√ Pengertian UMKM: Kriteria, Ciri-Ciri, dan Jenis UMKM (Lengkap)

Pengertian UMKM: Kriteria, Klasifikasi Ciri-Ciri, dan Jenis Usaha Mikro Kecil Menengah

Pengertian UMKM: Kriteria, Klasifikasi Ciri-Ciri, dan Jenis Usaha Mikro Kecil Menengah

Bagi kamu yang menggeluti di bidang wirausaha tentu sudah tidak asing dengan istilah UMKM. Namun masih ada juga yang masih bingung apa sih sebenarnya UMKM itu? Bedanya dengan UKM itu apa. Sesuai materi kali ini kita akan mengulas lebih dalam di bidang kewirausahaan. Materi ini mungkin di ajarkan di bangku sma atau smk sederajat.

Mari kita ketahui lengkap tentang pengertian umkm, ciri, kriteria dan jenis umkm. Dalam penjabaranya

 

Pengertian UMKM

Pengertian UMKM adalah sebuah usaha produktif yang dimiliki oleh kelompok orang tertentu ataupun suatu badan usaha yang telah memenuhi kriteria sebagai sebuah usaha mikro.

Sama seperti yang sudah diatur dalam perundang-undangan No. 20 Tahun 2008, sesuai dengan pengertian UMKM tersebut maka kriteria UMKM bisa dibedakan menjadi usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah. Nah, supaya kamu lebih paham lagi tentang UMKM, berikut ini akan mastekno sajikan artikel terkait UMKM ini.

 

Pengertian UMKM Menurut Para Ahli

Ada banyak sekali ahli yang mengutarakan pendapat mereka tentang arti UMKM. Berikut ini adalah pengertian dari UMKM menurut beberapa ahli.

#1. Rudjito

Rudjito berpendapat bahwa UMKM memiliki pengertian sebagai usaha yang mempunyai peranan penting dalam perekonomian negara Indonesia, baik itu dari sisi lapangan kerja yang dibuat ataupun dari sisi jumlah usahanya.

 

#2. M. Kwartono

Sedangkan menurut M. Kwartono, pengertian dari UMKM adalah kegiatan ekonomi rakyat yang memiliki kekayaan bersih maksimal Rp200 juta, dimana tanah dan bangunan tempat usaha tersebut tidak diperhitungkan. Atau mereka yang memiliki omset penjualan tahunan maksimal Rp1 triliun dan kepunyaan warga negara Indonesia.

 

#3. Ina Primiana

Terakhir adalah menurut Ina Primiana, beliau berpendapat bahwa UMKM adalah pengembangan empat kegiatan ekonomi utama yang menjadi motor penggerak pembangunan di Indonesia, yaitu Agri Bisnis, Infustri manufaktur, Bisnis kelautan, dan Sumber daya manusia. Selain itu Ina Primiana juga berkata bahwa UMKM bisa diartikan sebagai pengembangan kawasan andalan untuk mempercepat pemulihan perekonomian untuk mewadahi program prioritas dan pengembangan berbagai sektor dan potensi.

 

 

Kriteria UMKM

Supaya kamu tahu jenis usaha apa yang sedang kamu jalankan, kamu harus mengetahui kriteria-kriterianya terlebih dahulu. Hal ini sangat penting saat pengurusan surat izin usaha kedepannya dan utntuk menentukan besar pajak yang nantinya akan dibebankan pada pemilik UMKM. Berikut adalah pengertian dan kriteria UMKM yang ada.

 

#1. Usaha Mikro

Pengertian Usaha mikro adalah usaha ekonomi produktif yang dimiliki oleh perorangan ataupun badan usaha yang sesuai dengan kriteria usaha mikro. Yang termasuk dalam kriteria usaha mikro adalah usaha yang mempunyai kekayaan bersih Rp50 juta, tidak termasuk bangunan dan tanah untuk tempat usaha. Hasil usaha dari usaha mikro tiap tahunnya maksimal adalah Rp300 juta.

 

#2. Usaha Kecil

Usaha kecil adalah sebuah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri yang dimiliki oleh perorangan atau kelompok orang dan bukan sebuah badan usaha cabang dari perusahaan utama. Usaha ini dikuasai dan dimiliki serta menjadi bagian baik itu langsung ataupun tidak langsung dari usaha menengah. Usaha kecil ini memiliki kriteria kekayaan bersih Rp50 juta, dengan maksimal yang dibutuhkan sampai dengan Rp500 juta. Hasil penjualan bisnis usaha kecil tiap tahunnya antara Rp300 juta sampai Rp2,5 miliar.

 

#3. Usaha Menengah

Terakhir adalah usaha menengah, yaitu usaha dalam ekonomi produktif dan bukan cabang atau anak dari usaha perusahaan besar atau pesat serta menjadi bagian baik itu langsung ataupun tidak langsung terhadap usaha kecil atau besar dengan kekayaan bersih sesuai dengan aturan perundang-undangan yang ada. Usaha menengah memiliki kriteria kekayaan bersih Rp500 juta sampai Rp10 miliar, tidak termasuk bangunan dan tanah perusahaan. Hasil penjualan tahunan dari usaha menengah sekitar Rp2,5 miliar sampai dengan Rp50 miliar.

 

 

Klasifikasi UKM

Berdasarkan dari perkembangannya, di Indonesia UKM bisa dibedakan menjadi 4 jenis, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Livehood Activities, yaitu UKM yang digunakan untuk mencari nafkah, atau lebih dikenal dengan sektor informal. Contohnya adalah pedagang kaki lima.
  • Micro Enterprise, yaitu UKKM yang memiliki sifat pengrajin namun belum mempunyai sifat kewirausahaan.
  • Small Dynamic Enterprise, yaitu UKM yang telah memiliki jiwa kewirausahaan dan dapat atau mampu menerima pekerjaan subkontrak dan ekspor.
  • Fast Moving Enterprise, yaitu UKM yang memiliki jiwa kewirausahaan dan bisa berubah berkembang menjadi sebuah usaha besar atau UB.

 

 

Ciri-Ciri UMKM

Berikut ini adalah ciri-ciri dari usaha mirko, kecil, dan menengah yang perlu kamu ketahui:

  • Tempat menjalankan usahanya bisa berubah sewaktu-waktu.
  • Jenis barang usahanya tidak tetap, kadang berganti-ganti.
  • Sumber Daya Manusia (SDM) dalam usaha ini belum memiliki jiwa kewirausahaan yang memumpuni.
  • Pelaku UMKM biasanya belum memiliki akses perbankan, namun sebagian dari mereka sudah memiliki akses ke lembaga keuangan non bank.
  • Biasanya belum memiliki surat izin usaha atau legalitas dan NPWP.
  • Usahanya belum menggunakan administrasi, bahkan biasanya keuangan pribadi dan usaha di satukan.
  • Tingkat pendidikan SDMnya masih rendah.

 

 

Jenis-Jenis UMKM

Ada banyak sekali jenis UKM yang banyak diminati dan dijalankan oleh masyarakat Indonesia. Beberapa tahun ini mulai bermunculan bisnis UMKM mulai dari skala rumah tangga sampai dengan skala yang lebih besar lagi. Nah, berikut ini adalah 3 jenis usaha UMKM yang cukup populer dan peluangnya terbuka lebar.

 

#1. Usaha Kuliner

Salah satu jenis bisnis UMKM yang paling banyak diminati bahkan oleh para pemuda sekalipun adalah bisnis Kuliner. UMKM Kuliner ini tidak memerlukan modal yang besar, kamu hanya memerlukan invoasi dalam bidang makanan tersebut. Bisnis kuliner ini sangatlah potensial, mengingat bahwa setiap harinya orang-orang memerlukan makanan.

 

#2. Usaha Fashion

Usaha Fashion juga tidak kalah peminatnya dibanding usaha kuliner. Banyak anak mudah yang berminat terhadap usaha fashion. Peluangnya juga cukup besar, mengingat bahwa setiap tahunnya model tren fashion baru selalu muncul dan banyak peminatnya.

 

#3. Usaha Agribisnis

Banyak orang yang berpikir usaha agribisnis memerlukan tanah yang luas supaya bisa berjalan dan sukses. Padahal sebenarnya kamu bisa memanfaatkan pekarangan rumah kamu menjadi lahan agrobisnis yang bisa menguntungkan kamu.

 

Demikianlah informasi yang bisa mastekno sampaikan tentang pengertian usaha mikro, kecil, dan menengah beserta kriteria dan ciri-cirinya lengkap. Semoga apa yang kami sampaikan tadi bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan kamu tentang bisnis UMKM. Jika ada yang ingin kamu tanyakan, silahkan komen di bawah, terima kasih.



√ Pengertian UMKM: Kriteria, Ciri-Ciri, dan Jenis UMKM (Lengkap)
√ Pengertian UMKM: Kriteria, Ciri-Ciri, dan Jenis UMKM (Lengkap)

Pengertian UMKM: Kriteria, Klasifikasi Ciri-Ciri, dan Jenis Usaha Mikro Kecil Menengah

Pengertian UMKM: Kriteria, Klasifikasi Ciri-Ciri, dan Jenis Usaha Mikro Kecil Menengah

Bagi kamu yang menggeluti di bidang wirausaha tentu sudah tidak asing dengan istilah UMKM. Namun masih ada juga yang masih bingung apa sih sebenarnya UMKM itu? Bedanya dengan UKM itu apa. Sesuai materi kali ini kita akan mengulas lebih dalam di bidang kewirausahaan. Materi ini mungkin di ajarkan di bangku sma atau smk sederajat.

Mari kita ketahui lengkap tentang pengertian umkm, ciri, kriteria dan jenis umkm. Dalam penjabaranya

 

Pengertian UMKM

Pengertian UMKM adalah sebuah usaha produktif yang dimiliki oleh kelompok orang tertentu ataupun suatu badan usaha yang telah memenuhi kriteria sebagai sebuah usaha mikro.

Sama seperti yang sudah diatur dalam perundang-undangan No. 20 Tahun 2008, sesuai dengan pengertian UMKM tersebut maka kriteria UMKM bisa dibedakan menjadi usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah. Nah, supaya kamu lebih paham lagi tentang UMKM, berikut ini akan mastekno sajikan artikel terkait UMKM ini.

 

Pengertian UMKM Menurut Para Ahli

Ada banyak sekali ahli yang mengutarakan pendapat mereka tentang arti UMKM. Berikut ini adalah pengertian dari UMKM menurut beberapa ahli.

#1. Rudjito

Rudjito berpendapat bahwa UMKM memiliki pengertian sebagai usaha yang mempunyai peranan penting dalam perekonomian negara Indonesia, baik itu dari sisi lapangan kerja yang dibuat ataupun dari sisi jumlah usahanya.

 

#2. M. Kwartono

Sedangkan menurut M. Kwartono, pengertian dari UMKM adalah kegiatan ekonomi rakyat yang memiliki kekayaan bersih maksimal Rp200 juta, dimana tanah dan bangunan tempat usaha tersebut tidak diperhitungkan. Atau mereka yang memiliki omset penjualan tahunan maksimal Rp1 triliun dan kepunyaan warga negara Indonesia.

 

#3. Ina Primiana

Terakhir adalah menurut Ina Primiana, beliau berpendapat bahwa UMKM adalah pengembangan empat kegiatan ekonomi utama yang menjadi motor penggerak pembangunan di Indonesia, yaitu Agri Bisnis, Infustri manufaktur, Bisnis kelautan, dan Sumber daya manusia. Selain itu Ina Primiana juga berkata bahwa UMKM bisa diartikan sebagai pengembangan kawasan andalan untuk mempercepat pemulihan perekonomian untuk mewadahi program prioritas dan pengembangan berbagai sektor dan potensi.

 

 

Kriteria UMKM

Supaya kamu tahu jenis usaha apa yang sedang kamu jalankan, kamu harus mengetahui kriteria-kriterianya terlebih dahulu. Hal ini sangat penting saat pengurusan surat izin usaha kedepannya dan utntuk menentukan besar pajak yang nantinya akan dibebankan pada pemilik UMKM. Berikut adalah pengertian dan kriteria UMKM yang ada.

 

#1. Usaha Mikro

Pengertian Usaha mikro adalah usaha ekonomi produktif yang dimiliki oleh perorangan ataupun badan usaha yang sesuai dengan kriteria usaha mikro. Yang termasuk dalam kriteria usaha mikro adalah usaha yang mempunyai kekayaan bersih Rp50 juta, tidak termasuk bangunan dan tanah untuk tempat usaha. Hasil usaha dari usaha mikro tiap tahunnya maksimal adalah Rp300 juta.

 

#2. Usaha Kecil

Usaha kecil adalah sebuah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri yang dimiliki oleh perorangan atau kelompok orang dan bukan sebuah badan usaha cabang dari perusahaan utama. Usaha ini dikuasai dan dimiliki serta menjadi bagian baik itu langsung ataupun tidak langsung dari usaha menengah. Usaha kecil ini memiliki kriteria kekayaan bersih Rp50 juta, dengan maksimal yang dibutuhkan sampai dengan Rp500 juta. Hasil penjualan bisnis usaha kecil tiap tahunnya antara Rp300 juta sampai Rp2,5 miliar.

 

#3. Usaha Menengah

Terakhir adalah usaha menengah, yaitu usaha dalam ekonomi produktif dan bukan cabang atau anak dari usaha perusahaan besar atau pesat serta menjadi bagian baik itu langsung ataupun tidak langsung terhadap usaha kecil atau besar dengan kekayaan bersih sesuai dengan aturan perundang-undangan yang ada. Usaha menengah memiliki kriteria kekayaan bersih Rp500 juta sampai Rp10 miliar, tidak termasuk bangunan dan tanah perusahaan. Hasil penjualan tahunan dari usaha menengah sekitar Rp2,5 miliar sampai dengan Rp50 miliar.

 

 

Klasifikasi UKM

Berdasarkan dari perkembangannya, di Indonesia UKM bisa dibedakan menjadi 4 jenis, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Livehood Activities, yaitu UKM yang digunakan untuk mencari nafkah, atau lebih dikenal dengan sektor informal. Contohnya adalah pedagang kaki lima.
  • Micro Enterprise, yaitu UKKM yang memiliki sifat pengrajin namun belum mempunyai sifat kewirausahaan.
  • Small Dynamic Enterprise, yaitu UKM yang telah memiliki jiwa kewirausahaan dan dapat atau mampu menerima pekerjaan subkontrak dan ekspor.
  • Fast Moving Enterprise, yaitu UKM yang memiliki jiwa kewirausahaan dan bisa berubah berkembang menjadi sebuah usaha besar atau UB.

 

 

Ciri-Ciri UMKM

Berikut ini adalah ciri-ciri dari usaha mirko, kecil, dan menengah yang perlu kamu ketahui:

  • Tempat menjalankan usahanya bisa berubah sewaktu-waktu.
  • Jenis barang usahanya tidak tetap, kadang berganti-ganti.
  • Sumber Daya Manusia (SDM) dalam usaha ini belum memiliki jiwa kewirausahaan yang memumpuni.
  • Pelaku UMKM biasanya belum memiliki akses perbankan, namun sebagian dari mereka sudah memiliki akses ke lembaga keuangan non bank.
  • Biasanya belum memiliki surat izin usaha atau legalitas dan NPWP.
  • Usahanya belum menggunakan administrasi, bahkan biasanya keuangan pribadi dan usaha di satukan.
  • Tingkat pendidikan SDMnya masih rendah.

 

 

Jenis-Jenis UMKM

Ada banyak sekali jenis UKM yang banyak diminati dan dijalankan oleh masyarakat Indonesia. Beberapa tahun ini mulai bermunculan bisnis UMKM mulai dari skala rumah tangga sampai dengan skala yang lebih besar lagi. Nah, berikut ini adalah 3 jenis usaha UMKM yang cukup populer dan peluangnya terbuka lebar.

 

#1. Usaha Kuliner

Salah satu jenis bisnis UMKM yang paling banyak diminati bahkan oleh para pemuda sekalipun adalah bisnis Kuliner. UMKM Kuliner ini tidak memerlukan modal yang besar, kamu hanya memerlukan invoasi dalam bidang makanan tersebut. Bisnis kuliner ini sangatlah potensial, mengingat bahwa setiap harinya orang-orang memerlukan makanan.

 

#2. Usaha Fashion

Usaha Fashion juga tidak kalah peminatnya dibanding usaha kuliner. Banyak anak mudah yang berminat terhadap usaha fashion. Peluangnya juga cukup besar, mengingat bahwa setiap tahunnya model tren fashion baru selalu muncul dan banyak peminatnya.

 

#3. Usaha Agribisnis

Banyak orang yang berpikir usaha agribisnis memerlukan tanah yang luas supaya bisa berjalan dan sukses. Padahal sebenarnya kamu bisa memanfaatkan pekarangan rumah kamu menjadi lahan agrobisnis yang bisa menguntungkan kamu.

 

Demikianlah informasi yang bisa mastekno sampaikan tentang pengertian usaha mikro, kecil, dan menengah beserta kriteria dan ciri-cirinya lengkap. Semoga apa yang kami sampaikan tadi bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan kamu tentang bisnis UMKM. Jika ada yang ingin kamu tanyakan, silahkan komen di bawah, terima kasih.