√ Pengertian Etnosentrisme: Jenis, Dampak Serta Contoh Etnosentrisme

Pengertian Etnosentrisme: Arti, Jenis, Dampak dan Contoh Etnosentrisme

Pengertian Etnosentrisme: Arti, Jenis, Dampak dan Contoh Etnosentrisme
By : Danang Febriyandra 4 min read

Indonesia dikenal sebagai negara dengan banyak jenis suku bangsa. Hal ini juga membuat kita menjadi negara yang kaya akan budaya. Kita haruslah bangga dan ikut andil dalam menjaga serta melestarikan budaya tersebut. Akan tetapi, keistimewaan ini juga bisa memicu sebuah sikap yang disebut sebagai Etnosentrisme. Apa artinya, serta bagaimana dampaknya terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara? Mari kita bahas lengkap bersama Mastekno berikut ini.

 

Pengertian Etnosentrisme

Adalah sikap dari seorang individu yang menganggap budaya miliknya lebih baik dari pada milik orang lain. Hal ini berarti, secara tidak langsung ia juga memandang rendah terhadap budaya dari luar kelompoknya. Etnosentrisme bermula dari sikap fanatisme yang berlebihan dan menganggap budaya miliknya adalah yang terbaik. Sekilas memang nampak tidak salah jika bangga terhadap budaya sendiri. Namun jika tidak dikontrol maka bisa memunculkan anggapan bahwa kelompoknya lah yang paling superior.

 

Penyebab Munculnya Sikap Etnosentrisme

Segala sesuatu pasti memiliki penyebab tersendiri, begitu juga dengan fenomena ini. Berikut 2 hal umum yang biasanya mempengaruhi seseorang untuk bersikap etnosentrisme :

 

1. Pluralisme

Sebuah negara yang terdiri dari berbagai suku bangsa memiliki resiko etnosentrisme yang lebih tinggi. Kadang kala konflik kecil yang muncul dalam kehidupan sosial bisa menjadi pemicunya. Jika tidak dibarengi dengan kesadaran masing-masing, maka hal ini bisa jadi masalah serius.

 

2. Budaya dan Ikatan Politik

Hidup dan bersama dalam satu kelompok bisa memunculkan ikatan yang kuat. Ini adalah sesuatu yang bagus namun juga punya sisi lain. Apabila nantinya terjadi konflik dengan kelompok/suku lain, maka tentu ia lebih membela kelompoknya. Entah apa masalah yang muncul, kebanggaan akan kelompoknya akan lebih diutamakan.

 

Faktor Pendorong Etnosentrisme

Selain 2 hal diatas, ada beberapa faktor lainnya yang bisa memicu sikap ini, sebagai berikut :

  • Stereotip, sebuah keyakinan yang muncul dari prasangka baik yang bersifat positif ataupun negatif.
  • Prasangka Sosial, anggapan negatif yang didasarkan hanya pada perbandingan dengan kelompoknya. Ia menganggap bahwa kelompoknya memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari yang lainnya.
  • Jarak Sosial, tidak setiap orang mampu menerima individu yang berasal dari luar kelompoknya secara langsung.

 

 

Jenis-Jenis Etnosentrisme

Berdasarkan Hooghe 2008, kita bisa membagi sikap etnosentrisme menjadi 2 macam sebagai berikut :

 

1. Explicit Etnosentrisme

Ialah orang-orang yang secara jelas menampakkan pandangan negatif mereka terhadap kelompok lain. Mereka tidak segan untuk menunjukkan sikap etnosentrisme di mata umum.

 

2. Implicit Etnosentrisme

Adalah orang yang tidak terlalu menunjukkan perilaku etnosentrisme di depan umum. Namun dalam pikirannya, ia tetap memandang rendah orang-orang yang berasal dari luar kelompoknya.

 

 

Dampak dari Etnosentrisme

Sekilas, sikap ini memang lebih menjurus ke sisi negatif. Namun bukan berarti ia tidak punya sisi positif. Berikut ini beberapa dampak yang bisa muncul akibat adanya etnosentrisme :

 

1. Dampak Positif

  • Menjadi pemicu sikap nasionalisme dan patriotisme.
  • Membuat orang lebih bangga terhadap budayanya.
  • Menimbulkan rasa cinta terhadap bangsanya sendiri.
  • Budaya jadi lebih terjaga dan dilestarikan.
  • Ikatan persatuan yang kuat antar anggota kelompoknya.
  • Lebih tahan terhadap pengaruh negatif yang datang dari luar.

 

2. Dampak Negatif

  • Bisa memicu konflik antara suku, ras atau golongan.
  • Menyebabkan perpecahan terutama di negara yang plural.
  • Sulitnya terjadi asimilasi budaya.
  • Menghambat kemajuan karena masyarakat yang konservatif.

 

Contoh Sikap Etnosentrisme

Karena keberagaman negara ini, sebenarnya kita bisa melihat gejalanya baik secara langsung ataupun tidak langsung. Apalagi bagi suku yang tinggal di daerah pedalaman, biasanya punya sikap yang lebih konservatif. Tidak hanya dari segi budaya, bahkan ketika melihat orang yang punya kebiasaan berbeda saja membuat kita berpikir negatif. Ini bisa menjadi gejala kecil akan munculnya sikap etnosentrisme. Terlebih lagi bagi masyarakat yang sangat konservatif terhadap budayanya, bisa-bisa terjadi konflik apabila ada pemicunya.

Catatan: Gambar adalah ilustrasi budaya bukan merupakan etnosentrisme.

 

Demikian penjelasan mengenai apa itu sikap etnosentrisme, jenis, penyebab serta dampak dan contohnya. Akan lebih baik jika kita mengambil sisi positifnya saja dan bersikap toleran terhadap sesama. Hal ini untuk memupuk persatuan dan kesatuan di tengah pluralisme masyarakat kita. Jika sekiranya ada yang kurang jelas, bisa langsung ditanyakan di kolom komentar.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengertian Etnosentrisme: Arti, Jenis, Dampak dan Contoh Etnosentrisme

Pengertian Etnosentrisme: Arti, Jenis, Dampak dan Contoh Etnosentrisme
By : Danang Febriyandra 4 min read

Indonesia dikenal sebagai negara dengan banyak jenis suku bangsa. Hal ini juga membuat kita menjadi negara yang kaya akan budaya. Kita haruslah bangga dan ikut andil dalam menjaga serta melestarikan budaya tersebut. Akan tetapi, keistimewaan ini juga bisa memicu sebuah sikap yang disebut sebagai Etnosentrisme. Apa artinya, serta bagaimana dampaknya terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara? Mari kita bahas lengkap bersama Mastekno berikut ini.

 

Pengertian Etnosentrisme

Adalah sikap dari seorang individu yang menganggap budaya miliknya lebih baik dari pada milik orang lain. Hal ini berarti, secara tidak langsung ia juga memandang rendah terhadap budaya dari luar kelompoknya. Etnosentrisme bermula dari sikap fanatisme yang berlebihan dan menganggap budaya miliknya adalah yang terbaik. Sekilas memang nampak tidak salah jika bangga terhadap budaya sendiri. Namun jika tidak dikontrol maka bisa memunculkan anggapan bahwa kelompoknya lah yang paling superior.

 

Penyebab Munculnya Sikap Etnosentrisme

Segala sesuatu pasti memiliki penyebab tersendiri, begitu juga dengan fenomena ini. Berikut 2 hal umum yang biasanya mempengaruhi seseorang untuk bersikap etnosentrisme :

 

1. Pluralisme

Sebuah negara yang terdiri dari berbagai suku bangsa memiliki resiko etnosentrisme yang lebih tinggi. Kadang kala konflik kecil yang muncul dalam kehidupan sosial bisa menjadi pemicunya. Jika tidak dibarengi dengan kesadaran masing-masing, maka hal ini bisa jadi masalah serius.

 

2. Budaya dan Ikatan Politik

Hidup dan bersama dalam satu kelompok bisa memunculkan ikatan yang kuat. Ini adalah sesuatu yang bagus namun juga punya sisi lain. Apabila nantinya terjadi konflik dengan kelompok/suku lain, maka tentu ia lebih membela kelompoknya. Entah apa masalah yang muncul, kebanggaan akan kelompoknya akan lebih diutamakan.

 

Faktor Pendorong Etnosentrisme

Selain 2 hal diatas, ada beberapa faktor lainnya yang bisa memicu sikap ini, sebagai berikut :

  • Stereotip, sebuah keyakinan yang muncul dari prasangka baik yang bersifat positif ataupun negatif.
  • Prasangka Sosial, anggapan negatif yang didasarkan hanya pada perbandingan dengan kelompoknya. Ia menganggap bahwa kelompoknya memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari yang lainnya.
  • Jarak Sosial, tidak setiap orang mampu menerima individu yang berasal dari luar kelompoknya secara langsung.

 

 

Jenis-Jenis Etnosentrisme

Berdasarkan Hooghe 2008, kita bisa membagi sikap etnosentrisme menjadi 2 macam sebagai berikut :

 

1. Explicit Etnosentrisme

Ialah orang-orang yang secara jelas menampakkan pandangan negatif mereka terhadap kelompok lain. Mereka tidak segan untuk menunjukkan sikap etnosentrisme di mata umum.

 

2. Implicit Etnosentrisme

Adalah orang yang tidak terlalu menunjukkan perilaku etnosentrisme di depan umum. Namun dalam pikirannya, ia tetap memandang rendah orang-orang yang berasal dari luar kelompoknya.

 

 

Dampak dari Etnosentrisme

Sekilas, sikap ini memang lebih menjurus ke sisi negatif. Namun bukan berarti ia tidak punya sisi positif. Berikut ini beberapa dampak yang bisa muncul akibat adanya etnosentrisme :

 

1. Dampak Positif

  • Menjadi pemicu sikap nasionalisme dan patriotisme.
  • Membuat orang lebih bangga terhadap budayanya.
  • Menimbulkan rasa cinta terhadap bangsanya sendiri.
  • Budaya jadi lebih terjaga dan dilestarikan.
  • Ikatan persatuan yang kuat antar anggota kelompoknya.
  • Lebih tahan terhadap pengaruh negatif yang datang dari luar.

 

2. Dampak Negatif

  • Bisa memicu konflik antara suku, ras atau golongan.
  • Menyebabkan perpecahan terutama di negara yang plural.
  • Sulitnya terjadi asimilasi budaya.
  • Menghambat kemajuan karena masyarakat yang konservatif.

 

Contoh Sikap Etnosentrisme

Karena keberagaman negara ini, sebenarnya kita bisa melihat gejalanya baik secara langsung ataupun tidak langsung. Apalagi bagi suku yang tinggal di daerah pedalaman, biasanya punya sikap yang lebih konservatif. Tidak hanya dari segi budaya, bahkan ketika melihat orang yang punya kebiasaan berbeda saja membuat kita berpikir negatif. Ini bisa menjadi gejala kecil akan munculnya sikap etnosentrisme. Terlebih lagi bagi masyarakat yang sangat konservatif terhadap budayanya, bisa-bisa terjadi konflik apabila ada pemicunya.

Catatan: Gambar adalah ilustrasi budaya bukan merupakan etnosentrisme.

 

Demikian penjelasan mengenai apa itu sikap etnosentrisme, jenis, penyebab serta dampak dan contohnya. Akan lebih baik jika kita mengambil sisi positifnya saja dan bersikap toleran terhadap sesama. Hal ini untuk memupuk persatuan dan kesatuan di tengah pluralisme masyarakat kita. Jika sekiranya ada yang kurang jelas, bisa langsung ditanyakan di kolom komentar.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *