√ Pengertian Yayasan: Tujuan, Syarat, Hukum dan Jenisnya (Lengkap)

Pengertian Yayasan: Tujuan, Syarat Pendirian, dan Jenis-Jenis Yayasan

Pengertian Yayasan: Tujuan, Syarat Pendirian, dan Jenis-Jenis Yayasan

Dizaman yang modern ini, telah muncul berbagai yayasan. Yayasan sendiri merambah berbagai bidang, umumnya yayasan merupakan badan kemanusiaan untuk saling membantu manusia. Selain itu yayasan juga ada pada bagian keagamaan, contohnya yayasan tahfidz dan sebagainya. Banyak sekali yayasan yang ada di indonesia, dalam modalnya untuk mengelola biasanya membuka donasi bagi siapa saja yang ingin berkontribusi atau ada juga yang mandiri.

Supaya kamu lebih paham tentang arti dan tujuan dari Yayasan ini, berikut sudah mastekno rangkum pengertian yayasan beserta tujuan dan jenis-jenisnya.

 

Pengertian Yayasan

Pengertian Yayasan adalah sebuah badan hukum yang mempunyai tujuan sosial, kemanusiaan dan keagamaan. Badan hukum ini didirikan dengan memerhatikan persyaratan formal yang telah ditentukan dalam UU di Indonesia. Yayasan diatur dalam UU No. 28 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 16 Tahun 2006 mengenai Yayasan. Dan akhirnya pada tanggal 7 September 2004 di sidang Rapat Paripurna DPR menyetujui undang-undang ini. Presiden RI pada saat itu yaitu Megawati Soekarnoputri yang disahkan pada tanggal 6 Oktober 2004.

 

 

Pengertian Yayasan Menurut Para Ahli

Selain pengertian yayasan secara umum, alangkah baiknya kita juga mengetahui pengertian yayasan menurut para ahli sebagai berikut.

 

#1. Subekti

Pengertian yayasan menurut Subekti adalah badan hukum yang berada di bawah kepemimpinan suatu badan pengurus dengan tujuan sosial dan tujuan tertentu yang legal.

 

#2. C.S.T Kansil dan Christine

Sedangkan menurut Subekti, yayasan atau stichting (Belanda) memiliki arti sebagai badan hukum yang melakukan kegiatan yang menyangkut pada bidang sosial.

 

Pengertian Yayasan Menurut Undang-Undang

Ada beberapa penjelasan mengenai yayasan yang diatur dalam undang undang yayasan dan undang-undang, Berikut ini pengertian yayasan menurut undang-undang.

 

#1. UUY Pasal 1 No. 1

Menurut Undang-Undang Yayasan (UUY) Pasal 1 No. 1 adalah sebagai berikut:

  • Yayasan adalah badan hukum yang terdiri dari kekayaan yang dipisahkan dan diperuntukkan demi mencapai tujuan tertentu di bidang sosial, kemanusiaan, dan keagamaan.

 

#2. UU No. 16 Tahun 2001 Pasal 1 Ayat 1

Menurut Undang-Undang No. 16 Tahun 2001 Pasal 1 Ayat 1 adalah sebagai berikut:

  • Yayasan adalah badan hukum yang berdiri dari kekayaan yang dipisahkan dan diperuntukan demi mencapai tujuan tertentu di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan yang tidak mempunyai anggota.

 

 

Maksud dan Tujuan Yayasan

Yayasan memiliki tujuan yang sama dengan badan hukum pada masa Hindia Belanda yang bernama Kerkgnootschappen. Di Indonesia, tujuan yayasan terdapat pada yurisprudensi MA yang sebelumnya berlaku UUY yang menjadi patokan untuk yayasan dalam menentukan tujuan mereka.

Berdasarkan Yurisprudensi dari MA RI tanggal 8 Juli 1975 No. 476/K/Sip/1975, dengan pertimbangan Pengadilan Negeri yang dibenarkan lewat Pengadilan Tinggi dan MA, bahwa perubahan wakaf Al Is Af menjadi Yayasan Al is Af dimana memiliki tujuan dan maksud yang tetap, yaitu untuk membantu keluarga khususnya keturunan Alm. Almuhsin bin Abubakar Aatas.

Putusan dari Mahkamah Agung ini menjelaskan bahwa tujuan dari yayasan didasarkan untuk “membantu”. Kata membantu ini diinterpretasikan sebagai kegiatan sosial. Berdasarkan UUY yang berlaku, maksud dan tujuan dari yayasan di Indonesia memiliki ketentuan sebagai berikut:

  • Mencapai tujuan dibidang sosial, keagamaan dan tujuan kemanusiaan dimana tertuan dalam pasal 1 angka 1 UUY.
  • Maksud dan tujuan yayasan wajib untuk dicantumkan dalam anggaran dasar yayasan dimana termuat dalam Pasal 14 ayat 2 huruf b UUY.
  • Maksud dan tujuan yayasan mempunyai sifat sosial, keagamaan dan kemanusiaan yang tertuang dalam pasal 3 ayat 2 UUY.

 

 

Pengaturan Hukum Yayasan di Indonesia

Undang-Undang tentang Yayasan, UU No. 16 Tahun 2001 Lembaran Negara (LN) No. 112 Tahun 2001 Tambahan Lembaran Negara (TLN) 4132 dan sudah direvisi dengan UU No. 28 Tahun 2004 tentang perubahan atas UU No. 16 Tahun 2001 tentang Yayasan LN No. 115 T.L.N. 4430 dilahirkan pada tanggal 6 Agustus 2001.

Sebelum UU ini belum ada peraturan yang pengatur secara khusus mengenai yayasan yang ada di Indonesia. Dalam masyarakat, terlihat bahwa fungsi dari yayasan ini terdapat di berbagai bidang, seperti agama, sosial dan pendidikan. Oleh karena itulah lembaga sangat hidup dan tumbuh sesuai dengan kebiasaan masyarakat.

Namun hal ini dirasa tidak berarti di Indonesia dimana tidak ada ketentuan yang mengatur tentang Yayasan. Sedangkan dalam beberapa pasal di UU disebutkan adanya Yayasan, contohnya pada pasal 365, 899, 900, 1680 KUHP Perdata, pasal 3 ayat 3, pasal 236 revisi dan pada pasal 2 ayat 7 UU Kepailitan.

Bukan Cuma itu saja, para peraturan Menteri Penerangan RI No. 01/Per/Menpen/1969 tentang Pelaksanaan Ketentuan Perusahaan Pers berdasarkan pada pasal 28 yang disebutkan bahwa perusahaan yang bergerak dalam bidang penerbitan pers yang berbentuk badan hukum oleh Permen tersebut adalah Koperasi atau Yayasan, dan Perseroan Terbatas (PT).

Dalam sejarahnya pun, pada tanggal 25 Agustus 1961 pernah dibentuk sebuah Yayasan yang bernama dana Landreform oleh Menteri Agraria yang pelaksanaannya tersebut berdasarkan PP No. 224 Tahun 1961. Kemudian pada tahun 1993, dalam Keputusan Menteri Keuangan RI No. 227/KMK 017/1993 telah dikenal yayasan dengan nama Yayasan Dana Pensiun.

 

Cara Mendirikan Yayasan dan Syaratnya

Seperti yang terdapat pada UUY pasal 9 ayat 1, terdapat tata cara dalam mendirikan sebuah yayasan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Mendirikan yayasan bisa dilakukan oleh satu orang atau lebih dengan cara memisahkan sebagaian harta kekayaan pendiri yayasan tersebut sebagai modal atau dana awal.

Maksud dari orang disini berdasarkan penjelasan dari UUY pasal 9 ayat 1 adalah perseorangan dan badan hukum yang sesuai dengan UUY pasal 9 ayat 5 orang yang dimaksud dengan orang asing atau bersama-sama orang asing. Syarat-syarat mendirikan sebuah yayasan adalah sebagai berikut:

  • Orang Indonesia (WNI)
  • Orang Asing (WNA)
  • Bersama orang Indonesia
  • Bersama orang Asing

Satu Orang:

  • Orang Indonesia (WNI)
  • Orang Asing (WNA)

Lebih dari satu orang:

  • Orang-orang Indonesia (WNI)
  • Orang-orang Asing (WNA)
  • Orang-orang Indonesia (WNI) dan Orang-orang Asing (WNA)

Satu badan hukum:

  • Badan hukum Indonesia
  • Badan hukum asing

Lebih dari satu badan hukum:

  • Badan-badan hukum Indonesia
  • Badan-badan hukum asing
  • Badan-badan hukum Indonesia (WNI) dan badan-badan hukum asing (WNA)

Sebuah yayasan dapat didirikan oleh satu orang saja atau perorangan karena alasan berikut:

  • Kehendak dari orang yang masih hidup untuk memisahkan sebagian dari harta mereka untuk modal yayasan.
  • Orang yang masih hidup juga bisa difungsikan untuk modal awal yayasan yang berlaku saat orang tersebut meninggal pada surat wasiat. Nantinya penerima wasiat akan bertugas mewakili pemberi wasiat.

Syarat-syarat mendirikan sebuah yayasan berikut ini adalah syarat yang harus terpenuhi saat membuat sebuah yayasan, yaitu:

  • Tidak menentang ketertiban umum
  • Tidak melanggar peraturan perundang-undangan
  • Tidak bertentangan dengan susila
  • Mempunyai susunan pengurus minimal satu orang
  • Harus memiliki tujuan sosial, keagamaan, dan kemanusiaan
  • Harus mempunyai akta notaris yang dibuat dengan bahasa Indonesia

 

Penyebab Yayasan Bubar

Ada beberapa hal yang membuat yayasan dapat dibubarkan, berikut ini adalah beberapa hal tersebut:

  • Tujuan yayasan yang ada dalam anggaran dasar sudah tercapai atau tidak tercapai
  • Jangka waktu yang ditetapkan dalam anggaran telah berakhir
  • Putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum sesuai dengan alasan tertentu, misalnya:
    • Tidak mampu membayar utangnya setelah dinyatakan vailid
    • Yayasan melanggar ketertiban dan kesusilaan
    • Harta kekayaan yayasan tidak cukup digunakan untuk melunasi utangnya setelah dinyatakan vailid dicabut.

Jika yayasan bubar karena jangka waktu yang telah ditetapkan dalam anggaran telah selesai, atau tujuannya telah tercapai atau tidak tercapai, maka pembina yang menunjuk likuidator. Apabila yayasan telah dibubarkan atau telah dinyatakan bubar, maka yayasan tidak bisa lagi melakukan perbuatan hukum, kecuali membereskan kekayaan dalam proses likuidasi. Dalam proses likuidasi, semua surat keluar harus mencantumkan frase dalam likuidasi dibelakang dalam nama yayasan.

Jika yayasan bubar karena putusan pengadilan, maka pengadilanlah yang menunjuk likuidator. Hal ini juga sama jika yayasan dibubarkan karena vailid. Tugas likuidator adalah untuk membereskan harta kekayaan yayasan yang telah dibubarkan, kemudian memberikan kewenangan dan kewajiban bagi likuidator dalam melakukan tindakan-tindakan dalam proses likuidasi sebagai berikut ini:

  • Menginventarisir semua harta kekayaan yayasan termasuk utang dan piutang yayasan.
  • Memuat daftar piutang yayasan dan melaksanakan penagihan utang tersebut.
  • Membuat daftar utang-utang yayasan, dan menyusung peringkat utang tersebut.

 

Demikianlah informasi yang bisa mastekno sampaikan kepada kamu tentang yayasan beserta tujuan, syarat, pendirian, dan jenis-jenis yayasan yang perlu kamu ketahui. Semoga apa yang kami sampaikan tadi bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan kamu. Sekian artikel kali ini, jika ada kesalahan dalam artikel ini silahkan komen di bawah, terima kasih.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengertian Yayasan: Tujuan, Syarat Pendirian, dan Jenis-Jenis Yayasan

Pengertian Yayasan: Tujuan, Syarat Pendirian, dan Jenis-Jenis Yayasan

Dizaman yang modern ini, telah muncul berbagai yayasan. Yayasan sendiri merambah berbagai bidang, umumnya yayasan merupakan badan kemanusiaan untuk saling membantu manusia. Selain itu yayasan juga ada pada bagian keagamaan, contohnya yayasan tahfidz dan sebagainya. Banyak sekali yayasan yang ada di indonesia, dalam modalnya untuk mengelola biasanya membuka donasi bagi siapa saja yang ingin berkontribusi atau ada juga yang mandiri.

Supaya kamu lebih paham tentang arti dan tujuan dari Yayasan ini, berikut sudah mastekno rangkum pengertian yayasan beserta tujuan dan jenis-jenisnya.

 

Pengertian Yayasan

Pengertian Yayasan adalah sebuah badan hukum yang mempunyai tujuan sosial, kemanusiaan dan keagamaan. Badan hukum ini didirikan dengan memerhatikan persyaratan formal yang telah ditentukan dalam UU di Indonesia. Yayasan diatur dalam UU No. 28 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 16 Tahun 2006 mengenai Yayasan. Dan akhirnya pada tanggal 7 September 2004 di sidang Rapat Paripurna DPR menyetujui undang-undang ini. Presiden RI pada saat itu yaitu Megawati Soekarnoputri yang disahkan pada tanggal 6 Oktober 2004.

 

 

Pengertian Yayasan Menurut Para Ahli

Selain pengertian yayasan secara umum, alangkah baiknya kita juga mengetahui pengertian yayasan menurut para ahli sebagai berikut.

 

#1. Subekti

Pengertian yayasan menurut Subekti adalah badan hukum yang berada di bawah kepemimpinan suatu badan pengurus dengan tujuan sosial dan tujuan tertentu yang legal.

 

#2. C.S.T Kansil dan Christine

Sedangkan menurut Subekti, yayasan atau stichting (Belanda) memiliki arti sebagai badan hukum yang melakukan kegiatan yang menyangkut pada bidang sosial.

 

Pengertian Yayasan Menurut Undang-Undang

Ada beberapa penjelasan mengenai yayasan yang diatur dalam undang undang yayasan dan undang-undang, Berikut ini pengertian yayasan menurut undang-undang.

 

#1. UUY Pasal 1 No. 1

Menurut Undang-Undang Yayasan (UUY) Pasal 1 No. 1 adalah sebagai berikut:

  • Yayasan adalah badan hukum yang terdiri dari kekayaan yang dipisahkan dan diperuntukkan demi mencapai tujuan tertentu di bidang sosial, kemanusiaan, dan keagamaan.

 

#2. UU No. 16 Tahun 2001 Pasal 1 Ayat 1

Menurut Undang-Undang No. 16 Tahun 2001 Pasal 1 Ayat 1 adalah sebagai berikut:

  • Yayasan adalah badan hukum yang berdiri dari kekayaan yang dipisahkan dan diperuntukan demi mencapai tujuan tertentu di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan yang tidak mempunyai anggota.

 

 

Maksud dan Tujuan Yayasan

Yayasan memiliki tujuan yang sama dengan badan hukum pada masa Hindia Belanda yang bernama Kerkgnootschappen. Di Indonesia, tujuan yayasan terdapat pada yurisprudensi MA yang sebelumnya berlaku UUY yang menjadi patokan untuk yayasan dalam menentukan tujuan mereka.

Berdasarkan Yurisprudensi dari MA RI tanggal 8 Juli 1975 No. 476/K/Sip/1975, dengan pertimbangan Pengadilan Negeri yang dibenarkan lewat Pengadilan Tinggi dan MA, bahwa perubahan wakaf Al Is Af menjadi Yayasan Al is Af dimana memiliki tujuan dan maksud yang tetap, yaitu untuk membantu keluarga khususnya keturunan Alm. Almuhsin bin Abubakar Aatas.

Putusan dari Mahkamah Agung ini menjelaskan bahwa tujuan dari yayasan didasarkan untuk “membantu”. Kata membantu ini diinterpretasikan sebagai kegiatan sosial. Berdasarkan UUY yang berlaku, maksud dan tujuan dari yayasan di Indonesia memiliki ketentuan sebagai berikut:

  • Mencapai tujuan dibidang sosial, keagamaan dan tujuan kemanusiaan dimana tertuan dalam pasal 1 angka 1 UUY.
  • Maksud dan tujuan yayasan wajib untuk dicantumkan dalam anggaran dasar yayasan dimana termuat dalam Pasal 14 ayat 2 huruf b UUY.
  • Maksud dan tujuan yayasan mempunyai sifat sosial, keagamaan dan kemanusiaan yang tertuang dalam pasal 3 ayat 2 UUY.

 

 

Pengaturan Hukum Yayasan di Indonesia

Undang-Undang tentang Yayasan, UU No. 16 Tahun 2001 Lembaran Negara (LN) No. 112 Tahun 2001 Tambahan Lembaran Negara (TLN) 4132 dan sudah direvisi dengan UU No. 28 Tahun 2004 tentang perubahan atas UU No. 16 Tahun 2001 tentang Yayasan LN No. 115 T.L.N. 4430 dilahirkan pada tanggal 6 Agustus 2001.

Sebelum UU ini belum ada peraturan yang pengatur secara khusus mengenai yayasan yang ada di Indonesia. Dalam masyarakat, terlihat bahwa fungsi dari yayasan ini terdapat di berbagai bidang, seperti agama, sosial dan pendidikan. Oleh karena itulah lembaga sangat hidup dan tumbuh sesuai dengan kebiasaan masyarakat.

Namun hal ini dirasa tidak berarti di Indonesia dimana tidak ada ketentuan yang mengatur tentang Yayasan. Sedangkan dalam beberapa pasal di UU disebutkan adanya Yayasan, contohnya pada pasal 365, 899, 900, 1680 KUHP Perdata, pasal 3 ayat 3, pasal 236 revisi dan pada pasal 2 ayat 7 UU Kepailitan.

Bukan Cuma itu saja, para peraturan Menteri Penerangan RI No. 01/Per/Menpen/1969 tentang Pelaksanaan Ketentuan Perusahaan Pers berdasarkan pada pasal 28 yang disebutkan bahwa perusahaan yang bergerak dalam bidang penerbitan pers yang berbentuk badan hukum oleh Permen tersebut adalah Koperasi atau Yayasan, dan Perseroan Terbatas (PT).

Dalam sejarahnya pun, pada tanggal 25 Agustus 1961 pernah dibentuk sebuah Yayasan yang bernama dana Landreform oleh Menteri Agraria yang pelaksanaannya tersebut berdasarkan PP No. 224 Tahun 1961. Kemudian pada tahun 1993, dalam Keputusan Menteri Keuangan RI No. 227/KMK 017/1993 telah dikenal yayasan dengan nama Yayasan Dana Pensiun.

 

Cara Mendirikan Yayasan dan Syaratnya

Seperti yang terdapat pada UUY pasal 9 ayat 1, terdapat tata cara dalam mendirikan sebuah yayasan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Mendirikan yayasan bisa dilakukan oleh satu orang atau lebih dengan cara memisahkan sebagaian harta kekayaan pendiri yayasan tersebut sebagai modal atau dana awal.

Maksud dari orang disini berdasarkan penjelasan dari UUY pasal 9 ayat 1 adalah perseorangan dan badan hukum yang sesuai dengan UUY pasal 9 ayat 5 orang yang dimaksud dengan orang asing atau bersama-sama orang asing. Syarat-syarat mendirikan sebuah yayasan adalah sebagai berikut:

  • Orang Indonesia (WNI)
  • Orang Asing (WNA)
  • Bersama orang Indonesia
  • Bersama orang Asing

Satu Orang:

  • Orang Indonesia (WNI)
  • Orang Asing (WNA)

Lebih dari satu orang:

  • Orang-orang Indonesia (WNI)
  • Orang-orang Asing (WNA)
  • Orang-orang Indonesia (WNI) dan Orang-orang Asing (WNA)

Satu badan hukum:

  • Badan hukum Indonesia
  • Badan hukum asing

Lebih dari satu badan hukum:

  • Badan-badan hukum Indonesia
  • Badan-badan hukum asing
  • Badan-badan hukum Indonesia (WNI) dan badan-badan hukum asing (WNA)

Sebuah yayasan dapat didirikan oleh satu orang saja atau perorangan karena alasan berikut:

  • Kehendak dari orang yang masih hidup untuk memisahkan sebagian dari harta mereka untuk modal yayasan.
  • Orang yang masih hidup juga bisa difungsikan untuk modal awal yayasan yang berlaku saat orang tersebut meninggal pada surat wasiat. Nantinya penerima wasiat akan bertugas mewakili pemberi wasiat.

Syarat-syarat mendirikan sebuah yayasan berikut ini adalah syarat yang harus terpenuhi saat membuat sebuah yayasan, yaitu:

  • Tidak menentang ketertiban umum
  • Tidak melanggar peraturan perundang-undangan
  • Tidak bertentangan dengan susila
  • Mempunyai susunan pengurus minimal satu orang
  • Harus memiliki tujuan sosial, keagamaan, dan kemanusiaan
  • Harus mempunyai akta notaris yang dibuat dengan bahasa Indonesia

 

Penyebab Yayasan Bubar

Ada beberapa hal yang membuat yayasan dapat dibubarkan, berikut ini adalah beberapa hal tersebut:

  • Tujuan yayasan yang ada dalam anggaran dasar sudah tercapai atau tidak tercapai
  • Jangka waktu yang ditetapkan dalam anggaran telah berakhir
  • Putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum sesuai dengan alasan tertentu, misalnya:
    • Tidak mampu membayar utangnya setelah dinyatakan vailid
    • Yayasan melanggar ketertiban dan kesusilaan
    • Harta kekayaan yayasan tidak cukup digunakan untuk melunasi utangnya setelah dinyatakan vailid dicabut.

Jika yayasan bubar karena jangka waktu yang telah ditetapkan dalam anggaran telah selesai, atau tujuannya telah tercapai atau tidak tercapai, maka pembina yang menunjuk likuidator. Apabila yayasan telah dibubarkan atau telah dinyatakan bubar, maka yayasan tidak bisa lagi melakukan perbuatan hukum, kecuali membereskan kekayaan dalam proses likuidasi. Dalam proses likuidasi, semua surat keluar harus mencantumkan frase dalam likuidasi dibelakang dalam nama yayasan.

Jika yayasan bubar karena putusan pengadilan, maka pengadilanlah yang menunjuk likuidator. Hal ini juga sama jika yayasan dibubarkan karena vailid. Tugas likuidator adalah untuk membereskan harta kekayaan yayasan yang telah dibubarkan, kemudian memberikan kewenangan dan kewajiban bagi likuidator dalam melakukan tindakan-tindakan dalam proses likuidasi sebagai berikut ini:

  • Menginventarisir semua harta kekayaan yayasan termasuk utang dan piutang yayasan.
  • Memuat daftar piutang yayasan dan melaksanakan penagihan utang tersebut.
  • Membuat daftar utang-utang yayasan, dan menyusung peringkat utang tersebut.

 

Demikianlah informasi yang bisa mastekno sampaikan kepada kamu tentang yayasan beserta tujuan, syarat, pendirian, dan jenis-jenis yayasan yang perlu kamu ketahui. Semoga apa yang kami sampaikan tadi bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan kamu. Sekian artikel kali ini, jika ada kesalahan dalam artikel ini silahkan komen di bawah, terima kasih.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *