√ Pengertian Desentralisasi: Tujuan, Ciri dan Dampaknya (Lengkap)

Pengertian Desentralisasi: Tujuan, Ciri-Ciri dan Dampak Desentralisasi

Pengertian Desentralisasi: Tujuan, Ciri-Ciri dan Dampak Desentralisasi

Dalam pemerintahan di sebuah negara tentunya harus dibutuhkan kerja sama yang bagus dalam kekuasaan, pelimpahan, pembagian wewenang antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Maka dari itu diperlukan asas desentralisasi. Desentralisasi merupakan sebuah bentuk tata cara pemerintahan dimana kewenangan dan kekuasaan pemerintahan tidak terpusat, melainkan menyebar ke daerah – daerah.

Namun apakah kamu mengetahui apa pengertian desentralisasi, arti desentralisasi, tujuan desentralisasi, ciri – ciri dan dampak desentralisasi? Jika kamu belum mengetahui maka tenang saja karena disini kami akan memberikan artikel ringkas mengenai pengertian desentralisasi lengkap dengan arti, tujuan, ciri – ciri dan dampak desentralisasi.

 

Pengertian Desentralisasi

Secara umum desentralisasi memiliki pengertian pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah supaya pemerintah daerah dapat mengelola kegiatan yang terdapat di daerah tersebut dengan berdasarkan asas otonomi daerah.

Sedangkan pengertian desentralisasi menurut Undang – Undang, desentralisasi merupakan penyerahan urusan pemerintahan dari pusat ke pemerintah daerah. Pelimpahan wewenang tersebut tentu saja bertujuan untuk mewujudkan sebuah pemerintahan yang lebih efektif dan efisien. Hal tersebut seperti yang tertera pada Undang – Undang Nomor 5 Tahun 1974.

Hasil dari pelimpahan wewenang tersebut yaitu terbentuknya sebuah daerah otonom atau otonomi daerah yang diberikan oleh pemerintah agar pemerintah daerah otonom tersebut mampu mengatur dan mengurus kepentingannya sendiri.

Berikut ini merupakan beberapa contoh penerapan sistem desentralisasi adalah sebagai berikut.

  • Dinas Pendidikan memiliki Wewenang untuk mengatur pola pendidikan.
  • Dinas Perikanan memiliki Wewenang untuk mengatur potensi perikanan di daerah.
  • Proses pemilihan kepala daerah.
  • Pembuatan kebijakan yang dilakukan oleh DPRD.

 

Pengertian Desentralisasi Menurut Para Ahli

Supaya kita lebih memahami apa arti dari desentralisasi, maka kita dapat membaca beberapa pendapat para ahli berikut ini.

 

1. Prof. Dr. J. Salusu

Menurut Prof. Dr. J. Salusu, M. A, pengertian desentralisasi adalah kewenangan yang relatif besar, terutama dalam membuat berbagai keputusan penting, yang didelegasikan dari organisasi ke tingkat bawah secara luas melalui mata rantai komando.

 

2. Patrick Sills

Menurut Patrick Sills, pengertian desentralisasi adalah penyerahan wewenang dari tingkat pemerintahan yang lebih tinggi kepada pemerintah yang lebih rendah, baik yang menyangkut bidang legislatif, yudikatif atau administratif.

 

3. Jha S.N dan Mathur P.C

Menurut Jha S.N dan Mathur P.C, arti desentralisasi adalah pelimpahan kewenangan dari pemerintah pusat dengan cara dekonsentrasi pendelegasian kantor wilayah atau dengan devolusi kepada pejabat daerah atau badan-badan daerah.

 

4. Henry Maddick

Menurut Henry Maddick (1963), pengertian desentralisasi adalah penyerahan kekuasaan secara hukum untuk dapat menangani bidang – bidang atau fungsi – fungsi tertentu kepada daerah otonom.

 

5. Irawan Soejipto

Menurut Irawan Soejipto, pengertian desentralisasi adalah pelimpahan kewenangan pemerintah kepada pihak lain untuk dilaksanakan. Soejito mengatakan bahwa desentralisasi merupakan suatu sistem yang digunakan dalam bidang pemerintahan merupakan kebalikan dari sentralisasi.

 

6. Koesoemahatmadja, R. D. H. (Raden Djenal Hoesen)

Menurut Koesoemahatmadja, R. D. H, ada dua bentuk desentralisasi, yaitu dekonsentrasi dan desentralisasi ketatanegaraan atau desentralisasi politik.

 

Tujuan Desentralisasi

Asas desentralisasi tentu saja memiliki tujuan tertentu yang ingin dicapai. Maka dari itu adapun beberapa tujuan dari desentralisasi adalah sebagai berikut.

 

1. Mencegah Pemusatan Keuangan

Dengan adanya sistem desentralisasi ini maka pemerintah pusat akan melimpahkan wewenang pengelola keuangan kepada pemerintah daerah. Dengan begitu maka penganggaran dan realisasi keuangan daerah dapat digunakan untuk peningkatan kesejahteraan umum di daerah tersebut.

 

2. Bentuk Demokrasi Pemerintah Daerah

Sistem desentralisasi ini juga merupakan sebagai salah satu bentuk pendemokrasian pemerintah daerah dalam melibatkan masyarakatnya untuk turut serta bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pemerintahan.

 

3. Perbaikan Ekonomi Sosial di Daerah.

Adanya desentralisasi ini juga akan membantu pemerintah daerah dalam menyusun berbagai macam program sebagai upaya dalam meningkatkan perbaikan perekonomian dan sosial di tingkat daerah.

 

Ciri-Ciri Desentralisasi

Menurut Smith (1985) sistem desentralisasi memiliki beberapa ciri – ciri tertentu. Adapun ciri – ciri dari sistem desentralisasi adalah sebagai berikut.

  • Terdapat pendelegasian atau pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah supaya dapat melakukan fungsi tertentu dalam melakukan pemerintahan.
  • Pemerintah daerah memiliki wewenang dalam menetapkan dan melaksanakan sebuah kebijakan yang bertujuan untuk mengatur dan mengurus kepentingan daerahnya.
  • Kewenang dalam mengatur dan menetapkan norma hukum yang berlaku secara umum dan juga yang memiliki sifat abstrak.
  • Penerima wewenang merupakan daerah otonom, dimana fungsi yang diberikan dapat dirinci atau fungsi yang tersisa.
  • Wewenang untuk menetapkan norma hukum baik yang bersifat individual ataupun kongkret.
  • Daerah otonom berada diluar hierarki organisasi pemerintah pusat.
  • Sebagai salah satu pola hubungan antar organisasi.
  • Terciptanya diversity of structure dan political variety di dalam sebuah sistem politik.

 

Dampak Desentralisasi

Dalam pelaksanaannya, adanya sistem desentralisasi ini tentu saja memiliki dampak positif dan dampak negatif di berbagai bidang kehidupan di sebuah daerah. Adapun beberapa dampak dari positif dan negatif dari adanya sistem desentralisasi dalam kehidupan masyarakat.

 

1. Bidang Sosial Budaya

  • Dampak Positif : Terbentuk dan semakin kuatnya ikatan sosial dan budaya pada setiap daerah sehingga berkembangnya budaya di daerah tersebut akan semakin baik.
  • Dampak Negatif : Timbulnya persaingan antara daerah otonom satu dengan lainnya dalam menonjolkan kebudayaan masing – masing sehingga hal tersebut dapat melunturkan rasa persatuan dan kesatuan.

 

2. Bidang Politik

  • Dampak Positif : Semakin aktifnya pemerintah dalam mengelola daerahnya sendiri karena mempunyai wewenang dalam membuat dan memutuskan sebuah kebijakan tertentu.
  • Dampak Negatif : Timbulnya euforia berlebihan sehingga wewenang yang diberikan dapat berpotensi di salah gunakan untuk kepentingan pribadi, golongan, maupun kelompok tertentu.

 

3. Bidang Ekonomi

  • Dampak Positif : Pemerintah daerah memiliki wewenang dalam mengolah dan mengelola sumber daya alam di daerahnya sehingga pendapatan daerah dan masyarakat daerah tersebut akan semakin meningkat.
  • Dampak Negatif : Potensi terjadinya penyalahgunaan wewenang yang diberikan sehingga dapat timbul praktik KKN.

 

4. Bidang Keamanan

  • Dampak Positif : Timbulnya rasa saling memiliki dan melakukan upaya untuk mempertahankan NKRI dengan kebijakan tertentu yang bisa meredam keinginan untuk terpisah dari NKRI.
  • Dampak Negatif : Timbulnya potensi konflik antar daerah ketika suatu daerah tidak puas dengan sistem terkait Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Jadi demikianlah ulasan ringkas yang dapat kami berikan mengenai pengertian desentralisasi, arti desentralisasi, tujuan desentralisasi, ciri – ciri dan dampak desentralisasi. Dengan sistem desentralisasi ini maka pemerintah daerah dapat mengatur urusan dan kepentingan daerahnya sendiri sehingga mampu membuat daerah tersebut semakin maju. Semoga dapat bermanfaat.



Pengertian Desentralisasi: Tujuan, Ciri-Ciri dan Dampak Desentralisasi

Pengertian Desentralisasi: Tujuan, Ciri-Ciri dan Dampak Desentralisasi

Dalam pemerintahan di sebuah negara tentunya harus dibutuhkan kerja sama yang bagus dalam kekuasaan, pelimpahan, pembagian wewenang antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Maka dari itu diperlukan asas desentralisasi. Desentralisasi merupakan sebuah bentuk tata cara pemerintahan dimana kewenangan dan kekuasaan pemerintahan tidak terpusat, melainkan menyebar ke daerah – daerah.

Namun apakah kamu mengetahui apa pengertian desentralisasi, arti desentralisasi, tujuan desentralisasi, ciri – ciri dan dampak desentralisasi? Jika kamu belum mengetahui maka tenang saja karena disini kami akan memberikan artikel ringkas mengenai pengertian desentralisasi lengkap dengan arti, tujuan, ciri – ciri dan dampak desentralisasi.

 

Pengertian Desentralisasi

Secara umum desentralisasi memiliki pengertian pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah supaya pemerintah daerah dapat mengelola kegiatan yang terdapat di daerah tersebut dengan berdasarkan asas otonomi daerah.

Sedangkan pengertian desentralisasi menurut Undang – Undang, desentralisasi merupakan penyerahan urusan pemerintahan dari pusat ke pemerintah daerah. Pelimpahan wewenang tersebut tentu saja bertujuan untuk mewujudkan sebuah pemerintahan yang lebih efektif dan efisien. Hal tersebut seperti yang tertera pada Undang – Undang Nomor 5 Tahun 1974.

Hasil dari pelimpahan wewenang tersebut yaitu terbentuknya sebuah daerah otonom atau otonomi daerah yang diberikan oleh pemerintah agar pemerintah daerah otonom tersebut mampu mengatur dan mengurus kepentingannya sendiri.

Berikut ini merupakan beberapa contoh penerapan sistem desentralisasi adalah sebagai berikut.

  • Dinas Pendidikan memiliki Wewenang untuk mengatur pola pendidikan.
  • Dinas Perikanan memiliki Wewenang untuk mengatur potensi perikanan di daerah.
  • Proses pemilihan kepala daerah.
  • Pembuatan kebijakan yang dilakukan oleh DPRD.

 

Pengertian Desentralisasi Menurut Para Ahli

Supaya kita lebih memahami apa arti dari desentralisasi, maka kita dapat membaca beberapa pendapat para ahli berikut ini.

 

1. Prof. Dr. J. Salusu

Menurut Prof. Dr. J. Salusu, M. A, pengertian desentralisasi adalah kewenangan yang relatif besar, terutama dalam membuat berbagai keputusan penting, yang didelegasikan dari organisasi ke tingkat bawah secara luas melalui mata rantai komando.

 

2. Patrick Sills

Menurut Patrick Sills, pengertian desentralisasi adalah penyerahan wewenang dari tingkat pemerintahan yang lebih tinggi kepada pemerintah yang lebih rendah, baik yang menyangkut bidang legislatif, yudikatif atau administratif.

 

3. Jha S.N dan Mathur P.C

Menurut Jha S.N dan Mathur P.C, arti desentralisasi adalah pelimpahan kewenangan dari pemerintah pusat dengan cara dekonsentrasi pendelegasian kantor wilayah atau dengan devolusi kepada pejabat daerah atau badan-badan daerah.

 

4. Henry Maddick

Menurut Henry Maddick (1963), pengertian desentralisasi adalah penyerahan kekuasaan secara hukum untuk dapat menangani bidang – bidang atau fungsi – fungsi tertentu kepada daerah otonom.

 

5. Irawan Soejipto

Menurut Irawan Soejipto, pengertian desentralisasi adalah pelimpahan kewenangan pemerintah kepada pihak lain untuk dilaksanakan. Soejito mengatakan bahwa desentralisasi merupakan suatu sistem yang digunakan dalam bidang pemerintahan merupakan kebalikan dari sentralisasi.

 

6. Koesoemahatmadja, R. D. H. (Raden Djenal Hoesen)

Menurut Koesoemahatmadja, R. D. H, ada dua bentuk desentralisasi, yaitu dekonsentrasi dan desentralisasi ketatanegaraan atau desentralisasi politik.

 

Tujuan Desentralisasi

Asas desentralisasi tentu saja memiliki tujuan tertentu yang ingin dicapai. Maka dari itu adapun beberapa tujuan dari desentralisasi adalah sebagai berikut.

 

1. Mencegah Pemusatan Keuangan

Dengan adanya sistem desentralisasi ini maka pemerintah pusat akan melimpahkan wewenang pengelola keuangan kepada pemerintah daerah. Dengan begitu maka penganggaran dan realisasi keuangan daerah dapat digunakan untuk peningkatan kesejahteraan umum di daerah tersebut.

 

2. Bentuk Demokrasi Pemerintah Daerah

Sistem desentralisasi ini juga merupakan sebagai salah satu bentuk pendemokrasian pemerintah daerah dalam melibatkan masyarakatnya untuk turut serta bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pemerintahan.

 

3. Perbaikan Ekonomi Sosial di Daerah.

Adanya desentralisasi ini juga akan membantu pemerintah daerah dalam menyusun berbagai macam program sebagai upaya dalam meningkatkan perbaikan perekonomian dan sosial di tingkat daerah.

 

Ciri-Ciri Desentralisasi

Menurut Smith (1985) sistem desentralisasi memiliki beberapa ciri – ciri tertentu. Adapun ciri – ciri dari sistem desentralisasi adalah sebagai berikut.

  • Terdapat pendelegasian atau pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah supaya dapat melakukan fungsi tertentu dalam melakukan pemerintahan.
  • Pemerintah daerah memiliki wewenang dalam menetapkan dan melaksanakan sebuah kebijakan yang bertujuan untuk mengatur dan mengurus kepentingan daerahnya.
  • Kewenang dalam mengatur dan menetapkan norma hukum yang berlaku secara umum dan juga yang memiliki sifat abstrak.
  • Penerima wewenang merupakan daerah otonom, dimana fungsi yang diberikan dapat dirinci atau fungsi yang tersisa.
  • Wewenang untuk menetapkan norma hukum baik yang bersifat individual ataupun kongkret.
  • Daerah otonom berada diluar hierarki organisasi pemerintah pusat.
  • Sebagai salah satu pola hubungan antar organisasi.
  • Terciptanya diversity of structure dan political variety di dalam sebuah sistem politik.

 

Dampak Desentralisasi

Dalam pelaksanaannya, adanya sistem desentralisasi ini tentu saja memiliki dampak positif dan dampak negatif di berbagai bidang kehidupan di sebuah daerah. Adapun beberapa dampak dari positif dan negatif dari adanya sistem desentralisasi dalam kehidupan masyarakat.

 

1. Bidang Sosial Budaya

  • Dampak Positif : Terbentuk dan semakin kuatnya ikatan sosial dan budaya pada setiap daerah sehingga berkembangnya budaya di daerah tersebut akan semakin baik.
  • Dampak Negatif : Timbulnya persaingan antara daerah otonom satu dengan lainnya dalam menonjolkan kebudayaan masing – masing sehingga hal tersebut dapat melunturkan rasa persatuan dan kesatuan.

 

2. Bidang Politik

  • Dampak Positif : Semakin aktifnya pemerintah dalam mengelola daerahnya sendiri karena mempunyai wewenang dalam membuat dan memutuskan sebuah kebijakan tertentu.
  • Dampak Negatif : Timbulnya euforia berlebihan sehingga wewenang yang diberikan dapat berpotensi di salah gunakan untuk kepentingan pribadi, golongan, maupun kelompok tertentu.

 

3. Bidang Ekonomi

  • Dampak Positif : Pemerintah daerah memiliki wewenang dalam mengolah dan mengelola sumber daya alam di daerahnya sehingga pendapatan daerah dan masyarakat daerah tersebut akan semakin meningkat.
  • Dampak Negatif : Potensi terjadinya penyalahgunaan wewenang yang diberikan sehingga dapat timbul praktik KKN.

 

4. Bidang Keamanan

  • Dampak Positif : Timbulnya rasa saling memiliki dan melakukan upaya untuk mempertahankan NKRI dengan kebijakan tertentu yang bisa meredam keinginan untuk terpisah dari NKRI.
  • Dampak Negatif : Timbulnya potensi konflik antar daerah ketika suatu daerah tidak puas dengan sistem terkait Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Jadi demikianlah ulasan ringkas yang dapat kami berikan mengenai pengertian desentralisasi, arti desentralisasi, tujuan desentralisasi, ciri – ciri dan dampak desentralisasi. Dengan sistem desentralisasi ini maka pemerintah daerah dapat mengatur urusan dan kepentingan daerahnya sendiri sehingga mampu membuat daerah tersebut semakin maju. Semoga dapat bermanfaat.