√ Pengertian Radikalisme: Sejarah, Ciri, Faktor Penyebab Radikalisme

Pengertian Radikalisme: Sejarah, Ciri-Ciri, Penyebab Radikalisme

Pengertian Radikalisme: Sejarah, Ciri-Ciri, Penyebab Radikalisme

Semua warga pasti menginginkan Negara yang maju dan bisa memakmurkan rakyatnya. Sehingga seringkali kepala Negara atau presiden akan memaksimalkan pembangunan supaya rakyatnya bisa makmur dan sejahtera. Segala upaya akan dilakukan untuk membuat Negara yang dihuni dan dipimpin menjadi maju. Mulai dari bidang ekonomi, infrastruktur, pendidikan dan lain sebagainya akan mulai dibangun dengan upaya dari sistem pemerintahan di suatu negara.

Disamping itu semua masih ada beberapa orang yang belum puas dengan pembangunan. Ada yang sabar dan ikut berusaha dalam pembangunan ada yang menentang pemerintahan. Dari segi menantang biasanya orang itu akan melakukan perlawanan perlawanan kecil seperti demo dan lain sebagainya. Biasanya orang – orang yang menentang sudah tidak takut lagi akan sistem hukum atau pemerintahan yang berlaku, di pikiran kelompok orang yang menentang tadi hanya ingin mewujudkan tujuannya saja.

Disamping demo, ada juga yang melakukan pertentangan dengan cara kekerasan. Tindakan tersebut adalah radikalisme. Lalu apakah radikalisme itu ? Nah pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan mengenai apa itu radikalisme secara lengkap mulai dari pengertiannya, sejarah, ciri – ciri, faktor penyebab dan juga kelebihan serta kekurangan dari radikalisme. Berikut adalah penjelasannya.

 

Pengertian Radikalisme

Radikalisme adalah keinginan untuk melakukan perubahan di politik dan sistem sosial dengan menggunakan suatu cara yang ekstrim (kekerasan). Radikalisme merupakan suatu ide atau gagasan yang bisa disebut dengan ideology.

Orang yang biasanya melakukan tindakan radikalisme adalah disebut dengan kelompok radikal. Kelompok dari radikal ini biasanya mengingingkan perubahan yang mereka lakukan dengan tindakan radikal itu dengan tempo yang singkat. Inti dari radikalisme sendiri adalah suatu sikap atau perilaku dari tindakan seseorang yang menggunakan cara kekerasan untuk melakukan perubahan yang diinginkan.

Banyak yang mengaitkan kegiatan radikalisme dengan agama, namun sebenarnya radikalisme bukanlah hal yang berkaitan dengan agama karena radikalisme masuk ke dalam masalah politik. Radikalisme juga sering dikaitkan dengan terorisme karena kelompok ini melakukan segala cara agar keinginannya terwujud.

 

Sejarah Radikalisme

Sejarah radikalisme berawal ketika adanya radikalisme diperkenalkan oleh Charles James Fox tepatnya pada tahun 1797. Namun sebenarnya radikalisme sudah ada sejak dahulu karena memang sifat itu sudah terdanam di dalam diri manusia. Dan bisa dikatakan sebenarnya radikalisme merupakan sifat alami dari seorang manusia.

Pada tahun 1797, Charles Jame Fox menyerukan “Reformasi Radikal” pada sistem pemerintahan di Negara Inggris tepatnya di Britania Raya. Ideologi radikalisme kemudian mulai berkembang lalu lama kelamaan dapat berbaur dengan ideologi liberalisme. Reformasi radikalisme tadi digunakan untuk menjelaskan revolusi parlemen di Negara inggris yang melalui pergerakan.

Lalu seperti yang saya katakan diatas bahwa radikalisme memang sering dikatikan dengan agama islah contohnya adalah ada kelompok ISIS ( Islamic State of Iraq and Syria ) yang sering membuat teror ke Negara – Negara target mereka dengan membawa simbol islam sehingga menjelekan citra agama islam yang membuat orang menganggap islam agama yang keji dan agama yang buruk padahal agama itu tidak pernah mengajarkan seperti itu karena dasarnya semua agama mengajarkan hal kebaikan. Dan justru sebagian besar agama islam justru membenci dan mengutuk tindakan buruk tersebut.

 

Ciri-Ciri dari Radikalisme

Radikalisme senang mendapat banyak dukungan agar lebih banyak didukung oleh orang sehingga radikalisme memang lebih mudah dikenali. Selain itu radikalisme juga sering menggunakan cara – cara yang keras dan ekstrim. Karena mudah dikenali berikut saya akan jelaskan ciri – cirinya.

  • Biasanya orang orang yang memiliki paham radikalisme akan memiliki keyakinan yang kuat dengan hal yang mereka jalankan atau lakukan.
  • Paham ini akan menganggap dirinya yang paling benar sehingga kelompok radikal akan menganggap bahwa orang yang tidak memiliki pemahaman atau tidak memiliki tujuan yang sama dengan mereka akan dianggap salah.
  • Sering menuntut adanya perubahan yang terjadi secara drastis dengan cara mereka akan melakukan penolakan dengan terus menerus.
  • Kelompok radikalisme dalam mewujudkan keinginannya mereka akan menggunakan cara kekerasan dan cara ekstrim.
  • Sebenarnya radikalisme merupakan tanggapan terhadap suatu kondisi yang kemudian diwujudkan ke dalam evaluasi, suatu penolakan, dan dengan perlawanan.

 

Faktor Penyebab Radikalisme

Setelah kita mengetahui tentang pengertian radikalisme, sejarah radikalisme, dan ciri – ciri dari radikalisme maka artikel selanjutnya adalah mengenai faktor penyebab dari radikalisme. Ada beberapa macam faktor penyebab dari radikalisme. Berikut akan saya jelaskan satu persatu berikut adalah penjelasannya:

1. Faktor Sosial

Faktor ini kaitannya dengan masyarakat yang biasanya memiliki pemahaman ekonomi yang rendah sehingga biasanya akan mudah dihasut dengan tokoh – tokoh yang justru mengajak ke keburukan. Tanpa mengetahui darimana tokoh itu berasal biasanya mereka akan percaya saja.

 

2. Faktor Politik

Faktor ini kaitannya dengan pemikiran dari sebagian warga Negara yang memiliki opini bahwa pemimpinnya memihak pihak tertentu sehingga memunculkan kecemburuan dan kemudian barulah muncul beberapa kelompok yang ingin menegakan keadilan di daerah itu. Biasanya kelompok yang ingin menegakan keadilan tadi  asalnya dari politik, sosial, dan agama. Biasanya kelompok yang ingin menegakan keadilan itu tadi malah memperkeruh keadaan dan justru membuat keadaan semakin buruk.

 

3. Faktor Pendidikan

Adanya radikalis yang muncul di dalam bidang pendidikan karena adanya peran guru yang kurang pas. Contohnya jika ajaran yang diberikan oleh guru mengacu pada radikalisme dapat membuat seorang siswa terpengaruh dan mengikuti ajaran itu. Sehingga peran sekolah yang sangat penting jika faktor ini merajalela. Pemantauan dalam kegiatan belajar dan mengajar memang sebaiknya dilakukan.

 

4. Faktor Pemikiran

Faktor ini kaitannya dengan adanya pemikiran yang berada di masyarakat mengenai pemahaman yang berisi bahwa semua yang ada harus di kembalikan ke agama walau harus melewati proses dan cara yang ekstrim ( dengan kekerasan. Sehingga seringkali mereka akan menggunakan segala cara untuk mewujudkannya dan akhirnya timbulah radikalisme.

 

5. Faktor Psikologis

faktor ini berkaitan dengan pengalaman hidup dari seseorang. Biasanya pengalaman itu berhubungan dengan peristiwa yang pahit. Contoh dari pengalaman masa lalu yang bisa pahit adalah pengalaman masalah keluarga, mengenao rasa benci dan dendam, masalah tentang percintaan. Semua itu bisa menjadi faktor munculnya radikalisme.

 

6. Faktor Ekonomi

Nah hal ini yang sering menjadi faktor penyebab adanya radikalisme di berbagai Negara. Semua warga pasti menginginkan kehidupan yang layak dengan perekonomian yang maju sehingga jika ekonomi di suatu Negara terpuruk dapat menyebabkan warga negaranya menjadi radikalisme.

 

Kelebihan dan Kekurangan Radikalisme

Setelah kita membahas mengenai faktor penyebab terjadinya radikalisme maka selanjutnya kita akan membahas mengenai kelebihan dan kekurangan dari radikalisme. Berikut adalah penjelasannya, silahkan simak penjelasannya berikut ini ya.

1. Kekurangan Radikalisme

Tindakan radikalisme merupakan suatu tindakan yang buruk dan melibatkan kekerasan serta tindakan ekstrim di dalamnya sehingga sudah pasti memiliki kekurangan, kekurangannya antara lain adalah sebagai berikut:

  • Para penganut sistem radikalisme dalam mewujudkan dan merealisasikan keinginannya tidak segan segan untuk menggunakan kekerasan dan menggunakan tindakan ekstrim.
  • Kelompok radikalisme akan menganggap semua yang berseberangan pemahaman dengannya adalah salah. Sehingga seringkali mereka cenderung tidak dapat menerima kenyataan yang sebenarnya.
  • Mereka acuh terhadap HAM ( Hak Asasi Manusia ). Lebih mementingkan keinginannya itu. Karena bagi kelompok radikal kepentingan atau tujuannya jauh lebih penting dari apapun.
  • Selain menganggap orang yang tidak sepaham dengannya adalah salah, mereka juga tidak segan menganggap semua orang yang tidak sepaham dengannya adalah musuh yang harus disingkirkan dan di basmi.

 

2. Kelebihan Radikalisme

Walaupun tindakan radikalisme adalah suatu kejahatan yang harus dibasmi, namun ternyata memiliki sisi positifnya yang sudah kita rangkum ke dalam kelebihan radikalisme. Antara lain adalah sebaagai berikut:

  • Mereka yang memiliki pemahaman radikalisme cenderung memiliki semangat juang serta kesetiaan yang besar dan sangat tinggi dalam mewujudkan keinginan mereka.
  • Mereka akan memiliki keinginan yang kuat dan kokoh dalam memiliki tujuan. Mereka akan sangat yakin dengan tujuan yang mereka anut.

 

Demikian artikel mengenai Pengertian Radikalisme, Sejarah, Ciri – Ciri, Penyebab Radikalisme yang sudah saya berikan semoga dapat menambah wawasan kita di bidang politik khususnya dalam bidang materi radikalisme. Semoga dapat membantu dan semoga bermanfaat. Jika ada hal yang ingin ditanyakan silahkan bertanya dikolom komentar yang sudah disediakan.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengertian Radikalisme: Sejarah, Ciri-Ciri, Penyebab Radikalisme

Pengertian Radikalisme: Sejarah, Ciri-Ciri, Penyebab Radikalisme

Semua warga pasti menginginkan Negara yang maju dan bisa memakmurkan rakyatnya. Sehingga seringkali kepala Negara atau presiden akan memaksimalkan pembangunan supaya rakyatnya bisa makmur dan sejahtera. Segala upaya akan dilakukan untuk membuat Negara yang dihuni dan dipimpin menjadi maju. Mulai dari bidang ekonomi, infrastruktur, pendidikan dan lain sebagainya akan mulai dibangun dengan upaya dari sistem pemerintahan di suatu negara.

Disamping itu semua masih ada beberapa orang yang belum puas dengan pembangunan. Ada yang sabar dan ikut berusaha dalam pembangunan ada yang menentang pemerintahan. Dari segi menantang biasanya orang itu akan melakukan perlawanan perlawanan kecil seperti demo dan lain sebagainya. Biasanya orang – orang yang menentang sudah tidak takut lagi akan sistem hukum atau pemerintahan yang berlaku, di pikiran kelompok orang yang menentang tadi hanya ingin mewujudkan tujuannya saja.

Disamping demo, ada juga yang melakukan pertentangan dengan cara kekerasan. Tindakan tersebut adalah radikalisme. Lalu apakah radikalisme itu ? Nah pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan mengenai apa itu radikalisme secara lengkap mulai dari pengertiannya, sejarah, ciri – ciri, faktor penyebab dan juga kelebihan serta kekurangan dari radikalisme. Berikut adalah penjelasannya.

 

Pengertian Radikalisme

Radikalisme adalah keinginan untuk melakukan perubahan di politik dan sistem sosial dengan menggunakan suatu cara yang ekstrim (kekerasan). Radikalisme merupakan suatu ide atau gagasan yang bisa disebut dengan ideology.

Orang yang biasanya melakukan tindakan radikalisme adalah disebut dengan kelompok radikal. Kelompok dari radikal ini biasanya mengingingkan perubahan yang mereka lakukan dengan tindakan radikal itu dengan tempo yang singkat. Inti dari radikalisme sendiri adalah suatu sikap atau perilaku dari tindakan seseorang yang menggunakan cara kekerasan untuk melakukan perubahan yang diinginkan.

Banyak yang mengaitkan kegiatan radikalisme dengan agama, namun sebenarnya radikalisme bukanlah hal yang berkaitan dengan agama karena radikalisme masuk ke dalam masalah politik. Radikalisme juga sering dikaitkan dengan terorisme karena kelompok ini melakukan segala cara agar keinginannya terwujud.

 

Sejarah Radikalisme

Sejarah radikalisme berawal ketika adanya radikalisme diperkenalkan oleh Charles James Fox tepatnya pada tahun 1797. Namun sebenarnya radikalisme sudah ada sejak dahulu karena memang sifat itu sudah terdanam di dalam diri manusia. Dan bisa dikatakan sebenarnya radikalisme merupakan sifat alami dari seorang manusia.

Pada tahun 1797, Charles Jame Fox menyerukan “Reformasi Radikal” pada sistem pemerintahan di Negara Inggris tepatnya di Britania Raya. Ideologi radikalisme kemudian mulai berkembang lalu lama kelamaan dapat berbaur dengan ideologi liberalisme. Reformasi radikalisme tadi digunakan untuk menjelaskan revolusi parlemen di Negara inggris yang melalui pergerakan.

Lalu seperti yang saya katakan diatas bahwa radikalisme memang sering dikatikan dengan agama islah contohnya adalah ada kelompok ISIS ( Islamic State of Iraq and Syria ) yang sering membuat teror ke Negara – Negara target mereka dengan membawa simbol islam sehingga menjelekan citra agama islam yang membuat orang menganggap islam agama yang keji dan agama yang buruk padahal agama itu tidak pernah mengajarkan seperti itu karena dasarnya semua agama mengajarkan hal kebaikan. Dan justru sebagian besar agama islam justru membenci dan mengutuk tindakan buruk tersebut.

 

Ciri-Ciri dari Radikalisme

Radikalisme senang mendapat banyak dukungan agar lebih banyak didukung oleh orang sehingga radikalisme memang lebih mudah dikenali. Selain itu radikalisme juga sering menggunakan cara – cara yang keras dan ekstrim. Karena mudah dikenali berikut saya akan jelaskan ciri – cirinya.

  • Biasanya orang orang yang memiliki paham radikalisme akan memiliki keyakinan yang kuat dengan hal yang mereka jalankan atau lakukan.
  • Paham ini akan menganggap dirinya yang paling benar sehingga kelompok radikal akan menganggap bahwa orang yang tidak memiliki pemahaman atau tidak memiliki tujuan yang sama dengan mereka akan dianggap salah.
  • Sering menuntut adanya perubahan yang terjadi secara drastis dengan cara mereka akan melakukan penolakan dengan terus menerus.
  • Kelompok radikalisme dalam mewujudkan keinginannya mereka akan menggunakan cara kekerasan dan cara ekstrim.
  • Sebenarnya radikalisme merupakan tanggapan terhadap suatu kondisi yang kemudian diwujudkan ke dalam evaluasi, suatu penolakan, dan dengan perlawanan.

 

Faktor Penyebab Radikalisme

Setelah kita mengetahui tentang pengertian radikalisme, sejarah radikalisme, dan ciri – ciri dari radikalisme maka artikel selanjutnya adalah mengenai faktor penyebab dari radikalisme. Ada beberapa macam faktor penyebab dari radikalisme. Berikut akan saya jelaskan satu persatu berikut adalah penjelasannya:

1. Faktor Sosial

Faktor ini kaitannya dengan masyarakat yang biasanya memiliki pemahaman ekonomi yang rendah sehingga biasanya akan mudah dihasut dengan tokoh – tokoh yang justru mengajak ke keburukan. Tanpa mengetahui darimana tokoh itu berasal biasanya mereka akan percaya saja.

 

2. Faktor Politik

Faktor ini kaitannya dengan pemikiran dari sebagian warga Negara yang memiliki opini bahwa pemimpinnya memihak pihak tertentu sehingga memunculkan kecemburuan dan kemudian barulah muncul beberapa kelompok yang ingin menegakan keadilan di daerah itu. Biasanya kelompok yang ingin menegakan keadilan tadi  asalnya dari politik, sosial, dan agama. Biasanya kelompok yang ingin menegakan keadilan itu tadi malah memperkeruh keadaan dan justru membuat keadaan semakin buruk.

 

3. Faktor Pendidikan

Adanya radikalis yang muncul di dalam bidang pendidikan karena adanya peran guru yang kurang pas. Contohnya jika ajaran yang diberikan oleh guru mengacu pada radikalisme dapat membuat seorang siswa terpengaruh dan mengikuti ajaran itu. Sehingga peran sekolah yang sangat penting jika faktor ini merajalela. Pemantauan dalam kegiatan belajar dan mengajar memang sebaiknya dilakukan.

 

4. Faktor Pemikiran

Faktor ini kaitannya dengan adanya pemikiran yang berada di masyarakat mengenai pemahaman yang berisi bahwa semua yang ada harus di kembalikan ke agama walau harus melewati proses dan cara yang ekstrim ( dengan kekerasan. Sehingga seringkali mereka akan menggunakan segala cara untuk mewujudkannya dan akhirnya timbulah radikalisme.

 

5. Faktor Psikologis

faktor ini berkaitan dengan pengalaman hidup dari seseorang. Biasanya pengalaman itu berhubungan dengan peristiwa yang pahit. Contoh dari pengalaman masa lalu yang bisa pahit adalah pengalaman masalah keluarga, mengenao rasa benci dan dendam, masalah tentang percintaan. Semua itu bisa menjadi faktor munculnya radikalisme.

 

6. Faktor Ekonomi

Nah hal ini yang sering menjadi faktor penyebab adanya radikalisme di berbagai Negara. Semua warga pasti menginginkan kehidupan yang layak dengan perekonomian yang maju sehingga jika ekonomi di suatu Negara terpuruk dapat menyebabkan warga negaranya menjadi radikalisme.

 

Kelebihan dan Kekurangan Radikalisme

Setelah kita membahas mengenai faktor penyebab terjadinya radikalisme maka selanjutnya kita akan membahas mengenai kelebihan dan kekurangan dari radikalisme. Berikut adalah penjelasannya, silahkan simak penjelasannya berikut ini ya.

1. Kekurangan Radikalisme

Tindakan radikalisme merupakan suatu tindakan yang buruk dan melibatkan kekerasan serta tindakan ekstrim di dalamnya sehingga sudah pasti memiliki kekurangan, kekurangannya antara lain adalah sebagai berikut:

  • Para penganut sistem radikalisme dalam mewujudkan dan merealisasikan keinginannya tidak segan segan untuk menggunakan kekerasan dan menggunakan tindakan ekstrim.
  • Kelompok radikalisme akan menganggap semua yang berseberangan pemahaman dengannya adalah salah. Sehingga seringkali mereka cenderung tidak dapat menerima kenyataan yang sebenarnya.
  • Mereka acuh terhadap HAM ( Hak Asasi Manusia ). Lebih mementingkan keinginannya itu. Karena bagi kelompok radikal kepentingan atau tujuannya jauh lebih penting dari apapun.
  • Selain menganggap orang yang tidak sepaham dengannya adalah salah, mereka juga tidak segan menganggap semua orang yang tidak sepaham dengannya adalah musuh yang harus disingkirkan dan di basmi.

 

2. Kelebihan Radikalisme

Walaupun tindakan radikalisme adalah suatu kejahatan yang harus dibasmi, namun ternyata memiliki sisi positifnya yang sudah kita rangkum ke dalam kelebihan radikalisme. Antara lain adalah sebaagai berikut:

  • Mereka yang memiliki pemahaman radikalisme cenderung memiliki semangat juang serta kesetiaan yang besar dan sangat tinggi dalam mewujudkan keinginan mereka.
  • Mereka akan memiliki keinginan yang kuat dan kokoh dalam memiliki tujuan. Mereka akan sangat yakin dengan tujuan yang mereka anut.

 

Demikian artikel mengenai Pengertian Radikalisme, Sejarah, Ciri – Ciri, Penyebab Radikalisme yang sudah saya berikan semoga dapat menambah wawasan kita di bidang politik khususnya dalam bidang materi radikalisme. Semoga dapat membantu dan semoga bermanfaat. Jika ada hal yang ingin ditanyakan silahkan bertanya dikolom komentar yang sudah disediakan.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *