

Munculnya Uni Soviet Sebagai Negara Adidaya yang Membebaskan Eropa Timur dari Kekuasaan Jerman

Pada saat Perang Dunia II, terdapat beberapa negara Eropa bagian timur yang pada saat itu menjadi salah satu bagian dari kekuasaan Jerman. Semenjak Uni Soviet mengalami kemenangan pada Perang Dunia II, Uni Soviet sudah berhasil membebaskan beberapa negara Eropa bagian timur dari kekuasaan Jerman.

Beberapa negara Eropa bagian Timur yang pernah di bebaskan dari kekuasaan Jerman di antara lain yaitu Bulgaria, Cekoslovakia, Poandia, Hongaria, serta Rumania yang pada akhirnya masuk kedalam pemerintahan komunis Rusia.

 

Amerika Serikat Menjadi Pemenang Perang Dunia II Dari Pihak Sekutu

Pada saat Perang Dunia II terjadi, yang menjadi pihak sekutu yaitu Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat. Dalam perang tersebut, negara adidaya yaitu Amerika Serikat mempunyai peran yang sangat penting dalam memperbaiki sistem perekonomian negara – negara Eropa bagian Barat.

 

Munculnya Beberapa Negara yang Menyatakan Merdeka Setelah Perang Dunia II di Luar Wilayah Eropa

Pada saat Perang Dunia II telah berakhir, cukup banyak pengaruh besar yang di timbulkan terhadap perkembangan negara – negara yang ada di dunia, dalam hal ini yaitu negara di luar wilayah Eropa. Banyak sekali muncul negara – negara baru yang memproklamasikan diri sebagai negara yang merdeka. Kemudian negara – negara tersebut bersatu dan menjadi sebuah negara – negara maju dan berkembang yang dapat memengaruhi perkembangan politik di dunia.

 

 

Faktor Penyebab Terjadinya Perang Dingin

Terjadinya Perang Dingin tentu saja di sebabkan karena beberapa faktor yang dapat memengaruhi dan melatarbelakanginya. Selain karena di latar belakangi oleh berakhirnya Perang Dunia II yang melahirkan negara – negara adidaya baru, ternyata juga di pengaruhi oleh beberapa faktor lain. Beberapa faktor lain yang memengaruhi terjadinya Perang Dingin antara lain adalah sebagai berikut ini.

 

Keinginan Berkuasa

Setelah Perang Dunia II berakhir yang melahirkan dua pemenang yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet. Kedua negara pemenang tersebut sama – sama mempunyai kekuatan dan kekuasaan yang begitu kuat. Oleh karena itu, kedua negara tersebut sama – sama ingin menjadi penguasa dunia dengan menggunakan berbagai macam cara.

Sebagai negara kreditor, negara Amerika Serikat menggunakan cara dengan memberikan pinjaman kepada negara – negara yang sedang membutuhkan bantuan. Dengan begitu untuk negara yang diberikan pinjaman, maka secara tidak langsung menjadi bagian dari kekuasaan negara Amerika Serikat.

Biasanya pinjaman tersebut akan di berikan kepada negara yang sedang berkembang yang sedang gencar – gencarnya melakukan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Tak hanya itu saja, Amerika Serikat juga terus berupaya untuk menjauhkan negara dari paham sosial-komunis dengan cara menjadi tempat pemasaran hasil industri.

Sedangkan rivalnya yaitu Uni Soviet menggunakan cara dengan memanfaatkan kondisi rakyat miskin untuk di ajarkan paham sosial-komunis. Selain itu, Uni Soviet juga menggunakan cara lain yaitu dengan memberikan bantuan kepada negara – negara lain berupa bantuan senjata dan bantuan tenaga ahli. Dengan peralatan yang kuat, maka sebuah negara yang baru saja merdeka dapat mempertahankan kemerdekaan mereka.

 

Perbedaan Paham Antara Liberal-Kapitalis dan Sosial-Komunis

Kekuasaan dari kedua negara pemenang Perang Dunia II yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet tentu saja sudah dikenal dimana – mana. Kedua negara tersebut telah mempunyai kekuatan dan kekuasaan yang cukup besar dan cukup berpengaruh di dunia. Terlebih lagi kedua negara tersebut merupakan pemenang Perang Dunia II, tentu saja beberapa negara akan tunduk pada kekuasaan keduanya.

Akan tetapi kedua negara tersebut mempunyai paham ideologi yang berbeda. Dimana Amerika Serikat menganut paham ideologi liberal-kapitalis, sedangkan Uni Soviet menganut paham ideologi sosial-komunis.

Ideologi atau paham sosial-komunis ini adalah sebuah pandangan hidup sebuah negara yang berkeyakinan bahwa negara merupakan pengendali perusahaan yang keuntungannya akan dinikmati oleh rakyatnya. Dengan demikian, maka di harapkan kesejahteraan kaum buruh akan jauh lebih meningkat.

Sedangkan ideologi atau paham liberal-kapitalis merupakan sebuah paham atau ideologi sebuah negara yang berpandangan bahwa kebebasan individual yang akan mendukung secara sempurna kapitalisme akan berkembang secara cepat dan pesat. Kedua ideologi tersebut baik itu sosial-komunis maupun liberal-kapitalis saling bertentangan. Hal tersebut yang menjadi salah satu faktor yang memperkuat terjadinya persaingan antara kedua negara tersebut.

 

Berdirinya Paktat Pertahanan

Dalam rangka untuk memenuhi kepentingan serta mengatasi perbedaan dalam meraih kekuasaan, maka negara – negara di bagian Eropa Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat ini sudah membuat sebuah Pakta Pertahanan yang berada di Atlantic Utara. Nama dari Pakta Pertahanan tersebut yaitu NATO yang merupakan kepanjangan dari North Atlantic Treaty Organization.

Negara – negara yang bergabung menjadi anggota dari NATO yaitu Irlandia, Inggris, Denmark, Belgia, Norwegia, Belanda, Jerman Barat, Prancis, Portugal, Leuksemburg, Kanada, dan Amerika Serikat. Letak dari markas organisasi NATO ini berada di Brussel, Belgia.

Sedangkan di sisi ain, negara – negara yang berada di bagian Eropa Timur yang di pimpin oleh Uni Soviet yaitu pada tahun 1955 juga membuat sebuah Pakta Pertahanan dengan nama Pakwa Warsawa. Pembentukan Pakta Warsawa ini merupakan sebagai bentuk persaingan terhadap apa yang telah dilakukan oleh Amerika Serikat.

Beberapa negara yang ikut bergabung dalam Pakta Warsawa yaitu mulai dari negara Uni Soviet, Bulgaria, Jerman Timur, Hungaria, Albania, Rumania, Polandia, dan Cekoslowakia. Semenjak kedua Pakta tersebut dibuat, membuat suasana di antara kedua negara tersebut yaitu antara Uni Soviet dan Amerika Serikat menjadi semakin memanas.

Kedua negara tersebut saling menaruh rasa curiga dan rasa ketidakpercayaan dan juga ke salah pahaman di antara keduanya. Pihak Amerika Serikat menuduh Uni Soviet menggunakan ideologi sosial-komunis kepada negara – negara demokrasi sebagai salah satu upaya dalam memperluas hegemoni.

Sementara itu di sisi lain, Uni Soviet menuduh Amerika Serikat sudah menjalankan politik imperialis. Karena hilangnya rasa saling percaya dan saling curiga ini, munculah sebuah istilah Perang Dingin atau Cold War.

 

Fase Fase Perang Dingin

Peristiwa Perang Dingin yang terjadi di belahan bumi bagian Eropa ini sudah berlangsung sudah cukup lama yaitu dimulai pada tahun 1947 hingga tahun 1991. Selama 4 tahun tersebut sudah terjadi berbagai macam peristiwa yang menunjukkan hubungan yang tidak harmonis antara Blok Barat dan Blok Timur. Kedua Blok tersebut saling menaruh rasa curiga dan muncul ke salah pahaman. Baik dari Blok yang di pimpin oleh Amerika Serikat maupun Blok yang di pimpin oleh Uni Soviet.

Berlangsungnya Perang Dingin antara kedua Blok tersebut yaitu antara Blok Barat dan Blok Timur terbagi kedalam beberapa fase. Adapun beberapa fase dalam Perang Dingin tersebut akan kami uraikan secara ringkas seperti di bawah ini.

 

Periode 1947 hingga 1953

Periode ini merupakan periode pertama yang merupakan awal mula terjadinya Perang Dingin. Hal ini bermulai karena adanya pembagian wilayah Jerman yang membuat terbentuknya blok – blok negara. Tak hanya itu saja, pada periode tersebut ini juga telah dikeluarkan Truman Doctrin, Marshall Plan, Blocade Berlin, dan lain sebagainya, bahkan telah terjadi kudeta komunis di Cekoslovakia, perang Korea, Pembelotan Tito, pendirian NATO dan kemenangan komunis di Cina.

 

Periode 1953 hingga 1956

Pada periode ini terjadi beberapa peristiwa penting, di antaranya yaitu Ekspansi NETO, terjadinya perang Indocina, terjadinya krisis di Matsu dan Quemoy, terjadi krisi di Suez, serta pembentukan SEATO dan MEATO.

 

Periode 1956 hingga 1958

Di dalam periode ini tepatnya selama dua tahun, hubungan antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet semakin memanas. Hal tersebut terbukti dengan terjadinya berbagai peristiwa yang cukup merugikan bagi keduanya. Di antaranya yaitu terjadi penindasan terhadap revolusi Hongaria yang dilakukan oleh Uni Soviet, terjadi krisis di Irak, Jordania, dan Lebanon, serta krisi di Taiwan.

 

Periode 1958 hingga 1962

Dalam periode ini terjadi sebuah peristiwa meningkatnya dukungan terhadap Uni Soviet dengan gerakan gerilya Komunis yang terjadi di Vietnam. Selain itu, juga tengah terjadi krisi di Kongo, Kuba, dan Laos.

 

Periode 1962 hingga 1985

Pada periode ini ancaman perang dengan senjata nuklir mulai disiarkan. Selain itu, pada periode ini juga terjadi krisis nuklir di negara Kuba dan Agresi Militer yang dilakukan oleh Uni Soviet ke Afganistan.

 

Periode 1985 hingga 1990

Dalam periode ini Perang Dingin mulai mereda setelah munculnya Gorbachev, terbukti dengan semakin turunnya pembicaraan mengenai Uni Soviet dan Amerika Serikat.

 

Tahun 1991

Perang Dingin Berakhir.

 

Sejarah Perang Dingin

Perang Dingin merupakan sebuah peristiwa bentuk ketegangan yang terjadi sebagai salah satu perwujudan konflik yang terjadi antara Blok Timur dan Blok Barat. Perang Dingin ini terjadi selama 44 tahun yang dimulai pada tahun 194 dan berakhir pada tahun 1991. Selama kurun waktu 44 tahun tersebut terjadi berbagai macam peristiwa dan isu yang dikembangkan oleh kedua Blok.

Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet dan Blok Barat yang di pimpin Oleh Amerika Serikat. Perang Dingin ini terjadi pada saat Perang Dunia II berakhir. Dalam Perang Dunia II tersebut, Amerika Serikat dan Uni Soviet berada di dalam satu sekutu yang memenangkan perang terhadap Italia, Jepang, dan Jerman.

Akan tetapi sayangnya kemenangan yang diperoleh oleh sekutu tersebut tidak di imbangi dengan terciptanya perdamaian di antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Salah satu penyebabnya yaitu karena perbedaan Ideologi yang cukup kontras antara ideologi kapitalis-liberalis dengan sosial-komuis yang saling bertentangan membuat kedua negara tersebut saling bersitegang.

Apalagi setelah terjadinya konferensi The Big Three yang berlangsung di Teheran, Iran pada bulan November tahun 1943 yang mempunyai pengaruh yang cukup signifikan terhadap peristiwa – peristiwa yang terjadi selanjutnya. Pertemuan tersebut di ikuti oleh negara Inggris, Uni Soviet, Amerika Serikat.

Dalam konferensi tersebut membahas bagaimana strategi militer yang terbaik untuk menghancurkan Jerman. Pada bulan Juli tahun 1945, pasca perang di Postdam, perbedaan ideologi atau pandangan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet di anggap sebagai asal – muasal terjadinya Perang Dingin di antara keduanya.

Pada masa itu presiden Amerika Serikat yaitu Harry S Truman menginginkan terselenggaranya pemilu yang bebas dari negara – negara Eropa bagian timur, akan tetapi hal tersebut ditolak oleh Stalin karena di anggap akan membentuk sebuah pemerintahan yang anti terhadap Uni Soviet.

Stalin mempunyai keyakinan bahwa hanya negara – negara dengan ideologi atau paham komunis saja yang dapat menjadi sekutu sejati dari Uni Soviet. Pada saat itu Stalin mempunyai kekhawatiran apabila pemilu bebas tersebut terjadi, maka akan membentuk sebuah pemerintahan yang nantinya akan menjadi musuh baru Uni Soviet di perbatasan sebelah barat.

Sejak masuknya para pasukan ke wilayah Timur, Stalin berpendapat bahwa harus tetap menegakkan keyakinan tersebut. Menanggapi hal tersebut, pihak Amerika Serikat malah menanggapinya secara berlebihan. Sebelum diselenggarakannya Konferensi Postdam, tepatnya pada bulan Mei tahun 1945,  Truman mengusulkan untuk menghentikan bantuan kepada Uni Soviet.

Selanjutnya pada bulan Oktober tahun 1945 Truman menyatakan bahwa ia tidak akan mengikuti pemerintahan yang di bangun dengan cara paksaan serta tidak akan mengabaikan aspirasi politik dari rakyatnya.

Kemudian pada bulan Maret tahun 1946, Churchil yang pada saat itu merupakan mantan perdana menteri Inggris menyatakan di dalam kunjungannya kepada Amerika Serikat bahwa Iron Curtain atau Tirai Besi sedang di gelar di daratan Eropa dan juga Jerman yang terbagi menjadi dua blok yang saling berlawanan.

Karena keputusan tersebut maka pihak Amerika Serikat berbuat tidak baik dan emosional sehingga suasana politik semakin tegang. Oleh karena itu, pihak Amerika Serikat melakukan berbagai macam mobilitas dalam berbagai bidang secara cepat. Di tambah lagi dengan para agen Inteligen Stalin yang bergerak menyuarakan betapa pentingnya perjuangan ideologi untuk melawan imperialisme kapitalis.

Karena hal tersebut, maka Amerika Serikat semakin terbakar dan ingin mengambil alih Eropa secara agresif dengan cara kekerasan dan pemogokan yang di lakukan di Prancis dan Italia. Di sisi lain,Uni Soviet juga mengimbanginya dengan cara melakukan tekanan terhadap Iran yang kemudian di bantu oleh Razim Syah Reza Pahlavi. Pada saat itu Turki sangat pro terhadap Amerika Serikat.

Perang Sipil juga terjadi antara Cina juga Yunani. Pada saat musim Semi pada tahun 1947 menurut Amerika Serikat, Uni Soviet sudah memberikan pengaruh paham komunis dan berbagai macam kegiatan yang bersifat subversif kepada negara – negara Eropa bagian Barat. Menyikapi hal tersebut, pihak Amerika Serikat menggunakan Doktrin Presiden Truman yaitu melakukan Politik Containing terhadap kawasan yang telah di kuasai oleh komunis.

Kemudian Truman meminta bantuan militer untuk di kirimkan ke Yunani dan Turki pada Kongres US. Tujuan dari dikirimnya bantuan militer tersebut yaitu untuk membatasi perkembangan komunisme di wilayah Eropa bagian Barat. Tak hanya itu saja, Amerika Serikat juga gencar memberikan bantuan ekonomi serta militer ke negara – negara di Eropa bagian Barat melalui Marshall Plan.

Akan tetapi Stalin menolak bantuan dari Marshall Plan ke Eropa bagian Timur, karena daerah tersebut merupakan bagian dari wilayah kekuasaannya. Stalin menolak bantuan tersebut dengan membentuk sistem satu partai komunis dalam tubuh pemerintahan di Eopa bagian Timur. Penduduk di neara Cekoslowakia menjadi bukti berdirinya komunis di Eropa, hal tersebut tentu cukup mengkhawatirkan untuk Amerika Serikat.

Terlebih lagi pada saat Stalin melakukan blokade kepada semua jalur lalu lintas barang dan manusia dari ona pendudukan Jerman ke Berlin. Tentunya hal tersebut membuat suasana semakin memanas. Karena sudah terjadi blokade Berlin, pada akhirnya sekutu melakukan air lift, yaitu menjatuhkan bahan makanan serta obat – obatan melalui udara.

Hal tersebut dilakukan setidaknya hingga sebanyak 324 hari sebagai bentuk politik containing. Pada bulan April 1949, Amerika Serikat telah berhasil membentuk negara – negara Eropa Barat untuk mendirikan sebuah pakta pertahanan. Pakta pertahanan tersebut di beri nama North Atlantic Treaty Organization, atau yang lebih di kenal dengan sebutan NATO.

NATO beranggotakan negara Denmark, Norwegia, Islandia, Irlandia, Kanada, Inggris, Portugal, Amerika Serikat, Luxemburg, Prancis, Belgia, Belanda, dan Jerman Barat. Pusat NATO terletak di Belgia. Menanggapi hal tersebut, Uni Soviet tidak tinggal diam saja, Uni Soviet mendirikan sebuah Pakta Pertahanan yang di beri nama dengan Pakta Warsawa.

Beberapa negara yang bergabung menjadi bagian dari Pakta Warsawa di antara lain yaitu Uni Soviet, Albania, Cekoslovakia, Bulgaria, Polandia, Rumania, Hongaria, dan Jerman Timur. Dengan munculnya kedua pakta pertahanan ini menjadikan hubungan antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet semakin memanas sehingga di antara Blok Timur dan Blok Barat muncul rasa saling curiga dan pada akhirnya muncul ke salah pahaman.

Hal tersebut yang menyebabkan peristiwa Perang Dingin ini terjadi karena kedua Blok yaitu Blok Timur dan Blok Barat sama – sama bersaing dalam mengembangkan senjata, menebar mata – mata untuk saling memata – matai serta mempertahankan pengaruh terhadap para sekutunya masing – masing.

 

Peredaan Perang Dingin

Pada tahun 1970 kondisi politik yang mulanya terus bersitegang antara Blok Barat dan Blok Timur yang di pimpin oleh Uni Soviet dan Amerika Serikat mulai mereda. Namun pada akhirnya terdapat beberapa hal yang menjadikan hubungan di antara keduanya kian membaik. Adapun beberapa hal yang membuat Blok Barat dan Blok Timur membaik adalah sebagai berikut.

  • Isu Berlin Barat Diselesaikan di Meja Perundingan Pada Tahun 1971

Di dalam The Quardripatite Agreement of September 3, 1971 terdapat kesepakatan dari empat kekuatan untuk Berlin dalam menjamin atas keselamatan akses baik dari ataupun menuju Berlin Barat dengan menggunakan kereta ataupun mobil yang melewati Berlin Timur. Selain itu juga mengakhiri blokade yang sebelumnya dilakukan oleh Uni Soviet

  • Bergabungnya Inggris dengan masyarakat ekonomi Eropa.
  • Pada tahun 1973 negara – negara di bagian barat mulai melakukan hubungan diplomatik dengan Republik Rakyat Cina yang merupakan anggota dari partai komunis.
  • Terjadinya kesepakatan terhadap pembatasan senjata yang dilakukan dalam persetujuan Strategi Arm Limited Task I dan Strategi Arm Limited Task II.
  • Munculnya Mikhail Gorbachew yang sudah di pengaruhi oleh presiden Ronald Reagen dalam rangka meningkatkan kemampuan persenjataan untuk melakukan persetujuan pembatasan nuklir balistik.
  • Keberhasilan Deng Xiaoping dalam menguasai partai komunis setelah Mao Tse Tung meninggal di Republik Rakyat Cina. Deng Xiaoping adalah pimpinan dari kelompok yang menginginkan reformasi ekonomi.

 

Akhir Perang Dingin

Setelah melalui proses yang begitu panjang, pada akhirnya kedua negara yang saling berselisih yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet mendeklarasikan untuk mengakhiri Perang Dingin yang selama ini terjadi di kedua negara tersebut yang telah memengaruhi keadaan politik yang kian memanas. Deklarasi tersebut di umumkan dua hari setelah dilakukan pertemuan puncak malta.

Konferensi pers tersebut dilakukan secara bersama – sama di atas kapal layar Soviet, Maxxim Groky. Keduanya baik Amerika Serikat dan Uni Soviet akan mengurangi jumlah pasukan dan juga persenjataan yang berada di wilayah Eropa. Pimpinan Uni Soviet yaitu Mikhail Gorbachew menyatakan bahwa tidak akan menyatakan perang terbuka terhadap Amerika Serikat.

Sementara itu presiden Amerika Serikat yaitu George Bush juga menyatakan bahwa akan melakukan kerja sama dengan Uni Soviet dalam rangka merealisasikan perdamaian. Pertemuan Puncak Yalta adalah salah satu pertemuan yang sangat penting sejak pertemuan yang dilakukan oleh Churchill, Stalin dan Roosevelt setelah Perang Dunia II untuk Eropa di Yalta.

Dalam pertemuan tersebut kedua belah pihak menyatakan bahwa mereka akan melakukan pembicaraan lebih lanjut pada bulan Juni 1990 untuk membahas kebijakan yang ada di Amerika Tengan serta melakukan pemotongan senjata armada laut.

 

Dampak Perang Dingin

Berlangsungnya perang dingin yang terjadi hingga puluhan tahun tentu saja akan memberikan dampak yang cukup besar bagi dunia. Dari dampak tersebut terdapat dampak positif dan juga dampak negatif. Untuk lebih lengkapnya simak dampak positif dan dampak negatif dari peristiwa Perang Dingin berikut ini.

 

Dampak Positif

Peristiwa Perang Dingin terjadi sejak tahun 1947 hingga tahun 1991 tentu saja memberikan pengaruh yang cukup besar dalam berbagai bidang, baik dalam bidang politik, ekonomi, ideologi, sosial, dan juga militer.

Bidang Ekonomi

Terjadinya Perang Dingin baik itu di akui atau tidaknya tentu saja membawa pengaruh positif terhadap perkembangan perekonomian yang ada di dunia. Hal tersebut di tandai dengan munculnya negara super power. Negara super power merupakan negara – negara yang mempunyai modal yang besar dan menjadi negara pemegang modal.

Negara – negara super power tersebut tentu saja saling berlomba – lomba dalam memperoleh keuntungan sebanyak – banyaknya dengan cara melakukan investasi dari modal yang dimiliki kepada negara – negara yang masih berkembang dan pada umumnya mempunyai upah buruh yang masih rendah. Meskipun demikian, namun hal tersebut justru berdampak positif untuk negara berkembang tersebut.

Karena pertumbuhan ekonomi pada negara berkembang tersebut akan semakin tumbuh lebih pesat lagi. Dengan begitu baik pemilik modal ataupun negara yang di berikan modal akan sama – sama mendapatkan keuntungan. Walaupun seperti itu, namun dalam dunia perekonomian juga membawa nilai politik.

Sebuah negara dengan modal yang besar maka akan mendapatkan keuntungan yang besar pyla. Sementara negara yang mempunyai modal yang kecil, maka akan mendapatkan keuntungan yang kecil pula. Sehingga pada waktu itu muncul istilah globalisasi ekonomi. Dengan salah satu kebijakannya yaitu penyatuan mata uang. Seperti yang sudah dilakukan di Eropa yaitu menggunakan mata uang Euro.

Bidang Sosial Budaya

Dalam bidang sosial budaya isu mengenai Hak Asasi Manusia mulai sedikit meluap, oleh karena itu undang – undang yang berkaitan dengan Hak Asasi Manusia mulai di akui keberadaannya. Dengan adanya Hak Asasi Manusia maka rakyat akan semakin percaya bahwa tidak ada lagi penindasan terhadap kaum yang lemah dan juga akan semakin percaya akan adanya demokrasi.

Bidang Militer

Karena di antara Amerika Serikat dan Uni Soviet mempunyai perasaan ingin menjadi yang terbaik maka di antara keduanya meningkatkan persenjataan yang di miliki. Sehingga persaingan senjata akan semakin berkembang dengan pesat.

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Kedua belah pihak yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet merasa keduanya memiliki kekuatan serta ingin menguasai dunia, maka di antara keduanya terus berlomba – lomba untuk menjadi yang terbaik. Salah satunya yaitu di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahkan keduanya saling bersaing untuk meluncurkan roket ke luar angkasa.

Berkat peluncuran roket tersebut, sehingga pada saat ini dapat kita ketahui bagaimana bentuk dari tata surya. Terlepas entah siapa yang memulainya terlebih dahulu, akan tetapi yang paling penting yaitu ilmu pengetahuan mengalami perkembangan yang begitu pesat.

Selain dari ilmu pengetahuan yang berkembang sangat pesat, dari bidang teknologi juga berkembang dengan begitu cepat. Terlebih lagi teknologi yang berhubungan dengan kegiatan militer makan akan mendapatkan support penuh dari pemerintah. Pada masa – masa inilah disiplin – disiplin ilmu sains mulai berdampak pada kehidupan masyarakat.

Selain itu teknologi – teknologi modern juga mulai hadir dalam berbagai macam bidang mulai dari bidang ekonomi, militer, dan sumber daya alam. Dengan berbagai macam teknologi canggih maka pada akhirnya mampu memproduksi barang – barang dalam skala yang lebih besar di bandingkan dengan sebelumnya.

 

Dampak Negatif

Selain memberikan dampak yang positif dalam berbagai bidang yang ada di dunia,Perang Dinging yang terjadi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet yang terjadi pada tahun 1947 hingga tahun 1991 juga memberikan dampak negatif dalam berbagai bidang yang ada di dunia. Adapun beberapa dampak negatif dari Perang Dingin adalah sebagai berikut.

Bidang Militer

Perkembangan senjata nuklir di antara kedua negara yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet yang sangat pesat menjadi sebuah momok tersendiri bagi masyarakat yang ada di seluruh dunia. Masyarakat dunia akan merasakan ketakutan jika terjadi perang nuklir di antara keduanya.

Bidang Politik

Dengan di bangunnya tembok Berlin sebagai tanda pembatas antara Jerman Timur dengan Jerman Barat membuat Jerman menjadi terpecah menjadi dua bagian karena di antara keduanya menganut paham yang berbeda. Dalam hal ini Jerman Timur menganut paham sosial-komunis dan Jerman Barat menganut paham liberal-kapitalis.

Selain itu Uni Soviet juga menyiapkan bala tentara yang siap untuk menembaki orang – orang Jerman Timur yang mempunyai keinginan untuk pindah ke Jerman Barat. Karena Jerman Barat di anggap lebih maju di bandingkan dengan Jerman Timur, maka bayak orang – orang Jerman Timur yang berkeinginan untuk pindah ke Jerman Barat. Namun hal tersebut ternyata menyinggung Uni Soviet, oleh karena itu Uni Soviet membuat sebuah kebijakan demikian dan kota Berlin akhirnya terbelah menjadi dua bagian

 

Demikianlah pembahasan ringkas mengenai sejarah perang dingin, latar belakang, penyebab, dan dampak perang dingin yang melibatkan negara – negara yang ada di Eropa. Semoga pembahasan yang telah kami berikan dapat bermanfaat dan dapat menambah wawasan kamu mengenai sejarah perang dingin, latar belakang, penyebab, dan dampak perang dingin.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sejarah Perang Dingin: Latar Belakang, Penyebab, Dampak Perang Dingin

Sejarah Perang Dingin: Latar Belakang, Penyebab, Dampak Perang Dingin

Terdapat berbagai macam peristiwa yang ada di dunia ini yang dapat mengubah kondisi di dunia. Bahkan untuk beberapa peristiwa tersebut telat tercatat dalam sejarah serta masih di pelajari hingga saat ini. Salah satunya yaitu peristiwa Perang Dingin atau yang sering di sebut dengan istilah Cold War. Terjadinya perang dingin ini menjadi salah satu peristiwa yang cukup berpengaruh di dunia.

Pada saat terjadi peristiwa Perang Dingin, terjadi ketegangan yang melibatkan antara Blok Timur dengan Blok Barat. Dimana dalam hal ini Blok Timur adalah daerah kekuasaan Uni Soviet. Sedangkan Blok barat adalah daerah kekuasaan dari Amerika Serikat. Peristiwa Perang Dingin ini terjadi cukup lama dan menimbulkan beberapa peristiwa baru sebagai dampak terjadinya Clod War ini.

Nah untuk kamu yang ingin mengenal dan mempelajari lebih jauh lagi mengenai latar belakang terjadinya Perang Dingin dan apa saja dampak dari Perang Dingin ini, maka berikut ini akan kami sajikan penjelasan mengenai latar belakang terjadinya Perang Dingin dan juga dampaknya. Untuk lebih jelas dan lebih lengkapnya, simak pembahasannya berikut ini.

 

Latar Belakang Perang Dingin

Perang Dingin atau Clod War adalah salah satu peristiwa yang cukup bersejarah yang ada di dunia. Terjadinya Perang Dingin ini menyebabkan pengaruh terhadap beberapa hal yang ada di dunia. Peristiwa Perang Dingin ini terjadi antara Blok Barat dan Blok Timur. Dimana dalam hal ini Blok Barat merupakan daerah yang di kuasai oleh Amerika Serikat, sedangkan Blok Timur merupakan daerah kekuasaan Uni Soviet.

Setelah Perang Dunia II berakhir, disitu pula lahir kemenangan antara negara Amerika Serikat dan juga Uni Soviet. Kedua negara tersebut merupakan sama – sama negara yang kuat. Namun dari kemenangan tersebut, keduanya muncul persaingan yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya Perang Dingin.

Tidak hanya itu saja, ternyata terdapat beberapa hal lain yang menjadi latar belakang terjadinya Perang Dingin. Adapun beberapa penyebab lain terjadinya Perang Dingin tersebut antara lain kami uraikan sebagai berikut ini.

 

Munculnya Uni Soviet Sebagai Negara Adidaya yang Membebaskan Eropa Timur dari Kekuasaan Jerman

Pada saat Perang Dunia II, terdapat beberapa negara Eropa bagian timur yang pada saat itu menjadi salah satu bagian dari kekuasaan Jerman. Semenjak Uni Soviet mengalami kemenangan pada Perang Dunia II, Uni Soviet sudah berhasil membebaskan beberapa negara Eropa bagian timur dari kekuasaan Jerman.

Beberapa negara Eropa bagian Timur yang pernah di bebaskan dari kekuasaan Jerman di antara lain yaitu Bulgaria, Cekoslovakia, Poandia, Hongaria, serta Rumania yang pada akhirnya masuk kedalam pemerintahan komunis Rusia.

 

Amerika Serikat Menjadi Pemenang Perang Dunia II Dari Pihak Sekutu

Pada saat Perang Dunia II terjadi, yang menjadi pihak sekutu yaitu Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat. Dalam perang tersebut, negara adidaya yaitu Amerika Serikat mempunyai peran yang sangat penting dalam memperbaiki sistem perekonomian negara – negara Eropa bagian Barat.

 

Munculnya Beberapa Negara yang Menyatakan Merdeka Setelah Perang Dunia II di Luar Wilayah Eropa

Pada saat Perang Dunia II telah berakhir, cukup banyak pengaruh besar yang di timbulkan terhadap perkembangan negara – negara yang ada di dunia, dalam hal ini yaitu negara di luar wilayah Eropa. Banyak sekali muncul negara – negara baru yang memproklamasikan diri sebagai negara yang merdeka. Kemudian negara – negara tersebut bersatu dan menjadi sebuah negara – negara maju dan berkembang yang dapat memengaruhi perkembangan politik di dunia.

 

 

Faktor Penyebab Terjadinya Perang Dingin

Terjadinya Perang Dingin tentu saja di sebabkan karena beberapa faktor yang dapat memengaruhi dan melatarbelakanginya. Selain karena di latar belakangi oleh berakhirnya Perang Dunia II yang melahirkan negara – negara adidaya baru, ternyata juga di pengaruhi oleh beberapa faktor lain. Beberapa faktor lain yang memengaruhi terjadinya Perang Dingin antara lain adalah sebagai berikut ini.

 

Keinginan Berkuasa

Setelah Perang Dunia II berakhir yang melahirkan dua pemenang yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet. Kedua negara pemenang tersebut sama – sama mempunyai kekuatan dan kekuasaan yang begitu kuat. Oleh karena itu, kedua negara tersebut sama – sama ingin menjadi penguasa dunia dengan menggunakan berbagai macam cara.

Sebagai negara kreditor, negara Amerika Serikat menggunakan cara dengan memberikan pinjaman kepada negara – negara yang sedang membutuhkan bantuan. Dengan begitu untuk negara yang diberikan pinjaman, maka secara tidak langsung menjadi bagian dari kekuasaan negara Amerika Serikat.

Biasanya pinjaman tersebut akan di berikan kepada negara yang sedang berkembang yang sedang gencar – gencarnya melakukan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Tak hanya itu saja, Amerika Serikat juga terus berupaya untuk menjauhkan negara dari paham sosial-komunis dengan cara menjadi tempat pemasaran hasil industri.

Sedangkan rivalnya yaitu Uni Soviet menggunakan cara dengan memanfaatkan kondisi rakyat miskin untuk di ajarkan paham sosial-komunis. Selain itu, Uni Soviet juga menggunakan cara lain yaitu dengan memberikan bantuan kepada negara – negara lain berupa bantuan senjata dan bantuan tenaga ahli. Dengan peralatan yang kuat, maka sebuah negara yang baru saja merdeka dapat mempertahankan kemerdekaan mereka.

 

Perbedaan Paham Antara Liberal-Kapitalis dan Sosial-Komunis

Kekuasaan dari kedua negara pemenang Perang Dunia II yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet tentu saja sudah dikenal dimana – mana. Kedua negara tersebut telah mempunyai kekuatan dan kekuasaan yang cukup besar dan cukup berpengaruh di dunia. Terlebih lagi kedua negara tersebut merupakan pemenang Perang Dunia II, tentu saja beberapa negara akan tunduk pada kekuasaan keduanya.

Akan tetapi kedua negara tersebut mempunyai paham ideologi yang berbeda. Dimana Amerika Serikat menganut paham ideologi liberal-kapitalis, sedangkan Uni Soviet menganut paham ideologi sosial-komunis.

Ideologi atau paham sosial-komunis ini adalah sebuah pandangan hidup sebuah negara yang berkeyakinan bahwa negara merupakan pengendali perusahaan yang keuntungannya akan dinikmati oleh rakyatnya. Dengan demikian, maka di harapkan kesejahteraan kaum buruh akan jauh lebih meningkat.

Sedangkan ideologi atau paham liberal-kapitalis merupakan sebuah paham atau ideologi sebuah negara yang berpandangan bahwa kebebasan individual yang akan mendukung secara sempurna kapitalisme akan berkembang secara cepat dan pesat. Kedua ideologi tersebut baik itu sosial-komunis maupun liberal-kapitalis saling bertentangan. Hal tersebut yang menjadi salah satu faktor yang memperkuat terjadinya persaingan antara kedua negara tersebut.

 

Berdirinya Paktat Pertahanan

Dalam rangka untuk memenuhi kepentingan serta mengatasi perbedaan dalam meraih kekuasaan, maka negara – negara di bagian Eropa Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat ini sudah membuat sebuah Pakta Pertahanan yang berada di Atlantic Utara. Nama dari Pakta Pertahanan tersebut yaitu NATO yang merupakan kepanjangan dari North Atlantic Treaty Organization.

Negara – negara yang bergabung menjadi anggota dari NATO yaitu Irlandia, Inggris, Denmark, Belgia, Norwegia, Belanda, Jerman Barat, Prancis, Portugal, Leuksemburg, Kanada, dan Amerika Serikat. Letak dari markas organisasi NATO ini berada di Brussel, Belgia.

Sedangkan di sisi ain, negara – negara yang berada di bagian Eropa Timur yang di pimpin oleh Uni Soviet yaitu pada tahun 1955 juga membuat sebuah Pakta Pertahanan dengan nama Pakwa Warsawa. Pembentukan Pakta Warsawa ini merupakan sebagai bentuk persaingan terhadap apa yang telah dilakukan oleh Amerika Serikat.

Beberapa negara yang ikut bergabung dalam Pakta Warsawa yaitu mulai dari negara Uni Soviet, Bulgaria, Jerman Timur, Hungaria, Albania, Rumania, Polandia, dan Cekoslowakia. Semenjak kedua Pakta tersebut dibuat, membuat suasana di antara kedua negara tersebut yaitu antara Uni Soviet dan Amerika Serikat menjadi semakin memanas.

Kedua negara tersebut saling menaruh rasa curiga dan rasa ketidakpercayaan dan juga ke salah pahaman di antara keduanya. Pihak Amerika Serikat menuduh Uni Soviet menggunakan ideologi sosial-komunis kepada negara – negara demokrasi sebagai salah satu upaya dalam memperluas hegemoni.

Sementara itu di sisi lain, Uni Soviet menuduh Amerika Serikat sudah menjalankan politik imperialis. Karena hilangnya rasa saling percaya dan saling curiga ini, munculah sebuah istilah Perang Dingin atau Cold War.

 

Fase Fase Perang Dingin

Peristiwa Perang Dingin yang terjadi di belahan bumi bagian Eropa ini sudah berlangsung sudah cukup lama yaitu dimulai pada tahun 1947 hingga tahun 1991. Selama 4 tahun tersebut sudah terjadi berbagai macam peristiwa yang menunjukkan hubungan yang tidak harmonis antara Blok Barat dan Blok Timur. Kedua Blok tersebut saling menaruh rasa curiga dan muncul ke salah pahaman. Baik dari Blok yang di pimpin oleh Amerika Serikat maupun Blok yang di pimpin oleh Uni Soviet.

Berlangsungnya Perang Dingin antara kedua Blok tersebut yaitu antara Blok Barat dan Blok Timur terbagi kedalam beberapa fase. Adapun beberapa fase dalam Perang Dingin tersebut akan kami uraikan secara ringkas seperti di bawah ini.

 

Periode 1947 hingga 1953

Periode ini merupakan periode pertama yang merupakan awal mula terjadinya Perang Dingin. Hal ini bermulai karena adanya pembagian wilayah Jerman yang membuat terbentuknya blok – blok negara. Tak hanya itu saja, pada periode tersebut ini juga telah dikeluarkan Truman Doctrin, Marshall Plan, Blocade Berlin, dan lain sebagainya, bahkan telah terjadi kudeta komunis di Cekoslovakia, perang Korea, Pembelotan Tito, pendirian NATO dan kemenangan komunis di Cina.

 

Periode 1953 hingga 1956

Pada periode ini terjadi beberapa peristiwa penting, di antaranya yaitu Ekspansi NETO, terjadinya perang Indocina, terjadinya krisis di Matsu dan Quemoy, terjadi krisi di Suez, serta pembentukan SEATO dan MEATO.

 

Periode 1956 hingga 1958

Di dalam periode ini tepatnya selama dua tahun, hubungan antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet semakin memanas. Hal tersebut terbukti dengan terjadinya berbagai peristiwa yang cukup merugikan bagi keduanya. Di antaranya yaitu terjadi penindasan terhadap revolusi Hongaria yang dilakukan oleh Uni Soviet, terjadi krisis di Irak, Jordania, dan Lebanon, serta krisi di Taiwan.

 

Periode 1958 hingga 1962

Dalam periode ini terjadi sebuah peristiwa meningkatnya dukungan terhadap Uni Soviet dengan gerakan gerilya Komunis yang terjadi di Vietnam. Selain itu, juga tengah terjadi krisi di Kongo, Kuba, dan Laos.

 

Periode 1962 hingga 1985

Pada periode ini ancaman perang dengan senjata nuklir mulai disiarkan. Selain itu, pada periode ini juga terjadi krisis nuklir di negara Kuba dan Agresi Militer yang dilakukan oleh Uni Soviet ke Afganistan.

 

Periode 1985 hingga 1990

Dalam periode ini Perang Dingin mulai mereda setelah munculnya Gorbachev, terbukti dengan semakin turunnya pembicaraan mengenai Uni Soviet dan Amerika Serikat.

 

Tahun 1991

Perang Dingin Berakhir.

 

Sejarah Perang Dingin

Perang Dingin merupakan sebuah peristiwa bentuk ketegangan yang terjadi sebagai salah satu perwujudan konflik yang terjadi antara Blok Timur dan Blok Barat. Perang Dingin ini terjadi selama 44 tahun yang dimulai pada tahun 194 dan berakhir pada tahun 1991. Selama kurun waktu 44 tahun tersebut terjadi berbagai macam peristiwa dan isu yang dikembangkan oleh kedua Blok.

Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet dan Blok Barat yang di pimpin Oleh Amerika Serikat. Perang Dingin ini terjadi pada saat Perang Dunia II berakhir. Dalam Perang Dunia II tersebut, Amerika Serikat dan Uni Soviet berada di dalam satu sekutu yang memenangkan perang terhadap Italia, Jepang, dan Jerman.

Akan tetapi sayangnya kemenangan yang diperoleh oleh sekutu tersebut tidak di imbangi dengan terciptanya perdamaian di antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Salah satu penyebabnya yaitu karena perbedaan Ideologi yang cukup kontras antara ideologi kapitalis-liberalis dengan sosial-komuis yang saling bertentangan membuat kedua negara tersebut saling bersitegang.

Apalagi setelah terjadinya konferensi The Big Three yang berlangsung di Teheran, Iran pada bulan November tahun 1943 yang mempunyai pengaruh yang cukup signifikan terhadap peristiwa – peristiwa yang terjadi selanjutnya. Pertemuan tersebut di ikuti oleh negara Inggris, Uni Soviet, Amerika Serikat.

Dalam konferensi tersebut membahas bagaimana strategi militer yang terbaik untuk menghancurkan Jerman. Pada bulan Juli tahun 1945, pasca perang di Postdam, perbedaan ideologi atau pandangan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet di anggap sebagai asal – muasal terjadinya Perang Dingin di antara keduanya.

Pada masa itu presiden Amerika Serikat yaitu Harry S Truman menginginkan terselenggaranya pemilu yang bebas dari negara – negara Eropa bagian timur, akan tetapi hal tersebut ditolak oleh Stalin karena di anggap akan membentuk sebuah pemerintahan yang anti terhadap Uni Soviet.

Stalin mempunyai keyakinan bahwa hanya negara – negara dengan ideologi atau paham komunis saja yang dapat menjadi sekutu sejati dari Uni Soviet. Pada saat itu Stalin mempunyai kekhawatiran apabila pemilu bebas tersebut terjadi, maka akan membentuk sebuah pemerintahan yang nantinya akan menjadi musuh baru Uni Soviet di perbatasan sebelah barat.

Sejak masuknya para pasukan ke wilayah Timur, Stalin berpendapat bahwa harus tetap menegakkan keyakinan tersebut. Menanggapi hal tersebut, pihak Amerika Serikat malah menanggapinya secara berlebihan. Sebelum diselenggarakannya Konferensi Postdam, tepatnya pada bulan Mei tahun 1945,  Truman mengusulkan untuk menghentikan bantuan kepada Uni Soviet.

Selanjutnya pada bulan Oktober tahun 1945 Truman menyatakan bahwa ia tidak akan mengikuti pemerintahan yang di bangun dengan cara paksaan serta tidak akan mengabaikan aspirasi politik dari rakyatnya.

Kemudian pada bulan Maret tahun 1946, Churchil yang pada saat itu merupakan mantan perdana menteri Inggris menyatakan di dalam kunjungannya kepada Amerika Serikat bahwa Iron Curtain atau Tirai Besi sedang di gelar di daratan Eropa dan juga Jerman yang terbagi menjadi dua blok yang saling berlawanan.

Karena keputusan tersebut maka pihak Amerika Serikat berbuat tidak baik dan emosional sehingga suasana politik semakin tegang. Oleh karena itu, pihak Amerika Serikat melakukan berbagai macam mobilitas dalam berbagai bidang secara cepat. Di tambah lagi dengan para agen Inteligen Stalin yang bergerak menyuarakan betapa pentingnya perjuangan ideologi untuk melawan imperialisme kapitalis.

Karena hal tersebut, maka Amerika Serikat semakin terbakar dan ingin mengambil alih Eropa secara agresif dengan cara kekerasan dan pemogokan yang di lakukan di Prancis dan Italia. Di sisi lain,Uni Soviet juga mengimbanginya dengan cara melakukan tekanan terhadap Iran yang kemudian di bantu oleh Razim Syah Reza Pahlavi. Pada saat itu Turki sangat pro terhadap Amerika Serikat.

Perang Sipil juga terjadi antara Cina juga Yunani. Pada saat musim Semi pada tahun 1947 menurut Amerika Serikat, Uni Soviet sudah memberikan pengaruh paham komunis dan berbagai macam kegiatan yang bersifat subversif kepada negara – negara Eropa bagian Barat. Menyikapi hal tersebut, pihak Amerika Serikat menggunakan Doktrin Presiden Truman yaitu melakukan Politik Containing terhadap kawasan yang telah di kuasai oleh komunis.

Kemudian Truman meminta bantuan militer untuk di kirimkan ke Yunani dan Turki pada Kongres US. Tujuan dari dikirimnya bantuan militer tersebut yaitu untuk membatasi perkembangan komunisme di wilayah Eropa bagian Barat. Tak hanya itu saja, Amerika Serikat juga gencar memberikan bantuan ekonomi serta militer ke negara – negara di Eropa bagian Barat melalui Marshall Plan.

Akan tetapi Stalin menolak bantuan dari Marshall Plan ke Eropa bagian Timur, karena daerah tersebut merupakan bagian dari wilayah kekuasaannya. Stalin menolak bantuan tersebut dengan membentuk sistem satu partai komunis dalam tubuh pemerintahan di Eopa bagian Timur. Penduduk di neara Cekoslowakia menjadi bukti berdirinya komunis di Eropa, hal tersebut tentu cukup mengkhawatirkan untuk Amerika Serikat.

Terlebih lagi pada saat Stalin melakukan blokade kepada semua jalur lalu lintas barang dan manusia dari ona pendudukan Jerman ke Berlin. Tentunya hal tersebut membuat suasana semakin memanas. Karena sudah terjadi blokade Berlin, pada akhirnya sekutu melakukan air lift, yaitu menjatuhkan bahan makanan serta obat – obatan melalui udara.

Hal tersebut dilakukan setidaknya hingga sebanyak 324 hari sebagai bentuk politik containing. Pada bulan April 1949, Amerika Serikat telah berhasil membentuk negara – negara Eropa Barat untuk mendirikan sebuah pakta pertahanan. Pakta pertahanan tersebut di beri nama North Atlantic Treaty Organization, atau yang lebih di kenal dengan sebutan NATO.

NATO beranggotakan negara Denmark, Norwegia, Islandia, Irlandia, Kanada, Inggris, Portugal, Amerika Serikat, Luxemburg, Prancis, Belgia, Belanda, dan Jerman Barat. Pusat NATO terletak di Belgia. Menanggapi hal tersebut, Uni Soviet tidak tinggal diam saja, Uni Soviet mendirikan sebuah Pakta Pertahanan yang di beri nama dengan Pakta Warsawa.

Beberapa negara yang bergabung menjadi bagian dari Pakta Warsawa di antara lain yaitu Uni Soviet, Albania, Cekoslovakia, Bulgaria, Polandia, Rumania, Hongaria, dan Jerman Timur. Dengan munculnya kedua pakta pertahanan ini menjadikan hubungan antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet semakin memanas sehingga di antara Blok Timur dan Blok Barat muncul rasa saling curiga dan pada akhirnya muncul ke salah pahaman.

Hal tersebut yang menyebabkan peristiwa Perang Dingin ini terjadi karena kedua Blok yaitu Blok Timur dan Blok Barat sama – sama bersaing dalam mengembangkan senjata, menebar mata – mata untuk saling memata – matai serta mempertahankan pengaruh terhadap para sekutunya masing – masing.

 

Peredaan Perang Dingin

Pada tahun 1970 kondisi politik yang mulanya terus bersitegang antara Blok Barat dan Blok Timur yang di pimpin oleh Uni Soviet dan Amerika Serikat mulai mereda. Namun pada akhirnya terdapat beberapa hal yang menjadikan hubungan di antara keduanya kian membaik. Adapun beberapa hal yang membuat Blok Barat dan Blok Timur membaik adalah sebagai berikut.

  • Isu Berlin Barat Diselesaikan di Meja Perundingan Pada Tahun 1971

Di dalam The Quardripatite Agreement of September 3, 1971 terdapat kesepakatan dari empat kekuatan untuk Berlin dalam menjamin atas keselamatan akses baik dari ataupun menuju Berlin Barat dengan menggunakan kereta ataupun mobil yang melewati Berlin Timur. Selain itu juga mengakhiri blokade yang sebelumnya dilakukan oleh Uni Soviet

  • Bergabungnya Inggris dengan masyarakat ekonomi Eropa.
  • Pada tahun 1973 negara – negara di bagian barat mulai melakukan hubungan diplomatik dengan Republik Rakyat Cina yang merupakan anggota dari partai komunis.
  • Terjadinya kesepakatan terhadap pembatasan senjata yang dilakukan dalam persetujuan Strategi Arm Limited Task I dan Strategi Arm Limited Task II.
  • Munculnya Mikhail Gorbachew yang sudah di pengaruhi oleh presiden Ronald Reagen dalam rangka meningkatkan kemampuan persenjataan untuk melakukan persetujuan pembatasan nuklir balistik.
  • Keberhasilan Deng Xiaoping dalam menguasai partai komunis setelah Mao Tse Tung meninggal di Republik Rakyat Cina. Deng Xiaoping adalah pimpinan dari kelompok yang menginginkan reformasi ekonomi.

 

Akhir Perang Dingin

Setelah melalui proses yang begitu panjang, pada akhirnya kedua negara yang saling berselisih yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet mendeklarasikan untuk mengakhiri Perang Dingin yang selama ini terjadi di kedua negara tersebut yang telah memengaruhi keadaan politik yang kian memanas. Deklarasi tersebut di umumkan dua hari setelah dilakukan pertemuan puncak malta.

Konferensi pers tersebut dilakukan secara bersama – sama di atas kapal layar Soviet, Maxxim Groky. Keduanya baik Amerika Serikat dan Uni Soviet akan mengurangi jumlah pasukan dan juga persenjataan yang berada di wilayah Eropa. Pimpinan Uni Soviet yaitu Mikhail Gorbachew menyatakan bahwa tidak akan menyatakan perang terbuka terhadap Amerika Serikat.

Sementara itu presiden Amerika Serikat yaitu George Bush juga menyatakan bahwa akan melakukan kerja sama dengan Uni Soviet dalam rangka merealisasikan perdamaian. Pertemuan Puncak Yalta adalah salah satu pertemuan yang sangat penting sejak pertemuan yang dilakukan oleh Churchill, Stalin dan Roosevelt setelah Perang Dunia II untuk Eropa di Yalta.

Dalam pertemuan tersebut kedua belah pihak menyatakan bahwa mereka akan melakukan pembicaraan lebih lanjut pada bulan Juni 1990 untuk membahas kebijakan yang ada di Amerika Tengan serta melakukan pemotongan senjata armada laut.

 

Dampak Perang Dingin

Berlangsungnya perang dingin yang terjadi hingga puluhan tahun tentu saja akan memberikan dampak yang cukup besar bagi dunia. Dari dampak tersebut terdapat dampak positif dan juga dampak negatif. Untuk lebih lengkapnya simak dampak positif dan dampak negatif dari peristiwa Perang Dingin berikut ini.

 

Dampak Positif

Peristiwa Perang Dingin terjadi sejak tahun 1947 hingga tahun 1991 tentu saja memberikan pengaruh yang cukup besar dalam berbagai bidang, baik dalam bidang politik, ekonomi, ideologi, sosial, dan juga militer.

Bidang Ekonomi

Terjadinya Perang Dingin baik itu di akui atau tidaknya tentu saja membawa pengaruh positif terhadap perkembangan perekonomian yang ada di dunia. Hal tersebut di tandai dengan munculnya negara super power. Negara super power merupakan negara – negara yang mempunyai modal yang besar dan menjadi negara pemegang modal.

Negara – negara super power tersebut tentu saja saling berlomba – lomba dalam memperoleh keuntungan sebanyak – banyaknya dengan cara melakukan investasi dari modal yang dimiliki kepada negara – negara yang masih berkembang dan pada umumnya mempunyai upah buruh yang masih rendah. Meskipun demikian, namun hal tersebut justru berdampak positif untuk negara berkembang tersebut.

Karena pertumbuhan ekonomi pada negara berkembang tersebut akan semakin tumbuh lebih pesat lagi. Dengan begitu baik pemilik modal ataupun negara yang di berikan modal akan sama – sama mendapatkan keuntungan. Walaupun seperti itu, namun dalam dunia perekonomian juga membawa nilai politik.

Sebuah negara dengan modal yang besar maka akan mendapatkan keuntungan yang besar pyla. Sementara negara yang mempunyai modal yang kecil, maka akan mendapatkan keuntungan yang kecil pula. Sehingga pada waktu itu muncul istilah globalisasi ekonomi. Dengan salah satu kebijakannya yaitu penyatuan mata uang. Seperti yang sudah dilakukan di Eropa yaitu menggunakan mata uang Euro.

Bidang Sosial Budaya

Dalam bidang sosial budaya isu mengenai Hak Asasi Manusia mulai sedikit meluap, oleh karena itu undang – undang yang berkaitan dengan Hak Asasi Manusia mulai di akui keberadaannya. Dengan adanya Hak Asasi Manusia maka rakyat akan semakin percaya bahwa tidak ada lagi penindasan terhadap kaum yang lemah dan juga akan semakin percaya akan adanya demokrasi.

Bidang Militer

Karena di antara Amerika Serikat dan Uni Soviet mempunyai perasaan ingin menjadi yang terbaik maka di antara keduanya meningkatkan persenjataan yang di miliki. Sehingga persaingan senjata akan semakin berkembang dengan pesat.

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Kedua belah pihak yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet merasa keduanya memiliki kekuatan serta ingin menguasai dunia, maka di antara keduanya terus berlomba – lomba untuk menjadi yang terbaik. Salah satunya yaitu di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahkan keduanya saling bersaing untuk meluncurkan roket ke luar angkasa.

Berkat peluncuran roket tersebut, sehingga pada saat ini dapat kita ketahui bagaimana bentuk dari tata surya. Terlepas entah siapa yang memulainya terlebih dahulu, akan tetapi yang paling penting yaitu ilmu pengetahuan mengalami perkembangan yang begitu pesat.

Selain dari ilmu pengetahuan yang berkembang sangat pesat, dari bidang teknologi juga berkembang dengan begitu cepat. Terlebih lagi teknologi yang berhubungan dengan kegiatan militer makan akan mendapatkan support penuh dari pemerintah. Pada masa – masa inilah disiplin – disiplin ilmu sains mulai berdampak pada kehidupan masyarakat.

Selain itu teknologi – teknologi modern juga mulai hadir dalam berbagai macam bidang mulai dari bidang ekonomi, militer, dan sumber daya alam. Dengan berbagai macam teknologi canggih maka pada akhirnya mampu memproduksi barang – barang dalam skala yang lebih besar di bandingkan dengan sebelumnya.

 

Dampak Negatif

Selain memberikan dampak yang positif dalam berbagai bidang yang ada di dunia,Perang Dinging yang terjadi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet yang terjadi pada tahun 1947 hingga tahun 1991 juga memberikan dampak negatif dalam berbagai bidang yang ada di dunia. Adapun beberapa dampak negatif dari Perang Dingin adalah sebagai berikut.

Bidang Militer

Perkembangan senjata nuklir di antara kedua negara yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet yang sangat pesat menjadi sebuah momok tersendiri bagi masyarakat yang ada di seluruh dunia. Masyarakat dunia akan merasakan ketakutan jika terjadi perang nuklir di antara keduanya.

Bidang Politik

Dengan di bangunnya tembok Berlin sebagai tanda pembatas antara Jerman Timur dengan Jerman Barat membuat Jerman menjadi terpecah menjadi dua bagian karena di antara keduanya menganut paham yang berbeda. Dalam hal ini Jerman Timur menganut paham sosial-komunis dan Jerman Barat menganut paham liberal-kapitalis.

Selain itu Uni Soviet juga menyiapkan bala tentara yang siap untuk menembaki orang – orang Jerman Timur yang mempunyai keinginan untuk pindah ke Jerman Barat. Karena Jerman Barat di anggap lebih maju di bandingkan dengan Jerman Timur, maka bayak orang – orang Jerman Timur yang berkeinginan untuk pindah ke Jerman Barat. Namun hal tersebut ternyata menyinggung Uni Soviet, oleh karena itu Uni Soviet membuat sebuah kebijakan demikian dan kota Berlin akhirnya terbelah menjadi dua bagian

 

Demikianlah pembahasan ringkas mengenai sejarah perang dingin, latar belakang, penyebab, dan dampak perang dingin yang melibatkan negara – negara yang ada di Eropa. Semoga pembahasan yang telah kami berikan dapat bermanfaat dan dapat menambah wawasan kamu mengenai sejarah perang dingin, latar belakang, penyebab, dan dampak perang dingin.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *