√ Pengertian Blockchain: Karakter, Kelebihan dan Cara Kerjannya

Pengertian Blockchain: Karakter, Kelebihan dan Cara Kerja Blockchain

Pengertian Blockchain: Karakter, Kelebihan dan Cara Kerja Blockchain
By : Dimas Bimantoro 4 min read

Blockchain merupakan daftar catatan yang terus bertambah atau block yang terhubung dan diamankan dengan menggunakan system kriptografi. Biasanya setiap block berisi hash kriptografi dari block yang sebelumnya, lengkap dengan data transaksi dan data tunggal.

Dengan model seperti ini, blockhain tahan terhadap modifikasi data. Blockchain memiliki konsep yaitu “buku besar” yang terbuka, yang didistribusikan dan mencatat transaksi antara dua pihak secara efisien dan dengan cara yang dapat diverifikasikan dan permanen,

Untuk dapat digunakan sebagai “buku besar” yang terdistribusi, biasanya blockhain dikelola oleh jaringan peer-to peer secara kolektif mengikuti protocol untuk komunikasi antar node dan memvalidasi jika ada block yang baru. Setelah melakukan pencatatan, perubahan dari semua block yang diberikan tidak dapat diubah secara retroaktif tanpa perubahan dari semua block berikutnya dan membutuhkan consensus dari mayoritas jaringan block.

Jika mayoritas tidak menyetujui penambahan atau modifikasi entri ke dalam buku besar, maka transaksi baru tersebut ditolak dan tidak ditambahkan ke rantai blockhain. Model kosesus terdistribusi ini yaitu segala sesuatu yang memungkinkan blockhain untuk dapat berjalan sebagai buku besar yang terdistribusi tanpa perlu menggunakan otoritas yang menyatakan bahwa transaksi apa yang valid dan mana yang tidak valid.

 

Pengertian Teknologi Blockchain

Pengertian Blockchain adalah daftar catatan  transaksi yang tersetruktur, yang terhubung dan diamankan dengan menggunakan system kriptografi. Biasanya setiap block berisi hash kriptografi dari block yang sebelumnya, lengkap dengan data transaksi dan data tunggal.

Blockchain dapat dikonfigurasikan untuk berkerja dalam sebuah cara yang menggunakan mekanisme yang berbeda untuk mencapai konsumen yang berbesa sehingga dapat mencapai consensus pada sebuah transaksi.

 

Contoh Blockchain

Contoh terbesar dari sebuah blockchain yang digunakan adalah Bitcoin. Bitcoin menggunakan buku besar umum anonym, dimana untuk setiap orang dapat berpartisipasi. Bitcoin diciptakan pada tahun 2008. Semenjak Bitcoin diciptakan, Blockchain Bitcoin telah beroperasi tanpa gangguan yang signifikan.

Sampai sekarang ini masalah apa pun yang terkait dengan Bitcoin yang disebabkan oleh peretasan atau salah pengelolaan. Dengan kata lain, masalah tersebut berasal dari niat buruk dan kesalahan dari manusia sendiri, bukan dari kekurangan dalam konsep yang mendasarinya.

 

Kelebihan Blockchain

Memang berbeda dengan transaksi dan penyimpanan uang pada umumnya. Selain itu dari segi keamanan memang sangatlah unggul, karena sistem enkripsi yang rumit dan metode yang terbilang sangat aman.

1. Proses Transaksi yang Lebih Cepat

Teknologi Blockchain ini bekerja selama 24 jam sehari, tujuh hari dalam satu minggu, yang artinya proses transaksi berbasis blockchain jauh lebih cepat. Tidak menghiraukan hari libur, membedakan waktu dan lain sebagainya.

 

2. Mengurangi Biaya Transaksi

Teknologi Blockchain memungkinkan transaksi peer-to-peer dan bisnis-bisnis akan dapat diselesaikan tanpa membutuhkan pihak ketiga, yang sering kali itu adalah bank. Karena teknologi ini tanpa membutuhkan perantara yang terkait dengan transaksi blockchain, sehingga dapat mengurangi biaya kepada pengguna atau bisnis dari waktu ke waktu.

 

3. Desentralisasi

Blochain sebetulnya memungkinkan transaksi setiap induvidu untuk memiliki bukti validitas mereka sendiri. Setiap transaksi yang dilakukan disimpan di seluruh dunia pada setiap server.

 

4. Transparansi

Beberapa alasan utama Blockchain menarik untuk dijadikan sebagai bisnis yaitu bahwa teknologi blockchain ini open source. Artinya pengguna atau pengembang lain memiliki kesempatan untuk mengubahnya sesuai dengan keinginan mereka.

 

Karakteristik Blockchain

Sebelum menuju cara kerja blockchain, ada baiknya kita kenali dulu tentang karakter blockchaun sebagai berikut ini:

  1. Immutable, tidak bisa di ubah dan hanya bisa di tambahkan, append only.
  2. Distrubuted Ledger, artinya semua data di copy ke nodes atau partisipan network.
  3. Data dalam blockchain saling terkoneksi, bila mana ada hacker yang mencoba mengubah satu node. Maka perlu mengubah di komputer lain juga, dan hal itu mustahil terjadi.

 

Cara Kerja Blockchain

Blockchain memiliki cara kerja dimana, sistem blockchain terdiri dari dari dua record yang memiliki jenis berbeda, transaksi dan blok. Transaksi akan disimpan bersamaan dalam satu blok. Lalu blok berisi hash kriptografi yang membentuk jaringan. Fungsi hash kriptografi untuk mengambil data dari blok, kemudian mengubahnya menjadi compact string.

Lalu string memungkinkan sistem blockchain untuk dapat mendeteksi adanya sabotasi (mengamankan). Dengan metode keamanan dan transaksi tersebut, maka blok tidak perlu adanya nomor seri. Hash memungkinkan tiap-tiap blok dapat memverifikasi integritasnya masing-masing. Lebih jelasnya bisa kalian simak video diatas.

 

Oke sekian dulu artikel dari MasTekno seputar Pengertian Blockchain dan Cara Kerja blockchain. Semoga bermanfaat, jika ada pertanyaan seputar artikel diatas atau kritik dan saran atau ada yang ingin request tentang tutorial atau apaun yang berhubungan dengan teknologi, langsung saja kirim di kolom komentar dibawah.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengertian Blockchain: Karakter, Kelebihan dan Cara Kerja Blockchain

Pengertian Blockchain: Karakter, Kelebihan dan Cara Kerja Blockchain
By : Dimas Bimantoro 4 min read

Blockchain merupakan daftar catatan yang terus bertambah atau block yang terhubung dan diamankan dengan menggunakan system kriptografi. Biasanya setiap block berisi hash kriptografi dari block yang sebelumnya, lengkap dengan data transaksi dan data tunggal.

Dengan model seperti ini, blockhain tahan terhadap modifikasi data. Blockchain memiliki konsep yaitu “buku besar” yang terbuka, yang didistribusikan dan mencatat transaksi antara dua pihak secara efisien dan dengan cara yang dapat diverifikasikan dan permanen,

Untuk dapat digunakan sebagai “buku besar” yang terdistribusi, biasanya blockhain dikelola oleh jaringan peer-to peer secara kolektif mengikuti protocol untuk komunikasi antar node dan memvalidasi jika ada block yang baru. Setelah melakukan pencatatan, perubahan dari semua block yang diberikan tidak dapat diubah secara retroaktif tanpa perubahan dari semua block berikutnya dan membutuhkan consensus dari mayoritas jaringan block.

Jika mayoritas tidak menyetujui penambahan atau modifikasi entri ke dalam buku besar, maka transaksi baru tersebut ditolak dan tidak ditambahkan ke rantai blockhain. Model kosesus terdistribusi ini yaitu segala sesuatu yang memungkinkan blockhain untuk dapat berjalan sebagai buku besar yang terdistribusi tanpa perlu menggunakan otoritas yang menyatakan bahwa transaksi apa yang valid dan mana yang tidak valid.

 

Pengertian Teknologi Blockchain

Pengertian Blockchain adalah daftar catatan  transaksi yang tersetruktur, yang terhubung dan diamankan dengan menggunakan system kriptografi. Biasanya setiap block berisi hash kriptografi dari block yang sebelumnya, lengkap dengan data transaksi dan data tunggal.

Blockchain dapat dikonfigurasikan untuk berkerja dalam sebuah cara yang menggunakan mekanisme yang berbeda untuk mencapai konsumen yang berbesa sehingga dapat mencapai consensus pada sebuah transaksi.

 

Contoh Blockchain

Contoh terbesar dari sebuah blockchain yang digunakan adalah Bitcoin. Bitcoin menggunakan buku besar umum anonym, dimana untuk setiap orang dapat berpartisipasi. Bitcoin diciptakan pada tahun 2008. Semenjak Bitcoin diciptakan, Blockchain Bitcoin telah beroperasi tanpa gangguan yang signifikan.

Sampai sekarang ini masalah apa pun yang terkait dengan Bitcoin yang disebabkan oleh peretasan atau salah pengelolaan. Dengan kata lain, masalah tersebut berasal dari niat buruk dan kesalahan dari manusia sendiri, bukan dari kekurangan dalam konsep yang mendasarinya.

 

Kelebihan Blockchain

Memang berbeda dengan transaksi dan penyimpanan uang pada umumnya. Selain itu dari segi keamanan memang sangatlah unggul, karena sistem enkripsi yang rumit dan metode yang terbilang sangat aman.

1. Proses Transaksi yang Lebih Cepat

Teknologi Blockchain ini bekerja selama 24 jam sehari, tujuh hari dalam satu minggu, yang artinya proses transaksi berbasis blockchain jauh lebih cepat. Tidak menghiraukan hari libur, membedakan waktu dan lain sebagainya.

 

2. Mengurangi Biaya Transaksi

Teknologi Blockchain memungkinkan transaksi peer-to-peer dan bisnis-bisnis akan dapat diselesaikan tanpa membutuhkan pihak ketiga, yang sering kali itu adalah bank. Karena teknologi ini tanpa membutuhkan perantara yang terkait dengan transaksi blockchain, sehingga dapat mengurangi biaya kepada pengguna atau bisnis dari waktu ke waktu.

 

3. Desentralisasi

Blochain sebetulnya memungkinkan transaksi setiap induvidu untuk memiliki bukti validitas mereka sendiri. Setiap transaksi yang dilakukan disimpan di seluruh dunia pada setiap server.

 

4. Transparansi

Beberapa alasan utama Blockchain menarik untuk dijadikan sebagai bisnis yaitu bahwa teknologi blockchain ini open source. Artinya pengguna atau pengembang lain memiliki kesempatan untuk mengubahnya sesuai dengan keinginan mereka.

 

Karakteristik Blockchain

Sebelum menuju cara kerja blockchain, ada baiknya kita kenali dulu tentang karakter blockchaun sebagai berikut ini:

  1. Immutable, tidak bisa di ubah dan hanya bisa di tambahkan, append only.
  2. Distrubuted Ledger, artinya semua data di copy ke nodes atau partisipan network.
  3. Data dalam blockchain saling terkoneksi, bila mana ada hacker yang mencoba mengubah satu node. Maka perlu mengubah di komputer lain juga, dan hal itu mustahil terjadi.

 

Cara Kerja Blockchain

Blockchain memiliki cara kerja dimana, sistem blockchain terdiri dari dari dua record yang memiliki jenis berbeda, transaksi dan blok. Transaksi akan disimpan bersamaan dalam satu blok. Lalu blok berisi hash kriptografi yang membentuk jaringan. Fungsi hash kriptografi untuk mengambil data dari blok, kemudian mengubahnya menjadi compact string.

Lalu string memungkinkan sistem blockchain untuk dapat mendeteksi adanya sabotasi (mengamankan). Dengan metode keamanan dan transaksi tersebut, maka blok tidak perlu adanya nomor seri. Hash memungkinkan tiap-tiap blok dapat memverifikasi integritasnya masing-masing. Lebih jelasnya bisa kalian simak video diatas.

 

Oke sekian dulu artikel dari MasTekno seputar Pengertian Blockchain dan Cara Kerja blockchain. Semoga bermanfaat, jika ada pertanyaan seputar artikel diatas atau kritik dan saran atau ada yang ingin request tentang tutorial atau apaun yang berhubungan dengan teknologi, langsung saja kirim di kolom komentar dibawah.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *