√ Pengertian Inflasi: Penyebab, Jenis, Teori dan Dampak Inflasi (Lengkap)

Pengertian Inflasi: Penyebab, Jenis, Teori dan Dampak Inflasi

Pengertian Inflasi: Penyebab, Jenis, Teori dan Dampak Inflasi
By : Ayu Musfiroh 8 min read

Tahukah kamu apa itu finansial? Jika kamu sering mendengar kata yang satu ini, kata finansial pastinya sudah tidak asing lagi di telinga kamu. Nah, kata finansial memang sangat akrab di telinga para ekonom atau siapapun yang bergerak di bidang ekonomi. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa finansial merupakan segala aspek yang berkaitan dengan uang, pengelolaan uang, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan keuangan.

Nah, berbicara mengenai finansial, inflasi merupakan salah satu masalah yang terjadi dalam bidang finansial ini. Apalagi, permasalahan yang satu ini selalu muncul dari tahun ke tahun di negara kita. Lantas, apa sebenarnya inflasi itu? Buat kamu yang penasaran apa itu inflasi, apa penyebabnya serta jenis, teori dan dampak dari inflasi itu sendiri, maka di artikel kali ini akan saya bahas mengenai inflasi yang meliputi pengertian secara umum, pengertian menurut para ahli, penyebab, jenis, teori dan dampak inflasi.

 

Pengertian Inflasi

Pengertian Inflasi secara umum adalah suatu keadaan dimana terjadi proses kenaikan harga – harga barang dan jasa secara umum dan terus – menerus yang disebabkan karena ketidakseimbangan antara arus uang dan arus barang. Dengan kata lain, inflasi juga dikatakan sebagai proses menurunnya nilai mata uang secara terus – menerus.

Nah, perlu kamu ketahui bahwa kenaikan harga dalam inflasi juga tidak harus dalam nilai atau persentase yang sama. Selain itu, kenaikan harga yang sifatnya sementara atau hanya terjadi satu kali dan tidak terus menerus serta tidak berdampak luas, maka hal tersebut tidak termasuk dalam kategori inflasi.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa inflasi merupakan kondisi dimana terjadi kenaikan harga dan menurunnya nilai mata uang yang berlangsung secara terus menerus dan saling mempengaruhi.

 

Pengertian Inflasi Menurut Para Ahli

Ada beberapa pendapat mengenai pengertian inflasi menurut para ahli, nah agar kamu bisa lebih memahami apa itu inflasi, maka kamu dapat melihat penjelasan berikut ini.

 

1. Sadono Sukirno

Pengertian inflasi yang pertama yaitu menurut Sadono Sukirno, yang mendefinisikan bahwa inflasi merupakan suatu proses  terjadinya kenaikan harga-harga yang terjadi dalam suatu perekonomian.

 

2. Bank Indonesia (BI)

Pengertian inflasi selanjutnya yaitu menurut Bank Indonesia (BI), yang menjelaskan bahwa inflasi merupakan kecenderungan harga-harga untuk meningkat secara umum dan terus menerus.

 

3. Winardi

Berikutnya yaitu pengertian inflasi menurut Winardi, ia mendefinisikan inflasi sebagai suatu periode pada masa tertentu, dimana terjadi penurunan kekuatan dalam membeli terhadap kesatuan moneter. Menurut pendapatnya inflasi dapat terjadi apabila nilai uang yang didepositokan beredar lebih banyak dibandingkan jumlah barang atau jasa yang ditawarkan.

 

4. Boediono

Pengertian inflasi menurut Boediono adalah suatu kecenderungan mengenai harga-harga agar naik secara umum dan secara terus-menerus. Menurut Boediono jika keadaan harga dari satu atau beberapa barang naik, maka hal tersebut tidak dapat dikatakan sebagai inflasi. Akan tetapi, apabila harga barang yang naik tersebut meluas dan menyebabkan naiknya sebagian besar barang-barang lainnya maka hal tersebut disebut dengan inflasi.

 

5. Dwi Eko Waluyo

Pengertian inflasi yang terkahir yaitu menurut Dwi Eko Waluyo, beliau menjelaskan bahwa inflasi merupakan bentuk penyakit-penyakit ekonomi yang sering timbul dan dialami hampir di semua negara. Ia juga mengatakan bahwa inflasi merupakan kecenderungan dari kenaikan harga-harga pada umumnya serta terjadi secara terus-menerus.

 

 

Penyebab Inflasi

Perlu kamu ketahui bahwa inflasi tidak terjadi begitu saja, melainkan ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya inflasi. Lantas, apa sajakah faktor penyebab inflasi? Berikut ini penjelasannya.

 

1. Meningkatnya Biaya Produksi (Cost Pull Inflation)

Biaya produksi merupakan semua biaya – biaya yang dibutuhkan dalam proses produksi seperti biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya lainnya untuk menghasilkan suatu produk atau barang. Nah, jika semua biaya produksi itu naik atau meningkat maka hal tersebut akan menyebabkan terjadinya inflasi.

 

2. Meningkatnya Permintaan (Demand Pull Inflation)

Karena konsumsi masyarakat yang meningkat akan suatu produk atau barang dan jasa, maka hal tersebut berakibat pada meningkatnya permintaan. Misalnya meningkatnya permintaan barang untuk di ekspor, meningkatnya permintaan barang untuk swasta dan masih banyak lagi. Nah, dengan meningkatnya permintaan akan suatu barang dan jasa yang terjadi secara keseluruhan, maka hal tersebut menyebabkan inflasi.

 

3. Tingginya Peredaran Uang

Selain kedua penyebab inflasi diatas, inflasi juga disebabkan karena tingginya peredaran uang. Hal ini terjadi karena uang yang beredar di masyarakat lebih banyak dibanding yang di butuhkan. Karena saat jumlah barang yang tersedia tetap, sedangkan uang yang beredar meningkat dua kali lipat, maka bisa terjadi kenaikan harga – harga barang tersebut mencapai 100%.

Nah, biasanya hal ini terjadi apabila pemerintah menerapkan sistem anggaran defisit, yang kemudian diatasi dengan mencetak uang baru sehingga membuat jumlah uang yang beredar di masyarakat semakin bertambah. Dan hal tersebut mengakibatkan terjadinya inflasi.

 

 

Jenis-Jenis Inflasi

Jenis-jenis atau macam-macam inflasi yang bisa terjadi dalam sebuah negara dibedakan menjadi 3, yaitu berdasarkan penyebabnya, berdasarkan sumbernya, dan berdasarkan tingkat keparahannya.  Nah, untuk mengetahuinya lebih dalam kamu simak penjelasannya berikut ini.

 

1. Jenis – jenis Inflasi Berdasarkan Penyebabnya

  • Demand pull inflation

Merupakan jenis inflasi yang terjadi karena kenaikan permintaan masyarakat, jadi permintaan akan barang / jasa lebih tinggi dibandingkan barang / jasa yang bisa dipenuhi oleh produsen.

  • Cost push inflation

Merupakan jenis inflasi yang timbul akibat dari biaya produksi barang dan jasa, jadi inflasi yang satu ini terjadi karena kenaikan biaya produksi sehingga menyebabkan harga penawaran barang naik.

 

2. Jenis – jenis Inflasi Berdasarkan Sumbernya

  • Domestic inflation atau Inflasi dalam negeri

Merupakan inflasi yang bersumber dari dalam negeri yang terjadi karena jumlah uang di masyarakat lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Inflasi yang satu ini juga bisa terjadi apabila jumlah barang/ jasa tertentu berkurang namun permintaan tetap sehingga harga-harga barang / jasa naik.

  • Imported inflation atau inflasi luar negeri

Merupakan inflasi yang bersumber dari luar negeri dan terjadi pada negara yang melakukan perdagangan bebas karena di sebabkan oleh naiknya harga barang impor yang berasal dari biaya produksi barang di luar negeri yang tinggi atau naiknya tarif impor barang.

 

3. Jenis- jenis Inflasi Berdasarkan Tingkat Keparahannya

  • Inflasi Ringan

Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% per tahun. Inflasi ini belum terlalu mengganggu keadaan ekonomi dan mudah untuk dikendalikan.

  • Inflasi Sedang

Inflasi sedang terjadi apabila kenaikan harga berada di antara 10% – 30% per tahun. Inflasi ini dapat menurunkan kesejahteraan masyarakat bagi yang berpenghasilan tetap.

  • Inflasi Berat

Inflasi berat terjadi apabila kenaikan harga berada di antara 30% – 100% per tahun. Inflasi ini dapat mengacaukan perekonomian suatu negara yang berakibat pada kurangnya minat masyarakat dalam menabung karena bunga bank lebih rendah dibandingkan laju tingkat inflasi.

  • Inflasi Sangat Berat atau Hyperinflation

Inflasi sangat berat terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100%. Inflasi yang satu ini sangat mengacaukan kondisi perekonomian suatu negara dan sulit dikendalikan walaupun dengan melakukan kebijakan moneter ataupun kebijakan fiskal.

 

 

Teori Inflasi

Ada beberapa teori inflasi yang perlu kamu ketahui. Dengan teori ini tentunya kamu akan mengetahui mengapa inflasi itu bisa terjadi. Penasaran apa saja teori tersebut? Yuk simak penjelasan berikut ini.

 

1. Teori Kuantitas

Teori kuantitas menjelaskan bahwa terjadinya inflasi disebabkan akibat adanya kenaikan jumlah uang yang beredar. Semakin banyak uang yang beredar maka harga-harga akan naik.

 

2. Teori Keynes

Teori keynes menjelaskan bahwa inflasi terjadi disebabkan karena masyarakat ingin hidup diluar batas kemampuan ekonominya. Nah, jika semakin banyak permintaan sedangkan penawaran tetap, maka harga-harga akan naik.

 

3. Teori Struktural

Teori struktural menjelaskan bahwa sebab – sebab inflasi berasal dari kekakuan atau infleksibilitas struktur ekonomi suatu negara. Seperti kekakuan penerimaan ekspor  yang menyebabkan negara mengalami kesulitan dalam membiayai impor dan kekakuan penawaran bahan makanan yang mengakibatkan harga bahan makanan akan naik melebihi harga barang lainnya.

 

 

Dampak Inflasi

Inflasi dapat memberikan dampak positif dan negatif terhadap masyarakat. Lantas, apa saja dampak positif dan negatif inflasi bagi suatu negara? Simak penjelasan berikut ini.

1. Dampak Inflasi Terhadap Ekspor

Ketika suatu negara mengalami inflasi, maka kemampuan ekspor negara tersebut akan berkurang karena biaya ekspor yang semakin mahal. Selain itu, devisa yang diperoleh juga semakin kecil atau berkurang karena daya saing barang ekspor mengalami penurunan.

 

2. Dampak Inflasi Terhadap Kalkulasi Harga Pokok

Jika inflasi yang tinggi tidak segera ditangani dan dikendalikan, maka akan menimbulkan masalah yang lebih besar dalam perekonomian suatu negara. Karena kondisi inflasi dapat mengakibatkan perhitungan penetapan harga pokok menjadi sulit sebab bisa menjadi terlalu kecil atau terlalu besar. Selain itu, persentase inflasi yang terjadi di masa depan juga seringkali tidak bisa diprediksi secara akurat. Sehingga membuat proses penetapan harga pokok dan harga jual menjadi tidak akurat.

 

3. Dampak Inflasi Terhadap Pendapatan

Dampak inflasi terhadap pendapatan masyarakat dapat bersifat menguntungkan ataupun merugikan. Pada beberapa kondisi (inflasi lunak), inflasi dapat mendorong para pengusaha untuk memperluas produksinya sehingga meningkatkan perekonomian. Akan tetapi, inflasi juga akan berdampak buruk bagi mereka yang berpenghasilan tetap karena nilai uangnya tetap sedangkan harga barang/ jasa naik.

 

4. Dampak Inflasi Terhadap Minat Seseorang untuk Menabung

Pada saat terjadi inflasi terutama inflasi berat, minat menabung sebagian besar orang akan berkurang karena pendapatan dari bunga tabungan jauh lebih kecil dibandingkan laju inflasi, sedangkan penabung harus membayar biaya administrasi tabungan nya.

 

Nah, Itulah penjelasan mengenai Pengertian Inflasi Penyebab, Jenis, Teori dan Dampak Inflasi yang telah saya rangkum diatas. Semoga artikel kali ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan kamu di bidang finansial atau ekonomi ya. Dan jika ada yang belum jelas mengenai topik pembahasan diatas, bisa bertanya di kolom komentar yang tersedia.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengertian Inflasi: Penyebab, Jenis, Teori dan Dampak Inflasi

Pengertian Inflasi: Penyebab, Jenis, Teori dan Dampak Inflasi
By : Ayu Musfiroh 8 min read

Tahukah kamu apa itu finansial? Jika kamu sering mendengar kata yang satu ini, kata finansial pastinya sudah tidak asing lagi di telinga kamu. Nah, kata finansial memang sangat akrab di telinga para ekonom atau siapapun yang bergerak di bidang ekonomi. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa finansial merupakan segala aspek yang berkaitan dengan uang, pengelolaan uang, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan keuangan.

Nah, berbicara mengenai finansial, inflasi merupakan salah satu masalah yang terjadi dalam bidang finansial ini. Apalagi, permasalahan yang satu ini selalu muncul dari tahun ke tahun di negara kita. Lantas, apa sebenarnya inflasi itu? Buat kamu yang penasaran apa itu inflasi, apa penyebabnya serta jenis, teori dan dampak dari inflasi itu sendiri, maka di artikel kali ini akan saya bahas mengenai inflasi yang meliputi pengertian secara umum, pengertian menurut para ahli, penyebab, jenis, teori dan dampak inflasi.

 

Pengertian Inflasi

Pengertian Inflasi secara umum adalah suatu keadaan dimana terjadi proses kenaikan harga – harga barang dan jasa secara umum dan terus – menerus yang disebabkan karena ketidakseimbangan antara arus uang dan arus barang. Dengan kata lain, inflasi juga dikatakan sebagai proses menurunnya nilai mata uang secara terus – menerus.

Nah, perlu kamu ketahui bahwa kenaikan harga dalam inflasi juga tidak harus dalam nilai atau persentase yang sama. Selain itu, kenaikan harga yang sifatnya sementara atau hanya terjadi satu kali dan tidak terus menerus serta tidak berdampak luas, maka hal tersebut tidak termasuk dalam kategori inflasi.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa inflasi merupakan kondisi dimana terjadi kenaikan harga dan menurunnya nilai mata uang yang berlangsung secara terus menerus dan saling mempengaruhi.

 

Pengertian Inflasi Menurut Para Ahli

Ada beberapa pendapat mengenai pengertian inflasi menurut para ahli, nah agar kamu bisa lebih memahami apa itu inflasi, maka kamu dapat melihat penjelasan berikut ini.

 

1. Sadono Sukirno

Pengertian inflasi yang pertama yaitu menurut Sadono Sukirno, yang mendefinisikan bahwa inflasi merupakan suatu proses  terjadinya kenaikan harga-harga yang terjadi dalam suatu perekonomian.

 

2. Bank Indonesia (BI)

Pengertian inflasi selanjutnya yaitu menurut Bank Indonesia (BI), yang menjelaskan bahwa inflasi merupakan kecenderungan harga-harga untuk meningkat secara umum dan terus menerus.

 

3. Winardi

Berikutnya yaitu pengertian inflasi menurut Winardi, ia mendefinisikan inflasi sebagai suatu periode pada masa tertentu, dimana terjadi penurunan kekuatan dalam membeli terhadap kesatuan moneter. Menurut pendapatnya inflasi dapat terjadi apabila nilai uang yang didepositokan beredar lebih banyak dibandingkan jumlah barang atau jasa yang ditawarkan.

 

4. Boediono

Pengertian inflasi menurut Boediono adalah suatu kecenderungan mengenai harga-harga agar naik secara umum dan secara terus-menerus. Menurut Boediono jika keadaan harga dari satu atau beberapa barang naik, maka hal tersebut tidak dapat dikatakan sebagai inflasi. Akan tetapi, apabila harga barang yang naik tersebut meluas dan menyebabkan naiknya sebagian besar barang-barang lainnya maka hal tersebut disebut dengan inflasi.

 

5. Dwi Eko Waluyo

Pengertian inflasi yang terkahir yaitu menurut Dwi Eko Waluyo, beliau menjelaskan bahwa inflasi merupakan bentuk penyakit-penyakit ekonomi yang sering timbul dan dialami hampir di semua negara. Ia juga mengatakan bahwa inflasi merupakan kecenderungan dari kenaikan harga-harga pada umumnya serta terjadi secara terus-menerus.

 

 

Penyebab Inflasi

Perlu kamu ketahui bahwa inflasi tidak terjadi begitu saja, melainkan ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya inflasi. Lantas, apa sajakah faktor penyebab inflasi? Berikut ini penjelasannya.

 

1. Meningkatnya Biaya Produksi (Cost Pull Inflation)

Biaya produksi merupakan semua biaya – biaya yang dibutuhkan dalam proses produksi seperti biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya lainnya untuk menghasilkan suatu produk atau barang. Nah, jika semua biaya produksi itu naik atau meningkat maka hal tersebut akan menyebabkan terjadinya inflasi.

 

2. Meningkatnya Permintaan (Demand Pull Inflation)

Karena konsumsi masyarakat yang meningkat akan suatu produk atau barang dan jasa, maka hal tersebut berakibat pada meningkatnya permintaan. Misalnya meningkatnya permintaan barang untuk di ekspor, meningkatnya permintaan barang untuk swasta dan masih banyak lagi. Nah, dengan meningkatnya permintaan akan suatu barang dan jasa yang terjadi secara keseluruhan, maka hal tersebut menyebabkan inflasi.

 

3. Tingginya Peredaran Uang

Selain kedua penyebab inflasi diatas, inflasi juga disebabkan karena tingginya peredaran uang. Hal ini terjadi karena uang yang beredar di masyarakat lebih banyak dibanding yang di butuhkan. Karena saat jumlah barang yang tersedia tetap, sedangkan uang yang beredar meningkat dua kali lipat, maka bisa terjadi kenaikan harga – harga barang tersebut mencapai 100%.

Nah, biasanya hal ini terjadi apabila pemerintah menerapkan sistem anggaran defisit, yang kemudian diatasi dengan mencetak uang baru sehingga membuat jumlah uang yang beredar di masyarakat semakin bertambah. Dan hal tersebut mengakibatkan terjadinya inflasi.

 

 

Jenis-Jenis Inflasi

Jenis-jenis atau macam-macam inflasi yang bisa terjadi dalam sebuah negara dibedakan menjadi 3, yaitu berdasarkan penyebabnya, berdasarkan sumbernya, dan berdasarkan tingkat keparahannya.  Nah, untuk mengetahuinya lebih dalam kamu simak penjelasannya berikut ini.

 

1. Jenis – jenis Inflasi Berdasarkan Penyebabnya

  • Demand pull inflation

Merupakan jenis inflasi yang terjadi karena kenaikan permintaan masyarakat, jadi permintaan akan barang / jasa lebih tinggi dibandingkan barang / jasa yang bisa dipenuhi oleh produsen.

  • Cost push inflation

Merupakan jenis inflasi yang timbul akibat dari biaya produksi barang dan jasa, jadi inflasi yang satu ini terjadi karena kenaikan biaya produksi sehingga menyebabkan harga penawaran barang naik.

 

2. Jenis – jenis Inflasi Berdasarkan Sumbernya

  • Domestic inflation atau Inflasi dalam negeri

Merupakan inflasi yang bersumber dari dalam negeri yang terjadi karena jumlah uang di masyarakat lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Inflasi yang satu ini juga bisa terjadi apabila jumlah barang/ jasa tertentu berkurang namun permintaan tetap sehingga harga-harga barang / jasa naik.

  • Imported inflation atau inflasi luar negeri

Merupakan inflasi yang bersumber dari luar negeri dan terjadi pada negara yang melakukan perdagangan bebas karena di sebabkan oleh naiknya harga barang impor yang berasal dari biaya produksi barang di luar negeri yang tinggi atau naiknya tarif impor barang.

 

3. Jenis- jenis Inflasi Berdasarkan Tingkat Keparahannya

  • Inflasi Ringan

Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% per tahun. Inflasi ini belum terlalu mengganggu keadaan ekonomi dan mudah untuk dikendalikan.

  • Inflasi Sedang

Inflasi sedang terjadi apabila kenaikan harga berada di antara 10% – 30% per tahun. Inflasi ini dapat menurunkan kesejahteraan masyarakat bagi yang berpenghasilan tetap.

  • Inflasi Berat

Inflasi berat terjadi apabila kenaikan harga berada di antara 30% – 100% per tahun. Inflasi ini dapat mengacaukan perekonomian suatu negara yang berakibat pada kurangnya minat masyarakat dalam menabung karena bunga bank lebih rendah dibandingkan laju tingkat inflasi.

  • Inflasi Sangat Berat atau Hyperinflation

Inflasi sangat berat terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100%. Inflasi yang satu ini sangat mengacaukan kondisi perekonomian suatu negara dan sulit dikendalikan walaupun dengan melakukan kebijakan moneter ataupun kebijakan fiskal.

 

 

Teori Inflasi

Ada beberapa teori inflasi yang perlu kamu ketahui. Dengan teori ini tentunya kamu akan mengetahui mengapa inflasi itu bisa terjadi. Penasaran apa saja teori tersebut? Yuk simak penjelasan berikut ini.

 

1. Teori Kuantitas

Teori kuantitas menjelaskan bahwa terjadinya inflasi disebabkan akibat adanya kenaikan jumlah uang yang beredar. Semakin banyak uang yang beredar maka harga-harga akan naik.

 

2. Teori Keynes

Teori keynes menjelaskan bahwa inflasi terjadi disebabkan karena masyarakat ingin hidup diluar batas kemampuan ekonominya. Nah, jika semakin banyak permintaan sedangkan penawaran tetap, maka harga-harga akan naik.

 

3. Teori Struktural

Teori struktural menjelaskan bahwa sebab – sebab inflasi berasal dari kekakuan atau infleksibilitas struktur ekonomi suatu negara. Seperti kekakuan penerimaan ekspor  yang menyebabkan negara mengalami kesulitan dalam membiayai impor dan kekakuan penawaran bahan makanan yang mengakibatkan harga bahan makanan akan naik melebihi harga barang lainnya.

 

 

Dampak Inflasi

Inflasi dapat memberikan dampak positif dan negatif terhadap masyarakat. Lantas, apa saja dampak positif dan negatif inflasi bagi suatu negara? Simak penjelasan berikut ini.

1. Dampak Inflasi Terhadap Ekspor

Ketika suatu negara mengalami inflasi, maka kemampuan ekspor negara tersebut akan berkurang karena biaya ekspor yang semakin mahal. Selain itu, devisa yang diperoleh juga semakin kecil atau berkurang karena daya saing barang ekspor mengalami penurunan.

 

2. Dampak Inflasi Terhadap Kalkulasi Harga Pokok

Jika inflasi yang tinggi tidak segera ditangani dan dikendalikan, maka akan menimbulkan masalah yang lebih besar dalam perekonomian suatu negara. Karena kondisi inflasi dapat mengakibatkan perhitungan penetapan harga pokok menjadi sulit sebab bisa menjadi terlalu kecil atau terlalu besar. Selain itu, persentase inflasi yang terjadi di masa depan juga seringkali tidak bisa diprediksi secara akurat. Sehingga membuat proses penetapan harga pokok dan harga jual menjadi tidak akurat.

 

3. Dampak Inflasi Terhadap Pendapatan

Dampak inflasi terhadap pendapatan masyarakat dapat bersifat menguntungkan ataupun merugikan. Pada beberapa kondisi (inflasi lunak), inflasi dapat mendorong para pengusaha untuk memperluas produksinya sehingga meningkatkan perekonomian. Akan tetapi, inflasi juga akan berdampak buruk bagi mereka yang berpenghasilan tetap karena nilai uangnya tetap sedangkan harga barang/ jasa naik.

 

4. Dampak Inflasi Terhadap Minat Seseorang untuk Menabung

Pada saat terjadi inflasi terutama inflasi berat, minat menabung sebagian besar orang akan berkurang karena pendapatan dari bunga tabungan jauh lebih kecil dibandingkan laju inflasi, sedangkan penabung harus membayar biaya administrasi tabungan nya.

 

Nah, Itulah penjelasan mengenai Pengertian Inflasi Penyebab, Jenis, Teori dan Dampak Inflasi yang telah saya rangkum diatas. Semoga artikel kali ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan kamu di bidang finansial atau ekonomi ya. Dan jika ada yang belum jelas mengenai topik pembahasan diatas, bisa bertanya di kolom komentar yang tersedia.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *