√ Pengertian Ekonomi Kreatif: Ciri, Jenis dan Perkembangan (Lengkap)

Pengertian Ekonomi Kreatif: Ciri-Ciri, Jenis, dan Perkembangan Ekonomi Kreatif Indonesia

Pengertian Ekonomi Kreatif: Ciri-Ciri, Jenis, dan Perkembangan Ekonomi Kreatif Indonesia

Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Hal ini dibuktikan dengan keadaan tanah Indonesia yang terbilang sangat subur. Nah, dengan kekayaan yang ada, seharusnya Indonesia sudah bisa mandiri tanpa perlu mengandalkan produk impor. Tapi kenyataannya, hingga kini sebagian besar produk yang ada di Indonesia merupakan hasil impor loh

Nah, untuk memperbaiki kondisi ekonomi, saat ini pemerintah mulai mengeluarkan beberapa kebijakan dan salah satunya seperti mengembangkan sektor ekonomi kreatif. Apa itu ekonomi kreatif? Nah, di artikel kali ini akan kita bahas tentang ekonomi kreatif yang akan diperjelas dengan bahasan mengenai pengertian ekonomi kreatif, ciri – ciri ekonomi kreatif, jenis – jenisnya dan perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Yuk, langsung saja simak pembahasannya berikut ini.

 

Pengertian Ekonomi Kreatif

Secara umum pengertian ekonomi kreatif atau creative economy merupakan suatu gagasan perekonomian di era ekonomi baru yang terfokus pada kreativitas dan informasi dengan mengandalkan ide dan ilmu pengetahuan dari sumber daya manusia atau SDM sebagai faktor produksi yang utama.

Sedangkan pengertian menurut UNCTAD atau United Nations Conference on Trade and Development sebuah organisasi internasional yang didirikan pada tahun 1969, ekonomi kreatif diartikan sebagai suatu konsep ekonomi yang berkembang berdasarkan aset kreatif yang berpotensi menciptakan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi.

Nah, dari kedua pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa ekonomi kreatif merupakan suatu upaya pembangunan ekonomi secara berkelanjutan yang lebih mengedepankan kreativitas, ide, dan pengetahuan manusia sebagai aset utama dalam menggerakkan perekonomian suatu negara.

 

Ciri-Ciri Ekonomi Kreatif

Ekonomi kreatif tentu memiliki ciri khusus agar dapat dipahami dan dimengerti oleh setiap orang. Lantas, apa saja karakteristik atau ciri – ciri yang terdapat pada ekonomi kreatif?. Berikut ini ciri – ciri ekonomi kreatif :

  • Ekonomi kreatif berbasis pada ide atau gagasan.
  • Konsep ekonomi kreatif yang dibangun bersifat relatif.
  • Produk yang dihasilkan baik berupa barang atau jasa mempunyai siklus hidup singkat, margin tinggi, keanekaragaman tinggi, persaingan tinggi, dan mudah ditiru.
  • Diperlukan kerjasama yang baik antara pihak yang berperan dalam industri kreatif, seperti kaum intelektual, dunia usaha, dan pemerintah.
  • Memiliki unsur utama kreativitas, keahlian, dan talenta yang memiliki nilai jual melalui penawaran kreasi intelektual.
  • Pengembangan industri kreatif yang tidak terbatas sehingga bisa diterapkan di berbagai bidang usaha.
  • Terdiri dari penyediaan produk kreatif langsung kepada pelanggan atau konsumen dan pendukung penciptaan nilai kreatif pada sektor lain yang berkaitan dengan pelanggan secara tidak langsung.

 

Jenis-Jenis Ekonomi Kreatif

Menurut Departemen Perdagangan Republik Indonesia yang mengacu pada isi buku digital berjudul “Pengembangan Industri Kreatif Indonesia 2025” , industri kreatif dapat di kelompokka menjadi 14 subsektor. Ke 14 subsektor industri kreatif di Indonesia adalah sebagai berikut :

  1. Periklanan (Advertising)
  2. Arsitektur
  3. Pasar barang seni
  4. Kerajinan (handicraft)
  5. Kuliner
  6. Desain
  7. Fashion
  8. Film, video, dan fotografi
  9. Musik
  10. Seni pertunjukan
  11. Penerbitan dan percetakan
  12. Layanan komputer dan piranti lunak
  13. Radio dan televisi
  14. Riset dan pengembangan

Nah, dari jenis – jenis ekonomi kreatif diatas, tentu saja setiap penggerak ekonomi dapat menciptakan industri kreatif lebih dari satu sektor, sesuai dengan bidang dan keahlian yang dimilikinya. Contohnya, seseorang yang bergerak dibidang kerajinan bisa juga menciptakan industri kreatif di bidang lain misalnya film, video dan fotografi jika memang mempunyai kemampuan di bidang tersebut.

 

Perkembangan Ekonomi Kreatif di Indonesia

Perlu kamu ketahui bahwa sebenarnya ekonomi kreatif sudah ada sejak lama di Indonesia. Hanya saja, dulunya dikenal dengan istilah ekonomi industri dan ekonomi informasi. Kemudian penggunaan istilah ekonomi kreatif ini mulai dikenalkan pada tahun 2001, dimana pada saat itu John Howkins menerbitkan bukunya yang mengulas tentang industri kreatif. Nah, pada tahun 2005 Donna Ghelfi dari World Intellectual Property Organization (WIPO) melakukan wawancara dengan John Howkins.

Dalam wawancara tersebut kemudian John Howkins menjelaskan secara sederhana mengenai definisi ekonomi kreatif. Ia mengatakan bahwa kegiatan ekonomi dalam masyarakat yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menghasilkan ide, tidak hanya melakukan hal-hal yang rutin dan berulang. Karena bagi masyarakat ini, menghasilkan ide merupakan hal yang harus dilakukan untuk kemajuan. “THE CREATION OF VALUE AS A RESULT OF IDEA” JOHN HOWKINS

Yang artinya, bahwa industri kreatif merupakan suatu industri yang bersumber dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan, dan bakat seseorang dalam menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menciptakan dan mengeksploitasi daya cipta dan daya kreasi orang tersebut.

Ekonomi kreatif atau Creative Economy ini sendiri muncul sejak masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Yang kemudian semakin berkembang saat pemerintahan Presiden Joko Widodo dengan dibentuknya Bekraf atau Badan Ekonomi Kreatif dimana fungsinya untuk menaungi industri kreatif yang ada di Indonesia.

Kemunculan ekonomi kreatif di Indonesia juga tak lepas loh dari adanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang telah berkembang beberapa tahun sebelumnya. Karena dengan adanya MEA dan ekonomi kreatif diharapkan mampu membantu perekenomian Indonesia dengan berbagai cara, misalnya seperti membuka lapangan kerja baru, mengurangi pengangguran, menciptakan masyarakat yang kreatif, meningkatkan inovasi di berbagai sektor dan masih banyak lagi.

 

Nah itulah pembahasan kali ini mengenai Pengertian Ekonomi Kreatif, Ciri-Ciri, Jenis, dan Perkembangan ekonomi kreatif yang telah kami jelaskan diatas. Semoga informasi di artikel kali ini dapat menambah wawasan pengetahuan kamu  tentang ekonomi kreatif ya. Dan jika ada penjelasan yang mungkin kurang kamu pahami, bisa kok tanyakan di kolom komentar. Semoga bermanfaat.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengertian Ekonomi Kreatif: Ciri-Ciri, Jenis, dan Perkembangan Ekonomi Kreatif Indonesia

Pengertian Ekonomi Kreatif: Ciri-Ciri, Jenis, dan Perkembangan Ekonomi Kreatif Indonesia

Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Hal ini dibuktikan dengan keadaan tanah Indonesia yang terbilang sangat subur. Nah, dengan kekayaan yang ada, seharusnya Indonesia sudah bisa mandiri tanpa perlu mengandalkan produk impor. Tapi kenyataannya, hingga kini sebagian besar produk yang ada di Indonesia merupakan hasil impor loh

Nah, untuk memperbaiki kondisi ekonomi, saat ini pemerintah mulai mengeluarkan beberapa kebijakan dan salah satunya seperti mengembangkan sektor ekonomi kreatif. Apa itu ekonomi kreatif? Nah, di artikel kali ini akan kita bahas tentang ekonomi kreatif yang akan diperjelas dengan bahasan mengenai pengertian ekonomi kreatif, ciri – ciri ekonomi kreatif, jenis – jenisnya dan perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Yuk, langsung saja simak pembahasannya berikut ini.

 

Pengertian Ekonomi Kreatif

Secara umum pengertian ekonomi kreatif atau creative economy merupakan suatu gagasan perekonomian di era ekonomi baru yang terfokus pada kreativitas dan informasi dengan mengandalkan ide dan ilmu pengetahuan dari sumber daya manusia atau SDM sebagai faktor produksi yang utama.

Sedangkan pengertian menurut UNCTAD atau United Nations Conference on Trade and Development sebuah organisasi internasional yang didirikan pada tahun 1969, ekonomi kreatif diartikan sebagai suatu konsep ekonomi yang berkembang berdasarkan aset kreatif yang berpotensi menciptakan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi.

Nah, dari kedua pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa ekonomi kreatif merupakan suatu upaya pembangunan ekonomi secara berkelanjutan yang lebih mengedepankan kreativitas, ide, dan pengetahuan manusia sebagai aset utama dalam menggerakkan perekonomian suatu negara.

 

Ciri-Ciri Ekonomi Kreatif

Ekonomi kreatif tentu memiliki ciri khusus agar dapat dipahami dan dimengerti oleh setiap orang. Lantas, apa saja karakteristik atau ciri – ciri yang terdapat pada ekonomi kreatif?. Berikut ini ciri – ciri ekonomi kreatif :

  • Ekonomi kreatif berbasis pada ide atau gagasan.
  • Konsep ekonomi kreatif yang dibangun bersifat relatif.
  • Produk yang dihasilkan baik berupa barang atau jasa mempunyai siklus hidup singkat, margin tinggi, keanekaragaman tinggi, persaingan tinggi, dan mudah ditiru.
  • Diperlukan kerjasama yang baik antara pihak yang berperan dalam industri kreatif, seperti kaum intelektual, dunia usaha, dan pemerintah.
  • Memiliki unsur utama kreativitas, keahlian, dan talenta yang memiliki nilai jual melalui penawaran kreasi intelektual.
  • Pengembangan industri kreatif yang tidak terbatas sehingga bisa diterapkan di berbagai bidang usaha.
  • Terdiri dari penyediaan produk kreatif langsung kepada pelanggan atau konsumen dan pendukung penciptaan nilai kreatif pada sektor lain yang berkaitan dengan pelanggan secara tidak langsung.

 

Jenis-Jenis Ekonomi Kreatif

Menurut Departemen Perdagangan Republik Indonesia yang mengacu pada isi buku digital berjudul “Pengembangan Industri Kreatif Indonesia 2025” , industri kreatif dapat di kelompokka menjadi 14 subsektor. Ke 14 subsektor industri kreatif di Indonesia adalah sebagai berikut :

  1. Periklanan (Advertising)
  2. Arsitektur
  3. Pasar barang seni
  4. Kerajinan (handicraft)
  5. Kuliner
  6. Desain
  7. Fashion
  8. Film, video, dan fotografi
  9. Musik
  10. Seni pertunjukan
  11. Penerbitan dan percetakan
  12. Layanan komputer dan piranti lunak
  13. Radio dan televisi
  14. Riset dan pengembangan

Nah, dari jenis – jenis ekonomi kreatif diatas, tentu saja setiap penggerak ekonomi dapat menciptakan industri kreatif lebih dari satu sektor, sesuai dengan bidang dan keahlian yang dimilikinya. Contohnya, seseorang yang bergerak dibidang kerajinan bisa juga menciptakan industri kreatif di bidang lain misalnya film, video dan fotografi jika memang mempunyai kemampuan di bidang tersebut.

 

Perkembangan Ekonomi Kreatif di Indonesia

Perlu kamu ketahui bahwa sebenarnya ekonomi kreatif sudah ada sejak lama di Indonesia. Hanya saja, dulunya dikenal dengan istilah ekonomi industri dan ekonomi informasi. Kemudian penggunaan istilah ekonomi kreatif ini mulai dikenalkan pada tahun 2001, dimana pada saat itu John Howkins menerbitkan bukunya yang mengulas tentang industri kreatif. Nah, pada tahun 2005 Donna Ghelfi dari World Intellectual Property Organization (WIPO) melakukan wawancara dengan John Howkins.

Dalam wawancara tersebut kemudian John Howkins menjelaskan secara sederhana mengenai definisi ekonomi kreatif. Ia mengatakan bahwa kegiatan ekonomi dalam masyarakat yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menghasilkan ide, tidak hanya melakukan hal-hal yang rutin dan berulang. Karena bagi masyarakat ini, menghasilkan ide merupakan hal yang harus dilakukan untuk kemajuan. “THE CREATION OF VALUE AS A RESULT OF IDEA” JOHN HOWKINS

Yang artinya, bahwa industri kreatif merupakan suatu industri yang bersumber dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan, dan bakat seseorang dalam menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menciptakan dan mengeksploitasi daya cipta dan daya kreasi orang tersebut.

Ekonomi kreatif atau Creative Economy ini sendiri muncul sejak masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Yang kemudian semakin berkembang saat pemerintahan Presiden Joko Widodo dengan dibentuknya Bekraf atau Badan Ekonomi Kreatif dimana fungsinya untuk menaungi industri kreatif yang ada di Indonesia.

Kemunculan ekonomi kreatif di Indonesia juga tak lepas loh dari adanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang telah berkembang beberapa tahun sebelumnya. Karena dengan adanya MEA dan ekonomi kreatif diharapkan mampu membantu perekenomian Indonesia dengan berbagai cara, misalnya seperti membuka lapangan kerja baru, mengurangi pengangguran, menciptakan masyarakat yang kreatif, meningkatkan inovasi di berbagai sektor dan masih banyak lagi.

 

Nah itulah pembahasan kali ini mengenai Pengertian Ekonomi Kreatif, Ciri-Ciri, Jenis, dan Perkembangan ekonomi kreatif yang telah kami jelaskan diatas. Semoga informasi di artikel kali ini dapat menambah wawasan pengetahuan kamu  tentang ekonomi kreatif ya. Dan jika ada penjelasan yang mungkin kurang kamu pahami, bisa kok tanyakan di kolom komentar. Semoga bermanfaat.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *