√ Pengertian Reformasi: Tujuan & Latar Belakang Reformasi Di Indonesia

Pengertian Reformasi: Tujuan, dan Latar Belakang Reformasi di Indonesia

Pengertian Reformasi: Tujuan, dan Latar Belakang Reformasi di Indonesia

Bagi kalian yang pernah mempelajari sejarah Indonesia, pastinya sudah tidak asing lagi bukan dengan istilah reformasi? Kata reformasi memang sering diperbincangkan dalam setiap sendi kehidupan bangsa. Mengapa demikian? Sebab aktivitas reformasi pemerintahan di Indonesia yang terjadi pada tahun 1998 ini memang menimbulkan berbagai kekacauan dan kerusuhan yang dampaknya masih terasa hingga saat ini.

Lantas, apa yang dimaksud dengan reformasi? Nah, sebagai penduduk sebuah negara yang pernah mengalami masa reformasi, seharusnya kita tau apa itu reformasi bukan? Namun, jika kamu belum tahu apa arti reformasi, di artikel kali ini akan kami bahas secara rinci tentang pengertian reformasi, tujuan dan latar belakang reformasi di Indonesia. Yuk, langsung saja simak penjelasan berikut dengan seksama.

 

Pengertian Reformasi

Secara umum reformasi atau reformation diartikan sebagai sebuah proses perubahan atau pembentukan kembali suatu tatanan kehidupan yang lama, dengan diganti tatanan kehidupan yang baru. Dimana tujuannya ke arah kehidupan yang lebih baik dengan melihat keperluan di masa depan.

Sedangkan pengertian reformasi berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), reformasi di artikan sebagai sebuah perubahan yang terjadi secara drastis yang bertujuan untuk melakukan perbaikan dalam berbagai bidang, baik di bidang sosial, politik, agama, maupun ekonomi, dalam suatu masyarakat ataupun negara.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa reformasi ini dapat tercipta karena orang – orang menginginkan adanya pembaharuan ke arah yang lebih baik di berbagai bidang kehidupan, baik di bidang politik, sosial, ekonomi maupun sosial budaya dan kebebasan menyuarakan pendapat tanpa takut dibalas dengan berbagai ancaman atau bahkan todongan bedil oleh penguasa.

Nah, perlu kamu ketahui bahwa reformasi tidak terjadi begitu saja loh, namun terdapat beberapa syarat terjadinya suatu reformasi itu sendiri. Dan berikut ini beberapa syarat terjadinya reformasi yang harus kamu ketahui :

  1. Syarat yang pertama yaitu adanya penyimpangan yang terjadi dalam penyelenggaraan negara atau dalam masyarakat.
  2. Kedua, yaitu adanya harapan dan cita-cita positif yang ingin dicapai oleh masyarakat di masa depan.
  3. Terakhir yaitu adanya moral dan etika dalam mencapai cita-cita yang ingin dicapai.

 

 

Tujuan Reformasi

Reformasi dilakukan pastinya karena memiliki tujuan – tujuan tertentu. Umumnya tujuan reformasi yaitu untuk melakukan perbaikan di berbagai aspek atau bidang kehidupan masyarakat agar menjadi lebih baik dan tepat sasaran di masa depan. Selain itu, adapun beberapa tujuan reformasi lainnya yaitu sebagai berikut:

  1. Untuk melakukan penataan ulang terhadap seluruh struktur kenegaraan, termasuk konstitusi dan undang – undang yang menyimpang dari arah perjuangan dan cita-cita dalam bernegara.
  2. Menghilangkan atau mengubah kebiasaan lama atau cara-cara hidup yang tidak sesuai dengan semangat reformasi. Seperti perilaku KKN, sikap otoriter, dan sebagainya.
  3. Membuat perubahan serius dan bertahap untuk seluruh elemen masyarakat dan nilai-nilai baru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
  4. Memperbaiki tiap – tiap bidang kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang mencakup bidang ekonomi, sosial budaya, politik, pertahanan dan keamanan.

 

 

Latar Belakang Reformasi di Indonesia

Perlu kamu ketahui bahwa reformasi di Indonesia terjadi pada tahun 1998, dimana saat itu pemerintahan Orde Baru dijatuhkan oleh gerakan reformasi dari berbagai elemen masyarakat. Nah, reformasi yang terjadi di Indonesia ini dilatarbelakangi oleh beberapa faktor, yaitu krisis politik, ekonomi, hukum, sosial, dan krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Agar kamu lebih memahami latar belakang terjadinya reformasi di Indonesia, yuk simak penjelasan berikut ini.

 

1. Krisis Politik

Menurut UUD 1945 pasal 2 yang menjelaskan bahwa “Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilaksanakan sepenuhnya oleh MPR”. Pada dasarnya secara de jore atau secara hukum kedaulatan rakyat dilakukan oleh MPR sebagai wakil –  wakil rakyat. Namun pada kenyataannya anggota MPR sudah diatur dan di rekayasa sehingga sebagian besar anggota MPR diangkat berdasarkan ikatan kekeluargaan (Nepotisme).

Selain itu, penyelenggaraan negara pada masa Orde Baru juga berjalan secara tidak transparan, karena banyak terjadi pembredelan terhadap media massa yang berseberangan dengan pemerintah sehingga aspirasi rakyat tidak tersalurkan. Hal ini tentu saja mengakibatkan ketidakpercayaan masyarakat kepada pemerintah Orde Baru dan menimbulkan munculnya gerakan reformasi atau kaum reformis.

 

2. Krisis Ekonomi

Krisis moneter yang melanda negara – negara di Asia tenggara sangat mempengaruhi perkembangan perekonomian Indonesia. Karena ekonomi Indonesia ternyata belum mampu menghadapi krisis global tersebut. Sehingga Indonesia mengalami pelemahan nilai mata uang Rupiah yang sangat drastis, utang-utang negara dan swasta, dan juga penyimpangan yang terjadi pada sistem ekonomi (sistem ekonomi kapitalis) yang dikuasai para konglomerat di berbagai bidang ekonomi dengan cara monopoli, oligopoli, korupsi dan kolusi.

 

3. Krisis Hukum

Perlu kamu ketahui bahwa pelaksanaan hukum pada masa pemerintahan orde baru terdapat banyak ketidakadilan. Masyarakat tentunya menghendaki adanya reformasi di bidang hukum agar dapat mendudukan berbagai masalah hukum pada kedudukan atau posisi yang sebenarnya. Lantas, apa saja ketidakadilan atau penyimpangan yang terjadi jika dilihat dari segi hukum? Beberapa penyimpangan hukum yang terjadi misalnya seperti :

  1. Hukum hanya dijadikan sebagai alat pembenaran atas kebijakan dan tindakan pemerintah.
  2. Banyak terjadinya rekayasa proses peradilan jika menyangkut penguasa, keluarga, maupun kerabatnya.
  3. Selain itu, kehakiman berada di bawah kekuasaan eksekutif sehingga cenderung melayani kehendak penguasa.

 

4. Krisis Sosial

Pada masa Orde Baru, masyarakat Indonesia terbagi dalam dua kelas, yaitu;

  • Kaum elit, yang terdiri dari elit politik dan para pengusaha keturunan Tionghoa yang dekat dengan pemerintahan Orde Baru maupun keluarga Cendana.
  • Rakyat kecil, yang terdiri dari masyarakat biasa yang bukan kerabat atau kenalan keluarga Cendana.

Nah, dengan adanya kesenjangan sosial ekonomi yang terjadi di Indonesia, hal tersebut menyebabkan kecemburuan, sampai menimbulkan kerusuhan dan juga penjarahan.

 

5. Krisis Kepercayaan Terhadap Pemerintah

Terjadinya krisis politik, ekonomi, hukum dan sosial membawa dampak kredibilitas pemerintah menjadi rendah dan masyarakat mulai hilang kepercayaannya. Jadi, sebagian besar masyarakat Indonesia sudah tidak percaya lagi pada pemerintahan Orde Baru sehingga menimbulkan banyak demonstrasi dan kerusuhan yang meminta agar pemerintah Orde Baru turun.

Demonstrasi ini dilakukan oleh para mahasiswa universitas Trisakti Jakarta pada tanggal 12 Mei 1998 yang kemudian dikenal dengan Tragedi Trisakti, dimana 4 mahasiswa tertembak mati akibat bentrok dengan aparat keamanan. Nah, adanya peristiwa ini kemudian menyulut lebih banyak kerusuhan dan penjarahan hingga akhirnya Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden.

 

Demikianlah pembahasan di artikel kali ini mengenai Pengertian Reformasi, Tujuan, dan Latar Belakang Reformasi di Indonesia. Semoga informasi yang telah kami jelaskan diatas dapat dimengerti sehingga bisa menambah wawasan dan pengetahuan kamu ya. Nah, jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan tulis di kolom komentar yang tersedia.



√ Pengertian Reformasi: Tujuan & Latar Belakang Reformasi Di Indonesia
√ Pengertian Reformasi: Tujuan & Latar Belakang Reformasi Di Indonesia

Pengertian Reformasi: Tujuan, dan Latar Belakang Reformasi di Indonesia

Pengertian Reformasi: Tujuan, dan Latar Belakang Reformasi di Indonesia

Bagi kalian yang pernah mempelajari sejarah Indonesia, pastinya sudah tidak asing lagi bukan dengan istilah reformasi? Kata reformasi memang sering diperbincangkan dalam setiap sendi kehidupan bangsa. Mengapa demikian? Sebab aktivitas reformasi pemerintahan di Indonesia yang terjadi pada tahun 1998 ini memang menimbulkan berbagai kekacauan dan kerusuhan yang dampaknya masih terasa hingga saat ini.

Lantas, apa yang dimaksud dengan reformasi? Nah, sebagai penduduk sebuah negara yang pernah mengalami masa reformasi, seharusnya kita tau apa itu reformasi bukan? Namun, jika kamu belum tahu apa arti reformasi, di artikel kali ini akan kami bahas secara rinci tentang pengertian reformasi, tujuan dan latar belakang reformasi di Indonesia. Yuk, langsung saja simak penjelasan berikut dengan seksama.

 

Pengertian Reformasi

Secara umum reformasi atau reformation diartikan sebagai sebuah proses perubahan atau pembentukan kembali suatu tatanan kehidupan yang lama, dengan diganti tatanan kehidupan yang baru. Dimana tujuannya ke arah kehidupan yang lebih baik dengan melihat keperluan di masa depan.

Sedangkan pengertian reformasi berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), reformasi di artikan sebagai sebuah perubahan yang terjadi secara drastis yang bertujuan untuk melakukan perbaikan dalam berbagai bidang, baik di bidang sosial, politik, agama, maupun ekonomi, dalam suatu masyarakat ataupun negara.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa reformasi ini dapat tercipta karena orang – orang menginginkan adanya pembaharuan ke arah yang lebih baik di berbagai bidang kehidupan, baik di bidang politik, sosial, ekonomi maupun sosial budaya dan kebebasan menyuarakan pendapat tanpa takut dibalas dengan berbagai ancaman atau bahkan todongan bedil oleh penguasa.

Nah, perlu kamu ketahui bahwa reformasi tidak terjadi begitu saja loh, namun terdapat beberapa syarat terjadinya suatu reformasi itu sendiri. Dan berikut ini beberapa syarat terjadinya reformasi yang harus kamu ketahui :

  1. Syarat yang pertama yaitu adanya penyimpangan yang terjadi dalam penyelenggaraan negara atau dalam masyarakat.
  2. Kedua, yaitu adanya harapan dan cita-cita positif yang ingin dicapai oleh masyarakat di masa depan.
  3. Terakhir yaitu adanya moral dan etika dalam mencapai cita-cita yang ingin dicapai.

 

 

Tujuan Reformasi

Reformasi dilakukan pastinya karena memiliki tujuan – tujuan tertentu. Umumnya tujuan reformasi yaitu untuk melakukan perbaikan di berbagai aspek atau bidang kehidupan masyarakat agar menjadi lebih baik dan tepat sasaran di masa depan. Selain itu, adapun beberapa tujuan reformasi lainnya yaitu sebagai berikut:

  1. Untuk melakukan penataan ulang terhadap seluruh struktur kenegaraan, termasuk konstitusi dan undang – undang yang menyimpang dari arah perjuangan dan cita-cita dalam bernegara.
  2. Menghilangkan atau mengubah kebiasaan lama atau cara-cara hidup yang tidak sesuai dengan semangat reformasi. Seperti perilaku KKN, sikap otoriter, dan sebagainya.
  3. Membuat perubahan serius dan bertahap untuk seluruh elemen masyarakat dan nilai-nilai baru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
  4. Memperbaiki tiap – tiap bidang kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang mencakup bidang ekonomi, sosial budaya, politik, pertahanan dan keamanan.

 

 

Latar Belakang Reformasi di Indonesia

Perlu kamu ketahui bahwa reformasi di Indonesia terjadi pada tahun 1998, dimana saat itu pemerintahan Orde Baru dijatuhkan oleh gerakan reformasi dari berbagai elemen masyarakat. Nah, reformasi yang terjadi di Indonesia ini dilatarbelakangi oleh beberapa faktor, yaitu krisis politik, ekonomi, hukum, sosial, dan krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Agar kamu lebih memahami latar belakang terjadinya reformasi di Indonesia, yuk simak penjelasan berikut ini.

 

1. Krisis Politik

Menurut UUD 1945 pasal 2 yang menjelaskan bahwa “Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilaksanakan sepenuhnya oleh MPR”. Pada dasarnya secara de jore atau secara hukum kedaulatan rakyat dilakukan oleh MPR sebagai wakil –  wakil rakyat. Namun pada kenyataannya anggota MPR sudah diatur dan di rekayasa sehingga sebagian besar anggota MPR diangkat berdasarkan ikatan kekeluargaan (Nepotisme).

Selain itu, penyelenggaraan negara pada masa Orde Baru juga berjalan secara tidak transparan, karena banyak terjadi pembredelan terhadap media massa yang berseberangan dengan pemerintah sehingga aspirasi rakyat tidak tersalurkan. Hal ini tentu saja mengakibatkan ketidakpercayaan masyarakat kepada pemerintah Orde Baru dan menimbulkan munculnya gerakan reformasi atau kaum reformis.

 

2. Krisis Ekonomi

Krisis moneter yang melanda negara – negara di Asia tenggara sangat mempengaruhi perkembangan perekonomian Indonesia. Karena ekonomi Indonesia ternyata belum mampu menghadapi krisis global tersebut. Sehingga Indonesia mengalami pelemahan nilai mata uang Rupiah yang sangat drastis, utang-utang negara dan swasta, dan juga penyimpangan yang terjadi pada sistem ekonomi (sistem ekonomi kapitalis) yang dikuasai para konglomerat di berbagai bidang ekonomi dengan cara monopoli, oligopoli, korupsi dan kolusi.

 

3. Krisis Hukum

Perlu kamu ketahui bahwa pelaksanaan hukum pada masa pemerintahan orde baru terdapat banyak ketidakadilan. Masyarakat tentunya menghendaki adanya reformasi di bidang hukum agar dapat mendudukan berbagai masalah hukum pada kedudukan atau posisi yang sebenarnya. Lantas, apa saja ketidakadilan atau penyimpangan yang terjadi jika dilihat dari segi hukum? Beberapa penyimpangan hukum yang terjadi misalnya seperti :

  1. Hukum hanya dijadikan sebagai alat pembenaran atas kebijakan dan tindakan pemerintah.
  2. Banyak terjadinya rekayasa proses peradilan jika menyangkut penguasa, keluarga, maupun kerabatnya.
  3. Selain itu, kehakiman berada di bawah kekuasaan eksekutif sehingga cenderung melayani kehendak penguasa.

 

4. Krisis Sosial

Pada masa Orde Baru, masyarakat Indonesia terbagi dalam dua kelas, yaitu;

  • Kaum elit, yang terdiri dari elit politik dan para pengusaha keturunan Tionghoa yang dekat dengan pemerintahan Orde Baru maupun keluarga Cendana.
  • Rakyat kecil, yang terdiri dari masyarakat biasa yang bukan kerabat atau kenalan keluarga Cendana.

Nah, dengan adanya kesenjangan sosial ekonomi yang terjadi di Indonesia, hal tersebut menyebabkan kecemburuan, sampai menimbulkan kerusuhan dan juga penjarahan.

 

5. Krisis Kepercayaan Terhadap Pemerintah

Terjadinya krisis politik, ekonomi, hukum dan sosial membawa dampak kredibilitas pemerintah menjadi rendah dan masyarakat mulai hilang kepercayaannya. Jadi, sebagian besar masyarakat Indonesia sudah tidak percaya lagi pada pemerintahan Orde Baru sehingga menimbulkan banyak demonstrasi dan kerusuhan yang meminta agar pemerintah Orde Baru turun.

Demonstrasi ini dilakukan oleh para mahasiswa universitas Trisakti Jakarta pada tanggal 12 Mei 1998 yang kemudian dikenal dengan Tragedi Trisakti, dimana 4 mahasiswa tertembak mati akibat bentrok dengan aparat keamanan. Nah, adanya peristiwa ini kemudian menyulut lebih banyak kerusuhan dan penjarahan hingga akhirnya Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden.

 

Demikianlah pembahasan di artikel kali ini mengenai Pengertian Reformasi, Tujuan, dan Latar Belakang Reformasi di Indonesia. Semoga informasi yang telah kami jelaskan diatas dapat dimengerti sehingga bisa menambah wawasan dan pengetahuan kamu ya. Nah, jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan tulis di kolom komentar yang tersedia.