√ 7 Perbedaan Hukum Pidana dan Hukum Perdata: Jenis, Contoh

7 Perbedaan Hukum Pidana dan Hukum Perdata: Jenis dan Contohnya

7 Perbedaan Hukum Pidana dan Hukum Perdata: Jenis dan Contohnya
By : Shinta Marist 6 min read

Negara Indonesia selain dikenal menjadi Negara agraris dan Negara maritim, juga dikenal dengan sebutan Negara hukum. Hukum yang paling dikenal oleh masyarakat di Negara Indonesia adalah hukum perdata dan hukum pidana. Sebenarnya hukum di Indonesia tidak hanya dua hukum itu saja tetapi ada banyak hukum. Namun yang paling terkenal adalah dua hukum tersebut.

Lalu apakah kalian sudah paham tentang hukum perdata dan juga hukum pidana tersebut ? perbedaan diantara kedua hukum tersebut sangatlah banyak. Nah sebagai warga Negara Indonesia yang baik kalian harus mengetahui secara detail dan juga rinci kedua hukum tersebut.

Di artikel kali ini saya akan menjelaskan tentang kedua hukum tersebut secara detail, mulai dari pengertiannya, kemudian perbedaan diantara hukum pidana dan juga hukum perdata, langsung saja simak penjelasannya berikut ini. Pembahasan yang pertama adalah tentang pengertian dari kedua hukum yang sudah disebutkan tadi yaitu hukum perdata dan juga hukum pidana.

Apabila kita mengamati lebih lanjut, sebenarnya hukum yang ada di Indonesia banyak yang menganut tentang sistem hukum eropa yang khususnya adalah Negara belanda. Mengapa hal tersebut bisa terjadi ? hal ini karena Negara Indonesia terkena imbas dari penjajahan yang telah dilakukan oleh Negara belanda di masa lampau. Hal itu terjadi sebelum Negara Indonesia merdeka dan dijajah selama ratusan tahun. Langsung saja tanpa perlu berlama – lama lagi, kita akan membahas pengertian dari hukum perdata terlebih dahulu, berikut penjelasannya.

 

Pengertian Hukum Perdata

hukum perdata

Hukum perdata memiliki pengertian sebagai serangkaian hukum yang isinya adalah mengatur tentang adanya hubungan di antara individu yang satu dengan hubungan individu yang lainnya.

Aturan yang berada di dalam hukum perdata adalah aturan yang mengatur tentang hubungan yang ada di masyarakat dan menitikberatkan ke kepentingan perseorangan.

Apabila hukum perdata ditafsirkan secara autentik maka memiliki arti sebagai suatu hukum yang hanya bisa ditafsirkan dengan memiliki satu arti saja dan menurut kata yang ada di dalam undang – undang. Hukum perdata tidak memiliki gugatan dan dijatuhkan oleh lembaga pengadilan.

 

Jenis Jenis Hukum Perdata

Selanjutnya kita akan membahas tentang pembagian dari hukum perdata, hukum perdata dibagi menjadi lima kategori besar, yang masing – masing akan dijelaskan berikut ini jenis jenis hukum perdata/

 

Hukum Waris

Hukum waris masuk ke dalam kategori hukum perdata. Hukum waris memiliki pengertian sebagai hukum yang isinya adalah mengatur tentang peninggalan dari harta seseorang yang mana kondisi orang tersebut telah meninggal dunia atau telah tiada dan diberikan kepada seorang ahli warisnya atau yang sudah berhak, biasanya adalah anggota keluarganya sendiri.

 

Hukum Benda

Hukum yang selanjutnya masuk ke dalam kategori hukum perdata adalah hukum benda. Hukum benda didasarkan pada pasal 504 Kitab Undang – Undang Hukum Perdata atau yang bisa disingkat (KUHPer), benda sendiri dibedakan menjadi dua antara lain adalah sebagai berikut.

  • Benda yang tidak bergerak, contohnya adalah rumah. Diatur di dalam pasal 506 sampai pasal 508 KUHPer.
  • Benda yang bergerak, contohnya adalah motor dan juga mobil. Diatur di dalam pasal 509 sampai pasal 518 KUHPer.

 

Hukum Keluarga

Hukum yang selanjutnya masuk ke dalam kategori hukum perdata adalah hukum keluarga, hukum keluarga memiliki pengertian sebagai keseluruhan dari hukum yang mana isinya adalah mengatur tentang ketentuan dan juga semua aturan yang mengatur tentang hubungan hukum yang sudah bersangkutan dengan keluarga yang sedarah dan juga keluarga yang telah terikat oleh adanya perkawinan.

 

Hukum Perikatan

Hukum perdata yang keempat adalah hukum perikatan. Hukum perikatan memiliki pengertian sebagai suatu hubungan hukum diantara dua orang atau bisa juga lebih dalam pembagian harta kekayaan. Dimana di dalam pembagian harta tersebut, pihak yang satu memiliki hak dan juga pihak kedua memiliki kewajiban kecerdasan di dalamnya.

 

Hukum Harta Kekayaan

Hukum perdata yang terakhir adalah hukum harta kekayaan. Hukum harta kekayaan memiliki pengertian sebagai suatu hukum yang isinya adalah mengatur tentang hak dan juga kewajiban dari seorang manusia yang bernilai uang di dalamnya.

 

 

Pengertian Hukum Pidana

hukum pidana

Setelah kita membahas tuntas tentang hukum perdata, selanjutnya kita akan membahas tentang hukum pidana. Hukum pidana sendiri memiliki pengertian sebagai suatu rangkaian kaidah dari hukum tertulis yang mana untuk mengatur tentang perbuatan – perbuatan dari yang tidak boleh dilakukan atau yang dilarang dan disertai dengan adanya ancaman atau sanksi.

Di dalam hukum pidana isinya adalah tentang hak – hak dan juga kepentingan dari individu di dalam masyarakat. Apabila kita menafsirkan tentang hukum pidana maka dapat dengan berbagai macam penafsiran hukum perdata. Hukum pidana dijatuhkan apabila telah ada gugatan.

 

Jenis Hukum Pidana

Di dalam hukum pidana, ada dua jenis perbuatan yaitu kejahatan dan juga pelanggaran, penjelasannya masing – masing adalah sebagai berikut jenis jenis hukum pidana.

 

Kejahatan

Yang pertama adalah perbuatan kejahatan. Kejahatan adalah suatu perbuatan yang mana dilarang oleh peraturan perundang – undangan dan selain itu juga bertentangan dengan adanya nilai moral, nilai agama, beserta rasa keadilan yang ada pada masyarakat.

Apabila ada seorang pelaku yang melakukan tindakan kejahatan maka otomatis akan mendapatkan hukum atau mendapatkan sanksi berupa pemidanaan. Contoh tindakan kejahatan adalah pembunuhan, pencurian, pemerkosaan, dan masih banyak lagi contoh tindakan kejahatan lainnya.

 

Pelanggaran

Perbuatan yang kedua adalah pelanggaran. Tindakan pelanggaran memiliki pengertian sebagai suatu perbuatan yang dilarang oleh peraturan perundang – undangan. Akan tetapi perbuatan ini tidak member efek yang tidak memiliki pengaruh secara langsung kepada orang lain disekitar.

Contoh dari perbuatan pelanggaran adalah seperti kegiatan tidak menggunakan sabuk pengaman ketika sedang mengendarai motor dan juga mobil. Contoh lain adalah kita tidak menggunakan atau lupa menggunakan helm disaat sedang mengendarai sepeda motor. Dan masih banyak lagi contoh pelanggaran lainnya.

 

 

Perbedaan Hukum Pidan dan Hukum Perdata

Setelah kita semua sudah membahas tentang pengertian dari hukum pidana dan hukum perdata, selanjutnya kita akan membahas tentang perbedaan diantara kedua hukum tersebut.

Perbedaannya dapat dilihat dari segi penafsiran, contoh dari kasus, pengertiannya, pelaksanaan, dan juga isinya. Untuk lebih jelasnya langsung saja simak tabel berikut dibawah ini.

PerbedaanHukum PidanaHukum Perdata
PenafsiranPenafsiran dari hukum pidana bisa ditafsirkan dengan berbagai macam penafsiran dari suatu hukum perdataPenafsiran dari hukum perdata ditafsirkan secara autentik, yang mana artinya adalah hukum ini hanya bisa ditafsirkan dengan satu arti saja menurut kata yang ada di dalam undang – undang.
Contoh KasusAdanya pencemaran nama baik, kasus perebutan hak asuh anak, kasus sengketa lahan, adanya kasus sengketa lahan, adanya hak paten, dan banyak lagi kasus hukum pidana lainnya.Adanya kasus penyelewengan dana pajak, pencurian, narkoba, pemerkosaan, korupsi, pembunuhan, dan masih banyak lagi kasus – kasus lainnya.
PengertianHukum pidana memiliki pengertian sebagai serangkaian kaidah hukum yang bentuknya tertulis dan mengatur tentang segala perbuatan – perbuatan yang dilarang dan tidak boleh dilakukan, disamping itu ada sanksi tertentu yang di dapatkan.Hukum perdata memiliki pengertian sebagai serangkaian hukum yang isinya mengatur tentang hubungan diantara individu satu dengan individu yang lainnya.
PelaksanaanHukum pidana akan dijatuhkan setelah gugatan telah ada.Hukum perdata akan dijatuhkan oleh badan pengadilan dan dengan tanpa adanya suatu gugatan.
IsinyaIsi dari hukum pidana adalah segala hak – hak dan juga kepentingan dari individu yang ada di dalam masyarakat.Isi dari hukum perdata adalah tentang aturan – aturan yang mengatur tentang hubungan diantara masyarakat yang isinya menitik beratkan pada kepentingan oleh perseorangan.

 

Tabel diatas berisi tentang perbedaan dari hukum pidana dan juga hukum perdata secara lebih lengkapnya dan suda terfokus kepada poin – poin yang dibahas di dalamnya.

Inti dari artikel ini adalah Negara Indonesia merupakan suatu Negara hukum yang mana tidak boleh bertindak sembarangan dan tidak paham tentang aturan karena banyak sekali sanksi yang akan diberikan. Jauhilah perbuatan kejahatan dan juga pelanggaran karena bisa berdampak fatal.

 

Demikian artikel tentang Perbedaan Hukum Pidana dan Hukum Perdata Lengkap, semoga bisa menambah wawasan kita semua khususnya di dalam bidang hukum di negara indonesia ini. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kalian yang sedang mencari tugas yang diberikan oleh guru atau apapun itu. Apabila ada penjelasan yang masih kurang atau belum jelas silahkan bertanya di kolom komentar yang sudah disediakan dibawah ini ya.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 Perbedaan Hukum Pidana dan Hukum Perdata: Jenis dan Contohnya

7 Perbedaan Hukum Pidana dan Hukum Perdata: Jenis dan Contohnya
By : Shinta Marist 6 min read

Negara Indonesia selain dikenal menjadi Negara agraris dan Negara maritim, juga dikenal dengan sebutan Negara hukum. Hukum yang paling dikenal oleh masyarakat di Negara Indonesia adalah hukum perdata dan hukum pidana. Sebenarnya hukum di Indonesia tidak hanya dua hukum itu saja tetapi ada banyak hukum. Namun yang paling terkenal adalah dua hukum tersebut.

Lalu apakah kalian sudah paham tentang hukum perdata dan juga hukum pidana tersebut ? perbedaan diantara kedua hukum tersebut sangatlah banyak. Nah sebagai warga Negara Indonesia yang baik kalian harus mengetahui secara detail dan juga rinci kedua hukum tersebut.

Di artikel kali ini saya akan menjelaskan tentang kedua hukum tersebut secara detail, mulai dari pengertiannya, kemudian perbedaan diantara hukum pidana dan juga hukum perdata, langsung saja simak penjelasannya berikut ini. Pembahasan yang pertama adalah tentang pengertian dari kedua hukum yang sudah disebutkan tadi yaitu hukum perdata dan juga hukum pidana.

Apabila kita mengamati lebih lanjut, sebenarnya hukum yang ada di Indonesia banyak yang menganut tentang sistem hukum eropa yang khususnya adalah Negara belanda. Mengapa hal tersebut bisa terjadi ? hal ini karena Negara Indonesia terkena imbas dari penjajahan yang telah dilakukan oleh Negara belanda di masa lampau. Hal itu terjadi sebelum Negara Indonesia merdeka dan dijajah selama ratusan tahun. Langsung saja tanpa perlu berlama – lama lagi, kita akan membahas pengertian dari hukum perdata terlebih dahulu, berikut penjelasannya.

 

Pengertian Hukum Perdata

hukum perdata

Hukum perdata memiliki pengertian sebagai serangkaian hukum yang isinya adalah mengatur tentang adanya hubungan di antara individu yang satu dengan hubungan individu yang lainnya.

Aturan yang berada di dalam hukum perdata adalah aturan yang mengatur tentang hubungan yang ada di masyarakat dan menitikberatkan ke kepentingan perseorangan.

Apabila hukum perdata ditafsirkan secara autentik maka memiliki arti sebagai suatu hukum yang hanya bisa ditafsirkan dengan memiliki satu arti saja dan menurut kata yang ada di dalam undang – undang. Hukum perdata tidak memiliki gugatan dan dijatuhkan oleh lembaga pengadilan.

 

Jenis Jenis Hukum Perdata

Selanjutnya kita akan membahas tentang pembagian dari hukum perdata, hukum perdata dibagi menjadi lima kategori besar, yang masing – masing akan dijelaskan berikut ini jenis jenis hukum perdata/

 

Hukum Waris

Hukum waris masuk ke dalam kategori hukum perdata. Hukum waris memiliki pengertian sebagai hukum yang isinya adalah mengatur tentang peninggalan dari harta seseorang yang mana kondisi orang tersebut telah meninggal dunia atau telah tiada dan diberikan kepada seorang ahli warisnya atau yang sudah berhak, biasanya adalah anggota keluarganya sendiri.

 

Hukum Benda

Hukum yang selanjutnya masuk ke dalam kategori hukum perdata adalah hukum benda. Hukum benda didasarkan pada pasal 504 Kitab Undang – Undang Hukum Perdata atau yang bisa disingkat (KUHPer), benda sendiri dibedakan menjadi dua antara lain adalah sebagai berikut.

  • Benda yang tidak bergerak, contohnya adalah rumah. Diatur di dalam pasal 506 sampai pasal 508 KUHPer.
  • Benda yang bergerak, contohnya adalah motor dan juga mobil. Diatur di dalam pasal 509 sampai pasal 518 KUHPer.

 

Hukum Keluarga

Hukum yang selanjutnya masuk ke dalam kategori hukum perdata adalah hukum keluarga, hukum keluarga memiliki pengertian sebagai keseluruhan dari hukum yang mana isinya adalah mengatur tentang ketentuan dan juga semua aturan yang mengatur tentang hubungan hukum yang sudah bersangkutan dengan keluarga yang sedarah dan juga keluarga yang telah terikat oleh adanya perkawinan.

 

Hukum Perikatan

Hukum perdata yang keempat adalah hukum perikatan. Hukum perikatan memiliki pengertian sebagai suatu hubungan hukum diantara dua orang atau bisa juga lebih dalam pembagian harta kekayaan. Dimana di dalam pembagian harta tersebut, pihak yang satu memiliki hak dan juga pihak kedua memiliki kewajiban kecerdasan di dalamnya.

 

Hukum Harta Kekayaan

Hukum perdata yang terakhir adalah hukum harta kekayaan. Hukum harta kekayaan memiliki pengertian sebagai suatu hukum yang isinya adalah mengatur tentang hak dan juga kewajiban dari seorang manusia yang bernilai uang di dalamnya.

 

 

Pengertian Hukum Pidana

hukum pidana

Setelah kita membahas tuntas tentang hukum perdata, selanjutnya kita akan membahas tentang hukum pidana. Hukum pidana sendiri memiliki pengertian sebagai suatu rangkaian kaidah dari hukum tertulis yang mana untuk mengatur tentang perbuatan – perbuatan dari yang tidak boleh dilakukan atau yang dilarang dan disertai dengan adanya ancaman atau sanksi.

Di dalam hukum pidana isinya adalah tentang hak – hak dan juga kepentingan dari individu di dalam masyarakat. Apabila kita menafsirkan tentang hukum pidana maka dapat dengan berbagai macam penafsiran hukum perdata. Hukum pidana dijatuhkan apabila telah ada gugatan.

 

Jenis Hukum Pidana

Di dalam hukum pidana, ada dua jenis perbuatan yaitu kejahatan dan juga pelanggaran, penjelasannya masing – masing adalah sebagai berikut jenis jenis hukum pidana.

 

Kejahatan

Yang pertama adalah perbuatan kejahatan. Kejahatan adalah suatu perbuatan yang mana dilarang oleh peraturan perundang – undangan dan selain itu juga bertentangan dengan adanya nilai moral, nilai agama, beserta rasa keadilan yang ada pada masyarakat.

Apabila ada seorang pelaku yang melakukan tindakan kejahatan maka otomatis akan mendapatkan hukum atau mendapatkan sanksi berupa pemidanaan. Contoh tindakan kejahatan adalah pembunuhan, pencurian, pemerkosaan, dan masih banyak lagi contoh tindakan kejahatan lainnya.

 

Pelanggaran

Perbuatan yang kedua adalah pelanggaran. Tindakan pelanggaran memiliki pengertian sebagai suatu perbuatan yang dilarang oleh peraturan perundang – undangan. Akan tetapi perbuatan ini tidak member efek yang tidak memiliki pengaruh secara langsung kepada orang lain disekitar.

Contoh dari perbuatan pelanggaran adalah seperti kegiatan tidak menggunakan sabuk pengaman ketika sedang mengendarai motor dan juga mobil. Contoh lain adalah kita tidak menggunakan atau lupa menggunakan helm disaat sedang mengendarai sepeda motor. Dan masih banyak lagi contoh pelanggaran lainnya.

 

 

Perbedaan Hukum Pidan dan Hukum Perdata

Setelah kita semua sudah membahas tentang pengertian dari hukum pidana dan hukum perdata, selanjutnya kita akan membahas tentang perbedaan diantara kedua hukum tersebut.

Perbedaannya dapat dilihat dari segi penafsiran, contoh dari kasus, pengertiannya, pelaksanaan, dan juga isinya. Untuk lebih jelasnya langsung saja simak tabel berikut dibawah ini.

PerbedaanHukum PidanaHukum Perdata
PenafsiranPenafsiran dari hukum pidana bisa ditafsirkan dengan berbagai macam penafsiran dari suatu hukum perdataPenafsiran dari hukum perdata ditafsirkan secara autentik, yang mana artinya adalah hukum ini hanya bisa ditafsirkan dengan satu arti saja menurut kata yang ada di dalam undang – undang.
Contoh KasusAdanya pencemaran nama baik, kasus perebutan hak asuh anak, kasus sengketa lahan, adanya kasus sengketa lahan, adanya hak paten, dan banyak lagi kasus hukum pidana lainnya.Adanya kasus penyelewengan dana pajak, pencurian, narkoba, pemerkosaan, korupsi, pembunuhan, dan masih banyak lagi kasus – kasus lainnya.
PengertianHukum pidana memiliki pengertian sebagai serangkaian kaidah hukum yang bentuknya tertulis dan mengatur tentang segala perbuatan – perbuatan yang dilarang dan tidak boleh dilakukan, disamping itu ada sanksi tertentu yang di dapatkan.Hukum perdata memiliki pengertian sebagai serangkaian hukum yang isinya mengatur tentang hubungan diantara individu satu dengan individu yang lainnya.
PelaksanaanHukum pidana akan dijatuhkan setelah gugatan telah ada.Hukum perdata akan dijatuhkan oleh badan pengadilan dan dengan tanpa adanya suatu gugatan.
IsinyaIsi dari hukum pidana adalah segala hak – hak dan juga kepentingan dari individu yang ada di dalam masyarakat.Isi dari hukum perdata adalah tentang aturan – aturan yang mengatur tentang hubungan diantara masyarakat yang isinya menitik beratkan pada kepentingan oleh perseorangan.

 

Tabel diatas berisi tentang perbedaan dari hukum pidana dan juga hukum perdata secara lebih lengkapnya dan suda terfokus kepada poin – poin yang dibahas di dalamnya.

Inti dari artikel ini adalah Negara Indonesia merupakan suatu Negara hukum yang mana tidak boleh bertindak sembarangan dan tidak paham tentang aturan karena banyak sekali sanksi yang akan diberikan. Jauhilah perbuatan kejahatan dan juga pelanggaran karena bisa berdampak fatal.

 

Demikian artikel tentang Perbedaan Hukum Pidana dan Hukum Perdata Lengkap, semoga bisa menambah wawasan kita semua khususnya di dalam bidang hukum di negara indonesia ini. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kalian yang sedang mencari tugas yang diberikan oleh guru atau apapun itu. Apabila ada penjelasan yang masih kurang atau belum jelas silahkan bertanya di kolom komentar yang sudah disediakan dibawah ini ya.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *