√ Pengertian Karakter: Jenis, Proses Pembentukan dan Contoh Karakter

Pengertian Karakter: Jenis, Proses Pembentukan, dan Contoh Karakter

Pengertian Karakter: Jenis, Proses Pembentukan, dan Contoh Karakter

Dalam kehidupan sehari – hari terkadang kita menyamakan karakter dengan watak, sifat, atau kepribadian seseorang. Padahal karakter adalah salah satu ciri khas yang dimiliki oleh setiap benda ataupun seorang individu. Ciri khas tersebut akan melekat pada kepribadian seorang individu atau sebuah benda. Selain itu, karakter juga merupakan salah satu pengaruh bagaimana seseorang bertindak, bersikap, berujar, dan merespon sesuatu.

Lantas apakah kamu mengetahui apa pengertian karakter, jenis – jenis karakter, pembentukan karakter, dan contoh karakter? Pada dasarnya karakter merupakan akumulasi dari sifat, watak, dan juga kepribadian seseorang.

 

Pengertian Karakter

Dalam pengertiannya, kata karakter berasal dari bahasa Latin yaitu ‘kharassein“, “kharakter“, “kharax” yang memiliki arti membuat tajam. Sedangkan secara umum, karakter memiliki pengertian sebuah ciri khas yang dimiliki oleh setiap individu dan melekat pada setiap individu. Karakter yang dimiliki oleh seseorang juga dapat mempengaruhi bagaimana orang tersebut dalam bersifat dan bertindak.

 

Pengertian Karakter Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahami pengertian karakter, mari kita simak beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian karakter berikut ini.

 

1. Doni Kusuma

Menurut Doni Kusuma, Pengertian karakter adalah ciri, gaya, sifat atau karakteristik diri seseorang yang berasal dari pembentukan atau tempaan yang di peroleh dari lingkungan sekitar.

 

2. W.B. Saunders

Menurut W.B. Saunders, pengertian karakter adalah sifat yang nyata dan berbeda yang terlihat dari seorang individu. Karakter ini dapat dilihat dari berbagai macam atribut yang ada dalam tingkah laku seseorang.

 

3. Gulo W

Menurut Gulo W, Arti karakter adalah sebuah kepribadian yang terlihat dari titik tolak etis atau moral seperti kejujuran dan pada umumnya karakter ini memiliki sifat yang tetap.

 

4. Maxwell

Menurut Maxwell, karakter adalah hal yang lebih baik dari sekedar kata – kata karena karakter adalah pilihan yang menentukan kesuksesan.

 

5. Wyne

Menurut Wyne, Pengertian karakter adalah tanda tentang cara atau teknis untuk memfokuskan pelaksanaan nilai kebaikan kedalam tindakan dan tingkah laku.

 

6. Kamisa

Definisi karakter menurut Kamisa adalah Sifat kejiwaan, akhlak serta budi pekerti yang bisa menjadikan seseorang berbeda dengan orang lain.

 

7. KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Pengertian karakter adalah tabiat, watak, sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan orang lain.

 

8. Kamus Sosiologi

Pengertian karakter adalah ciri khusus dari struktur dasar kepribadian seseorang (watak).

 

 

Jenis-Jenis Karakter Manusia

Setiap manusia tentunya memiliki karakter atau kepribadian yang berbeda – beda. Secara mum jenis karakter manusia di bagi menjadi empat kategori. Adapun keempat kategori tersebut yaitu sebagai berikut.

 

1. Sanguinis

Manusia yang memiliki karakter sanguinis pada umumnya suka bersosialisasi dengan orang lain dan cenderung memiliki sifat extrovert. Selain itu, seseorang yang memiliki karakter ini juga memiliki kepribadian yang menarik, memiliki rasa humor, dan sebagainya. Mereka juga seseorang yang antusias, ekspresif, periang, dan memiliki rasa ingin tau yang tinggi. Namun kelemahan mereka yaitu egois, tidak suka di kritik, dan pelupa.

 

2. Melankolis

Seorang manusia yang memiliki karakter melankolis pada umumnya memiliki sifat tidak suka berinteraksi dengan orang lain atau introvert, seorang pemikir, dan memiliki sifat pesimis. Mereka suka berpikir secara mendalam, serius, tekun suka berkorban, dan cenderung idealis. Meskipun memiliki sifat introvert namun mereka memiliki jiwa sosial yang tinggi dan suka membantu permasalahan yang sedang di hadapi orang lain.

 

3. Koleris

Seseorang yang memiliki karakter koleris pada umumnya sangat cocok di jadikan sebagai seorang pemimpin. Karena mereka sangat suka mengatur, berpetualang, tidak mudah menyerah, tegas dalam mengambil keputusan, dan senang akan tantangan. Dibalik kelebihannya, ternyata seseorang yang memiliki karakter koleris memiliki kekurangan suka membuat kontroversi karena mereka senang memerintah, terlalu kaku, dan sering membuat keputusan yang tergesa – gesa.

 

4. Plegmatis

Manusia yang mempunyai karakter plegmatis dapat di katakan juga seseorang yang cenderung cuek dan santai. Seseorang yang memiliki karakter ini cenderung menghadapi hidupnya dengan damai meskipun sedang memiliki masalah yang sulit. Karakter plegmantis ini dapat dikatakan sebagai kebalikan dari karakter melankolis.

Karena karakter plegmatis ini lebih suka memendam rasa kecewa dan dendam yang meraka rasakan. Selain itu sifat yang mudah berteman dan cinta damai ini malah membuat dia sering di manfaatkan oleh orang lain. Bahkan dapat dikatakan bahwa orang yang memiliki karakter plegmatis ini tidak memiliki tujuan hidup, karena mereka hidup seperti air mengalir.

 

 

Proses Pembentukan Karakter

Manusia sejak lahir hingga mencapai umur tiga atau bahkan sampai lima tahun, sifat nalar dalam berpikir belum tumbuh sehingga pikiran bawah sadar mereka masih bisa menerima semua informasi dan stimulus yang masuk tanpa adanya penyeringan mana yang di anggap baik dan tidak baik. Maka dari itu pada umur tersebut pembentukan karakter sudah di mulai.

Pembentukan karakter tersebut dapat di pengaruhi oleh lingkungan sekitar, televisi, buku, internet, ataupun sumber lainnya yang bisa menambah pengetahuan dan juga kemampuan dalam menganalisis objek luar. Disinilah peran pikiran sadar sangat dominan dalam penyaringan informasi melalui panca indra sehingga akan lebih mudah dalam di terima pikiran.

Dengan banyaknya informasi yang masuk ke dalam pikiran, maka akan semakin tinggi kepercayaan dan pola pikir seseorang. Sehingga hal tersebut dapat membangun kebiasaan dan karakter yang berbeda dari setiap masing – masing individu. Hal inilah yang akan membuat setiap individu mempunyai sistem kepercayaan (belief system), citra diri (self image), dan kebiasaan unik (habit).

Jika sistem kepercayaan dalam manusia selaras dan benar, maka seorang individu akan mempunyai karakter yang baik. Begitupun sebaliknya, jika seseorang memiliki kepercayaan yang tidak selaras dan tidak benar, maka seorang individu tersebut akan mempunyai karakter yang tidak baik.

 

 

Faktor Pembentukan Karakter

Tentu saja karakter yang dimiliki setiap individu tidak dapat terbentuk dengan sendirinya, namun terdapat beberapa faktor yang memengaruhi pembentukan karakter seseorang. Adapun dua faktor yang dapat memengaruhi pembentuk karakter manusia adalah sebagai berikut.

 

1. Faktor Biologis

Faktor pertama yang dapat memengaruhi pembentukan karakter dalam diri seorang manusia yaitu faktor biologis manusia tersebut. Karena faktor biologis ini berasal dari dalam diri manusia itu sendiri dan juga dapat berasal dari faktor keturunan atau bawaan sejak lahir.

 

2. Faktor Lingkungan

Faktor kedua yang dapat memengaruhi pembentukan karakter dalam diri manusia yaitu faktor lingkungan baik itu lingkungan masyarakat, lingkungan sekolah, lingkungan tempat tinggal, dan semua faktor eksternal lainnya yang dapat memengaruhi pembentukan karakter seorang manusia.

Adat istiadat dan bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari – hari juga dapat memengaruhi pembentukan karakter seorang manusia. Dalam hal ini keluarga adalah lingkungan pertama yang dapat memengaruhi pembentukan karakter seseorang melalui kebiasaan dan mencontoh orang tuanya.

 

 

Contoh Karakter

Setelah kita memahami pengertian karakter, jenis dan pembentukan karakter. Maka kita juga perlu mengetahui contoh dari karakter seseorang supaya kita mudah memahami karakter yang dimiliki oleh setiap individu. Berikut ini merupakan beberapa contoh karakter yang sering dimiliki oleh seorang manusia.

  • Mudah bergaul
  • Sombong
  • Labil
  • Optimis
  • Minder
  • Suka mencari perhatian
  • Pendendam
  • Perfeksionis
  • Pesimis
  • Sensitif
  • Egois
  • Moody
  • Ambisius
  • Penyendiri
  • Jujur
  • Rendah hati
  • Dermawan
  • Pembangkang
  • Bijaksana
  • Pendusta
  • Keras kepala
  • Pemarah
  • Setia
  • Sopan
  • Dll.

 

Jadi demikianlah pembahasan ringkas dari kami mengenai pengertian karakter, jenis – jenis karakter, proses pembentukan karakter, faktor pembentukan karakter, dan contoh karakter dengan lengkap. Semoga pembahasan di atas dapat bermanfaat dan menambah wawasan kamu dalam memahami pengertian karakter dan mengerti karakter setiap manusia.



√ Pengertian Karakter: Jenis, Proses Pembentukan dan Contoh Karakter
√ Pengertian Karakter: Jenis, Proses Pembentukan dan Contoh Karakter

Pengertian Karakter: Jenis, Proses Pembentukan, dan Contoh Karakter

Pengertian Karakter: Jenis, Proses Pembentukan, dan Contoh Karakter

Dalam kehidupan sehari – hari terkadang kita menyamakan karakter dengan watak, sifat, atau kepribadian seseorang. Padahal karakter adalah salah satu ciri khas yang dimiliki oleh setiap benda ataupun seorang individu. Ciri khas tersebut akan melekat pada kepribadian seorang individu atau sebuah benda. Selain itu, karakter juga merupakan salah satu pengaruh bagaimana seseorang bertindak, bersikap, berujar, dan merespon sesuatu.

Lantas apakah kamu mengetahui apa pengertian karakter, jenis – jenis karakter, pembentukan karakter, dan contoh karakter? Pada dasarnya karakter merupakan akumulasi dari sifat, watak, dan juga kepribadian seseorang.

 

Pengertian Karakter

Dalam pengertiannya, kata karakter berasal dari bahasa Latin yaitu ‘kharassein“, “kharakter“, “kharax” yang memiliki arti membuat tajam. Sedangkan secara umum, karakter memiliki pengertian sebuah ciri khas yang dimiliki oleh setiap individu dan melekat pada setiap individu. Karakter yang dimiliki oleh seseorang juga dapat mempengaruhi bagaimana orang tersebut dalam bersifat dan bertindak.

 

Pengertian Karakter Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahami pengertian karakter, mari kita simak beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian karakter berikut ini.

 

1. Doni Kusuma

Menurut Doni Kusuma, Pengertian karakter adalah ciri, gaya, sifat atau karakteristik diri seseorang yang berasal dari pembentukan atau tempaan yang di peroleh dari lingkungan sekitar.

 

2. W.B. Saunders

Menurut W.B. Saunders, pengertian karakter adalah sifat yang nyata dan berbeda yang terlihat dari seorang individu. Karakter ini dapat dilihat dari berbagai macam atribut yang ada dalam tingkah laku seseorang.

 

3. Gulo W

Menurut Gulo W, Arti karakter adalah sebuah kepribadian yang terlihat dari titik tolak etis atau moral seperti kejujuran dan pada umumnya karakter ini memiliki sifat yang tetap.

 

4. Maxwell

Menurut Maxwell, karakter adalah hal yang lebih baik dari sekedar kata – kata karena karakter adalah pilihan yang menentukan kesuksesan.

 

5. Wyne

Menurut Wyne, Pengertian karakter adalah tanda tentang cara atau teknis untuk memfokuskan pelaksanaan nilai kebaikan kedalam tindakan dan tingkah laku.

 

6. Kamisa

Definisi karakter menurut Kamisa adalah Sifat kejiwaan, akhlak serta budi pekerti yang bisa menjadikan seseorang berbeda dengan orang lain.

 

7. KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Pengertian karakter adalah tabiat, watak, sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan orang lain.

 

8. Kamus Sosiologi

Pengertian karakter adalah ciri khusus dari struktur dasar kepribadian seseorang (watak).

 

 

Jenis-Jenis Karakter Manusia

Setiap manusia tentunya memiliki karakter atau kepribadian yang berbeda – beda. Secara mum jenis karakter manusia di bagi menjadi empat kategori. Adapun keempat kategori tersebut yaitu sebagai berikut.

 

1. Sanguinis

Manusia yang memiliki karakter sanguinis pada umumnya suka bersosialisasi dengan orang lain dan cenderung memiliki sifat extrovert. Selain itu, seseorang yang memiliki karakter ini juga memiliki kepribadian yang menarik, memiliki rasa humor, dan sebagainya. Mereka juga seseorang yang antusias, ekspresif, periang, dan memiliki rasa ingin tau yang tinggi. Namun kelemahan mereka yaitu egois, tidak suka di kritik, dan pelupa.

 

2. Melankolis

Seorang manusia yang memiliki karakter melankolis pada umumnya memiliki sifat tidak suka berinteraksi dengan orang lain atau introvert, seorang pemikir, dan memiliki sifat pesimis. Mereka suka berpikir secara mendalam, serius, tekun suka berkorban, dan cenderung idealis. Meskipun memiliki sifat introvert namun mereka memiliki jiwa sosial yang tinggi dan suka membantu permasalahan yang sedang di hadapi orang lain.

 

3. Koleris

Seseorang yang memiliki karakter koleris pada umumnya sangat cocok di jadikan sebagai seorang pemimpin. Karena mereka sangat suka mengatur, berpetualang, tidak mudah menyerah, tegas dalam mengambil keputusan, dan senang akan tantangan. Dibalik kelebihannya, ternyata seseorang yang memiliki karakter koleris memiliki kekurangan suka membuat kontroversi karena mereka senang memerintah, terlalu kaku, dan sering membuat keputusan yang tergesa – gesa.

 

4. Plegmatis

Manusia yang mempunyai karakter plegmatis dapat di katakan juga seseorang yang cenderung cuek dan santai. Seseorang yang memiliki karakter ini cenderung menghadapi hidupnya dengan damai meskipun sedang memiliki masalah yang sulit. Karakter plegmantis ini dapat dikatakan sebagai kebalikan dari karakter melankolis.

Karena karakter plegmatis ini lebih suka memendam rasa kecewa dan dendam yang meraka rasakan. Selain itu sifat yang mudah berteman dan cinta damai ini malah membuat dia sering di manfaatkan oleh orang lain. Bahkan dapat dikatakan bahwa orang yang memiliki karakter plegmatis ini tidak memiliki tujuan hidup, karena mereka hidup seperti air mengalir.

 

 

Proses Pembentukan Karakter

Manusia sejak lahir hingga mencapai umur tiga atau bahkan sampai lima tahun, sifat nalar dalam berpikir belum tumbuh sehingga pikiran bawah sadar mereka masih bisa menerima semua informasi dan stimulus yang masuk tanpa adanya penyeringan mana yang di anggap baik dan tidak baik. Maka dari itu pada umur tersebut pembentukan karakter sudah di mulai.

Pembentukan karakter tersebut dapat di pengaruhi oleh lingkungan sekitar, televisi, buku, internet, ataupun sumber lainnya yang bisa menambah pengetahuan dan juga kemampuan dalam menganalisis objek luar. Disinilah peran pikiran sadar sangat dominan dalam penyaringan informasi melalui panca indra sehingga akan lebih mudah dalam di terima pikiran.

Dengan banyaknya informasi yang masuk ke dalam pikiran, maka akan semakin tinggi kepercayaan dan pola pikir seseorang. Sehingga hal tersebut dapat membangun kebiasaan dan karakter yang berbeda dari setiap masing – masing individu. Hal inilah yang akan membuat setiap individu mempunyai sistem kepercayaan (belief system), citra diri (self image), dan kebiasaan unik (habit).

Jika sistem kepercayaan dalam manusia selaras dan benar, maka seorang individu akan mempunyai karakter yang baik. Begitupun sebaliknya, jika seseorang memiliki kepercayaan yang tidak selaras dan tidak benar, maka seorang individu tersebut akan mempunyai karakter yang tidak baik.

 

 

Faktor Pembentukan Karakter

Tentu saja karakter yang dimiliki setiap individu tidak dapat terbentuk dengan sendirinya, namun terdapat beberapa faktor yang memengaruhi pembentukan karakter seseorang. Adapun dua faktor yang dapat memengaruhi pembentuk karakter manusia adalah sebagai berikut.

 

1. Faktor Biologis

Faktor pertama yang dapat memengaruhi pembentukan karakter dalam diri seorang manusia yaitu faktor biologis manusia tersebut. Karena faktor biologis ini berasal dari dalam diri manusia itu sendiri dan juga dapat berasal dari faktor keturunan atau bawaan sejak lahir.

 

2. Faktor Lingkungan

Faktor kedua yang dapat memengaruhi pembentukan karakter dalam diri manusia yaitu faktor lingkungan baik itu lingkungan masyarakat, lingkungan sekolah, lingkungan tempat tinggal, dan semua faktor eksternal lainnya yang dapat memengaruhi pembentukan karakter seorang manusia.

Adat istiadat dan bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari – hari juga dapat memengaruhi pembentukan karakter seorang manusia. Dalam hal ini keluarga adalah lingkungan pertama yang dapat memengaruhi pembentukan karakter seseorang melalui kebiasaan dan mencontoh orang tuanya.

 

 

Contoh Karakter

Setelah kita memahami pengertian karakter, jenis dan pembentukan karakter. Maka kita juga perlu mengetahui contoh dari karakter seseorang supaya kita mudah memahami karakter yang dimiliki oleh setiap individu. Berikut ini merupakan beberapa contoh karakter yang sering dimiliki oleh seorang manusia.

  • Mudah bergaul
  • Sombong
  • Labil
  • Optimis
  • Minder
  • Suka mencari perhatian
  • Pendendam
  • Perfeksionis
  • Pesimis
  • Sensitif
  • Egois
  • Moody
  • Ambisius
  • Penyendiri
  • Jujur
  • Rendah hati
  • Dermawan
  • Pembangkang
  • Bijaksana
  • Pendusta
  • Keras kepala
  • Pemarah
  • Setia
  • Sopan
  • Dll.

 

Jadi demikianlah pembahasan ringkas dari kami mengenai pengertian karakter, jenis – jenis karakter, proses pembentukan karakter, faktor pembentukan karakter, dan contoh karakter dengan lengkap. Semoga pembahasan di atas dapat bermanfaat dan menambah wawasan kamu dalam memahami pengertian karakter dan mengerti karakter setiap manusia.