√ Pengertian SDLC: Fase, Prinsip, Waterfall dan Faktor (Lengkap)

Pengertian SDLC: Fase, Prinsip, Waterfall dan Faktor

Pengertian SDLC: Fase, Prinsip, Waterfall dan Faktor
By : Adi Catur Pamungkas 9 min read

System Development Life Cycle atau SDLC adalah sebuah alur kerja baku yang pada umumnya dapat digunakan oeh perusahaan – perusahaan vendor software untuk mengembangkan software aplikasi yang diproduksinya. Harapan kami melalui artikel ini para pembaca dapat memahami apa pengertian dan fase dala siklus hidup pengembang  system informasi.

 

Pengertian SDLC / System Development Life Cycle

System Development Life Cycle atau dalam bahasa Indonesia memiliki arti Daur Hidup Pengembangan Sisiem adalah sebuah proses untuk mengembangkan sistem informasi mulai dari penenuan kebutuhan, perancangan, perencanaan, validasi, hingga pelatihan dan penyerahan kepada konsumen.

System Development Life Cycle adalah sebuah alur kerja baku yang pada umumnya dapat digunakan oeh perusahaan – perusahaan vendor software untuk mengembangkan software aplikasi yang diproduksinya. Tidak hanya penting untuk pengembangan softwarenya saja, namun juga sangat penting untuk maintenance software itu sendiri. Tanpa adanya pengarsipan data – data development suatu software, maka akan sangat sulit apabila perusahaan dalam maintenance software tersebut dikemudian hari.

Pengembangan System Development Life Cycle ini digunkanan untuk menganalisis sistem untuk mengembangkan sistem informasi, termasuk validasi, persyaratan, pengguna (steakholder), pelatihan, kepemilikan. Setiap System Development Life Cycle harus memiliki sistem yang berkualitas sehingga akan memenuhi kebutuhan para pelanggan, menyelesaikan masalah sesuai dengan waktu dan biaya yang telah ditentukan , bekerja secara efektif dan efisien.

Pada saat ini sistem komputer sudah sangat kompleks, terutama pada saat munculnya Service Oriented Architecture. Beberapa sistem tradisional berpotensi akan disediakan oleh vendor perangkat lunak yang berbeda. Untuk mengatasi kerumitan ini, beberapa System Development Life Cycle sudah diciptakan : “fountain”; “air terjun”; “membangun dan memperbaiki”; “spiral”,; “incremental”; “prototyping cepat”, dan “sinkronisasi dan menstabilkan”.

Model SDLC bisa dijelaskan sepanjang spektrum gesit untuk iteraif dan sekuensial. Agile metodologi, seperti Scrum dan XP, berfokus pada proses ringan yang memungkinkan untuk perubahan yang cepat di sepanjang siklus pengembangan. Metodologi berulang seperti Rational Unified Proses dan Metode Pengemabangan Sistem Dinamis, berfokus oada proyek lingkup yang terbatas serta produk yang memperluas atau meningkatkan oleh beberapa iterasi.

Besar desain muka atau Squential (BDUF) model seperti air terjun, berfokus pada perencanaan yang lengkap dan benar untuk proyek besar dan menghasilkan hasil yang sukses. Sedangkan model – model lain seperti Anamorphic pembangunan lebih berfokus pada suatu bentuk pembangunan yang dipandu oleh lingkup proyek dan adaptif literasi pengembangan fitur.

Sebuah System Development Life Cycle mengandung beberapa hal penting untuk para pengembang seperti perencanaan, analisis, desain, implementasi dan akan kami jelaskan dibawah ini.

  • Perencanaan proyek, studi kelayakan digunakan untuk menetapka tujuan dari sebuah proyek.
  • Sistem analisis, persyaratan definisi ini bertujuan untuk memurnikan sebuah proyek kedalam fungsi – fungsi dan operasi yang dimaksud dan menganalisis penggunaan akhir kebutuhan informasi.
  • Sistem desain, menjelaskan apa saja fitur dan oprasional program tersebut secara rinci, mulai dari tata letak layar, daigram proses, aturan bisnis, peseudecode dan dokumentasi lainnya.
  • Pelaksanaan, menjelaskan kode sebeneranya yang digunakan.
  • Integrasi dan pengujian, membawa program tersebut untuk dilakukan pengujian agar mengetahui apabila terjadi kesalahan maupun bug dan interoprabilitas.
  • Peneriamaan, installasi, penyebaran, disini program yang sudah jadi mulai di terapkan atau dilakukan installasi kepada pihak yang terkait.
  • Pemeliharaan, disini akan dilakukan pemeliharaan perangkat lunak seperti perubahan, koreksi, penambahan, maupun pindah ke platform komputasi yang berbeda dan lebih banyak lagi. Langkah yang satu ini sangatlah penting dari semuanya.

Fase System Development Life Cycle

pengertian sdlc system development life cycle menurut para ahli

 

1. Planning

Planning ini bertujuan untuk mengetahui apa saja  kebutuhan – kebutuhan fisik, tenaga kerja, serta dana yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan sistem yang dibuat dan mendukung operasi setelah diterapkan. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus di perhatikan :

  • Permasalahan
  • Definisi masalah
  • Menentukan tujuan
  • Mengidentifikasi kendala sistem
  • Studi kelayakan
  • Usulan penelitian sistem
  • Menetapkan mekanisme

 

2. Analysis

Dalam tahap ini, analisis digunakan oleh sistem untuk :

  • Membuat keputusan juka sistem sedang bermasalah maupun tidak berfungsi dengan baik, maka hasil analisis ini akan digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki sistem tersebut.
  • Untuk mengetahui rung lingkuup mengenai pekerjaan yang akan ditangani.
  • Untuk memahami apa sistem yang sedang digunakan saat ini.
  • Untuk mengidentifikasi sebuah masalah kemudian mencari solusi masalah tersebut

 

3. Design

Mendesain sebuah sistem baru yang bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah – masalah yang sedang dihadapi perusahaan atau dapat digunakan sebagai alternatif sistem yang baik.

Output Design

  • Tujuan : memberikan sebuah dokumen dan laporan sistem.
  • Hasil : Bentuk dari dokumentasi keluaran atau output.

Input Design

  • Tujuan : Memberikan masukan berupa dokumen dan ditampilkan ke layar sistem informasi.
  • Hasil : Bentuk dari dokumentasi masukan atau input.

File Design

  • Tujuan : Memberikan bentuk file yang dibutuhkan oleh sistem informasi.
  • Hasil : Bentuk dari dokumentasi file.

 

4. Development

Tahap ini adalah tahap penulisan program yang sudah dianalisis dan di desain. Dalam tahap ini akan dibuat Technical Architecture dan Create Database. Selain itu disini juga akan melakukan konversi perancangan logikal kedalam sebuah coding menggunakan bahasa pemrograman tertentu.

 

5. Testing

Pada tahap ini, tidak hanya desain saja yang diuji, namun disini semua sistem yang telah ditetapkan akan di uji. Pengujia ini agar sistem tidak ada kesalahan, tidak ada image yang salah, pengujian sistem seperti penyimpanan data dan lain sebagainya.

 

6. Implementation

Dalam penerapan atau pengimplementasian ini memeiliki beberapa tujuan, diantara lain yaitu :

  1. Menerapkan rancangan logika kedalam kegiatan sebenarnya dai sistem yang akan dibangun atau diterapkan.
  2. Mengimplementasikan sistem baru yang telah dibuat.
  3. Menjamin bahwa sistem baru tersebut dapat berjalan secara optimal.

 

7. Maintenance

Maintenance merupakan tahap akhir untuk mengevaluasi kinerja sistem tersebut, apakah sesuai permintaan client atau tidak. Maintenance dilakukan dengan cara melakukan pengecekan secara berkala, pembenahan, dan penambahan bagian yang diperlukan

Fase Waterfall

pengertian sdlc system development life cycle menurut para ahli

Requirements analysis and definition, disini proses pengumpulan kebutuhan akan dikumpulkan kemudian dilakukan analisis dan di definisikan kebuthan apa saja yang harus dipenuhi oleh program yang akan dibangun. Dalam fase ini, pekerjaan harus ditangani secara legkap utnuk menghasilkan sebuah desain yang lengkap dan memuaskan.

System and software design, fase desain ini akan dikerjakan apabila semua kebutuhan program sudah selesai deikumpulkan secara lengkap.

Implementation and unit tesing, dalam fase ini program akan diterjemahkan kedalam sebuah kode – kode dengan menggunakan bahasa pemrograman yang sudah ditentukan. Program yang sudah jadi akan langsung diuji secara perunit.

Intrgration and system testing, pada fase ini semua unit – unit program akan disatukan menjadi satu program dan kemudian akan dilakukan pengujian secara keseluruhan atau system testing.

Operation and maintenance, program akan dioprasikan kedalam lingungannya dan akan dilakukan pemeliharaan, seperti perubahan atau penyesuaian karena beradaptasi dengan situasi yang sebenarnya.

RAD (Repaid Application Development)

RAD merupaka sebuah model proses pembangunan PL yang incremental. Dalam hal ini RAD menekankan pada siklus pembangunana yang singkat atau pendek.

RAD ini mengadopsi model waterfall dan untuk pembangunan dengan jangka waktu yang singkat akan dicapai dengan menerapkan component based construction. Model ini memiliki keterbatasan yaitu waktu pembangunan yang singkat.

pengertian sdlc system development life cycle menurut para ahli

Fase – fase pada gambar diatas menggambarkan proses dalam model RAD. Pada gambar diatas, sistem akan dibagi menjadi beberapa modul dan akan dikerjakan dalam waktu yang hampir bersamaan dalam batas waktu yang telah ditentukan.

1. Business Modeling

Menjawab pertanyaan – pertanyaan yang diberikan :

  1. Informasi apa saja yang akan mengendalikan proses bisnis?
  2. Informasi apa saja yang akan dihasilkan?
  3. Siapa yang akan menghasilkan informasi?
  4. Kemana informasi tersebut akan diberikan?
  5. Siapa yang akan mengolah informasi?

2. Data Modelling

Data Modelling adalah sebuah aliran informasi yang telah didefinisikan dan disusun menjadi sekumpulan objek data. Disini data akan ditentukan karakteristik atau atribut dan hubungan antar objek untuk menganalisis kebutuhan dan data.

3. Process Modelling

Dalam tahap ini objek data yang telah didefinisikan akan diubah menjadi aliran informasi yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi – fungsi bisnis.

4. Application Generation

RAD akan menggunakan komponen program yang sudah ada atau membuat sebuah komponen yang dapat digunakan lagi selama diperlukan.

5. Testing and Turnover

Karena RAD menggunakan komponen yang sudah ada, maka kebanyakan komponen tersebut tentunya sudah melalui uji atau testing. Akan tetapi komponen dan interface baru harus tetap dilakukan proses pengujian.

Agile Software Development

Konsep Agile Software Development pertama kali dicetuskan oleh Kent Back dan 16 rekannya dengan menyatakan bahwa Agile Software Development ini merupakan cara untuk membangun sebuah software dengan melakukan dan membantu orang lan membangunnya sekaligus.

Perinsip Agile Software Development

Tim yang tanggap terhadap perubahan merupakan salah satu ciri dari Agile Software Development. Karena perubahan merupakan salah satu hal utama dalam pengembangan software baik itu perubahan kebutuhan software, perubahan anggota tim, perubahan teknologi dan lain sebagainya. Dalam Agile Software Development komunikasi juga sangat penting. Ciri lain dari Agile Software Development ini yaitu client menjadi bagian dari tim pembangunan software.

Agile Process Model berusaha menyiasati 3 asusmsi penting tentang proyek software pada umumnya :

  1. Kebutuhan akan software sangat sulit untuk diprediksi dari awal karena akan selalu berubah ubah. Selain itu, prioritas atau kemauan client juga sering berubah ubah seiring dengan berjalannya proyek.
  2. Pembangunan dan desain juga sering tumpang tindih. Akan sangat sulit untuk ditentukan seberapa jauh desain yang diperlukan sebelum proses pembangunan dimulai.
  3. Analisis, desain, pembangunan, dan testing tidak dapat diperkirakan seperti yang kita inginkan.

Faktor Manusia Agile Process Model

Faktor kunci manusia dalam model ini yaitu proses didasari pada kebutuhan setiap orang dan tim, bukan sebaliknya. Supaya sukses dalam menerapkan model proses ini, terdapat beberapa faktor yang menjadi kunci penting :

  1. Kompetensi, kemampuan untuk membangun dan memiliki pengetahuan mengenai proses pembangunan.
  2. Fokus, harus selalu fokus walaupun dengan tim yang berbeda.
  3. Kolaborasi, mampu bekerja sama dengan client maupun anggota tim dan manjer.
  4. Kemampuan mengambil keputusan, sebuah tim pembangunan memiliki wewanang untuk mengambil keputusan terkait teknis dan proyek.
  5. Kemampuan fuzzy problem-solving, mampu mengatasi dan memilih masalah mana yang harus di selesaikan terlebih dahulu atau nanti.
  6. Saling percaya dan menghormati, kekompakan sebuah tim diawali dari salaing percaya dan saling menghormati antar angota tim tersebut.
  7. Manajemen diri, sebuah tim harus mampu mengatur diri untuk menyelesaikan proyek, beradaptasi dengan lingkungannya, menyerahkan hasil tepat waktu.

Jadi itulah artikel dari mastekno megenai pengertian sdlc system development life cycle menurut para ahli. Semoga artikel yang telah mastekno berikan diatas dapat bermanfaat dan menambah wawasan kamu.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengertian SDLC: Fase, Prinsip, Waterfall dan Faktor

Pengertian SDLC: Fase, Prinsip, Waterfall dan Faktor
By : Adi Catur Pamungkas 9 min read

System Development Life Cycle atau SDLC adalah sebuah alur kerja baku yang pada umumnya dapat digunakan oeh perusahaan – perusahaan vendor software untuk mengembangkan software aplikasi yang diproduksinya. Harapan kami melalui artikel ini para pembaca dapat memahami apa pengertian dan fase dala siklus hidup pengembang  system informasi.

 

Pengertian SDLC / System Development Life Cycle

System Development Life Cycle atau dalam bahasa Indonesia memiliki arti Daur Hidup Pengembangan Sisiem adalah sebuah proses untuk mengembangkan sistem informasi mulai dari penenuan kebutuhan, perancangan, perencanaan, validasi, hingga pelatihan dan penyerahan kepada konsumen.

System Development Life Cycle adalah sebuah alur kerja baku yang pada umumnya dapat digunakan oeh perusahaan – perusahaan vendor software untuk mengembangkan software aplikasi yang diproduksinya. Tidak hanya penting untuk pengembangan softwarenya saja, namun juga sangat penting untuk maintenance software itu sendiri. Tanpa adanya pengarsipan data – data development suatu software, maka akan sangat sulit apabila perusahaan dalam maintenance software tersebut dikemudian hari.

Pengembangan System Development Life Cycle ini digunkanan untuk menganalisis sistem untuk mengembangkan sistem informasi, termasuk validasi, persyaratan, pengguna (steakholder), pelatihan, kepemilikan. Setiap System Development Life Cycle harus memiliki sistem yang berkualitas sehingga akan memenuhi kebutuhan para pelanggan, menyelesaikan masalah sesuai dengan waktu dan biaya yang telah ditentukan , bekerja secara efektif dan efisien.

Pada saat ini sistem komputer sudah sangat kompleks, terutama pada saat munculnya Service Oriented Architecture. Beberapa sistem tradisional berpotensi akan disediakan oleh vendor perangkat lunak yang berbeda. Untuk mengatasi kerumitan ini, beberapa System Development Life Cycle sudah diciptakan : “fountain”; “air terjun”; “membangun dan memperbaiki”; “spiral”,; “incremental”; “prototyping cepat”, dan “sinkronisasi dan menstabilkan”.

Model SDLC bisa dijelaskan sepanjang spektrum gesit untuk iteraif dan sekuensial. Agile metodologi, seperti Scrum dan XP, berfokus pada proses ringan yang memungkinkan untuk perubahan yang cepat di sepanjang siklus pengembangan. Metodologi berulang seperti Rational Unified Proses dan Metode Pengemabangan Sistem Dinamis, berfokus oada proyek lingkup yang terbatas serta produk yang memperluas atau meningkatkan oleh beberapa iterasi.

Besar desain muka atau Squential (BDUF) model seperti air terjun, berfokus pada perencanaan yang lengkap dan benar untuk proyek besar dan menghasilkan hasil yang sukses. Sedangkan model – model lain seperti Anamorphic pembangunan lebih berfokus pada suatu bentuk pembangunan yang dipandu oleh lingkup proyek dan adaptif literasi pengembangan fitur.

Sebuah System Development Life Cycle mengandung beberapa hal penting untuk para pengembang seperti perencanaan, analisis, desain, implementasi dan akan kami jelaskan dibawah ini.

  • Perencanaan proyek, studi kelayakan digunakan untuk menetapka tujuan dari sebuah proyek.
  • Sistem analisis, persyaratan definisi ini bertujuan untuk memurnikan sebuah proyek kedalam fungsi – fungsi dan operasi yang dimaksud dan menganalisis penggunaan akhir kebutuhan informasi.
  • Sistem desain, menjelaskan apa saja fitur dan oprasional program tersebut secara rinci, mulai dari tata letak layar, daigram proses, aturan bisnis, peseudecode dan dokumentasi lainnya.
  • Pelaksanaan, menjelaskan kode sebeneranya yang digunakan.
  • Integrasi dan pengujian, membawa program tersebut untuk dilakukan pengujian agar mengetahui apabila terjadi kesalahan maupun bug dan interoprabilitas.
  • Peneriamaan, installasi, penyebaran, disini program yang sudah jadi mulai di terapkan atau dilakukan installasi kepada pihak yang terkait.
  • Pemeliharaan, disini akan dilakukan pemeliharaan perangkat lunak seperti perubahan, koreksi, penambahan, maupun pindah ke platform komputasi yang berbeda dan lebih banyak lagi. Langkah yang satu ini sangatlah penting dari semuanya.

Fase System Development Life Cycle

pengertian sdlc system development life cycle menurut para ahli

 

1. Planning

Planning ini bertujuan untuk mengetahui apa saja  kebutuhan – kebutuhan fisik, tenaga kerja, serta dana yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan sistem yang dibuat dan mendukung operasi setelah diterapkan. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus di perhatikan :

  • Permasalahan
  • Definisi masalah
  • Menentukan tujuan
  • Mengidentifikasi kendala sistem
  • Studi kelayakan
  • Usulan penelitian sistem
  • Menetapkan mekanisme

 

2. Analysis

Dalam tahap ini, analisis digunakan oleh sistem untuk :

  • Membuat keputusan juka sistem sedang bermasalah maupun tidak berfungsi dengan baik, maka hasil analisis ini akan digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki sistem tersebut.
  • Untuk mengetahui rung lingkuup mengenai pekerjaan yang akan ditangani.
  • Untuk memahami apa sistem yang sedang digunakan saat ini.
  • Untuk mengidentifikasi sebuah masalah kemudian mencari solusi masalah tersebut

 

3. Design

Mendesain sebuah sistem baru yang bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah – masalah yang sedang dihadapi perusahaan atau dapat digunakan sebagai alternatif sistem yang baik.

Output Design

  • Tujuan : memberikan sebuah dokumen dan laporan sistem.
  • Hasil : Bentuk dari dokumentasi keluaran atau output.

Input Design

  • Tujuan : Memberikan masukan berupa dokumen dan ditampilkan ke layar sistem informasi.
  • Hasil : Bentuk dari dokumentasi masukan atau input.

File Design

  • Tujuan : Memberikan bentuk file yang dibutuhkan oleh sistem informasi.
  • Hasil : Bentuk dari dokumentasi file.

 

4. Development

Tahap ini adalah tahap penulisan program yang sudah dianalisis dan di desain. Dalam tahap ini akan dibuat Technical Architecture dan Create Database. Selain itu disini juga akan melakukan konversi perancangan logikal kedalam sebuah coding menggunakan bahasa pemrograman tertentu.

 

5. Testing

Pada tahap ini, tidak hanya desain saja yang diuji, namun disini semua sistem yang telah ditetapkan akan di uji. Pengujia ini agar sistem tidak ada kesalahan, tidak ada image yang salah, pengujian sistem seperti penyimpanan data dan lain sebagainya.

 

6. Implementation

Dalam penerapan atau pengimplementasian ini memeiliki beberapa tujuan, diantara lain yaitu :

  1. Menerapkan rancangan logika kedalam kegiatan sebenarnya dai sistem yang akan dibangun atau diterapkan.
  2. Mengimplementasikan sistem baru yang telah dibuat.
  3. Menjamin bahwa sistem baru tersebut dapat berjalan secara optimal.

 

7. Maintenance

Maintenance merupakan tahap akhir untuk mengevaluasi kinerja sistem tersebut, apakah sesuai permintaan client atau tidak. Maintenance dilakukan dengan cara melakukan pengecekan secara berkala, pembenahan, dan penambahan bagian yang diperlukan

Fase Waterfall

pengertian sdlc system development life cycle menurut para ahli

Requirements analysis and definition, disini proses pengumpulan kebutuhan akan dikumpulkan kemudian dilakukan analisis dan di definisikan kebuthan apa saja yang harus dipenuhi oleh program yang akan dibangun. Dalam fase ini, pekerjaan harus ditangani secara legkap utnuk menghasilkan sebuah desain yang lengkap dan memuaskan.

System and software design, fase desain ini akan dikerjakan apabila semua kebutuhan program sudah selesai deikumpulkan secara lengkap.

Implementation and unit tesing, dalam fase ini program akan diterjemahkan kedalam sebuah kode – kode dengan menggunakan bahasa pemrograman yang sudah ditentukan. Program yang sudah jadi akan langsung diuji secara perunit.

Intrgration and system testing, pada fase ini semua unit – unit program akan disatukan menjadi satu program dan kemudian akan dilakukan pengujian secara keseluruhan atau system testing.

Operation and maintenance, program akan dioprasikan kedalam lingungannya dan akan dilakukan pemeliharaan, seperti perubahan atau penyesuaian karena beradaptasi dengan situasi yang sebenarnya.

RAD (Repaid Application Development)

RAD merupaka sebuah model proses pembangunan PL yang incremental. Dalam hal ini RAD menekankan pada siklus pembangunana yang singkat atau pendek.

RAD ini mengadopsi model waterfall dan untuk pembangunan dengan jangka waktu yang singkat akan dicapai dengan menerapkan component based construction. Model ini memiliki keterbatasan yaitu waktu pembangunan yang singkat.

pengertian sdlc system development life cycle menurut para ahli

Fase – fase pada gambar diatas menggambarkan proses dalam model RAD. Pada gambar diatas, sistem akan dibagi menjadi beberapa modul dan akan dikerjakan dalam waktu yang hampir bersamaan dalam batas waktu yang telah ditentukan.

1. Business Modeling

Menjawab pertanyaan – pertanyaan yang diberikan :

  1. Informasi apa saja yang akan mengendalikan proses bisnis?
  2. Informasi apa saja yang akan dihasilkan?
  3. Siapa yang akan menghasilkan informasi?
  4. Kemana informasi tersebut akan diberikan?
  5. Siapa yang akan mengolah informasi?

2. Data Modelling

Data Modelling adalah sebuah aliran informasi yang telah didefinisikan dan disusun menjadi sekumpulan objek data. Disini data akan ditentukan karakteristik atau atribut dan hubungan antar objek untuk menganalisis kebutuhan dan data.

3. Process Modelling

Dalam tahap ini objek data yang telah didefinisikan akan diubah menjadi aliran informasi yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi – fungsi bisnis.

4. Application Generation

RAD akan menggunakan komponen program yang sudah ada atau membuat sebuah komponen yang dapat digunakan lagi selama diperlukan.

5. Testing and Turnover

Karena RAD menggunakan komponen yang sudah ada, maka kebanyakan komponen tersebut tentunya sudah melalui uji atau testing. Akan tetapi komponen dan interface baru harus tetap dilakukan proses pengujian.

Agile Software Development

Konsep Agile Software Development pertama kali dicetuskan oleh Kent Back dan 16 rekannya dengan menyatakan bahwa Agile Software Development ini merupakan cara untuk membangun sebuah software dengan melakukan dan membantu orang lan membangunnya sekaligus.

Perinsip Agile Software Development

Tim yang tanggap terhadap perubahan merupakan salah satu ciri dari Agile Software Development. Karena perubahan merupakan salah satu hal utama dalam pengembangan software baik itu perubahan kebutuhan software, perubahan anggota tim, perubahan teknologi dan lain sebagainya. Dalam Agile Software Development komunikasi juga sangat penting. Ciri lain dari Agile Software Development ini yaitu client menjadi bagian dari tim pembangunan software.

Agile Process Model berusaha menyiasati 3 asusmsi penting tentang proyek software pada umumnya :

  1. Kebutuhan akan software sangat sulit untuk diprediksi dari awal karena akan selalu berubah ubah. Selain itu, prioritas atau kemauan client juga sering berubah ubah seiring dengan berjalannya proyek.
  2. Pembangunan dan desain juga sering tumpang tindih. Akan sangat sulit untuk ditentukan seberapa jauh desain yang diperlukan sebelum proses pembangunan dimulai.
  3. Analisis, desain, pembangunan, dan testing tidak dapat diperkirakan seperti yang kita inginkan.

Faktor Manusia Agile Process Model

Faktor kunci manusia dalam model ini yaitu proses didasari pada kebutuhan setiap orang dan tim, bukan sebaliknya. Supaya sukses dalam menerapkan model proses ini, terdapat beberapa faktor yang menjadi kunci penting :

  1. Kompetensi, kemampuan untuk membangun dan memiliki pengetahuan mengenai proses pembangunan.
  2. Fokus, harus selalu fokus walaupun dengan tim yang berbeda.
  3. Kolaborasi, mampu bekerja sama dengan client maupun anggota tim dan manjer.
  4. Kemampuan mengambil keputusan, sebuah tim pembangunan memiliki wewanang untuk mengambil keputusan terkait teknis dan proyek.
  5. Kemampuan fuzzy problem-solving, mampu mengatasi dan memilih masalah mana yang harus di selesaikan terlebih dahulu atau nanti.
  6. Saling percaya dan menghormati, kekompakan sebuah tim diawali dari salaing percaya dan saling menghormati antar angota tim tersebut.
  7. Manajemen diri, sebuah tim harus mampu mengatur diri untuk menyelesaikan proyek, beradaptasi dengan lingkungannya, menyerahkan hasil tepat waktu.

Jadi itulah artikel dari mastekno megenai pengertian sdlc system development life cycle menurut para ahli. Semoga artikel yang telah mastekno berikan diatas dapat bermanfaat dan menambah wawasan kamu.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *