√ Pengertian Saham: Jenis, Manfaat dan Resiko Saham (Lengkap)

Pengertian Saham: Jenis-Jenis, Manfaat dan Resiko Saham

Pengertian Saham: Jenis-Jenis, Manfaat dan Resiko Saham

Finansial adalah salah satu bidang yang banyak diminati sekarang ini pasalnya banyak yang berfikiran peluang kerja dibidang ini masih banyak dan masih terbuka lebar. Bagi kalian yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai Finansial maka artikel ini cocok untuk kalian baca dan simak.

Sebenarnya bidang ini banyak cabangnya namun khususnya pada artikel ini yang akan kita bahas kali ini yaitu tentang saham. Yang kemudian diperjelas oleh sub sub bahasan pengertian saham, pengertian saham menurut para ahli, jenis jenis dari saham, manfaat dan keuntungan saham, dan resiko investasi saham. Maka langsung saja saya akan menuliskan penjelasannya dibawah ini, silahkan disimak baik baik ya Pengertian saham, jenis, manfaat dan resiko jual beli saham.

 

Pengertian Saham

Pengertian saham secara umum adalah suatu berkas atau dokumen yang gunanya untuk menunjukan suatu kepemilikan atas perusahaan yang pastinya berharga. Dari pengertian tadi dapat disimpulkan bahwa jika seseorang membeli saham maka secara otomatis dapat diartikan orang itu memiliki suatu kepemilikan atas perusahaan itu.

Arti lain saham bisa juga dinilai sebagai suatu pembukuan atau nilai di segala instrumen finansial yang ujungnya tetap terpusat ke suatu kepemilikan sebagian perusahaan. Untuk pendapatan dari saham maka pembagiannya yaitu mendapat hak sebagian sesuai dengan saham yang diberi.

Jadi kesimpulan dari pengertian saham secara umum adalah sebagai alat bukti untuk memiliki kepemilikan atas perusahaan yang bentuk dari saham sendiri adalah selembar kertas. Yang di dalam surat tersebut sudah di sebutkan bahwa pemilik saham atau pemilik surat memiliki ha katas perusahaan.

 

Pengertian Saham Menurut Para Ahli

Ada beberapa pendapat mengenai pengertian saham menurut para ahli, apa saja pengertianya berikut ini.

1. Nofie Iman

Pengertian saham menurut ahli yang pertama adalah menurut Nofie Iman yang mendefinisikan saham sebagai sebuah surat berharga yang memberikan keuntungan tinggi dan juga resiko yang tinggi juga.

 

2. Sapto Raharjo

Selanjutnya pengertian dari Sapto Raharjo yang menyebutkan bahwa saham memiliki pengertian yaitu bukti dari suatu kepemilikan suatu badan perusahaan yang bentuknya surat berharga.

 

3. Tjiptono Darmaji dan Hendy M. Fakhrudin

Menurut mereka berdua saham memiliki arti yaitu suatu bukti kepemilikian oleh suatu instansi perseroan terbatas atau perusahaan yang dimiliki oleh seseorang. Seperti menurut ahli ahli sebelumnya mereka berdua pun menyebutkan bahwa saham berbentuk surat yang berharga.

 

4. Swadidji Widoatmodjo

Pengertian saham yang terakhir adalah dari pakar ahli Swadidji Widoatmojo yang menyebutkan bahwa saham memiliki arti surat berharga yang biasanya disebut dengan emiten yang dikeluarkan oleh perseroan terbatas atau perusahaan.

 

Jenis-Jenis Saham

Sebenarnya ada beberapa jenis-jenis saham, untuk mengetahuinya lebih dalam. Kamu dapat ketahui jenis-jenis saham berikut ini.

 

1. Saham Preferen (Preffered Stock)

Saham ini memiliki arti yang jika suatu perusahaan rugi maka pemiliki saham memiliki hak utama dalam hasil penjualan asset tidak hanya itu pembagian laba dari system ini juga tetap.

Saham Preferen memiliki ciri ciri yaitu :

  • Jika sewaktu waktu ingin menukar saham ini dengan saham biasa maka saham ini bisa ditukar melalui suatu kesepakatan dahulu antara pemegang saham dan pemilik perusahaan
  • Mendapatkan prioritas dalam dividen yang tinggi
  • Di aktiva dan pendapatan ada tagihan di dalamnya
  • Ada karakteristik yang beda disetiap tingkatan

Jadi dapat disimpulkan bahwa saham ini ada persamaan sebenarnya dengan obligasi, lalu apakah obligasi itu ? adalah memiliki hak tebus dan dapat ditukar sewaktu waktu dengan saham biasa selain itu klami atas laba dapat di klaim dan dividen akan bernilai tetap sesuai dengan masa berlakunya saham.

 

2. Saham Biasa (Common Stock)

Saham biasa bisa diklaim ditinjau dari loss dan profit yang biasanya terjadi. Jika suatu ketika terjadi likuidasi maka pemegang saham ini akan mendapat bagian dan prioritas terakhir dari asset perusahaan.

Jika sewaktu waktu perusahaan tersebut bangkrut maka otomatis akan ada kerugian nah kerugian yang bernilai maksimum yang ditanggung oleh si pemilik saham yaitu sama dengan investasi awal yang dibeli.

Ciri – ciri dari saham biasa adalah :

  • Tanggung jawab yang didapatkan terbatas
  • Memiliki hak suara ketika ada agenda dalam memilih dewan komisaris
  • Jika suatu ketika perusahaan memiliki saham baru maka pemegang saham ini didahulukan

 

Nah kemudian ada juga jenis saham yang ditinjau dari segi perdagangan yang di kelompokan menjadi 5 jenis antara lain yaitu :

1. Speculative Stock

Adalah saham yang memiliki potensi akan memiliki hasil atau mendapatkan hasil yang tinggi dimasa yang akan datang walaupun tidak memiliki pendapatan rutin disetiap tahunnya.

 

2. BlueChip Stocks

Adalah saham yang memiliki banyak keunggulan yaitu antara lain bisa menjadi leader di industri, lainnya yaitu mampu konsisten dalam membayar suatu dividen, menghasilkan penghasilan yang dibilang cukup stabil, merupakan saham biasa yang bisanya berasal dari perusahaan bereputasi tinggi.

 

3. Counter Cyclical Stockss

Adalah saham yang memiliki nilai tetap tinggi jika suatu saat dilanda resesi ekonomi sebab emite dari saham ini mampu memberikan penghasilan yang tinggi otomatis dividen akan tinggi juga. Hal ini karena saham ini tidak dipengaruhi oleh situasi bisnis atau kadang juga bisa terjadi ekonomi makro.

 

4. Income Stocks

Adalah saham yang biasanya dapat menghasilkan pendapatan yang tinggi tidak hanya itu dividen tunai juga dapat dibayar secara rutin. Hal ini karena saham jenis ini memiliki mampu membayarkan dividen lebih tinggi dari dividen tahun tahun sebelumnya yang pernah dibayar sebelumnya.

 

5. Growth Stocks

Adalah saham yang disusun oleh 2 komponen yaitu adalah lesser-known dan well-known. Pengertian dari lesser-known adalah suatu saham yang berasal dari emiten selain itu juga memiliki ciri growth stock yang bukan menjadi market leader di industrinya. Sedangkan well-known adalah saham yang termasuk ke dalam saham yang memiliki reputasi tinggi, tidak hanya reputasi , pendapatan dari saham ini juga tinggi dan merupakan market leader dari industri yang sejenis.

 

 

Manfaat dan Keuntungan Saham

Sebenarnya manfaat saham dibedakan menjadi 2 jenis yaitu bisa jangka pendek dan jangka panjang. Yaitu dimanfaatkan sebagai investasi. Jika seseorang menggunakan keuntungan investasi jangka panjang tujuannya yaitu biasanya untuk menabung saham atau untuk membeli saham.

Sedangkan seseorang yang menggunakan keuntungan investasi jangka pendek tujuannya yaitu untuk memperoleh hasil dari selisih harga beli dan harga jual atau capital gainnya. Jadi kesimpulan manfaat dan keuntungan saham dapat dikelompokan menjadi 2 jenis yaitu :

 

1. Dividen

Adalah manfaat atau hasil dari pembagian dividen sebuah emiten yang diambil keuntungannya. Atau bisa juga diartikan jika seseorang membeli saham dari suatu emiten dan mendapat penghasilan tambahan dari emiten yang kinerjanya bagus itu merupakan penjelasan lengkap dari dividen.

 

2. Capital Gain

Keuntungan jenis ini bisa didapatkan dari harga jual dan harga beli. Bagaimana cara memperoleh capital gain ? caranya adalah dengan menghitung selisih dari harga jual saham dengan harga belinya nah selisih itulah yang disebut dengan capital gain.

 

 

Resiko dari Investasi Saham

Banyak yang hanya memikirkan manisnya saja, investasi pasti akan menghasilkan keuntungan banyak dan lain sebagainya namun tahukan kalian sebenarnya banyak resikonya. Berikut akan dijelaskan 4 resiko dari investasi saham.

 

1. Investor Yang Kehilangan Modal

Resiko ini bisa terjadi jika suatu ketika harga beli saham ternyata lebih tinggi dari harga jual maka ini yang dinamakan si investor kehilangan modal atau biasa disebut dengan capital loss.

 

2. Saham Delisting dari Bursa

Hal ini disebabkan karena saham tibatiba tidak dapat diperdagangkan penyebab tidak dapat diperdagangkan adalah saham sudah terhapus di dalam pencatatan bursa.

 

3. Tidak Adanya Pembagian Dividen

Resiko ini terjadi jika keuntungan perusahaan yang ada digunakan untuk ekspansi usaha yang dilakukan oleh si emiten sehingga menyebabkan  dividen tidak dibagi ke pemegang saham.

 

4. Resiko Likuidasi

Disebabkan karena pemegang saham sama sekali tidak mendapatkan apa apa padahal emiten sudah membayarnya. Penyebabnya adalah karena emiten bangkrut sehingga menyebabkan si pemegang saham bisa untuk klaim di aktiva perusahaan namun dengan syarat kewajiban emiten harus dibayar terlebih dahulu.

 

Demikianlah artikel dari mastekno mengenai Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Resiko dari Saham semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita di bidang finansial yaa. Semoga bermanfaat ya, jika ingin bertanya bisa kamu tanyakan di kolom komentar.



√ Pengertian Saham: Jenis, Manfaat dan Resiko Saham (Lengkap)
√ Pengertian Saham: Jenis, Manfaat dan Resiko Saham (Lengkap)

Pengertian Saham: Jenis-Jenis, Manfaat dan Resiko Saham

Pengertian Saham: Jenis-Jenis, Manfaat dan Resiko Saham

Finansial adalah salah satu bidang yang banyak diminati sekarang ini pasalnya banyak yang berfikiran peluang kerja dibidang ini masih banyak dan masih terbuka lebar. Bagi kalian yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai Finansial maka artikel ini cocok untuk kalian baca dan simak.

Sebenarnya bidang ini banyak cabangnya namun khususnya pada artikel ini yang akan kita bahas kali ini yaitu tentang saham. Yang kemudian diperjelas oleh sub sub bahasan pengertian saham, pengertian saham menurut para ahli, jenis jenis dari saham, manfaat dan keuntungan saham, dan resiko investasi saham. Maka langsung saja saya akan menuliskan penjelasannya dibawah ini, silahkan disimak baik baik ya Pengertian saham, jenis, manfaat dan resiko jual beli saham.

 

Pengertian Saham

Pengertian saham secara umum adalah suatu berkas atau dokumen yang gunanya untuk menunjukan suatu kepemilikan atas perusahaan yang pastinya berharga. Dari pengertian tadi dapat disimpulkan bahwa jika seseorang membeli saham maka secara otomatis dapat diartikan orang itu memiliki suatu kepemilikan atas perusahaan itu.

Arti lain saham bisa juga dinilai sebagai suatu pembukuan atau nilai di segala instrumen finansial yang ujungnya tetap terpusat ke suatu kepemilikan sebagian perusahaan. Untuk pendapatan dari saham maka pembagiannya yaitu mendapat hak sebagian sesuai dengan saham yang diberi.

Jadi kesimpulan dari pengertian saham secara umum adalah sebagai alat bukti untuk memiliki kepemilikan atas perusahaan yang bentuk dari saham sendiri adalah selembar kertas. Yang di dalam surat tersebut sudah di sebutkan bahwa pemilik saham atau pemilik surat memiliki ha katas perusahaan.

 

Pengertian Saham Menurut Para Ahli

Ada beberapa pendapat mengenai pengertian saham menurut para ahli, apa saja pengertianya berikut ini.

1. Nofie Iman

Pengertian saham menurut ahli yang pertama adalah menurut Nofie Iman yang mendefinisikan saham sebagai sebuah surat berharga yang memberikan keuntungan tinggi dan juga resiko yang tinggi juga.

 

2. Sapto Raharjo

Selanjutnya pengertian dari Sapto Raharjo yang menyebutkan bahwa saham memiliki pengertian yaitu bukti dari suatu kepemilikan suatu badan perusahaan yang bentuknya surat berharga.

 

3. Tjiptono Darmaji dan Hendy M. Fakhrudin

Menurut mereka berdua saham memiliki arti yaitu suatu bukti kepemilikian oleh suatu instansi perseroan terbatas atau perusahaan yang dimiliki oleh seseorang. Seperti menurut ahli ahli sebelumnya mereka berdua pun menyebutkan bahwa saham berbentuk surat yang berharga.

 

4. Swadidji Widoatmodjo

Pengertian saham yang terakhir adalah dari pakar ahli Swadidji Widoatmojo yang menyebutkan bahwa saham memiliki arti surat berharga yang biasanya disebut dengan emiten yang dikeluarkan oleh perseroan terbatas atau perusahaan.

 

Jenis-Jenis Saham

Sebenarnya ada beberapa jenis-jenis saham, untuk mengetahuinya lebih dalam. Kamu dapat ketahui jenis-jenis saham berikut ini.

 

1. Saham Preferen (Preffered Stock)

Saham ini memiliki arti yang jika suatu perusahaan rugi maka pemiliki saham memiliki hak utama dalam hasil penjualan asset tidak hanya itu pembagian laba dari system ini juga tetap.

Saham Preferen memiliki ciri ciri yaitu :

  • Jika sewaktu waktu ingin menukar saham ini dengan saham biasa maka saham ini bisa ditukar melalui suatu kesepakatan dahulu antara pemegang saham dan pemilik perusahaan
  • Mendapatkan prioritas dalam dividen yang tinggi
  • Di aktiva dan pendapatan ada tagihan di dalamnya
  • Ada karakteristik yang beda disetiap tingkatan

Jadi dapat disimpulkan bahwa saham ini ada persamaan sebenarnya dengan obligasi, lalu apakah obligasi itu ? adalah memiliki hak tebus dan dapat ditukar sewaktu waktu dengan saham biasa selain itu klami atas laba dapat di klaim dan dividen akan bernilai tetap sesuai dengan masa berlakunya saham.

 

2. Saham Biasa (Common Stock)

Saham biasa bisa diklaim ditinjau dari loss dan profit yang biasanya terjadi. Jika suatu ketika terjadi likuidasi maka pemegang saham ini akan mendapat bagian dan prioritas terakhir dari asset perusahaan.

Jika sewaktu waktu perusahaan tersebut bangkrut maka otomatis akan ada kerugian nah kerugian yang bernilai maksimum yang ditanggung oleh si pemilik saham yaitu sama dengan investasi awal yang dibeli.

Ciri – ciri dari saham biasa adalah :

  • Tanggung jawab yang didapatkan terbatas
  • Memiliki hak suara ketika ada agenda dalam memilih dewan komisaris
  • Jika suatu ketika perusahaan memiliki saham baru maka pemegang saham ini didahulukan

 

Nah kemudian ada juga jenis saham yang ditinjau dari segi perdagangan yang di kelompokan menjadi 5 jenis antara lain yaitu :

1. Speculative Stock

Adalah saham yang memiliki potensi akan memiliki hasil atau mendapatkan hasil yang tinggi dimasa yang akan datang walaupun tidak memiliki pendapatan rutin disetiap tahunnya.

 

2. BlueChip Stocks

Adalah saham yang memiliki banyak keunggulan yaitu antara lain bisa menjadi leader di industri, lainnya yaitu mampu konsisten dalam membayar suatu dividen, menghasilkan penghasilan yang dibilang cukup stabil, merupakan saham biasa yang bisanya berasal dari perusahaan bereputasi tinggi.

 

3. Counter Cyclical Stockss

Adalah saham yang memiliki nilai tetap tinggi jika suatu saat dilanda resesi ekonomi sebab emite dari saham ini mampu memberikan penghasilan yang tinggi otomatis dividen akan tinggi juga. Hal ini karena saham ini tidak dipengaruhi oleh situasi bisnis atau kadang juga bisa terjadi ekonomi makro.

 

4. Income Stocks

Adalah saham yang biasanya dapat menghasilkan pendapatan yang tinggi tidak hanya itu dividen tunai juga dapat dibayar secara rutin. Hal ini karena saham jenis ini memiliki mampu membayarkan dividen lebih tinggi dari dividen tahun tahun sebelumnya yang pernah dibayar sebelumnya.

 

5. Growth Stocks

Adalah saham yang disusun oleh 2 komponen yaitu adalah lesser-known dan well-known. Pengertian dari lesser-known adalah suatu saham yang berasal dari emiten selain itu juga memiliki ciri growth stock yang bukan menjadi market leader di industrinya. Sedangkan well-known adalah saham yang termasuk ke dalam saham yang memiliki reputasi tinggi, tidak hanya reputasi , pendapatan dari saham ini juga tinggi dan merupakan market leader dari industri yang sejenis.

 

 

Manfaat dan Keuntungan Saham

Sebenarnya manfaat saham dibedakan menjadi 2 jenis yaitu bisa jangka pendek dan jangka panjang. Yaitu dimanfaatkan sebagai investasi. Jika seseorang menggunakan keuntungan investasi jangka panjang tujuannya yaitu biasanya untuk menabung saham atau untuk membeli saham.

Sedangkan seseorang yang menggunakan keuntungan investasi jangka pendek tujuannya yaitu untuk memperoleh hasil dari selisih harga beli dan harga jual atau capital gainnya. Jadi kesimpulan manfaat dan keuntungan saham dapat dikelompokan menjadi 2 jenis yaitu :

 

1. Dividen

Adalah manfaat atau hasil dari pembagian dividen sebuah emiten yang diambil keuntungannya. Atau bisa juga diartikan jika seseorang membeli saham dari suatu emiten dan mendapat penghasilan tambahan dari emiten yang kinerjanya bagus itu merupakan penjelasan lengkap dari dividen.

 

2. Capital Gain

Keuntungan jenis ini bisa didapatkan dari harga jual dan harga beli. Bagaimana cara memperoleh capital gain ? caranya adalah dengan menghitung selisih dari harga jual saham dengan harga belinya nah selisih itulah yang disebut dengan capital gain.

 

 

Resiko dari Investasi Saham

Banyak yang hanya memikirkan manisnya saja, investasi pasti akan menghasilkan keuntungan banyak dan lain sebagainya namun tahukan kalian sebenarnya banyak resikonya. Berikut akan dijelaskan 4 resiko dari investasi saham.

 

1. Investor Yang Kehilangan Modal

Resiko ini bisa terjadi jika suatu ketika harga beli saham ternyata lebih tinggi dari harga jual maka ini yang dinamakan si investor kehilangan modal atau biasa disebut dengan capital loss.

 

2. Saham Delisting dari Bursa

Hal ini disebabkan karena saham tibatiba tidak dapat diperdagangkan penyebab tidak dapat diperdagangkan adalah saham sudah terhapus di dalam pencatatan bursa.

 

3. Tidak Adanya Pembagian Dividen

Resiko ini terjadi jika keuntungan perusahaan yang ada digunakan untuk ekspansi usaha yang dilakukan oleh si emiten sehingga menyebabkan  dividen tidak dibagi ke pemegang saham.

 

4. Resiko Likuidasi

Disebabkan karena pemegang saham sama sekali tidak mendapatkan apa apa padahal emiten sudah membayarnya. Penyebabnya adalah karena emiten bangkrut sehingga menyebabkan si pemegang saham bisa untuk klaim di aktiva perusahaan namun dengan syarat kewajiban emiten harus dibayar terlebih dahulu.

 

Demikianlah artikel dari mastekno mengenai Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Resiko dari Saham semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita di bidang finansial yaa. Semoga bermanfaat ya, jika ingin bertanya bisa kamu tanyakan di kolom komentar.