Danang Febriyandra Hey Spongebob, aku tidak bisa mendengarmu! Disini gelap...

Ekonomi Mikro dan Makro: Pengertian, Perbedaan Serta Ruang Lingkupnya

4 min read

pengertian perbedaan ekonomi mikro dan makro

Ekonomi merupakan salah satu mata pelajaran yang biasanya diajarkan di jenjang SMA keatas. Secara sederhana, ekonomi adalah ilmu yang mempelajari tentang aktivitas manusia terkait kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi terhadap suatu barang atau jasa.

Ilmu ekonomi ini bisa dibagi kembali menjadi 2 macam yaitu ekonomi mikro dan makro. Mungkin kalian sudah pernah mendengar istilah tersebut. Tapi apakah kalian sudah tahu pengertian serta perbedaan antara ekonomi mikro dan makro?

 

Pengertian Ekonomi Mikro dan Makro

pengertian perbedaan ekonomi mikro dan makro

Ekonomi makro adalah cabang ilmu  yang mempelajari kegiatan perekonomian secara keseluruhan. Apa contohnya? Sebut saja seperti pendapatan nasional, pengangguran, lowongan pekerjaan, inflasi dan lain sebagainya.

Sedangkan ekonomi mikro adalah cabang ilmu ekonomi yang mana membahas tentang variabel ekonomi dengan ruang lingkup yang terbilang kecil. Sehingga cakupan bahasannya tidak seluas ekonomi makro. Contohnya seperti perusahaan, harga, perilaku kondumen dll.

 

 

Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro

pengertian perbedaan ekonomi mikro dan makro

Jika dilihat dari pengertian diatas, sudah sangat jelas terlihat apa yang membedakan keduanya. Karena ruang lingkup bahasannya saja sudah berbeda. Selain itu situasi, aspek analisis dan penerapannya pun tidak sama.

 

1. Ruang Lingkup Ekonomi Mikro

Jelas bahwa ekonomi mikro punya ruang lingkup yang lebih kecil daripada ekonomi makro. Sehingga pembahasannya pun lebih spesifik dan rinci. Berikut ini beberapa hal yang menjadi pokok pembahasan dalam ekonomi mikro.

 

a. Teori Harga

Sebelum seorang produsen menentukan harga untuk produknya, maka ia harus melakukan riset terlebih dahulu. Hal ini supaya harga yang dipatok tidak terlalu tinggi ataupun terlalu rendah. Sehingga bisa setara dengan barang atau jasa yang ditawarkan.

Hal ini akan sangat mempengaruhi apakah produk tersebut akan laku di pasaran. Karena tentu kita tak bisa mematok harga terlalu tinggi hanya demi mendapatkan banyak keuntungan. Namun juga tidak bisa mematok harga terlalu rendah karena bisa merugi.

 

b. Teori Produksi

Teori ini hanya ada di ekonomi mikro dan tidak ada di cabang ekonomi makro. Teori produksi akan memperhitungkan biaya produksi untuk menentukan harga jual suatu produk. Sehingga nantinya bisa diperoleh harga yang pas dan memperoleh keuntungan yang optimal.

 

c. Teori Distribusi

Teori ini akan membahas tentang biaya yang diperlukan baik untuk gaji karyawan, pembagian laba hingga kebutuhan lainnya. Terlebih untuk produk yang kegiatan distribusinya butuh pengeluaran yang lumayan sehingga harus diperhitungkan untuk pematokan harga jualnya.

 

2. Ruang Lingkup Ekonomi Makro

Berbeda dengan ruang lingkup ekonomi mikro yang terbilang kecil. Ekonomi makro punya pokok bahasan yang lebih besar dan bersifat menyeluruh. Berikut ini beberapa hal yang sering dibahas dalam ekonomi makro.

 

a. Kebijakan Fiskal

Ini merupakan kebijakan yang mengatur pendapatan serta pengeluaran dari suatu negara. Dalam hal ini, pendapatan yang dimaksud bisa berasal dari pajak ataupun non pajak seperti lelang, denda, gratifikasi dan lain sebagainya.

Sedangkan pengeluaran yang dimaksud bisa terjadi dari kegiatan impor barang luar negeri demi memenuhi kebutuhan dalam negeri. Produk yang diimpor bisa berupa bahan makanan seperti beras ataupun produk lain yang dibutuhkan.

 

b. Kebijakan Moneter

Kebijakan ini berfungsi untuk mengukur pengeluaran uang yang dilakukan oleh bank sentral ke dalam masyarakat. Hal ini sangatlah penting karena banyaknya uang yang beredar di masyarakat juga akan mempengaruhi tingkat inflasi yang terjadi.

Apabila perputaran uang di masyarakat banyak maka harga produk akan naik. Sebaliknya, jika perputaran uang di masyarakat relatif kecil maka harga produk akan rendah atau disebut sebagai deflasi. Hal ini sangatlah penting terkait dengan pertumbuhan ekonomi negara.

 

c. Kebijakan Segi Penawaran

Kebijakan ini akan berusaha untuk menstabilkan neraca keuangan dari suatu negara atau perusahaan. Dibutuhkan seorang ahli agar dapat memperhitungkan biaya produksi serendah mungkin namun dengan kualitas produk yang tetap baik.

Ada banyak hal yang harus diperhitungkan mulai dari biaya produksi, gaji karyawan hingga keuntungan yang bisa didapatkan. Sehingga bisa diambil keputusan yang tepat agar kegiatan ekonomi berjalan sebaik mungkin.

Baca Juga : Pengertian Ilmu Ekonomi.

 

3. Harga Komoditas Barang

Komoditas merupakan suatu produk yang memiliki bentuk fisik dan dapat diperjualbelikan untuk jangka waktu yang panjang. Dalam ekonomi makro, harga komoditas barang adalah suatu hal yang lebih besar dengan cakupannya sebuah negara.

Sedangkan dalam ekonomi mikro, komoditas barang merupakan suatu produk yang menjadi kebutuhan sehari-hari. Contohnya saja seperti makanan, transportasi, pakaian dan lain sebagainya.

 

4. Tujuan Analisis

Antara ekonomi mikro dan makro punya tujuan analisis yang jauh berbeda. Ekonomi mikro bertujuan untuk bagaimana mengalokasikan sumber daya agar mendapatkan keuntungan sebaik mungkin.

Sedangkan ekonomi makro lebih berfokus tentang bagaimana suatu kegiatan ekonomi akan mempengaruhi masyarakat dalam skala nasional atau negara. Jadi cakupannya jauh lebih besar dan menyeluruh.

 

5. Fungsi dan Manfaat

Sebagai satu kesatuan dalam ilmu ekonomi, antara ekonomi mikro dan makro memiliki fungsi yang berbeda namun saling berkaitan.

Ekonomi mikro biasanya dipakai untuk menentukan harga dari suatu produk yang akan diperjualbelikan. Sedangkan ekonomi makro lebih membahas tentang stabilitas ekonomi serta solusi dari berbagai masalah ekonomi.

 

 

Hubungan Ekonomi Mikro dan Makro

pengertian perbedaan ekonomi mikro dan makro

Meskipun memiliki banyak perbedaan, namun antara ekonomi mikro dan makro itu sangat erat kaitannya. Keduanya bahkan tidak bisa dipisahkan satu sama lain, walau pokok pembahasannya tidak sama.

Karena perubahan pada ekonomi makro, pasti akan mempengaruhi ekonomi mikro. Begitu juga sebaliknya, perubahan dalam ekonomi mikro juga akan berdampak pada ekonomi makro secara keseluruhan.

 

 

Contoh Ekonomi Mikro dan Makro

pengertian perbedaan ekonomi mikro dan makro

Agar kalian lebih paham tentang perbedaan antara ekonomi mikro dan makro, berikut ini Mastekno berikan beberapa contoh pembahasannya. Karena ruang lingkup yang jauh berbeda, maka apa yang di bahas di masing-masing cabang ilmu pun juga berbeda.

 

1. Contoh Ekonomi Mikro

  • Permintaan dan penawaran
  • Pembangunan infrastruktur
  • Pasar
  • Penerimaan
  • Penetapan harga tertinggi dan terendah
  • Perilaku konsumen
  • perilaku produsen
  • Biasa
  • Monopoli pasar.

Baca Juga: Pengertian Ekonomi Syariah.

 

2. Contoh Ekonomi Makro

  • Pendapatan nasional
  • Inflasi
  • Deflassi
  • Pertumbuhan ekonomi
  • Investasi
  • Siklus ekonomi
  • Kebijakan ekonomi
  • Neraca pembayaran

 

Demikian pembahasan tentang pengertian ekonomi mikro dan makro serta perbedaannya. Dilihat dari beberapa aspek, keduanya memang berbeda satu sama lain. namun juga saling berkaitan sebagai satu kesatuan dalam ilmu ekonomi. Apabila ada kritik, saran atau pertanyaan bisa berkomentar di bawah.


Danang Febriyandra Hey Spongebob, aku tidak bisa mendengarmu! Disini gelap...
DarkLight