√ Pengertian APBN: Fungsi, Manfaat dan Tujuan APBN (Lengkap)

Pengertian APBN: Definisi, Fungsi dan Tujuan APBN dalam Pemerintahan

Pengertian APBN: Definisi, Fungsi dan Tujuan APBN dalam Pemerintahan

Dalam mendirikan negara pasti memerlukan faktor penting sebagai alat pendukung, selain memiliki wilayah, kekuatan, rakyat dan pemerintah yang berdaulat. Perlu adanya biaya dalam pengoperasionalan sebuah negara. Negara bisa berdiri dan mensejahterakan rakyat tak lain juga perlu adanya biaya, biaya bisa melalui pajak atau sumber dana lainya.

Nah ketika sudah mendapatkan biaya untuk pengoperasionalan, maka negara berhak mengelola dan menggunakan anggaran tersebut untuk kepentingan umum. Atau biasa kita sebut APBN, lantas apa itu apbn? simak pengertian apbn, fungsi dan tujuan apbn.

 

Pengertian APBN

APBN atau Anggaran Pendapatan Belanja Negara merupakan rencana keuangan tahunan pemerintah NKRI yang disetujui oleh DPR. Namun terdapat pendapat lain bahwa APBN adalah sebuah daftar yang berisi rencana – rencana semua penerimaan dan pengeluaran pemerintah Indonesia dalam rangka mencapai suatu tujuan. Secara umum APBN ini disusun untuk satu tahun anggaran saja.

Dalam pembuatan APBN akan berisi informasi mengenai daftar sistematis secara rinci yang memuat semua pemasukan dan pengeluaran negara Indonesia dalam kurun waktu satu tahun sejak tanggal 1 Januari sampai 31 Desember. Pembuatan dan perubahan APBN serta pertanggung jawabannya setiap tahun ditetapkan melalui undang – undang.

Dalam Undang – Undang Dasar 1945 pasal 23 ayat 1 menjelaskan bahwa “Tiap – tiap tahun APBN ditetapkan dengan undang – undang”. Undang – undang tersebut menjadi landasan penetapan APBN. Jika anggaran baru yang di usulkan pemerintah tidak disetujui oleh DPR, maka pemerintah akan menggunakan anggaran tahun lalu.

 

Fungsi APBN

APBN merupakan instrumen yang digunakan untuk mengatur pendapatan dan pengeluaran belanja negara dalam pembiayaan pelaksanaan kegiatan pemerintah, pembangunan pertumbuhan ekonomi, peningkatan pendapatan nasional, stabilitas perekonomian serta menentukan arah dan prioritas pembangunan secara umum.

Oleh karena itu dalam praktiknya, APBN mempunyai beberapa fungsi di antaranya yaitu fungsi otorisasi, perencanaan, pengawasan, alokasi, distribusi, dan stabilisasi. Jika ada pemasukan yang menjadi hak negara dan pengeluaran yang menjadi kewajiban sebuah negara, maka haruslah dimasukkan kedalam APBN. Jika terjadi surplus dalam penerimaan negara, maka dana tersebu dapat digunakan untuk membiayai pengeluaran negara tahun anggaran berikutnya.

Dilihat dari beberapa fungsi APBN diatas, maka dapat kami uraikan masing – masing fungsi APBN sebagai berikut.

 

1. Fungsi Otorisasi

Fungsi Otorisasi memiliki arti bahwa anggaran sebuah negara menjadi suatu dasar dalam melakukan pelaksanaan pendapatan serta belanja negara pada tahun yang bersangkutan. Dengan kata lain, pembelanjaan dan pendapatan sebuah negara dapat dipertanggung jawabkan kepada rakyat.

 

2. Fungsi Perencanaan

Fungsi Perencanaan memiliki arti bahwa APBN dijadikan pedoman oleh negara dalam merencanakan sebuah kegiatan pada tahun yang bersangkutan. Dengan demikian jika anggaran pembelanjaan telah dibuat, maka negara bisa membuat rencana – rencana yang mendukung pembelanjaan tersebut. Misalnya terdapat anggaran proyek pembangunan jalan sebesar Rp 5 miliar, maka pemerintah bisa mengambil tindakan guna mempersiapkan pelaksanaan proyek supaya dapat berjalan dengan lancar.

 

3. Fungsi Pengawasan

Fungsi Pengawasan memiliki arti bahwa dalam pembuatan sebuah anggaran negara haruslah dapat dijadikan pedoman untuk menilai pemerintah apakah kegiatan penyelenggaraan pemerintah negara telah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan atau belum. Sehingga dengan begitu masyarakat akan mudah dalam menilai pemerintah apakah mereka sudah menggunakan uang negara secara amanah atau tidak.

 

4. Fungsi Alokasi

Fungsi Alokasi memiliki arti bahwa anggaran negara haruslah diarahkan kedalam pengurangan pemborosan sumber daya, pengangguran, serta harus meningkatkan efisiensi dan efektivitas perekonomian. Dalam pelaksanaannya, fungsi alokasi di gunakan untuk meningkatkan kualitas sumber daya, efektivitas, serta efisiensi perekonomian. Misalnya saja digunakan untuk pembuatan jalan, jembatan, dan tanggul atau untuk perbaikan ketiganya.

 

5. Fungsi Distribusi

Fungsi Distribusi memiliki arti bahwa anggaran pendapatan sebuah negara juga dapat dijadikan sebagai kebijakan dalam memerhatikan rasa keadilan serta kepatutan. Dalam pelaksanaannya fungsi distribusi dilakukan dengan cara menggunakan uang negara untuk kepentingan kemanusiaan. Misalnya saja subsidi, dana pensiun, dan premi.

 

6. Fungsi Stabilisasi

Fungsi Stabilisasi memiliki arti bahwa APBN dapat dijadikan sebagai alat yang dapat digunakan untuk pemeliharaan dan juga pengupayaan keseimbangan fundamental perekonomian Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada pelaksanaannya, fungsi stabilisasi ini dapat dilakukan dengan cara menjaga arus uang ataupun barang sehingga dapat mencegah terjadinya inflasi dan deflasi yang terlalu besar.

 

Tujuan APBN

Jika mengacu dari uraian pengertian APBN serta fungsi – fungsi APBN , maka dapat disimpulkan bahwa tujuan penyusunan APBN secara umum yaitu sebagai berikut.

  • Perencanaan APBN bertujuan untuk memelihara dan menjaga kestabilan perekonomian dan juga untuk mencegah terjadinya defisit anggara.
  • APBN bertujuan sebagai pedoman dalam hal pemasukan dan pengeluaran negara dalam melaksanakan kegiatan kenegaraan yang disertai dengan tujuan untuk peningkatan kesempatan kerja sehingga dapat membantu peningkatan pertumbuhan perekonomian serta kemakmuran masyarakat.

 

Demikianlah sedikit pembahasan dari mastekno mengenai pengertian APBN, fungsi, tujuan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara dengan lengkap. APBN ini digunakan sebagai pedoman pemerintah dalam menentukan biaya untuk kegiatan kenegaraan. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat dan menambah wawasan kamu.



√ Pengertian APBN: Fungsi, Manfaat dan Tujuan APBN (Lengkap)
√ Pengertian APBN: Fungsi, Manfaat dan Tujuan APBN (Lengkap)

Pengertian APBN: Definisi, Fungsi dan Tujuan APBN dalam Pemerintahan

Pengertian APBN: Definisi, Fungsi dan Tujuan APBN dalam Pemerintahan

Dalam mendirikan negara pasti memerlukan faktor penting sebagai alat pendukung, selain memiliki wilayah, kekuatan, rakyat dan pemerintah yang berdaulat. Perlu adanya biaya dalam pengoperasionalan sebuah negara. Negara bisa berdiri dan mensejahterakan rakyat tak lain juga perlu adanya biaya, biaya bisa melalui pajak atau sumber dana lainya.

Nah ketika sudah mendapatkan biaya untuk pengoperasionalan, maka negara berhak mengelola dan menggunakan anggaran tersebut untuk kepentingan umum. Atau biasa kita sebut APBN, lantas apa itu apbn? simak pengertian apbn, fungsi dan tujuan apbn.

 

Pengertian APBN

APBN atau Anggaran Pendapatan Belanja Negara merupakan rencana keuangan tahunan pemerintah NKRI yang disetujui oleh DPR. Namun terdapat pendapat lain bahwa APBN adalah sebuah daftar yang berisi rencana – rencana semua penerimaan dan pengeluaran pemerintah Indonesia dalam rangka mencapai suatu tujuan. Secara umum APBN ini disusun untuk satu tahun anggaran saja.

Dalam pembuatan APBN akan berisi informasi mengenai daftar sistematis secara rinci yang memuat semua pemasukan dan pengeluaran negara Indonesia dalam kurun waktu satu tahun sejak tanggal 1 Januari sampai 31 Desember. Pembuatan dan perubahan APBN serta pertanggung jawabannya setiap tahun ditetapkan melalui undang – undang.

Dalam Undang – Undang Dasar 1945 pasal 23 ayat 1 menjelaskan bahwa “Tiap – tiap tahun APBN ditetapkan dengan undang – undang”. Undang – undang tersebut menjadi landasan penetapan APBN. Jika anggaran baru yang di usulkan pemerintah tidak disetujui oleh DPR, maka pemerintah akan menggunakan anggaran tahun lalu.

 

Fungsi APBN

APBN merupakan instrumen yang digunakan untuk mengatur pendapatan dan pengeluaran belanja negara dalam pembiayaan pelaksanaan kegiatan pemerintah, pembangunan pertumbuhan ekonomi, peningkatan pendapatan nasional, stabilitas perekonomian serta menentukan arah dan prioritas pembangunan secara umum.

Oleh karena itu dalam praktiknya, APBN mempunyai beberapa fungsi di antaranya yaitu fungsi otorisasi, perencanaan, pengawasan, alokasi, distribusi, dan stabilisasi. Jika ada pemasukan yang menjadi hak negara dan pengeluaran yang menjadi kewajiban sebuah negara, maka haruslah dimasukkan kedalam APBN. Jika terjadi surplus dalam penerimaan negara, maka dana tersebu dapat digunakan untuk membiayai pengeluaran negara tahun anggaran berikutnya.

Dilihat dari beberapa fungsi APBN diatas, maka dapat kami uraikan masing – masing fungsi APBN sebagai berikut.

 

1. Fungsi Otorisasi

Fungsi Otorisasi memiliki arti bahwa anggaran sebuah negara menjadi suatu dasar dalam melakukan pelaksanaan pendapatan serta belanja negara pada tahun yang bersangkutan. Dengan kata lain, pembelanjaan dan pendapatan sebuah negara dapat dipertanggung jawabkan kepada rakyat.

 

2. Fungsi Perencanaan

Fungsi Perencanaan memiliki arti bahwa APBN dijadikan pedoman oleh negara dalam merencanakan sebuah kegiatan pada tahun yang bersangkutan. Dengan demikian jika anggaran pembelanjaan telah dibuat, maka negara bisa membuat rencana – rencana yang mendukung pembelanjaan tersebut. Misalnya terdapat anggaran proyek pembangunan jalan sebesar Rp 5 miliar, maka pemerintah bisa mengambil tindakan guna mempersiapkan pelaksanaan proyek supaya dapat berjalan dengan lancar.

 

3. Fungsi Pengawasan

Fungsi Pengawasan memiliki arti bahwa dalam pembuatan sebuah anggaran negara haruslah dapat dijadikan pedoman untuk menilai pemerintah apakah kegiatan penyelenggaraan pemerintah negara telah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan atau belum. Sehingga dengan begitu masyarakat akan mudah dalam menilai pemerintah apakah mereka sudah menggunakan uang negara secara amanah atau tidak.

 

4. Fungsi Alokasi

Fungsi Alokasi memiliki arti bahwa anggaran negara haruslah diarahkan kedalam pengurangan pemborosan sumber daya, pengangguran, serta harus meningkatkan efisiensi dan efektivitas perekonomian. Dalam pelaksanaannya, fungsi alokasi di gunakan untuk meningkatkan kualitas sumber daya, efektivitas, serta efisiensi perekonomian. Misalnya saja digunakan untuk pembuatan jalan, jembatan, dan tanggul atau untuk perbaikan ketiganya.

 

5. Fungsi Distribusi

Fungsi Distribusi memiliki arti bahwa anggaran pendapatan sebuah negara juga dapat dijadikan sebagai kebijakan dalam memerhatikan rasa keadilan serta kepatutan. Dalam pelaksanaannya fungsi distribusi dilakukan dengan cara menggunakan uang negara untuk kepentingan kemanusiaan. Misalnya saja subsidi, dana pensiun, dan premi.

 

6. Fungsi Stabilisasi

Fungsi Stabilisasi memiliki arti bahwa APBN dapat dijadikan sebagai alat yang dapat digunakan untuk pemeliharaan dan juga pengupayaan keseimbangan fundamental perekonomian Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada pelaksanaannya, fungsi stabilisasi ini dapat dilakukan dengan cara menjaga arus uang ataupun barang sehingga dapat mencegah terjadinya inflasi dan deflasi yang terlalu besar.

 

Tujuan APBN

Jika mengacu dari uraian pengertian APBN serta fungsi – fungsi APBN , maka dapat disimpulkan bahwa tujuan penyusunan APBN secara umum yaitu sebagai berikut.

  • Perencanaan APBN bertujuan untuk memelihara dan menjaga kestabilan perekonomian dan juga untuk mencegah terjadinya defisit anggara.
  • APBN bertujuan sebagai pedoman dalam hal pemasukan dan pengeluaran negara dalam melaksanakan kegiatan kenegaraan yang disertai dengan tujuan untuk peningkatan kesempatan kerja sehingga dapat membantu peningkatan pertumbuhan perekonomian serta kemakmuran masyarakat.

 

Demikianlah sedikit pembahasan dari mastekno mengenai pengertian APBN, fungsi, tujuan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara dengan lengkap. APBN ini digunakan sebagai pedoman pemerintah dalam menentukan biaya untuk kegiatan kenegaraan. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat dan menambah wawasan kamu.