√ Pengertian Dejavu: Penyebab, Faktor, Macam dan Jenis Dejavu

Pengertian Dejavu: Penyebab, Faktor dan Macam Jenis Dejavu

Pengertian Dejavu: Penyebab, Faktor dan Macam Jenis Dejavu
By : Shinta Marist 6 min read

Deja Vu adalah sebuah pengalaman yang mungkin semua orang di dunia ini pernah mengalaminya. Kita seperti pernah melakukan kegiatan yang sama dan pernah kita lakukan di masa lalu. Atau mendengar dan melihat suatu hal yang rasanya pernah dilihat sebelumnya. Apakah kalian pernah merasakan ini ?

Selain mendengar, melihat, atau melakukan kegiatan, seringkali kita juga pernah merasakan kondisi yang hampir sama dengan yang pernah kita lakukan sebelumnya. Semua itu kadang terjadi namun dengan heran mengapa kita tidak dapat mengingat kejadian itu ? rasanya seperti pernah mimpi seperti itu dan banyak sekali pertanyaan yang ada dibenak kita. Fenomena yang sudah saya jelaskan diatas itulah yang bernama deja vu.

 

Pengertian Dejavu

Awal mula fenomena ini terjadi kemudian langsung diungkapkan dan diteliti oleh ilmuan yang berasal dari prancis yang bernama Emile Boirac. Tepatnya pada tahun 1851 – 1917 yang akhirnya dibukukan ke dalam buku yang berjudul “Lavenir des Seciences Psychiques”.

Pengertian Dejavu dalam bahasa prancis memiliki arti pernah melihat. Sedangkan di yunani kondisi Déjà vu disebut dengan paramnesia. Jika dijabarkan para berarti sejajar dan mnimi berarti ingatan dari seseorang. Kesimpulanya dejavu adalah venomena tubuh dan pikiran seakan-akan pernah mengalami suatu hal padahal sebenarnya belum pernah mengalami.

Lalu Menurut Prof. James Lampinen yang berasal dari University of Arkansas menyebutkan bahwa kondisi deja vu terjadi karena adanya perasaan yang sangat kuat tentang adanya kesamaan global yang ada di suatu kondisi yang baru.

Sedangkan menurut Dr. Vernom Neppe MD, PhD, dan Direktur Pasific Neuropsychiatric Institute atau kepanjangan dari ( PNI ) menjelaskan bahwa deja vu secara kejiwaan memiliki pengertian anggapan karena adanya kesamaan terhadap pengalaman saat ini dan dengan pengalaman masa lalu yang susah dijelaskan secara subjektif.

 

Alasan dan Penyebab Dejavu

Deja Vu terjadi karena adanya gelombang yang dialirkan ke otak. Adanya gelombang itu terjadi karena adanya tindakan yang dilakukan oleh seseorang. Hampir 70% manusia di dunia ini pernah mengalami deja vu, jadi jika kalian pernah mengalaminya tidaklah perlu khawatir karena itu adalah hal yang wajar.

Kalian tidak perlu takut jika mengalami Deja Vu. Peristiwa ini bukanlah hal yang mistis. Karena banyak ilmuwan yang sudah menemukan jawaban dari fenomena terjadinya Deja Vu. Dan bisa dikatakan jika kalian mengalami Deja Vu itu adalah hal yang wajar untuk dialami oleh setiap manusia.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa terjadinya deja vu karena adanya gelombang yang dialirkan ke otak. Awalnya gelombang itu dirubah ke bentuk sebuah implus listrik yang kemudian dikirim ke otak untuk dibaca. Otak kita memiliki sensitivitas yang berbeda – beda, terkadang memiliki sensitivitas yang tinggi mengakibatkan gelombang yang terbaca di otak berwujud amplitude dengan frekuensi tertentu tergantung dengan kualitas diri kita.

Untuk contoh suatu ketika kita sedang mendengarkan sebuah musik di dalam hati, dan kita menyalakan sebuah radio dan terdengar musik yang sedang kita pikirkan tadi maka otomatis secara respon kita akan menganggapnya itu adalah sebuah deja vu.

Teori lain menyebutkan bahwa deja vu terjadi karena teori Optical Pathway. Apakah arti dari teori itu ? teori itu menjelaskan tentang terjadinya déjà vu yang dipengaruhi oleh adanya sensansi optik yang dipersepsikan di mata yang satunya yang sebelumnya sudah diterima terlebih dahulu oleh sebelah mata sampai ke otak.

Sayangnya teori ini dipatahkan dan dielak karena faktanya ternyata seseorang yang buta dapat mengalami deja vu melalui indra penciuman, perabaan, dan pendengarannya. Sehingga teori tadi dianggap tidak terlalu begitu kuat.

 

Pengaruh Usia Kondisi Dejavu?

Adanya ilmuwan yang berasal dari Jepang yang bernama Susumu Tonegawa yang memiliki pendapat bahwa deja vu bisa terjadi karena faktor umur manusia. Ilmuwan tadi membuktikan pendapatnya dengan cara melakukan percobaan terhadap seekor tikus.

Dia melakukannya dengan cara melakukan perbandingan ingatan pribadi atau yang biasa disebut dengan episodik dengan ingatan yang ada di dalam dentate gyrus atau biasa disebut dengan ingatan baru yang tercatat.

Percobaan itu dilakukan dengan cara mencari tikus yang dentate gyrus nya tidak normal dan tidak dapat membedakan situasi yang serupa namun tidak sama.

Penelitian ini menghasilkan suatu kesimpulan bahwa menurut Susumu Tonegawa deja vu akan lebih sering menimpa kepada seseorang yang usianya seiring bertambah, selain itu seseorang yang usianya bertambah juga akan berpotensi mengidap penyakit degenarif seperti Alzheimer lebih tinggi.

 

Macam-Macam Dejavu

Setelah kita mengetahui pengertian dan penyebab dari Deja Vu selanjutnya kita akan membahas mengenai macam – macam dari deja vu yang sering di alami oleh seseorang. Ada yang terjadi hanya dapat mengingat tempat dan secara samar – samar namun ada yang secara detail dan jelas. Macam dari Dejavu bisa dibagi ke dalam 5 jenis. Berikut saya akan menjelaskan macam dari deja vu secara umum dan rinci simak penjelasannya dibawah ini.

1. Jamais Vu

Jika deja vu bisa mengingat kejadian secara samar dan menganggap kejadian yang terjadi seperti mirip dengan kejadian yang lampau, jamais vu merupakan kebalikan dari deja vu. Seseorang justru kehilangan ingatan yang sudah terjadi sebelumnya bahkan kadang ada yang tidak ingat ingatannya sama sekali.

 

2. Deja Vecu

Untuk deja vecu hingatannya akan lebih kuat daripada deja vu, jika deja vu bisa mengingat kejadian secara samar – samar jika deja vecu mampu mengingat kejadian yang seperti pernah terjadi pada masa lampau secara lebih detail seperti suara ataupun baunya.

 

3. Deja Vu

Nah inilah yang sering dialami oleh banyak orang. Seseorang jika mengalami deja vu akan berfikiran pernah mengalami kondisi yang sedang dialami mirip dengan yang sudah dialami di masa lalu. Biasanya orang yang masih awam akan memiliki rasa aneh dan takut yang begitu kuat.

 

4. Deja Visite

Jenis ini berkaitan dengan suatu tempat atau lokasi, biasanya kaitannya sangat erat dengan geografi. Seseorang saat mengunjungi suatu tempat akan merasa seperti pernah mendatangi tempat itu di masa lalu. Itulah yang disebut dengan Deja Visite.

 

5. Deja Senti

Ini adalah macam deja vu yang terakhir dan mungkin jarang sekali dialami. Contohnya adalah suatu ketika kita merasakan seperti pernah berkata “saya tau hal ini atau saya tau kok” namun setelah itu beberapa saat kita baru sadar bahwa sebenarnya kita tidak pernah berkata kalimat itu sama sekali.

 

Demikian artikel mengenai Pengertian Dejavu, Penyebab, Faktor, dan Macam Jenis Dejavu semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membantu kalian untuk lebih memahami tentang Dejavu secara detail. Jangan pernah khawatir jika kita mengalami suatu Dejavu karena itu merupakan kejadian fenomena yang wajar dan hampir semua orang pasti bisa mengalaminya. Dan jika ada hal yang ingin ditanyakan silahkan bertanya dikolom komentar dibawah ya sobat.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengertian Dejavu: Penyebab, Faktor dan Macam Jenis Dejavu

Pengertian Dejavu: Penyebab, Faktor dan Macam Jenis Dejavu
By : Shinta Marist 6 min read

Deja Vu adalah sebuah pengalaman yang mungkin semua orang di dunia ini pernah mengalaminya. Kita seperti pernah melakukan kegiatan yang sama dan pernah kita lakukan di masa lalu. Atau mendengar dan melihat suatu hal yang rasanya pernah dilihat sebelumnya. Apakah kalian pernah merasakan ini ?

Selain mendengar, melihat, atau melakukan kegiatan, seringkali kita juga pernah merasakan kondisi yang hampir sama dengan yang pernah kita lakukan sebelumnya. Semua itu kadang terjadi namun dengan heran mengapa kita tidak dapat mengingat kejadian itu ? rasanya seperti pernah mimpi seperti itu dan banyak sekali pertanyaan yang ada dibenak kita. Fenomena yang sudah saya jelaskan diatas itulah yang bernama deja vu.

 

Pengertian Dejavu

Awal mula fenomena ini terjadi kemudian langsung diungkapkan dan diteliti oleh ilmuan yang berasal dari prancis yang bernama Emile Boirac. Tepatnya pada tahun 1851 – 1917 yang akhirnya dibukukan ke dalam buku yang berjudul “Lavenir des Seciences Psychiques”.

Pengertian Dejavu dalam bahasa prancis memiliki arti pernah melihat. Sedangkan di yunani kondisi Déjà vu disebut dengan paramnesia. Jika dijabarkan para berarti sejajar dan mnimi berarti ingatan dari seseorang. Kesimpulanya dejavu adalah venomena tubuh dan pikiran seakan-akan pernah mengalami suatu hal padahal sebenarnya belum pernah mengalami.

Lalu Menurut Prof. James Lampinen yang berasal dari University of Arkansas menyebutkan bahwa kondisi deja vu terjadi karena adanya perasaan yang sangat kuat tentang adanya kesamaan global yang ada di suatu kondisi yang baru.

Sedangkan menurut Dr. Vernom Neppe MD, PhD, dan Direktur Pasific Neuropsychiatric Institute atau kepanjangan dari ( PNI ) menjelaskan bahwa deja vu secara kejiwaan memiliki pengertian anggapan karena adanya kesamaan terhadap pengalaman saat ini dan dengan pengalaman masa lalu yang susah dijelaskan secara subjektif.

 

Alasan dan Penyebab Dejavu

Deja Vu terjadi karena adanya gelombang yang dialirkan ke otak. Adanya gelombang itu terjadi karena adanya tindakan yang dilakukan oleh seseorang. Hampir 70% manusia di dunia ini pernah mengalami deja vu, jadi jika kalian pernah mengalaminya tidaklah perlu khawatir karena itu adalah hal yang wajar.

Kalian tidak perlu takut jika mengalami Deja Vu. Peristiwa ini bukanlah hal yang mistis. Karena banyak ilmuwan yang sudah menemukan jawaban dari fenomena terjadinya Deja Vu. Dan bisa dikatakan jika kalian mengalami Deja Vu itu adalah hal yang wajar untuk dialami oleh setiap manusia.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa terjadinya deja vu karena adanya gelombang yang dialirkan ke otak. Awalnya gelombang itu dirubah ke bentuk sebuah implus listrik yang kemudian dikirim ke otak untuk dibaca. Otak kita memiliki sensitivitas yang berbeda – beda, terkadang memiliki sensitivitas yang tinggi mengakibatkan gelombang yang terbaca di otak berwujud amplitude dengan frekuensi tertentu tergantung dengan kualitas diri kita.

Untuk contoh suatu ketika kita sedang mendengarkan sebuah musik di dalam hati, dan kita menyalakan sebuah radio dan terdengar musik yang sedang kita pikirkan tadi maka otomatis secara respon kita akan menganggapnya itu adalah sebuah deja vu.

Teori lain menyebutkan bahwa deja vu terjadi karena teori Optical Pathway. Apakah arti dari teori itu ? teori itu menjelaskan tentang terjadinya déjà vu yang dipengaruhi oleh adanya sensansi optik yang dipersepsikan di mata yang satunya yang sebelumnya sudah diterima terlebih dahulu oleh sebelah mata sampai ke otak.

Sayangnya teori ini dipatahkan dan dielak karena faktanya ternyata seseorang yang buta dapat mengalami deja vu melalui indra penciuman, perabaan, dan pendengarannya. Sehingga teori tadi dianggap tidak terlalu begitu kuat.

 

Pengaruh Usia Kondisi Dejavu?

Adanya ilmuwan yang berasal dari Jepang yang bernama Susumu Tonegawa yang memiliki pendapat bahwa deja vu bisa terjadi karena faktor umur manusia. Ilmuwan tadi membuktikan pendapatnya dengan cara melakukan percobaan terhadap seekor tikus.

Dia melakukannya dengan cara melakukan perbandingan ingatan pribadi atau yang biasa disebut dengan episodik dengan ingatan yang ada di dalam dentate gyrus atau biasa disebut dengan ingatan baru yang tercatat.

Percobaan itu dilakukan dengan cara mencari tikus yang dentate gyrus nya tidak normal dan tidak dapat membedakan situasi yang serupa namun tidak sama.

Penelitian ini menghasilkan suatu kesimpulan bahwa menurut Susumu Tonegawa deja vu akan lebih sering menimpa kepada seseorang yang usianya seiring bertambah, selain itu seseorang yang usianya bertambah juga akan berpotensi mengidap penyakit degenarif seperti Alzheimer lebih tinggi.

 

Macam-Macam Dejavu

Setelah kita mengetahui pengertian dan penyebab dari Deja Vu selanjutnya kita akan membahas mengenai macam – macam dari deja vu yang sering di alami oleh seseorang. Ada yang terjadi hanya dapat mengingat tempat dan secara samar – samar namun ada yang secara detail dan jelas. Macam dari Dejavu bisa dibagi ke dalam 5 jenis. Berikut saya akan menjelaskan macam dari deja vu secara umum dan rinci simak penjelasannya dibawah ini.

1. Jamais Vu

Jika deja vu bisa mengingat kejadian secara samar dan menganggap kejadian yang terjadi seperti mirip dengan kejadian yang lampau, jamais vu merupakan kebalikan dari deja vu. Seseorang justru kehilangan ingatan yang sudah terjadi sebelumnya bahkan kadang ada yang tidak ingat ingatannya sama sekali.

 

2. Deja Vecu

Untuk deja vecu hingatannya akan lebih kuat daripada deja vu, jika deja vu bisa mengingat kejadian secara samar – samar jika deja vecu mampu mengingat kejadian yang seperti pernah terjadi pada masa lampau secara lebih detail seperti suara ataupun baunya.

 

3. Deja Vu

Nah inilah yang sering dialami oleh banyak orang. Seseorang jika mengalami deja vu akan berfikiran pernah mengalami kondisi yang sedang dialami mirip dengan yang sudah dialami di masa lalu. Biasanya orang yang masih awam akan memiliki rasa aneh dan takut yang begitu kuat.

 

4. Deja Visite

Jenis ini berkaitan dengan suatu tempat atau lokasi, biasanya kaitannya sangat erat dengan geografi. Seseorang saat mengunjungi suatu tempat akan merasa seperti pernah mendatangi tempat itu di masa lalu. Itulah yang disebut dengan Deja Visite.

 

5. Deja Senti

Ini adalah macam deja vu yang terakhir dan mungkin jarang sekali dialami. Contohnya adalah suatu ketika kita merasakan seperti pernah berkata “saya tau hal ini atau saya tau kok” namun setelah itu beberapa saat kita baru sadar bahwa sebenarnya kita tidak pernah berkata kalimat itu sama sekali.

 

Demikian artikel mengenai Pengertian Dejavu, Penyebab, Faktor, dan Macam Jenis Dejavu semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membantu kalian untuk lebih memahami tentang Dejavu secara detail. Jangan pernah khawatir jika kita mengalami suatu Dejavu karena itu merupakan kejadian fenomena yang wajar dan hampir semua orang pasti bisa mengalaminya. Dan jika ada hal yang ingin ditanyakan silahkan bertanya dikolom komentar dibawah ya sobat.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *