√ Pengertian HAM: Ciri, Pasal, Macam dan Pelanggaran di Indonesia

Pengertian HAM: Ciri, Pasal, Macam dan Pelanggaran HAM di Indonesia

Pengertian HAM: Ciri, Pasal, Macam dan Pelanggaran HAM di Indonesia

HAM merupakan singkatan dari Hak Asasi Manusia. Sebagai negara yang menjunjung tinggi hak asasi manusia, tentu kamu sudah tidak asing lagi dengan istilah HAM ini. Sudah kita ketahui bahwa setiap manusia mempunyai hak asasi manusia, ham sendiri sangat di junjung tinggi oleh negara indonesia, dan terdapat aturan dalam HAM di negara indonesia.

 

Pengertian HAM

Pengertian dari HAM adalah hak-hak dasar manusia yang melekat sejak dalam kandungan sampai lahir ke dunia yang berlaku secara universal dan diakui oleh semua orang.

Sama seperti kepanjangan dari HAM, yaitu Hak Asasi Manusia, tiap kata ini memiliki artinya masing-masing. Kata “Hak” disini berarti kepunyaan atau kekuasaan atas sesuatu, sedangkan untuk arti kata “Asasi” adalah sesuatu yang utama dan mendasar. Jadi bisa disimpulkan pengertian dari HAM secara singkat adalah hal utama dan mendasar yang dimiliki oleh setiap manusia.

Namun meskipun sudah ada hukum tentang HAM, masih banyak sekali pelanggaran HAM yang terjadi di seluruh penjuru dunia. Pelanggaran HAM ini bisa disebabkan oleh berbagai macam hal, seperti semata-mata hanya untuk kekuasaan, kepemilikan dari suatu sumber daya, dan sebagainya.

 

Pengertian HAM Menurut Para Ahli

Supaya kamu bisa lebih memahami arti dari HAM, silahkan kamu simak pendapat dari beberapa ahli berikut ini mengenai Hak Asasi Manusia.

 

1. Jhon Locke

Jhone Locke berpendapat bahwa HAM memiliki arti sebagai hak-hak yang diberikan langsung oleh Tuhan kepada manusia sebagai hak yang kodrati. Karena inilah tidak ada kekuatan apapun di dunia yang dapat mencabut Hak Asasi setiap manusia. HAM mempunyai sifat yang fundamendal untuk seluruh kehidupan manusia dan HAM ini sangat suci.

 

2. Jan Materson

Sedangkan menurut Jan Materson yang seorang komisis HAM PBB, HAM memiliki pengertian sebagai hak-hak yang ada pada setiap manusia dimana tanpa adanya HAM ini manusia mustahil untuk hidup sebagai manusia.

 

3. Miriam Budiarjo

Mirim Budiarjo mengartikan HAM sebagai hak yang dimiliki oleh setiap manusia sejak lahir ke dunia, hak asasi manusia bersifat universal karena dimiliki oleh setiap manusia tanpa membedakan jenis kelamin, ras, budaya, suku, dan agama.

 

4. Prof. Koentjoro Poerbopranoto

Menurut Prof. Koentjoro Poerbopranoto, pengertian dari HAM adalah suatu hak yang sifatnya asasi atau mendasar. Jadi hak-hak ini dimiliki oleh setiap manusia dari lahir dan tidak bisa dipisahkan sehingga bersifat suci.

 

5. Oemar Seno Adji

Oemar Seno Adji berpendapat bahwa pengertian HAM adalah hak yang melekat pada setiap martabat manusia sebagai insan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa dimana sifatnya tidak boleh dilanggar oleh siapapun juga.

 

6. Jack Donnely

Jack Donnely berpendapat bahwa pengertian dari HAM adalah hak-hak yang dimiliki oleh manusia semata-mata karena ia adalah manusia. Jadi manusia memiliki hak asasi bukan karena diberikan oleh masyarakat atau berdasarkan hukum yang positif, melainkan karena martabatnya sebagai seorang manusia.

 

7. UU No. 39 Tahun 1999

Menurut Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 pasal 1, pengertian dari HAM adalah seperangkat hak yang melekat dalam diri manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, dimana hak ini adalah anugerah yang wajib dilindungi dan dihargai oleh manusia lain.

 

8. David Beetham dan Kevin

Terakhir adalah menurut David Beetham dan Kevin Boyle, menurut mereka pengertian HAM dan kebebasan-kebebasan fundamental adalah hak individual yang berasal dari kebutuhan-kebutuhan serta kapasitas dari manusia.

 

 

Ciri-Ciri HAM (Hak Asasi Manusia)

Hak Asasi Manusia memiliki ciri-ciri khusus yang tidak ada pada hak manusia lainnya. Berikut ini adalah ciri khusus dari HAM:

  1. HAM bersifat universal, jadi hal ini berlaku untuk semua manusia tanpa membeda-bedakan ras, suku, agama, dan sebagainya.
  2. HAM tidak diberikan kepada seseorang, HAM ini merupakan hak dari semua manusia, baik itu hak hidup, hak politik, hak sipil, hak sosial, hak ekonomi, dan sebagainya.
  3. HAM bersifat hakiki, yang artinya hak asasi manusia ini sudah ada sejak manusia lahir.
  4. HAM tidak bisa dihilangkan, dicabut, dan diserahkan.

 

 

Macam-Macam HAM

Setelah kamu mengetahui arti dari HAM dan ciri-ciri dari hak asasi manusia, selanjutnya kamu juga harus tahu mengenai jenis-jenis HAM. HAM ada beberapa jenis, diantaranya adalah sebagai berikut.

#1. Hak Asasi Pribadi (Personal Rights)

Hak Asasi Pribadi adalah hak yang berhubungan dengan kehidupan pribadi setiap manusia. Beberapa contoh dari hak asasi pribadi adalah sebagai berikut:

  • Kebebasan bependapat
  • Kebebasan bepergian, bergerak dan berpindah ke berbagai tempat yang ada.
  • Kebebasan dalam memilih, memeluk, serta menjalankan agama dan kepercayaan sesuai keyakinan masing-masing.
  • Kebebasan untuk berkumpul dan berorganisasi.

 

#2. Hak Asasi Politik (Political Rights)

Hak asasi berikut ini berkaitan dengan kehidupan  politik seseorang. Contoh dari hak asasi politik diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Hak untuk ikut serta dalam kegiatan pemerintahan.
  • Hak untuk dipilih dan memilih dalam suatu pemilihan.
  • Hak untuk membuat usulan petisi.
  • Hak untuk mendirikan partai politik dan organisasi politik.

 

#3. Hak Asasi Hukum (Legal Equality Rights)

Hak asasi hukum adalah hak untuk mendapat kedudukan yang sama di mata hukum dan pemerintahan. Contoh dari hak asasi hukum adalah sebagai berikut:

  • Hak untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil.
  • Hak untuk mendapatkan pelayanan dan pelindungan hukum.
  • Hak untuk mendapat perlakuan yang sama di dalam hukum dan pemerintahan.

 

#4. Hak Asasi Ekonomi (Property Rights)

Hak asasi eknomoi berkaitan dengan kegiatan perekonomian dari masing-masing individu. Contoh dari hak asasi ekonomi diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Kebebasan untuk menyelenggarakan penyewaan dan hutang-piutang.
  • Kebabasan untuk memiliki pekerjaan yang layak.
  • Kebebasan untuk melakukan perjanjian kontrak.
  • Kebebasan untuk melakukan kegiatan jual-beli.
  • Kebebasan untuk memiliki sesuatu.

 

#5. Hak Asasi Peradilan (Procedural Rights)

Hak asasi peradilan adalah hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama dalam tata cara pengadilan yang ada. Contoh dari hak asasi peradilan diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Hak untuk mendapatkan persamaan dan penggeledahan, penahanan, penangkapan, dan penyelidikan di muka hukum.
  • Hak untuk mendapatkan pembelaan di dalam pengadilan.

 

#6. Hak Asasi Sosial Budaya (Social Culture Rights)

Hak ini berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat. Contoh dari hak asasi sosial budaya adalah sebagai berikut:

  • Hak untuk mengembangkan budaya yang sesuai dengan minat dan bakat seseorang.
  • Hak untuk memilih, menentukan, dan mendapatkan pendidikan.
  • Hak untuk mendapatkan pengajaran.

 

 

Undang-Undang Tentang HAM

Dalam UUD 1945 terdapat pasal yang mengatur tentang Hak Asasi Manusia, yaitu UUD 1945 pasal 28A sampai 28J. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai undang-undang tentang HAM tersebut.

#1. Pasal 28A Tentang Hak Hidup

Berikut adalah bunyi pasal 28A:

  • Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.

 

#2. Pasal 28B Tentang Hak Berkeluarga

Berikut adalah bunyi pasal 28B:

  • (1) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan lewat perkawinan yang sah.
  • (2) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas pemberian berasal dari kekerasan dan diskriminasi.

 

#3. Pasal 28C Tentang Hak Memperoleh Pendidikan

Berikut adalah bunyi pasal 28C:

  • (1) Setiap orang berhak mengembangkan diri lewat pemenuhan keperluan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan mendapatkan fungsi berasal dari ilmu-ilmu dan teknologi, seni dan budaya, demi menambah mutu hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.
  • (2) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya didalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa dan negaranya.

 

#4. Pasal 28D Tentang Kepastian Hukum

Berikut adalah bunyi pasal 28D:

  • (1) Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang serupa dihadapan hukum.
  • (2) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak didalam jalinan kerja.
  • (3) Setiap warga negara berhak mendapatkan kesempatan yang serupa didalam pemerintahan.
  • (4) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan.

 

#5. Pasal 28E Tentang Kebebasan Beragama

Berikut adalah bunyi pasal 28E:

  • (1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih daerah tinggal diwilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak untuk kembali.
  • (2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, memperlihatkan asumsi dan sikap, sesuai bersama dengan hati nuraninya.
  • (3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

 

#6. Pasal 28F Tentang Komunikasi dan Informasi

Berikut adalah bunyi pasal 28F:

  • Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan mendapatkan informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan memberikan informasi bersama dengan memanfaatkan segala style saluran yang tersedia.

 

#7. Pasal 28G Tentang Hak Perlindungan Diri

Berikut adalah bunyi pasal 28G:

  • (1) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang dibawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa safe dan pemberian berasal dari ancaman keresahan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.
  • (2) Setiap orang berhak untuk bebas berasal dari penyiksaan dan perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak mendapatkan suaka politik berasal dari negara lain.

 

#8. Pasal 28H Tentang Kesejahteraan dan Jaminan Sosial

Berikut adalah bunyi pasal 28H:

  • (1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup baik dan sehat serta berhak mendapatkan pelayanan kesehatan.
  • (2) Setiap orang mendapat kemudahan dan perlakuan tertentu untuk mendapatkan kesempatan dan fungsi yang serupa fungsi capai persamaan dan keadilan.
  • (3) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang terlalu mungkin pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.
  • (4) Setiap orang berhak membawa hak milik privat dan hak milik selanjutnya tidak boleh diambil alih alih secara sewenang-wenang oleh siapa pun.

 

#9. Pasal 28I Tentang Hak-Hak Dasar Manusia

Berikut adalah bunyi pasal 28I:

  • (1) Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan asumsi dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai privat dihadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas basic hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak sanggup dikurangi didalam keadaan apa pun.
  • (2) Setiap orang berhak bebas atas perlakuan yang bersifat diskriminatif atas basic apa pun dan berhak mendapatkan pemberian pada perlakuan yang bersifat diskriminatif itu.
  • (3) Identitas budaya dan hak penduduk tradisional dihormati selaras bersama dengan perkembangan zaman dan peradaban.
  • (4) Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara, khususnya pemerintah.
  • (5) Untuk menegakan dan melindungi hak asasi manusia sesuai bersama dengan prinsip negara hukum yang demokratis, maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin, diatur, dan dituangkan didalam ketentuan perundangan-undangan.

 

#10. Pasal 28J Tentang Penghormatan HAM

Berikut adalah bunyi pasal 28J:

  • (1) Setiap orang wajib menghargai hak asasi manusia orang lain di dalam tata kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
  • (2) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, tiap-tiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan bersama dengan undang-undang bersama dengan maksud sebatas untuk menjamin pernyataan serta penghormatan atas hak kebebasan orang lain dan untuk mencukupi tuntutan yang adil sesuai bersama dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum didalam suatu penduduk demokratis.

 

 

Pelanggaran HAM di Indonesia

Meskipun sudah ada hukum tentang ham dalam UUD 1945, namun masih saja banyak terjadi pelanggaran HAM di Indonesia. Dalam sejarah Indonesia, banyak sekali pelanggaran yang terjadi di berbagai daerah. Berikut ini adalah beberapa contoh pelanggaran HAM yang pernah terjadi di Indonesia:

  • Peristiwa pembantaian di Rawagede (1945)
  • Peristiwa tragedi pembantaian massal PKI (1965-1966)
  • Peristiwa Tanjung Priok (1984)
  • Peristiwa penembak misterius (Petrus) tahun (1982-1985)
  • Peristiwa Santa Cruz (1991)
  • Pembunuhan aktivis buruh wanita, Marsinah tahun (1993)
  • Penganiayaan wartawan bernama Udin (1996)
  • Peristiwa Semanggi dan kerusuhan Mei tahun (1998)
  • Tragedi Trisakti (1998)
  • Kasus Dukun Santet di Banyuwangi (1998)
  • Peristiwa Wamena berdarah pada April (2003)
  • Kasus Bulukumba tahun (2003)
  • Peristiwa Abepura Papua (2003)
  • Pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib (2004)
  • Dll.

 

Demikianlah penjelasan yang bisa mastekno sampaikan kepada kamu tentang pengertian dari HAM beserta dengan macam-macam HAM, Undang-Undang HAM, dan kasus-kasus pelanggaran HAM. Semoga apa yang kami sampaikan tadi bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan kamu tentang HAM. Jika ada kesalahan informasi saya mohon maaf, silahkan koreksi dengan komen di postingan ini.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengertian HAM: Ciri, Pasal, Macam dan Pelanggaran HAM di Indonesia

Pengertian HAM: Ciri, Pasal, Macam dan Pelanggaran HAM di Indonesia

HAM merupakan singkatan dari Hak Asasi Manusia. Sebagai negara yang menjunjung tinggi hak asasi manusia, tentu kamu sudah tidak asing lagi dengan istilah HAM ini. Sudah kita ketahui bahwa setiap manusia mempunyai hak asasi manusia, ham sendiri sangat di junjung tinggi oleh negara indonesia, dan terdapat aturan dalam HAM di negara indonesia.

 

Pengertian HAM

Pengertian dari HAM adalah hak-hak dasar manusia yang melekat sejak dalam kandungan sampai lahir ke dunia yang berlaku secara universal dan diakui oleh semua orang.

Sama seperti kepanjangan dari HAM, yaitu Hak Asasi Manusia, tiap kata ini memiliki artinya masing-masing. Kata “Hak” disini berarti kepunyaan atau kekuasaan atas sesuatu, sedangkan untuk arti kata “Asasi” adalah sesuatu yang utama dan mendasar. Jadi bisa disimpulkan pengertian dari HAM secara singkat adalah hal utama dan mendasar yang dimiliki oleh setiap manusia.

Namun meskipun sudah ada hukum tentang HAM, masih banyak sekali pelanggaran HAM yang terjadi di seluruh penjuru dunia. Pelanggaran HAM ini bisa disebabkan oleh berbagai macam hal, seperti semata-mata hanya untuk kekuasaan, kepemilikan dari suatu sumber daya, dan sebagainya.

 

Pengertian HAM Menurut Para Ahli

Supaya kamu bisa lebih memahami arti dari HAM, silahkan kamu simak pendapat dari beberapa ahli berikut ini mengenai Hak Asasi Manusia.

 

1. Jhon Locke

Jhone Locke berpendapat bahwa HAM memiliki arti sebagai hak-hak yang diberikan langsung oleh Tuhan kepada manusia sebagai hak yang kodrati. Karena inilah tidak ada kekuatan apapun di dunia yang dapat mencabut Hak Asasi setiap manusia. HAM mempunyai sifat yang fundamendal untuk seluruh kehidupan manusia dan HAM ini sangat suci.

 

2. Jan Materson

Sedangkan menurut Jan Materson yang seorang komisis HAM PBB, HAM memiliki pengertian sebagai hak-hak yang ada pada setiap manusia dimana tanpa adanya HAM ini manusia mustahil untuk hidup sebagai manusia.

 

3. Miriam Budiarjo

Mirim Budiarjo mengartikan HAM sebagai hak yang dimiliki oleh setiap manusia sejak lahir ke dunia, hak asasi manusia bersifat universal karena dimiliki oleh setiap manusia tanpa membedakan jenis kelamin, ras, budaya, suku, dan agama.

 

4. Prof. Koentjoro Poerbopranoto

Menurut Prof. Koentjoro Poerbopranoto, pengertian dari HAM adalah suatu hak yang sifatnya asasi atau mendasar. Jadi hak-hak ini dimiliki oleh setiap manusia dari lahir dan tidak bisa dipisahkan sehingga bersifat suci.

 

5. Oemar Seno Adji

Oemar Seno Adji berpendapat bahwa pengertian HAM adalah hak yang melekat pada setiap martabat manusia sebagai insan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa dimana sifatnya tidak boleh dilanggar oleh siapapun juga.

 

6. Jack Donnely

Jack Donnely berpendapat bahwa pengertian dari HAM adalah hak-hak yang dimiliki oleh manusia semata-mata karena ia adalah manusia. Jadi manusia memiliki hak asasi bukan karena diberikan oleh masyarakat atau berdasarkan hukum yang positif, melainkan karena martabatnya sebagai seorang manusia.

 

7. UU No. 39 Tahun 1999

Menurut Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 pasal 1, pengertian dari HAM adalah seperangkat hak yang melekat dalam diri manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, dimana hak ini adalah anugerah yang wajib dilindungi dan dihargai oleh manusia lain.

 

8. David Beetham dan Kevin

Terakhir adalah menurut David Beetham dan Kevin Boyle, menurut mereka pengertian HAM dan kebebasan-kebebasan fundamental adalah hak individual yang berasal dari kebutuhan-kebutuhan serta kapasitas dari manusia.

 

 

Ciri-Ciri HAM (Hak Asasi Manusia)

Hak Asasi Manusia memiliki ciri-ciri khusus yang tidak ada pada hak manusia lainnya. Berikut ini adalah ciri khusus dari HAM:

  1. HAM bersifat universal, jadi hal ini berlaku untuk semua manusia tanpa membeda-bedakan ras, suku, agama, dan sebagainya.
  2. HAM tidak diberikan kepada seseorang, HAM ini merupakan hak dari semua manusia, baik itu hak hidup, hak politik, hak sipil, hak sosial, hak ekonomi, dan sebagainya.
  3. HAM bersifat hakiki, yang artinya hak asasi manusia ini sudah ada sejak manusia lahir.
  4. HAM tidak bisa dihilangkan, dicabut, dan diserahkan.

 

 

Macam-Macam HAM

Setelah kamu mengetahui arti dari HAM dan ciri-ciri dari hak asasi manusia, selanjutnya kamu juga harus tahu mengenai jenis-jenis HAM. HAM ada beberapa jenis, diantaranya adalah sebagai berikut.

#1. Hak Asasi Pribadi (Personal Rights)

Hak Asasi Pribadi adalah hak yang berhubungan dengan kehidupan pribadi setiap manusia. Beberapa contoh dari hak asasi pribadi adalah sebagai berikut:

  • Kebebasan bependapat
  • Kebebasan bepergian, bergerak dan berpindah ke berbagai tempat yang ada.
  • Kebebasan dalam memilih, memeluk, serta menjalankan agama dan kepercayaan sesuai keyakinan masing-masing.
  • Kebebasan untuk berkumpul dan berorganisasi.

 

#2. Hak Asasi Politik (Political Rights)

Hak asasi berikut ini berkaitan dengan kehidupan  politik seseorang. Contoh dari hak asasi politik diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Hak untuk ikut serta dalam kegiatan pemerintahan.
  • Hak untuk dipilih dan memilih dalam suatu pemilihan.
  • Hak untuk membuat usulan petisi.
  • Hak untuk mendirikan partai politik dan organisasi politik.

 

#3. Hak Asasi Hukum (Legal Equality Rights)

Hak asasi hukum adalah hak untuk mendapat kedudukan yang sama di mata hukum dan pemerintahan. Contoh dari hak asasi hukum adalah sebagai berikut:

  • Hak untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil.
  • Hak untuk mendapatkan pelayanan dan pelindungan hukum.
  • Hak untuk mendapat perlakuan yang sama di dalam hukum dan pemerintahan.

 

#4. Hak Asasi Ekonomi (Property Rights)

Hak asasi eknomoi berkaitan dengan kegiatan perekonomian dari masing-masing individu. Contoh dari hak asasi ekonomi diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Kebebasan untuk menyelenggarakan penyewaan dan hutang-piutang.
  • Kebabasan untuk memiliki pekerjaan yang layak.
  • Kebebasan untuk melakukan perjanjian kontrak.
  • Kebebasan untuk melakukan kegiatan jual-beli.
  • Kebebasan untuk memiliki sesuatu.

 

#5. Hak Asasi Peradilan (Procedural Rights)

Hak asasi peradilan adalah hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama dalam tata cara pengadilan yang ada. Contoh dari hak asasi peradilan diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Hak untuk mendapatkan persamaan dan penggeledahan, penahanan, penangkapan, dan penyelidikan di muka hukum.
  • Hak untuk mendapatkan pembelaan di dalam pengadilan.

 

#6. Hak Asasi Sosial Budaya (Social Culture Rights)

Hak ini berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat. Contoh dari hak asasi sosial budaya adalah sebagai berikut:

  • Hak untuk mengembangkan budaya yang sesuai dengan minat dan bakat seseorang.
  • Hak untuk memilih, menentukan, dan mendapatkan pendidikan.
  • Hak untuk mendapatkan pengajaran.

 

 

Undang-Undang Tentang HAM

Dalam UUD 1945 terdapat pasal yang mengatur tentang Hak Asasi Manusia, yaitu UUD 1945 pasal 28A sampai 28J. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai undang-undang tentang HAM tersebut.

#1. Pasal 28A Tentang Hak Hidup

Berikut adalah bunyi pasal 28A:

  • Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.

 

#2. Pasal 28B Tentang Hak Berkeluarga

Berikut adalah bunyi pasal 28B:

  • (1) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan lewat perkawinan yang sah.
  • (2) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas pemberian berasal dari kekerasan dan diskriminasi.

 

#3. Pasal 28C Tentang Hak Memperoleh Pendidikan

Berikut adalah bunyi pasal 28C:

  • (1) Setiap orang berhak mengembangkan diri lewat pemenuhan keperluan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan mendapatkan fungsi berasal dari ilmu-ilmu dan teknologi, seni dan budaya, demi menambah mutu hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.
  • (2) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya didalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa dan negaranya.

 

#4. Pasal 28D Tentang Kepastian Hukum

Berikut adalah bunyi pasal 28D:

  • (1) Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang serupa dihadapan hukum.
  • (2) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak didalam jalinan kerja.
  • (3) Setiap warga negara berhak mendapatkan kesempatan yang serupa didalam pemerintahan.
  • (4) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan.

 

#5. Pasal 28E Tentang Kebebasan Beragama

Berikut adalah bunyi pasal 28E:

  • (1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih daerah tinggal diwilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak untuk kembali.
  • (2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, memperlihatkan asumsi dan sikap, sesuai bersama dengan hati nuraninya.
  • (3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

 

#6. Pasal 28F Tentang Komunikasi dan Informasi

Berikut adalah bunyi pasal 28F:

  • Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan mendapatkan informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan memberikan informasi bersama dengan memanfaatkan segala style saluran yang tersedia.

 

#7. Pasal 28G Tentang Hak Perlindungan Diri

Berikut adalah bunyi pasal 28G:

  • (1) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang dibawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa safe dan pemberian berasal dari ancaman keresahan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.
  • (2) Setiap orang berhak untuk bebas berasal dari penyiksaan dan perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak mendapatkan suaka politik berasal dari negara lain.

 

#8. Pasal 28H Tentang Kesejahteraan dan Jaminan Sosial

Berikut adalah bunyi pasal 28H:

  • (1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup baik dan sehat serta berhak mendapatkan pelayanan kesehatan.
  • (2) Setiap orang mendapat kemudahan dan perlakuan tertentu untuk mendapatkan kesempatan dan fungsi yang serupa fungsi capai persamaan dan keadilan.
  • (3) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang terlalu mungkin pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.
  • (4) Setiap orang berhak membawa hak milik privat dan hak milik selanjutnya tidak boleh diambil alih alih secara sewenang-wenang oleh siapa pun.

 

#9. Pasal 28I Tentang Hak-Hak Dasar Manusia

Berikut adalah bunyi pasal 28I:

  • (1) Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan asumsi dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai privat dihadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas basic hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak sanggup dikurangi didalam keadaan apa pun.
  • (2) Setiap orang berhak bebas atas perlakuan yang bersifat diskriminatif atas basic apa pun dan berhak mendapatkan pemberian pada perlakuan yang bersifat diskriminatif itu.
  • (3) Identitas budaya dan hak penduduk tradisional dihormati selaras bersama dengan perkembangan zaman dan peradaban.
  • (4) Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara, khususnya pemerintah.
  • (5) Untuk menegakan dan melindungi hak asasi manusia sesuai bersama dengan prinsip negara hukum yang demokratis, maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin, diatur, dan dituangkan didalam ketentuan perundangan-undangan.

 

#10. Pasal 28J Tentang Penghormatan HAM

Berikut adalah bunyi pasal 28J:

  • (1) Setiap orang wajib menghargai hak asasi manusia orang lain di dalam tata kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
  • (2) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, tiap-tiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan bersama dengan undang-undang bersama dengan maksud sebatas untuk menjamin pernyataan serta penghormatan atas hak kebebasan orang lain dan untuk mencukupi tuntutan yang adil sesuai bersama dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum didalam suatu penduduk demokratis.

 

 

Pelanggaran HAM di Indonesia

Meskipun sudah ada hukum tentang ham dalam UUD 1945, namun masih saja banyak terjadi pelanggaran HAM di Indonesia. Dalam sejarah Indonesia, banyak sekali pelanggaran yang terjadi di berbagai daerah. Berikut ini adalah beberapa contoh pelanggaran HAM yang pernah terjadi di Indonesia:

  • Peristiwa pembantaian di Rawagede (1945)
  • Peristiwa tragedi pembantaian massal PKI (1965-1966)
  • Peristiwa Tanjung Priok (1984)
  • Peristiwa penembak misterius (Petrus) tahun (1982-1985)
  • Peristiwa Santa Cruz (1991)
  • Pembunuhan aktivis buruh wanita, Marsinah tahun (1993)
  • Penganiayaan wartawan bernama Udin (1996)
  • Peristiwa Semanggi dan kerusuhan Mei tahun (1998)
  • Tragedi Trisakti (1998)
  • Kasus Dukun Santet di Banyuwangi (1998)
  • Peristiwa Wamena berdarah pada April (2003)
  • Kasus Bulukumba tahun (2003)
  • Peristiwa Abepura Papua (2003)
  • Pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib (2004)
  • Dll.

 

Demikianlah penjelasan yang bisa mastekno sampaikan kepada kamu tentang pengertian dari HAM beserta dengan macam-macam HAM, Undang-Undang HAM, dan kasus-kasus pelanggaran HAM. Semoga apa yang kami sampaikan tadi bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan kamu tentang HAM. Jika ada kesalahan informasi saya mohon maaf, silahkan koreksi dengan komen di postingan ini.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *