√ Pengertian Pantun: Struktur, Ciri, Jenis dan Contoh Pantun (Lengkap)

Pengertian Pantun: Makna, Struktur, Ciri-Ciri Pantun dan Jenis Pantun

Pengertian Pantun: Makna, Struktur, Ciri-Ciri Pantun dan Jenis Pantun

Siapa sih yang tidak tau tentang pantun? apalagi di masyarakat Indonesia ini yang seringkali di suguhkan pantun pantun, seperti di acara TV, di majalah, hingga bahkan di youtube pun banyak yang mengangkat materi pantun. Selain itu saat sekolah di tingkat menengah pertama dan lanjut tingkat atas biasanya dalam pelajaran bahasa Indonesia ada materi Pantun.

Kali ini Mastekno akan berbagi artikel mengenai Pantun yang di dalamnya berisi tentang Pengertian Pantun, Ciri Ciri, Jenis Jenis, dan Struktur Pantun serta contoh pantun. Silakan teman teman simak dengan baik artikel di bawah ini ya teman!

 

Pengertian Pantun

Secara umum pantun ini bisa di artikan sebagai suatu jenis puisi lama di kesusasteraan bahasa Indonesia dengan aturan aturan tertentu dan cukup terkenal di kalangan masyarakat Indonesia, pantun ini sangat dikenal dalam bahasa bahasa daerah. Banyak sekali pantun pantun dalam bentuk bahasa daerah di Indonesia misalnya adalah parikan yaitu pantun Jawa, lalu paparikan di dalam bahasa Sunda, kemudian umpasa merupakan sebutan pantun dalam bahasa Batak, dan yang lainnya.

 

Pengertian Pantun Menurut Para Ahli

Agar teman teman bisa lebih mengerti dan memahami apa itu definisi pantun, nah Mastekno di bawah ini memberikan beberapa pengertian pantun dari pendapat yang pernah di kemukakan para ahli. Beberapa pengertian pantun menurut pendapat para ahli :

 

R. O. Winsted

Pengertian pantun menurut R.O. Winsted, Pantun merupakan sebuah rangkaian atau susunan kata yang indah dengan tujuan dan maksud untuk menggambarkan perasaan, kasih sayang, kehangatan cinta, dendan, ataupun rindu dari seseorang yang menuturkan kata kata tersebut..

 

Herman J. Waluyo

Definisi pantun menurut Herman J. Waluyo, Pantun adalah salah satu puisi Melayu yang sudah mengakar dari jaman dahulu di kalangan masyarakat Indonesia.

 

Rita Nirbaya dan Kaswan Darmadi

Pengertian pantun menurut Rita Nirbaya dan Kaswan Darmadi, Pantun merupakan salah satu puisi melayu dimana pada setiap baitnya terdapat empat barisyang memiliki sajak ABAB. Bagian lampiran ada di baris pertama dan kedua, di lanjutkan dengan makna / isi / amanat pantun yang ada di baris ke tiga dan ke empat.

 

Farika dan Edi Warsidi

Definisi pantun menurut Farika dan Edi Warsidi, Pantun adalah salah satu dari puisi lama yang sudah akrab dan dikenal luas di wilayah Nusantara kita ini. Dalam bahasa Jawa sendiri pantun sering disebut dengan istilah Parikan, kemudian bahasa Sunda menyebut pantun dengan istilah Paparikan, hingga dalam bahasa Batak pun juga ada isilah sendiri untuk pantun yaitu Umpasa.

 

Sutan Takdir Alisyahbana

Pengertian pantun menurut Sutan Takdir Alisyahbana, Pantun merupakan termasuk ke dalam jenis puisi lama yang sudah dikenal dan tidak asing lagi di masyarakat Indonesia dari zaman dahulu. Pantun ini sendiri di dalamnya terdiri dari empat baris, dimana pada setiap baris di dalam pantun ini terdiri atas 4 suku kata sampai 6 suku kata atau 8 suku kata sampai 12 suku kata. Pertama dan kedua dalam pantun disebut sampiran dan baris ketiga dan keempat disebut sebagai isi / amanat / makna pantun yang ingin di sampaikan.

 

 

Ciri Ciri Pantun

Dalam pantun ini isinya sangat unik dan terdapat banyak perbedaan yang menonjol di dalamnya jika di bandingkan dengan jenis jenis puisi lainnya. Nah berikut di bawah ini adalah beberapa Ciri Ciri Pantun :

Pantun Memiliki Rima

Di dalam pantun ini terlihat indah karena mengandung rima juga sebagai pendukung keindahannya. Rima dalam pantun ini memiliki pola A-A-A-A atau pola rima A-B-A-B.

 

Bait Dari 4 Baris

Pada pantun ini di dalamnya terdapat bait yang dimana terbentuk dari 4 baris. Pada bait tersebut terbagi menjadi dua macam fungsi, dimana baris pertama dan kedua sebagai sampiran dan baris ke tiga dan ke empat sebagai isi pantun.

 

Jumlah Kata Dalam Baris

Di setiap baris yang ada di dalam bait pantun ini setiap barisnya terdiri dari 8 suku kata sampai 12 suku kata yang membangun. Hal ini dilakukan tentu saja agar suatu pantun bisa terlihat lebih lugas dan lebih enak dalam pelafalannya, jika pantun terlalu panjang maka keindahan dari pantun akan sedikit memudar. Dimana kita tau pantun ini awalnya merupakan sebuah karya lisan.

 

Sampiran dan Isi Pantun

Dalam sebuah pantun ini di dalamnya terbentuk atas 2 baris sampiran dan 2 barus isi pantun. Sampiran pantun ini terdapat di bagian baris pertama dan kedua, kemudian bagian isi pantun ada di bagian baris ke tiga dan ke empat.

 

 

Struktur Pantun

Struktur pantun ini terdiri 2 unsur utama yaitu unsur struktur sampiran dan unsur struktur isi. Berikut sedikit pembahasannya mengenai struktur pantun isi dan sampiran :

 

Struktur Pantun Sampiran

Bagian sampiran ini terletak di baris pertama dan baris kedua di bait pantun. Sampiran ini umumnya berfungsi untuk mengantarkan atau pembuka pantun ke bagian isi pantun.

 

Struktur Pantun Isi

Bagian isi pantun adalah bagian ini dari pantun yang ada di baris ketiga dan baris ke empat, atau setelah sampiran. Seperti namanya isi merupakan bagian pantun yang memuat amanat / pesan / isi yang ingin di sampaikan.

 

 

Jenis Jenis Pantun

Jenis pantun ini sendiri sangat beragam dan banyak sekali. Apalagi jika di tinjau dari tema yang di angkat. Nah berikut di bawah ini Mastekno berikan beberapa jenis pantun :

 

Pantun Anak

Pantun anak merupakan jenis pantun yang di dalam pesan moralnya terdapat hal yang berhubungan dengan anak dan mengandung pesan moral yang bisa mendidik anak. Berikut contoh pantun anak :

Guling guling dengan kepala,
Jangan sampai kena mata,
Bapak pulang apa di bawa,
Bapak pulang gembira di bawa.

 

Pantun Humor

Pantun humor / pantun lucu / pantun jenaka merupakan jenis pantun yang di buat dengan tujuan di dalamnya untuk menghibur pembaca ataupun pendengar dari pantun tersebut. Berikut contoh pantun humor :

Buah semangka,
Buah duren,
Tidak di sangka,
Gue keren.

 

Pantun Teka Teki

Pantun teka teki ini merupakan jenis pantun yang terkadang cukup menghibur juga, terkadang juga memuat pesan moral. Pantun teka teki ini dibuat umumnya untuk membuat akrab seseorang agar bisa saling berinteraksi. Contoh pantun teka teki :

Pemilik istana berbentuk kotak,
Punya tumbuhan berdaun lebat,
Mari ayo asah otak,
Sapa yang paling hebat.

 

Pantun Agama

Pantun agama seperti namanya adalah pantun yang di dalam pesan moralnya mengandung pesan yang berhubungan dengan agama. Pesan moral tersebut bisa berisi nasihat, saran, atau yang lainnya. Berikut contooh pantun agama :

Saya ketogo cari tembaga,
Saya guna tuk satukan parang,
Jika teman ingin ke surga,
Ayo kita mengaji dan sembahyang.

 

Pantun Kepahlawanan

Pantun kepahlawanan merupakan jenis pantun dimana pada bagian isi atau pesan moralnya mengangkat tema ke pahlawanan, semangat juang, atau hal yang sejenisnya. Contoh pantun kepahlawanan :

Memang pahit rasa peria,
Makanan orang saat menjala,
Jika kau rasa taat setia,
Bersatu mari pertahankan Negara.

 

Baik itulah artikel dari Mastekno kali ini mengenai pantun, mudah mudahan artikel yang berisi Pengertian Pantun, Ciri Ciri, Jenis Jenis, dan Struktur Pantun ini bisa berguna dan bermanfaat untuk teman teman pembaca Mastekno semuanya.



Pengertian Akuntansi: Definisi, Fungsi, Manfaat, Tujuan, dan Jenis Akuntansi

Pengertian Akuntansi: Definisi, Fungsi, Manfaat, Tujuan, dan Jenis Akuntansi

Siapa sih yang tidak tau tentang pantun? apalagi di masyarakat Indonesia ini yang seringkali di suguhkan pantun pantun, seperti di acara TV, di majalah, hingga bahkan di youtube pun banyak yang mengangkat materi pantun. Selain itu saat sekolah di tingkat menengah pertama dan lanjut tingkat atas biasanya dalam pelajaran bahasa Indonesia ada materi Pantun.

Kali ini Mastekno akan berbagi artikel mengenai Pantun yang di dalamnya berisi tentang Pengertian Pantun, Ciri Ciri, Jenis Jenis, dan Struktur Pantun serta contoh pantun. Silakan teman teman simak dengan baik artikel di bawah ini ya teman!

 

Pengertian Pantun

Secara umum pantun ini bisa di artikan sebagai suatu jenis puisi lama di kesusasteraan bahasa Indonesia dengan aturan aturan tertentu dan cukup terkenal di kalangan masyarakat Indonesia, pantun ini sangat dikenal dalam bahasa bahasa daerah. Banyak sekali pantun pantun dalam bentuk bahasa daerah di Indonesia misalnya adalah parikan yaitu pantun Jawa, lalu paparikan di dalam bahasa Sunda, kemudian umpasa merupakan sebutan pantun dalam bahasa Batak, dan yang lainnya.

 

Pengertian Pantun Menurut Para Ahli

Agar teman teman bisa lebih mengerti dan memahami apa itu definisi pantun, nah Mastekno di bawah ini memberikan beberapa pengertian pantun dari pendapat yang pernah di kemukakan para ahli. Beberapa pengertian pantun menurut pendapat para ahli :

 

R. O. Winsted

Pengertian pantun menurut R.O. Winsted, Pantun merupakan sebuah rangkaian atau susunan kata yang indah dengan tujuan dan maksud untuk menggambarkan perasaan, kasih sayang, kehangatan cinta, dendan, ataupun rindu dari seseorang yang menuturkan kata kata tersebut..

 

Herman J. Waluyo

Definisi pantun menurut Herman J. Waluyo, Pantun adalah salah satu puisi Melayu yang sudah mengakar dari jaman dahulu di kalangan masyarakat Indonesia.

 

Rita Nirbaya dan Kaswan Darmadi

Pengertian pantun menurut Rita Nirbaya dan Kaswan Darmadi, Pantun merupakan salah satu puisi melayu dimana pada setiap baitnya terdapat empat barisyang memiliki sajak ABAB. Bagian lampiran ada di baris pertama dan kedua, di lanjutkan dengan makna / isi / amanat pantun yang ada di baris ke tiga dan ke empat.

 

Farika dan Edi Warsidi

Definisi pantun menurut Farika dan Edi Warsidi, Pantun adalah salah satu dari puisi lama yang sudah akrab dan dikenal luas di wilayah Nusantara kita ini. Dalam bahasa Jawa sendiri pantun sering disebut dengan istilah Parikan, kemudian bahasa Sunda menyebut pantun dengan istilah Paparikan, hingga dalam bahasa Batak pun juga ada isilah sendiri untuk pantun yaitu Umpasa.

 

Sutan Takdir Alisyahbana

Pengertian pantun menurut Sutan Takdir Alisyahbana, Pantun merupakan termasuk ke dalam jenis puisi lama yang sudah dikenal dan tidak asing lagi di masyarakat Indonesia dari zaman dahulu. Pantun ini sendiri di dalamnya terdiri dari empat baris, dimana pada setiap baris di dalam pantun ini terdiri atas 4 suku kata sampai 6 suku kata atau 8 suku kata sampai 12 suku kata. Pertama dan kedua dalam pantun disebut sampiran dan baris ketiga dan keempat disebut sebagai isi / amanat / makna pantun yang ingin di sampaikan.

 

 

Ciri Ciri Pantun

Dalam pantun ini isinya sangat unik dan terdapat banyak perbedaan yang menonjol di dalamnya jika di bandingkan dengan jenis jenis puisi lainnya. Nah berikut di bawah ini adalah beberapa Ciri Ciri Pantun :

Pantun Memiliki Rima

Di dalam pantun ini terlihat indah karena mengandung rima juga sebagai pendukung keindahannya. Rima dalam pantun ini memiliki pola A-A-A-A atau pola rima A-B-A-B.

 

Bait Dari 4 Baris

Pada pantun ini di dalamnya terdapat bait yang dimana terbentuk dari 4 baris. Pada bait tersebut terbagi menjadi dua macam fungsi, dimana baris pertama dan kedua sebagai sampiran dan baris ke tiga dan ke empat sebagai isi pantun.

 

Jumlah Kata Dalam Baris

Di setiap baris yang ada di dalam bait pantun ini setiap barisnya terdiri dari 8 suku kata sampai 12 suku kata yang membangun. Hal ini dilakukan tentu saja agar suatu pantun bisa terlihat lebih lugas dan lebih enak dalam pelafalannya, jika pantun terlalu panjang maka keindahan dari pantun akan sedikit memudar. Dimana kita tau pantun ini awalnya merupakan sebuah karya lisan.

 

Sampiran dan Isi Pantun

Dalam sebuah pantun ini di dalamnya terbentuk atas 2 baris sampiran dan 2 barus isi pantun. Sampiran pantun ini terdapat di bagian baris pertama dan kedua, kemudian bagian isi pantun ada di bagian baris ke tiga dan ke empat.

 

 

Struktur Pantun

Struktur pantun ini terdiri 2 unsur utama yaitu unsur struktur sampiran dan unsur struktur isi. Berikut sedikit pembahasannya mengenai struktur pantun isi dan sampiran :

 

Struktur Pantun Sampiran

Bagian sampiran ini terletak di baris pertama dan baris kedua di bait pantun. Sampiran ini umumnya berfungsi untuk mengantarkan atau pembuka pantun ke bagian isi pantun.

 

Struktur Pantun Isi

Bagian isi pantun adalah bagian ini dari pantun yang ada di baris ketiga dan baris ke empat, atau setelah sampiran. Seperti namanya isi merupakan bagian pantun yang memuat amanat / pesan / isi yang ingin di sampaikan.

 

 

Jenis Jenis Pantun

Jenis pantun ini sendiri sangat beragam dan banyak sekali. Apalagi jika di tinjau dari tema yang di angkat. Nah berikut di bawah ini Mastekno berikan beberapa jenis pantun :

 

Pantun Anak

Pantun anak merupakan jenis pantun yang di dalam pesan moralnya terdapat hal yang berhubungan dengan anak dan mengandung pesan moral yang bisa mendidik anak. Berikut contoh pantun anak :

Guling guling dengan kepala,
Jangan sampai kena mata,
Bapak pulang apa di bawa,
Bapak pulang gembira di bawa.

 

Pantun Humor

Pantun humor / pantun lucu / pantun jenaka merupakan jenis pantun yang di buat dengan tujuan di dalamnya untuk menghibur pembaca ataupun pendengar dari pantun tersebut. Berikut contoh pantun humor :

Buah semangka,
Buah duren,
Tidak di sangka,
Gue keren.

 

Pantun Teka Teki

Pantun teka teki ini merupakan jenis pantun yang terkadang cukup menghibur juga, terkadang juga memuat pesan moral. Pantun teka teki ini dibuat umumnya untuk membuat akrab seseorang agar bisa saling berinteraksi. Contoh pantun teka teki :

Pemilik istana berbentuk kotak,
Punya tumbuhan berdaun lebat,
Mari ayo asah otak,
Sapa yang paling hebat.

 

Pantun Agama

Pantun agama seperti namanya adalah pantun yang di dalam pesan moralnya mengandung pesan yang berhubungan dengan agama. Pesan moral tersebut bisa berisi nasihat, saran, atau yang lainnya. Berikut contooh pantun agama :

Saya ketogo cari tembaga,
Saya guna tuk satukan parang,
Jika teman ingin ke surga,
Ayo kita mengaji dan sembahyang.

 

Pantun Kepahlawanan

Pantun kepahlawanan merupakan jenis pantun dimana pada bagian isi atau pesan moralnya mengangkat tema ke pahlawanan, semangat juang, atau hal yang sejenisnya. Contoh pantun kepahlawanan :

Memang pahit rasa peria,
Makanan orang saat menjala,
Jika kau rasa taat setia,
Bersatu mari pertahankan Negara.

 

Baik itulah artikel dari Mastekno kali ini mengenai pantun, mudah mudahan artikel yang berisi Pengertian Pantun, Ciri Ciri, Jenis Jenis, dan Struktur Pantun ini bisa berguna dan bermanfaat untuk teman teman pembaca Mastekno semuanya.