√ 10 Perbedaan DNA dan RNA: Tabel, Pengertian, Struktur, Bentuk

10 Perbedaan DNA dan RNA: Pengertian, Struktur, Fungsi dan Proses

10 Perbedaan DNA dan RNA: Pengertian, Struktur, Fungsi dan Proses
By : Sandy Kurnia Fajar 12 min read

Banyak diantara kita pasti sering mendengar istilah DNA (Deoxyribonucleic Acid), pada setiap tubuh orang pasti terdapat DNA karena DNA / Deoxyribonucleic Acid merupakan suatu bentuk materi yang dapat dijadikan identitas pada tubuh makhluk hidup. Biasanya mungkin kita lebih sering mendengar istilah Tes DNA. Tes DNA adalah suatu bentuk prosedur yang dilakukan orang untuk mencari tahu informasi tentang genetika dari tubuh seseorang.

Dengan melihat hasil tes DNA kita bisa mengetahui garis keturunan yang dimiliki seseorang dan kemungkinan risiko orang akan terkena penyakit apa. DNA (Deoxyribonucleic Acid) biasa juga disebut sebagai asam deoksiribonukleat. Sedangkan Ribonucleic Acid / RNA adalah merupakan suatu materi yang dapat membantu proses pembentukan DNA / Deoxyribonucleic Acid ketika pada fase sintesis protein pada gen berlangsung.

Nah berhubung dengan hal tersebut, supaya teman teman bisa mengetahui lebih banyak mengenai apa itu DNA dan RNA, kemudian perbedaan DNA (Deoxyribonucleic Acid) dengan RNA (Ribonucleic Acid). Oke, berikut di bawah ini adalah pembahasan perbedaan dna dengan rna, silakan teman teman simak dengan baik ya.

 

 

Perbedaan DNA dan RNA berdasarkan Pengertian

Yang pertama mari kita lihat perbedaan DNA (Deoxyribonucleic Acid) dengan RNA (Ribonucleic Acid) jika dilihat dari definisinya. Di bawah ini merupakan sedikit ulasan mengenai perbedaan DNA dengan RNA berdasarkan definisi :

 

Pengertian DNA (Deoxyribonucleic Acid)

Definisi DNA adalah suatu jenis dari biomolekul / materi yang bisa membentuk kromosom kromosom tertentu, dimana itu memiliki kegunaan untuk menyimpan informasi mengenai detail genetika sekaligus informasi tentang virus yang ada di dalam tubuh suatu makhluk hidup. Informasi genetik pada DNA di makhluk hidup tersebut bertujuan sebagai pengatur sel untuk sesuatu tertentu. DNA merupakan singkatan dari Deoxyribonucleic Acid atau biasa juga disebut sebagai asam deoksiribosa nukleat (ADN).

 

Pengertian RNA (Ribonucleic Acid)

Sedangkan untuk definisi RNA adalah suatu jenis polinukleotida rantai ganda ataupun polinukleotida rantai tunggal yang tidak berpilin. Untuk RNA sendiri dapat terbagi menjadi 2 macam jenis golongan yaitu untuk RNA non-genetik dan RNA genetik. Kedua jenis tersebut memiliki fungsi atau kegunaan tersendiri yang berbeda.

Untuk RNA genetik sebenarnya mempunyai peran yang sama dengan peran DNA (Deoxyribonucleic Acid) / Asam Deoksiribosa Nukleat (ADN) pada tubuh makhluk hidup, RNA genetik mempunyai tugas untuk membawa informasi tentang genetik makhluk hidup. Sedangkan RNA yang kedua yaitu RNA non genetik mempunyai tugas hanya ketika saat ada proses sintesis protein.

 

 

Perbedaan DNA dan RNA berdasarkan Struktur Penyusun

Tentu saja tidak hanya masalah definisi saja yang berbeda, perbedaan DNA (Deoxyribonucleic Acid) dengan RNA (Ribonucleic Acid) yang selanjutnya adalah dilihat dari struktur penyusunnya. Berikut di bawah ini sedikit ulasan mengenai perbedaan DNA dengan RNA berdasarkan dari struktur penyusunnya :

 

Struktur Penyusun DNA (Deoxyribonucleic Acid)

Untuk struktur penyusun dari DNA (Deoxyribonucleic Acid) adalah tersusun atas asam nukleat, dimana susunan tersebut terdiri dari polinukleotida yang dihasilkan dari dioknuklotida untuk unit pembangunnya sendiri biasa disebut dengan dioksinukleot. Lalu untuk DNA (Deoxyribonucleic Acid) pada makhluk hidup ini mempunyai susunan kimia yaitu berupa polimer yang berasal dari rantai panjang nukleotida. Pada setiap nukleotida tersusun atas gugus fosfat, basa nitrogen, dan juga gula pentosa deoksiribosa.

 

Beberapa Sifat DNA (Deoxyribonucleic Acid) Secara Umum

  • Di dalam tubuh dari makhluk hidup mempunyai jumlah dari basa penyusun DNA (Deoxyribonucleic Acid) berbeda antara yang satu dengan yang lain, urutan, dan juga untuk panjangnya tidak sama.
  • Jumlah dari ‘A’ sama dengan jumlah ‘T’, lalu untuk jumlah dari ‘G’ sama dengan jumlah ‘C’. Sedikit keterangan basa Purin adalah A dan G, lalu basa Pirimidin (T dan C).
  • Nukleotida pada DNA (Deoxyribonucleic Acid) terbentuk atas ikatan dari fosfat, basa nitrogen, dan gula.
  • DNA (Deoxyribonucleic Acid) merupakan suatu Molekul yang hidup dan stabil.
  • Untuk basa nitrogennya sendiri terdiri dari basa pirimidin yaitu ‘S’ dan ‘T’, serta terdiri juga dari basa Purin yaitu ‘G’ dan ‘A’.
  • Nukleosida pada DNA (Deoxyribonucleic Acid) terbentuk atas ikatan dari basa nitrogen dan gula.

perbedaan struktur pembentuk dna dan rna

 

Struktur Penyusun RNA (Ribonucleic Acid)

Lalu untuk polimer di dalam pembentuk RNA (Ribonucleic Acid) terdiri satu neuklotida dimana itu tersusun dari satu gugus gula pentosa ribosa, fosfat, dan basa nitrogen yang dimana itu terdiri dari basa pirimidin dan purin yang saling mengikat berselang seling di antara yang satu dengan yang lainnya.

Molekuk polimer di dalam RNA (Ribonucleic Acid) ini mempunyai tugas untuk melakukan regulasi, dekode, mengkode, dan untuk meng ekspresi gen. Untuk jumlah dari RNA (Ribonucleic Acid) di dalam sel sendiri tidak menentu / tidak tetap, hal itu karena RNA (Ribonucleic Acid) dapat denga mudah untuk terurai dan kemudian di produksi ulang.

 

 

Perbedaan DNA dan RNA berdasarkan Proses Pembentukan

Kemudian yang ketiga adalah perbedaan DNA (Deoxyribonucleic Acid) dengan RNA (Ribonucleic Acid) adalah jika dilihat dengan berdasarkan dari Proses pembentukannya. Tentu proses pembentukan DNA (Deoxyribonucleic Acid) dengan RNA (Ribonucleic Acid) memiliki tahapan yang tidak sama / berbeda. Berikut di bawah ini sedikit pembahasan mengenai perbedaan DNA dengan RNA berdasarkan dari proses pembentukannya :

 

Proses Pembentukan DNA (Deoxyribonucleic Acid)

Proses terbentuk DNA (Deoxyribonucleic Acid) atau yang biasa juga disebut dengan replikasi DNA (Deoxyribonucleic Acid) merupakan suatu proses yang terjadi ketika rangkaian enzim dan protein merangkai suatu nuklotida di dalam aturan dan urutan yang sudah di tentukan. Ketika materi materi tersebut saling berinteraksi dan juga melakukan pembelahan sel serta mensintesis 2 untai baru dengan menggunakan helai yang tersedia sebagai alat untuk cetakan maka proses pembentukan DNA (Deoxyribonucleic Acid) atau proses replikasi DNA (Deoxyribonucleic Acid) berlangsung.

Sebelum proses replikasi DNA (Deoxyribonucleic Acid) / proses pembentukan DNA (Deoxyribonucleic Acid) akan dilakukan, terlebih dahulu inisiasi terjadi. Yaitu dimana bagian helikasi melepaskan ikatan hidrogen dengan pasangan basa.

Helikase terbuka itu juga biasa disebut dengan istilah protein untai tunggal, lalu DNA (Deoxyribonucleic Acid) yang sudah terbuka akan membentuk dan membuat gelembung replikasi yang akan saling memanjang hingga selanjutnya gelembung gelembung tersebut akan saling bertemu dengan gelembung yang lain untuk membentuk DNA (Deoxyribonucleic Acid) yang sudah tergandakan atau biasa disebut dengan replikasi DNA (Deoxyribonucleic Acid).

perbedaan proses pembentukan dna dan rna

Sedangkan untuk jumlah DNA (Deoxyribonucleic Acid) pada setiap makhluk hidup sendiri memiliki jumlah yang konstan, hal tersebut tergantung dari sifat ploidi sel atau bisa juga diartikan sebagai jumlah kromosom yang ada di dalam sel. DNA sendiri dapat melakukan proses replikasi turunan / membentuk turunan baru sekaligus menggandakan diri untuk generasi turunan dari generasi induknya.

 

Proses Pembentukan RNA (Ribonucleic Acid)

Jika proses pembentukan DNA (Deoxyribonucleic Acid) seperti yang telah dijelaskan diatas, kemudian untuk proses pembetukan RNA (Ribonucleic Acid) ini dilakukan oleh materi nyang dinamakan enzim RNA polymerase, dimana enzim RNA polymerase dapat melakukan penyalinan gen.

Lalu selanjutnya enzim RNA polymerase akan melakukan pengikatan pada gen yang nantinya ditranskripsi, kemudian enzim RNA polymerase akan melakukan pembukaan di dua heliks DNA (Deoxyribonucleic Acid) selanjutnya akan merangkai ribonukleotida ke bagian ujung RNA (Ribonucleic Acid) yang sedang melakukan pertumbuhan.

Jika sudah pada tahap itu makan bisa dikatakan jika proses pembuatan RNA (Ribonucleic Acid) sudah selesai dengan disosiasi (disosiasi : proses saat senyama terpisah menjadi bentuk yang lebih kecil dan kemudian bisa dikembalikan seperti sebelumnya) pada enzim tersebut.

 

 

Perbedaan DNA dan RNA berdasarkan Fungsi

Kegunaan DNA (Deoxyribonucleic Acid) adalah sebagai suatu alat untuk membantu membawa materi genetika yang berasal dari gen induk ke arah gen turunan / gen anakan. Oleh karena itu setiap makluk hidup pasti memiliki gen yang sudah diwariskan oleh generasi sebelumnya dari makhluk tersebut dan kemudian juga akan diwariskan untuk keturunan selanjutnya.

 

Fungsi DNA

DNA (Deoxyribonucleic Acid) ini juga umum digunakan sebagai alat untuk mengetahui identitas seseorang dengan didasarkan dari keturunan orang tua yang masih mempunyai hubungan darah dengan orang itu. DNA (Deoxyribonucleic Acid) ini juga memiliki kegunaan untuk alat pengendali dari aktivitas sel, dimana DNA (Deoxyribonucleic Acid) mempunyai tugas dalam aktivitas sel sebagai katalisator sekaligus untuk mengatur reaksi dari metabolik.

Tidak hanya itu saja DNA (Deoxyribonucleic Acid) ini juga mempunyai fungsi untuk penyuplai bahan mentah kepada struktur sel, dimana ini memungkinkan pergerakan sel sehingga dapat melakukan interaksi antara sel yang satu dengan yang lain untuk mengendalikan pembelahan dan pertumbuhan sel di dalam tubuh makhluk hidup.

  1. Sebagai alat untuk membawa informasi mengenai genetik DNA (Deoxyribonucleic Acid) pada makhluk hidup.
  2. Sebagai alat untuk ekspresi mengenai informasi genetik pada makhluk hidup.
  3. Sebagai alat untuk membuat protein pada makhluk hidup.
  4. Memiliki fungsi untuk kode pengaktifan protein sekaligus penonaktifan gen pada makhluk hidup.
  5. Untuk mengarahkan sintesis RNA (Ribonucleic Acid) dalam fase proses transkripsi atau kimia pada makhluk hidup.
  6. Berperan untuk melakukan duplikasi diri sekaligus untuk melakukan pewarisan sifat kepada keturunan makhluk hidup tersebut.

perbedaan fungsi dna dan rna

 

Fungsi RNA (Ribonucleic Acid)

Berbeda dengan fungsi DNA (Deoxyribonucleic Acid) seperti yang sudah dijelaskan di atas, kegunaan RNA (Ribonucleic Acid) adalah untuk tempat penyalur sekaligus penyimpan informasi genetik yang ada di sel makhluk hidup. Tidak hanya untuk hal tersebut saja fungsi RNA (Ribonucleic Acid) juga dapat berupa sebagai alat untuk perantara protein dan juga DNA (Deoxyribonucleic Acid) pada suatu fase ekspresi genetika.

Ketika berfungsi untuk hal tersebut, RNA (Ribonucleic Acid) ini dibuat / diproduksi sebagai bentuk kloningan / salinan dari kode urutan basa nitrogen yang ada di DNA (Deoxyribonucleic Acid) dimana hal itu terbentuk dari susunan triplet (urutan tiga basa N / kondon).

Tidak seperti DNA (Deoxyribonucleic Acid), jika kita dilihat secara lebih detail, RNA (Ribonucleic Acid) ini mempunyai fungsi yang berbeda beda. Dimana RNA (Ribonucleic Acid) genetik berfungsi seperti halnya DNA (Deoxyribonucleic Acid), RNA (Ribonucleic Acid) genetik hanya ada di dalam makhluk hidup tertentu yang tidak mempunyai DNA (Deoxyribonucleic Acid) contohnya adalah virus yang akan melakukan transkripsi balik yang menjadi kode RNA-DNA genetik, sehingga pada kahirnya makhluk tersebut akan mempunyai DNA (Deoxyribonucleic Acid).

 

KESIMPULAN: Perbedaan DNA dan RNA

Nah untuk lebih memudahkan teman teman dalam memahami apa saja perbedaan DNA dengan RNA, berikut di bawah ini juga Mastekno berikan sedikit kesimpulan mengenai perbedaan DNA (Deoxyribonucleic Acid) dan RNA (Ribonucleic Acid). Ringkasan Perbedaan DNA (Deoxyribonucleic Acid) dan RNA (Ribonucleic Acid) :

 

Perbedaan Bentuk DNA Dan RNA

Jika dilihat dari bentuknya perbedaan DNA dan RNA ini tentu cukup berbeda. Bentuk DNA (Deoxyribonucleic Acid) pada makhluk hidup mirip seperti pita spiral ganda yang cenderung membulat dan mempunyai ukuran lebih panjang, sedangkan untuk bentuk RNA (Ribonucleic Acid) ini seperti pita tunggal dengan bentuk yang cenderung lebih tipis dan ukuran lebih pendek.

 

Perbedaan Fungsi DNA Dan RNA

Dari penjelasan di atas, jika kita ambil secara singkat mengenai apa perbedaan DNA (Deoxyribonucleic Acid) dan RNA (Ribonucleic Acid) dapat kita katakan jika DNA berguna untuk mewariskan sifat yang dimiliki oleh orang tua kepada si anak, juga menjadi bahan untuk sintesis protein. Tetapi untuk kegunaan RNA (Ribonucleic Acid) pada makhluk hidup yaitu sebagai suatu alat untuk mengendalikan kegiatan sintesis protein sekaligus membawa koge genetik ke sitoplasma atau tepatnya ribosom.

 

Perbedaan Letak DNA Dan RNA

Lalu untuk perbedaan tempat DNA dan RNA pada makluk hidup juda berbeda. Letak DNA (Deoxyribonucleic Acid) pada makhluk hidup bisa kita temui di bagian kloroplas, nukleus, dan mitokondria. Tetapi untuk letak RNA (Ribonucleic Acid) pada makhluk hidup bisa kita jumpai di bagian ribosom, sitoplasma, dan nukleus.

 

Perbedaan Struktur Penyusun DNA Dan RNA

Yang ke empat adalah perbedaan dari komponen pembentuk DNA dan RNA. Struktur penyusun DNA (Deoxyribonucleic Acid) pada makhluk hidup terbentuk atas komponen basa penyusun (gugus fosfat, purin, primidin sitosin, primidin timin) dan gula Deoksiribosa. Sedangkan untuk struktur penyusun RNA (Ribonucleic Acid) pada makhluk hidup adalah ribosa, jenis basa purin, dan jenis basa primidin.

 

Perbedaan Kadar DNA Dan RNA

Dan yang terakhir adalah perbedaan DNA dan RNA dari kadarnya. Kadar DNA (Deoxyribonucleic Acid) pada makhluk hidup ini memiliki sifat statis (tidak akan berubah) dan DNA (Deoxyribonucleic Acid) pada makhluk hidup keberadaannya permanen, hal itu karena DNA (Deoxyribonucleic Acid) pada makhluk hidup bukan merupakan hasil pengaruh dari aktivitas genetis dan aktivitas sintesis protein.

Tetapi untuk Kadar RNA (Ribonucleic Acid) pada makhluk hidup ini memiliki sifat dinamis (dapat berubah ubah), hal itu karena RNA (Ribonucleic Acid) pada makhluk hidup terpengaruh oleh aktivitas dari sintesis protein, untuk periode RNA (Ribonucleic Acid) berjangka pendek, hal itu karena RNA (Ribonucleic Acid)  mudah terurai.

 

 

Tabel Perbedaan DNA dan RNA

Setelah kita mengetahui penjelasan diatas, maka ada baiknya kita juga mengetahui tabel perbedaan dna dan rna secara lengkap sebagai berikut.

tabel perbedaan dna dan rna

tabel perbedaan dna dan rna lengkap

 

Baik seperti itulah artikel kali ini dari Mastekno mengei Perbedaan DNA dan RNA: Berdasarkan Pengertian, Fungsi , dan Struktur Penyusun. Mudah mudahan artikel tersebut bisa membantu teman teman semuanya, sekaligus menambah wawasan ktia semua mengenai DNA dan RNA.

Mohon maaf apabila ada kesalahan kata / kalimat dalam artikel ini. Jika ada suatu hal yang ingin di sampaikan sehubung artikel di atas, bisa kalian sampaikan melalui kolom komentar yang tersedia di bawah artikel ini. Terimakasih telah berkunjung, jangan lupa baca artikel menarik lain juga di Mastekno ya.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 Perbedaan DNA dan RNA: Pengertian, Struktur, Fungsi dan Proses

10 Perbedaan DNA dan RNA: Pengertian, Struktur, Fungsi dan Proses
By : Sandy Kurnia Fajar 12 min read

Banyak diantara kita pasti sering mendengar istilah DNA (Deoxyribonucleic Acid), pada setiap tubuh orang pasti terdapat DNA karena DNA / Deoxyribonucleic Acid merupakan suatu bentuk materi yang dapat dijadikan identitas pada tubuh makhluk hidup. Biasanya mungkin kita lebih sering mendengar istilah Tes DNA. Tes DNA adalah suatu bentuk prosedur yang dilakukan orang untuk mencari tahu informasi tentang genetika dari tubuh seseorang.

Dengan melihat hasil tes DNA kita bisa mengetahui garis keturunan yang dimiliki seseorang dan kemungkinan risiko orang akan terkena penyakit apa. DNA (Deoxyribonucleic Acid) biasa juga disebut sebagai asam deoksiribonukleat. Sedangkan Ribonucleic Acid / RNA adalah merupakan suatu materi yang dapat membantu proses pembentukan DNA / Deoxyribonucleic Acid ketika pada fase sintesis protein pada gen berlangsung.

Nah berhubung dengan hal tersebut, supaya teman teman bisa mengetahui lebih banyak mengenai apa itu DNA dan RNA, kemudian perbedaan DNA (Deoxyribonucleic Acid) dengan RNA (Ribonucleic Acid). Oke, berikut di bawah ini adalah pembahasan perbedaan dna dengan rna, silakan teman teman simak dengan baik ya.

 

 

Perbedaan DNA dan RNA berdasarkan Pengertian

Yang pertama mari kita lihat perbedaan DNA (Deoxyribonucleic Acid) dengan RNA (Ribonucleic Acid) jika dilihat dari definisinya. Di bawah ini merupakan sedikit ulasan mengenai perbedaan DNA dengan RNA berdasarkan definisi :

 

Pengertian DNA (Deoxyribonucleic Acid)

Definisi DNA adalah suatu jenis dari biomolekul / materi yang bisa membentuk kromosom kromosom tertentu, dimana itu memiliki kegunaan untuk menyimpan informasi mengenai detail genetika sekaligus informasi tentang virus yang ada di dalam tubuh suatu makhluk hidup. Informasi genetik pada DNA di makhluk hidup tersebut bertujuan sebagai pengatur sel untuk sesuatu tertentu. DNA merupakan singkatan dari Deoxyribonucleic Acid atau biasa juga disebut sebagai asam deoksiribosa nukleat (ADN).

 

Pengertian RNA (Ribonucleic Acid)

Sedangkan untuk definisi RNA adalah suatu jenis polinukleotida rantai ganda ataupun polinukleotida rantai tunggal yang tidak berpilin. Untuk RNA sendiri dapat terbagi menjadi 2 macam jenis golongan yaitu untuk RNA non-genetik dan RNA genetik. Kedua jenis tersebut memiliki fungsi atau kegunaan tersendiri yang berbeda.

Untuk RNA genetik sebenarnya mempunyai peran yang sama dengan peran DNA (Deoxyribonucleic Acid) / Asam Deoksiribosa Nukleat (ADN) pada tubuh makhluk hidup, RNA genetik mempunyai tugas untuk membawa informasi tentang genetik makhluk hidup. Sedangkan RNA yang kedua yaitu RNA non genetik mempunyai tugas hanya ketika saat ada proses sintesis protein.

 

 

Perbedaan DNA dan RNA berdasarkan Struktur Penyusun

Tentu saja tidak hanya masalah definisi saja yang berbeda, perbedaan DNA (Deoxyribonucleic Acid) dengan RNA (Ribonucleic Acid) yang selanjutnya adalah dilihat dari struktur penyusunnya. Berikut di bawah ini sedikit ulasan mengenai perbedaan DNA dengan RNA berdasarkan dari struktur penyusunnya :

 

Struktur Penyusun DNA (Deoxyribonucleic Acid)

Untuk struktur penyusun dari DNA (Deoxyribonucleic Acid) adalah tersusun atas asam nukleat, dimana susunan tersebut terdiri dari polinukleotida yang dihasilkan dari dioknuklotida untuk unit pembangunnya sendiri biasa disebut dengan dioksinukleot. Lalu untuk DNA (Deoxyribonucleic Acid) pada makhluk hidup ini mempunyai susunan kimia yaitu berupa polimer yang berasal dari rantai panjang nukleotida. Pada setiap nukleotida tersusun atas gugus fosfat, basa nitrogen, dan juga gula pentosa deoksiribosa.

 

Beberapa Sifat DNA (Deoxyribonucleic Acid) Secara Umum

  • Di dalam tubuh dari makhluk hidup mempunyai jumlah dari basa penyusun DNA (Deoxyribonucleic Acid) berbeda antara yang satu dengan yang lain, urutan, dan juga untuk panjangnya tidak sama.
  • Jumlah dari ‘A’ sama dengan jumlah ‘T’, lalu untuk jumlah dari ‘G’ sama dengan jumlah ‘C’. Sedikit keterangan basa Purin adalah A dan G, lalu basa Pirimidin (T dan C).
  • Nukleotida pada DNA (Deoxyribonucleic Acid) terbentuk atas ikatan dari fosfat, basa nitrogen, dan gula.
  • DNA (Deoxyribonucleic Acid) merupakan suatu Molekul yang hidup dan stabil.
  • Untuk basa nitrogennya sendiri terdiri dari basa pirimidin yaitu ‘S’ dan ‘T’, serta terdiri juga dari basa Purin yaitu ‘G’ dan ‘A’.
  • Nukleosida pada DNA (Deoxyribonucleic Acid) terbentuk atas ikatan dari basa nitrogen dan gula.

perbedaan struktur pembentuk dna dan rna

 

Struktur Penyusun RNA (Ribonucleic Acid)

Lalu untuk polimer di dalam pembentuk RNA (Ribonucleic Acid) terdiri satu neuklotida dimana itu tersusun dari satu gugus gula pentosa ribosa, fosfat, dan basa nitrogen yang dimana itu terdiri dari basa pirimidin dan purin yang saling mengikat berselang seling di antara yang satu dengan yang lainnya.

Molekuk polimer di dalam RNA (Ribonucleic Acid) ini mempunyai tugas untuk melakukan regulasi, dekode, mengkode, dan untuk meng ekspresi gen. Untuk jumlah dari RNA (Ribonucleic Acid) di dalam sel sendiri tidak menentu / tidak tetap, hal itu karena RNA (Ribonucleic Acid) dapat denga mudah untuk terurai dan kemudian di produksi ulang.

 

 

Perbedaan DNA dan RNA berdasarkan Proses Pembentukan

Kemudian yang ketiga adalah perbedaan DNA (Deoxyribonucleic Acid) dengan RNA (Ribonucleic Acid) adalah jika dilihat dengan berdasarkan dari Proses pembentukannya. Tentu proses pembentukan DNA (Deoxyribonucleic Acid) dengan RNA (Ribonucleic Acid) memiliki tahapan yang tidak sama / berbeda. Berikut di bawah ini sedikit pembahasan mengenai perbedaan DNA dengan RNA berdasarkan dari proses pembentukannya :

 

Proses Pembentukan DNA (Deoxyribonucleic Acid)

Proses terbentuk DNA (Deoxyribonucleic Acid) atau yang biasa juga disebut dengan replikasi DNA (Deoxyribonucleic Acid) merupakan suatu proses yang terjadi ketika rangkaian enzim dan protein merangkai suatu nuklotida di dalam aturan dan urutan yang sudah di tentukan. Ketika materi materi tersebut saling berinteraksi dan juga melakukan pembelahan sel serta mensintesis 2 untai baru dengan menggunakan helai yang tersedia sebagai alat untuk cetakan maka proses pembentukan DNA (Deoxyribonucleic Acid) atau proses replikasi DNA (Deoxyribonucleic Acid) berlangsung.

Sebelum proses replikasi DNA (Deoxyribonucleic Acid) / proses pembentukan DNA (Deoxyribonucleic Acid) akan dilakukan, terlebih dahulu inisiasi terjadi. Yaitu dimana bagian helikasi melepaskan ikatan hidrogen dengan pasangan basa.

Helikase terbuka itu juga biasa disebut dengan istilah protein untai tunggal, lalu DNA (Deoxyribonucleic Acid) yang sudah terbuka akan membentuk dan membuat gelembung replikasi yang akan saling memanjang hingga selanjutnya gelembung gelembung tersebut akan saling bertemu dengan gelembung yang lain untuk membentuk DNA (Deoxyribonucleic Acid) yang sudah tergandakan atau biasa disebut dengan replikasi DNA (Deoxyribonucleic Acid).

perbedaan proses pembentukan dna dan rna

Sedangkan untuk jumlah DNA (Deoxyribonucleic Acid) pada setiap makhluk hidup sendiri memiliki jumlah yang konstan, hal tersebut tergantung dari sifat ploidi sel atau bisa juga diartikan sebagai jumlah kromosom yang ada di dalam sel. DNA sendiri dapat melakukan proses replikasi turunan / membentuk turunan baru sekaligus menggandakan diri untuk generasi turunan dari generasi induknya.

 

Proses Pembentukan RNA (Ribonucleic Acid)

Jika proses pembentukan DNA (Deoxyribonucleic Acid) seperti yang telah dijelaskan diatas, kemudian untuk proses pembetukan RNA (Ribonucleic Acid) ini dilakukan oleh materi nyang dinamakan enzim RNA polymerase, dimana enzim RNA polymerase dapat melakukan penyalinan gen.

Lalu selanjutnya enzim RNA polymerase akan melakukan pengikatan pada gen yang nantinya ditranskripsi, kemudian enzim RNA polymerase akan melakukan pembukaan di dua heliks DNA (Deoxyribonucleic Acid) selanjutnya akan merangkai ribonukleotida ke bagian ujung RNA (Ribonucleic Acid) yang sedang melakukan pertumbuhan.

Jika sudah pada tahap itu makan bisa dikatakan jika proses pembuatan RNA (Ribonucleic Acid) sudah selesai dengan disosiasi (disosiasi : proses saat senyama terpisah menjadi bentuk yang lebih kecil dan kemudian bisa dikembalikan seperti sebelumnya) pada enzim tersebut.

 

 

Perbedaan DNA dan RNA berdasarkan Fungsi

Kegunaan DNA (Deoxyribonucleic Acid) adalah sebagai suatu alat untuk membantu membawa materi genetika yang berasal dari gen induk ke arah gen turunan / gen anakan. Oleh karena itu setiap makluk hidup pasti memiliki gen yang sudah diwariskan oleh generasi sebelumnya dari makhluk tersebut dan kemudian juga akan diwariskan untuk keturunan selanjutnya.

 

Fungsi DNA

DNA (Deoxyribonucleic Acid) ini juga umum digunakan sebagai alat untuk mengetahui identitas seseorang dengan didasarkan dari keturunan orang tua yang masih mempunyai hubungan darah dengan orang itu. DNA (Deoxyribonucleic Acid) ini juga memiliki kegunaan untuk alat pengendali dari aktivitas sel, dimana DNA (Deoxyribonucleic Acid) mempunyai tugas dalam aktivitas sel sebagai katalisator sekaligus untuk mengatur reaksi dari metabolik.

Tidak hanya itu saja DNA (Deoxyribonucleic Acid) ini juga mempunyai fungsi untuk penyuplai bahan mentah kepada struktur sel, dimana ini memungkinkan pergerakan sel sehingga dapat melakukan interaksi antara sel yang satu dengan yang lain untuk mengendalikan pembelahan dan pertumbuhan sel di dalam tubuh makhluk hidup.

  1. Sebagai alat untuk membawa informasi mengenai genetik DNA (Deoxyribonucleic Acid) pada makhluk hidup.
  2. Sebagai alat untuk ekspresi mengenai informasi genetik pada makhluk hidup.
  3. Sebagai alat untuk membuat protein pada makhluk hidup.
  4. Memiliki fungsi untuk kode pengaktifan protein sekaligus penonaktifan gen pada makhluk hidup.
  5. Untuk mengarahkan sintesis RNA (Ribonucleic Acid) dalam fase proses transkripsi atau kimia pada makhluk hidup.
  6. Berperan untuk melakukan duplikasi diri sekaligus untuk melakukan pewarisan sifat kepada keturunan makhluk hidup tersebut.

perbedaan fungsi dna dan rna

 

Fungsi RNA (Ribonucleic Acid)

Berbeda dengan fungsi DNA (Deoxyribonucleic Acid) seperti yang sudah dijelaskan di atas, kegunaan RNA (Ribonucleic Acid) adalah untuk tempat penyalur sekaligus penyimpan informasi genetik yang ada di sel makhluk hidup. Tidak hanya untuk hal tersebut saja fungsi RNA (Ribonucleic Acid) juga dapat berupa sebagai alat untuk perantara protein dan juga DNA (Deoxyribonucleic Acid) pada suatu fase ekspresi genetika.

Ketika berfungsi untuk hal tersebut, RNA (Ribonucleic Acid) ini dibuat / diproduksi sebagai bentuk kloningan / salinan dari kode urutan basa nitrogen yang ada di DNA (Deoxyribonucleic Acid) dimana hal itu terbentuk dari susunan triplet (urutan tiga basa N / kondon).

Tidak seperti DNA (Deoxyribonucleic Acid), jika kita dilihat secara lebih detail, RNA (Ribonucleic Acid) ini mempunyai fungsi yang berbeda beda. Dimana RNA (Ribonucleic Acid) genetik berfungsi seperti halnya DNA (Deoxyribonucleic Acid), RNA (Ribonucleic Acid) genetik hanya ada di dalam makhluk hidup tertentu yang tidak mempunyai DNA (Deoxyribonucleic Acid) contohnya adalah virus yang akan melakukan transkripsi balik yang menjadi kode RNA-DNA genetik, sehingga pada kahirnya makhluk tersebut akan mempunyai DNA (Deoxyribonucleic Acid).

 

KESIMPULAN: Perbedaan DNA dan RNA

Nah untuk lebih memudahkan teman teman dalam memahami apa saja perbedaan DNA dengan RNA, berikut di bawah ini juga Mastekno berikan sedikit kesimpulan mengenai perbedaan DNA (Deoxyribonucleic Acid) dan RNA (Ribonucleic Acid). Ringkasan Perbedaan DNA (Deoxyribonucleic Acid) dan RNA (Ribonucleic Acid) :

 

Perbedaan Bentuk DNA Dan RNA

Jika dilihat dari bentuknya perbedaan DNA dan RNA ini tentu cukup berbeda. Bentuk DNA (Deoxyribonucleic Acid) pada makhluk hidup mirip seperti pita spiral ganda yang cenderung membulat dan mempunyai ukuran lebih panjang, sedangkan untuk bentuk RNA (Ribonucleic Acid) ini seperti pita tunggal dengan bentuk yang cenderung lebih tipis dan ukuran lebih pendek.

 

Perbedaan Fungsi DNA Dan RNA

Dari penjelasan di atas, jika kita ambil secara singkat mengenai apa perbedaan DNA (Deoxyribonucleic Acid) dan RNA (Ribonucleic Acid) dapat kita katakan jika DNA berguna untuk mewariskan sifat yang dimiliki oleh orang tua kepada si anak, juga menjadi bahan untuk sintesis protein. Tetapi untuk kegunaan RNA (Ribonucleic Acid) pada makhluk hidup yaitu sebagai suatu alat untuk mengendalikan kegiatan sintesis protein sekaligus membawa koge genetik ke sitoplasma atau tepatnya ribosom.

 

Perbedaan Letak DNA Dan RNA

Lalu untuk perbedaan tempat DNA dan RNA pada makluk hidup juda berbeda. Letak DNA (Deoxyribonucleic Acid) pada makhluk hidup bisa kita temui di bagian kloroplas, nukleus, dan mitokondria. Tetapi untuk letak RNA (Ribonucleic Acid) pada makhluk hidup bisa kita jumpai di bagian ribosom, sitoplasma, dan nukleus.

 

Perbedaan Struktur Penyusun DNA Dan RNA

Yang ke empat adalah perbedaan dari komponen pembentuk DNA dan RNA. Struktur penyusun DNA (Deoxyribonucleic Acid) pada makhluk hidup terbentuk atas komponen basa penyusun (gugus fosfat, purin, primidin sitosin, primidin timin) dan gula Deoksiribosa. Sedangkan untuk struktur penyusun RNA (Ribonucleic Acid) pada makhluk hidup adalah ribosa, jenis basa purin, dan jenis basa primidin.

 

Perbedaan Kadar DNA Dan RNA

Dan yang terakhir adalah perbedaan DNA dan RNA dari kadarnya. Kadar DNA (Deoxyribonucleic Acid) pada makhluk hidup ini memiliki sifat statis (tidak akan berubah) dan DNA (Deoxyribonucleic Acid) pada makhluk hidup keberadaannya permanen, hal itu karena DNA (Deoxyribonucleic Acid) pada makhluk hidup bukan merupakan hasil pengaruh dari aktivitas genetis dan aktivitas sintesis protein.

Tetapi untuk Kadar RNA (Ribonucleic Acid) pada makhluk hidup ini memiliki sifat dinamis (dapat berubah ubah), hal itu karena RNA (Ribonucleic Acid) pada makhluk hidup terpengaruh oleh aktivitas dari sintesis protein, untuk periode RNA (Ribonucleic Acid) berjangka pendek, hal itu karena RNA (Ribonucleic Acid)  mudah terurai.

 

 

Tabel Perbedaan DNA dan RNA

Setelah kita mengetahui penjelasan diatas, maka ada baiknya kita juga mengetahui tabel perbedaan dna dan rna secara lengkap sebagai berikut.

tabel perbedaan dna dan rna

tabel perbedaan dna dan rna lengkap

 

Baik seperti itulah artikel kali ini dari Mastekno mengei Perbedaan DNA dan RNA: Berdasarkan Pengertian, Fungsi , dan Struktur Penyusun. Mudah mudahan artikel tersebut bisa membantu teman teman semuanya, sekaligus menambah wawasan ktia semua mengenai DNA dan RNA.

Mohon maaf apabila ada kesalahan kata / kalimat dalam artikel ini. Jika ada suatu hal yang ingin di sampaikan sehubung artikel di atas, bisa kalian sampaikan melalui kolom komentar yang tersedia di bawah artikel ini. Terimakasih telah berkunjung, jangan lupa baca artikel menarik lain juga di Mastekno ya.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *