Dimas Bimantoro Anak TKJ, yang hobi dan suka dengan teknologi. Berharap banyak berkontribusi untuk banyak umat dan bermanfaat apa yang di saya lakukan.

Pengertian Pajak: Fungsi, dan Jenis-Jenis Pajak di Indonesia

4 min read

pengertian pajak

Pembelajaran tentang Pajak sebernarnya tidak hanya diajarkan untuk siswa-siswi saja yang mengambil jurusan perpajakan ataupun akutansi, karena materi tentang Pajak merupakan materi yang penting untuk diketahui oleh masyarakat yang statusnya bukan hanya seorang pelajar khususnya untuk Warga Negara Indonesia. Bagaimanapun dinegara kita ini semua masyarakat diwajibkan untuk berpajak.

 

Pengertian Pajak

Pengertian pajak adalah iuran atau pungutan wajib yang harus dibayar oleh rakyat yang masuk ke dalam kategori wajib pajak kepada Negara yang berdasarkan peraturan perundang-undangan, yang dimana uang dari hasil pembayaran pajak akan digunakan untuk kepentingan pemerintahan dan untuk mensejahterakan rakyat.

Indonesia merupakan Negara yang mewajibkan rakyatnya untuk berpajak terutama yang masuk ke dalam kriteria wajib pajak, karena di Indonesia pajak merupakan sumber keuangan Negara yang paling utama yang digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyatnya. Pajak bersifat memaksa (wajib), seperti  disetujui oleh rakyat bersama dengan pemerintah. Ditetapkan oleh UUD 1945 pasal 23 ayat 2.

Imbalan yang diterima untuk para wajib pajak tidak serta merta diberikan secara langsung, tapi pemerintah memberikannya dengan cara melaksanakan pembangunan sarana dan prasarana secara merata demi tercapainya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

Pengertian Pajak Menurut Para Ahli

Di bawah ini merupakan beberapa pengertian pajak dari para ahli :

1. Dr. PJA Andriani

Pajak merupakan iuran masyarakat yang diberikan kepada Negara yang bersifat memaksa dan dapat dipaksakan serta akan tercatat sebagai hutang bagi mereka yang wajib membayar sesai dengan peraturan perundang-undangan dengan tidak mendapatkan imbalan langsung dapat digunakan untuk pembiayaan yang diperlukan bagi Negara.

 

2. Soeparman Soemahamidjaya

Pajak adalah iuran wajib bagi rakyat, baik berupa uang ataupun barang yang dipungut oleh penguasa sesuai dengan norma hukum yang berlaku yang digunakan untuk menutup biaya produksi barang dan jasa untuk mensejahterakan rakyat.

 

3. Dr. MJH. Smeeths

Menurut Prof. Dr. MJH. Smeeths, pajak merupakan sebuah prestasi yang dicapai oleh pemerintah yang terhutang sesuai norma serta dapat dipaksakan tanpa kontra prestasi dari masing-masing warga atau masyarakat. Intinya adalah untuk membiayai pengeluaran pemerintah.

 

4. Undang-Undang Negara Republik Indonesia

Menurut Undang-Undang No. 28 Tahun 2007 pasal 1 ayat 1, yang menjelaskan bahwa pajak adalah kontribusi wajib kepada Negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan Negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

 

5. Dr. Rochmat Soemitro, SH

Prof. Dr. Rochmat Soemitro, SH. Berpendapat bahwa pajak adalah iuran atau pungutan masyarakat kepada pemerintah berdasarkan Undang-Undang yang berlaku, atau suatu peralihan yang kekayaan dari sector swasta kepada sector public yang bersifat memaksa serta ditunjukan langsung untuk membiayai kebutuhan Negara.

 

 

Fungsi Pajak

Dalam pajak, terdapat fungsi, adapun Berikut ini adalah beberapa fungsi pajak untuk Negara :

1. Fungsi Pemerataan

Pada fungsi pemerataan pajak berfungsi sebagai instrument untuk menyetarakan antara pendapatan dengan kesejahteraan masyarakat. Pajak ini digunakan untuk pembangunan infrastruktur secara merata sehingga dapat tercipta berbagai lapangan kerja baru secara nasional.

 

2. Fungsi Anggaran

Sumber penerimaan Negara yang paling besar ialah pajak yang dikumpulkan dari para wajib pajak. Hasil dari pungutan pajak nantinya akan dipakai untuk membiayai semua pengeluaran pemerintah dan untuk melakukan pembangunan nasional.

 

3. Fungsi Stabilitas

Pajak juga berfungsi untuk menjaga stabilitas perekonomian di Negara, untuk mengendalikan laju inflasi dengan cara mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat dengan cara memungut dan menggunakan pajak secara efektif dan efisien.

 

4. Fungsi Mengatur

pajak diunakan sebagai instrument untuk mengatur dan melaksanakan kebijakan Negara dalam bidang ekonomi dan sosial. Contohnya menaikan harga bea masuk dari luar negeri untuk melindungi produk dalam negeri.

Berikut manfaat yang didapat dari fungsi pajak diatas bagi masyarakat :

  • Pengadaan subsidi pendidikan
  • Pengadaan subsidi kesehatan
  • Pengadaan subsidi pangan
  • Pengadaan subsidi transportasi umum
  • Pengadaan dan perbaikan fasilitas umum (jembatan, jalan, trotoar, sekolah, dan lain sebagainya).

 

Jenis-Jenis Pajak

Di bawah ini merupakan jenis-jenis pajak yang ada di Indonesia

 

1. Jenis Pajak Berdasarkan Instansi Pemungut

Jenis pajak ini dibagi menjasi dua, yaitu:

  • Pajak Negara (Pusat) merupakan pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat melalui instansi tertentu, seperti Dirjen Bea dan Cukai, Pajak, dan lain-lain.
  • Pajak Daerah (Lokal) merupakan pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah simana wajib pajak terbatas pada masyarakat di daerah tersebut. Misalnya, pajak restaurant, pajak hiburan, pajak hotel, dan lain-lain.

 

2. Jenis Pajak Berdasarkan Sifatnya

Pajak berdasarkan sifatnya dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

  • Pajak Objektif, merupakan pajak yang pemungutannya berdasarkan kondisi objek tanpa memperhatikan kondisi wajib pajak. Misalkan pajak kendaraan bermotor, bea materai, pajak impor, dll.
  • Pajak Subjektif, merupakan pajak yang pemungutannya berdasarkan kondisi wajib pajaknya. Lebih tepatnya berdasarkan jumlah pajak yang harus dibayarkan, tergantung kemampuan wajib pajak.

 

3. Jenis Pajak Berdasarkan Sistem Pemungutan

Pajak berdasarkan system pemungutannya ini dibagi menjadi dua, yaitu :

  • Pajak Langsung, adalah pajak yang diberlakukan secara berkala kepada wajib pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dari kantor pajak. Ketentuan tersebut tercantumkan berapa jumlah pajak yang harus dibayarkan oleh para wajib pajak.
  • Pajak Tidak Langsung, adalah pajak yang diberlakukan kepada wajib pajak tidak dipungut secara berkala tapi hanya pada saat wajib pajak melakukan hal tertentu saja.

 

 

Sekian beberapa penjelasan tentang pajak. pengertian pajak, fungsi pajak, dan jenis pajak yang ada di Negara kita Indonesia. Dan saat ini kita telah mengetahui bahwa pajak tidak hanya semata-mata untuk diberikan kepada kantor pajak ataupun digunakan utuk hal yang tidak sewajarnya, namun pajak digunakan oleh pemerintah untuk melakukan pembangunan sarana dan prasarana, dan terutama untuk mensejahterakan masyarakat.


Dimas Bimantoro Anak TKJ, yang hobi dan suka dengan teknologi. Berharap banyak berkontribusi untuk banyak umat dan bermanfaat apa yang di saya lakukan.
Danang Febriyandra Hey Spongebob, aku tidak bisa mendengarmu! Disini gelap...

Pajak: Pengertian, Ciri-Ciri, Fungsi dan Jenisnya

6 min read

pengertian pajak

Sebuah negara pasti membutuhkan yang namanya pendapatan, salah satunya yang berasal dari pajak. Suatu bentuk pungutan yang biasa kita bayarkan sekali dalam setiap tahunnya. Nah apakah kalian pernah bertanya-tanya, kenapa sih kita harus membayar pajak?

Jika dipikir-pikir, bukankah pajak yang harus dibayarkan setiap tahunnya akan membebani rakyat. Jika pernah berpikir seperti itu, maka berarti kalian belum paham tentang apa itu pajak. Serta fungsi dari adanya pajak tersebut yang bisa kita rasakan secara langsung.

Maka dari itu, Mastekno akan memberikan sedikit pembahasan mengenai pengertian pajak. Supaya sebagai masyarakat kita semakin paham kenapa begitu penting untuk membayar pajak dengan tertib.

 

Pengertian Pajak

pengertian pajak

Adalah suatu bentuk iuran wajib yang dibayarkan oleh rakyat kepada negara. Dimana kemudian hal tersebut juga akan digunakan untuk kepentingan negara dan masyarakat umum. Jadi pengadaan pajak bukan untuk kepentingan pribadi, karena manfaatnya juga akan kembali kepada masyarakat itu sendiri.

Pajak merupakan salah satu sumber pendapatan terbesar bagi suatu negara. Tanpa adanya penerimaan dari pajak, negara akan sulit untuk menjalankan pemerintahan karena kurangnya biaya. Sehingga pembangunan nasional pun juga akan terhambat dan tentu saja berdampak kepada masyarakat lagi.

Jika dilihat dari UU No. 28 tahun 2007, pajak adalah :

“Kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang Undang, dengan tidak mendapat timbal balik secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”

 

Subjek Pajak

pengertian pajak

Lalu siapa saja yang diharuskan untuk membayar pajak setiap tahunnya? Apakah orang-orang yang dibawah garis kemiskinan pun wajib membayar pajak? Sebuah pertanyaan yang mungkin sampai saat ini masih terngiang-ngiang di kepala kalian.

Jawabannya adalah sangat sederhana, setiap warga negara Indonesia terikat dengan pajak. Akan tetapi, yang wajib membayar pajak hanya mereka yang telah memenuhi syarat baik secara subjektif maupun objektif.

Misalnya untuk pajak kendaraan, maka hanya mereka yang memiliki kendaraan yang wajib membayar pajaknya. Di sisi lain, ada pajak penghasilan yang mana dikenakan hanya pada orang dengan besar penghasilan diatas ketentuan saja.

 

Ciri-Ciri Pajak

pengertian pajak

Berdasarkan pengertian diatas, kita sudah sedikit paham tentang apa itu pajak. Dan jika diperhatikan lagi, maka pajak juga memiliki beberapa ciri sebagai berikut :

 

1. Bentuk Kontribusi Masyarakat

Pajak adalah salah satu sumber pendapatan terbesar bagi suatu negara. Sehingga negara dapat menjalankan pemerintahannya dan memeratakan pembangunan nasional. Dengan taat membayar pajak, berarti kita juga ikut andil dalam proses pembangunan negara agar lebih maju.

Dan jika suatu negara berkembang dengan baik, maka tentu dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat juga. Jadi pajak bukanlah untuk kepentingan pribadi atau segelintir orang. Melainkan digunakan untuk kepentingan umum dan kembali ke masyarakat lagi.

 

2. Bersifat Memaksa

Pajak berlaku bagi setiap warga negara Indonesia. Setiap individu yang sudah memenuhi syarat subjektif maupun objektif wajib membayarnya. Apabila ada individu yang tidak mentaati aturan ini akan dijatuhi sanksi baik berupa administratif maupun pidana.

 

3. Manfaat Tidak Langsung

Sebagai masyarakat, kita tentu ingin mendapatkan timbal balik yang baik dari pajak yang telah dibayarkan. Namun tentu pajak tersebut tidak bisa kita rasakan dampaknya secara langsung. Dalam artian ketika kita membayar pajak, maka timbal baliknya tidak terjadi saat itu juga.

Karena pajak tersebut akan digunakan untuk pembiayaan pembangunan nasional. Contohnya saja seperti pembangunan infrastruktur, jalan, jembatan atau fasilitas lainnya. Dan inilah yang didapatkan oleh masyarakat umum sebagai bentuk timbal balik dari pajak yang dibayarkan.

Dengan adanya jalan yang bagus, maka kegiatan kita pun jadi lebih mudah. Disisi lain, juga sering diadakan berbagai layanan gratis seperti kesehatan dan pendidikan yang juga dibiayai dari pajak. Jadi semua itu akan kembali kepada kita sendiri secara tidak langsung.

 

4. Berdasarkan UU

Pengadaan pajak sudah diatur dengan jelas di dalam Undang-Undang. Mulai dari siapa saja yang wajib membayar hingga nominalnya sudah termuat disana. Sehingga pemungutan pajak pun harus sesuai dan tidak boleh menyalahi UU.

Baca Juga : 3 Cara Bayar Pajak Secara Online Melalui ATM: BRI, BCA, BNI, Mandiri

Fungsi dan Manfaat Pajak

pengertian pajak

Setelah membaca penjelasan diatas, mungkin anggapan tentang pajak memberatkan masyarakat mulai hilang di dalam pikiran kalian. karena bisa dilihat sendiri, pemungutan pajak itu digunakan untuk kepentingan umum dan kembali ke masyarakat.

Nah agar kalian menjadi lebih paham tentang kenapa diadakan pemungutan pajak, berikut ini beberapa fungsi dari pajak :

 

1.Fungsi Anggaran (Budgeter)

Dalam menjalankan pemerintahan, akan dibutuhkan pengeluaran yang besar. Nah pajak adalah salah satu sumber pendapatan agar negara punya cukup biaya untuk menjalankan pemerintahan. Karena tanpa pendapatan yang cukup, maka negara tidak bisa membangun dan berkembang.

 

2. Fungsi Mengatur (Regulasi)

Pendapatan pajak akan sangat berpengaruh kepada pertumbuhan ekonomi negara. Beberapa bentuk fungsi mengatur diantaranya :

  • Pajak dapat dipakai untuk menghambat terjadinya inflasi.
  • Pajak dapat mendorong tumbuhnya kegiatan ekspor.
  • Sebagai bentuk perlindungan untuk produk dalam negeri.
  • Dapat menariki investasi modal agar perekonomian berkembang.

 

3. Fungsi Pemerataan (Distribusi)

Pajak digunakan untuk pembangunan nasional, bisa berupa infrastruktur ataupun fasilitas lainnya. Sehingga setiap daerah bisa berkembang dan merasakan timbal balik dari pajak yang dibayarkan. Jadi tidak akan ada daerah yang tertinggal karena pembangunan yang kurang.

 

4. Fungsi Stabilitas

Selanjutnya, pajak juga sangat berperan dalam menjaga stabilitas ekonomi negara. Seperti untuk menjaga jumlah uang yang beredar di dalam masyarakat sehingga menghambat terjadinya inflasi. Pemerintah dapat menyesuaikan pemungutan pajak tergantung dengan kondisi ekonomi nasional.

 

Jenis-Jenis Pajak

pengertian pajak

Pajak yang diberlakukan di Indonesia bisa dibagi menjadi beberapa macam. Yaitu berdasarkan sistem pemungutan, instansi pemungutan dan juga sifatnya.

 

1. Pajak Berdasarkan Sistem Pemungutan

Dari sistem pemungutannya, ada yang namanya pajak langsung dan pajak tidak langsung. Untuk penjelasannya bisa simak di bawah ini :

 

1. Pajak Langsung (Direct Tax)

Adalah bentuk pajak yang harus ditanggung oleh individu wajib pajak secara langsung. Dalam artian tidak bisa dialihkan ke pihak lain. Jenis pajak ini harus dibayarkan secara berkala sesuai dengan surat ketetapan yang ada. Contoh pajak langsung seperti pajak penghasilan, pajak bumi dan bangunan.

 

2. Pajak Tidak Langsung (Indirect Tax)

Adalah bentuk pajak yang proses pembayarannya bisa dialihkan kepada orang lain. Dibayarkan berdasarkan sebuah peristiwa yang terjadi, sehingga tidak berkala setiap waktu tertentu. Contoh pajak tidak langsung seperti Pajak Pertambahan Nilai *PPN, bea cukai ataupun bea materai.

 

2. Pajak Berdasarkan Instansi Pemungut

Jika dilihat dari instansi yang melakukan pemungutan, maka ada yang namanya pajak negara dan juga pajak daerah.

 

1. Pajak Negara

Adalah pajak yang secara langsung dipungut oleh pemerintah pusat. Pembayaran yang dilakukan bisa melalui Dirjen Pajak, Bea maupun Cukai yang ada di sekitar kita. Beberapa contohnya seperti pajak penghasilan, PPN, bea cukai, pajak bumi dan bangunan.

 

2. Pajak Daerah

Adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah setempat. Jadi hanya akan dikenakan untuk para wajib pajak yang terdapat di tempat tersebut saja, tidak menyeluruh secara nasioal. Contohnya seperti pahak reklame, pajak hotel, pajak hiburan dll.

 

3. Pajak Berdasarkan Sifatnya

Sebelumnya telah disebutkan bahwa seseorang wajib membayar pajak jika sudah memenuhi syarat subjektif dan objektif. Inilah yang dimaksud dengan sifat pajak, yaitu dilihat berdasarkan subjek dan objeknya.

 

1. Pajak Subjektif

Adalah pajak yang dikenakan kepada seseorang berdasarkan kondisi individu tersebut. Jadi berapa nominal pajak yang harus dibayarkan sesuai dengan kemampuan masing-masing individu. Contohnya seperti pajak penghasilan dan pajak kekayaan.

 

2. Pajak Objektif

Adalah pajak yang dikenakan kepada seseorang berdasarkan objek yang dimilikinya. Jadi tidak peduli bagaimana dengan kondisi si wajib pajak. Nominal yang harus dibayar juga disesuaikan dengan kondisi objek pajaknya. Contoh seperti pajak kendaraan, bea masuk, PPN, pajak impor dan ekspor.

 

Demikian pembahasan lengkap mengenai pengertian pajak, fungsi, ciri-ciri dan juga jenis-jenisnya. Semoga setelah membaca artikel diatas bisa membantu mensosialisasikan pajak kepada masyarakat. Sehingga kita juga tidak salah paham lagi soal pemungutan pajak ini. Apabila ada kritik, saran atau pertanyaan bisa berkomentar di bawah.


Danang Febriyandra Hey Spongebob, aku tidak bisa mendengarmu! Disini gelap...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DarkLight