√ Musik Tradisional: Pengertian, Fungsi, Ciri-Ciri, dan Contoh (Lengkap)

Musik Tradisional: Pengertian Fungsi, Ciri-Ciri, dan Contoh Musik Tradisional

Musik Tradisional: Pengertian Fungsi, Ciri-Ciri, dan Contoh Musik Tradisional
By : Shinta Marist 7 min read

Indonesia kaya akan budaya nya yang beraneka ragam, tidak heran jika Indonesia memiliki daya tarik tersendiri bagi bangsa asing. Salah satu budaya Indonesia yang menarik bagi bangsa asing adalah musik tradisional. Tidak hanya indonesia semua negara pasti memiliki musik tradisional mereka.

Musik tradisional memiliki ciri khas tertentu dibanding dengan musik modern saat ini. Biasanya mengandung tradisi, gaya, dan bahasa khas dari daerahnya masing – masing. Nah pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang musik tradisional mulai dari pengertiannya, fungsi musik tradisional, dan juga contohnya secara lengkap. Berikut adalah penjelasannya simak penjelasannya berikut ini ya.

 

Pengertian Musik Tradisional

Musik tradisional memiliki arti yang banyak, salah satu referensi yang saya ambil adalah pengertian musik tradisional adalah musik yang digunakan untuk sarana hiburan dan ada di lingkungan masyarakat yang berlaku secara turun temurun. Di dalam musik tradisional ada tiga komponen utama yang sangat berpengaruh yaitu masyarakat, musik, dan juga senimannya.

Sesuai dengan namanya musik tradisional memiliki ciri khas masing – masing yang sesuai dengan ciri daerahnya. Ciri khas tersebut biasanya dipengaruhi oleh masa lalu dari daerah atau bisa juga yang lainnya. Setiap daerah memiliki ciri masing – masing dan juga masa lalu yang berbeda – beda sehingga hal itulah yang menyebabkan musik tradisional sangat unik.

 

 

Fungsi Musik Tradisional

Setelah kita mengetahui tentang apa pengertian dari musik tradisional maka langkah selanjutnya adalah membahas mengenai fungsi dan kegunaan dari musik tradisional itu sendiri. Berikut adalah fungsi musik tradisional.

 

1. Musik Tradisional Sebagai Sarana Ekonomi

Musik tradisional dijadikan sebagai sarana ekonomi memiliki arti bahwa permainan musik tradisional dapat menghasilkan uang. Caranya adalah melakukan seni pertunjukan musik tradisional dalam pertunjukan musik misalnya di acara – acar tertentu, seperti khitanan, resepi dan lain sebagainya.

Biasanya pertunjukan ini dilakukan oleh suatu kelompok. Ada yang terdiri dari kelompok yang besar ada juga yang terdiri dari kelompok yang kecil. Kelompok itu tadi bermain musik dan dipadukan sehingga menjadi pertunjukan yang bisa menghasilkan uang.

 

2. Musik Tradisional Sebagai Pengiring Tarian

Dalam pertunjukan tari tentu akan ada musik yang mengiringi nya. Gerakan yang dihasilkan ketika sedang menari harus sesuai dengan ketukan yang diberikan oleh musik pengiring sehingga akan dapat menunjukan arti tertentu.

 

3. Musik Tradisional Sebagai Alat Komunikasi

Secara umum semua orang sudah memahami bahwa musik bisa digunakan untuk komunikasi antara penciptanya dan pendengarnya. Musik bisa menggambarkan apa yang dirasakan oleh si pencipta ke pada pendengarnya.

Selain dijadikan komunikasi di Negara tertentu musik bisa digunakan untuk peringatan yang unik seperti contoh lonceng dibunyikan untuk suatu pertanda seperti ada bahaya, waktu istirahat dan lain sebagainya.

 

4. Musik Tradisional Untuk Sara Pengembangan Diri

Maksudnya adalah dengan seseorang mempelajari soal musik seseorang itu akan mengasah keterampilan dirinya. Selain mengasah keterampilan, musik juga bisa membuat karakter  terhadap daerah nya menjadi kental. Karakter itu tadi tidak akan luntur karena adanya globalisasi. Ciri khas dari suatu daerah akan menempel di orang yang mendalami mengenai musik tradisional.

 

5. Musik Tradisional Sebagai Sarana Adat Budaya

Baik dari luar negeri maupun di dalam negeri musik bisa dijadikan sebagai pengiring upacara adat istiadat. Banyak musik tradisional yang digunakan untuk mengiri ritual ada budaya.

Contohnya bisa kita lihat pada masyarakat suku papua dalam menyambut tamu kehormatan mereka akan menyambutnya dengan suatu upacara dan lengkap dengan tarian – tariannya.

6. Musik Tradisional Sebagai Hiburan

Ini adalah fungsi musik yang terakhir, musik memiliki fungsi untuk menghibur karena sebagian musik memiliki perasaan yang bahagia. Oleh karena itu biasanya di daerah – daerah tertentu melaksanakan seni pertunjukan musik daerah di setiap minggu untuk mengalihkan pikiran mereka dari kegiatan sehari – hari.

 

 

Ciri-Ciri Musik Tradisional

Setelah kita mengetahui tentang pengertian dan fungsi dari musik tradisional, selanjutnya kita akan membahas mengenai ciri dari musik tradisional. Ciri – ciri musik tradisional tentunya berguna untuk kita dapat membedakan antara musik tradisional dengan musik modern, berikut adalah penjelasannya.

 

1. Musik Tradisional Tidak Mempunyai Notasi

Tidak mempunyai notasi artinya pada saat melaksanakan pembelajaran musik dilakukan secara lisan dan menjadikannya tidak memiliki catatan yang baku. Tidak ada notasi tertulis di partitur, kertas ataupun yang lainnya.

Hal ini menyebabkan orang zaman dahulu jika dalam hal untuk mempertahankan keseniannya akan mempertahankannya dengan baik. Namun tidak memiliki notasi juga terdapat kekurangannya. Kekurangannya yaitu hal yang dipertahankan dari masa ke masa itu dapat dengan mudah untuk punah karena generasi tidak akan bisa mengajarkan kesenian tradisional mereka.

Hal ini bisa diatasi dengan informasi – informasi yang berisi tentang musik tradisional harus diperbaiki sehingga generasi dapat melestarikannya dan keaslian dari musik tradisional itu sendiri dapat terjaga.

 

2. Permainannya Tidak Terpesialisasi

Orang yang suka bermain musik tradisional biasanya berasal dari daerah musik tradisional itu sendiri. Dan kebanyakan orang yang bisa memainkan alat musik tradisional bisa memainkan banyak jenis alat musik tidak hanya satu alat musik saja. Contohnya adalah orang yang bermain degung biasanya berasal dari seorang sinden pula.

 

3. Melibatkan Musik Daerah

Musik daerah atau tradisional sudah pasti akan diiringi oleh alat musik tradisional juga. Musik tradisional pasti dimainkan dengan alat – alat musik tradisional dari asal daerah musik itu. Seperti contoh adalah jawa pasti diiringi oleh alat musik asal jawa seperti kenong, gong, gamelan dan lain sebagainya. Sedangkan musik sunda pasti diiringi oleh alat musik khas sunda seperti karinding, degung, dan lain – lain.

4. Musik Tradisional Memiliki Sifat Informal

Sifat informal memiliki arti yang tidak resmi atau tidak serius. Banyak jenis musik tradisional yang masuk ke dalam jenis informal karena mayoritas musik ini dibuat untuk hiburan masyarakat atau sebagai seni karya yang bertujuan untuk hiburan. Walaupun kadang ada beberapa musik yang bersifat formal seperti untuk beribada atau upacara adat.

5. Musik Tradisional Bagian dari Budaya Masyarakat

Inilah salah satu pembeda antara musik tradisional dan musik modern. Musik tradisional memiliki ciri khas dari suatu daerah asalnya hal inilah yang biasanya menyebabkan jika seseorang mendengar suatu musik tradisional tertentu dapat langsung menebak daerah asalnya. Berbeda dengan musik modern yang asal daerahnya bahkan tidak diketahui.

6. Menggunakan Syair Lagu Berbahasa Daerah

Memiliki arti bahwa musik tradisional pasti memiliki atau menggunakan bahasa daerahnya masing – masing. Selain bahasa, biasanya melodi atau iringan musik yang diinginkan juga akan sesuai dengan karakter dari daerah asalnya. Contohnya adalah syair yang digunakan di lagu jawa yang mana memiliki iringan musik yang menggambarkan kebanyakan orang jawa yang mana iringannya mendayu – dayu dan halus.

 

 

Contoh Musik Tradisional

Setelah kita mengetahui tentang pengertian sampai ciri – cirinya selanjutnya kita akan membahas mengenai contoh dari musik tradisional yang berasal dari banyak Negara atau mancanegara ( internasional ). Berikut adalah contohnya.

1. Musik Tradisional Negara Korea

Berikut adalah contoh musik tradisional dari negara korea yang sudah saya rangkum, simak penjelasannya berikut  dibawah ini.

  1. Arirang
  2. Nongak
  3. Minyo
  4. Pansori
  5. Samul nori

 

2 Musik Tradisional Negara Indonesia

Berikut adalah contoh musik tradisional dari negara indonesia yang sudah saya rangkum, simak penjelasannya berikut  dibawah ini.

  1. Karang Dodou
  2. Gong Luang
  3. Huda
  4. Laras
  5. Gambang kromong
  6. Madya dan Santi Swara
  7. Krumpyung
  8. Gong Rentang
  9. Dan lain – lain.

3. Musik Tradisional Negara Spanyol

Berikut adalah contoh musik tradisional dari negara spanyol yang sudah saya rangkum, simak penjelasannya berikut  dibawah ini.

  1. Salsa
  2. Tango
  3. Cha Cha Cha
  4. Brukdown
  5. Reggaeton
  6. Samba
  7. Bachata
  8. Dan lain – lain.

 

4. Musik Tradisional Negara Jepang

Berikut adalah contoh musik tradisional dari negara jepang yang sudah saya rangkum, simak penjelasannya berikut  dibawah ini.

  1. Heike Biwa
  2. Biwa
  3. Moso
  4. Biwa Hoshi

 

Demikian artikel mengenai Pengertian Musik Tradisional, Fungsi, Ciri-Ciri, dan Contoh Musik Tradisional semoga bisa menambah wawasan kita mengenai musik khususnya di bidang musik tradisional. Musik tradisional merupakan ciri khas dari suatu daerah sehingga harus dijaga kelestariannya masing – masing. Semoga artikel ini bermanfaat dan semoga bisa membantu. Jika ada hal yang kurang jelas atau ingin ditanyakan bisa bertanya di kolom komentar yang sudah disediakan ya.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Musik Tradisional: Pengertian Fungsi, Ciri-Ciri, dan Contoh Musik Tradisional

Musik Tradisional: Pengertian Fungsi, Ciri-Ciri, dan Contoh Musik Tradisional
By : Shinta Marist 7 min read

Indonesia kaya akan budaya nya yang beraneka ragam, tidak heran jika Indonesia memiliki daya tarik tersendiri bagi bangsa asing. Salah satu budaya Indonesia yang menarik bagi bangsa asing adalah musik tradisional. Tidak hanya indonesia semua negara pasti memiliki musik tradisional mereka.

Musik tradisional memiliki ciri khas tertentu dibanding dengan musik modern saat ini. Biasanya mengandung tradisi, gaya, dan bahasa khas dari daerahnya masing – masing. Nah pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang musik tradisional mulai dari pengertiannya, fungsi musik tradisional, dan juga contohnya secara lengkap. Berikut adalah penjelasannya simak penjelasannya berikut ini ya.

 

Pengertian Musik Tradisional

Musik tradisional memiliki arti yang banyak, salah satu referensi yang saya ambil adalah pengertian musik tradisional adalah musik yang digunakan untuk sarana hiburan dan ada di lingkungan masyarakat yang berlaku secara turun temurun. Di dalam musik tradisional ada tiga komponen utama yang sangat berpengaruh yaitu masyarakat, musik, dan juga senimannya.

Sesuai dengan namanya musik tradisional memiliki ciri khas masing – masing yang sesuai dengan ciri daerahnya. Ciri khas tersebut biasanya dipengaruhi oleh masa lalu dari daerah atau bisa juga yang lainnya. Setiap daerah memiliki ciri masing – masing dan juga masa lalu yang berbeda – beda sehingga hal itulah yang menyebabkan musik tradisional sangat unik.

 

 

Fungsi Musik Tradisional

Setelah kita mengetahui tentang apa pengertian dari musik tradisional maka langkah selanjutnya adalah membahas mengenai fungsi dan kegunaan dari musik tradisional itu sendiri. Berikut adalah fungsi musik tradisional.

 

1. Musik Tradisional Sebagai Sarana Ekonomi

Musik tradisional dijadikan sebagai sarana ekonomi memiliki arti bahwa permainan musik tradisional dapat menghasilkan uang. Caranya adalah melakukan seni pertunjukan musik tradisional dalam pertunjukan musik misalnya di acara – acar tertentu, seperti khitanan, resepi dan lain sebagainya.

Biasanya pertunjukan ini dilakukan oleh suatu kelompok. Ada yang terdiri dari kelompok yang besar ada juga yang terdiri dari kelompok yang kecil. Kelompok itu tadi bermain musik dan dipadukan sehingga menjadi pertunjukan yang bisa menghasilkan uang.

 

2. Musik Tradisional Sebagai Pengiring Tarian

Dalam pertunjukan tari tentu akan ada musik yang mengiringi nya. Gerakan yang dihasilkan ketika sedang menari harus sesuai dengan ketukan yang diberikan oleh musik pengiring sehingga akan dapat menunjukan arti tertentu.

 

3. Musik Tradisional Sebagai Alat Komunikasi

Secara umum semua orang sudah memahami bahwa musik bisa digunakan untuk komunikasi antara penciptanya dan pendengarnya. Musik bisa menggambarkan apa yang dirasakan oleh si pencipta ke pada pendengarnya.

Selain dijadikan komunikasi di Negara tertentu musik bisa digunakan untuk peringatan yang unik seperti contoh lonceng dibunyikan untuk suatu pertanda seperti ada bahaya, waktu istirahat dan lain sebagainya.

 

4. Musik Tradisional Untuk Sara Pengembangan Diri

Maksudnya adalah dengan seseorang mempelajari soal musik seseorang itu akan mengasah keterampilan dirinya. Selain mengasah keterampilan, musik juga bisa membuat karakter  terhadap daerah nya menjadi kental. Karakter itu tadi tidak akan luntur karena adanya globalisasi. Ciri khas dari suatu daerah akan menempel di orang yang mendalami mengenai musik tradisional.

 

5. Musik Tradisional Sebagai Sarana Adat Budaya

Baik dari luar negeri maupun di dalam negeri musik bisa dijadikan sebagai pengiring upacara adat istiadat. Banyak musik tradisional yang digunakan untuk mengiri ritual ada budaya.

Contohnya bisa kita lihat pada masyarakat suku papua dalam menyambut tamu kehormatan mereka akan menyambutnya dengan suatu upacara dan lengkap dengan tarian – tariannya.

6. Musik Tradisional Sebagai Hiburan

Ini adalah fungsi musik yang terakhir, musik memiliki fungsi untuk menghibur karena sebagian musik memiliki perasaan yang bahagia. Oleh karena itu biasanya di daerah – daerah tertentu melaksanakan seni pertunjukan musik daerah di setiap minggu untuk mengalihkan pikiran mereka dari kegiatan sehari – hari.

 

 

Ciri-Ciri Musik Tradisional

Setelah kita mengetahui tentang pengertian dan fungsi dari musik tradisional, selanjutnya kita akan membahas mengenai ciri dari musik tradisional. Ciri – ciri musik tradisional tentunya berguna untuk kita dapat membedakan antara musik tradisional dengan musik modern, berikut adalah penjelasannya.

 

1. Musik Tradisional Tidak Mempunyai Notasi

Tidak mempunyai notasi artinya pada saat melaksanakan pembelajaran musik dilakukan secara lisan dan menjadikannya tidak memiliki catatan yang baku. Tidak ada notasi tertulis di partitur, kertas ataupun yang lainnya.

Hal ini menyebabkan orang zaman dahulu jika dalam hal untuk mempertahankan keseniannya akan mempertahankannya dengan baik. Namun tidak memiliki notasi juga terdapat kekurangannya. Kekurangannya yaitu hal yang dipertahankan dari masa ke masa itu dapat dengan mudah untuk punah karena generasi tidak akan bisa mengajarkan kesenian tradisional mereka.

Hal ini bisa diatasi dengan informasi – informasi yang berisi tentang musik tradisional harus diperbaiki sehingga generasi dapat melestarikannya dan keaslian dari musik tradisional itu sendiri dapat terjaga.

 

2. Permainannya Tidak Terpesialisasi

Orang yang suka bermain musik tradisional biasanya berasal dari daerah musik tradisional itu sendiri. Dan kebanyakan orang yang bisa memainkan alat musik tradisional bisa memainkan banyak jenis alat musik tidak hanya satu alat musik saja. Contohnya adalah orang yang bermain degung biasanya berasal dari seorang sinden pula.

 

3. Melibatkan Musik Daerah

Musik daerah atau tradisional sudah pasti akan diiringi oleh alat musik tradisional juga. Musik tradisional pasti dimainkan dengan alat – alat musik tradisional dari asal daerah musik itu. Seperti contoh adalah jawa pasti diiringi oleh alat musik asal jawa seperti kenong, gong, gamelan dan lain sebagainya. Sedangkan musik sunda pasti diiringi oleh alat musik khas sunda seperti karinding, degung, dan lain – lain.

4. Musik Tradisional Memiliki Sifat Informal

Sifat informal memiliki arti yang tidak resmi atau tidak serius. Banyak jenis musik tradisional yang masuk ke dalam jenis informal karena mayoritas musik ini dibuat untuk hiburan masyarakat atau sebagai seni karya yang bertujuan untuk hiburan. Walaupun kadang ada beberapa musik yang bersifat formal seperti untuk beribada atau upacara adat.

5. Musik Tradisional Bagian dari Budaya Masyarakat

Inilah salah satu pembeda antara musik tradisional dan musik modern. Musik tradisional memiliki ciri khas dari suatu daerah asalnya hal inilah yang biasanya menyebabkan jika seseorang mendengar suatu musik tradisional tertentu dapat langsung menebak daerah asalnya. Berbeda dengan musik modern yang asal daerahnya bahkan tidak diketahui.

6. Menggunakan Syair Lagu Berbahasa Daerah

Memiliki arti bahwa musik tradisional pasti memiliki atau menggunakan bahasa daerahnya masing – masing. Selain bahasa, biasanya melodi atau iringan musik yang diinginkan juga akan sesuai dengan karakter dari daerah asalnya. Contohnya adalah syair yang digunakan di lagu jawa yang mana memiliki iringan musik yang menggambarkan kebanyakan orang jawa yang mana iringannya mendayu – dayu dan halus.

 

 

Contoh Musik Tradisional

Setelah kita mengetahui tentang pengertian sampai ciri – cirinya selanjutnya kita akan membahas mengenai contoh dari musik tradisional yang berasal dari banyak Negara atau mancanegara ( internasional ). Berikut adalah contohnya.

1. Musik Tradisional Negara Korea

Berikut adalah contoh musik tradisional dari negara korea yang sudah saya rangkum, simak penjelasannya berikut  dibawah ini.

  1. Arirang
  2. Nongak
  3. Minyo
  4. Pansori
  5. Samul nori

 

2 Musik Tradisional Negara Indonesia

Berikut adalah contoh musik tradisional dari negara indonesia yang sudah saya rangkum, simak penjelasannya berikut  dibawah ini.

  1. Karang Dodou
  2. Gong Luang
  3. Huda
  4. Laras
  5. Gambang kromong
  6. Madya dan Santi Swara
  7. Krumpyung
  8. Gong Rentang
  9. Dan lain – lain.

3. Musik Tradisional Negara Spanyol

Berikut adalah contoh musik tradisional dari negara spanyol yang sudah saya rangkum, simak penjelasannya berikut  dibawah ini.

  1. Salsa
  2. Tango
  3. Cha Cha Cha
  4. Brukdown
  5. Reggaeton
  6. Samba
  7. Bachata
  8. Dan lain – lain.

 

4. Musik Tradisional Negara Jepang

Berikut adalah contoh musik tradisional dari negara jepang yang sudah saya rangkum, simak penjelasannya berikut  dibawah ini.

  1. Heike Biwa
  2. Biwa
  3. Moso
  4. Biwa Hoshi

 

Demikian artikel mengenai Pengertian Musik Tradisional, Fungsi, Ciri-Ciri, dan Contoh Musik Tradisional semoga bisa menambah wawasan kita mengenai musik khususnya di bidang musik tradisional. Musik tradisional merupakan ciri khas dari suatu daerah sehingga harus dijaga kelestariannya masing – masing. Semoga artikel ini bermanfaat dan semoga bisa membantu. Jika ada hal yang kurang jelas atau ingin ditanyakan bisa bertanya di kolom komentar yang sudah disediakan ya.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *