√ Pengertian Iman: Arti Umum, Rukun Iman dalam Islam (Lengkap)

Pengertian Iman: Arti Umum, Hal Yang Membatalkan dan Rukun Iman

Pengertian Iman: Arti Umum, Hal Yang Membatalkan dan Rukun Iman

Dalam agama Islam seseorang yang memiliki iman disebut sebagai Mukmin. Mukmin disini memiliki maksud bahwa seseorang muslim yang mampu dan bisa untuk memenuhi seluruh perintah yang dikehendaki oleh Allah, dan juga mempunyai iman yang kuat di dalam hati orang tersebut.

Pada kesempatan kali ini Mastekno ingin berbagi artikel yang membahas mengenai iman di dalam agama Islam. Artikel kali ini akan berisi tentang Pengertian Iman, Arti Iman, Hal Yang Membatalkan Iman, Rukun Iman dan Penjelasannya. Berikut pembahasan artikel tersebut di bawah ini, silakan teman teman simak dengan baik ya!

 

Pengertian Iman

Pengertian iman adalah merupakan suatu kepercayaan atau membenarkan, kata iman di ambil dari kata kerja yaitu aamana. Menurut istilah pengertian iman bisa dikatakan sebagai membenarkan suatu hal dengan hati, diucapkan menggunakan lisan, dan juga tidak lupa diamalkan dengan tindakan atau perbuatan. Jadi iman kepada Allah dapat diartikan bahwa percaya bahwa Allah itu ada disertai dengan semua sifat keagungan dan juga kesempurnaan yang dimiliki Allah. Untuk mewujudkan iman kepada Allah makan di ikrarkan dengan menggunakan lisan dan di tunjukkan sebagai bukti dengan perbuatan amal.

Seseorang bisa dikatakan sebagai seorang yang beriman dan seorang mukmin yang benar jika mereka telah memenuhi ketiga hal yang telah disebutkan di atas tadi. Jika seseorang meyakini di dalam hatinya bahwa keberadaan Allah itu nyata, namun mereka tidak melakukan ikrar dengan lisan beserta dibuktikan dengan amal perbuatan, orang tersebut maka tidak bisa disebut sebagai seorang mukmin yang sempurna.

Hal itu dikarenakan ketiga unsur iman tadi adalah merupakan suatu hal yang menjadi kesatuan dan utuh, sehingga tidak dapat untuk dipisahkan satu satu. Allah juga memerintahkan agar manusia beriman kepadanya, seperti di dalam Firman Allah Surat An Nisa Ayat 136, yang memiliki arti “Wahai orang-orang yang beriman. Tetaplah beriman kepada Allah dan RasulNya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al Qur’an) yang diturunkan kepada RasulNya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasulNya, dan hari kemudian, maka sungguh orang itu telah tersesat sangat jauh.”

 

Pengertian Iman Menurut Al Qur’an

Di dalam Al Qur’an juga iman memiliki maksud sebagai membenarkan suatu hal dengan penuh keyakinan kepada Allah SWT mempunyai kitab suci yang diturunkan untuk menuntun hambanya ke jalan kebenaran nyata dan hal tersebut merupakan suatu yang jelas. Al Qur’an sendiri adalah merupakan suatu kallam Allah yang telah Ia firmankan secara sebenarnya.

 

Pengertian Iman Menurut Hadis

Sedangkan menurut hadis pengertian iman adalah merupakan suatu hal pembenaran batin. Rasulullah juga menyebutkan ada hal lain yang sebagian dari iman yaitu akhlak baik, sifat sabar, cinta kepada Rasul, memiliki rasa malu, memiliki hati yang murah, dan yang lainnya.

 

Arti Iman

Secara bahasa iman ini memiliki arti sebagai pembenaran hati dan jika menurut istilah pengertian iman adalah membenarkan suatu hal dengan hati, kemudian mengikrarkan dengan menggunakan lisan, lalu mengamalkan hal tersebut dengan tindakan anggota tubuh. Berikut merupakan sedikit penjelasan mengenai arti iman :

  • Membenarkan Dengan Hati, ini memiliki maksud bahwa untuk menerima segala sesuatu yang telah di bawah oleh Rasulullah.
  • Mengikrarkan Dengan Lisan, ini memiliki maksud bahwa untuk mengucapkan dua kalimah syahadat yaitu “ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH, WAASYHADUANNA MUHAMMADAR RASULULLAH” kalimat tersebut memiliki arti “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”
  • Mengamalkan Dengan Tubuh, ini memiliki maksud bahwa mengamalkan dengan cara beribadah sesuai dengan fungsi tubuh kita, sedangkan hati dalam bentuk suatu keyakinan.

 

Rukun Iman

Di dalam agama Islam sendiri kita di ajarkan bahwa rukun Iman ini ada enam. Berikut di bawah ini merupakan rukun Iman di dalam agama Islam yang berjumlah ada enam tersebut :

  • Iman Kepada Allah SWT.
  • Iman Kepada Malaikat Malaikat.
  • Iman Kepada Kitab Kitab Allah SWT.
  • Iman Kepada Rasulullah.
  • Iman Kepada Hari Kiamat
  • Iman Kepada Qadha dan Qadar

Berikut di samping juga ada Hadits yang berhubungan dan menyebutkan mengenai iman : “Engkau beriman kedapa Allah, para malaikatNya, kitab-kitabNya, para rasulNya, kepada hari akhir dan engkau beriman kepada takdir, yang baik maupun yang buruk” (HR. Al-Bukhari & Muslim).

 

Iman Kepada Allah SWT

Iman yang pertama yaitu Iman Kepada Allah SWT, dengan mempercayai bahwa Allah itu ada orang yang beriman kepada Nya akan bisa mendapatkan suatu ketenangan dan kedamaian di dalam jiwanya. Cara paling mudah untuk beriman kepada Allah adalah dengan mempercayai dan meyakini bahwa tuhan itu hanya ada Allah dan tidak ada yang lain.

 

Iman Kepada Malaikat Malaikat

Malaikat adalah merupakan makhluk yang ghaib ciptakan Allah SWT. Malaikat merupakan makhluk yang terbuat dari cahaya dan memiliki wujud sekaligus sifat-sifat tertentu. Malaikat yang wajib kita ketahui adal 10 dan tidak lupa beserta tugas yang dimiliki tiap malaikat tersebut.

 

Iman Kepada Kitab Kitab Allah SWT

Di dalam agama Islam ini kita wajib mengetahui ada empat kitab yaitu yang pertama adalah Kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa AS, kedua adalah Kitab Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa AS, Ketiga adalah Kitab Zabur yang diturunkan kepada Nabi Dawud AS, yang keempat adalah kitab suci penutup sekaligus penyempurna dari kitab yang sudah ada sebelumnya yaotu Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

 

Iman Kepada Rasulullah

Rasulullah adalah merupakan seseorang yang mendapatkan wahyu dari Allah dengan syariat dan juga Rasulullah diperintahkan oleh Allah untuk menyebarkan dan mengamalkan wahyu yang di dapatnya tersebut. Setiap Rasulullah ini dipastikan merupakan seorang nabi, namun jika sebaliknya seorang nabi belum tentu merupakan seorang Rasulullah. Jadi jumlah nabi jauh lebih banyak jika di bandingkan dengan jumlah Rasulullah.

 

Iman Kepada Hari Kiamat

Yang dimaksud hari akhir adalah kehidupan yang kekal sesudah kehidupan yang kekal sesudah kehidupan di dunia fana ini berakhir, termasuk semua proses dan peristiwa yang terjadi pada Hari itu, mulai dari kehancuran alam semesta dan seluruh isinya, serta berakhirnya seluruh kehidupan (Qiyamah), kebangkitan seluruh umat manusia dari dalam kubur (Ba’ats), dikumpulkannya seluruh umat manusia di padang mahsyar (Hasyr), perhitungan seluruh amal perbuatan manusia di dunia (Hisab), penimbangan amal perbuatan tersebut untuk mengetahui perbandingan amal baik dan amal buruk (Wazn), sampai kepada pembalasan dengan surga atau neraka (Jaza’).

 

Iman kepada Qadha dan Qadar

Qadha adalah merupakan ketentuan yang terdapat pada makhluk hidup yang tidak dapat diubah sama sekali oleh makhluk tersebut, sehingga Qadha nantinya tidak akan dimintai pertanggung jawabannya dan dipertanyakan ketikan manusia di Mahsyar nantinya.

Berbeda halnya dengan Qadar adalah merupakan suaut pertimbangan / ukuran yang ada di dalam diri setiap manusia yang telah diciptakan dengan berdasarkan ukuran dari Allah SWT. Jadi Qadha bisa di artikan sebagai ketetapan / ketentuan / aturan, dan sedangkan jika untuk Qadar adalah merupakan suatu ukuran.

 

 

Hal Yang Membatalkan Iman

Nawaqidhul iman / Pembatalah Iman adalah merupakan sesuatu yang dapat membuat terjadinya penghapusan keimanan seseorang yang sudah masuk di dalam iman. Berikut di bawah ini merupakan beberapa hal yang dapat membatalkan iman atau beberapa Nawaqidhul Iman :

  • Dusta terhadap Rasulullah.
  • Memiliki sifat sombong dan menolak untuk beribadah kepada tuhan kita Allah SWT.
  • Menolak suatu ketetapan yang sudah diberikan oleh Allah kepada dirinya ataupun ketetapan yang diberikan oleh Rasulullah.
  • Merendahkan agama Islam, seperti mengejek Allah / kitab suci Al Qur’an / dalam bentuk lainnya yang merendahkan agama Islam.
  • Menjadikan suatu perantara untuk penolong dirinya dengan menyembah sesuatu dan meminta sesuatu selain kepada Allah.

 

Baik seperti itulah artikel kali ini dari Mastekno mengenai Iman yang membahas mengenai Pengertian Iman, Arti Iman, Hal Yang Membatalkan Iman, Rukun Iman dan Penjelasannya. Mudah mudahan artikel kali ini bisa berguna dan juga bermanfaat untuk teman teman pembaca Masekno semuanya.

Jika ada kata yang tidak tepat / kurang tepat bisa teman teman bantu mengoreksi dengan cara menyampaikannya melalui kolom komentar yang sudah tersedia di bawah artikel ini. Terimakasih telah berkunjung di Mastekno, jangan lupa baca juga artikel menarik lainnya ya!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengertian Iman: Arti Umum, Hal Yang Membatalkan dan Rukun Iman

Pengertian Iman: Arti Umum, Hal Yang Membatalkan dan Rukun Iman

Dalam agama Islam seseorang yang memiliki iman disebut sebagai Mukmin. Mukmin disini memiliki maksud bahwa seseorang muslim yang mampu dan bisa untuk memenuhi seluruh perintah yang dikehendaki oleh Allah, dan juga mempunyai iman yang kuat di dalam hati orang tersebut.

Pada kesempatan kali ini Mastekno ingin berbagi artikel yang membahas mengenai iman di dalam agama Islam. Artikel kali ini akan berisi tentang Pengertian Iman, Arti Iman, Hal Yang Membatalkan Iman, Rukun Iman dan Penjelasannya. Berikut pembahasan artikel tersebut di bawah ini, silakan teman teman simak dengan baik ya!

 

Pengertian Iman

Pengertian iman adalah merupakan suatu kepercayaan atau membenarkan, kata iman di ambil dari kata kerja yaitu aamana. Menurut istilah pengertian iman bisa dikatakan sebagai membenarkan suatu hal dengan hati, diucapkan menggunakan lisan, dan juga tidak lupa diamalkan dengan tindakan atau perbuatan. Jadi iman kepada Allah dapat diartikan bahwa percaya bahwa Allah itu ada disertai dengan semua sifat keagungan dan juga kesempurnaan yang dimiliki Allah. Untuk mewujudkan iman kepada Allah makan di ikrarkan dengan menggunakan lisan dan di tunjukkan sebagai bukti dengan perbuatan amal.

Seseorang bisa dikatakan sebagai seorang yang beriman dan seorang mukmin yang benar jika mereka telah memenuhi ketiga hal yang telah disebutkan di atas tadi. Jika seseorang meyakini di dalam hatinya bahwa keberadaan Allah itu nyata, namun mereka tidak melakukan ikrar dengan lisan beserta dibuktikan dengan amal perbuatan, orang tersebut maka tidak bisa disebut sebagai seorang mukmin yang sempurna.

Hal itu dikarenakan ketiga unsur iman tadi adalah merupakan suatu hal yang menjadi kesatuan dan utuh, sehingga tidak dapat untuk dipisahkan satu satu. Allah juga memerintahkan agar manusia beriman kepadanya, seperti di dalam Firman Allah Surat An Nisa Ayat 136, yang memiliki arti “Wahai orang-orang yang beriman. Tetaplah beriman kepada Allah dan RasulNya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al Qur’an) yang diturunkan kepada RasulNya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasulNya, dan hari kemudian, maka sungguh orang itu telah tersesat sangat jauh.”

 

Pengertian Iman Menurut Al Qur’an

Di dalam Al Qur’an juga iman memiliki maksud sebagai membenarkan suatu hal dengan penuh keyakinan kepada Allah SWT mempunyai kitab suci yang diturunkan untuk menuntun hambanya ke jalan kebenaran nyata dan hal tersebut merupakan suatu yang jelas. Al Qur’an sendiri adalah merupakan suatu kallam Allah yang telah Ia firmankan secara sebenarnya.

 

Pengertian Iman Menurut Hadis

Sedangkan menurut hadis pengertian iman adalah merupakan suatu hal pembenaran batin. Rasulullah juga menyebutkan ada hal lain yang sebagian dari iman yaitu akhlak baik, sifat sabar, cinta kepada Rasul, memiliki rasa malu, memiliki hati yang murah, dan yang lainnya.

 

Arti Iman

Secara bahasa iman ini memiliki arti sebagai pembenaran hati dan jika menurut istilah pengertian iman adalah membenarkan suatu hal dengan hati, kemudian mengikrarkan dengan menggunakan lisan, lalu mengamalkan hal tersebut dengan tindakan anggota tubuh. Berikut merupakan sedikit penjelasan mengenai arti iman :

  • Membenarkan Dengan Hati, ini memiliki maksud bahwa untuk menerima segala sesuatu yang telah di bawah oleh Rasulullah.
  • Mengikrarkan Dengan Lisan, ini memiliki maksud bahwa untuk mengucapkan dua kalimah syahadat yaitu “ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH, WAASYHADUANNA MUHAMMADAR RASULULLAH” kalimat tersebut memiliki arti “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”
  • Mengamalkan Dengan Tubuh, ini memiliki maksud bahwa mengamalkan dengan cara beribadah sesuai dengan fungsi tubuh kita, sedangkan hati dalam bentuk suatu keyakinan.

 

Rukun Iman

Di dalam agama Islam sendiri kita di ajarkan bahwa rukun Iman ini ada enam. Berikut di bawah ini merupakan rukun Iman di dalam agama Islam yang berjumlah ada enam tersebut :

  • Iman Kepada Allah SWT.
  • Iman Kepada Malaikat Malaikat.
  • Iman Kepada Kitab Kitab Allah SWT.
  • Iman Kepada Rasulullah.
  • Iman Kepada Hari Kiamat
  • Iman Kepada Qadha dan Qadar

Berikut di samping juga ada Hadits yang berhubungan dan menyebutkan mengenai iman : “Engkau beriman kedapa Allah, para malaikatNya, kitab-kitabNya, para rasulNya, kepada hari akhir dan engkau beriman kepada takdir, yang baik maupun yang buruk” (HR. Al-Bukhari & Muslim).

 

Iman Kepada Allah SWT

Iman yang pertama yaitu Iman Kepada Allah SWT, dengan mempercayai bahwa Allah itu ada orang yang beriman kepada Nya akan bisa mendapatkan suatu ketenangan dan kedamaian di dalam jiwanya. Cara paling mudah untuk beriman kepada Allah adalah dengan mempercayai dan meyakini bahwa tuhan itu hanya ada Allah dan tidak ada yang lain.

 

Iman Kepada Malaikat Malaikat

Malaikat adalah merupakan makhluk yang ghaib ciptakan Allah SWT. Malaikat merupakan makhluk yang terbuat dari cahaya dan memiliki wujud sekaligus sifat-sifat tertentu. Malaikat yang wajib kita ketahui adal 10 dan tidak lupa beserta tugas yang dimiliki tiap malaikat tersebut.

 

Iman Kepada Kitab Kitab Allah SWT

Di dalam agama Islam ini kita wajib mengetahui ada empat kitab yaitu yang pertama adalah Kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa AS, kedua adalah Kitab Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa AS, Ketiga adalah Kitab Zabur yang diturunkan kepada Nabi Dawud AS, yang keempat adalah kitab suci penutup sekaligus penyempurna dari kitab yang sudah ada sebelumnya yaotu Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

 

Iman Kepada Rasulullah

Rasulullah adalah merupakan seseorang yang mendapatkan wahyu dari Allah dengan syariat dan juga Rasulullah diperintahkan oleh Allah untuk menyebarkan dan mengamalkan wahyu yang di dapatnya tersebut. Setiap Rasulullah ini dipastikan merupakan seorang nabi, namun jika sebaliknya seorang nabi belum tentu merupakan seorang Rasulullah. Jadi jumlah nabi jauh lebih banyak jika di bandingkan dengan jumlah Rasulullah.

 

Iman Kepada Hari Kiamat

Yang dimaksud hari akhir adalah kehidupan yang kekal sesudah kehidupan yang kekal sesudah kehidupan di dunia fana ini berakhir, termasuk semua proses dan peristiwa yang terjadi pada Hari itu, mulai dari kehancuran alam semesta dan seluruh isinya, serta berakhirnya seluruh kehidupan (Qiyamah), kebangkitan seluruh umat manusia dari dalam kubur (Ba’ats), dikumpulkannya seluruh umat manusia di padang mahsyar (Hasyr), perhitungan seluruh amal perbuatan manusia di dunia (Hisab), penimbangan amal perbuatan tersebut untuk mengetahui perbandingan amal baik dan amal buruk (Wazn), sampai kepada pembalasan dengan surga atau neraka (Jaza’).

 

Iman kepada Qadha dan Qadar

Qadha adalah merupakan ketentuan yang terdapat pada makhluk hidup yang tidak dapat diubah sama sekali oleh makhluk tersebut, sehingga Qadha nantinya tidak akan dimintai pertanggung jawabannya dan dipertanyakan ketikan manusia di Mahsyar nantinya.

Berbeda halnya dengan Qadar adalah merupakan suaut pertimbangan / ukuran yang ada di dalam diri setiap manusia yang telah diciptakan dengan berdasarkan ukuran dari Allah SWT. Jadi Qadha bisa di artikan sebagai ketetapan / ketentuan / aturan, dan sedangkan jika untuk Qadar adalah merupakan suatu ukuran.

 

 

Hal Yang Membatalkan Iman

Nawaqidhul iman / Pembatalah Iman adalah merupakan sesuatu yang dapat membuat terjadinya penghapusan keimanan seseorang yang sudah masuk di dalam iman. Berikut di bawah ini merupakan beberapa hal yang dapat membatalkan iman atau beberapa Nawaqidhul Iman :

  • Dusta terhadap Rasulullah.
  • Memiliki sifat sombong dan menolak untuk beribadah kepada tuhan kita Allah SWT.
  • Menolak suatu ketetapan yang sudah diberikan oleh Allah kepada dirinya ataupun ketetapan yang diberikan oleh Rasulullah.
  • Merendahkan agama Islam, seperti mengejek Allah / kitab suci Al Qur’an / dalam bentuk lainnya yang merendahkan agama Islam.
  • Menjadikan suatu perantara untuk penolong dirinya dengan menyembah sesuatu dan meminta sesuatu selain kepada Allah.

 

Baik seperti itulah artikel kali ini dari Mastekno mengenai Iman yang membahas mengenai Pengertian Iman, Arti Iman, Hal Yang Membatalkan Iman, Rukun Iman dan Penjelasannya. Mudah mudahan artikel kali ini bisa berguna dan juga bermanfaat untuk teman teman pembaca Masekno semuanya.

Jika ada kata yang tidak tepat / kurang tepat bisa teman teman bantu mengoreksi dengan cara menyampaikannya melalui kolom komentar yang sudah tersedia di bawah artikel ini. Terimakasih telah berkunjung di Mastekno, jangan lupa baca juga artikel menarik lainnya ya!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *