√ Pengertian Zakat: Jenis-Jenis, Hukum dan Penerima Zakat (Lengkap)

Pengertian Zakat: Jenis-Jenis, Hukum, dan Penerima Hak Zakat

Pengertian Zakat: Jenis-Jenis, Hukum, dan Penerima Hak Zakat

Selain berpuasa, kewajiban umat muslim yang harus dilakukan saat bulan Ramadhan adalah membayar zakat. Kewajiban ini telah tertulis di dalam Al Quran dan termasuk dalam rukun islam yang ke 4. Membayar zakat tidak semata – mata hanya untuk menunaikan kewajiban, tetapi juga untuk membersihkan harta, mensucikan diri serta berbagi dengan orang – orang yang membutuhkan. Selain itu dengan berzakat juga dapat memberikan ketenangan dan ketentraman, bukan hanya kepada penerima tapi juga kepada orang yang membayar zakat.

Maka dari itu, sebagai umat islam kita harus tahu apa itu zakat, apa saja jenis – jenisnya, apa hukumnya dan siapa saja yang berhak untuk menerima zakat. Nah, agar kamu bisa tahu apa itu zakat dan hal – hal lainnya yang terkait dengan zakat, maka kamu bisa simak pembahasan di artikel kali ini karena kami akan bahas secara rinci mengenai semua hal tersebut. Yuk langsung saja simak penjelasannya di bawah ini.

 

Pengertian Zakat

Apa itu zakat? Menurut bahasa, pengertian zakat adalah bersih, suci, subur, berkat, dan berkembang. Sedangkan menurut istilah, zakat merupakan sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh umat muslim untuk diberikan kepada orang yang memiliki hak untuk menerimanya, seperti fakir miskin dan semacamnya, sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Nah, seperti yang telah kita singgung diatas, zakat merupakan salah satu rukun islam yang sangat penting dalam upaya menegakkan syariat Islam yang diatur berdasarkan Al-Quran dan Sunah. Maka dari itu, setiap muslim yang telah memenuhi persyaratan, wajib untuk memberikan zakat kepada golongan yang membutuhkan.

Zakat berbeda dengan sedekah, karena sedekah tidak dibatasi atau tidak terkait dan tidak memiliki batasan – batasan tertentu. Sedangkan pemberian zakat diatur mengenai batasan-batasannya, yang meliputi jumlah zakat, waktu pemberian zakat dan juga penerima zakat tersebut.

 

 

Hukum Memberi Zakat

Karena zakat merupakan salah satu rukun Islam dan merupakan salah satu unsur utama berdirinya syariat Islam, maka hukum zakat adalah wajib tanpa pengecualian bagi setiap umat Islam yang telah memenuhi syarat – syarat tertentu. Nah, syarat – syarat wajib zakat tersebut yaitu beragama islam, berakal, balig, memiliki harta sendiri dan sudah mencapai nisab. Zakat termasuk dalam kewajiban individu (fardhu ‘ain) yang dikeluarkan oleh semua muslim yang memiliki harta.

Zakat nantinya akan dikumpulkan oleh petugas zakat tertentu untuk kemudian diserahkan kepada golongan yang berhak untuk menerima zakat. Nah, seperti yang telah dijelaskan dalam Q.S At Tubah : 103 yang artinya “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu memberikan ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

 

 

Jenis-Jenis Zakat

Zakat dalam ajaran islam terbagi dalam dua kategori, yaitu zakar fitrah dan zakat mal. Apa yang membedakan antara zakat fitrah dan zakat mal? Nah agar kamu dapat memahaminya, maka kamu dapat merujuk pada penjelasan berikut ini.

 

1. Zakat Fitrah

Zakat fitrah atau zakat Nafs (jiwa) merupakan zakat yang wajib dilakukan oleh setiap muslim ketika menjelang Idul Fitri pada bulan suci Ramadan. Zakat fitrah ini dilakukan dengan tujuan untuk membersihkan diri dengan memberikan beras atau makanan pokok kepada yang berhak atau membutuhkan.

Zakat fitrah dapat dibayar dengan 3,5 liter atau 2,5 kilogram makanan pokok dari daerah yang bersangkutan. Misalnya, makanan pokok di Indonesia adalah nasi, maka zakat yang dapat dijadikan sebagai zakat yaitu dalam bentuk beras.

 

2. Zakat Maal

Zakat maal (harta) merupakan zakat penghasilan seperti hasil pertanian, hasil laut, ternak, dan lain sebagainya. Nah, masing – masing jenis penghasilan tersebut dihitung dengan cara tersendiri. Berdasarkan Undang-Undang No. 38 Tahun 1998 Tentang Pengelolaan Zakat, zakat maal merupakan sejumlah harta seorang muslim atau organisasi milik muslim yang disisihkan kepada orang yang membutuhkan sesuai ketentuan syariat Islam.

Selain itu, Undang-Undang tersebut juga menjelaskan tentang zakat fitrah, yaitu sejumlah bahan pokok yang dikeluarkan pada bulan Ramadhan oleh setiap umat islam bagi dirinya dan bagi orang yang ditanggungnya.

 

 

Penerima Hak Zakat

Tidak semua orang berhak untuk menerima zakat. Lantas, siapa saja sih yang berhak menerima zakat? Nah, menurut kaidah islam terdapat 8 golongan yang berhak untuk mendapatkan zakat, diantaranya yaitu:

  1. Fakir, merupakan golongan orang yang hampir tidak memiliki apapun sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan utama atau pokok dalam hidupnya.
  2. Miskin, merupakan golongan orang yang memiliki sedikit harta tapi masih dapat memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.
  3. Amil, merupakan orang-orang yang mengumpulkan dan membagikan zakat.
  4. Mu’allaf, merupakan orang yang baru masuk atau memeluk agama Islam dan membutuhkan bantuan dalam menyesuaikan kondisi hidupnya.
  5. Gharimin, merupakan orang yang berutang untuk mencukupi kebutuhannya, dengan catatan bahwa kebutuhan tersebut halal tapi tidak sanggup untuk membayar utangnya tersebut.
  6. Fisabilillah, merupakan orang yang berjuang di jalan Allah. Seperti pendakwah, orang yang negaranya mengalami peperangan, dan sebagainya.
  7. Ibnus Sabil, merupakan orang yang mengalami kehabisan uang dalam perjalanannya dalam ketaatan kepada Allah
  8. Hamba sahaya, merupakan orang-orang yang ingin memerdekakan dirinya.

 

 

 Manfaat Zakat

Seperti yang telah kita singgung diatas, bahwa zakat memberikan banyak manfaat positif bagi yang melaksanakannya. Adapun beberapa manfaat dari zakat, diantaranya yaitu :

  • Sebagai salah satu cara umat muslim dalam mengungkapkan rasa syukurnya kepada Allah SWT.
  • Mempererat tali persaudaraan dan mengurangi kesenjangan sosial di masyarakat.
  • Untuk memberikan dukungan moril kepada seorang mualaf.
  • Dengan berzakat dapat membantu mengubah perilaku buruk seseorang sehingga menjadi lebih baik.
  • Berzakat dapat mengembangkan potensi di dalam diri umat Islam.
  • Membersihkan harta dan menghindarkan seseorang dari sifat tamak terhadap harta benda.

Dan perlu kamu ingat bahwa segala hal baik yang telah kamu lakukan pasti akan mendapat balasan dari Allah SWT, salah satunya dengan berzakat. Jadi, jangan kikir atau pelit karena takut hartanya habis, sebab berzakat tidak akan mengurangi sedikitpun hartamu, tapi justru Allah akan melipatgandakannya.

 

Itulah pembahasan di artikel kali ini mengenai Pengertian Zakat, Jenis-Jenis, Hukum, dan Penerima Hak Zakat yang telah kami jelaskan secara rinci diatas. Semoga apa yang telah kami sampaikan bermanfaat dan dapat menambah wawasan kamu. Nah, jika ada yang belum kamu pahami, bisa kamu tanyakan melalui kolom komentar yang tersedia di bawah ini.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengertian Zakat: Jenis-Jenis, Hukum, dan Penerima Hak Zakat

Pengertian Zakat: Jenis-Jenis, Hukum, dan Penerima Hak Zakat

Selain berpuasa, kewajiban umat muslim yang harus dilakukan saat bulan Ramadhan adalah membayar zakat. Kewajiban ini telah tertulis di dalam Al Quran dan termasuk dalam rukun islam yang ke 4. Membayar zakat tidak semata – mata hanya untuk menunaikan kewajiban, tetapi juga untuk membersihkan harta, mensucikan diri serta berbagi dengan orang – orang yang membutuhkan. Selain itu dengan berzakat juga dapat memberikan ketenangan dan ketentraman, bukan hanya kepada penerima tapi juga kepada orang yang membayar zakat.

Maka dari itu, sebagai umat islam kita harus tahu apa itu zakat, apa saja jenis – jenisnya, apa hukumnya dan siapa saja yang berhak untuk menerima zakat. Nah, agar kamu bisa tahu apa itu zakat dan hal – hal lainnya yang terkait dengan zakat, maka kamu bisa simak pembahasan di artikel kali ini karena kami akan bahas secara rinci mengenai semua hal tersebut. Yuk langsung saja simak penjelasannya di bawah ini.

 

Pengertian Zakat

Apa itu zakat? Menurut bahasa, pengertian zakat adalah bersih, suci, subur, berkat, dan berkembang. Sedangkan menurut istilah, zakat merupakan sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh umat muslim untuk diberikan kepada orang yang memiliki hak untuk menerimanya, seperti fakir miskin dan semacamnya, sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Nah, seperti yang telah kita singgung diatas, zakat merupakan salah satu rukun islam yang sangat penting dalam upaya menegakkan syariat Islam yang diatur berdasarkan Al-Quran dan Sunah. Maka dari itu, setiap muslim yang telah memenuhi persyaratan, wajib untuk memberikan zakat kepada golongan yang membutuhkan.

Zakat berbeda dengan sedekah, karena sedekah tidak dibatasi atau tidak terkait dan tidak memiliki batasan – batasan tertentu. Sedangkan pemberian zakat diatur mengenai batasan-batasannya, yang meliputi jumlah zakat, waktu pemberian zakat dan juga penerima zakat tersebut.

 

 

Hukum Memberi Zakat

Karena zakat merupakan salah satu rukun Islam dan merupakan salah satu unsur utama berdirinya syariat Islam, maka hukum zakat adalah wajib tanpa pengecualian bagi setiap umat Islam yang telah memenuhi syarat – syarat tertentu. Nah, syarat – syarat wajib zakat tersebut yaitu beragama islam, berakal, balig, memiliki harta sendiri dan sudah mencapai nisab. Zakat termasuk dalam kewajiban individu (fardhu ‘ain) yang dikeluarkan oleh semua muslim yang memiliki harta.

Zakat nantinya akan dikumpulkan oleh petugas zakat tertentu untuk kemudian diserahkan kepada golongan yang berhak untuk menerima zakat. Nah, seperti yang telah dijelaskan dalam Q.S At Tubah : 103 yang artinya “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu memberikan ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

 

 

Jenis-Jenis Zakat

Zakat dalam ajaran islam terbagi dalam dua kategori, yaitu zakar fitrah dan zakat mal. Apa yang membedakan antara zakat fitrah dan zakat mal? Nah agar kamu dapat memahaminya, maka kamu dapat merujuk pada penjelasan berikut ini.

 

1. Zakat Fitrah

Zakat fitrah atau zakat Nafs (jiwa) merupakan zakat yang wajib dilakukan oleh setiap muslim ketika menjelang Idul Fitri pada bulan suci Ramadan. Zakat fitrah ini dilakukan dengan tujuan untuk membersihkan diri dengan memberikan beras atau makanan pokok kepada yang berhak atau membutuhkan.

Zakat fitrah dapat dibayar dengan 3,5 liter atau 2,5 kilogram makanan pokok dari daerah yang bersangkutan. Misalnya, makanan pokok di Indonesia adalah nasi, maka zakat yang dapat dijadikan sebagai zakat yaitu dalam bentuk beras.

 

2. Zakat Maal

Zakat maal (harta) merupakan zakat penghasilan seperti hasil pertanian, hasil laut, ternak, dan lain sebagainya. Nah, masing – masing jenis penghasilan tersebut dihitung dengan cara tersendiri. Berdasarkan Undang-Undang No. 38 Tahun 1998 Tentang Pengelolaan Zakat, zakat maal merupakan sejumlah harta seorang muslim atau organisasi milik muslim yang disisihkan kepada orang yang membutuhkan sesuai ketentuan syariat Islam.

Selain itu, Undang-Undang tersebut juga menjelaskan tentang zakat fitrah, yaitu sejumlah bahan pokok yang dikeluarkan pada bulan Ramadhan oleh setiap umat islam bagi dirinya dan bagi orang yang ditanggungnya.

 

 

Penerima Hak Zakat

Tidak semua orang berhak untuk menerima zakat. Lantas, siapa saja sih yang berhak menerima zakat? Nah, menurut kaidah islam terdapat 8 golongan yang berhak untuk mendapatkan zakat, diantaranya yaitu:

  1. Fakir, merupakan golongan orang yang hampir tidak memiliki apapun sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan utama atau pokok dalam hidupnya.
  2. Miskin, merupakan golongan orang yang memiliki sedikit harta tapi masih dapat memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.
  3. Amil, merupakan orang-orang yang mengumpulkan dan membagikan zakat.
  4. Mu’allaf, merupakan orang yang baru masuk atau memeluk agama Islam dan membutuhkan bantuan dalam menyesuaikan kondisi hidupnya.
  5. Gharimin, merupakan orang yang berutang untuk mencukupi kebutuhannya, dengan catatan bahwa kebutuhan tersebut halal tapi tidak sanggup untuk membayar utangnya tersebut.
  6. Fisabilillah, merupakan orang yang berjuang di jalan Allah. Seperti pendakwah, orang yang negaranya mengalami peperangan, dan sebagainya.
  7. Ibnus Sabil, merupakan orang yang mengalami kehabisan uang dalam perjalanannya dalam ketaatan kepada Allah
  8. Hamba sahaya, merupakan orang-orang yang ingin memerdekakan dirinya.

 

 

 Manfaat Zakat

Seperti yang telah kita singgung diatas, bahwa zakat memberikan banyak manfaat positif bagi yang melaksanakannya. Adapun beberapa manfaat dari zakat, diantaranya yaitu :

  • Sebagai salah satu cara umat muslim dalam mengungkapkan rasa syukurnya kepada Allah SWT.
  • Mempererat tali persaudaraan dan mengurangi kesenjangan sosial di masyarakat.
  • Untuk memberikan dukungan moril kepada seorang mualaf.
  • Dengan berzakat dapat membantu mengubah perilaku buruk seseorang sehingga menjadi lebih baik.
  • Berzakat dapat mengembangkan potensi di dalam diri umat Islam.
  • Membersihkan harta dan menghindarkan seseorang dari sifat tamak terhadap harta benda.

Dan perlu kamu ingat bahwa segala hal baik yang telah kamu lakukan pasti akan mendapat balasan dari Allah SWT, salah satunya dengan berzakat. Jadi, jangan kikir atau pelit karena takut hartanya habis, sebab berzakat tidak akan mengurangi sedikitpun hartamu, tapi justru Allah akan melipatgandakannya.

 

Itulah pembahasan di artikel kali ini mengenai Pengertian Zakat, Jenis-Jenis, Hukum, dan Penerima Hak Zakat yang telah kami jelaskan secara rinci diatas. Semoga apa yang telah kami sampaikan bermanfaat dan dapat menambah wawasan kamu. Nah, jika ada yang belum kamu pahami, bisa kamu tanyakan melalui kolom komentar yang tersedia di bawah ini.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *