Mau Jadi Penulis ?

    Kami Membuka kesempatan bagi kamu yang suka menulis, namun belum punya penghasilan atau belum punya website.

    Maka Kamu dapat mendaftar sebagai penulis bayaran, dan kami akan memberikan akses setelah disetujui syarat dan ketentuan berlaku.

    Informasi selengkapnya bisa kamu hubungi kami melalui.


    FansPage | Mailto:CS@MasTekno.Com

Pengertian, Tujuan dan Jenis-jenis Kriptografi & Rumus Penyelesaian - MasTekno

    Mau Jadi Penulis ?

    Kami Membuka kesempatan bagi kamu yang suka menulis, namun belum punya penghasilan atau belum punya website.

    Maka Kamu dapat mendaftar sebagai penulis bayaran, dan kami akan memberikan akses setelah disetujui syarat dan ketentuan berlaku.

    Informasi selengkapnya bisa kamu hubungi kami melalui.


    FansPage | Mailto:CS@MasTekno.Com

Pengertian, Tujuan dan Jenis-jenis Kriptografi & Rumus Penyelesaian

Pengertian, Jenis Kriptografi dan Cara Penyelesaian Kritpografi – Kriptografi merupakan ilmu dan seni untuk menjaga kerahasiaan berita (bruce Schneier – Applied Cryptography). Selain itu kriptografi juga diartikan sebagai ilmu yang mendalami teknik-teknik matematika yang kaitannya dengan aspek keamanan informasi misalnya kerahasiaan data, ke sahan data, kredibilitas data, serta keaslian data. Tetapi tidak segala aspek keamanan dan keselamatan informasi diatasi oleh kriptograf.

pengertian kriptoggrafi cara menyelesaikan

 

Tujuan Kriptografi

Ilmu kriptografi memiliki empat tujuan mendasar yaitu :

  1. Kerahasiaan, merupakan sebuah layanan yang bermanfaat untuk melindungi isi informasi dari siapa saja kecuali yang memiliki otoritas dan kunci rahasia agar bisa membuka atau mengulas informasi yang sudah di sandi.
  2. Integritas data, berhubungan dengan penjagaan perubahan data yang tidak sah. Untuk menjaga integritas data sistem harus memiliki kemampuan mendeteksi manipulasi data oleh pihak-pihak yang tidak berhak seperti penyisipan, penghapusan, dan pensubsitusian data lain kedalam data yang sebenarnya.
  3. Autentikasi, berhubungan dengan identifikasi atau pengenalan, entah itu berdasarkan kesatuan sistem atau informasi itu sendiri. Pihak yang saling berkomunikasi harus saling memperkenalkan diri. Informasi yang dikirimkan melalui kanal harus diautentikasi keaslian nya, isi datanya, waktu pengiriman dan sebagainya.
  4. Non-repudiasi atau nirpenyangkalan merupakan suatu usaha menghalangi terjadinya penyangkalan terhadap pengiriman dan terciptanya suatu informasi oleh yang mengirimkan atau membuat.

 

apa itu kriptografi dan cara perhitungan

Contoh Alat Media Kriptogradi Jaman Dulu / Jaman Old

 

Jenis-Jenis Kriptografi

Berdasarkan kunci yang dipakainya, Algoritma Kriptografi dibagi menjadi tiga, yaitu :

 

#1. Kriptografi Simetris

kriptografi simetris

Pengertian Kriptografi Simetris
Kriptografi Simetris merupakan Kode Hill atau yang biasa kita kenal dengan nama Hill cipher adalah salah satu algoritma kriptografi kunci simetris dan kripto polyalphabetic. Hill cipher diciptakan pada tahun 1929 oleh Lester S. Hil.

Teknik kriptografi ini penciptaan nya bertujuan agar dapat mewujudkan cipher yang tidak bisa dipecahkan dengan memanfaatkan teknik analisis frekuensi. Perbedaannya dengan caesar cipher, yaitu hill cipher tidak mengubah setiap abjad yang sama pada plainteks dengan abjad lainnya yang sama pada cipherteks karena memanfaatkan perkalian matriks pada dasar enkripsi dan dekripsinya.

Hill cipher sendiri merupakan sebuah penerapan aritmatika modulo pada kriptografi. Teknik kriptografi ini menggunakan sebuah matriks persegi sebagai kunci berukuran m x m sebagai kunci untuk melakukan enkripsi dan dekripsi. Dasar dari teori matriks yang digunakan dalam Hill cipher ini antara lain yaitu perkalian antar matriks serta melakukan invers pada matriks.

Karena menggunakan matriks sebagai kuncinya, Hill cipher ini merupakan algoritma kriptografi kunci simetris yang susah dipecahkan karena teknik kriptanalisis seperti analisis frekuensi tidak bisa diterapkan dengan mudah supaya dapat memecahkan algoritma ini. Hill cipher sangat susah dipecahkan jika kriptanalis hanya memiliki ciphertext saja (chipertext-only), tetapi dapat dipecahkan dengan mudah jika kriptanalis memiliki ciphertext dan potongan dari plaintext-nya (known-plaintext).

 

Contoh Kriptografi Simetris :
Perhitungan Matematis Umum dari teknik hill cipher adalah aritmatika modulo atas matriks. Hill cipher memanfaatkan teknik per kalian matriks serta teknik invers atas matriks dalam penggunaannya. Kunci pada hill cipher yaitu matriks n x n dimana n merupakan ukuran dari blok. Bila matriks kunci di sebut dengan K, maka matriks K adalah sebagai berikut :

contoh kriptografi perhitungan hill cipher

 

Matriks K yang menjadi kunci ini harus matriks yang invertible, maksudnya memiliki multiplicative inverse K-1 sehingga :

K.K-1 = 1
Ingat ya ! Kunci harus memiliki invers karena matriks K-1 tersebut merupakan kunci yang digunakan untuk mengerjakan dekripsi.

 

Cara Enkripsi
Dengan mengkodekan ataupun mengganti setiap huruf abjad dengan integer seperti berikut:
A = 0, B = 1, …, Z = 25

cara enkripsi kriptografi simetris

 

Proses enkripsi hill cipher secara matematis yaitu :

C = K . P mod 26
C = Cipherteks | K = Kunci | P = Plainteks

Proses enkripsi hill cipher dikerjakan secara per blok plainteks. Ukuran bloknya serupa seperti matriks kuncinya.
Perhatikan contoh berikut!

P = D O D I S P U T R A ,dikodekan/diintegerkan menjadi
P = 3 14 3 8 18 15 20 19 17 0

proses enkripsi kriptografi

 

Karena matriks kunci K berukuran 2, sehingga plainteks terbagi menjadi blok ukuran 2 karakter. Blok kesatu dari plainteks P1,2 =[3;14] selanjutnya di enkripsi oleh kunci K dengan persamaan C = K . P mod 26. Karena perkalian tersebut menciptakan lebih dari angka 25 maka dilakukan modulo 26 pada hasil yang lebih dari 25.

 

Karakter yang ber korespondensi dengan 21 dan 9 ialah V dan J. Selesainya melakukan enkripsi semua blok pada plainteks P maka akan memperoleh cipherteks C sebagai berikut:

P = D O D I S P U T R A
C = V J R N P W L U R X

Cipherteks yang dihasilkan oleh enkripsi hill chiper atau kode hill menghasilkan cipherteks yang tidak memiliki pola yang menyerupai dengan plainteks ataupun pesan aslinya.

 

Mancari K Invers dan Teknik Dekripsi
Perhitungan matematis dekripsi pada hill chiper atau kode hill ini sama seperti enkripsi. Tetapi matriks kunci harus dibalik (invers) dahulu dan kunci invers harus memenuhi persamaan.

K . K-1 = 1.
P=K-1.Cm26

Sebelum mendekripsikannya, kunci K harus di invers terlebih dahulu, untuk menginversnya kita akan memakai persamaan [K | I] = K-1, proses invers ini akan kita lakukan dengan operasi baris/ row operation.

mencari k invers

 

Dari perhitungan diatas didapatkan K invers :

k invers

 

K invers sudah memenuhi persamaan K . K-1 = I, berlandaskan perkalian K dengan K-1 selanjutnya dimodulasi dengan 26 menghasilkan I = [1 0;0 1]. Kemudian kita akan melakukan dekripsi terhadap chiperteks, lalu diubah menjadi integer dahulu. Dengan kunci dekripsi yang dimiliki, kriptanalis hanya perlu menggunakan persamaan (P = K-1 . C mod 26) pada cipherteks dan kunci, jadi akan menghasilkan plainteks atau pesan asli (P = D O D I S P U T R A).
Kode hill atau disebut juga dengan Hill cipher adalah algoritma kriptografi klasik yang sangat kuat jika dipandang berdasarkan segi keamanannya, karena dengan matriks kunci hill cipher harus merupakan matriks yang invertible, dan di situlah letak keistimewaan dan kerumitan dari kode hill tersebut.

 

#2. Kriptografi Asimetris

asimetris kriptografi

Pengertian Kriptografi Asimetris
Algoritma asimetris atau algoritma kunci publik atau sandi kunci publik, memanfaatkan dua jenis kunci, yaitu kunci publik (public key) dan kunci rahasia (secret key). Kunci publik yaitu kunci yang dimanfaatkan untuk mengenkripsi pesan. Dan kunci rahasia dimanfaatkan untuk mendekripsi pesan.

Kunci publik bersifat global, maksudnya kunci ini tidak di rahasiakan jadi dapat dilihat oleh siapa pun. Kunci rahasia yaitu kunci yang dirahasiakan dan yang bisa melihatnya hanya orang-orang tertentu. Kelebihan utama dari algoritma ialah memberikan jaminan keamanan kepada siapa pun yang melakukan pergantian informasi walaupun di antara mereka tidak membuat perjanjian tentang keamanan pesan terlebih dahulu atau pun saling tidak mengetahui satu sama lain.

 

Contoh Kriptografi Asimetris
1. Kunci Publik (public key)
o Pilihlah bilangan prima p = 7 dan q = 11, n = 7.11 =77
o F(n)=(p-1).(q-1)=6.10= 60 maksudnya
F(n)={1,2,3,4,6,8,..,76}={x|gcd(x, n)=1}
o Pilihlah e dalam {x|gcd(x, 60)=1}, misalnya e=17
o Hapuslah p dan q dan Kunci Publik n=77, e=17

2. Kunci Rahasia (secret key)
o d = e-1 mod F(n), d .e = 1 mod 60, d =53
o 53 . 17 mod 60 = 901 mod 60 = 1 mod 60

 

#3. Kriptografi Hibrid

Pengertian Kriptografi Hibrid
Permasalahan yang memukau pada bidang kemanan informasi ialah adanya trade off antara kecepatan dan kenyamanan. Semakin aman maka akan semakin tidak nyaman, begitu juga sebaliknya semakin nyaman maka akan semakin tidak aman. Misalnya bidang kriptografi. Namun hal ini dapat ditangani dengan penggunaan kriptografi hibrida.

Kriptografi hibrida kerap digunakan karena menggunakan kelebihan kekencangan pemrosesan data oleh algoritma simetrik dan keringanan transfer kunci dengan memanfaatkan algoritma asimetrik. Hal ini menyebabkan peningkatan kecepatan tanpa mengurangi kenyamanan serta keamanan. Aplikasi kriptografi hibrida sekarang ini biasanya ditujukan bagi pengguna komputer.

Aplikasi pada umumnya mengikuti kemajuan hardware komputer yang semakin cepat dari masa ke masa. Sehingga hardware yang sudah lama tidak bisa difungsikan lagi sebagaimana mestinya. Dan juga banyak perangkat embedded dengan kekuatan pemrosesan maupun daya yang terbatas. Terutama dengan trend belakangan ini, hampir semua orang memiliki handheld device yang mempunyai kekuatan terbatas, seperti telepon seluler.

Dalam tugas akhir ini didiskusikan mengenai perancangan sebuah aplikasi kriptografi hibrida yang ditujukan untuk kalangan tertentu, terutama pemakai hardware dengan kekuatan pemrosesan yang terbatas. Aplikasi yang ingin diwujudkan yaitu aplikasi yang sederhana, ringan serta cepat tanpa mengurangi tingkat keamanan menggunakan hash.

Sistem ini memadukan chiper simetrik dan asimetrik. Proses ini dimulai dengan negosiasi memakai chiper asimetrik dimana kedua belah pihak setuju dengan private key/session key yang akan digunakan. Lalu session key dipakai berdasarkan teknik chiper simetrik untuk mengenkripsi conversation data selanjutnya. Suatu session key hanya digunakan sekali sesi. Untuk sesi selanjutnya session key harus diciptakan kembali.

hybird kriptografi algorithm

 

Contoh Kriptografi Hibrid
Metode hibrida terdiri dari enkripsi simetris dengan satu kunci (Session Key) serta enkripsi asimetris dengan sepasang kunci (Public/Private Key).

1. Tahap 1 : Pengirim mengenkripsi teks dengan Session Key.
2. Tahap 2 : Mengenkripsi Session Key dengan Public Key.
3. Tahap 3 : Penerima men-decrypt Session Key dengan Private Key.
4. Tahap 4 : Men-decrypt teks dengan Session Key.


Anak IPS yang hobi nulis dan berbagi ilmu, pengin jadi orang sukses berguna bagi banyak orang.

Contact Me : FB | Twitt | IG
MasTekno

MasTekno adalah website membahas berbagai tutorial dan tips trik seputar gadget teknologi, seperti komputer pc / laptop, mobile android, dan smartphone lainya.

We Hope Biggest Contribution for World!


Play Store
Download Lagu MP3 Musik Video

#We Address

JL Raya Susukan, Susukan

Banjarnegara

Central Java (53475) ID


DMCA.com Protection Status
MasTekno

MasTekno adalah website membahas berbagai tutorial dan tips trik seputar gadget teknologi, seperti komputer pc / laptop, mobile android, dan smartphone lainya.

We Hope Biggest Contribution for World!


Play Store
Download Lagu MP3 Musik Video

#We Address

JL Raya Susukan, Susukan

Banjarnegara

Central Java (53475) ID


DMCA.com Protection Status

Pengertian, Tujuan dan Jenis-jenis Kriptografi & Rumus Penyelesaian

Pengertian, Jenis Kriptografi dan Cara Penyelesaian Kritpografi – Kriptografi merupakan ilmu dan seni untuk menjaga kerahasiaan berita (bruce Schneier – Applied Cryptography). Selain itu kriptografi juga diartikan sebagai ilmu yang mendalami teknik-teknik matematika yang kaitannya dengan aspek keamanan informasi misalnya kerahasiaan data, ke sahan data, kredibilitas data, serta keaslian data. Tetapi tidak segala aspek keamanan dan keselamatan informasi diatasi oleh kriptograf.

pengertian kriptoggrafi cara menyelesaikan

 

Tujuan Kriptografi

Ilmu kriptografi memiliki empat tujuan mendasar yaitu :

  1. Kerahasiaan, merupakan sebuah layanan yang bermanfaat untuk melindungi isi informasi dari siapa saja kecuali yang memiliki otoritas dan kunci rahasia agar bisa membuka atau mengulas informasi yang sudah di sandi.
  2. Integritas data, berhubungan dengan penjagaan perubahan data yang tidak sah. Untuk menjaga integritas data sistem harus memiliki kemampuan mendeteksi manipulasi data oleh pihak-pihak yang tidak berhak seperti penyisipan, penghapusan, dan pensubsitusian data lain kedalam data yang sebenarnya.
  3. Autentikasi, berhubungan dengan identifikasi atau pengenalan, entah itu berdasarkan kesatuan sistem atau informasi itu sendiri. Pihak yang saling berkomunikasi harus saling memperkenalkan diri. Informasi yang dikirimkan melalui kanal harus diautentikasi keaslian nya, isi datanya, waktu pengiriman dan sebagainya.
  4. Non-repudiasi atau nirpenyangkalan merupakan suatu usaha menghalangi terjadinya penyangkalan terhadap pengiriman dan terciptanya suatu informasi oleh yang mengirimkan atau membuat.

 

apa itu kriptografi dan cara perhitungan

Contoh Alat Media Kriptogradi Jaman Dulu / Jaman Old

 

Jenis-Jenis Kriptografi

Berdasarkan kunci yang dipakainya, Algoritma Kriptografi dibagi menjadi tiga, yaitu :

 

#1. Kriptografi Simetris

kriptografi simetris

Pengertian Kriptografi Simetris
Kriptografi Simetris merupakan Kode Hill atau yang biasa kita kenal dengan nama Hill cipher adalah salah satu algoritma kriptografi kunci simetris dan kripto polyalphabetic. Hill cipher diciptakan pada tahun 1929 oleh Lester S. Hil.

Teknik kriptografi ini penciptaan nya bertujuan agar dapat mewujudkan cipher yang tidak bisa dipecahkan dengan memanfaatkan teknik analisis frekuensi. Perbedaannya dengan caesar cipher, yaitu hill cipher tidak mengubah setiap abjad yang sama pada plainteks dengan abjad lainnya yang sama pada cipherteks karena memanfaatkan perkalian matriks pada dasar enkripsi dan dekripsinya.

Hill cipher sendiri merupakan sebuah penerapan aritmatika modulo pada kriptografi. Teknik kriptografi ini menggunakan sebuah matriks persegi sebagai kunci berukuran m x m sebagai kunci untuk melakukan enkripsi dan dekripsi. Dasar dari teori matriks yang digunakan dalam Hill cipher ini antara lain yaitu perkalian antar matriks serta melakukan invers pada matriks.

Karena menggunakan matriks sebagai kuncinya, Hill cipher ini merupakan algoritma kriptografi kunci simetris yang susah dipecahkan karena teknik kriptanalisis seperti analisis frekuensi tidak bisa diterapkan dengan mudah supaya dapat memecahkan algoritma ini. Hill cipher sangat susah dipecahkan jika kriptanalis hanya memiliki ciphertext saja (chipertext-only), tetapi dapat dipecahkan dengan mudah jika kriptanalis memiliki ciphertext dan potongan dari plaintext-nya (known-plaintext).

 

Contoh Kriptografi Simetris :
Perhitungan Matematis Umum dari teknik hill cipher adalah aritmatika modulo atas matriks. Hill cipher memanfaatkan teknik per kalian matriks serta teknik invers atas matriks dalam penggunaannya. Kunci pada hill cipher yaitu matriks n x n dimana n merupakan ukuran dari blok. Bila matriks kunci di sebut dengan K, maka matriks K adalah sebagai berikut :

contoh kriptografi perhitungan hill cipher

 

Matriks K yang menjadi kunci ini harus matriks yang invertible, maksudnya memiliki multiplicative inverse K-1 sehingga :

K.K-1 = 1
Ingat ya ! Kunci harus memiliki invers karena matriks K-1 tersebut merupakan kunci yang digunakan untuk mengerjakan dekripsi.

 

Cara Enkripsi
Dengan mengkodekan ataupun mengganti setiap huruf abjad dengan integer seperti berikut:
A = 0, B = 1, …, Z = 25

cara enkripsi kriptografi simetris

 

Proses enkripsi hill cipher secara matematis yaitu :

C = K . P mod 26
C = Cipherteks | K = Kunci | P = Plainteks

Proses enkripsi hill cipher dikerjakan secara per blok plainteks. Ukuran bloknya serupa seperti matriks kuncinya.
Perhatikan contoh berikut!

P = D O D I S P U T R A ,dikodekan/diintegerkan menjadi
P = 3 14 3 8 18 15 20 19 17 0

proses enkripsi kriptografi

 

Karena matriks kunci K berukuran 2, sehingga plainteks terbagi menjadi blok ukuran 2 karakter. Blok kesatu dari plainteks P1,2 =[3;14] selanjutnya di enkripsi oleh kunci K dengan persamaan C = K . P mod 26. Karena perkalian tersebut menciptakan lebih dari angka 25 maka dilakukan modulo 26 pada hasil yang lebih dari 25.

 

Karakter yang ber korespondensi dengan 21 dan 9 ialah V dan J. Selesainya melakukan enkripsi semua blok pada plainteks P maka akan memperoleh cipherteks C sebagai berikut:

P = D O D I S P U T R A
C = V J R N P W L U R X

Cipherteks yang dihasilkan oleh enkripsi hill chiper atau kode hill menghasilkan cipherteks yang tidak memiliki pola yang menyerupai dengan plainteks ataupun pesan aslinya.

 

Mancari K Invers dan Teknik Dekripsi
Perhitungan matematis dekripsi pada hill chiper atau kode hill ini sama seperti enkripsi. Tetapi matriks kunci harus dibalik (invers) dahulu dan kunci invers harus memenuhi persamaan.

K . K-1 = 1.
P=K-1.Cm26

Sebelum mendekripsikannya, kunci K harus di invers terlebih dahulu, untuk menginversnya kita akan memakai persamaan [K | I] = K-1, proses invers ini akan kita lakukan dengan operasi baris/ row operation.

mencari k invers

 

Dari perhitungan diatas didapatkan K invers :

k invers

 

K invers sudah memenuhi persamaan K . K-1 = I, berlandaskan perkalian K dengan K-1 selanjutnya dimodulasi dengan 26 menghasilkan I = [1 0;0 1]. Kemudian kita akan melakukan dekripsi terhadap chiperteks, lalu diubah menjadi integer dahulu. Dengan kunci dekripsi yang dimiliki, kriptanalis hanya perlu menggunakan persamaan (P = K-1 . C mod 26) pada cipherteks dan kunci, jadi akan menghasilkan plainteks atau pesan asli (P = D O D I S P U T R A).
Kode hill atau disebut juga dengan Hill cipher adalah algoritma kriptografi klasik yang sangat kuat jika dipandang berdasarkan segi keamanannya, karena dengan matriks kunci hill cipher harus merupakan matriks yang invertible, dan di situlah letak keistimewaan dan kerumitan dari kode hill tersebut.

 

#2. Kriptografi Asimetris

asimetris kriptografi

Pengertian Kriptografi Asimetris
Algoritma asimetris atau algoritma kunci publik atau sandi kunci publik, memanfaatkan dua jenis kunci, yaitu kunci publik (public key) dan kunci rahasia (secret key). Kunci publik yaitu kunci yang dimanfaatkan untuk mengenkripsi pesan. Dan kunci rahasia dimanfaatkan untuk mendekripsi pesan.

Kunci publik bersifat global, maksudnya kunci ini tidak di rahasiakan jadi dapat dilihat oleh siapa pun. Kunci rahasia yaitu kunci yang dirahasiakan dan yang bisa melihatnya hanya orang-orang tertentu. Kelebihan utama dari algoritma ialah memberikan jaminan keamanan kepada siapa pun yang melakukan pergantian informasi walaupun di antara mereka tidak membuat perjanjian tentang keamanan pesan terlebih dahulu atau pun saling tidak mengetahui satu sama lain.

 

Contoh Kriptografi Asimetris
1. Kunci Publik (public key)
o Pilihlah bilangan prima p = 7 dan q = 11, n = 7.11 =77
o F(n)=(p-1).(q-1)=6.10= 60 maksudnya
F(n)={1,2,3,4,6,8,..,76}={x|gcd(x, n)=1}
o Pilihlah e dalam {x|gcd(x, 60)=1}, misalnya e=17
o Hapuslah p dan q dan Kunci Publik n=77, e=17

2. Kunci Rahasia (secret key)
o d = e-1 mod F(n), d .e = 1 mod 60, d =53
o 53 . 17 mod 60 = 901 mod 60 = 1 mod 60

 

#3. Kriptografi Hibrid

Pengertian Kriptografi Hibrid
Permasalahan yang memukau pada bidang kemanan informasi ialah adanya trade off antara kecepatan dan kenyamanan. Semakin aman maka akan semakin tidak nyaman, begitu juga sebaliknya semakin nyaman maka akan semakin tidak aman. Misalnya bidang kriptografi. Namun hal ini dapat ditangani dengan penggunaan kriptografi hibrida.

Kriptografi hibrida kerap digunakan karena menggunakan kelebihan kekencangan pemrosesan data oleh algoritma simetrik dan keringanan transfer kunci dengan memanfaatkan algoritma asimetrik. Hal ini menyebabkan peningkatan kecepatan tanpa mengurangi kenyamanan serta keamanan. Aplikasi kriptografi hibrida sekarang ini biasanya ditujukan bagi pengguna komputer.

Aplikasi pada umumnya mengikuti kemajuan hardware komputer yang semakin cepat dari masa ke masa. Sehingga hardware yang sudah lama tidak bisa difungsikan lagi sebagaimana mestinya. Dan juga banyak perangkat embedded dengan kekuatan pemrosesan maupun daya yang terbatas. Terutama dengan trend belakangan ini, hampir semua orang memiliki handheld device yang mempunyai kekuatan terbatas, seperti telepon seluler.

Dalam tugas akhir ini didiskusikan mengenai perancangan sebuah aplikasi kriptografi hibrida yang ditujukan untuk kalangan tertentu, terutama pemakai hardware dengan kekuatan pemrosesan yang terbatas. Aplikasi yang ingin diwujudkan yaitu aplikasi yang sederhana, ringan serta cepat tanpa mengurangi tingkat keamanan menggunakan hash.

Sistem ini memadukan chiper simetrik dan asimetrik. Proses ini dimulai dengan negosiasi memakai chiper asimetrik dimana kedua belah pihak setuju dengan private key/session key yang akan digunakan. Lalu session key dipakai berdasarkan teknik chiper simetrik untuk mengenkripsi conversation data selanjutnya. Suatu session key hanya digunakan sekali sesi. Untuk sesi selanjutnya session key harus diciptakan kembali.

hybird kriptografi algorithm

 

Contoh Kriptografi Hibrid
Metode hibrida terdiri dari enkripsi simetris dengan satu kunci (Session Key) serta enkripsi asimetris dengan sepasang kunci (Public/Private Key).

1. Tahap 1 : Pengirim mengenkripsi teks dengan Session Key.
2. Tahap 2 : Mengenkripsi Session Key dengan Public Key.
3. Tahap 3 : Penerima men-decrypt Session Key dengan Private Key.
4. Tahap 4 : Men-decrypt teks dengan Session Key.


Anak IPS yang hobi nulis dan berbagi ilmu, pengin jadi orang sukses berguna bagi banyak orang.

Contact Me : FB | Twitt | IG