√ Rakyat dan Penduduk: Pengertian, Hak, Kewajiban dan Perbedaan

Rakyat dan Penduduk: Pengertian, Hak, Kewajiban dan Perbedaan

Rakyat dan Penduduk: Pengertian, Hak, Kewajiban dan Perbedaan
By : Shinta Marist 13 min read

Di Negara Indonesia ini terdiri atas banyak penduduk yang menghuni di dalamnya. Penduduk itu sering disebut dengan rakyat. Rakyat juga sering diartikan sebagai suatu bagian dari Negara dan termasuk dalam unsur penting yang ada di dalam pemerintahan suatu Negara.

Nah di artikel kali ini saya akan menjelaskan tentang rakyat secara lengkap mulai dari pengertiannya hingga penjelasan tentang migrasi dan lain sebagainya. Langsung saja simak penjelasannya berikut ini.

 

Pengertian Rakyat

pengertian rakyat penduduk

Rakyat memiliki pengertian sebagai sebuah bagian dari Negara beserta dengan unsur – unsur penting yang ada di dalam pemerintahan. Rakyat sendiri terdiri atas orang – orang yang mempunyai ideology yang sama dan juga tinggal di pemerintahan atau daerah yang sama juga. Selain itu hak dan kewajiban yang dimiliki juga sama yaitu untuk membela negaranya apabila sedang di dalam kondisi yang membutuhkan pembelaan.

 

Pengertian Penduduk

Apabila tadi kita sudah membahas secara lengkap tentang pengertian dari rakyat, maka selanjutnya yang akan kita bahas adalah pengertian dari penduduk. Penduduk merupakan orang – orang yang ada di dalam sebuah wilayah yang terikat oleh adanya aturan yang berlaku dan juga saling berinteraksi diantara satu sama lainnya secara kontinu atau terus menerus.

Sedangkan menurut ilmu sosiologi, penduduk memiliki pengertian sebagai suatu kumpulan manusia yang bertempat di wilayah geografi dan ruang – ruang tertentu. Penduduk yang menempati suatu Negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua jenis antara lain adalah sebagai berikut.

  • Orang yang sudah secara hukum berhak untuk tinggal di daerah itu
  • Orang yang memang sudah tinggal di daerah tersebut

Kemudian dapat disimpulkan bahwa, apabila ada orang yang memiliki surat resmi untuk bisa tinggal di tempat itu contohnya adalah ada bukti kewarganegaraan tetapi memilih tinggal di tempat atau daerah lainnya maka kepadatan penduduk akan dihitung dengan cara membagi jumlah penduduk dengan luas area tempat mereka tinggal tersebut.

 

Pengertian Rakyat Menurut Para Ahli

Setelah membahas tentang pengertian rakyat dan juga pengertian penduduk selanjutnya kita akan tetap membahas tentang pengertian rakyat tetapi membahas soal pengertian menurut para ahli, langsung saja simak penjelasannya berikut ini.

Anwar Harjono

Pengertian rakyat yang pertama adalah pendapat dari anwar harjono. Menurutnya rakyat memiliki pengertian sebagai sumber dari kekuasaan.

Kamus Besar Bahasa Indonesia

Pengertian rakyat yang selanjutnya adalah pengertian rakyat menurut kamus besar bahasa Indonesia. Menurutnya rakyat adalah sebuah penduduk yang ada di suatu Negara.

Issei

Pengertian rakyat yang selanjutnya adalah pengertian rakyat menurut issei. Menurutnya rakyat adalah suatu konsepsi politik yang bukan merupakan konsepsi arimatik ataupun statistic, rakyat juga tidak selalu memiliki arti sebagai seluruh penduduk.

Emha Ainun Nadjib

Pengertian rakyat menurut emha ainun nadjib adalah sebuah pihak yang nantinya akan diatur oleh pihak – pihak lainnya yang berkuasa.

Herman J.Waluyo

Pengertian rakyat menurut Herman J. Waluyo adalah suatu darah yang ada di dalam tubuh suatu bangsa dan debar yang ada sepanjang masa.

Bahar Rifai

Pengertian rakyat menurut bahar rifai adalah sebagai seluruh orang yang tinggal di sebuah Negara atau di suatu wilayah.

Doed Joesoef

Pengertian rakyat yang selanjutnya adalah menurut doed joesoef. Menurutnya rakyat adalah keseluruhan perorangan atau seluruh individu yang hidup di suatu wilayah nasional dan tertunduk di peraturan perundang undangan yang sama di dalamnya.

Aa Nurdiman

Pengertian rakyat menurut aa nurdiman adalah sebagai sekumpulan manusia yang sudah disatukan oleh rasa persamaan dan juga rasa kebersamaan saat mendiami suatu wilayah di Negara.

M. Hasan

Menurut pendapat M.Hasan rakyat memiliki pengertian sebagai orang yang ada di satu kelompok dan berkaitan di dalam membuat dan juga melaksanakan semua aturan – aturan di masyarakat tertentu.

Aloys Budi Purnomo

Pengertian rakyat yang selanjutnya adalah pengertian rakyat menurut alloys budi purnomo yang menyebutkan bahwa rakyat adalah pemegang penuh terhadap kedaulatan yang ada di Negara.

 

Perbedaan Rakyat dan Penduduk

Berikut ini adalah penjelasan tentang perbedaan rakyat dan penduduk:

  • Penduduk аԁаƖаh orang-orang уаnɡ bertempat tinggal secara sah ԁаƖаm suatu negara berdasarkan peraturan perundang-undangan kependudukan ԁаrі negara уаnɡ bersangkutan.
  • Sedangkan Rakyat аԁаƖаh orang уаnɡ tunduk pada pemerintahan Negara.

 

Kewajiban Rakyat Di Bidang Politik

Rakyat juga memiliki kewajiban di dalam bidang politik. Apa saja bidang kewajibannya ? simak penjelasannya berikut ini.

  • Rakyat menjadi bagian penting pada aspek bidang politik
  • Memiliki kewajiban untuk mengikuti segala peraturan politik yang ada dan sudah ditetapkan di Negara beserta harus siap menerima hukuman dan sanksi apabila melanggar
  • Rakyat harus ikut berpartisipasi di dalam pemilihan umum
  • Memiliki kewajiban di dalam mengikuti politik yang praktis
  • Bisa untuk mengkritik dan juga membangun suatu roda pemerintahan

 

Kewajiban Rakyat Di Bidang Ekonomi dan Sosial

Rakyat juga memiliki kewajiban di dalam bidang ekonomi dan juga sosial. Apa saja bidang kewajibannya ? simak penjelasannya berikut ini.

  • Rakyat wajib untuk membayar pajak
  • Rakyat menjadi fundamental ekonomi dalam pemerintahan
  • Rakyat berkewajiban untuk taat dan mengikuti aturan hukum yang berlaku khususnya tentang pembelaan tanah air serta menjalankan hal dan juga kewajibannya yang sudah tertulis di dalam undang – undang.
  • Rakyat menjadi fundamental social kenegaraan

 

Hak – Hak Rakyat

Rakyat juga memiliki hak – hak di dalamnya. Apa saja haknya ? simak penjelasannya berikut ini.

  • Rakyat memiliki hak untuk meminta layanan pendidikan, hiburan, dan juga kesehatan yang bisa dimintai ke negaranya
  • Rakyat memiliki hak untuk bisa membela dan juga menjaga stabilitas milik Negara
  • Fakir miskin dan juga anak terlantar berhak dipelihara oleh Negara yaitu terdapat pada pasal 34, Bab XIV, di UUD 1945
  • Rakyat memiliki hak untuk di dampingi oleh pengacaranya jika dituduh melakukan hal – hal tindakan criminal
  • Rakyat memiliki hak untuk meminta adanya penghidupan yang layak sesuai dengan pasal 27, Bab X, di UUD 1945

 

Masalah Jumlah Penduduk

Setelah kita sudah sama – sama membahas tentang penduduk dan warga secara lengkap, kita juga harus membahas tentang dinamika permasalahan yang terjadi pada penduduk. Dinamika penduduk sendiri merupakan suatu perubahan atau adanya pertumbuhan jumlah penduduk dari waktu ke waktu yang disebabkan karena ada banyak peristiwa. Peristiwanya antara lain adalah adanya perpindahan penduduk, kelahiran, dan yang terakhir adalah kematian.

Peristiwa – peristiwa yang sudah disebutkan tadi masuk ke dalam istilah dari unsur dinamika penduduk. Pertumbuhan penduduk secara umum juga bisa dibedakan menjadi tiga jenis yaitu pertumbuhan migrasi, pertumbuhan penduduk total, dan yang terakhir adalah pertumbuhan alami. Berikut akan dijelaskan satu persatu.

  • Pertumbuhan Penduduk Migrasi

Pertumbuhan penduduk migrasi memiliki pengertian sebagai suatu pertumbuhan dari penduduk yang di dapatkan dari selisih diantara migrasi masuk dan juga migrasi keluar. Pertumbuhan penduduk ini bisa dihitung dengan menggunakan rumus. Rumusnya adalah sebagai berikut.

Pm = I – E

Pm adalah Pertumbuhan penduduk migrasi

I adalah Jumlah migrasi

E adalah Jumlah Emigrasi.

 

  • Pertumbuhan Penduduk Total

Pertumbuhan penduduk total memiliki pengertian sebagai pertumbuhan penduduk yang terjadi karena disebabkan oleh faktor – faktor. Faktor yang dimaksud antara lain adalah migrasi, kelahiran, dan juga kematian.

Pertumbuhan penduduk migrasi bisa dihitung dengan menggunakan rumus, rumusnya seperti dibawah ini.

P = ( L – M ) + ( I – E )

P = pertumbuhan penduduk total

L = jumlah kelahiran

M = jumlah kematian

I = jumlah imigrasi

E = jumlah emigrasi

 

  • Pertumbuhan Penduduk Alami

Pertumbuhan penduduk alami memiliki pengertian sebagai suatu pertumbuhan penduduk yang didapatkan dari adanya selisih antara kelahiran dan juga kematian.

Pertumbuhan penduduk alami ini bisa dihitung dengan menggunakan rumus seperti dibawah ini.

Pa = L – M

Pa = pertumbuhan penduduk alami

L = jumlah kelahiran

M = jumlah kematian

 

Tingkat Kelahiran

Dinamika penduduk berkaitan dengan tingkat kelahiran oleh karena itu kita akan membahas tingkat kelahiran disini. Tingkat kelahiran sering dikaitkan dengan fertilitas. Tingkat kelahiran atau fertilitas memiliki pengertian sebagai tingkat pertambahan pada jumlah anak atau pada tingkat kelahiran bayi di suatu periode – periode tertentu.

Tingkat kelahiran oleh bayi sendiri bisa dihitung dengan menggunakan dua cara, antara lain adalah sebagai berikut.

  • Angka Kelahiran Umum

Angka kelahiran umum sering disebut dengan General Fertility Rate atau GFR. Dan memiliki pengertian sebagai suatu angka yang menunjukan jumlah bayi yang telah lahir di setiap 1000 wanita pada masa usia reproduksi atau melahirkan yaitu di kelompok usia antara 15 hingga 49 tahun.

  • Angka Kelahiran Kasar

Angka kelahiran kasar sering disebut dengan Crude Birth Rate atau CBR. Dan memiliki pengertian sebagai suatu angka kelahiran yang menunjukan suatu jumlah kelahiran perseribu penduduk di dalam sebuah periode.

 

Tingkat Kematian

Dinamika penduduk juga berkaitan dengan tingkat kematian. Tingkat kematian sering disebut juga dengan mortalitas. Dan memiliki pengertian sebagai suatu pengurangan jumlah penduduk di dalam sebuah periode tertentu karena disebabkan oleh beberapa macam faktor kematian.

Tingkat kematian sendiri bisa diketahui berdasarkan tiga cara. Tiga cara tersebut adalah sebagai berikut.

  • Tingkat Kematian Menurut Umur

Tingkat kematian menurut umur sering disebut dengan Age Specific Death Rate atau ASDR. Dan memiliki pengertian sebagai angka yang menunjukan banyaknya kematian di suatu kelompok umur tertentu perseribu penduduk di dalam kelompok yang sama.

  • Tingkat Kematian Bayi

Tingkat kematian bayi sering disebut dengan Infan Mortality Rate atau IMR. Dan memiliki pengertian sebagai angka yang menunjukan tentang banyaknya bayi yang sudah meninggal dari 1000 bayi yang lahir dengan kondisi hidup.

  • Tingkat Kematian Kasar

Tingkat kematian kasar sering disebut dengan Crude Death Rate atau CDR. Dan memiliki pengertian sebagai angka yang menunjukan rata – rata dari kematian perseribu penduduk di dalam satu tahun.

 

Faktor – Faktor Pendorong Kelahiran dan Kematian

Selanjutnya kita akan membahas tentang besar kecilnya angka kelahiran atau natalitas. Besar kecilnya angka kelahiran dipengaruhi oleh faktor pendorong dan juga penghambat kelahiran ini. Lalu apabila kita membahas tentang tinggi rendahnya angka kematian penduduk maka jawabannya adalah dipengaruhi oleh faktor pendorong dan juga faktor penghambat kematian. Faktor – faktor yang disebutkan diatas antara lain adalah sebagai berikut.

 

Faktor Pendorong Kematian ( Promortalitas )

Faktor yang pertama adalah faktor tentang pendorong kematian atau promortalitas. Faktornya antara lain adalah sebagai berikut.

  • Tentang kesehatan dan juga pemenuhan gizi penduduk taraf nya sangat rendah
  • Adanya tingkat pencemaran yang nilainya tinggi sehingga menyebabkan lingkungan nya tidak sehat
  • Banyak wabah penyakit contohnya adalah flu burung, demam berdarah, dan masih banyak lagi lainnya
  • Banyak bencana alam yang terjadi. Bencana alam yang dimaksud adalah tsunami, banjir, gempa bumi, dan masih banyak lagi lainnya
  • Banyaknya tragedi yang terjadi contohnya adalah kecelakaan, peperangan, dan masih banyak lagi lainnya

 

Faktor Pendorong Kelahiran ( Pronatalitas )

Faktor yang kedua adalah faktor tentang pendorong kelahiran atau pronatalitas. Faktornya antara lain adalah sebagai berikut.

  • Terjadinya pernikahan usia muda atau usia dini
  • Ada penilaian yang tinggi dan terjadi pada anak. Hal itu menyebabkan keluarga yang belum memiliki anak akan berusaha untuk bisa memiliki anak
  • Adanya anggapan tentang banyak anak akan banyak rezeki nya
  • Adanya sifat alami yang dimiliki oleh manusia yaitu ingin melanjutkan keturunan dan ingin memiliki keturunan lagi
  • Munculnya anggapan tentang anak laki – laki nilanya lebih tinggi, sehingga apabila di suatu keluarga belum memiliki anak laki – laki maka keluarga tersebut akan berusaha untuk mempunyai anak laki – laki juga.

 

Faktor Penghambat Kematian ( Antimortalitas )

Faktor yang selanjutnya adalah faktor tentang penghambat kematian atau antimortalitas. Faktornya antara lain adalah sebagai berikut.

  • Kondisi Negara yang sedang aman dan tidak akan terjadi peperangan
  • Di lingkungan masyarakat, pemahaman agama yang dimiliki oleh masyarakat sangat kuat sehingga menyebabkan tidak adanya tindakan bunuh diri atau tindakan membunuh orang lain, atau bisa juga karena adanya ajaran agama yang melarang hal itu
  • Adanya tingkat kesehatan dan juga pemenuhan gizi masyarakat yang sudah di dalam taraf baik
  • Di dalam bidang kedokteran adanya kemajuan iptek yang sudah maju, sehingga menyebabkan banyak penyakit yang bisa untuk diobati

 

Faktor Penghambat Kelahiran ( Antinatalitas )

Faktor yang terakhir adalah faktor tentang penghambat kelahiran atau antinatalitas. Faktornya antara lain adalah sebagai berikut.

  • Terjadinya penundaan pada masa usia pernikahan dikarenakan alasan ekonomi, karir, dan juga pendidikan
  • Terjadinya kemajuan pada bidang iptek dan juga obat – obatan
  • Adanya UU tentang perkawinan yang isinya tentang membatasi dan juga mengatur tentang usia di dalam pernikahan
  • Timbul rasa malu apabila masih muda namun sudah memiliki anak
  • Adanya sebuah program yang sudah direncanakan, program tersebut contohnya adalah KB ( Keluarga Berencana )
  • Adanya sebuah peraturan dari pemerintah yang mengatur tentang pembatasan tunjangan anak bagi para PNS

 

Migrasi Penduduk / Rakyat

Pembahasan yang selanjutnya adalah tentang migrasi. Migrasi sering disebut dengan mobilitas penduduk yang memiliki pengertian sebagai suatu perpindahan penduduk dari sebuah tempat menuju ke tempat yang lainnya.

Migrasi sendiri terdiri atas banyak jenisnya, dan dibagi ke dalam dua kelompok besar yaitu migrasi nasional dan juga internasional. Jenis dari migrasi nya adalah sebagai berikut.

Migrasi Nasional

Migrasi nasional merupakan migrasi local yang artinya perpindahan terjadi masih di dalam wilayah satu Negara saja. Contohnya adalah sebagai berikut.

  • Ruralisasi

Ruralisasi merupakan suatu perpindahan penduduk yang mana penduduk tersebut berasal dai kota menuju ke desa supaya menetap dan tinggal di desa

  • Urbanisasi

Urbanisasi adalah perpindahan penduduk yang mana penduduknya berasal dari desa menuju ke kota

  • Evakuasi

Evakuasi adalah perpindahan penduduk yang gunanya adalah untuk menghindari adanya bahaya

  • Transmigrasi

Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu pulau yang penduduknya sudah padat menuju ke pulau yang masih jarang penduduknya

 

Migrasi Internasional

Apabila migrasi nasional disebut dengan migrasi lokal, maka migrasi internasional sering disebut dengan migrasi antarnegara karena perpindahannya sudah bukan di satu Negara lagi.

Contoh dari migrasi internasional itu ada tiga, terdiri dari emigrasi, remigrasi, dan yang terakhir adalah imigrasi. Berikut adalah penjelasannya.

  • Emigrasi

Emigrasi memiliki pengertian sebagai proses pindahnya penduduk menuju ke luar negeri dengan tujuan untuk menetap di sana

  • Remigrasi

Remigrasi memiliki pengertian sebagai proses pemulangan kembali penduduk asing menuju ke Negara asalnya mereka tinggal

  • Imigrasi

Imigrasi memiliki pengertian sebagai proses masuknya penduduk asing yang ingin menetap dan bertempat tinggal ke dalam suatu Negara

 

Dampak Sosial Ekonomi Pada Jumlah Penduduk

Seperti yang kita tahu, penduduk di Indonesia dari tahun ke tahun semakin banyak dan menimbulkan adanya dampak terhadap kehidupan sosial dan juga ekonomi milik Negara Indonesia.

Beberapa dampak social ekonomi yang ditimbulkan dari banyaknya jumlah penduduk yang ada, antara lain adalah sebagai berikut.

  • Persaingan di dalam dunia kerja sangat meningkat sehingga peluang kerja dan lapangan kerja menyempit
  • Bagi para penduduk yang tidak bisa untuk bersaing, mereka akan menjadi pengangguran sehingga angka pengangguran semakin meningkat
  • Kebutuhan tentang fasilitas sosial yang ada menjadi semakin meningkat

 

Pencegahan Pemerintah

Apabila dampak tadi sudah terjadi dan sudah merugikan banyak pihak terutama Negara maka pemerintah harus ikut serta untuk melakukan pencegahan – pencegahan dampak tersebut. Upaya itu diharapkan akan mampu untuk menekan laju pertumbuhan penduduk supaya dampak negatifnya bisa berkurang. Upaya pemerintah antara lain adalah sebagai berikut.

  • Meningkatkan dan mempermudah pelayanan di dalam bidang pendidikan, sehingga menyebabkan keinginan untuk segera cepat menikah bisa dihambat
  • Menerapkan sistem wajib belajar pendidikan dasar bagi para masyarakat dari 6 tahun menjadi 9 tahun
  • Meningkatkan dan juga membuat pelayanan kesehatan beserta kemudahan di dalam menjadi akseptor keluarga berencana

 

Demikian artikel tentang Pengertian Rakyat dan Penduduk: Hak dan Kewajiban semoga bisa bermanfaat bagi kita semua khususnya kalian yang memang sedang mencari artikel tentang pembahasan ini. Semoga bisa menambah wawasan pengetahuan kalian juga tentang rakyat dan penduduk. Apabila ada penjelasan yang masih kurang jelas atau ada hal yang ingin ditanyakan silahkan bertanya di kolom komentar yang sudah disediakan dibawah ini ya.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rakyat dan Penduduk: Pengertian, Hak, Kewajiban dan Perbedaan

Rakyat dan Penduduk: Pengertian, Hak, Kewajiban dan Perbedaan
By : Shinta Marist 13 min read

Di Negara Indonesia ini terdiri atas banyak penduduk yang menghuni di dalamnya. Penduduk itu sering disebut dengan rakyat. Rakyat juga sering diartikan sebagai suatu bagian dari Negara dan termasuk dalam unsur penting yang ada di dalam pemerintahan suatu Negara.

Nah di artikel kali ini saya akan menjelaskan tentang rakyat secara lengkap mulai dari pengertiannya hingga penjelasan tentang migrasi dan lain sebagainya. Langsung saja simak penjelasannya berikut ini.

 

Pengertian Rakyat

pengertian rakyat penduduk

Rakyat memiliki pengertian sebagai sebuah bagian dari Negara beserta dengan unsur – unsur penting yang ada di dalam pemerintahan. Rakyat sendiri terdiri atas orang – orang yang mempunyai ideology yang sama dan juga tinggal di pemerintahan atau daerah yang sama juga. Selain itu hak dan kewajiban yang dimiliki juga sama yaitu untuk membela negaranya apabila sedang di dalam kondisi yang membutuhkan pembelaan.

 

Pengertian Penduduk

Apabila tadi kita sudah membahas secara lengkap tentang pengertian dari rakyat, maka selanjutnya yang akan kita bahas adalah pengertian dari penduduk. Penduduk merupakan orang – orang yang ada di dalam sebuah wilayah yang terikat oleh adanya aturan yang berlaku dan juga saling berinteraksi diantara satu sama lainnya secara kontinu atau terus menerus.

Sedangkan menurut ilmu sosiologi, penduduk memiliki pengertian sebagai suatu kumpulan manusia yang bertempat di wilayah geografi dan ruang – ruang tertentu. Penduduk yang menempati suatu Negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua jenis antara lain adalah sebagai berikut.

  • Orang yang sudah secara hukum berhak untuk tinggal di daerah itu
  • Orang yang memang sudah tinggal di daerah tersebut

Kemudian dapat disimpulkan bahwa, apabila ada orang yang memiliki surat resmi untuk bisa tinggal di tempat itu contohnya adalah ada bukti kewarganegaraan tetapi memilih tinggal di tempat atau daerah lainnya maka kepadatan penduduk akan dihitung dengan cara membagi jumlah penduduk dengan luas area tempat mereka tinggal tersebut.

 

Pengertian Rakyat Menurut Para Ahli

Setelah membahas tentang pengertian rakyat dan juga pengertian penduduk selanjutnya kita akan tetap membahas tentang pengertian rakyat tetapi membahas soal pengertian menurut para ahli, langsung saja simak penjelasannya berikut ini.

Anwar Harjono

Pengertian rakyat yang pertama adalah pendapat dari anwar harjono. Menurutnya rakyat memiliki pengertian sebagai sumber dari kekuasaan.

Kamus Besar Bahasa Indonesia

Pengertian rakyat yang selanjutnya adalah pengertian rakyat menurut kamus besar bahasa Indonesia. Menurutnya rakyat adalah sebuah penduduk yang ada di suatu Negara.

Issei

Pengertian rakyat yang selanjutnya adalah pengertian rakyat menurut issei. Menurutnya rakyat adalah suatu konsepsi politik yang bukan merupakan konsepsi arimatik ataupun statistic, rakyat juga tidak selalu memiliki arti sebagai seluruh penduduk.

Emha Ainun Nadjib

Pengertian rakyat menurut emha ainun nadjib adalah sebuah pihak yang nantinya akan diatur oleh pihak – pihak lainnya yang berkuasa.

Herman J.Waluyo

Pengertian rakyat menurut Herman J. Waluyo adalah suatu darah yang ada di dalam tubuh suatu bangsa dan debar yang ada sepanjang masa.

Bahar Rifai

Pengertian rakyat menurut bahar rifai adalah sebagai seluruh orang yang tinggal di sebuah Negara atau di suatu wilayah.

Doed Joesoef

Pengertian rakyat yang selanjutnya adalah menurut doed joesoef. Menurutnya rakyat adalah keseluruhan perorangan atau seluruh individu yang hidup di suatu wilayah nasional dan tertunduk di peraturan perundang undangan yang sama di dalamnya.

Aa Nurdiman

Pengertian rakyat menurut aa nurdiman adalah sebagai sekumpulan manusia yang sudah disatukan oleh rasa persamaan dan juga rasa kebersamaan saat mendiami suatu wilayah di Negara.

M. Hasan

Menurut pendapat M.Hasan rakyat memiliki pengertian sebagai orang yang ada di satu kelompok dan berkaitan di dalam membuat dan juga melaksanakan semua aturan – aturan di masyarakat tertentu.

Aloys Budi Purnomo

Pengertian rakyat yang selanjutnya adalah pengertian rakyat menurut alloys budi purnomo yang menyebutkan bahwa rakyat adalah pemegang penuh terhadap kedaulatan yang ada di Negara.

 

Perbedaan Rakyat dan Penduduk

Berikut ini adalah penjelasan tentang perbedaan rakyat dan penduduk:

  • Penduduk аԁаƖаh orang-orang уаnɡ bertempat tinggal secara sah ԁаƖаm suatu negara berdasarkan peraturan perundang-undangan kependudukan ԁаrі negara уаnɡ bersangkutan.
  • Sedangkan Rakyat аԁаƖаh orang уаnɡ tunduk pada pemerintahan Negara.

 

Kewajiban Rakyat Di Bidang Politik

Rakyat juga memiliki kewajiban di dalam bidang politik. Apa saja bidang kewajibannya ? simak penjelasannya berikut ini.

  • Rakyat menjadi bagian penting pada aspek bidang politik
  • Memiliki kewajiban untuk mengikuti segala peraturan politik yang ada dan sudah ditetapkan di Negara beserta harus siap menerima hukuman dan sanksi apabila melanggar
  • Rakyat harus ikut berpartisipasi di dalam pemilihan umum
  • Memiliki kewajiban di dalam mengikuti politik yang praktis
  • Bisa untuk mengkritik dan juga membangun suatu roda pemerintahan

 

Kewajiban Rakyat Di Bidang Ekonomi dan Sosial

Rakyat juga memiliki kewajiban di dalam bidang ekonomi dan juga sosial. Apa saja bidang kewajibannya ? simak penjelasannya berikut ini.

  • Rakyat wajib untuk membayar pajak
  • Rakyat menjadi fundamental ekonomi dalam pemerintahan
  • Rakyat berkewajiban untuk taat dan mengikuti aturan hukum yang berlaku khususnya tentang pembelaan tanah air serta menjalankan hal dan juga kewajibannya yang sudah tertulis di dalam undang – undang.
  • Rakyat menjadi fundamental social kenegaraan

 

Hak – Hak Rakyat

Rakyat juga memiliki hak – hak di dalamnya. Apa saja haknya ? simak penjelasannya berikut ini.

  • Rakyat memiliki hak untuk meminta layanan pendidikan, hiburan, dan juga kesehatan yang bisa dimintai ke negaranya
  • Rakyat memiliki hak untuk bisa membela dan juga menjaga stabilitas milik Negara
  • Fakir miskin dan juga anak terlantar berhak dipelihara oleh Negara yaitu terdapat pada pasal 34, Bab XIV, di UUD 1945
  • Rakyat memiliki hak untuk di dampingi oleh pengacaranya jika dituduh melakukan hal – hal tindakan criminal
  • Rakyat memiliki hak untuk meminta adanya penghidupan yang layak sesuai dengan pasal 27, Bab X, di UUD 1945

 

Masalah Jumlah Penduduk

Setelah kita sudah sama – sama membahas tentang penduduk dan warga secara lengkap, kita juga harus membahas tentang dinamika permasalahan yang terjadi pada penduduk. Dinamika penduduk sendiri merupakan suatu perubahan atau adanya pertumbuhan jumlah penduduk dari waktu ke waktu yang disebabkan karena ada banyak peristiwa. Peristiwanya antara lain adalah adanya perpindahan penduduk, kelahiran, dan yang terakhir adalah kematian.

Peristiwa – peristiwa yang sudah disebutkan tadi masuk ke dalam istilah dari unsur dinamika penduduk. Pertumbuhan penduduk secara umum juga bisa dibedakan menjadi tiga jenis yaitu pertumbuhan migrasi, pertumbuhan penduduk total, dan yang terakhir adalah pertumbuhan alami. Berikut akan dijelaskan satu persatu.

  • Pertumbuhan Penduduk Migrasi

Pertumbuhan penduduk migrasi memiliki pengertian sebagai suatu pertumbuhan dari penduduk yang di dapatkan dari selisih diantara migrasi masuk dan juga migrasi keluar. Pertumbuhan penduduk ini bisa dihitung dengan menggunakan rumus. Rumusnya adalah sebagai berikut.

Pm = I – E

Pm adalah Pertumbuhan penduduk migrasi

I adalah Jumlah migrasi

E adalah Jumlah Emigrasi.

 

  • Pertumbuhan Penduduk Total

Pertumbuhan penduduk total memiliki pengertian sebagai pertumbuhan penduduk yang terjadi karena disebabkan oleh faktor – faktor. Faktor yang dimaksud antara lain adalah migrasi, kelahiran, dan juga kematian.

Pertumbuhan penduduk migrasi bisa dihitung dengan menggunakan rumus, rumusnya seperti dibawah ini.

P = ( L – M ) + ( I – E )

P = pertumbuhan penduduk total

L = jumlah kelahiran

M = jumlah kematian

I = jumlah imigrasi

E = jumlah emigrasi

 

  • Pertumbuhan Penduduk Alami

Pertumbuhan penduduk alami memiliki pengertian sebagai suatu pertumbuhan penduduk yang didapatkan dari adanya selisih antara kelahiran dan juga kematian.

Pertumbuhan penduduk alami ini bisa dihitung dengan menggunakan rumus seperti dibawah ini.

Pa = L – M

Pa = pertumbuhan penduduk alami

L = jumlah kelahiran

M = jumlah kematian

 

Tingkat Kelahiran

Dinamika penduduk berkaitan dengan tingkat kelahiran oleh karena itu kita akan membahas tingkat kelahiran disini. Tingkat kelahiran sering dikaitkan dengan fertilitas. Tingkat kelahiran atau fertilitas memiliki pengertian sebagai tingkat pertambahan pada jumlah anak atau pada tingkat kelahiran bayi di suatu periode – periode tertentu.

Tingkat kelahiran oleh bayi sendiri bisa dihitung dengan menggunakan dua cara, antara lain adalah sebagai berikut.

  • Angka Kelahiran Umum

Angka kelahiran umum sering disebut dengan General Fertility Rate atau GFR. Dan memiliki pengertian sebagai suatu angka yang menunjukan jumlah bayi yang telah lahir di setiap 1000 wanita pada masa usia reproduksi atau melahirkan yaitu di kelompok usia antara 15 hingga 49 tahun.

  • Angka Kelahiran Kasar

Angka kelahiran kasar sering disebut dengan Crude Birth Rate atau CBR. Dan memiliki pengertian sebagai suatu angka kelahiran yang menunjukan suatu jumlah kelahiran perseribu penduduk di dalam sebuah periode.

 

Tingkat Kematian

Dinamika penduduk juga berkaitan dengan tingkat kematian. Tingkat kematian sering disebut juga dengan mortalitas. Dan memiliki pengertian sebagai suatu pengurangan jumlah penduduk di dalam sebuah periode tertentu karena disebabkan oleh beberapa macam faktor kematian.

Tingkat kematian sendiri bisa diketahui berdasarkan tiga cara. Tiga cara tersebut adalah sebagai berikut.

  • Tingkat Kematian Menurut Umur

Tingkat kematian menurut umur sering disebut dengan Age Specific Death Rate atau ASDR. Dan memiliki pengertian sebagai angka yang menunjukan banyaknya kematian di suatu kelompok umur tertentu perseribu penduduk di dalam kelompok yang sama.

  • Tingkat Kematian Bayi

Tingkat kematian bayi sering disebut dengan Infan Mortality Rate atau IMR. Dan memiliki pengertian sebagai angka yang menunjukan tentang banyaknya bayi yang sudah meninggal dari 1000 bayi yang lahir dengan kondisi hidup.

  • Tingkat Kematian Kasar

Tingkat kematian kasar sering disebut dengan Crude Death Rate atau CDR. Dan memiliki pengertian sebagai angka yang menunjukan rata – rata dari kematian perseribu penduduk di dalam satu tahun.

 

Faktor – Faktor Pendorong Kelahiran dan Kematian

Selanjutnya kita akan membahas tentang besar kecilnya angka kelahiran atau natalitas. Besar kecilnya angka kelahiran dipengaruhi oleh faktor pendorong dan juga penghambat kelahiran ini. Lalu apabila kita membahas tentang tinggi rendahnya angka kematian penduduk maka jawabannya adalah dipengaruhi oleh faktor pendorong dan juga faktor penghambat kematian. Faktor – faktor yang disebutkan diatas antara lain adalah sebagai berikut.

 

Faktor Pendorong Kematian ( Promortalitas )

Faktor yang pertama adalah faktor tentang pendorong kematian atau promortalitas. Faktornya antara lain adalah sebagai berikut.

  • Tentang kesehatan dan juga pemenuhan gizi penduduk taraf nya sangat rendah
  • Adanya tingkat pencemaran yang nilainya tinggi sehingga menyebabkan lingkungan nya tidak sehat
  • Banyak wabah penyakit contohnya adalah flu burung, demam berdarah, dan masih banyak lagi lainnya
  • Banyak bencana alam yang terjadi. Bencana alam yang dimaksud adalah tsunami, banjir, gempa bumi, dan masih banyak lagi lainnya
  • Banyaknya tragedi yang terjadi contohnya adalah kecelakaan, peperangan, dan masih banyak lagi lainnya

 

Faktor Pendorong Kelahiran ( Pronatalitas )

Faktor yang kedua adalah faktor tentang pendorong kelahiran atau pronatalitas. Faktornya antara lain adalah sebagai berikut.

  • Terjadinya pernikahan usia muda atau usia dini
  • Ada penilaian yang tinggi dan terjadi pada anak. Hal itu menyebabkan keluarga yang belum memiliki anak akan berusaha untuk bisa memiliki anak
  • Adanya anggapan tentang banyak anak akan banyak rezeki nya
  • Adanya sifat alami yang dimiliki oleh manusia yaitu ingin melanjutkan keturunan dan ingin memiliki keturunan lagi
  • Munculnya anggapan tentang anak laki – laki nilanya lebih tinggi, sehingga apabila di suatu keluarga belum memiliki anak laki – laki maka keluarga tersebut akan berusaha untuk mempunyai anak laki – laki juga.

 

Faktor Penghambat Kematian ( Antimortalitas )

Faktor yang selanjutnya adalah faktor tentang penghambat kematian atau antimortalitas. Faktornya antara lain adalah sebagai berikut.

  • Kondisi Negara yang sedang aman dan tidak akan terjadi peperangan
  • Di lingkungan masyarakat, pemahaman agama yang dimiliki oleh masyarakat sangat kuat sehingga menyebabkan tidak adanya tindakan bunuh diri atau tindakan membunuh orang lain, atau bisa juga karena adanya ajaran agama yang melarang hal itu
  • Adanya tingkat kesehatan dan juga pemenuhan gizi masyarakat yang sudah di dalam taraf baik
  • Di dalam bidang kedokteran adanya kemajuan iptek yang sudah maju, sehingga menyebabkan banyak penyakit yang bisa untuk diobati

 

Faktor Penghambat Kelahiran ( Antinatalitas )

Faktor yang terakhir adalah faktor tentang penghambat kelahiran atau antinatalitas. Faktornya antara lain adalah sebagai berikut.

  • Terjadinya penundaan pada masa usia pernikahan dikarenakan alasan ekonomi, karir, dan juga pendidikan
  • Terjadinya kemajuan pada bidang iptek dan juga obat – obatan
  • Adanya UU tentang perkawinan yang isinya tentang membatasi dan juga mengatur tentang usia di dalam pernikahan
  • Timbul rasa malu apabila masih muda namun sudah memiliki anak
  • Adanya sebuah program yang sudah direncanakan, program tersebut contohnya adalah KB ( Keluarga Berencana )
  • Adanya sebuah peraturan dari pemerintah yang mengatur tentang pembatasan tunjangan anak bagi para PNS

 

Migrasi Penduduk / Rakyat

Pembahasan yang selanjutnya adalah tentang migrasi. Migrasi sering disebut dengan mobilitas penduduk yang memiliki pengertian sebagai suatu perpindahan penduduk dari sebuah tempat menuju ke tempat yang lainnya.

Migrasi sendiri terdiri atas banyak jenisnya, dan dibagi ke dalam dua kelompok besar yaitu migrasi nasional dan juga internasional. Jenis dari migrasi nya adalah sebagai berikut.

Migrasi Nasional

Migrasi nasional merupakan migrasi local yang artinya perpindahan terjadi masih di dalam wilayah satu Negara saja. Contohnya adalah sebagai berikut.

  • Ruralisasi

Ruralisasi merupakan suatu perpindahan penduduk yang mana penduduk tersebut berasal dai kota menuju ke desa supaya menetap dan tinggal di desa

  • Urbanisasi

Urbanisasi adalah perpindahan penduduk yang mana penduduknya berasal dari desa menuju ke kota

  • Evakuasi

Evakuasi adalah perpindahan penduduk yang gunanya adalah untuk menghindari adanya bahaya

  • Transmigrasi

Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu pulau yang penduduknya sudah padat menuju ke pulau yang masih jarang penduduknya

 

Migrasi Internasional

Apabila migrasi nasional disebut dengan migrasi lokal, maka migrasi internasional sering disebut dengan migrasi antarnegara karena perpindahannya sudah bukan di satu Negara lagi.

Contoh dari migrasi internasional itu ada tiga, terdiri dari emigrasi, remigrasi, dan yang terakhir adalah imigrasi. Berikut adalah penjelasannya.

  • Emigrasi

Emigrasi memiliki pengertian sebagai proses pindahnya penduduk menuju ke luar negeri dengan tujuan untuk menetap di sana

  • Remigrasi

Remigrasi memiliki pengertian sebagai proses pemulangan kembali penduduk asing menuju ke Negara asalnya mereka tinggal

  • Imigrasi

Imigrasi memiliki pengertian sebagai proses masuknya penduduk asing yang ingin menetap dan bertempat tinggal ke dalam suatu Negara

 

Dampak Sosial Ekonomi Pada Jumlah Penduduk

Seperti yang kita tahu, penduduk di Indonesia dari tahun ke tahun semakin banyak dan menimbulkan adanya dampak terhadap kehidupan sosial dan juga ekonomi milik Negara Indonesia.

Beberapa dampak social ekonomi yang ditimbulkan dari banyaknya jumlah penduduk yang ada, antara lain adalah sebagai berikut.

  • Persaingan di dalam dunia kerja sangat meningkat sehingga peluang kerja dan lapangan kerja menyempit
  • Bagi para penduduk yang tidak bisa untuk bersaing, mereka akan menjadi pengangguran sehingga angka pengangguran semakin meningkat
  • Kebutuhan tentang fasilitas sosial yang ada menjadi semakin meningkat

 

Pencegahan Pemerintah

Apabila dampak tadi sudah terjadi dan sudah merugikan banyak pihak terutama Negara maka pemerintah harus ikut serta untuk melakukan pencegahan – pencegahan dampak tersebut. Upaya itu diharapkan akan mampu untuk menekan laju pertumbuhan penduduk supaya dampak negatifnya bisa berkurang. Upaya pemerintah antara lain adalah sebagai berikut.

  • Meningkatkan dan mempermudah pelayanan di dalam bidang pendidikan, sehingga menyebabkan keinginan untuk segera cepat menikah bisa dihambat
  • Menerapkan sistem wajib belajar pendidikan dasar bagi para masyarakat dari 6 tahun menjadi 9 tahun
  • Meningkatkan dan juga membuat pelayanan kesehatan beserta kemudahan di dalam menjadi akseptor keluarga berencana

 

Demikian artikel tentang Pengertian Rakyat dan Penduduk: Hak dan Kewajiban semoga bisa bermanfaat bagi kita semua khususnya kalian yang memang sedang mencari artikel tentang pembahasan ini. Semoga bisa menambah wawasan pengetahuan kalian juga tentang rakyat dan penduduk. Apabila ada penjelasan yang masih kurang jelas atau ada hal yang ingin ditanyakan silahkan bertanya di kolom komentar yang sudah disediakan dibawah ini ya.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *