Danang Febriyandra Hey Spongebob, aku tidak bisa mendengarmu! Disini gelap...

Perusahaan Dagang: Pengertian, Jenis, Ciri, Syarat, Contoh, Akun, Bukti

6 min read

Pengertian Perusahaan Dagang

Kita semua tentu sering membeli sebuah barang di warung, supermarket, swalayan atau yang lainnya. Nah tempat-tempat yang telah disebutkan diatas dinamakan sebagai perusahaan dagang. Apa kalian sudah tahu apa itu perusahaan dagang?

Dalam kesempatan kali ini, Mastekno akan membahas materi seputar pengertian perusahaan dagang. Serta apa saja ciri-ciri, jenis, contoh serta kegiatan akuntansi yang terjadi di dalamnya.

 

Pengertian Perusahaan Dagang

Apa Itu Perusahaan Dagang

Adalah jenis perusahaan yang kegiatan utamanya membeli barang dan kemudian menjualnya lagi tanpa mengubah bentuk maupun kualitas dari barang tersebut. Artinya, mereka tidak melakukan kegiatan produksi untuk membuat ataupun mengubah suatu produk.

Perusahaan dagang hanya menjalankan bisnisnya dengan cara membeli barang dari para pemasok. Kemudian mereka menjualnya lagi kepada masyarakat tanpa menambah atau mengurangi nilai/kualitas dari produk tersebut.

Keberadaan sebuah perusahaan dagang di dalam masyarakat sangatlah penting. Bayangkan jika tidak ada tempat-tempat yang menjual barang kebutuhan sehari-hari di sekitar kita. Tentu akan repot jikalau harus datang langsung ke produsen barang tersebut.

Lalu darimana sebuah perusahaan dagang mendapatkan laba atau keuntungan? Umumnya didapat dari selisih harga antara pembelian dan juga penjualannya kembali. Contoh perusahaan dagang seperti warung, supermarket, toko dan lain sebagainya.

 

 

Ciri-Ciri Perusahaan Dagang

Ciri Perusahaan Dagang

Sebenarnya bukan hal yang sulit untuk mengenali jenis perusahaan yang satu ini. Kita bisa mengidentifikasikannya lewat karakteristik dan ciri-ciri sebagai berikut :

  • Kegiatan yang dilakukan berupa membeli, menyimpan dan menjual barang dagangan.
  • Tidak melakukan kegiatan produksi barang ataupun jasa.
  • Tidak mengubah (menambah atau mengurangi) nilai barang.
  • Menjadi perantara bagi produsen dan konsumen.
  • Keuntungan diperoleh dari selisih harga pembelian dan penjualan.
  • Kegiatan akuntansi menggunakan akun persediaan barang.
  • Modal adalah harga pokok barang beserta biaaya lainnya.

 

 

Jenis Perusahaan Dagang

Jenis Perusahaan DagangSecara umum, ia dapat diklasifikasikan menjadi 2 jenis berdasarkan produk dan konsumen, sebagai berikut .

 

1. Jenis Berdasarkan Produk

a. Perusahaan Dagang Barang Produksi

Adalah perusahaan yang memperjualbelikan produk berupa bahan baku untuk produk lainnya. Misal seperti perusahaan yang memperdagangkan kayu mentah. Dimana hal tersebut bisa diolah kembali oleh pihak lain menjadi furniture atau yang lainnya.

 

b. Perusahaan Dagang Barang Jadi

Adalah perusahaan yang memperjualbelikan produk jadi yang siap digunakan atau dikonsumsi. Sehingga konsumen langsung dapat mempergunakannya setelah dibeli. Misal seperti roti, mie instan, pensil, dan lain sebagainya.

 

2. Berdasarkan Konsumen

a. Perusahaan Dagang Besar (Holesaler)

Merupakan perusahaan dagang yang membeli produk dari pabrik produksi dalam jumlah besar untuk dijual kembali. Contohnya seperti para pedagang grosir yang umumnya menjual dagangannya dalam volume besar.

 

b. Perusahaan Dagang Perantara (MIddleman)

Merupakan perusahaan yang membeli barang dalam jumlah besar untuk kemudian dijual dalam jumlah sedang kepada para pengecer. Biasanya dilakukan oleh para pedagang subgrosir.

 

c. Perusahaan Dagang Pengecer (Retailer)

Merupakan perusahaan yang menjual barang secara langsung kepada konsumen. Contohnya seperti warung atau supermarket tempat biasanya kita membeli barang kebutuhan sehari-hari.

 

 

Kegiatan Perusahaan Dagang

Kegiatan Perusahaan Dagang

Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa perusahaan jenis ini tidak melakukan kegiatan produksi barang. Bahkan mereka juga tidak mengubah sedikitpun nilai dari produk yang dijualnya kembali. Lalu apa saja aktivitas yang terjadi di dalam sebuah perusahaan dagang?.

 

1. Pembelian

Adalah kegiatan perusahaan untuk membeli barang-barang dagangan dari pemasok untuk kegiatan usaha.

 

2. Penjualan

Adalah kegiatan perusahaan untuk menjual barang dagangannya demi memperoleh keuntungan dari selisih harga pembelian dan biaya tambahan.

 

3. Pengeluaran Uang

Adalah aktivitas perusahaan mengeluarkan uang baik untuk keperluan membeli barang, jasa, pembayaran utang, pajak atau biaya tambahan lainnya.

 

4. Penerimaan Uang

Adalah aktivitas perusahaan dalam penjualan barang diikuti dengan penerimaan uang hasil pembayaran, pelunasan piutang dan lain sebagainya.

 

 

Jenis Akun Perusahaan Dagang

Jenis Akun Perusahaan Dagang

Setiap jenis perusahaan pasti tidak dapat dipisahkan dengan yang namanya akuntansi. Karena pencatatan setiap transaksi yang terjadi sangatlah penting. Akuntansi sebuah perusahaan dagang umumnya akan menggunakan beberapa akun khusus sebagai berikut :

  • Pembelian : Akun untuk mencatat kegiatan pembelian barang dagangan.
  • Penjualan : Akun untuk mencatat kegiatan penjualan barang dagangan
  • Retur Pembelian : Akun untuk mencatat transaksi barang yang telah dijual dan dikirim kembali kepada pembeli karena produk sebelumnya ada kerusakan atau tidak sesuai pesanan.
  • Retur Penjualan : Akun untuk mencatat transaksi pengembalian barang dari konsumen karena rusak atau tidak sesuai pesanan.
  • Utang Dagang : Akun untuk mencatat adanya utang dagang beserta pelunasan kewajiban pembelian kredit.
  • Piutang Dagang : Akun untuk mencatat adanya piutang dagang dan penerimaan pelunasan dari penjualan kredit.
  • Potongan Pembelian : Akun untuk mencatat penerimaan potongan dari barang yang dibeli.
  • Potongan Penjualan : Akun untuk mencatat penerimaan potongan harga kepada pembeli.
  • Biaya Angkut Pembelian : Akun untuk mencatat pembayaran dari biaya pengangkutan barang yang dibeli.
  • Biaya Angkut Penjualan : Akun untuk mencatat pembayaran dari biaya pengangkutan barang yang sudah terjual.
  • Persediaan Barang Dagangan : Akun untuk mencatat nilai persediaan barang dagangan dalam periode tertentu.

 

 

Jenis Transaksi Perusahaan Dagang

Jenis Transaksi Perusahaan Dagang

Beberapa macam transaksi yang sering terjadi diantaranya :

  • Pembelian barang baik secara kredit maupun tunai.
  • Penjualan barang baik secara kredit maupun tunai.
  • Retur barang dagangan.
  • Penerimaan potongan pembelian.
  • Pemberian potongan penjualan.
  • Penerimaan barang dagang yang sudah terjual (retur penjualan).
  • Pembayaran biaya angkut pembelian.

 

 

Bukti Transaksi Perusahan Dagang

Bukti Transaksi Perusahaan Dagang

Dalam setiap transaksi yang terjadi, tentu perusahaan harus harus membuat bukti transaksinya. Hal ini sangat dibutuhkan dalam rangka pembuatan jurnal. Sehingga memperkecil resiko adanya penyelewengan uang yang bisa dilakukan oleh pihak tertentu.

Bukti-bukti transaksi tersebut bisa berupa :

1. Faktur

Ialah bukti perhitungan penjualan yang terjadi secara kredit, diberikan oleh penjual kepada pembeli. Faktur akan dibuat sebanyak 2 buah, faktur asli akan diserahkan kepada pembeli sementara salinannya akan disimpan oleh penjual.

 

2. Memo Debit

Ialah memo yang dikirimkan oleh penjual kepada pembeli karena adanya pengembalian barang yang rusak atau tidak sesuai pesanan.

 

3. Memo Kredit

Ialah memo yang dibuat oleh penjual dan dikiriman kepada pembeli karena adanya penerimaan barang yang telah terjual.

 

4. Bukti Kas Masuk

Ialah bukti transaksi yang dibuat karena adanya penerimaan kas. Contohnya ketika ada pembayaran atau pelunasan piutang oleh pembeli.

 

5. Bukti Kas Keluar

Ialah bukti transaksi yang dibuat saat perusahaan mengeluarkan kas untuk transaksi pembelian. Contohnya ketika pembayaran utang dagang dsb.

 

6. Voucher

Ialah bukti transaksi yang dibuat karena adanya pengeluaran kas yang bukan karena transaksi pembelian. Contohnya untuk membayar gaji karyawan, biaya pengangkutan penjualan dan pembelian.

 

Syarat Pembayaran

Syarat Pembayaran Perusahaan DagangUntuk perusahaan dagang yang memiliki skala besar, tentu akan memiliki nilai transaksi yang besar pula. Dan apabila semua pembayaran dilakukan secara tunai, mungkin akan menjadi kurang efektif.

Maka dari itu, umumnya untuk perusahaan besar akan memberlakukan transaksi secara kredit. Dimana dikenal beberapa syarat pembayaran sebagai berikut :

  • n/30 : Pembayaran harus dilakukan paling lambat 30 hari sejak transaksi jual beli.
  • a/10, n/60 : Jika pembayaran dilakukan dalam waktu kurang dari 10 hari sejak tanggal jual beli, maka akan ada potongan harga sebesar 3%. Jika lebih dari 10 hari, maka tidak akan ada potongan dengan pembayaran paling lambat 60 hari setelah transaksi jual beli.
  • EOM : Singkatan dari End of Month, artinya harga neto faktur harus dibayar sebelum akhir bulan.

 

Contoh Perusahaan Dagang

Contoh Perusahaan DagangDari definisi yang telah disebutkan sebelumnya, kita bisa dengan mudah mencari contohnya. Apabila sebuah perusahaan kegiatan usahanya hanya membeli barang kemudian menjualnya kembali tanpa mengubah bentuk, nilai maupun kualitasnya, maka ia termasuk ke dalam perusahaan dagang.

Contoh yang paling umum kita temui di sekitar adalah warung atau supermarket. Keduanya tidak memproduksi atau mengolah barang tertentu. Mereka hanya membeli dagangan dari pemasok, kemudian menjualnya kembali kepada konsumen.

Karena tidak melakukan perubahan pada produk, maka tentu nilainya tidak berubah. Sehingga untuk mendapatkan keuntungan, perusahaan dagang tersebut harus sedikit menaikkan harga jual dibandingkan harga pembelian.

Sehingga keuntungan didapat dari selisih antara harga jual dikurangi dengan harga beli beserta biaya tambahan lainnya.

 

Demikian pembahasan tentang pengertian perusahaan dagang, ciri-ciri, jenis, akun beserta contohnya. Semoga penjelasan diatas dapat mudah dimengerti dan memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua. Apabila ada kritik, saran atau pertanyaan bisa berkomentar di bawah.


Danang Febriyandra Hey Spongebob, aku tidak bisa mendengarmu! Disini gelap...
DarkLight