√ Pengertian Omset, Profit, Margin: Contoh dan Cara Menghitungnya

Pengertian Omset, Profit, Margin: Contoh dan Cara Menghitung

Pengertian Omset, Profit, Margin: Contoh dan Cara Menghitung

Apa kamu tahu mengenai pengertian omset? Dan apakah amu mengetahui perbedaan omset dengan profit?. Mungkin jika kamu sering membaca berbagai informasi mengenai peluang usaha, kamu akan menemukan kedua istilah tersebut seperti omset dan profit. Omset dan profit memiliki kaitan yang sangat erat dalam konsep pendapatan sebuah perusahaan.

Sering munculnya kata tersebut dalam banyak artikel yang berkenaan dengan peluang usaha sehingga banyak orang sudah mulai terbiasa dengan istilah – istilah tersebut. Namun kebiasaan tersebut tidak serta merta membuat orang menjadi paham dengan baik mengenai pengertian omset dan profit. Masih banyak yang belum memahami kedua istilah tersebut, bahkan malah mereka menyamakan keduanya.

Maka dari itu untuk kamu yang belum memahami makna dari omset dan profit serta di lengkapi contoh penerapannya di dalam dunia bisnis. Dengan harapan pembahasan yang kami berikan dapat meluruskan pandangan yang masih salah terhadap pengertian omset dan profil yang selama ini muncul. Untuk lebih lengkapnya, simak ulasannya berikut ini.

 

Pengertian Omset

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) omset adalah jumlah uang hasil penjualan barang dagangan tertentu selama suatu masa jual. Sedangkan pendapat lain menyebutkan bahwa arti omset memiliki pengertian sebagai keuntungan. Dalam pengertiannya, kata omset berasal dari bahasa Inggris yaitu “Turnover” yang mempunyai arti sebuah nilai atau angka pemasukan yang memiliki sumber dari penjualan sebuah barang atau jasa dalam suatu perusahaan.

Pendapat lain juga mengatakan pengertian omset merupakan nilai bersih dari semua pendapatan sebuah perusahaan yang bersumber dari penjualan. Nilai tersebut di dapatkan dari harga yang di kalikan dengan jumlah penjualan.

Dari pengertian di atas maka dapat kita tarik kesimpulan bahwa omset merupakan sebuah nilai uang yang di dapatkan dari hasil usaha penjualan barang atau jasa. Dengan kata lain, omset merupakan semua uang yang masuk dalam hasil penjualan, omset ini juga sering di katakan dengan istilah pendapatan kotor.

Perlu kamu ketahui bahwa omset bukan melulu dalam bentuk cash. Karena omset memiliki sifat semua pendapatan yang masuk di sebuah perusahaan, maka dari itu omset ini dapat berupa piutang. Oleh karena itu, piutang juga perlu kamu perhatikan dalam mempertimbangkan dalam menentukan keuntungan dari seluruh omset perusahaan, termasuk melihat kerugian dan piutang.

 

 

Pengertian Profit

Sedangkan di sisi lain pengertian profit merupakan surplus atau kelebihan yang di dapatkan oleh sebuah perusahaan yang bersumber dari pengurangan semua pendapatan perusahaan dari usaha. Dalam hal ini hasil penjualan di kurangi semua biaya yang keluar, baik untuk operasional usaha, ataupun untuk manajemen usaha.

Dengan kata lain profit merupakan bagian dari omset. Omset sebuah perusahaan tidak dapat sepenuhnya mewakili keberhasilan usaha. Pelaku usaha bisa saja mendapatkan omset yang besar namun dengan biaya operasional yang besar. Sehingga omset dalam sebuah perusahaan tersebut akan kecil. Alhasil profit yang di dapatkan juga akan semakin kecil.

Namun di sisi lain, meskipun omset yang kamu dapatkan kecil. Namun jika dalam proses produksi tidak membutuhkan biaya operasional yang besar, maka nilai profit yang bisa kamu dapatkan justru akan lebih besar.

Istilah pendapatan kotor di berikan karena omset yang di dapatkan mash harus melalui penghitungan lagi misalnya harga pokok, biaya lain – lain yang kemudian sisa hasil penghitungan di nyatakan sebagai profit atau keuntungan. Maka dari itu profit ini merupakan bentuk dari pendapatan bersih sebuah perusahaan

 

 

Pengertian Margin

Apabila kita membicarakan mengenai keuntungan dari usaha sebagai bagian dari omset. Maka dari nilai keuntungan atau profit dan omset ini akan menghasilkan istilah yang sering di sebut dengan margin. Margin merupakan besar uang yang berhasil di dapatkan oleh sebuah perusahaan di bandingkan dengan nilai biaya yang harus di keluarkan untuk mendapatkan keuntungan.

 

 

Cara Menghitung Omset, Profit, dan Margin

Supaya kita lebih mudah lagi dalam memahami pengertian omset, profit, dan margin serta penerapannya dalam sebuah usaha, maka berikut ini akan kami berikan ilustrasi atau gambaran mengenai masalah perhitungan keuangan usaha sebagai berikut.

Sebuah perusahaan elektronik berupa TV sebanyak 1500 unit dengan harga sebesar Rp1.400.000 per unitnya. Dari penjualan tersebut, omset yang di dapatkan perusahaan sebesar 3,4 miliar. Untuk memperoleh produk tersebut dan proses distribusi ke pasar membutuhkan biaya sebesar Rp1.225.000 perunit dengan rincian.

  • Harga pokok 150.000
  • Biaya gudang 275.000
  • Biaya pemasaran 250.000
  • Biaya pengiriman 350.000
  • Administrasi 200.000

Jadi profit atau keuntungan dari penjualan TV di atas adalah Rp1.400.000 – Rp1.225.000 = Rp175.000.

Maka dari itu margin dari usaha tersebut adalah Rp175.000/Rp1.225.000 x 100% = 14,2 %.

 

Demikianlah pembahasan ringkas dari kami mengenai pengertian omset, pengertian profit, pengertian margin, dan juga di lengkapi dengan ilustrasi penerapannya dalam sebuah perhitungan keuangan dalam sebuah usaha. Semoga pembahasan di atas dapat bermanfaat dan dapat kamu jadikan sebagai referensi dalam mempelajari pengertian omset, pengertian profit, dan pengertian margin.



√ Pengertian Omset, Profit, Margin: Contoh dan Cara Menghitungnya
√ Pengertian Omset, Profit, Margin: Contoh dan Cara Menghitungnya

Pengertian Omset, Profit, Margin: Contoh dan Cara Menghitung

Pengertian Omset, Profit, Margin: Contoh dan Cara Menghitung

Apa kamu tahu mengenai pengertian omset? Dan apakah amu mengetahui perbedaan omset dengan profit?. Mungkin jika kamu sering membaca berbagai informasi mengenai peluang usaha, kamu akan menemukan kedua istilah tersebut seperti omset dan profit. Omset dan profit memiliki kaitan yang sangat erat dalam konsep pendapatan sebuah perusahaan.

Sering munculnya kata tersebut dalam banyak artikel yang berkenaan dengan peluang usaha sehingga banyak orang sudah mulai terbiasa dengan istilah – istilah tersebut. Namun kebiasaan tersebut tidak serta merta membuat orang menjadi paham dengan baik mengenai pengertian omset dan profit. Masih banyak yang belum memahami kedua istilah tersebut, bahkan malah mereka menyamakan keduanya.

Maka dari itu untuk kamu yang belum memahami makna dari omset dan profit serta di lengkapi contoh penerapannya di dalam dunia bisnis. Dengan harapan pembahasan yang kami berikan dapat meluruskan pandangan yang masih salah terhadap pengertian omset dan profil yang selama ini muncul. Untuk lebih lengkapnya, simak ulasannya berikut ini.

 

Pengertian Omset

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) omset adalah jumlah uang hasil penjualan barang dagangan tertentu selama suatu masa jual. Sedangkan pendapat lain menyebutkan bahwa arti omset memiliki pengertian sebagai keuntungan. Dalam pengertiannya, kata omset berasal dari bahasa Inggris yaitu “Turnover” yang mempunyai arti sebuah nilai atau angka pemasukan yang memiliki sumber dari penjualan sebuah barang atau jasa dalam suatu perusahaan.

Pendapat lain juga mengatakan pengertian omset merupakan nilai bersih dari semua pendapatan sebuah perusahaan yang bersumber dari penjualan. Nilai tersebut di dapatkan dari harga yang di kalikan dengan jumlah penjualan.

Dari pengertian di atas maka dapat kita tarik kesimpulan bahwa omset merupakan sebuah nilai uang yang di dapatkan dari hasil usaha penjualan barang atau jasa. Dengan kata lain, omset merupakan semua uang yang masuk dalam hasil penjualan, omset ini juga sering di katakan dengan istilah pendapatan kotor.

Perlu kamu ketahui bahwa omset bukan melulu dalam bentuk cash. Karena omset memiliki sifat semua pendapatan yang masuk di sebuah perusahaan, maka dari itu omset ini dapat berupa piutang. Oleh karena itu, piutang juga perlu kamu perhatikan dalam mempertimbangkan dalam menentukan keuntungan dari seluruh omset perusahaan, termasuk melihat kerugian dan piutang.

 

 

Pengertian Profit

Sedangkan di sisi lain pengertian profit merupakan surplus atau kelebihan yang di dapatkan oleh sebuah perusahaan yang bersumber dari pengurangan semua pendapatan perusahaan dari usaha. Dalam hal ini hasil penjualan di kurangi semua biaya yang keluar, baik untuk operasional usaha, ataupun untuk manajemen usaha.

Dengan kata lain profit merupakan bagian dari omset. Omset sebuah perusahaan tidak dapat sepenuhnya mewakili keberhasilan usaha. Pelaku usaha bisa saja mendapatkan omset yang besar namun dengan biaya operasional yang besar. Sehingga omset dalam sebuah perusahaan tersebut akan kecil. Alhasil profit yang di dapatkan juga akan semakin kecil.

Namun di sisi lain, meskipun omset yang kamu dapatkan kecil. Namun jika dalam proses produksi tidak membutuhkan biaya operasional yang besar, maka nilai profit yang bisa kamu dapatkan justru akan lebih besar.

Istilah pendapatan kotor di berikan karena omset yang di dapatkan mash harus melalui penghitungan lagi misalnya harga pokok, biaya lain – lain yang kemudian sisa hasil penghitungan di nyatakan sebagai profit atau keuntungan. Maka dari itu profit ini merupakan bentuk dari pendapatan bersih sebuah perusahaan

 

 

Pengertian Margin

Apabila kita membicarakan mengenai keuntungan dari usaha sebagai bagian dari omset. Maka dari nilai keuntungan atau profit dan omset ini akan menghasilkan istilah yang sering di sebut dengan margin. Margin merupakan besar uang yang berhasil di dapatkan oleh sebuah perusahaan di bandingkan dengan nilai biaya yang harus di keluarkan untuk mendapatkan keuntungan.

 

 

Cara Menghitung Omset, Profit, dan Margin

Supaya kita lebih mudah lagi dalam memahami pengertian omset, profit, dan margin serta penerapannya dalam sebuah usaha, maka berikut ini akan kami berikan ilustrasi atau gambaran mengenai masalah perhitungan keuangan usaha sebagai berikut.

Sebuah perusahaan elektronik berupa TV sebanyak 1500 unit dengan harga sebesar Rp1.400.000 per unitnya. Dari penjualan tersebut, omset yang di dapatkan perusahaan sebesar 3,4 miliar. Untuk memperoleh produk tersebut dan proses distribusi ke pasar membutuhkan biaya sebesar Rp1.225.000 perunit dengan rincian.

  • Harga pokok 150.000
  • Biaya gudang 275.000
  • Biaya pemasaran 250.000
  • Biaya pengiriman 350.000
  • Administrasi 200.000

Jadi profit atau keuntungan dari penjualan TV di atas adalah Rp1.400.000 – Rp1.225.000 = Rp175.000.

Maka dari itu margin dari usaha tersebut adalah Rp175.000/Rp1.225.000 x 100% = 14,2 %.

 

Demikianlah pembahasan ringkas dari kami mengenai pengertian omset, pengertian profit, pengertian margin, dan juga di lengkapi dengan ilustrasi penerapannya dalam sebuah perhitungan keuangan dalam sebuah usaha. Semoga pembahasan di atas dapat bermanfaat dan dapat kamu jadikan sebagai referensi dalam mempelajari pengertian omset, pengertian profit, dan pengertian margin.