√ Pengertian Desentralisasi: Tujuan, Ciri dan Dampaknya (Lengkap)

Pengertian Desentralisasi: Tujuan, Ciri-Ciri dan Dampak Desentralisasi

Pengertian Desentralisasi: Tujuan, Ciri-Ciri dan Dampak Desentralisasi
By : Adi Catur Pamungkas 5 min read

Dalam pemerintahan di sebuah negara tentunya harus dibutuhkan kerja sama yang bagus dalam kekuasaan, pelimpahan, pembagian wewenang antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Maka dari itu diperlukan asas desentralisasi. Desentralisasi merupakan sebuah bentuk tata cara pemerintahan dimana kewenangan dan kekuasaan pemerintahan tidak terpusat, melainkan menyebar ke daerah – daerah.

Namun apakah kamu mengetahui apa pengertian desentralisasi, arti desentralisasi, tujuan desentralisasi, ciri – ciri dan dampak desentralisasi? Jika kamu belum mengetahui maka tenang saja karena disini kami akan memberikan artikel ringkas mengenai pengertian desentralisasi lengkap dengan arti, tujuan, ciri – ciri dan dampak desentralisasi.

 

Pengertian Desentralisasi

Secara umum desentralisasi memiliki pengertian pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah supaya pemerintah daerah dapat mengelola kegiatan yang terdapat di daerah tersebut dengan berdasarkan asas otonomi daerah.

Sedangkan pengertian desentralisasi menurut Undang – Undang, desentralisasi merupakan penyerahan urusan pemerintahan dari pusat ke pemerintah daerah. Pelimpahan wewenang tersebut tentu saja bertujuan untuk mewujudkan sebuah pemerintahan yang lebih efektif dan efisien. Hal tersebut seperti yang tertera pada Undang – Undang Nomor 5 Tahun 1974.

Hasil dari pelimpahan wewenang tersebut yaitu terbentuknya sebuah daerah otonom atau otonomi daerah yang diberikan oleh pemerintah agar pemerintah daerah otonom tersebut mampu mengatur dan mengurus kepentingannya sendiri.

Berikut ini merupakan beberapa contoh penerapan sistem desentralisasi adalah sebagai berikut.

  • Dinas Pendidikan memiliki Wewenang untuk mengatur pola pendidikan.
  • Dinas Perikanan memiliki Wewenang untuk mengatur potensi perikanan di daerah.
  • Proses pemilihan kepala daerah.
  • Pembuatan kebijakan yang dilakukan oleh DPRD.

 

Pengertian Desentralisasi Menurut Para Ahli

Supaya kita lebih memahami apa arti dari desentralisasi, maka kita dapat membaca beberapa pendapat para ahli berikut ini.

 

1. Prof. Dr. J. Salusu

Menurut Prof. Dr. J. Salusu, M. A, pengertian desentralisasi adalah kewenangan yang relatif besar, terutama dalam membuat berbagai keputusan penting, yang didelegasikan dari organisasi ke tingkat bawah secara luas melalui mata rantai komando.

 

2. Patrick Sills

Menurut Patrick Sills, pengertian desentralisasi adalah penyerahan wewenang dari tingkat pemerintahan yang lebih tinggi kepada pemerintah yang lebih rendah, baik yang menyangkut bidang legislatif, yudikatif atau administratif.

 

3. Jha S.N dan Mathur P.C

Menurut Jha S.N dan Mathur P.C, arti desentralisasi adalah pelimpahan kewenangan dari pemerintah pusat dengan cara dekonsentrasi pendelegasian kantor wilayah atau dengan devolusi kepada pejabat daerah atau badan-badan daerah.

 

4. Henry Maddick

Menurut Henry Maddick (1963), pengertian desentralisasi adalah penyerahan kekuasaan secara hukum untuk dapat menangani bidang – bidang atau fungsi – fungsi tertentu kepada daerah otonom.

 

5. Irawan Soejipto

Menurut Irawan Soejipto, pengertian desentralisasi adalah pelimpahan kewenangan pemerintah kepada pihak lain untuk dilaksanakan. Soejito mengatakan bahwa desentralisasi merupakan suatu sistem yang digunakan dalam bidang pemerintahan merupakan kebalikan dari sentralisasi.

 

6. Koesoemahatmadja, R. D. H. (Raden Djenal Hoesen)

Menurut Koesoemahatmadja, R. D. H, ada dua bentuk desentralisasi, yaitu dekonsentrasi dan desentralisasi ketatanegaraan atau desentralisasi politik.

 

Tujuan Desentralisasi

Asas desentralisasi tentu saja memiliki tujuan tertentu yang ingin dicapai. Maka dari itu adapun beberapa tujuan dari desentralisasi adalah sebagai berikut.

 

1. Mencegah Pemusatan Keuangan

Dengan adanya sistem desentralisasi ini maka pemerintah pusat akan melimpahkan wewenang pengelola keuangan kepada pemerintah daerah. Dengan begitu maka penganggaran dan realisasi keuangan daerah dapat digunakan untuk peningkatan kesejahteraan umum di daerah tersebut.

 

2. Bentuk Demokrasi Pemerintah Daerah

Sistem desentralisasi ini juga merupakan sebagai salah satu bentuk pendemokrasian pemerintah daerah dalam melibatkan masyarakatnya untuk turut serta bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pemerintahan.

 

3. Perbaikan Ekonomi Sosial di Daerah.

Adanya desentralisasi ini juga akan membantu pemerintah daerah dalam menyusun berbagai macam program sebagai upaya dalam meningkatkan perbaikan perekonomian dan sosial di tingkat daerah.

 

Ciri-Ciri Desentralisasi

Menurut Smith (1985) sistem desentralisasi memiliki beberapa ciri – ciri tertentu. Adapun ciri – ciri dari sistem desentralisasi adalah sebagai berikut.

  • Terdapat pendelegasian atau pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah supaya dapat melakukan fungsi tertentu dalam melakukan pemerintahan.
  • Pemerintah daerah memiliki wewenang dalam menetapkan dan melaksanakan sebuah kebijakan yang bertujuan untuk mengatur dan mengurus kepentingan daerahnya.
  • Kewenang dalam mengatur dan menetapkan norma hukum yang berlaku secara umum dan juga yang memiliki sifat abstrak.
  • Penerima wewenang merupakan daerah otonom, dimana fungsi yang diberikan dapat dirinci atau fungsi yang tersisa.
  • Wewenang untuk menetapkan norma hukum baik yang bersifat individual ataupun kongkret.
  • Daerah otonom berada diluar hierarki organisasi pemerintah pusat.
  • Sebagai salah satu pola hubungan antar organisasi.
  • Terciptanya diversity of structure dan political variety di dalam sebuah sistem politik.

 

Dampak Desentralisasi

Dalam pelaksanaannya, adanya sistem desentralisasi ini tentu saja memiliki dampak positif dan dampak negatif di berbagai bidang kehidupan di sebuah daerah. Adapun beberapa dampak dari positif dan negatif dari adanya sistem desentralisasi dalam kehidupan masyarakat.

 

1. Bidang Sosial Budaya

  • Dampak Positif : Terbentuk dan semakin kuatnya ikatan sosial dan budaya pada setiap daerah sehingga berkembangnya budaya di daerah tersebut akan semakin baik.
  • Dampak Negatif : Timbulnya persaingan antara daerah otonom satu dengan lainnya dalam menonjolkan kebudayaan masing – masing sehingga hal tersebut dapat melunturkan rasa persatuan dan kesatuan.

 

2. Bidang Politik

  • Dampak Positif : Semakin aktifnya pemerintah dalam mengelola daerahnya sendiri karena mempunyai wewenang dalam membuat dan memutuskan sebuah kebijakan tertentu.
  • Dampak Negatif : Timbulnya euforia berlebihan sehingga wewenang yang diberikan dapat berpotensi di salah gunakan untuk kepentingan pribadi, golongan, maupun kelompok tertentu.

 

3. Bidang Ekonomi

  • Dampak Positif : Pemerintah daerah memiliki wewenang dalam mengolah dan mengelola sumber daya alam di daerahnya sehingga pendapatan daerah dan masyarakat daerah tersebut akan semakin meningkat.
  • Dampak Negatif : Potensi terjadinya penyalahgunaan wewenang yang diberikan sehingga dapat timbul praktik KKN.

 

4. Bidang Keamanan

  • Dampak Positif : Timbulnya rasa saling memiliki dan melakukan upaya untuk mempertahankan NKRI dengan kebijakan tertentu yang bisa meredam keinginan untuk terpisah dari NKRI.
  • Dampak Negatif : Timbulnya potensi konflik antar daerah ketika suatu daerah tidak puas dengan sistem terkait Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Jadi demikianlah ulasan ringkas yang dapat kami berikan mengenai pengertian desentralisasi, arti desentralisasi, tujuan desentralisasi, ciri – ciri dan dampak desentralisasi. Dengan sistem desentralisasi ini maka pemerintah daerah dapat mengatur urusan dan kepentingan daerahnya sendiri sehingga mampu membuat daerah tersebut semakin maju. Semoga dapat bermanfaat.

Dalam sistem pemerintahan seringkali kita menemukan hal hal yang tidak kita ketahui, karena memang hanya orang tertentu yang paham akan bidang itu khususnya yang pintar akan politik dan hukum. Namun dalam mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan untungnya sudah ada materi yang dibahas walaupun hanya sedikit.

Salah satunya adalah mengenai desentralisasi yang sering disinggung dalam mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Nah pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai desentralisasi lengkap mulai dari pengertian secara umum, pengertian menurut para ahli, tujuan desentralisasi, ciri desentralisasi, dan dampak desentralisasi. Simak penjelasannya berikut ini ya.

 

Pengertian Desentralisasi

Ada dua versi tentang pengertian desentralisasi yaitu menurut secara umum dan menurut Undang – Undang No. 5 Tahun 1974. Pertama saya akan menjelaskan pengertian desentralisasi menurut Undang-Undang No. 5 Tahun 1974 yaitu urusan pemerintahan diserahkan ke pemerintah daerah dari pemerintahan pusat. Yang tujuannya untuk merealisasikan pemerintahan yang lebih baik, efisien, dan efektif.

Sedangkan pengertian desentralisasi adalah pelimpahan atau penyerahan wewenang pemerintahan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah supaya mengurus kegiatan daerah itu sendiri yang berdasarkan dengan otonom.

Sedangkan pengertian dari otonom daerah sendiri adalah daerah bebas mengurus urusan dan kepentingannya tanpa adanya ikatan campur tangan oleh pemerintah pusat.

Berikut ada beberapa contoh dari sistem desentralisasi :

  1. Pada saat proses memilih seorang kepala daerah
  2. Kebijakan dari DPRD
  3. Dinas Perikanan yang mengurus suatu potensi perikanan di daerahnya
  4. Dinas Pendidikan yang mengurus suatu pola pendidikan

 

 

Pengertian Desentralisasi Menurut Para Ahli

Tadi kita sudah membahas pengertian desentralisasi secara umum. Berikut saya akan menjelaskan mengenai pengertian desentralisasi menurut para ahli.

1. Henry Maddick

Menurutnya desentralisasi adalah daerah otonom menangani bidang bidang atau fungsi fungsi tertentu karena penyerahan kekusasaan hukum sudah diberikan.

 

2. Prof. Dr. J. Salusu

Menurutnya adalah kewenangan untuk membuat suatu keputusan yang penting dan relatif besar yang biasanya disalurkan ke bawah lewat mata rantai komando melalui sistem delegasi.

 

3. Irawan Soejipto

Menurutnya adalah penyerahan kewenangan   yang diberikan ke pihak lain. Pengertian lain desentralisasi adalah sistem dari suatu pemerintahan yang kebalikan dari sentralisasi

 

4. Patrick Sills

Menurutnya adalah penyerahan wewenang kekuasaan yang diberikan ke daerah pemerintahan yang paling rendah ke pemerintahan yang lebih tinggi yang mencakup di bidang administratif, legislatif, dan yudikatif.

 

5. Koesoemathatmadja, R. D. H. (Raden Djenal Hoesen)

Menurutnya bisa dibagi menjadi dua jenis yaitu desentralisasi ketatanegaraan atau biasa disebut dengan desntralisasi politik dan keduanya adalah dekonsenntrasi.

 

6. Jha S.N dan Mathur P.C

Menurutnya adalah penyerahan atau pelimpahan kewenangan yang diberikan kepada pejabat daerah atau badan daerah melalui sistem devolusi atau dekonsentrasi pendelegasian sebuah kantor wilayah.

 

 

Tujuan Desentralisasi

Sebelumnya kita sudah membahas mengenai pengertian desentralisasi secara umum dan menurut para ahli berikutnya akan dibahas mengenai tujuan dari desentralisasi.

1. Bentuk Demokrasi Pemerintah Daerah

Yang berarti bahwa desentralisasi memiliki sistem yang mana pemerintah daerah mengikutsertakan masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan.

 

2. Perbaikan Ekonomi Sosial Daerah

Tanpa disadari desentralisasi mampu memberikan perbaikan ekonomi sosial tingkat daerah karena dengan desentralisasi pemerintah mampu membuat dan menyusun program perbaikan ekonomi.

 

3. Mencegah Pemusatan Keuangan

Maka kewenangan pengelolaan keuangan akan secara otomatis dipegang oleh pemerintah daerah. Maka dampaknya adalah kesejahteraan dari penganggaran dan realisasi keuangan akan maju.

 

 

Ciri-Ciri Desentralisasi

Ciri desentralisasi yang disebutkan oleh Smith ( 1985 ) antara lain adalah :

  1. Pada sistem politik akan menciptakan diversity of structur dan poilitical variety
  2. Pada antra organisasi akan tercipta pola hubungan
  3. Pemerintah daerah mempunyai fungsi yang diberikan oleh pemerintah pusat
  4. Daerah otonom akan terletak di luar area hirarki organisasi pemerintah pusat
  5. Mendapat kewenangan untuk membuat suatu norma hukum yang sifatnya konkrit dan juga individual
  6. Mendapat kewenangan untuk mengatur norma hukum dimana sifatnya abstrak dan berlaku secara umum
  7. Pemerintah daerah akan memiliki kewenangan menetapkan peraturan daerahnya sendiri
  8. Daerah menjadi penerima wewenang yang ketentuannya mendapatkan fungsi yang sudah dirinci

 

 

Dampak Desentralisasi

Ada dua dampak yaitu dampak negatif dan positif. Nah berikut akan saya berikan contoh dampak dari desentralisasi di berbagai bidang.

1. Bidang Keamanan

  • Dampak negatifnya adalah kadang ada sebagian masyarakat yang tidak puas dengan sistem NKRI
  • Dampak positifnya adalah akan timbul rasa semangat untuk selalu mempertahankan NKRI agar tidak terpecah belah

 

2. Bidang Sosial Budaya

  • Dampak negatifnya adalah antara daerah otonom yang satu dengan yang lainnya akan saling menonjolkan budaya masing-masing sehingga melunturkan rasa kesatuan dan persatuan
  • Dampak positifnya adalah akan muncul rasa ikatan sosial budaya sehingga budaya akan semakin membaik

 

3. Bidang Politik

  • Dampak negatifnya adalah dapat memunculkan euphoria yang berlebih dan akan berdampak pada adanya penyalahgunaan wewenang kepentingan pribadi, kelompok tertentu, dan golongan
  • Dampak positifnya adalah pemerintah daerah akan menjadi aktif dalam pengelolaan daerah otonomnya dalam membuat kebijakan tertentu

 

4. Bidang Ekonomi

  • Dampak negatifnya adalah akan dapat muncul praktik KKN yang mana dilakukan oleh pejabat daerah yang tidak bertanggung jawab
  • Dampak positifnya adalah pendapatan daerah akan dapat meningkat karena pemerintah daerah akan semakin maksimal dalam mengurus sumber daya alam daerahnya

 

Demikianlah artikel mengenai Pengertian Desentralisasi: Arti, Tujuan, Ciri-Ciri, dan Dampak Desentralisasi. Jika artikel ini bermanfaat bisa share ya. Jika ada hal yang ingin ditanyakan jangan sungkan bertanya di kolom komentar yang sudah disediakan.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengertian Desentralisasi: Tujuan, Ciri-Ciri dan Dampak Desentralisasi

Pengertian Desentralisasi: Tujuan, Ciri-Ciri dan Dampak Desentralisasi
By : Adi Catur Pamungkas 5 min read

Dalam pemerintahan di sebuah negara tentunya harus dibutuhkan kerja sama yang bagus dalam kekuasaan, pelimpahan, pembagian wewenang antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Maka dari itu diperlukan asas desentralisasi. Desentralisasi merupakan sebuah bentuk tata cara pemerintahan dimana kewenangan dan kekuasaan pemerintahan tidak terpusat, melainkan menyebar ke daerah – daerah.

Namun apakah kamu mengetahui apa pengertian desentralisasi, arti desentralisasi, tujuan desentralisasi, ciri – ciri dan dampak desentralisasi? Jika kamu belum mengetahui maka tenang saja karena disini kami akan memberikan artikel ringkas mengenai pengertian desentralisasi lengkap dengan arti, tujuan, ciri – ciri dan dampak desentralisasi.

 

Pengertian Desentralisasi

Secara umum desentralisasi memiliki pengertian pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah supaya pemerintah daerah dapat mengelola kegiatan yang terdapat di daerah tersebut dengan berdasarkan asas otonomi daerah.

Sedangkan pengertian desentralisasi menurut Undang – Undang, desentralisasi merupakan penyerahan urusan pemerintahan dari pusat ke pemerintah daerah. Pelimpahan wewenang tersebut tentu saja bertujuan untuk mewujudkan sebuah pemerintahan yang lebih efektif dan efisien. Hal tersebut seperti yang tertera pada Undang – Undang Nomor 5 Tahun 1974.

Hasil dari pelimpahan wewenang tersebut yaitu terbentuknya sebuah daerah otonom atau otonomi daerah yang diberikan oleh pemerintah agar pemerintah daerah otonom tersebut mampu mengatur dan mengurus kepentingannya sendiri.

Berikut ini merupakan beberapa contoh penerapan sistem desentralisasi adalah sebagai berikut.

  • Dinas Pendidikan memiliki Wewenang untuk mengatur pola pendidikan.
  • Dinas Perikanan memiliki Wewenang untuk mengatur potensi perikanan di daerah.
  • Proses pemilihan kepala daerah.
  • Pembuatan kebijakan yang dilakukan oleh DPRD.

 

Pengertian Desentralisasi Menurut Para Ahli

Supaya kita lebih memahami apa arti dari desentralisasi, maka kita dapat membaca beberapa pendapat para ahli berikut ini.

 

1. Prof. Dr. J. Salusu

Menurut Prof. Dr. J. Salusu, M. A, pengertian desentralisasi adalah kewenangan yang relatif besar, terutama dalam membuat berbagai keputusan penting, yang didelegasikan dari organisasi ke tingkat bawah secara luas melalui mata rantai komando.

 

2. Patrick Sills

Menurut Patrick Sills, pengertian desentralisasi adalah penyerahan wewenang dari tingkat pemerintahan yang lebih tinggi kepada pemerintah yang lebih rendah, baik yang menyangkut bidang legislatif, yudikatif atau administratif.

 

3. Jha S.N dan Mathur P.C

Menurut Jha S.N dan Mathur P.C, arti desentralisasi adalah pelimpahan kewenangan dari pemerintah pusat dengan cara dekonsentrasi pendelegasian kantor wilayah atau dengan devolusi kepada pejabat daerah atau badan-badan daerah.

 

4. Henry Maddick

Menurut Henry Maddick (1963), pengertian desentralisasi adalah penyerahan kekuasaan secara hukum untuk dapat menangani bidang – bidang atau fungsi – fungsi tertentu kepada daerah otonom.

 

5. Irawan Soejipto

Menurut Irawan Soejipto, pengertian desentralisasi adalah pelimpahan kewenangan pemerintah kepada pihak lain untuk dilaksanakan. Soejito mengatakan bahwa desentralisasi merupakan suatu sistem yang digunakan dalam bidang pemerintahan merupakan kebalikan dari sentralisasi.

 

6. Koesoemahatmadja, R. D. H. (Raden Djenal Hoesen)

Menurut Koesoemahatmadja, R. D. H, ada dua bentuk desentralisasi, yaitu dekonsentrasi dan desentralisasi ketatanegaraan atau desentralisasi politik.

 

Tujuan Desentralisasi

Asas desentralisasi tentu saja memiliki tujuan tertentu yang ingin dicapai. Maka dari itu adapun beberapa tujuan dari desentralisasi adalah sebagai berikut.

 

1. Mencegah Pemusatan Keuangan

Dengan adanya sistem desentralisasi ini maka pemerintah pusat akan melimpahkan wewenang pengelola keuangan kepada pemerintah daerah. Dengan begitu maka penganggaran dan realisasi keuangan daerah dapat digunakan untuk peningkatan kesejahteraan umum di daerah tersebut.

 

2. Bentuk Demokrasi Pemerintah Daerah

Sistem desentralisasi ini juga merupakan sebagai salah satu bentuk pendemokrasian pemerintah daerah dalam melibatkan masyarakatnya untuk turut serta bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pemerintahan.

 

3. Perbaikan Ekonomi Sosial di Daerah.

Adanya desentralisasi ini juga akan membantu pemerintah daerah dalam menyusun berbagai macam program sebagai upaya dalam meningkatkan perbaikan perekonomian dan sosial di tingkat daerah.

 

Ciri-Ciri Desentralisasi

Menurut Smith (1985) sistem desentralisasi memiliki beberapa ciri – ciri tertentu. Adapun ciri – ciri dari sistem desentralisasi adalah sebagai berikut.

  • Terdapat pendelegasian atau pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah supaya dapat melakukan fungsi tertentu dalam melakukan pemerintahan.
  • Pemerintah daerah memiliki wewenang dalam menetapkan dan melaksanakan sebuah kebijakan yang bertujuan untuk mengatur dan mengurus kepentingan daerahnya.
  • Kewenang dalam mengatur dan menetapkan norma hukum yang berlaku secara umum dan juga yang memiliki sifat abstrak.
  • Penerima wewenang merupakan daerah otonom, dimana fungsi yang diberikan dapat dirinci atau fungsi yang tersisa.
  • Wewenang untuk menetapkan norma hukum baik yang bersifat individual ataupun kongkret.
  • Daerah otonom berada diluar hierarki organisasi pemerintah pusat.
  • Sebagai salah satu pola hubungan antar organisasi.
  • Terciptanya diversity of structure dan political variety di dalam sebuah sistem politik.

 

Dampak Desentralisasi

Dalam pelaksanaannya, adanya sistem desentralisasi ini tentu saja memiliki dampak positif dan dampak negatif di berbagai bidang kehidupan di sebuah daerah. Adapun beberapa dampak dari positif dan negatif dari adanya sistem desentralisasi dalam kehidupan masyarakat.

 

1. Bidang Sosial Budaya

  • Dampak Positif : Terbentuk dan semakin kuatnya ikatan sosial dan budaya pada setiap daerah sehingga berkembangnya budaya di daerah tersebut akan semakin baik.
  • Dampak Negatif : Timbulnya persaingan antara daerah otonom satu dengan lainnya dalam menonjolkan kebudayaan masing – masing sehingga hal tersebut dapat melunturkan rasa persatuan dan kesatuan.

 

2. Bidang Politik

  • Dampak Positif : Semakin aktifnya pemerintah dalam mengelola daerahnya sendiri karena mempunyai wewenang dalam membuat dan memutuskan sebuah kebijakan tertentu.
  • Dampak Negatif : Timbulnya euforia berlebihan sehingga wewenang yang diberikan dapat berpotensi di salah gunakan untuk kepentingan pribadi, golongan, maupun kelompok tertentu.

 

3. Bidang Ekonomi

  • Dampak Positif : Pemerintah daerah memiliki wewenang dalam mengolah dan mengelola sumber daya alam di daerahnya sehingga pendapatan daerah dan masyarakat daerah tersebut akan semakin meningkat.
  • Dampak Negatif : Potensi terjadinya penyalahgunaan wewenang yang diberikan sehingga dapat timbul praktik KKN.

 

4. Bidang Keamanan

  • Dampak Positif : Timbulnya rasa saling memiliki dan melakukan upaya untuk mempertahankan NKRI dengan kebijakan tertentu yang bisa meredam keinginan untuk terpisah dari NKRI.
  • Dampak Negatif : Timbulnya potensi konflik antar daerah ketika suatu daerah tidak puas dengan sistem terkait Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Jadi demikianlah ulasan ringkas yang dapat kami berikan mengenai pengertian desentralisasi, arti desentralisasi, tujuan desentralisasi, ciri – ciri dan dampak desentralisasi. Dengan sistem desentralisasi ini maka pemerintah daerah dapat mengatur urusan dan kepentingan daerahnya sendiri sehingga mampu membuat daerah tersebut semakin maju. Semoga dapat bermanfaat.

Dalam sistem pemerintahan seringkali kita menemukan hal hal yang tidak kita ketahui, karena memang hanya orang tertentu yang paham akan bidang itu khususnya yang pintar akan politik dan hukum. Namun dalam mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan untungnya sudah ada materi yang dibahas walaupun hanya sedikit.

Salah satunya adalah mengenai desentralisasi yang sering disinggung dalam mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Nah pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai desentralisasi lengkap mulai dari pengertian secara umum, pengertian menurut para ahli, tujuan desentralisasi, ciri desentralisasi, dan dampak desentralisasi. Simak penjelasannya berikut ini ya.

 

Pengertian Desentralisasi

Ada dua versi tentang pengertian desentralisasi yaitu menurut secara umum dan menurut Undang – Undang No. 5 Tahun 1974. Pertama saya akan menjelaskan pengertian desentralisasi menurut Undang-Undang No. 5 Tahun 1974 yaitu urusan pemerintahan diserahkan ke pemerintah daerah dari pemerintahan pusat. Yang tujuannya untuk merealisasikan pemerintahan yang lebih baik, efisien, dan efektif.

Sedangkan pengertian desentralisasi adalah pelimpahan atau penyerahan wewenang pemerintahan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah supaya mengurus kegiatan daerah itu sendiri yang berdasarkan dengan otonom.

Sedangkan pengertian dari otonom daerah sendiri adalah daerah bebas mengurus urusan dan kepentingannya tanpa adanya ikatan campur tangan oleh pemerintah pusat.

Berikut ada beberapa contoh dari sistem desentralisasi :

  1. Pada saat proses memilih seorang kepala daerah
  2. Kebijakan dari DPRD
  3. Dinas Perikanan yang mengurus suatu potensi perikanan di daerahnya
  4. Dinas Pendidikan yang mengurus suatu pola pendidikan

 

 

Pengertian Desentralisasi Menurut Para Ahli

Tadi kita sudah membahas pengertian desentralisasi secara umum. Berikut saya akan menjelaskan mengenai pengertian desentralisasi menurut para ahli.

1. Henry Maddick

Menurutnya desentralisasi adalah daerah otonom menangani bidang bidang atau fungsi fungsi tertentu karena penyerahan kekusasaan hukum sudah diberikan.

 

2. Prof. Dr. J. Salusu

Menurutnya adalah kewenangan untuk membuat suatu keputusan yang penting dan relatif besar yang biasanya disalurkan ke bawah lewat mata rantai komando melalui sistem delegasi.

 

3. Irawan Soejipto

Menurutnya adalah penyerahan kewenangan   yang diberikan ke pihak lain. Pengertian lain desentralisasi adalah sistem dari suatu pemerintahan yang kebalikan dari sentralisasi

 

4. Patrick Sills

Menurutnya adalah penyerahan wewenang kekuasaan yang diberikan ke daerah pemerintahan yang paling rendah ke pemerintahan yang lebih tinggi yang mencakup di bidang administratif, legislatif, dan yudikatif.

 

5. Koesoemathatmadja, R. D. H. (Raden Djenal Hoesen)

Menurutnya bisa dibagi menjadi dua jenis yaitu desentralisasi ketatanegaraan atau biasa disebut dengan desntralisasi politik dan keduanya adalah dekonsenntrasi.

 

6. Jha S.N dan Mathur P.C

Menurutnya adalah penyerahan atau pelimpahan kewenangan yang diberikan kepada pejabat daerah atau badan daerah melalui sistem devolusi atau dekonsentrasi pendelegasian sebuah kantor wilayah.

 

 

Tujuan Desentralisasi

Sebelumnya kita sudah membahas mengenai pengertian desentralisasi secara umum dan menurut para ahli berikutnya akan dibahas mengenai tujuan dari desentralisasi.

1. Bentuk Demokrasi Pemerintah Daerah

Yang berarti bahwa desentralisasi memiliki sistem yang mana pemerintah daerah mengikutsertakan masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan.

 

2. Perbaikan Ekonomi Sosial Daerah

Tanpa disadari desentralisasi mampu memberikan perbaikan ekonomi sosial tingkat daerah karena dengan desentralisasi pemerintah mampu membuat dan menyusun program perbaikan ekonomi.

 

3. Mencegah Pemusatan Keuangan

Maka kewenangan pengelolaan keuangan akan secara otomatis dipegang oleh pemerintah daerah. Maka dampaknya adalah kesejahteraan dari penganggaran dan realisasi keuangan akan maju.

 

 

Ciri-Ciri Desentralisasi

Ciri desentralisasi yang disebutkan oleh Smith ( 1985 ) antara lain adalah :

  1. Pada sistem politik akan menciptakan diversity of structur dan poilitical variety
  2. Pada antra organisasi akan tercipta pola hubungan
  3. Pemerintah daerah mempunyai fungsi yang diberikan oleh pemerintah pusat
  4. Daerah otonom akan terletak di luar area hirarki organisasi pemerintah pusat
  5. Mendapat kewenangan untuk membuat suatu norma hukum yang sifatnya konkrit dan juga individual
  6. Mendapat kewenangan untuk mengatur norma hukum dimana sifatnya abstrak dan berlaku secara umum
  7. Pemerintah daerah akan memiliki kewenangan menetapkan peraturan daerahnya sendiri
  8. Daerah menjadi penerima wewenang yang ketentuannya mendapatkan fungsi yang sudah dirinci

 

 

Dampak Desentralisasi

Ada dua dampak yaitu dampak negatif dan positif. Nah berikut akan saya berikan contoh dampak dari desentralisasi di berbagai bidang.

1. Bidang Keamanan

  • Dampak negatifnya adalah kadang ada sebagian masyarakat yang tidak puas dengan sistem NKRI
  • Dampak positifnya adalah akan timbul rasa semangat untuk selalu mempertahankan NKRI agar tidak terpecah belah

 

2. Bidang Sosial Budaya

  • Dampak negatifnya adalah antara daerah otonom yang satu dengan yang lainnya akan saling menonjolkan budaya masing-masing sehingga melunturkan rasa kesatuan dan persatuan
  • Dampak positifnya adalah akan muncul rasa ikatan sosial budaya sehingga budaya akan semakin membaik

 

3. Bidang Politik

  • Dampak negatifnya adalah dapat memunculkan euphoria yang berlebih dan akan berdampak pada adanya penyalahgunaan wewenang kepentingan pribadi, kelompok tertentu, dan golongan
  • Dampak positifnya adalah pemerintah daerah akan menjadi aktif dalam pengelolaan daerah otonomnya dalam membuat kebijakan tertentu

 

4. Bidang Ekonomi

  • Dampak negatifnya adalah akan dapat muncul praktik KKN yang mana dilakukan oleh pejabat daerah yang tidak bertanggung jawab
  • Dampak positifnya adalah pendapatan daerah akan dapat meningkat karena pemerintah daerah akan semakin maksimal dalam mengurus sumber daya alam daerahnya

 

Demikianlah artikel mengenai Pengertian Desentralisasi: Arti, Tujuan, Ciri-Ciri, dan Dampak Desentralisasi. Jika artikel ini bermanfaat bisa share ya. Jika ada hal yang ingin ditanyakan jangan sungkan bertanya di kolom komentar yang sudah disediakan.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *