Danang Febriyandra Hey Spongebob, aku tidak bisa mendengarmu! Disini gelap...

Perubahan Sosial Budaya: Pengertian, Ciri, Contoh, Bentuk

6 min read

Pengertian Perubahan Sosial Budaya

Apakah ada yang masih ingat dengan kehidupan masa kecil kalian? Coba bandingkan dengan kehidupan yang ada di masa sekarang, apakah ada banyak perubahan yang terjadi di dalam masyarakat? Itulah yang biasa disebut sebagai perubahan sosial, khususnya di aspek sosial budaya.

Mastekno juga pernah membahas seputar materi yang satu ini. Namun kali ini, kita akan lebih berfokus pada pembahasan perubahan sosial budaya yang terjadi di masyarakat. Serta bagaimana hal tersebut akan mempengaruhi kehidupan setiap individunya.

 

Pengertian Perubahan Sosial Budaya

Apa Itu Perubahan Sosial BudayaApakah kalian sudah tahu apa itu perubahan sosial? Secara sederhana, perubahan sosial adalah bentuk pergeseran pada struktur masyarakat, baik yang terjadi secara sengaja maupun tidak disengaja.

Perubahan sosial ini bisa meliputi berbagai hal seperti perilaku, pola berpikir, sikap maupun cara hidup. Lalu apa yang dimaksud dengan perubahan sosial budaya? Adalah perubahan dalam masyarakat yang meliputi aspek kebudayaan serta cara-cara hidupnya.

Sehingga hal tersebut secara langsung akan mempengaruhi pola pikir serta perilaku masyarakat itu sendiri. Hal ini adalah sesuatu lazim terjadi yang hampir mustahil untuk dihindari.

Karena pada dasarnya, interaksi sosial yang terjadi di masyarakat akan selalu menghasilkan perubahan sosial entah cepat atau lambat.

Selain itu, berkembangnya jaman serta teknologi juga ikut mendorong perubahan sosial menjadi lebih cepat. Sekarang ini budaya dari berbagai tempat bisa menyebar lewat internet dan ditiru oleh kelompok masyarakat lainnya.

 

 

Ciri Perubahan Sosial Budaya

Ciri Perubahan Sosial BudayaPerubahan sosial budaya merupakan sebuah fenomena yang umum dan hampir selalu terjadi di dalam masyarakat. Berikut ini 5 ciri-ciri perubahan sosial yang harus kalian ketahui :

 

1. Terjadi Terus-Menerus

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa perubahan sosial adalah suatu hal yang lazim terjadi. Artinya, selama ada interaksi yang terjadi maka akan ada perubahan di dalam masyarakat. Entah itu berlangsung cepat atau lambat dengan dampak besar ataupun kecil.

Hal ini merupakan konsekuensi dari sifat manusia yang merupakan makhluk sosial. Dimana kita tidak akan dapat hidup tanpa adanya interaksi dengan individu lainnya. Dan hal tersebut akan mendorong masyarakat untuk selalu berkembang.

 

2. Imitatif

Secara sederhana, imitatif bisa diartikan sebagai sikap meniru. Hal ini sangat umum terjadi di dalam masyarakat. Dimana antara satu dengan yang lainnya bisa saling mempengaruhi. Jika salah satu kelompok berubah, maka lambat laun akan ditiru oleh kelompok masyarakat lainnya.

 

3. Disorganisasi Sementara

Ketika terjadi sebuah perubahan, maka tentu masyarakat harus kembali melakukan adaptasi dengan kondisi yang baru. Sehingga umumnya akan terjadi disorganisasi sementara selama masa penyesuaian diri tersebut.

 

4. Hubungan Timbal Balik( (Kausalitas)

Sebuah perubahan tentu akan mempengaruhi beberapa hal sebagai akibat dari hubungan timbal balik. Hal ini bisa terjadi baik ke aspek material maupun immaterial. Karena keduanya juga memiliki hubungan kausalitas.

 

5. Penggolongan Watak (Tipologis)

Jika dilihat dari segi tipologis, perubahan sosial dapat digolongkan menjadi beberapa jenis seperti proses sosial, perubahan struktur kelompok dan juga segmentasi.

 

 

Bentuk dan Contoh Perubahan Sosial Budaya

Bentuk Perubahan Sosial BudayaPerubahan sosial budaya di dalam masyarakat bisa terjadi secara bervariasi. Dimana antara kelompok masyarakat satu dengan yang lainnya tidaklah sama. Ada yang terjadi secara cepat atau lambat.

Ada pula yang bentuk perubahannya berdampak kecil maupun besar. Serta perubahan tersebut bisa terjadi baik direncanakan maupun tidak direncanakan. Nah berikut ini pembahasan tentang bentuk perubahan sosial budaya beserta contohnya.

 

1. Berdasarkan Kecepatan Perubahan

Sebuah perubahan bisa terjadi baik dalam waktu yang cepat maupun lambat. Hal ini bergantung pada bentuk perubahan serta kondisi masyarakat tersebut.

a). Revolusi
Adalah sebuah bentuk perubahan yang terjadi secara cepat. Selain itu, secara umum revolusi akan memiliki dampak yang sangat besar dan menyeluruh. Contohnya seperti gerakan revolusi industri Inggris atau revolusi Perancis. Dimana hal tersebut mengubah sebuah sistem secara drastis dan keseluruhan.

 

b). Evolusi
Kebalikan dari revolusi, yang mana merupakan perubahan sosial yang terjadi secara lambat. Sehingga sebuah evolusi cenderung membutuhkan waktu yang lama agar terlihat jelas perubahan yang terjadi.

Contoh mudahnya seperti pada transaksi jual beli. Masyarakat jaman dulu menggunakan sistem barter. Kemudian berubah menggunakan uang sebagai alat pembayaran baik berupa koin maupun kertas.

Namun sekarang juga sudah mulai berubah lagi, dimana masyarakat bisa membayar dengan kartu kredit atau transfer tanpa uang fisik. Hal tersebut terjadi secara perlahan, bahkan kebanyakan orang tidak menyadarinya sampai terjadi perubahan besar yang dirasakan.

 

2. Berdasarkan Dampaknya

Sebenarnya di dalam setiap kelompok masyarakat pasti ada perubahan yang terjadi. Namun yang berbeda adalah besar dampak yang dirasakan.

a). Perubahan Berdampak Kecil
Merupakan bentuk perubahan sosial budaya yang dampaknya kecil bagi masyarakat. Sehingga kebanyakan merasa tak begitu terpengaruhi atau bahkan tak terlalu peduli dengan hal tersebut. Contohnya seperti perubahan gaya rambut pada anak-anak muda jaman sekarang yang mengikuti trend.

 

b). Perubahan Berdampak Besar
Ialah sebuah perubahan yang dampaknya besar dan bisa menyeluruh. Artinya ia akan mempengaruhi struktur dan pola perilaku masyarakat hingga memungkinkannya berubah total.

Contohnya seperti bencana alam yang mengubah ekosistem dan mengharuskan masyarakat beradaptasi dengan kondisi yang baru. Sehingga proses penyesuaian diri berdampak pada aktivitas maupun mata pencahariannya.

 

3. Berdasarkan Proses Terjadinya

Perubahan sosial budaya adalah sesuatu yang pasti, entah itu direncanakan ataupun tidak direncanakan oleh masyarakat.

a). Perubahan yang Direncanakan
Artinya perubahan sosial budaya yang terjadi memang dikehendaki oleh masyarakat itu sendiri. Mereka ingin melakukan perubahan yang telah direncanakan sebelumnya. Hal ini umumnya ditujukan agar masyarakat berkembang atau demi mengatasi suatu permasalahan.

Contohnya seperti program keluarga berencana yang dikeluarkan oleh pemerintah. Hal ini memang sudah direncanakan demi menekan angka kelahiran yang terlalu tinggi di dalam masyarakat.

 

b). Perubahan Tak Direncanakan
Sebaliknya, ini merupakan bentuk perubahan yang mana terjadi dengan begitu saja. Masyarakat sebenarnya tak menginginkan perubahan tersebut, namun karena beberapa faktor yang memaksa, hal tersebut tidak bisa dihindari lagi.

Contohnya seperti terjadinya bencana alam, misal banjir atau gunung meletus. Hal itu akan memaksa masyarakat di sekitar untuk pergi mengungsi. Dan mungkin juga akan mengakibatkan perubahan pada struktur masyarakat setelahnya.

 

 

Proses Terjadinya Perubahan Sosial Budaya

Proses Perubahan Sosial BudayaApakah kalian bertanya-tanya, bagaimana sebuah perubahan bisa terjadi di dalam masyarakat? Secara umum, ada 3 jenis proses perubahan sosial budaya yang banyak terjadi, antara lain :

 

1. Akulturasi

Adalah proses penyatuan 2 budaya atau lebih sehingga menghasilkan budaya baru. Dalam hal ini ia masih mewarisi sifat dari budaya lamanya.

Contohnya seperti Sunan Kalijaga ketika ia menyebarkan ajaran islam di Indonesia. Beliau menggunakan cerita Mahabarata yang berasal dari India, kemudian diakulturasikan dengan wayang kulit beserta disisipi ajaran agama islam.

 

2. Asimilasi

Merupakan penyatuan dari budaya yang berbeda dan menghasilkan sebuah budaya baru. Kok sama seperti akulturasi? Perbedaan besar keduanya adalah dari sifat budaya baru yang dihasilkan.

Jika akulturasi, maka budaya yang baru masih mewarisi sifat dari budaya lama. Namun pada asimilasi, budaya baru adalah sesuatu yang berbeda dari budaya sebelumnya. Dan ia tidak memiliki unsur yang diwarisi dari budaya lamanya.

 

4. Difusi

Secara sederhana, difusi merupakan proses penyebaran budaya ke kelompok masyarakat lainnya. Sehingga lambat laun sebuah budaya akan diadaptasi oleh berbagai masyarakat sebagai akibat dari adanya interaksi sosial.

 

 

Faktor Pendorong Perubahan Sosial Budaya

Faktor Pendorong Perubahan Sosial BudayaUmumnya, ada beberapa hal yang bisa mendorong terjadinya perubahan pada aspek sosial budaya dalam masyarakat, antara lain :

  • Pengaruh budaya dari luar yang ditiru.
  • Individu yang memang menginginkan perubahan.
  • Sistem pendidikan yang terus berkembang.
  • Inovasi yang mudah diterima oleh masyarakat.
  • Sistem stratifikasi sosial terbuka.
  • Pola pikir masyarakat yang visioner.
  • Sikap toleransi dengan perbedaan budaya.
  • Masyarakat yang terdiri dari latar belakang yang bervariasi (heterogen).

 

 

Faktor Penghambat Perubahan Sosial Budaya

Faktor Penghambat Perubahan Sosial BudayaSelain faktor yang mendorong, ada juga beberapa hal yang bisa menggambar terjadinya perubahan sosial. Hal ini bisa datang dari faktor internal maupun eksternal, diantaranya :

  • Tidak adanya interaksi dengan kelompok masyarakat lain.
  • Sistem pendidikan yang tidak berkembang.
  • Masyarakat yang cenderung homogen (tidak bervariasi).
  • Sikap yang sulit menerima budaya lain (konservatif).
  • Sikap untuk memegang teguh budaya warisan.
  • Sikap intoleransi terhadap budaya luar.
  • Tidak menginginkan perubahan karena merasa sudah cukup dengan kondisi sekarang.
  • Penggunaan sistem stratifikasi tertutup.
  • Ideologi yang menghambat adanya perubahan.

 

Demikian pembahasan tentang pengertian perubahan sosial budaya, ciri-ciri dan bentuk serta contohnya. Hal tersebut adalah fenomena yang lazim terjadi di dalam masyarakat. Sehingga kita juga harus bersiap agar mampu beradaptasi dengan setiap perubahan yang terjadi.


Danang Febriyandra Hey Spongebob, aku tidak bisa mendengarmu! Disini gelap...
DarkLight