√ Pengertian Kata Benda (Nomina): Ciri, Jenis dan Contoh (Lengkap)

Kata Benda (Nomina): Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contohnya

Kata Benda (Nomina): Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contohnya

Di mata pelajaran bahasa Indonesia, ada empat kata pokok yang sering dibahas di setiap mata pelajaran karena memang kata itu dianggap seperti kata dasar di dalam kalimat. Kata itu adalah kata sifat, benda, dan kata keterangan, dan kata kerja. Kata benda biasanya mengacu pada hal yang dibendakan, kata sifat mengacu pada watak sifat dari suatu hal, kata keterangan mengacu keterangan tempat dan waktu, sedangkan kata kerja mengacu ketika kita sedang melakukan sebuah kegiatan.

Keempat kata diatas jika disusun akan membentuk suatu kalimat yang padu. Nah khusus pada artikel kali ini saya akan menjelaskan mengenai kata benda nya saja. saya akan menjelaskan kata benda secara lengkap, dari pengertian, ciri – ciri, jenis, dan contohnya. Simak penjelasannya berikut ini ya.

 

Pengertian Kata Benda

Kata benda memiliki pengertian yaitu sebuah kata yang fungsinya atau memiliki kegunaan untuk mengacu ke suatu hal yang akan dibendakan. Biasanya kata benda biasa disebut dengan nomina. Kata benda digunakan untuk merujuk pada benda mati, makhluk hidup, atau suatu tempat. Kata benda biasanya digunakan untuk mengacu pada benda mati contohnya adalah batu.

Sedangkan kata benda digunakan untuk mengacu pada makhluk hidup contohnya adalah kucing. Lalu untuk mengacu pada tempat contohnya adalah taman.

 

 

Ciri-Ciri dari Kata Benda

Setelah kita mengetahui tentang pengertiannya berikut saya akan menjelaskan mengenai ciri – ciri dari kata benda. Ciri – ciri umunya ada tiga dan akan dijelaskan dibawah ini, simak penjelasannya berikut ini ya.

1. Kata benda dapat dibatalkan, biasanya menggunakan satu kata didepannya untuk mengacu pada suatu pembatalan.

Contoh kata yang sering digunakan untuk pembatalan adalah “bukan”.

Contoh kalimatnya adalah “bukan bola”.

2. Kata benda memiliki kedudukan bisa sebagai Objek ( O ) dan bisa sebagai Subjek ( S ) di dalam suatu kalimat.

Contohnya jika di dalam kalimat adalah “Tari membawa buku lama”.

Penjelasannya adalah Tari sebagai subjek namun itu merupakan suatu kata benda. Dan buku merupakan objek yang masuk ke dalam kata benda.

3. Kata benda dapat memiliki suatu arti baru apabila ditambahkan kata yang + kata sifat sehingga memiliki arti yang luas.

Contoh katanya adalah “sepatu yang bersih”.

 

 

Jenis-Jenis Kata Benda (Nomina)

Dibedakan menjadi dua jenis atau dua kelompok besar yaitu berdasarkan jenis nya dan yang kedua berdasarkan pembetukannya yang masing – masing tentunya memiliki penjelasan dan ciri – ciri yang berbeda. Berikut saya akan menjelaskan keduanya satu persatu.

Kata Benda Berdasarkan Pembetukannya

1 .Kata Benda / Nomina Turunan

Kata benda jenis ini merupakan turunan dari kata benda dasar yang biasanya telah melalui proses pengulangan, pemajemukan, atau pengimbuhan (afikasi). Proses terbentuknya pun bermacam – macam sesuai dengan imbuhan yang digunakan contohnya antara lain sebagai berikut:

1. Imbuhan Pe- + Kata Sifat (Adjektiva)

Contohnya adalah sebagai berikut:

Pe + Murah = Pemurah

Pe + Menang = Pemenang

Pe + Rajin = Perajin

 

2. Kata Kerja ( Verba ) + Imbuhan –an

Contohnya adalah sebagai berikut:

Kata Minum + Imbuhan –an = Menjadi Minuman

Kata Cuci + Imbuhan –an = Menjadi Cucian

Kata Makan + Imbuhan –an = Menjadi Makanan

 

3. Imbuhan Pe- + Kata Benda + Imbuhan –an

Contohnya adalah sebagai berikut:

Pe + Desa + an = Pedesaan

Pe + Kota + an = Perkotaan

Pe + Sawah + an = Persawahan

 

4. Imbuhan Pe- + Kata Kerja ( Verba )

Contohnya adalah sebagai berikut:

Pe + Lari = Pelari

Pe + Tulis = Penulis

Pe + Cuci = Pencuci

 

Setelah kita membahas mengenai kata turunan tadi dapat disimpulkan bahwa untuk dapat membentuk kata benda turunan ada tiga imbuhan yaitu ke- , an- dan pe-. Jika ketiga kata imbuhan tadi digunakan akan memiliki arti yang berbeda sesuai dengan terjadinya perubahan afisasi dari kata yang ingin dibentuk tadi.

 

2. Kata Benda ( Nomina ) Dasar

Jika tadi kita membahas mengenai kata benda turunan, maka selanjutnya kita akan membahas mengenai kata benda yang dasar. Kata benda dasar merupakan bentuk yang sudah sederhana sehingga tidak dapat dijabarkan ke bentuk yang lebih sederhana lagi. Kata benda dasar menunjukan identitas awal atau asli dari kata yang dibendakan. Contoh dari kata benda dasar antara lain sebagai berikut:

  1. Botol
  2. Pisau
  3. Pulpen
  4. Buku
  5. Sendok
  6. Gelas
  7. Garpu
  8. Dan lain sebagainya

 

3. Kata Benda Berdasarkan Jenisnya

Dilihat dari jenisnya kata benda dapat dibedakan menjadi dua lagi yaitu kata benda abstrak dan konkret. Abstrak adalah kata benda yang tidak dapat ditangkap oleh inderawi sedangkan konkret bisa ditangkap oleh tangkapan inderawi manusia. Berikut adalah penjelasannya.

1 .Kata Benda Abstrak

Kata Benda Abstrak adalah kata benda yang dibedakan dari jenisnya yang pertama akan saya jelaskan yang mana memiliki pengertian suatu kata benda yang mana tidak dapat dikenali oleh panca indera manusia, dan tidak dapat ditangkap oleh indera manusia. Contoh dari kata benda abstrak adalah nama sifat, keadaan, ukuran, dan lain sebagainya. Contohnya adalah sebagai berikut:

  1. Ide
  2. Udara
  3. Kebaikan
  4. Kejujuran
  5. Keyakinan
  6. Ilmu
  7. Kebohongan
  8. Dan lain sebagainya

 

2. Kata Benda Konkret

Berbeda dengan abstrak, kata benda konkret dapat ditangkap dan dapat dikenali oleh panda indera manusia. Kata benda konkret biasanya berupa benda mati, tempat, makhluk hidup, dan lain sebagainya. Contoh dari kata benda konkret adalah sebagai berikut:

  1. Buku
  2. Manusia
  3. Binatang
  4. Rumah
  5. Kertas
  6. Warung
  7. Toko
  8. Batu
  9. Dan lain sebagainya

 

 

Contoh Kata Benda Dan Cara Penggunaannya

Diatas sudah saya jelaskan mengenai pengertian, ciri – ciri, dan jenis dari kata benda. Berikutnya saya akan menjelaskan tentang cara penggunaan dari kata benda itu sendiri. Kata benda dapat dijadikan sebagai objek maupun objek di dalam sebuah kalimat. Saya akan mencontohkan kata benda yang terletak dalam sebuah kalimat, berikut adalah contohnya simak baik – baik ya.

Iqbal membuat lampu

Rafiq menjaga warung

Danau itu sangat bagus

Kita akan berlibur di pegunungan

Buku itu milik Rina

Penjual itu sangat baik

Aku membeli buku tadi sore

Kami sedang mencari tas yang hilang

Anak itu sangat pendiam

Helikopter lebih kecil dari pesawat

Catatan : Kata yang di bold atau yang ditebalkan merupakan contoh dari kata benda.

 

Demikian lah artikel mengenai Pengertian kata benda, Ciri, Jenis, dan Contoh kata benda yang sudah saya jelaskan semoga bermanfaat dan dapat membantu kalian dalam mempelajari kata benda beserta contohnya. Selain itu semoga dapat membantu kalian dalam menghadapi materi kata benda di mata pelajaran bahasa indonesia. Jika ada hal yang kurang jelas atau ada yang ingin ditanyakan silahkan bertanya dikolom komentar yang sudah disediakan dibawah ini ya.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kata Benda (Nomina): Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contohnya

Kata Benda (Nomina): Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contohnya

Di mata pelajaran bahasa Indonesia, ada empat kata pokok yang sering dibahas di setiap mata pelajaran karena memang kata itu dianggap seperti kata dasar di dalam kalimat. Kata itu adalah kata sifat, benda, dan kata keterangan, dan kata kerja. Kata benda biasanya mengacu pada hal yang dibendakan, kata sifat mengacu pada watak sifat dari suatu hal, kata keterangan mengacu keterangan tempat dan waktu, sedangkan kata kerja mengacu ketika kita sedang melakukan sebuah kegiatan.

Keempat kata diatas jika disusun akan membentuk suatu kalimat yang padu. Nah khusus pada artikel kali ini saya akan menjelaskan mengenai kata benda nya saja. saya akan menjelaskan kata benda secara lengkap, dari pengertian, ciri – ciri, jenis, dan contohnya. Simak penjelasannya berikut ini ya.

 

Pengertian Kata Benda

Kata benda memiliki pengertian yaitu sebuah kata yang fungsinya atau memiliki kegunaan untuk mengacu ke suatu hal yang akan dibendakan. Biasanya kata benda biasa disebut dengan nomina. Kata benda digunakan untuk merujuk pada benda mati, makhluk hidup, atau suatu tempat. Kata benda biasanya digunakan untuk mengacu pada benda mati contohnya adalah batu.

Sedangkan kata benda digunakan untuk mengacu pada makhluk hidup contohnya adalah kucing. Lalu untuk mengacu pada tempat contohnya adalah taman.

 

 

Ciri-Ciri dari Kata Benda

Setelah kita mengetahui tentang pengertiannya berikut saya akan menjelaskan mengenai ciri – ciri dari kata benda. Ciri – ciri umunya ada tiga dan akan dijelaskan dibawah ini, simak penjelasannya berikut ini ya.

1. Kata benda dapat dibatalkan, biasanya menggunakan satu kata didepannya untuk mengacu pada suatu pembatalan.

Contoh kata yang sering digunakan untuk pembatalan adalah “bukan”.

Contoh kalimatnya adalah “bukan bola”.

2. Kata benda memiliki kedudukan bisa sebagai Objek ( O ) dan bisa sebagai Subjek ( S ) di dalam suatu kalimat.

Contohnya jika di dalam kalimat adalah “Tari membawa buku lama”.

Penjelasannya adalah Tari sebagai subjek namun itu merupakan suatu kata benda. Dan buku merupakan objek yang masuk ke dalam kata benda.

3. Kata benda dapat memiliki suatu arti baru apabila ditambahkan kata yang + kata sifat sehingga memiliki arti yang luas.

Contoh katanya adalah “sepatu yang bersih”.

 

 

Jenis-Jenis Kata Benda (Nomina)

Dibedakan menjadi dua jenis atau dua kelompok besar yaitu berdasarkan jenis nya dan yang kedua berdasarkan pembetukannya yang masing – masing tentunya memiliki penjelasan dan ciri – ciri yang berbeda. Berikut saya akan menjelaskan keduanya satu persatu.

Kata Benda Berdasarkan Pembetukannya

1 .Kata Benda / Nomina Turunan

Kata benda jenis ini merupakan turunan dari kata benda dasar yang biasanya telah melalui proses pengulangan, pemajemukan, atau pengimbuhan (afikasi). Proses terbentuknya pun bermacam – macam sesuai dengan imbuhan yang digunakan contohnya antara lain sebagai berikut:

1. Imbuhan Pe- + Kata Sifat (Adjektiva)

Contohnya adalah sebagai berikut:

Pe + Murah = Pemurah

Pe + Menang = Pemenang

Pe + Rajin = Perajin

 

2. Kata Kerja ( Verba ) + Imbuhan –an

Contohnya adalah sebagai berikut:

Kata Minum + Imbuhan –an = Menjadi Minuman

Kata Cuci + Imbuhan –an = Menjadi Cucian

Kata Makan + Imbuhan –an = Menjadi Makanan

 

3. Imbuhan Pe- + Kata Benda + Imbuhan –an

Contohnya adalah sebagai berikut:

Pe + Desa + an = Pedesaan

Pe + Kota + an = Perkotaan

Pe + Sawah + an = Persawahan

 

4. Imbuhan Pe- + Kata Kerja ( Verba )

Contohnya adalah sebagai berikut:

Pe + Lari = Pelari

Pe + Tulis = Penulis

Pe + Cuci = Pencuci

 

Setelah kita membahas mengenai kata turunan tadi dapat disimpulkan bahwa untuk dapat membentuk kata benda turunan ada tiga imbuhan yaitu ke- , an- dan pe-. Jika ketiga kata imbuhan tadi digunakan akan memiliki arti yang berbeda sesuai dengan terjadinya perubahan afisasi dari kata yang ingin dibentuk tadi.

 

2. Kata Benda ( Nomina ) Dasar

Jika tadi kita membahas mengenai kata benda turunan, maka selanjutnya kita akan membahas mengenai kata benda yang dasar. Kata benda dasar merupakan bentuk yang sudah sederhana sehingga tidak dapat dijabarkan ke bentuk yang lebih sederhana lagi. Kata benda dasar menunjukan identitas awal atau asli dari kata yang dibendakan. Contoh dari kata benda dasar antara lain sebagai berikut:

  1. Botol
  2. Pisau
  3. Pulpen
  4. Buku
  5. Sendok
  6. Gelas
  7. Garpu
  8. Dan lain sebagainya

 

3. Kata Benda Berdasarkan Jenisnya

Dilihat dari jenisnya kata benda dapat dibedakan menjadi dua lagi yaitu kata benda abstrak dan konkret. Abstrak adalah kata benda yang tidak dapat ditangkap oleh inderawi sedangkan konkret bisa ditangkap oleh tangkapan inderawi manusia. Berikut adalah penjelasannya.

1 .Kata Benda Abstrak

Kata Benda Abstrak adalah kata benda yang dibedakan dari jenisnya yang pertama akan saya jelaskan yang mana memiliki pengertian suatu kata benda yang mana tidak dapat dikenali oleh panca indera manusia, dan tidak dapat ditangkap oleh indera manusia. Contoh dari kata benda abstrak adalah nama sifat, keadaan, ukuran, dan lain sebagainya. Contohnya adalah sebagai berikut:

  1. Ide
  2. Udara
  3. Kebaikan
  4. Kejujuran
  5. Keyakinan
  6. Ilmu
  7. Kebohongan
  8. Dan lain sebagainya

 

2. Kata Benda Konkret

Berbeda dengan abstrak, kata benda konkret dapat ditangkap dan dapat dikenali oleh panda indera manusia. Kata benda konkret biasanya berupa benda mati, tempat, makhluk hidup, dan lain sebagainya. Contoh dari kata benda konkret adalah sebagai berikut:

  1. Buku
  2. Manusia
  3. Binatang
  4. Rumah
  5. Kertas
  6. Warung
  7. Toko
  8. Batu
  9. Dan lain sebagainya

 

 

Contoh Kata Benda Dan Cara Penggunaannya

Diatas sudah saya jelaskan mengenai pengertian, ciri – ciri, dan jenis dari kata benda. Berikutnya saya akan menjelaskan tentang cara penggunaan dari kata benda itu sendiri. Kata benda dapat dijadikan sebagai objek maupun objek di dalam sebuah kalimat. Saya akan mencontohkan kata benda yang terletak dalam sebuah kalimat, berikut adalah contohnya simak baik – baik ya.

Iqbal membuat lampu

Rafiq menjaga warung

Danau itu sangat bagus

Kita akan berlibur di pegunungan

Buku itu milik Rina

Penjual itu sangat baik

Aku membeli buku tadi sore

Kami sedang mencari tas yang hilang

Anak itu sangat pendiam

Helikopter lebih kecil dari pesawat

Catatan : Kata yang di bold atau yang ditebalkan merupakan contoh dari kata benda.

 

Demikian lah artikel mengenai Pengertian kata benda, Ciri, Jenis, dan Contoh kata benda yang sudah saya jelaskan semoga bermanfaat dan dapat membantu kalian dalam mempelajari kata benda beserta contohnya. Selain itu semoga dapat membantu kalian dalam menghadapi materi kata benda di mata pelajaran bahasa indonesia. Jika ada hal yang kurang jelas atau ada yang ingin ditanyakan silahkan bertanya dikolom komentar yang sudah disediakan dibawah ini ya.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *