√ Pengertian NPWP: Fungsi, Manfaat dan Syarat Membuat NPWP

Pengertian NPWP: Fungsi, Manfaat, dan Syarat Membuat NPWP

Pengertian NPWP: Fungsi, Manfaat, dan Syarat Membuat NPWP
By : Dimas Bimantoro 4 min read

NPWP pasti kalian yang sudah beranjak dewasa pasti tau dong tentang NPWP? yap NPWP ini dibutuhkan kebanyakan orang untuk syarat melamar pekerjaan atau yang memiliki penghasilan di Indonesia, entah itu badan perusahaan ataupun setiap individu yang sudah mendapatkan penghasilan di negara sendiri.

Di artikel kali ini kita akan membahas tentang pengertian, fungsi, manfaat, dan syarat untuk membuat NPWP. Untuk kalian yang belum mengetahui dan belum paham tentang apa itu NPWP dan bagaimana cara untuk membuatnya, mari kita simak artikel dibawah ini.

 

Pengertian NPWP

Pengertian NPWP atau Nomor Pokok wajib Pajak adalah nomor yang diberikan kepada seorang WP (Wajib Pajak) sebagai sarana dalam administrasi perpajakan dan digunakan sebagai tanda pengenal atau identitas diri dari seorang wajib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban pajaknya.

Di Indonesia sendiri NPWP sebenarnya harus dimiliki oleh seseorang yang sudah bekerja atau yang memiliki penghasilan, baik itu perorangan maupun perusahaan atau investor. Untuk setiap profesi memiliki nilai pajak yang berbeda-beda, sesuai dengan besar penghasilan dan jenis profesi mereka. Akan tetapi di Indonesia sendiri pemerintah memberlakukan aturan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) sehingga masyarakat yang berpenghasilan dengan nominal tertentu tidak dikenakan pajak.

 

 

Perbedaan NPWP Badan dan NPWP Pribadi

NPWP dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

  1. NPWP Badan, merupakan NPWP yang dimiliki oleh setiap badan atau perusahaan yang memiliki penghasilan di Indonesia.
  2. NPWP Pribadi, merupakan NPWP yang dimiliki secara perorangan oleh setiap inividu yang telah bekerja atau berpenghasilan di Indonesia.

Jika seorang pegawai atau karyawan memiliki NPWP pribadi, sedangkan untk seseorang yang memiliki sebuah bisnis memiliki NPWP Pribadi dan NPWP Badan untuk perusahaannya.

 

Jika dilihat secara kasat mata memang NPWP Pribadi dan NPWP badan bentuk dan ukurannya sama, yang membedakannya adalah pada informasi yang terdapat pada basis data di kantor pajaknya, seperti halnya;

  • Alamat wajib pajak
  • Jenis usaha
  • Nama wajib pajak
  • Nomor akta
  • Pemilik perusahaan
  • Harta yang dimiliki
  • Jenis usaha dan cabangnya
  • Dan lain sebagainya yang berkaitan dengan informasi perusahaan

 

 

Fungsi dan Manfaat NPWP

Fungsi utama dari sebuah NPWP adalah sebagai sarana dalam administrasi perpajakan. Dengan adanya NPWP maka data dan perhitungan pajak setiap orang tidak akan tertukar.

Berikut merupakan beberapa fungsi dari NPWP :

1. Fungsi Administrasi Perizinan

  • Sebagai dokumen pendukung untuk membuat rekening di Bank.
  • Sebagai dokumen pendukung untuk pembuatan paspor jika seseorang ingin ke luar negeri.
  • Sebagai dokumen pendukung untuk pengajuan kredit Bank.

 

2. Fungsi Administrasi Perpajakan

  • Menjadi bagian dari dokumen-dokumen perpajakan.
  • Sebagai identitas diri seorang Wajib Pajak (WP) untuk mempermudah pengurusan hak dan kewajiban yang terkait dengan perpajakan.
  • Sebagai alat identifikasi dan untuk mempermudah proses administrasi perpajakan.

 

3. Fungsi Pelayanan Pajak

  • Sebagai dokumen untuk keperluan pengurangan pembayaran pajak.
  • Sebagai dokumen untuk pelaporan dan penyetoran pajak.
  • Sebagai dokumen untuk pengembalian pajak jika terjadi kelebihan bayar pajak.

 

4. Fungsi Lain NPWP

  • Dokumen untuk membeli produk investasi, Reksadana adalah salah satu produk investasi yang mengharuskan nasabah melampirkan NPWP dalam dokumennya. Tujuan untuk mencegah dan memberantas praktik pencurian uang dan pendanaan kegiatan teroris.
  • Dokumen untuk melamar pekerjaan, beberapa perusahaan yang ada di Indonesia mewajibkan calon pekerjanya memiliki NPWP. Bagi mereka yang masih fresh graduate dan belum memiliki NPWP, Ditjen Pajak mengeluarkan kebijakan untuk membantu pembuatan NPWB bagi mereka.

 

 

Syarat Membuat NPWP

Berikut merupakan syarat untuk membuat NPWP dapat dibagi menjadi dua, yaitu :

1. Syarat Membuat NPWP Pribadi

Berikut merupakan persyaratan yang harus dibawa atau dipenuhi untuk dapat membuat sebuah NPWP pribadi :

  • Fotokopi identitas diri, seperti KTP (Kartu Tanda Penduduk) bagi WNI.
  • Fotokopi paspor, KITAS (Kartu izin Tinggal) atau KITAP (Kartu Izin Tetap) bagi WNA.
  • Fotokopi SK PNS bagi seorang PNS , fotokopi surat keterangan kerja bagi seorang wiraswasta.
  • Mengisi formulir pendaftaran pembuatan NPWP dikantor pajak.

 

2. Syarat Membuat NPWP Bagi Seorang Wiraswasta

Berikut merupakan persyaratan yang harus dibawa atau dipenuhi untuk dapat membuat sebuah NPWP untuk seorang wiraswasta :

  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi surat keterangan usaha, setidaknya dari RT setempat. Jika perusahaan berbadan hukum seperti PT (Perseroan Terbatas) maka harus menyertakan akta pendirian atau SIUP.
  • Mengisi formulir penyertaan di kantor pajak dan menyiapkan materai Rp 6.000, –
  • Mengisi beberapa formulir yang diperlukan dikantor pajak.

 

Demikian penjelasan ringkas mengenai pengertian, fungsi, manfaat, syarat, dan cara mendaftar NPWP. Semoga dapat bermanfaat untuk kalian. Seperti biasa jangan lupa share ke temen temen social media kalian supaya semuanya tau tentang cara membuat NPWP dengan prosedur yang lengkap beserta penjelasannya yang rinci dan mudah untuk diserap, jangan lupa jika kalian ingin request tutorial atau apapun itu berkaitan tentang masalah kalian, dan jika ingin memberi saran atau kritik yang membangun langsung saja tulis di kolom komentar dibawah ini ya.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengertian NPWP: Fungsi, Manfaat, dan Syarat Membuat NPWP

Pengertian NPWP: Fungsi, Manfaat, dan Syarat Membuat NPWP
By : Dimas Bimantoro 4 min read

NPWP pasti kalian yang sudah beranjak dewasa pasti tau dong tentang NPWP? yap NPWP ini dibutuhkan kebanyakan orang untuk syarat melamar pekerjaan atau yang memiliki penghasilan di Indonesia, entah itu badan perusahaan ataupun setiap individu yang sudah mendapatkan penghasilan di negara sendiri.

Di artikel kali ini kita akan membahas tentang pengertian, fungsi, manfaat, dan syarat untuk membuat NPWP. Untuk kalian yang belum mengetahui dan belum paham tentang apa itu NPWP dan bagaimana cara untuk membuatnya, mari kita simak artikel dibawah ini.

 

Pengertian NPWP

Pengertian NPWP atau Nomor Pokok wajib Pajak adalah nomor yang diberikan kepada seorang WP (Wajib Pajak) sebagai sarana dalam administrasi perpajakan dan digunakan sebagai tanda pengenal atau identitas diri dari seorang wajib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban pajaknya.

Di Indonesia sendiri NPWP sebenarnya harus dimiliki oleh seseorang yang sudah bekerja atau yang memiliki penghasilan, baik itu perorangan maupun perusahaan atau investor. Untuk setiap profesi memiliki nilai pajak yang berbeda-beda, sesuai dengan besar penghasilan dan jenis profesi mereka. Akan tetapi di Indonesia sendiri pemerintah memberlakukan aturan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) sehingga masyarakat yang berpenghasilan dengan nominal tertentu tidak dikenakan pajak.

 

 

Perbedaan NPWP Badan dan NPWP Pribadi

NPWP dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

  1. NPWP Badan, merupakan NPWP yang dimiliki oleh setiap badan atau perusahaan yang memiliki penghasilan di Indonesia.
  2. NPWP Pribadi, merupakan NPWP yang dimiliki secara perorangan oleh setiap inividu yang telah bekerja atau berpenghasilan di Indonesia.

Jika seorang pegawai atau karyawan memiliki NPWP pribadi, sedangkan untk seseorang yang memiliki sebuah bisnis memiliki NPWP Pribadi dan NPWP Badan untuk perusahaannya.

 

Jika dilihat secara kasat mata memang NPWP Pribadi dan NPWP badan bentuk dan ukurannya sama, yang membedakannya adalah pada informasi yang terdapat pada basis data di kantor pajaknya, seperti halnya;

  • Alamat wajib pajak
  • Jenis usaha
  • Nama wajib pajak
  • Nomor akta
  • Pemilik perusahaan
  • Harta yang dimiliki
  • Jenis usaha dan cabangnya
  • Dan lain sebagainya yang berkaitan dengan informasi perusahaan

 

 

Fungsi dan Manfaat NPWP

Fungsi utama dari sebuah NPWP adalah sebagai sarana dalam administrasi perpajakan. Dengan adanya NPWP maka data dan perhitungan pajak setiap orang tidak akan tertukar.

Berikut merupakan beberapa fungsi dari NPWP :

1. Fungsi Administrasi Perizinan

  • Sebagai dokumen pendukung untuk membuat rekening di Bank.
  • Sebagai dokumen pendukung untuk pembuatan paspor jika seseorang ingin ke luar negeri.
  • Sebagai dokumen pendukung untuk pengajuan kredit Bank.

 

2. Fungsi Administrasi Perpajakan

  • Menjadi bagian dari dokumen-dokumen perpajakan.
  • Sebagai identitas diri seorang Wajib Pajak (WP) untuk mempermudah pengurusan hak dan kewajiban yang terkait dengan perpajakan.
  • Sebagai alat identifikasi dan untuk mempermudah proses administrasi perpajakan.

 

3. Fungsi Pelayanan Pajak

  • Sebagai dokumen untuk keperluan pengurangan pembayaran pajak.
  • Sebagai dokumen untuk pelaporan dan penyetoran pajak.
  • Sebagai dokumen untuk pengembalian pajak jika terjadi kelebihan bayar pajak.

 

4. Fungsi Lain NPWP

  • Dokumen untuk membeli produk investasi, Reksadana adalah salah satu produk investasi yang mengharuskan nasabah melampirkan NPWP dalam dokumennya. Tujuan untuk mencegah dan memberantas praktik pencurian uang dan pendanaan kegiatan teroris.
  • Dokumen untuk melamar pekerjaan, beberapa perusahaan yang ada di Indonesia mewajibkan calon pekerjanya memiliki NPWP. Bagi mereka yang masih fresh graduate dan belum memiliki NPWP, Ditjen Pajak mengeluarkan kebijakan untuk membantu pembuatan NPWB bagi mereka.

 

 

Syarat Membuat NPWP

Berikut merupakan syarat untuk membuat NPWP dapat dibagi menjadi dua, yaitu :

1. Syarat Membuat NPWP Pribadi

Berikut merupakan persyaratan yang harus dibawa atau dipenuhi untuk dapat membuat sebuah NPWP pribadi :

  • Fotokopi identitas diri, seperti KTP (Kartu Tanda Penduduk) bagi WNI.
  • Fotokopi paspor, KITAS (Kartu izin Tinggal) atau KITAP (Kartu Izin Tetap) bagi WNA.
  • Fotokopi SK PNS bagi seorang PNS , fotokopi surat keterangan kerja bagi seorang wiraswasta.
  • Mengisi formulir pendaftaran pembuatan NPWP dikantor pajak.

 

2. Syarat Membuat NPWP Bagi Seorang Wiraswasta

Berikut merupakan persyaratan yang harus dibawa atau dipenuhi untuk dapat membuat sebuah NPWP untuk seorang wiraswasta :

  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi surat keterangan usaha, setidaknya dari RT setempat. Jika perusahaan berbadan hukum seperti PT (Perseroan Terbatas) maka harus menyertakan akta pendirian atau SIUP.
  • Mengisi formulir penyertaan di kantor pajak dan menyiapkan materai Rp 6.000, –
  • Mengisi beberapa formulir yang diperlukan dikantor pajak.

 

Demikian penjelasan ringkas mengenai pengertian, fungsi, manfaat, syarat, dan cara mendaftar NPWP. Semoga dapat bermanfaat untuk kalian. Seperti biasa jangan lupa share ke temen temen social media kalian supaya semuanya tau tentang cara membuat NPWP dengan prosedur yang lengkap beserta penjelasannya yang rinci dan mudah untuk diserap, jangan lupa jika kalian ingin request tutorial atau apapun itu berkaitan tentang masalah kalian, dan jika ingin memberi saran atau kritik yang membangun langsung saja tulis di kolom komentar dibawah ini ya.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *