√ Pengertian Frasa: Ciri, Jenis-Jenis, dan Contoh Frasa (Lengkap)

Pengertian Frasa: Ciri-Ciri, Jenis-Jenis Frasa, dan Contoh Frasa

Pengertian Frasa: Ciri-Ciri, Jenis-Jenis Frasa, dan Contoh Frasa

Saat pelajaran bahasa Indonesia di sekolah, tentu kamu pernah mempelajari mengenai frasa. Frasa ini merupakan bagian dari sebuah kalimat. Dalam sebuah kalimat, terdiri atas beberapa satuan kalimat. Dan satuan kalimat ini terdiri atas satu atau lebih kata yang padu. Dalam satu pembentukan kalimat ini akan memiliki fungsi tertentu. Fungsi tersebut adalah sebagai Subjek, Predikat, Objek, Keterangan, dan Pelengkap.

Fungsi tersebut bisa boleh ada dalam suatu kalimat, namun hanya dua fungsi yang wajib dalam suatu kalimat dan harus ada dalam setiap kalimat, fungsi tersebut adalah Subjek (S) dan Predikat (P). Nah, dalam kalimat ini biasanya tersusun atas kata, frasa, dan klausa. Seperti yang sudah saya katakan di awal bahwa kamu pasti pernah mempelajari ini di sekolah.

Namun meskipun begitu kadang masih ada yang masih bingung mengenai pengertian dan arti dari frasa. Nah, bagi kamu yang masih bingung dan paham mengenai definisi dan jenis frasa tidak perlu khawatir. Berikut ini mastekno akan memberikan informasi mengenai pengertian frasa beserta ciri-ciri, jenis, konstruksi dan kelas frasa.

 

Pengertian Frasa

Frasa adalah satuan yang terdiri atas dua kata atau lebih yang menduduki fungsi dari suatu kalimat. Frasa ini tidak bisa membentuk kalimat yang sempurna karena tidak memiliki predikat. Jadi singkatnya frasa adalah gabungan dari dua atau lebih kata namun tidak bisa membentuk kata yang sempurna. Berikut adalah contoh frasa:

Dua orang mahasiswi baru itu sedang makan di kantin.

Berikut adalah penjelasan fungsi kalimat di atas:

  • Dua mahasiswi (S)
  • Sedang makan (P)
  • Di kantin (Ket. Tempat)

Kalimat di atas tadi terdiri atas 3 buah frasa, yaitu ‘dua mahasiswi,sedang makan, dan ‘di kantin.

 

 

Ciri-Ciri Frasa

Supaya kamu bisa lebih paham mengenai frasa, kamu harus tahu ciri-ciri apa saja yang dimiliki oleh frasa. Berikut adalah ciri-ciri yang dimiliki oleh suatu frasa:

  • Frasa harus memiliki satu makna gramatikal
  • Frasa harus terdiri atas minimal dua kata atas lebih
  • Memiliki fungsi gramatikal dalam kalimat.
  • Frasa selalu menduduki satu fungsi dalam sebuah kalimat
  • Frasa bersifat nonprodikatif

 

 

Kategori Frasa

Frasa juga dapat dikategorikan kedalam 2 jenis, yaitu Frasa Setara dan Frasa Bertingkat, dan Frasa Indiomatik. Berikut adalah penjelasan mengenai dua frasa tersebut.

1. Frasa Setara dan Frasa Bertingkat

Sebuah frasa dikatakan setara apabila unsur yang menyusunnya memiliki kedudukan yang sama atau setara. Berikut adalah contoh frasa setara:

Saya dan adik makan-makan dan minum-minum di taman depan.

Frasa “saya dan adik” di atas merupakan frasa sama, hal ini karena terdapat unsur “saya” dan unsur “adik” yang memiliki kedudukan yang sama atau tidak saling menjelaskan. Selain itu, frasa “makan-makan” dan “minum-minum” juga termasuk frasa yang setara. Frasa setara ini biasanya ditandai dengan adanya konjungsi ‘dan / ‘atau diantara kedua unsurnya.

Selain frasa setara, ada juga yang namanya frasa bertingkat. Frasa ini adalah frasa yang terdiri atas inti dan atribut. Berikut adalah contoh frasa bertingkat:

Kakak akan pergi nanti malam

Frasa “nanti malam” dalam kalimat tersebut terdiri atas unsur atribut dan inti.

 

2. Frasa Indiomatik

Jenis frasa yang kedua adalah frasa Indiomatik, silahkan perhatikan kalimat berikut ini:

(1) untuk menyelamatkan saudaranya, keluarga Pinto menyembelih seekor kambing hitam.

(2) dalam peristiwa kebakaran yang terjadi kemarin, seorang penjaga toko menjadi kambing hitam.

Kalimat (1) dan (2) di atas sama-sama menggunakan frasa ‘kambing hitam. Pada kalimat yang (1) kata kambing hitam bermakna seekor kambing yang memiliki bulu berwarna hitam. Sedangkan untuk kalimat yang (2), kambing hitam memiliki makna orang yang disalahkan dalam suatu kejadian.

Makna pada kalimat (2) tidak ada hubungannya dengan makna kata kambing dan hitam. Nah, frasa yang maknanya tidak dapat dijelaskan berdasarkan makna kata inilah yang dinamakan dengan frasa Indiomatik.

Baca Juga: Pengertian Metode Ilmiah.

 

 

Konstruksi Frasa

Setelah kamu memahami jenis-jenis frasa yang ada, selanjutnya adalah mengetahui konstruksi dari frasa. Secara umum frasa memiliki 2 konstruksi, yaitu konstruksi endosentrik dan konstruksi eksosentrik. Silahkan perhatikan kalimat berikut ini:

Kedua saudagar itu telah mengadakan jual beli

1. Frasa Eksosentrik

Kalimat di atas sebelumnya terdiri atas frasa ‘kedua saudagar itu, ‘telah mengadakan, dan ‘jual beli. Berdasarkan distribusinya, frasa ‘kedua saudagar itu dan ‘telah mengadakan adalah frasa endosentrik. Sedangkan frasa eksosentrik terdapat pada frasa ‘jual beli.

Frasa kedua saudagar itu bisa diwakili dengan satu kata saudagar saja. Frasa telah mengadakan juga dapat diwakili dengan kata mengadakan. Jadi dapat disimpulkan bahwa frasa yang distribusinya tidak sama dengan salah satu atau semua unsurnya disebut dengan frasa eksosentrik.

 

2. Frasa Endosentrik

Berbeda dengan frasa eksosentri yang jenisnya tidak banyak. Frasa endosentrik meliputi 3 jenis, yaitu:

  • Frasa Endosentrik yang Koordinatif, yaitu yang dihubungan dengan kata “dan” dan “atau”. Misalnya: pagar dan pintu sedang di cat.
  • Frasa Endosentrik yang Atributif, yaitu yang tersusun atas unsur-unsur yang tidak setara. Misalnya: pekarangan uas yang akan didirikan bangunan itu milik Haji Mahmud.
  • Frasa Endosentrik yang Apositif, yaitu secara semantik unsur yang satu pada dengan frasa endosentrik apositif memiliki makna yang sama dengan unsur yang lainnya. Unsur yang dipentingkan adalah unsur pusat, sedangkan unsur keterangan adalah unsur aposisi. Contohnya: Doni, putra pak Ruchan, berhasil menjadi pelajar terbaik.

 

 

Kelas Frasa

Frasa terbagi jenisnya menjadi kurang lebih 6 jenis kelas kata. Kelas ini meliputi frasa benda atau nomina, frasa kerja atau verba, frasa sifat atau adjektiva, frasa keterangan atau adverbia, frasa bilangan atau numeralia, dan frasa depan atau preposisional. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai keenam frasa tersebut.

1. Frasa Benda / Nomina

Frasa yang distribusinya sama dengan kata benda. Unsur pusat dalam frasa benda adalah kata benda. Berikut adalah contohnya:

  • Doni mendapat hadiah ulang tahun.
  • Doni mendapat hadiah.
  • Alasan kenapa kalimat di atas adalah frasa benda adalah karena frasa hadiah ulang taun pada kalimat tersebut distribusi sama dengan kata benda hadiah.

 

2. Frasa Kerja / Verba

Frasa kerja atau verba adalah frasa yang distribusinya sama dengan kata kerja / verba. Berikut adalah contohnya:

  • Rian sejak tadi akan menulis degan bolpoin baru.

Hal ini karena frasa akan menulis pada kalimat di atas adalah kata kerja yang distribusinya sama dengan kata kerja menulis.

 

3. Frasa Sifat / Adjektiva

Frasa sifat atau adjektival adalah frasa yang distribusinya sama dengan kata sifat / adjektival. Berikut adalah contohnya:

  • Patung yang dipamerkan itu memang bagus-bagus.
  • Patung yang dipamerkan itu-bagus-bagus.

 

4. Frasa Keterangan / Adverbia

Frasa keterangan atau adverbia adalah frasa yang distribusinya sama dengan kata keterangan / adverbia. Biasanya inti frasa keterangan ini berupa kata keterangan dan dalam kalimat sering berposisi sebagai keterangan. Berikut adalah contohnya:

  • Tidak biasanya dia pulang larut malam.
  • Dia tidak biasa pulang larut malam.
  • Dia pulang larut malam tidak biasanya.

Sedangkan untuk frasa keterangan sebagai keterangan pada kata kerja adalah sebagai berikut contohnya.

  • Saya bukan cuma bertanya, tetapi juga mengusulkan sesuatu.

 

5. Frasa Bilangan / Numeralia

Frasa bilangan atau numeralia adalah frasa yang distribusinya sama dengan kata bilangan / numeralia. Biasanya frasa bilangan atau numeralia ini dibentuk dengan cara menambahkan kata penggolongan atau kata bantu bilangan. Berikut adalah contohnya:

  • Tiga orang serdadu menghampirinya ke tempat itu.

 

6. Frasa Depan atau Frasa Preposisional

Frasa depan atau preposisional adalah frasa yang terdiri atas kata depan dengan kata lain digunakan sebagai unsur penjelas. Berikut adalah contohnya:

  • Perempuan di depan itu mengajukan sebuah pertanyaan kepada pembicara.

 

7. Frasa yang Bersifat Ambigu

Terkadang dalam sebuah susunan frasa terdapat ambiguitas. Ambiguitas ini berarti kegandaan makna. Berikut adalah contohnya:

  • Kambing hitam dan mobil tetangga baru.

 

Frasa ‘kambing hitam’ mempunyai 2 makna yaitu kambing yang berbulu hitam dan ungkapan yang menyatakan bahwa orang yang disalahkan. Sedangkan frasa mobil tetangga juga memiliki 2 makna, yaitu baru mobil dan yang baru adalah tetangganya (bukan mobilnya). Frasa ambiguitas akan menjadi lebih jelas apabila digunakan dalam suatu kalimat.

Demikianlah informasi yang bisa mastekno sampaikan kepada kamu tentang pengertian frasa beserta ciri, jenis, dan contohnya lengkap. Semoga apa yang tadi saya sampaikan bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan kamu. Apabila kamu masih bingung dengan informasi di atas silahkan komen di bawah. Kurang lebihnya saya mohon maaf, terima kasih.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengertian Frasa: Ciri-Ciri, Jenis-Jenis Frasa, dan Contoh Frasa

Pengertian Frasa: Ciri-Ciri, Jenis-Jenis Frasa, dan Contoh Frasa

Saat pelajaran bahasa Indonesia di sekolah, tentu kamu pernah mempelajari mengenai frasa. Frasa ini merupakan bagian dari sebuah kalimat. Dalam sebuah kalimat, terdiri atas beberapa satuan kalimat. Dan satuan kalimat ini terdiri atas satu atau lebih kata yang padu. Dalam satu pembentukan kalimat ini akan memiliki fungsi tertentu. Fungsi tersebut adalah sebagai Subjek, Predikat, Objek, Keterangan, dan Pelengkap.

Fungsi tersebut bisa boleh ada dalam suatu kalimat, namun hanya dua fungsi yang wajib dalam suatu kalimat dan harus ada dalam setiap kalimat, fungsi tersebut adalah Subjek (S) dan Predikat (P). Nah, dalam kalimat ini biasanya tersusun atas kata, frasa, dan klausa. Seperti yang sudah saya katakan di awal bahwa kamu pasti pernah mempelajari ini di sekolah.

Namun meskipun begitu kadang masih ada yang masih bingung mengenai pengertian dan arti dari frasa. Nah, bagi kamu yang masih bingung dan paham mengenai definisi dan jenis frasa tidak perlu khawatir. Berikut ini mastekno akan memberikan informasi mengenai pengertian frasa beserta ciri-ciri, jenis, konstruksi dan kelas frasa.

 

Pengertian Frasa

Frasa adalah satuan yang terdiri atas dua kata atau lebih yang menduduki fungsi dari suatu kalimat. Frasa ini tidak bisa membentuk kalimat yang sempurna karena tidak memiliki predikat. Jadi singkatnya frasa adalah gabungan dari dua atau lebih kata namun tidak bisa membentuk kata yang sempurna. Berikut adalah contoh frasa:

Dua orang mahasiswi baru itu sedang makan di kantin.

Berikut adalah penjelasan fungsi kalimat di atas:

  • Dua mahasiswi (S)
  • Sedang makan (P)
  • Di kantin (Ket. Tempat)

Kalimat di atas tadi terdiri atas 3 buah frasa, yaitu ‘dua mahasiswi,sedang makan, dan ‘di kantin.

 

 

Ciri-Ciri Frasa

Supaya kamu bisa lebih paham mengenai frasa, kamu harus tahu ciri-ciri apa saja yang dimiliki oleh frasa. Berikut adalah ciri-ciri yang dimiliki oleh suatu frasa:

  • Frasa harus memiliki satu makna gramatikal
  • Frasa harus terdiri atas minimal dua kata atas lebih
  • Memiliki fungsi gramatikal dalam kalimat.
  • Frasa selalu menduduki satu fungsi dalam sebuah kalimat
  • Frasa bersifat nonprodikatif

 

 

Kategori Frasa

Frasa juga dapat dikategorikan kedalam 2 jenis, yaitu Frasa Setara dan Frasa Bertingkat, dan Frasa Indiomatik. Berikut adalah penjelasan mengenai dua frasa tersebut.

1. Frasa Setara dan Frasa Bertingkat

Sebuah frasa dikatakan setara apabila unsur yang menyusunnya memiliki kedudukan yang sama atau setara. Berikut adalah contoh frasa setara:

Saya dan adik makan-makan dan minum-minum di taman depan.

Frasa “saya dan adik” di atas merupakan frasa sama, hal ini karena terdapat unsur “saya” dan unsur “adik” yang memiliki kedudukan yang sama atau tidak saling menjelaskan. Selain itu, frasa “makan-makan” dan “minum-minum” juga termasuk frasa yang setara. Frasa setara ini biasanya ditandai dengan adanya konjungsi ‘dan / ‘atau diantara kedua unsurnya.

Selain frasa setara, ada juga yang namanya frasa bertingkat. Frasa ini adalah frasa yang terdiri atas inti dan atribut. Berikut adalah contoh frasa bertingkat:

Kakak akan pergi nanti malam

Frasa “nanti malam” dalam kalimat tersebut terdiri atas unsur atribut dan inti.

 

2. Frasa Indiomatik

Jenis frasa yang kedua adalah frasa Indiomatik, silahkan perhatikan kalimat berikut ini:

(1) untuk menyelamatkan saudaranya, keluarga Pinto menyembelih seekor kambing hitam.

(2) dalam peristiwa kebakaran yang terjadi kemarin, seorang penjaga toko menjadi kambing hitam.

Kalimat (1) dan (2) di atas sama-sama menggunakan frasa ‘kambing hitam. Pada kalimat yang (1) kata kambing hitam bermakna seekor kambing yang memiliki bulu berwarna hitam. Sedangkan untuk kalimat yang (2), kambing hitam memiliki makna orang yang disalahkan dalam suatu kejadian.

Makna pada kalimat (2) tidak ada hubungannya dengan makna kata kambing dan hitam. Nah, frasa yang maknanya tidak dapat dijelaskan berdasarkan makna kata inilah yang dinamakan dengan frasa Indiomatik.

Baca Juga: Pengertian Metode Ilmiah.

 

 

Konstruksi Frasa

Setelah kamu memahami jenis-jenis frasa yang ada, selanjutnya adalah mengetahui konstruksi dari frasa. Secara umum frasa memiliki 2 konstruksi, yaitu konstruksi endosentrik dan konstruksi eksosentrik. Silahkan perhatikan kalimat berikut ini:

Kedua saudagar itu telah mengadakan jual beli

1. Frasa Eksosentrik

Kalimat di atas sebelumnya terdiri atas frasa ‘kedua saudagar itu, ‘telah mengadakan, dan ‘jual beli. Berdasarkan distribusinya, frasa ‘kedua saudagar itu dan ‘telah mengadakan adalah frasa endosentrik. Sedangkan frasa eksosentrik terdapat pada frasa ‘jual beli.

Frasa kedua saudagar itu bisa diwakili dengan satu kata saudagar saja. Frasa telah mengadakan juga dapat diwakili dengan kata mengadakan. Jadi dapat disimpulkan bahwa frasa yang distribusinya tidak sama dengan salah satu atau semua unsurnya disebut dengan frasa eksosentrik.

 

2. Frasa Endosentrik

Berbeda dengan frasa eksosentri yang jenisnya tidak banyak. Frasa endosentrik meliputi 3 jenis, yaitu:

  • Frasa Endosentrik yang Koordinatif, yaitu yang dihubungan dengan kata “dan” dan “atau”. Misalnya: pagar dan pintu sedang di cat.
  • Frasa Endosentrik yang Atributif, yaitu yang tersusun atas unsur-unsur yang tidak setara. Misalnya: pekarangan uas yang akan didirikan bangunan itu milik Haji Mahmud.
  • Frasa Endosentrik yang Apositif, yaitu secara semantik unsur yang satu pada dengan frasa endosentrik apositif memiliki makna yang sama dengan unsur yang lainnya. Unsur yang dipentingkan adalah unsur pusat, sedangkan unsur keterangan adalah unsur aposisi. Contohnya: Doni, putra pak Ruchan, berhasil menjadi pelajar terbaik.

 

 

Kelas Frasa

Frasa terbagi jenisnya menjadi kurang lebih 6 jenis kelas kata. Kelas ini meliputi frasa benda atau nomina, frasa kerja atau verba, frasa sifat atau adjektiva, frasa keterangan atau adverbia, frasa bilangan atau numeralia, dan frasa depan atau preposisional. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai keenam frasa tersebut.

1. Frasa Benda / Nomina

Frasa yang distribusinya sama dengan kata benda. Unsur pusat dalam frasa benda adalah kata benda. Berikut adalah contohnya:

  • Doni mendapat hadiah ulang tahun.
  • Doni mendapat hadiah.
  • Alasan kenapa kalimat di atas adalah frasa benda adalah karena frasa hadiah ulang taun pada kalimat tersebut distribusi sama dengan kata benda hadiah.

 

2. Frasa Kerja / Verba

Frasa kerja atau verba adalah frasa yang distribusinya sama dengan kata kerja / verba. Berikut adalah contohnya:

  • Rian sejak tadi akan menulis degan bolpoin baru.

Hal ini karena frasa akan menulis pada kalimat di atas adalah kata kerja yang distribusinya sama dengan kata kerja menulis.

 

3. Frasa Sifat / Adjektiva

Frasa sifat atau adjektival adalah frasa yang distribusinya sama dengan kata sifat / adjektival. Berikut adalah contohnya:

  • Patung yang dipamerkan itu memang bagus-bagus.
  • Patung yang dipamerkan itu-bagus-bagus.

 

4. Frasa Keterangan / Adverbia

Frasa keterangan atau adverbia adalah frasa yang distribusinya sama dengan kata keterangan / adverbia. Biasanya inti frasa keterangan ini berupa kata keterangan dan dalam kalimat sering berposisi sebagai keterangan. Berikut adalah contohnya:

  • Tidak biasanya dia pulang larut malam.
  • Dia tidak biasa pulang larut malam.
  • Dia pulang larut malam tidak biasanya.

Sedangkan untuk frasa keterangan sebagai keterangan pada kata kerja adalah sebagai berikut contohnya.

  • Saya bukan cuma bertanya, tetapi juga mengusulkan sesuatu.

 

5. Frasa Bilangan / Numeralia

Frasa bilangan atau numeralia adalah frasa yang distribusinya sama dengan kata bilangan / numeralia. Biasanya frasa bilangan atau numeralia ini dibentuk dengan cara menambahkan kata penggolongan atau kata bantu bilangan. Berikut adalah contohnya:

  • Tiga orang serdadu menghampirinya ke tempat itu.

 

6. Frasa Depan atau Frasa Preposisional

Frasa depan atau preposisional adalah frasa yang terdiri atas kata depan dengan kata lain digunakan sebagai unsur penjelas. Berikut adalah contohnya:

  • Perempuan di depan itu mengajukan sebuah pertanyaan kepada pembicara.

 

7. Frasa yang Bersifat Ambigu

Terkadang dalam sebuah susunan frasa terdapat ambiguitas. Ambiguitas ini berarti kegandaan makna. Berikut adalah contohnya:

  • Kambing hitam dan mobil tetangga baru.

 

Frasa ‘kambing hitam’ mempunyai 2 makna yaitu kambing yang berbulu hitam dan ungkapan yang menyatakan bahwa orang yang disalahkan. Sedangkan frasa mobil tetangga juga memiliki 2 makna, yaitu baru mobil dan yang baru adalah tetangganya (bukan mobilnya). Frasa ambiguitas akan menjadi lebih jelas apabila digunakan dalam suatu kalimat.

Demikianlah informasi yang bisa mastekno sampaikan kepada kamu tentang pengertian frasa beserta ciri, jenis, dan contohnya lengkap. Semoga apa yang tadi saya sampaikan bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan kamu. Apabila kamu masih bingung dengan informasi di atas silahkan komen di bawah. Kurang lebihnya saya mohon maaf, terima kasih.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *