Mochamad Alif Prayogo Pengin jadi orang kaya tapi belum tercapai, sudah berbagai usaha dilakukan tapi tidak konsisten, tolooong~

Perjanjian Linggarjati: Latar Belakang, Tokoh, Isi, Dampak

10 min read

sejarah perjanjian linggarjati lengkap

Dalam sejarah kemerdekaan Indonesia banyak sekali perjuangan yang dilakukan oleh para pendahulu kita. Baik itu secara diplomatis maupun secara non diplomatis, salah satu metode untuk menggapai kemerdekaan adalah dengan mengadakan perjanjian-perjanjian dengan pihak lain.

Salah satu perjanjian yang dilakukan oleh bangsa Indonesia adalah Perjanjian Linggarjati. Linggarjati adalah sebuah perundingan yang berlangsung antara Indonesia dengan Belanda yang ditengahi oleh negara Inggris.

Hasil dari perjanjian Linggarjati yang berlangsung di awal-awal masa kemerdekaan Indonesia ini membuahkan hasil atau sebuah kesepakatan yang kemudian disebut sebagai “Perjanjian Linggarjati”. Linggarjati atau Linggajati adalah sebuah nama dari suatu desa yang terletak di Cirebon dan Kuningan.

Desa tersebut berada di kaki gunung Ciremai. Itulah alasan kenapa perundingan tersebut disebut dengan nama Linggarjati, karena dilakukan di desa Linggarjati. Pemilihan Linggarjati sebagai tempat perundingan karena tempat tersebut adalah tempat netral dan bukan milik kedua belah pihak.

Perlu kalian ketahui bahwa pada saat itu Belanda dan sekutu menguasai Jakarta, sedangkan Indonesia sendiri menguasai Yogyakarta. Tempat berjalannya perundingan tersebut masih ada sampai sekarang ini. Sekarang tempat tersebut dijadikan sebagai museum yang disebut “Museum Linggarjati”.

Perundingan Linggarjati ini dilakukan atau dilaksanakan di desa Linggarjati pada tanggal 11-13 November 1946. Namun delegasi sudah sampai di desa Linggarjati pada tanggal 10 November atau satu hari sebelumnya. Kemudian hasil dari perundingan tersebut diparah pada tanggal 15 November di Jakarta.

Kemudian setelah itu diratifikasi pada tanggal 25 Maret 1947 di Istana Negara. Untuk lebih jelasnya lagi berikut ini akan mastekno jelaskan sejarah perjanjian linggarjat lengkap mulai dari latar belakang, waktu dan tempat, tokoh-tokohnya, isi, dampak, dan pelanggaran perjanjian ini.

 

Latar Belakang Perjanjian Linggarjati

latar belakang perjanjian linggarjati

Setelah negara Indonesia memproklamasikan dirinya sebagai sebuah negara yang Merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, dan sudah resmi lepas dari jajahan Jepang. Belanda yang sebelumnya pernah menjajah Indonesia selama kurang lebih 359 tahun ingin kembali menjajah Indonesia.

Pada awalnya, yaitu tanggal 29 September 1945 pasukan sekutu dan FNEI datang ke Indonesia untuk melucuti tentara Jepang setelah mereka mengalami kekalahan dalam perang dunia ke II tersebut. Namun ternyata kedatangan mereka diboncengi oleh NICE atau Netherlands-Indies Civil Administration.

Hal ini membuat pemerintah dan rakyat Indonesia menjadi curiga. Mereka berpendapat bahwa Belanda ingin mencoba kembali menjajah atau menguasai Indonesia, sampai akhirnya terjadilah berbagai pertempuran di berbagai daerah.

Contohnya adalah pertempuran yang terjadi pada tanggal 10 November di Surabaya, Pertempuran Merah Putih di Manado, Pertempuran di Ambarawa, dan masih banyak lagi pertempuran yang terjadi pada saat itu meskipun negara kita sudah memproklamasikan kemerdekaannya.

Terjadinya pertempuran di berbagai daerah ini menyebabkan kerugian di kedua belah pihak dan berbagai alasan lainnya. Oleh karena itulah Kerajaan Belanda dan Indonesia membuat sebuah kesepakatan untuk melakukan kontak diplomasi pertama dalam sejarah kedua negara tersebut.

Kemudian Pemerintah Inggris yang merupakan mediator penanggung jawab berusaha dalam menangani konflik politik dan militer yang terjadi di Asia. Diplomat Inggris pada saat itu adalah Sir Achibald Clark Kerr yang kemudian mengundang Indonesia dan Belanda.

Indonesia dan Belanda diundang untuk melakukan perundingan di Hooge Veluwe. Pemimpin negara akhirnya menyadari bahwa jika dalam menyelesaikan konflik ini dengan pertempuran hanya akan menambah korban dari kedua belah pihak yang sangat merugikan.

Sayangnya perundingan yang direncanakan ini gagal karena negara Indonesia meminta Belanda untuk mengakui kedaulatannya atas Pulau Jawa, Pulau Sumatera, dan Pulau Madura. Disini Belanda menolak dan hanya mau mengakui Indonesia di Pulau Jawa dan Madura saja.

Sampai akhirnya pada di akhir bulan Agustus tahun 1946, pemerintah Inggris mendatangkan Lord Killearn ke Indonesia sebagai usaha untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi antara negara Indonesia dengan Kerajaan Belanda.

Barulah pada tanggal 7 Oktober 1946 dilaksanakan perundingan antara Indonesia dengan Belanda yang dipimpin oleh Lord Killearn. Perundingan ini dilaksanakan di Konsulat Jenderal Inggris di Kota Jakarta.

Pada saat perundingan awal dilakukan, mendapatkan kesepakatan untuk melakukan gencatan senjata pada tanggal 14 Oktober 1946 dan berencana untuk melakukan perundingan yang lebih dalam atau lebih lanjut lagi.

Sampai akhirnya perundingan lebih lanjut tersebut dilakukan, dan perundingan inilah yang dinamakan dengan Perjanjian Linggarjati. Perjanjian Linggarjati ini akan dilaksanakan pada tanggal 11 November 1946 di desa Linggarjati.

Baca Juga: Pengertian, Sejarah, Tugas dan Sidang BPUPKI.

 

Adapun latar belakang terjadinya perjanjian Linggarjati adalah karena ada banyak sekali konflik dan insiden pertempuran yang terjadi antara Indonesia dengan pasukan sekutu Belanda. Hal ini membuat kedua belah pihak sadar bahwa perang tersebut menyebabkan kerugian.

Akhirnya kedua belah pihak menginginkan berakhirnya konflik dan cara penyelesaiannya adalah dengan persengketaan wilayah kekuasaan dan kedaulatan Republik Indonesia.

 

 

Tokoh Tokoh Perjanjian Linggarjati

tokoh tokoh perjanjian linggarjati

Ada beberapa tokoh penting dalam perjanjian Linggarjati yang dilakukan dengan Belanda, tokoh-tokoh inilah yang berperan atau ikut serta dalam perjanjian Linggarjati. Berikut ini adalah beberapa tokoh yang menandatangani Perjanjian Linggarjati, yaitu:

  • Pemerintah Indonesia mengirimkan Sutan Syahrir yang berperan sebagai Ketua, kemudian juga Mohammad Roem, Susanto Tirtoprojo,, dan A.K. Gani.
  • Pemerintah Inggris sebagai mediator atau penengah diwakilkan oleh Lord Killearn.
  • Pemerintah belanda mengirim Wim Schermerhon yang berperan sebagai Ketua, kemudian F. De Boer, H.J. van Mook, dan Max van Pool.
  • Saksi tamu yang hadir dalam perjanjian Linggarjati diantaranya adalah dr. Sudarsono, dr. Leimena, Amir Syarifudin, Ir. Soekarno, dan Moh. Hatta.

Perjanjian Linggarjati ini kemudian ditandatangani dalam sebuah upacara kenegaraan yang bertempat di Istana Negara Jakarta tanggal 25 Maret 1947. Nah berikut ini adalah informasi singkat tentang para perwakilan Indonesia yang datang dalam Perjanjian Linggarjati.

 

Sutan Syahrir

Tokoh pertama yang hadir pada saat perjanjian Linggarjati adalah Sutan Syahrir yang merupakan ketua perwakilan dari Perjanjian Linggarjati. Beliau lahir pada tanggal 5 Maret 1909 di Kota Padang Panjang.

Sutan Syahrir adalah seorang sosok pemuda yang berintelektual, dan seorang revolusioner yang mempelopori kemerdekaan negara kita Indonesia. Beliau juga seorang politikus yang dan menjadi perdana menteri pertama di Indonesia.

Beliau juga pernah menjabat menjadi Menteri Dalam Negeri dan Luar Negeri Indonesia.

Baca Juga: Sejarah Perumusan Pancasila.

 

Adnan Kapau Gani

Tokoh selanjutnya adalah Adnan Kapau Gani, beliau lahir pada tanggal 16 September 1905 di Sumatera Barat. Adan Kapu Gani adalah seorang Mayjen TNI yang disebut dengan nama A.K. Gani. Selain sebagai seorang mayjen TNI, beliau juga seorang politikus dan seorang dokter.

Pada masa hidupnya, A.K. Gani ini sempat menjadi Wakil Perdana Menteri pada saat Kabinet Amir Sjarifuddin I dan II.

 

Mohammad Roem

Mohammad Roem adalah seorang diplomat yang asalnya dari Indonesia, beliau sangat disegani dan menjadi salah seorang yang memimpin Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan negara Indonesia. Semasa hidupnya, Roem pernah menjabat menjadi Wakil Perdana Menteri, Menteri Luar Negeri, dan Menteri Dalam Negeri.

Bukan cuma mewakili Indonesia dalam perjanjian Linggarjati, beliau juga ikut menjadi perwakilan dan sekaligus inisiator dalam Perjanjian Roem Royem pada saat Indonesia di masa revolusi.

 

Soesanto Tirtoprodjo

Selanjutnya adalah Soesanto Tirtoprodjo yang merupakan perwakilan terakhir dalam perjanjian Linggarjati. Beliau ini adalah seorang yang pandai dalam hal hukum. Pada masa hidupnya, beliau pernah menjadi Menteri Kehakiman selama 6 kali periode masa jabatan dalam 6 kabinet yang berbeda.

Soesanto Tirtoprodjo lahir pada tanggal 3 Maret 1900 di Surabaya dan memiliki background pendidikan dalam bidang hukum dan kuliah di Universitas Leiden, Belanda.

 

 

Isi Perjanjian Linggarjati

isi perjanjian linggarjati

Dalam perjanjian Linggarjati yang sudah disahkan pada tanggal 25 Maret 1947 memiliki 17 pasal dalamnya. Namun inti dari hasil Perjanjian Linggarjati ini adalah sebagai berikut:

  • Belanda mengakui secara de facto bahwa wilayah Republik Indonesia meliputi Pulau Jawa, Sumatera, dan Madura.
  • Belanda diwajibkan meninggalkan wilayah Republik Indonesia paling lambat tanggal 1 Januari 1949.
  • Pihak Indonesia dan Belanda mencapai kesepakatan untuk membentuk negara Republik Indonesia Serikat (RIS) yang meliputi wilayah Indonesia, Kalimantan dan Timur Besar sebelum tanggal 1 Januari 1949.
  • Pemerintah Indonesia harus termasuk dalam Commonwealth atau Persemakmuran Indonesia-Belanda dan Ratu Belanda sebagai kepala atau pemimpinnya, dalam Konteks Republik Indonesia Serikat.

 

 

Dampak Perjanjian Linggarjati

dampak positif negatif perjanjian linggarjati

Dilakukannya perjanjian Linggarjati ini memberikan beberapa dampak. Dampak tersebut ada yang bersifat positif dan ada juga yang bersifat negatif. Berikut ini adalah dampak positif dan dampak negatif adanya perjanjian Linggarjati.

 

Dampak Positif

Berikut adalah dampak positif Perjanjian Linggarjati:

  • Wilayah kekuasaan negara Indonesia menjadi lebih kecil karena hanya mencakup Pulau Jawa, Madura, dan Sumatera saja.
  • Perjanjian ini pada hakikatnya hanya memberikan waktu untuk Belanda membangun kekuatan yang nantinya akan melakukan agresi militer mereka.
  • Indonesia harus mengikuti persemakmuran antara Indonesia dengan Belanda.
  • Partai nasional mengkritik pemerintah Indonesia karena dianggap lemah dalam mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia.

 

Dampak Negatif

Berikut ini adalah dampak negatif yang terjadi akibat Perjanjian Linggarjati:

  • Wilayah Kekuasaan milik Indonesia menjadi semakin kecil, yaitu hanya mencakup wilayah Jawa, Madura, dan Sumatera saja.
  • Perjanjian ini sebenarnya cuma untuk memberikan waktu Belanda membangun kekuatan yang nantinya digunakan untuk melakukan agresi militer mereka.
  • Indonesia diharuskan mengikuti persemakmuran antara Indonesia dengan Belanda.
  • Partai Nasional mengkritik pemerintah Indonesia yang dianggap tidak bisa mempertahankan kedaulatan RI. Akhirnya perjanjian ini ditentang oleh masyarakat dan kalangan tertentu yang diawali oleh Partai Masyumi, Partai Rakyat Jelata, Partai Rakyat Indonesia, dan PNI.

Perjanjian Linggarjati ini kemudian ditentang oleh para masyarakat dan kalangan tertentu yang diwakili oleh Partai Masyumi, Partai Rakyat Indonesia, PNI, dan Partai Rakyat Jelata. Pemerintah saat itu memberi alasan kenapa mereka menyetujui isi dari perjanjian Linggarjati.

Yaitu untuk menggunakan cara damai dalam menyelesaikan konflik yang ada demi menghindari jatuhnya lebih banyak korban dan untuk menarik lebih banyak simpati dari dunia Internasional. Perdamaian dengan cara gencatan senjata ini kemudian memberi peluang militer Indonesia untuk melakukan berbagai hal seperti konsolidasi.

Saat perundingan itu juga diketahui bahwa pemimpin yang ditunjuk, yaitu Sutan Syahrir dianggap memberikan dukungan terhadap Belanda.

Hal ini kemudian membuat para anggota Partai Sosialis yang ada dalam Kabinet tersebut dan KNIP mengambil langkah penarikan dukungan terhadap pemimpin perundingan. Penarikan dukungan ini ditujukan kepada Sutan Syahrir yang berlangsung pada tanggal 26 Juni 1947.

 

 

Pelanggaran Perjanjian Linggarjati

pelanggaran perjanjian linggarjati

Selang beberapa bulan, Belanda akhirnya melanggar kesepakatan yang sudah mereka sepakati yang ada dalam Perjanjian Linggarjati.  Gubernur Jenderal H.J. van Mook akhirnya menyatakan bahwa Belanda tidak lagi terikat dengan Perjanjian Linggarjati yang dinyatakan pada tanggal 20 Juli 1947.

Kemudian pada tanggal 21 Juli 1947, Belanda melancarkan Agresi Militer Belanda I, yaitu terjadinya serangan yang dilakukan tentara Belanda ke Wilayah Indonesia. Karena hal ini kemudian konflik yang terjadi antara Indonesia dengan Belanda kembali memanas.

Konflik ini kemudian diselesaikan dengan melakukan perundingan kembali, perundingan tersebut adalah Perjanjian Renvile. Namun meskipun demikian, ada banyak sekali hasil perundingan dalam Perjanjian Renvile yang sangat merugikan Indonesia.

Ada beberapa hal lainnya yang berlangsung sebelum, selama, dan setelah Perjanjian Linggarjati sebelumnya dilakukan. Beberapa kejadian yang terkait dengan peristiwa ini adalah sebagai berikut:

  • Perundingan dalam penyelesaian konflik Indonesia-Belanda sebenarnya sudah dilakukan sejak bulan Februari 1946. Namun perundingan yang dilakukan selalu mengalami kegagalan dan tidak terjadi kesepakatan. Akhirnya pada bulan Oktober tahun 1946 terjadi kesepakatan yang mengawali terjadi Perjanjian Linggarjati.
  • Pemilihan lokasi Linggarjati atau Linggajati sebagai tempat untuk pertemuan diusulkan oleh Maria Ulfah Santosa, yang merupakan seorang Menteri Sosial yang saat itu menjabat. Pemilihan desa Linggarjati didasarkan dari titik tengah antara Belanda yang menguasai daerah Jakarta dan Indonesia yang menjadikan Yogyakarta sebagai pusat pemerintahan sementara mereka.
  • Delegasi Belanda menginap di kapal perang mereka, sedangkan delegasi Indonesia menginap di Linggasama yang lokasinya ini berdekatan dengan desa Linggarjati yang dijadikan tempat pertemuan. Ir. Soekarno dan Moh. Hatta singgah di tempat kediaman Bupati Kuningan.
  • Rumah yang dijadikan tempat pertemuan adalah tempat milik Kulve van Os. Beliau ini adalah seorang Belanda yang mempunyai pabrik semen dan perajin ubin yang menikah dengan perempuan Indonesia.
  • Perundingan tidak berhasil dan tidak berjalan dengan mulus, ada beberapa poin dari kedua pihak yang tidak dapat disepakati, namun ada juga beberapa hal yang berhasil disepakati. Delegasi Belanda disela pertemuan sempat menemui Soekarno yang datang sebagai tamu dengan tujuan untuk membicarakan beberapa hal yang menjadi perdebatan antara pihak Belanda dan Pihak Indonesia yang diketuai Sutan Syahrir.
  • Pro dan kontra terus terjadi setelah perjanjian tersebut diberitahukan ke publik. Ada banyak sekali penolakan, terutama penolakan ini datanya dari oposisi pemerintah yang ada pada saat itu.
  • Belanda sudah menodai hasil perjanjian tersebut yang sudah dilakukan dengan cara membatalkan kesepakatan yang ada secara sepihak tanpa persetujuan dari Indonesia.

Banyak sekali pelanggaran yang dilakukan oleh pihak Belanda dalam perjanjian Linggarjati. Tindakan ini membuat Indonesia marah akan tindakan Belanda. Akhirnya terjadilah peperangan di berbagai tempat yang menyebabkan konflik Indonesia dengan belanda semakin memanas.

 

Demikianlah informasi yang bisa mastekno sampaikan kepada kalian tentang Perjanjian Linggarjati yang meliputi latar belakang terjadinya perjanjian linggarjati, waktu dan tempatnya, tokoh-tokoh penting perjanjian linggarjati, isi perjanjian linggarjati, dan dampak perjanjian tersebut.

Semoga informasi di atas tadi bermanfaat dan menambah pengetahuan kalian tentang perjanjian Linggarjati yang merupakan salah satu perjanjian yang pernah dilakukan Indonesia dengan Belanda untuk mencapai perdamaian. Selain perjanjian ini ada juga perjanjian lain seperti roem royem.

Sekian apa yang bisa kami sampaikan kepada kalian tentang perjanjian Linggarjati. Semoga bisa menambah pengetahuan dan wawasan kalian tentang sejarah kemerdekaan Indonesia. Jika ada kesalahan kata dan informasi yang kurang tepat dalam artikel ini mohon dikoreksi, terima kasih.


Mochamad Alif Prayogo Pengin jadi orang kaya tapi belum tercapai, sudah berbagai usaha dilakukan tapi tidak konsisten, tolooong~
DarkLight