√ Pengertian Evaluasi: Fungsi Tujuan, Jenis dan Tahapanya (Lengkap)

Pengertian Evaluasi: Fungsi, Tujuan, Jenis dan Tahapan Evaluasi

Pengertian Evaluasi: Fungsi, Tujuan, Jenis dan Tahapan Evaluasi

Dalam melakukan setiap pekerjaan, alangkah baiknya didahului dengan perencanaan yang matang. Dan untuk memastikan prosesnya tetap sesuai rencana, dibutuhkan yang namanya evaluasi. Karena tentu dalam sebuah kegiatan bisa terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Nah disinilah pentingnya sebuah evaluasi demi menjaga proses tetap berjalan baik.

Lalu sejauh manakah kalian memahami arti dari evaluasi itu sendiri? Apa fungsi serta manfaat yang bisa kita dapatkan dengan melakukanya? Dalam kesempatan kali ini, mastekno akan membahas secara lengkap tentang apa saja yang perlu kalian ketahui terkait dengan evaluasi.

 

Pengertian Evaluasi

Diserap dari bahasa inggris Evaluation yang berarti penilaian. Secara istilah, Pengertian evaluasi adalah proses menilai sebuah kegiatan berdasarkan data yang terkumpul untuk melihat sejauh mana hasil yang telah didapatkan. Dengan begitu kita bisa mengetahui kekurangan yang ada untuk kemudian menjadi pertimbangan dalam membuat keputusan.

Dalam proses evaluasi, kita harus melihat berdasarkan fakta yang ada demi memperkirakan langkah terbaik apa yang sebaiknya diambil untuk kegiatan kedepan. Selain itu kita juga menjadikan tujuan akhir sebagai acuan untuk menilai proses yang terjadi. Hal ini menjadi sangat penting karena berkaitan dengan efektivitas sebuah pekerjaan dan juga hasilnya nanti.

 

Tujuan Evaluasi

Melihat dari definisinya, tentu kita tahu evaluasi memiliki tujuan yang sangat penting. Ada beberapa poin yang bisa kita dapatkan dengan melakukan evaluasi sebagai berikut :

  • Untuk melihat sejauh mana progress/pencapaian dari kegiatan yang dilakukan.
  • Untuk menilai kemampuan dari seorang individu dalam suatu bidang tertentu.
  • Sebagai catatan tentang kekurangan yang harus diperbaiki.
  • Agar dapat memastikan bahwa prosesnya berjalan baik sesuai rencana yang dibuat.
  • Sebagai acuan dalam membuat keputusan terbaik yang bisa diambil kedepan.

 

Fungsi Evaluasi

Evaluasi memiliki beberapa fungsi yang dibutuhkan baik oleh pelaku evaluasi ataupun objeknya. Berikut ini beberapa yang perlu kalian ketahui :

 

1. Fungsi Diagnosa

Sebagai sumber informasi tentang kelebihan atau kekurangan dari individu maupun objek lainnya. Dengan begitu kita jadi tahu apa saja yang masih perlu diperbaiki. Hal ini seperti pada ujian sekolah dimana hasilnya akan diketahui apa yang dikuasai atau belum dipahami si murid.

 

2. Fungsi Selektif

Sebagai alat pertimbangan untuk menilai kemampuan seseorang apakah ia mampu mencapai standar yang telah ditentukan. Misal seorang siswa yang mendapat nilai diatas KKM tidak akan mendapat remidial, begitu juga sebaliknya.

 

3. Fungsi Penempatan

Sebagai acuan untuk melihat kompetensi seseorang serta keputusan posisi terbaik yang bisa diberikan padanya. Contohnya seperti penempatan jabatan dalam sebuah perusahaan/pabrik.

 

 

Jenis-Jenis Evaluasi

Berdasarkan jenisnya, kita bisa membedakan evaluasi menjadi 2 macam yaitu Formatif dan Sumatif. Untuk penjelasannya silahkan simak berikut ini :

 

1. Evaluasi Formatif

Adalah sebuah bentuk pengukuran hasil dalam sebuah proses kerja yang dilakukan rutin per bulan atau tahun. Hasilnya bisa dimanfaatkan sebagai bahan penelitian atau informasi terkait hambatan saat kegiatan dilakukan.

 

2. Evaluasi Sumatif

Ialah bentuk penilaian yang dilakukan secara keseluruhan dari awal sampa akhir kegiatan. Dengan kata lain, ini berupa rangkuman lengkap yang disusun pada akhir ketika prosesnya hampir atau telah selesai.

 

 

Tahapan Dalam Membuat Evaluasi

Untuk bisa menyusun sebuah evaluasi, tidak semerta-merta dibuat dengan sembarangan. Ada serangkaian tahapan yang harus dilewati agar data serta hasilnya bisa di pertanggung jawabkan. Walaupun sebenarnya tidak baku, namun berikut ini beberapa langkah yang biasanya dilakukan :

 

1. Menentukan Poin yang Ingin Dievaluasi

Dalam sebuah proses kegiatan, tentu ada poin penting yang menjadi kunci dari semuanya. Itulah yang harus diutamakan dalam kegiatan evaluasi. Karena poin utama tersebutlah yang berpengaruh besar pada keseluruhan prosesnya. Tidak perlu melakukan evaluasi yang terlalu detail sampai hal yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan.

 

2. Menyusun Rancangan Kegiatan Evaluasi

Agar nantinya evaluasi dapat dilakukan dengan baik, maka diperlukan perencanaan yang baik pula. Susunlah apa saja kegiatan yang akan dilakukan serta subjek yang ikut di dalamnya. Jangan sampai ketika saatnya tiba, malah bingung akan apa yang harus dilakukan.

 

3. Pengumpulan Data

untuk menyusun sebuah evaluasi, maka dibutuhkan data-data yang konkrit sebagai sumbernya. Lakukan pengumpulan data serta informasi penting dengan efektif menggunakan metode sesuai kebutuhan.

 

4. Proses Analisis Data

Ketika data-data yang diperlukan sudah terkumpul, maka selanjutnya adalah pemrosesan. Pertama kita harus mengelompokkan data tersebut agar lebih rapi dan mudah diproses. Kemudian saatnya menganalisis data dan fakta yang sudah dikumpulkan. Untuk bisa menilai, maka dapat dibandingkan dengan tujuan akhir dari kegiatan tersebut. Apakah hasil dari proses yang telah dilakukan sudah sesuai dan memenuhi harapan.

 

5. Hasil Evaluasi

Setelah semua pemrosesan data serta penyusunan evaluasi selesai, maka saatnya pelaporan. Hasilnya bisa menjadi informasi penting bagi pihak-pihak yang berkaitan. Nantinya sebagai bahan pertimbangan untuk langkah terbaik selanjutnya.

 

Demikian pembahasan lengkap tentang pengertian evaluasi, fungsi tujuan, jenis serta tahap pembuatan evaluasi. Semoga informasi diatas bisa bermanfaat dan menjadi ilmu yang berguna di masa depan. Jika sekiranya ada hal yang kurang jelas, silahkan tulis di kolom komentar. Jangan lupa meninggalkan kritik dan saran untuk Mastekno agar dapat berkembang lebih baik.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengertian Evaluasi: Fungsi, Tujuan, Jenis dan Tahapan Evaluasi

Pengertian Evaluasi: Fungsi, Tujuan, Jenis dan Tahapan Evaluasi

Dalam melakukan setiap pekerjaan, alangkah baiknya didahului dengan perencanaan yang matang. Dan untuk memastikan prosesnya tetap sesuai rencana, dibutuhkan yang namanya evaluasi. Karena tentu dalam sebuah kegiatan bisa terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Nah disinilah pentingnya sebuah evaluasi demi menjaga proses tetap berjalan baik.

Lalu sejauh manakah kalian memahami arti dari evaluasi itu sendiri? Apa fungsi serta manfaat yang bisa kita dapatkan dengan melakukanya? Dalam kesempatan kali ini, mastekno akan membahas secara lengkap tentang apa saja yang perlu kalian ketahui terkait dengan evaluasi.

 

Pengertian Evaluasi

Diserap dari bahasa inggris Evaluation yang berarti penilaian. Secara istilah, Pengertian evaluasi adalah proses menilai sebuah kegiatan berdasarkan data yang terkumpul untuk melihat sejauh mana hasil yang telah didapatkan. Dengan begitu kita bisa mengetahui kekurangan yang ada untuk kemudian menjadi pertimbangan dalam membuat keputusan.

Dalam proses evaluasi, kita harus melihat berdasarkan fakta yang ada demi memperkirakan langkah terbaik apa yang sebaiknya diambil untuk kegiatan kedepan. Selain itu kita juga menjadikan tujuan akhir sebagai acuan untuk menilai proses yang terjadi. Hal ini menjadi sangat penting karena berkaitan dengan efektivitas sebuah pekerjaan dan juga hasilnya nanti.

 

Tujuan Evaluasi

Melihat dari definisinya, tentu kita tahu evaluasi memiliki tujuan yang sangat penting. Ada beberapa poin yang bisa kita dapatkan dengan melakukan evaluasi sebagai berikut :

  • Untuk melihat sejauh mana progress/pencapaian dari kegiatan yang dilakukan.
  • Untuk menilai kemampuan dari seorang individu dalam suatu bidang tertentu.
  • Sebagai catatan tentang kekurangan yang harus diperbaiki.
  • Agar dapat memastikan bahwa prosesnya berjalan baik sesuai rencana yang dibuat.
  • Sebagai acuan dalam membuat keputusan terbaik yang bisa diambil kedepan.

 

Fungsi Evaluasi

Evaluasi memiliki beberapa fungsi yang dibutuhkan baik oleh pelaku evaluasi ataupun objeknya. Berikut ini beberapa yang perlu kalian ketahui :

 

1. Fungsi Diagnosa

Sebagai sumber informasi tentang kelebihan atau kekurangan dari individu maupun objek lainnya. Dengan begitu kita jadi tahu apa saja yang masih perlu diperbaiki. Hal ini seperti pada ujian sekolah dimana hasilnya akan diketahui apa yang dikuasai atau belum dipahami si murid.

 

2. Fungsi Selektif

Sebagai alat pertimbangan untuk menilai kemampuan seseorang apakah ia mampu mencapai standar yang telah ditentukan. Misal seorang siswa yang mendapat nilai diatas KKM tidak akan mendapat remidial, begitu juga sebaliknya.

 

3. Fungsi Penempatan

Sebagai acuan untuk melihat kompetensi seseorang serta keputusan posisi terbaik yang bisa diberikan padanya. Contohnya seperti penempatan jabatan dalam sebuah perusahaan/pabrik.

 

 

Jenis-Jenis Evaluasi

Berdasarkan jenisnya, kita bisa membedakan evaluasi menjadi 2 macam yaitu Formatif dan Sumatif. Untuk penjelasannya silahkan simak berikut ini :

 

1. Evaluasi Formatif

Adalah sebuah bentuk pengukuran hasil dalam sebuah proses kerja yang dilakukan rutin per bulan atau tahun. Hasilnya bisa dimanfaatkan sebagai bahan penelitian atau informasi terkait hambatan saat kegiatan dilakukan.

 

2. Evaluasi Sumatif

Ialah bentuk penilaian yang dilakukan secara keseluruhan dari awal sampa akhir kegiatan. Dengan kata lain, ini berupa rangkuman lengkap yang disusun pada akhir ketika prosesnya hampir atau telah selesai.

 

 

Tahapan Dalam Membuat Evaluasi

Untuk bisa menyusun sebuah evaluasi, tidak semerta-merta dibuat dengan sembarangan. Ada serangkaian tahapan yang harus dilewati agar data serta hasilnya bisa di pertanggung jawabkan. Walaupun sebenarnya tidak baku, namun berikut ini beberapa langkah yang biasanya dilakukan :

 

1. Menentukan Poin yang Ingin Dievaluasi

Dalam sebuah proses kegiatan, tentu ada poin penting yang menjadi kunci dari semuanya. Itulah yang harus diutamakan dalam kegiatan evaluasi. Karena poin utama tersebutlah yang berpengaruh besar pada keseluruhan prosesnya. Tidak perlu melakukan evaluasi yang terlalu detail sampai hal yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan.

 

2. Menyusun Rancangan Kegiatan Evaluasi

Agar nantinya evaluasi dapat dilakukan dengan baik, maka diperlukan perencanaan yang baik pula. Susunlah apa saja kegiatan yang akan dilakukan serta subjek yang ikut di dalamnya. Jangan sampai ketika saatnya tiba, malah bingung akan apa yang harus dilakukan.

 

3. Pengumpulan Data

untuk menyusun sebuah evaluasi, maka dibutuhkan data-data yang konkrit sebagai sumbernya. Lakukan pengumpulan data serta informasi penting dengan efektif menggunakan metode sesuai kebutuhan.

 

4. Proses Analisis Data

Ketika data-data yang diperlukan sudah terkumpul, maka selanjutnya adalah pemrosesan. Pertama kita harus mengelompokkan data tersebut agar lebih rapi dan mudah diproses. Kemudian saatnya menganalisis data dan fakta yang sudah dikumpulkan. Untuk bisa menilai, maka dapat dibandingkan dengan tujuan akhir dari kegiatan tersebut. Apakah hasil dari proses yang telah dilakukan sudah sesuai dan memenuhi harapan.

 

5. Hasil Evaluasi

Setelah semua pemrosesan data serta penyusunan evaluasi selesai, maka saatnya pelaporan. Hasilnya bisa menjadi informasi penting bagi pihak-pihak yang berkaitan. Nantinya sebagai bahan pertimbangan untuk langkah terbaik selanjutnya.

 

Demikian pembahasan lengkap tentang pengertian evaluasi, fungsi tujuan, jenis serta tahap pembuatan evaluasi. Semoga informasi diatas bisa bermanfaat dan menjadi ilmu yang berguna di masa depan. Jika sekiranya ada hal yang kurang jelas, silahkan tulis di kolom komentar. Jangan lupa meninggalkan kritik dan saran untuk Mastekno agar dapat berkembang lebih baik.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *