√ Ciri-Ciri Virus: Pengertian, Reproduksi, Struktur dan Sejarah Virus

Ciri-Ciri Virus: Pengertian, Reproduksi, Struktur dan Sejarah Virus Lengkap

Ciri-Ciri Virus: Pengertian, Reproduksi, Struktur dan Sejarah Virus Lengkap

Bumi kita ini merupakan tempat hidup dari berbagai macam organisme, ada yang mempunyai potensi dan bisa menyerang kesehatan. Contohnya makhluk hidup parasit tentu memerlukan inang supaya mereka bisa hidup dan inang yang mereka tempati biasanya akan terkena penyakit bahkan mati. Sebagian besar penyakit yang ada di bumi kebanyakan berasal dari organisme yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, contohnya adalah virus

Penempatan virus ini sangat berbeda dengan makhluk hidup yang lain karena virus ada dalam fase peralihan antara yang hidup dan mati. Kemampuannya dalam bertahan hidup di luar inang membuat dia tetap bisa bertahan meskipun dalam kondisi yang ekstrem hal ini membuat kita harus mewaspadai serangan mikroba ini. Bukan cuma itu saja, virus ini juga bisa menular kepada orang lain, contohnya seperti herpes, flu, HIV, dan masih banyak lagi.

Nah, supaya kalian lebih paham lagi tentang virus, berikut ini akan mastekno jelaskan tentang virus. Mulai dari pengertian virus, ciri-ciri virus, struktur virus, sampai dengan sejarah virus. Langsung saja silahkan simak artikelnya berikut ini.

 

Pengertian Virus

pengertian virus beserta ciri ciri dan sejarahnya 1

Virus adalah sebuah parasit yang berukuran sangat kecil yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus ini juga memiliki beberapa ciri sama seperti makhluk hidup lain, yaitu memiliki DNA dan bisa berkembang biak pada sel makhluk hidup. Menurut para ahli biologis, virus ini adalah peralihan antara makhluk hidup dan benda mati. Virus ini juga memiliki ciri sama seperti benda mati, yaitu tidak memiliki protoplasma dan bisa dikristalkan.

Pada dasarnya virus adalah materi genetik yang dikelilingi oleh protein. Virus memerlukan inang untuk bereproduksi, karena hal inilah virus memiliki sifat parasit obligasi. Virus hanya mempunyai satu asat nukleat, yaitu DNA atau RNA yang dikelilingi oleh pelindung yang mirip seperti protein, lipid, dan glikoprotein.

Kata virus ini berasal dari bahasa latin ‘virion’ yang artinya adalah racun. Jadi virus ini adalah organisasi subseluler karena ukuran virus yang sangat kecil. Karena ukuran virus sangat kecil, maka untuk melihatnya kalian harus menggunakan alat bantu seperti mikroskop elektron, ukuran virus ini lebih kecil daripada bakteri.

 

 

Ciri-Ciri Virus

pengertian virus beserta ciri ciri dan sejarahnya 2

Virus ini mempunyai ciri-ciri dan struktur yang berbeda dengan organisme lain yang ada, karena virus ini adalah sistem yang paling sederhana dari semua sistem genetika. Berikut ini adalah ciri-ciri virus menurut para ahli, berikut beserta penjelasannya.

 

Ukuran Virus

Ukuran virus sangatlah kecil, virus merupakan organisme paling kecil jika dibandingkan dengan kelompok taksonomi lainnya. Ukuran yang paling kecil dari virus adalah mempunyai diameter 20 nm dan memiliki 4 jumlah gen dan lebih kecil dari ribosom. Sedangkan ukuran virus yang paling besar adalah berdiameter 80nm dan mempunyai ratusan gen. Virus tersebut adalah virus ebola yang hanya bisa dilihat dengan menggunakan alat mikroskop elektron.

 

Virus Bersifat Parasit

Virus hanya bisa bertahan hidup dengan cara menjadi parasit intraseluler obligat atau dengan kata lain hanya bisa hidup pada sel makhluk hidup. Contohnya virus yang dikembang biakkan pada embiro ayam yang masih hidup.

 

Virus Tidak Memiliki Enzim

Ciri-ciri lain yang dimiliki virus adalah tidak mempunyai enzim. Virus tidak mempunyai enzim dan tidak mempunyai organel sel atau ribosom dan perangkat lainnya. Namun virus ini mempunyai enzim untuk proses transkripsi serta replikasi. Yaitu dengan cara melakukan kombinasi antara enzim yang ada di sel inang, contohnya pada virus herpes.

 

Makhluk Hidup yang Bisa Dikristalkan

Virus ini tidak masuk dalam kategori sel karena virus hanya mempunyai partikel penginfeksi. Partikel penginfeksi ini terdiri dari asam nukleat yang dibungkus di lapisan pelindung. Pada kasus asam nukleat ada dalam selubung membran. Tanley Miller menemukan bahwa ada beberapa jenis virus yang bisa dikristalkan.

Oleh karena itulah virus ini tidak termasuk dalam sel hidup karena sel yang paling sederhana pun tidak akan bisa dikristalkan atau beragresi menjadi kristal. Namun virus memiliki DNA atau RNA, karena itulah virus juga masih bisa dikategorikan menjadi organisme yang hidup.

 

Memilih Inang

Inang yang bisa diinfeksi oleh virus adalah kisaran inang penentuannya yang tergantung pada evolusi pengenalan yang dilakukan virus tersebut dengan kesesuaian lock and key (lubang dan kunci). Antara molekul reseptor / penerima spesifik dengan protein yang ada di bagian luar virus yang bisa menginfeksi dan jadi parasit dalam beberapa spesies yang ada. Contohnya adalah virus flu burung yang juga bisa menginfeksi manusia dan unggas. Virus rabies yang juga bisa menginfeksi monyet, anjing, rakun, dan sigung.

 

Genom yang Beragam

Genom dari virus sangatlah beragam dari genom konvensional DNA untai tunggal atau single heliks yang dimiliki oleh organisme yang lain. Genom virus terdiri atas DNA untai ganda, RNA untai ganda, RNA untai tunggal atau DNA untai tunggal tergantung dari tipe virus tersebut.

 

Tidak Bisa Berkembang Biak Tanpa Induk

Virus tidak memiliki kemampuan untuk berkembang biak atau memperbanyak diri merek di luar sel hidup. Jadi bisa dikatakan bahwa virus ini bukanlah makhluk hidup yang mandiri. Oleh karena itulah virus adalah makhluk hidup yang memanfaatkan sel makhluk hidup untuk berkembang biak.

 

 

Struktur Virus

pengertian virus beserta ciri ciri dan sejarahnya 3

Virus juga memiliki strukturnya sendiri, untuk mengetahui struktur virus secara umum kalian bisa menggunakan virus T atau bakteriofage. Berikut adalah struktur virus dan penjelasannya.

 

Kepala

Bagian virus yang pertama adalah Kepala. Kepada virus berisi DNA dan di bagian luarnya diselubungi oleh kapasid (protein). Satu unit protein yang menyusun kapasid disebut kapsomer.

 

Kapasid

Bagian selanjutnya adalah Kapasid. Kapasid ini adalah sebuah selubung berupa protein, kapsid merupaan kumpulan protein atau kapsomer. Kapsid terdiri atas protein monomer yang terdiri dari rantai polpeptida. Fungsi dari bagian kapasid ini adalah untuk membentuk virus dan sebagai pelindung dari lingkungan yang bisa merugikan virus.

 

Isi Tubuh

Bagian isi tubuh tersusunan atas asam inti, yaitu DNA atau RNA saja, bagian ini sebagai virion. DNA atau RNA adalah materi genetik yang isinya kode-kode sifat yang dimiliki virus. Berdasarkan isi yang ada dalam virus ini bisa dibedakan menjadi virus DNA atau sering juga disebut virus cacar atau virus T, kemudian virus RNA atau yang juga sering disebut virus HIV, Influenza, dan H5N1. Selain itu juga ada beberapa enzim dalam isi dalam virus.

 

Ekor

Bagian atau struktur virus yang terakhir adalah ekor virus. Ekor apda virus ini berguna untuk menempel ke inangnya. Ekor virus terdiri atas tubus bersumbat yang dilengkapi benang atau serabut. Namun virus yang menginfeksi el uekariotik tidak mempunyai ekor.

 

 

Reproduksi Virus

pengertian virus beserta ciri ciri dan sejarahnya 4

Ada dua reproduksi pada virus, yaitu Siklus Litik dan Siklus lisogenik. Berikut adalah penjelasan tentang kedua reproduksi pada virus tersebut.

 

Siklus Litik

Alasan kenapa siklus ini diberi nama litik adalah karena pada fase akhir siklus replikasi, sel yang sebelumnya menjadi inang dalam relikasi virus akan mati atau lisis. Siklus ini sendiri mempunyai 5 tahapan, berikut adalah penjelasannya..

Fase Adsorpsi (Fase Penempelan)

Fase penempelan ini ditandai dengan ekor virus yang melekat ke sel bakteri. Setelah virus ini melekat kemudian mereka akan mengeluarkan enzim lisoezim atau enzim penghancur. Kemudian setelah itu terbentuklah lubang pada dinding bakteri yang digunakan untuk memasukkan asam inti yang ada dalam virus.

Fase Injeksi

Setelah fase penempelan selesai, dilanjutkan dengan fase Injeksi. Setelah fase adsorpsi akan terbentuk lubang dalam sel bakteri, kemudian virus akan memasukkan asam inti atau DNA mereka ke tubuh sel bakteri tersebut. Jadi kapsid virus akan tetap ada di luar sel bakteri dan berfungsi kembali.

Fase Sintesis (Fase Pembentukan)

DNA virus ini akan memengaruhi DNA bakteri untuk mereplikasi bagian-bagian virus, kemudian akan terbentuk bagian-bagian dari virus tersebut. Dalam sel bakteri yang tidak berdaya ini akan disintesis virus serta protein dijadikan kapsid virus dalam kendali DNA virus.

Fase Asemblin (Perakitan)

Setelah fase pembentukan dilakukan, selanjutnya adalah fase perakitan atau asemblin. Di tahap ini bagian dari virus yang sudah terbentuk dari bakteri akan dirakit menjadi virus yang benar-benar sempurna. Dalam satu titik daur ini bisa terbentuk virus sebanyak 100-200 buah virus.

Fase Litik (Pemecahan Sel Inang)

fase litik atau pemecahan sel ini adalah fase yang terakhir. Pada tahap ini saat perakitan virus sudah selesai, virus akan langsung menghancurkan dinding sel bakteri dengan menggunakan enzim lisoenzim, kemudian virus akan mencari inang yang baru lagi.

 

Siklus Lisogenik

Alasan kenapa siklus ini diberi bama lisogenik adalah karena sel ini di tahap akhir siklus ini tidak mengalami kematian atau kerusakan. Sel inang virus ini bisa bertahan hidup dan tidak rusak karena sel inang memiliki ketahanan diri terhadap serangan virus. Ketahanan diri bakteri (inang) kepada serang virus disebut dengan virulensi. Siklus ini sendiri memiliki 4 tahapan, berikut adalah penjelasannya.

Fase Absorpsi (Fase Penempelan)

Fase penempelan ini ditandai dengan ekor virus yang melekat ke sel bakteri. Setelah virus ini melekat kemudian mereka akan mengeluarkan enzim lisoezim atau enzim penghancur. Kemudian setelah itu terbentuklah lubang pada dinding bakteri yang digunakan untuk memasukkan asam inti yang ada dalam virus.

Fase Injeksi

Fase ini ditandai dengan masuk DNA dari virus ke sel Inang dengan meninggalkan kapsid mereka di luar sel bakteri. Masuknya DNA virus ini ke DNA bakteri didorong tenaga konstraksi dari bagian kapsid atau kepala bakteriofage.

Fase Penggabungan

Pada virus akan menyisipkan DNA nya ke DNA bakteri sehingga DNA bakteri akan mengandung materi geneting dari virus tersebut DNA virus yang sudah tersisipkan ke DNA bakteri tidak bisa aktif untuk mengambil alih kendali metabolisme dari DNA bakteri, hal ini karena bakteri yang memiliki virulensi. DNA virus yang menempel ke DNA bakteri dan tidak aktif disebut dengan Profage.

Fase Pembelahan

Fase yang terakhir dalam siklus Lisogenik adalah pembelahan. Pada fase ini profage akan ada di tubuh bakteri selama bakteri tersebut masih memiliki virulensi. Pada saat sel bakteri mengalami pembelahan, DNA virus akan ikut terkopi sehingga akan terbentuk dua sel bakteri dimana masing-masing mengandung profage. Pembelahan sel bakteri ini bisa terjadi berulang kali dalam beberapa generasi dan profagenya juga ikut terbagi dalam beberapa generasi tersebut.

 

 

Sejarah Virus

pengertian virus beserta ciri ciri dan sejarahnya 5

Sejarah virus bermula ketika, Beberapa tahun setelah penemuan Avery, banyak bermunculan bahwa DNA ini adalah materi genetik dari beberapa organisme. Bukti terkuat ini bisa didapatkan dari penelitian mengenai virus. Pada tahun 1952, Martha Chase dan Alfres Hershey melakukan beberapa percobaan dari virus atau bakteriofage yang menyerang bakteri.

Dalam percobaannya sebagian dari virus mentransfer kurang lebih 50 gen yang di dalamnya terdapat selubung proteinnya. Meskipun beberapa virus cuma mempunyai 3 gen saja, namun ada juga yang mempunyai gen sampai 3000. Virus ini adalah pemicu dari beberapa penyakit yang terjadi pada manusia, hewan, dan tumbuhan. Berdasarkan bentuk fisiknya, virus dibedakan menjadi dua, yaitu benda hidup (biotik) dan benda mati (abiotik).

Virus abiotik tidak bisa melakukan metabolisme, sedangkan virus biotik bisa melakukan metabolisme seperti reproduksi, regulasi, nutrisi, sintesis, ekresi, dan respon kepada sebuah rangsangan. Para ilmuan mengatakan bahwa virus adalah benda mati, jika virus ada di luar sel hidup. Sedangkan jika virus memperoleh tempat dalam sel makhluk hidup atau organisme, virus membuktikan aktivitasnya seperti sel hidup lain, yaitu bisa berkembang biak semakin banyak.

Oleh karena itulah virus dikelompokan sebagai bentuk peralihan dari benda hidup ke benda mati. Dan pada tahun 1632-1723, Anthonie Van Lauwenhoek membuat mikroskop, penelitian tentang mikro organisme mulai dilakukan dan terus berkembang. Perkembangan teknologi mikroskop semakin cepat dengan diciptakannya miksroskop elekton. Kemudian pada tahun 1882, tanaman tembakau A Meyer terkena penyakit yang ditanai dengan daunnya yang berbintik-bintik kekuningan.

Setelah itu A Meyer menguji dan mengekstrak daun yang terinfeksi tersebut kemudian menyemprotkannya ke daun tembakau lain yang masih sehat. Hasilnya adalah daun yang tadinya sehat juga ikut terkena penyakit tersebut. Dengan cara yang lain, yaitu dengan menggunakan filter atau saringan untuk menyaring bakteri.

Selain A Meyer, D Ivanowsky juga melakukan uji penyaringan getah tanaman tembakau yang terinfeksi. Kemudian hasilnya dioleskan kepada daun tanaman tembakau yang masih sehat, dan ternyata tanaman tembakau yang sehat ikut tertular juga.

Jadi bisa disimpulkan bahwa kedua organisme yang sudah menyerang tanaman tembakau milik A Meyer dan D Ivanowsky adalah pantogen. Pantogen adalah zat kimia yang diproduksi oleh bakteri dan lolos dari penyaringan, ukuran zat ini sangat kecil. Di tahun 1987 M Bejerink dari Belanda menemukan fakta bahwa organisme yang telah menyerang tembakaunya tidak dapat hidup dalam medium biakan bakteri dan juga tidak bisa mati jika dimasukkan dalam alkohol. Jadi organisme yang menyerang tembakau tersebut berukuran sangat kecil dan tidak bisa hidup selain di dalam makhluk hidup yang mereka serang.

 

Nah itulah informasi yang bisa mastekno sampaikan kepada kalian tentang pengertian virus beserta ciri-ciri virus, struktur, cara reproduksi dan sejarah virus lengkap. Semoga apa yang tadi saya sampaikan bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan kalian. Jika ada kesalahan kata dan informasi dalam artikel di atas, silahkan komen di bawah. Jika kalian masih bingung dan ada yang ingin ditanyakan, silahkan komen di bawah. Terima kasih.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ciri-Ciri Virus: Pengertian, Reproduksi, Struktur dan Sejarah Virus Lengkap

Ciri-Ciri Virus: Pengertian, Reproduksi, Struktur dan Sejarah Virus Lengkap

Bumi kita ini merupakan tempat hidup dari berbagai macam organisme, ada yang mempunyai potensi dan bisa menyerang kesehatan. Contohnya makhluk hidup parasit tentu memerlukan inang supaya mereka bisa hidup dan inang yang mereka tempati biasanya akan terkena penyakit bahkan mati. Sebagian besar penyakit yang ada di bumi kebanyakan berasal dari organisme yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, contohnya adalah virus

Penempatan virus ini sangat berbeda dengan makhluk hidup yang lain karena virus ada dalam fase peralihan antara yang hidup dan mati. Kemampuannya dalam bertahan hidup di luar inang membuat dia tetap bisa bertahan meskipun dalam kondisi yang ekstrem hal ini membuat kita harus mewaspadai serangan mikroba ini. Bukan cuma itu saja, virus ini juga bisa menular kepada orang lain, contohnya seperti herpes, flu, HIV, dan masih banyak lagi.

Nah, supaya kalian lebih paham lagi tentang virus, berikut ini akan mastekno jelaskan tentang virus. Mulai dari pengertian virus, ciri-ciri virus, struktur virus, sampai dengan sejarah virus. Langsung saja silahkan simak artikelnya berikut ini.

 

Pengertian Virus

pengertian virus beserta ciri ciri dan sejarahnya 1

Virus adalah sebuah parasit yang berukuran sangat kecil yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus ini juga memiliki beberapa ciri sama seperti makhluk hidup lain, yaitu memiliki DNA dan bisa berkembang biak pada sel makhluk hidup. Menurut para ahli biologis, virus ini adalah peralihan antara makhluk hidup dan benda mati. Virus ini juga memiliki ciri sama seperti benda mati, yaitu tidak memiliki protoplasma dan bisa dikristalkan.

Pada dasarnya virus adalah materi genetik yang dikelilingi oleh protein. Virus memerlukan inang untuk bereproduksi, karena hal inilah virus memiliki sifat parasit obligasi. Virus hanya mempunyai satu asat nukleat, yaitu DNA atau RNA yang dikelilingi oleh pelindung yang mirip seperti protein, lipid, dan glikoprotein.

Kata virus ini berasal dari bahasa latin ‘virion’ yang artinya adalah racun. Jadi virus ini adalah organisasi subseluler karena ukuran virus yang sangat kecil. Karena ukuran virus sangat kecil, maka untuk melihatnya kalian harus menggunakan alat bantu seperti mikroskop elektron, ukuran virus ini lebih kecil daripada bakteri.

 

 

Ciri-Ciri Virus

pengertian virus beserta ciri ciri dan sejarahnya 2

Virus ini mempunyai ciri-ciri dan struktur yang berbeda dengan organisme lain yang ada, karena virus ini adalah sistem yang paling sederhana dari semua sistem genetika. Berikut ini adalah ciri-ciri virus menurut para ahli, berikut beserta penjelasannya.

 

Ukuran Virus

Ukuran virus sangatlah kecil, virus merupakan organisme paling kecil jika dibandingkan dengan kelompok taksonomi lainnya. Ukuran yang paling kecil dari virus adalah mempunyai diameter 20 nm dan memiliki 4 jumlah gen dan lebih kecil dari ribosom. Sedangkan ukuran virus yang paling besar adalah berdiameter 80nm dan mempunyai ratusan gen. Virus tersebut adalah virus ebola yang hanya bisa dilihat dengan menggunakan alat mikroskop elektron.

 

Virus Bersifat Parasit

Virus hanya bisa bertahan hidup dengan cara menjadi parasit intraseluler obligat atau dengan kata lain hanya bisa hidup pada sel makhluk hidup. Contohnya virus yang dikembang biakkan pada embiro ayam yang masih hidup.

 

Virus Tidak Memiliki Enzim

Ciri-ciri lain yang dimiliki virus adalah tidak mempunyai enzim. Virus tidak mempunyai enzim dan tidak mempunyai organel sel atau ribosom dan perangkat lainnya. Namun virus ini mempunyai enzim untuk proses transkripsi serta replikasi. Yaitu dengan cara melakukan kombinasi antara enzim yang ada di sel inang, contohnya pada virus herpes.

 

Makhluk Hidup yang Bisa Dikristalkan

Virus ini tidak masuk dalam kategori sel karena virus hanya mempunyai partikel penginfeksi. Partikel penginfeksi ini terdiri dari asam nukleat yang dibungkus di lapisan pelindung. Pada kasus asam nukleat ada dalam selubung membran. Tanley Miller menemukan bahwa ada beberapa jenis virus yang bisa dikristalkan.

Oleh karena itulah virus ini tidak termasuk dalam sel hidup karena sel yang paling sederhana pun tidak akan bisa dikristalkan atau beragresi menjadi kristal. Namun virus memiliki DNA atau RNA, karena itulah virus juga masih bisa dikategorikan menjadi organisme yang hidup.

 

Memilih Inang

Inang yang bisa diinfeksi oleh virus adalah kisaran inang penentuannya yang tergantung pada evolusi pengenalan yang dilakukan virus tersebut dengan kesesuaian lock and key (lubang dan kunci). Antara molekul reseptor / penerima spesifik dengan protein yang ada di bagian luar virus yang bisa menginfeksi dan jadi parasit dalam beberapa spesies yang ada. Contohnya adalah virus flu burung yang juga bisa menginfeksi manusia dan unggas. Virus rabies yang juga bisa menginfeksi monyet, anjing, rakun, dan sigung.

 

Genom yang Beragam

Genom dari virus sangatlah beragam dari genom konvensional DNA untai tunggal atau single heliks yang dimiliki oleh organisme yang lain. Genom virus terdiri atas DNA untai ganda, RNA untai ganda, RNA untai tunggal atau DNA untai tunggal tergantung dari tipe virus tersebut.

 

Tidak Bisa Berkembang Biak Tanpa Induk

Virus tidak memiliki kemampuan untuk berkembang biak atau memperbanyak diri merek di luar sel hidup. Jadi bisa dikatakan bahwa virus ini bukanlah makhluk hidup yang mandiri. Oleh karena itulah virus adalah makhluk hidup yang memanfaatkan sel makhluk hidup untuk berkembang biak.

 

 

Struktur Virus

pengertian virus beserta ciri ciri dan sejarahnya 3

Virus juga memiliki strukturnya sendiri, untuk mengetahui struktur virus secara umum kalian bisa menggunakan virus T atau bakteriofage. Berikut adalah struktur virus dan penjelasannya.

 

Kepala

Bagian virus yang pertama adalah Kepala. Kepada virus berisi DNA dan di bagian luarnya diselubungi oleh kapasid (protein). Satu unit protein yang menyusun kapasid disebut kapsomer.

 

Kapasid

Bagian selanjutnya adalah Kapasid. Kapasid ini adalah sebuah selubung berupa protein, kapsid merupaan kumpulan protein atau kapsomer. Kapsid terdiri atas protein monomer yang terdiri dari rantai polpeptida. Fungsi dari bagian kapasid ini adalah untuk membentuk virus dan sebagai pelindung dari lingkungan yang bisa merugikan virus.

 

Isi Tubuh

Bagian isi tubuh tersusunan atas asam inti, yaitu DNA atau RNA saja, bagian ini sebagai virion. DNA atau RNA adalah materi genetik yang isinya kode-kode sifat yang dimiliki virus. Berdasarkan isi yang ada dalam virus ini bisa dibedakan menjadi virus DNA atau sering juga disebut virus cacar atau virus T, kemudian virus RNA atau yang juga sering disebut virus HIV, Influenza, dan H5N1. Selain itu juga ada beberapa enzim dalam isi dalam virus.

 

Ekor

Bagian atau struktur virus yang terakhir adalah ekor virus. Ekor apda virus ini berguna untuk menempel ke inangnya. Ekor virus terdiri atas tubus bersumbat yang dilengkapi benang atau serabut. Namun virus yang menginfeksi el uekariotik tidak mempunyai ekor.

 

 

Reproduksi Virus

pengertian virus beserta ciri ciri dan sejarahnya 4

Ada dua reproduksi pada virus, yaitu Siklus Litik dan Siklus lisogenik. Berikut adalah penjelasan tentang kedua reproduksi pada virus tersebut.

 

Siklus Litik

Alasan kenapa siklus ini diberi nama litik adalah karena pada fase akhir siklus replikasi, sel yang sebelumnya menjadi inang dalam relikasi virus akan mati atau lisis. Siklus ini sendiri mempunyai 5 tahapan, berikut adalah penjelasannya..

Fase Adsorpsi (Fase Penempelan)

Fase penempelan ini ditandai dengan ekor virus yang melekat ke sel bakteri. Setelah virus ini melekat kemudian mereka akan mengeluarkan enzim lisoezim atau enzim penghancur. Kemudian setelah itu terbentuklah lubang pada dinding bakteri yang digunakan untuk memasukkan asam inti yang ada dalam virus.

Fase Injeksi

Setelah fase penempelan selesai, dilanjutkan dengan fase Injeksi. Setelah fase adsorpsi akan terbentuk lubang dalam sel bakteri, kemudian virus akan memasukkan asam inti atau DNA mereka ke tubuh sel bakteri tersebut. Jadi kapsid virus akan tetap ada di luar sel bakteri dan berfungsi kembali.

Fase Sintesis (Fase Pembentukan)

DNA virus ini akan memengaruhi DNA bakteri untuk mereplikasi bagian-bagian virus, kemudian akan terbentuk bagian-bagian dari virus tersebut. Dalam sel bakteri yang tidak berdaya ini akan disintesis virus serta protein dijadikan kapsid virus dalam kendali DNA virus.

Fase Asemblin (Perakitan)

Setelah fase pembentukan dilakukan, selanjutnya adalah fase perakitan atau asemblin. Di tahap ini bagian dari virus yang sudah terbentuk dari bakteri akan dirakit menjadi virus yang benar-benar sempurna. Dalam satu titik daur ini bisa terbentuk virus sebanyak 100-200 buah virus.

Fase Litik (Pemecahan Sel Inang)

fase litik atau pemecahan sel ini adalah fase yang terakhir. Pada tahap ini saat perakitan virus sudah selesai, virus akan langsung menghancurkan dinding sel bakteri dengan menggunakan enzim lisoenzim, kemudian virus akan mencari inang yang baru lagi.

 

Siklus Lisogenik

Alasan kenapa siklus ini diberi bama lisogenik adalah karena sel ini di tahap akhir siklus ini tidak mengalami kematian atau kerusakan. Sel inang virus ini bisa bertahan hidup dan tidak rusak karena sel inang memiliki ketahanan diri terhadap serangan virus. Ketahanan diri bakteri (inang) kepada serang virus disebut dengan virulensi. Siklus ini sendiri memiliki 4 tahapan, berikut adalah penjelasannya.

Fase Absorpsi (Fase Penempelan)

Fase penempelan ini ditandai dengan ekor virus yang melekat ke sel bakteri. Setelah virus ini melekat kemudian mereka akan mengeluarkan enzim lisoezim atau enzim penghancur. Kemudian setelah itu terbentuklah lubang pada dinding bakteri yang digunakan untuk memasukkan asam inti yang ada dalam virus.

Fase Injeksi

Fase ini ditandai dengan masuk DNA dari virus ke sel Inang dengan meninggalkan kapsid mereka di luar sel bakteri. Masuknya DNA virus ini ke DNA bakteri didorong tenaga konstraksi dari bagian kapsid atau kepala bakteriofage.

Fase Penggabungan

Pada virus akan menyisipkan DNA nya ke DNA bakteri sehingga DNA bakteri akan mengandung materi geneting dari virus tersebut DNA virus yang sudah tersisipkan ke DNA bakteri tidak bisa aktif untuk mengambil alih kendali metabolisme dari DNA bakteri, hal ini karena bakteri yang memiliki virulensi. DNA virus yang menempel ke DNA bakteri dan tidak aktif disebut dengan Profage.

Fase Pembelahan

Fase yang terakhir dalam siklus Lisogenik adalah pembelahan. Pada fase ini profage akan ada di tubuh bakteri selama bakteri tersebut masih memiliki virulensi. Pada saat sel bakteri mengalami pembelahan, DNA virus akan ikut terkopi sehingga akan terbentuk dua sel bakteri dimana masing-masing mengandung profage. Pembelahan sel bakteri ini bisa terjadi berulang kali dalam beberapa generasi dan profagenya juga ikut terbagi dalam beberapa generasi tersebut.

 

 

Sejarah Virus

pengertian virus beserta ciri ciri dan sejarahnya 5

Sejarah virus bermula ketika, Beberapa tahun setelah penemuan Avery, banyak bermunculan bahwa DNA ini adalah materi genetik dari beberapa organisme. Bukti terkuat ini bisa didapatkan dari penelitian mengenai virus. Pada tahun 1952, Martha Chase dan Alfres Hershey melakukan beberapa percobaan dari virus atau bakteriofage yang menyerang bakteri.

Dalam percobaannya sebagian dari virus mentransfer kurang lebih 50 gen yang di dalamnya terdapat selubung proteinnya. Meskipun beberapa virus cuma mempunyai 3 gen saja, namun ada juga yang mempunyai gen sampai 3000. Virus ini adalah pemicu dari beberapa penyakit yang terjadi pada manusia, hewan, dan tumbuhan. Berdasarkan bentuk fisiknya, virus dibedakan menjadi dua, yaitu benda hidup (biotik) dan benda mati (abiotik).

Virus abiotik tidak bisa melakukan metabolisme, sedangkan virus biotik bisa melakukan metabolisme seperti reproduksi, regulasi, nutrisi, sintesis, ekresi, dan respon kepada sebuah rangsangan. Para ilmuan mengatakan bahwa virus adalah benda mati, jika virus ada di luar sel hidup. Sedangkan jika virus memperoleh tempat dalam sel makhluk hidup atau organisme, virus membuktikan aktivitasnya seperti sel hidup lain, yaitu bisa berkembang biak semakin banyak.

Oleh karena itulah virus dikelompokan sebagai bentuk peralihan dari benda hidup ke benda mati. Dan pada tahun 1632-1723, Anthonie Van Lauwenhoek membuat mikroskop, penelitian tentang mikro organisme mulai dilakukan dan terus berkembang. Perkembangan teknologi mikroskop semakin cepat dengan diciptakannya miksroskop elekton. Kemudian pada tahun 1882, tanaman tembakau A Meyer terkena penyakit yang ditanai dengan daunnya yang berbintik-bintik kekuningan.

Setelah itu A Meyer menguji dan mengekstrak daun yang terinfeksi tersebut kemudian menyemprotkannya ke daun tembakau lain yang masih sehat. Hasilnya adalah daun yang tadinya sehat juga ikut terkena penyakit tersebut. Dengan cara yang lain, yaitu dengan menggunakan filter atau saringan untuk menyaring bakteri.

Selain A Meyer, D Ivanowsky juga melakukan uji penyaringan getah tanaman tembakau yang terinfeksi. Kemudian hasilnya dioleskan kepada daun tanaman tembakau yang masih sehat, dan ternyata tanaman tembakau yang sehat ikut tertular juga.

Jadi bisa disimpulkan bahwa kedua organisme yang sudah menyerang tanaman tembakau milik A Meyer dan D Ivanowsky adalah pantogen. Pantogen adalah zat kimia yang diproduksi oleh bakteri dan lolos dari penyaringan, ukuran zat ini sangat kecil. Di tahun 1987 M Bejerink dari Belanda menemukan fakta bahwa organisme yang telah menyerang tembakaunya tidak dapat hidup dalam medium biakan bakteri dan juga tidak bisa mati jika dimasukkan dalam alkohol. Jadi organisme yang menyerang tembakau tersebut berukuran sangat kecil dan tidak bisa hidup selain di dalam makhluk hidup yang mereka serang.

 

Nah itulah informasi yang bisa mastekno sampaikan kepada kalian tentang pengertian virus beserta ciri-ciri virus, struktur, cara reproduksi dan sejarah virus lengkap. Semoga apa yang tadi saya sampaikan bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan kalian. Jika ada kesalahan kata dan informasi dalam artikel di atas, silahkan komen di bawah. Jika kalian masih bingung dan ada yang ingin ditanyakan, silahkan komen di bawah. Terima kasih.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *