√ Pengertian IMPOR: Tujuan, Manfaat, Jenis & Contoh Impor (Lengkap)

Pengertian IMPOR: Arti, Tujuan, Manfaat, Jenis dan Contoh Impor

Pengertian IMPOR: Arti, Tujuan, Manfaat, Jenis dan Contoh Impor
By : Dimas Bimantoro 4 min read

Di artikel kali ini akan membahas seputar impor barang ataupun jasa yang ada di Indonesia. Ada yang belum tahu apa itu impor? Sudah tau, namun belum paham mengenai impor?. Lebih baik simak artikel berikut ini dengan saksama.

 

Pengertian Impor

Impor adalah suatu kegiatan pembelian dan memasukan barang/jasa atau komoditas dari luar negeri ke dalam negeri secara ilegal melalui proses perdagangan.

Kebanyakan Negara mengerjakan kegiatan impor barang karena adanya kebutuhan akan produk tertentu di dalam negeri yang tidak dapat dipenuhi sendiri, atau untuk menambah cadangan. Kegiatan impor ini dilakukan untuk memperkuat neraca pembayaran dan mengurangi potensi keluarnya devisa ke luar negeri yang ada di dunia ini.

 

 

Pengertian Impor Menurut Para Ahli

Untuk mengetahui lebih dalam apa itu impor, berikut adalah beberapa pendapat dari para ahli.

1. Susilo Utomo

Menurut Susilo Utomo (2008:101), impor adalah suatu kegiatan memasukan barang dari luar negeri ke dalam wilayah pabean di dalam negeri yang dilakukan oleh perwakilan dari kedua Negara, baik perorangan maupun perusahaan.

 

2. Marlop Tandjung

Menurut Marlop Tandjung (2011:379), pengertian impor adalah kegiatan perdagangan dengan cara memasukan barang dari luar negeri ke dalam daerah pabean Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

3. Astuti Purnamawati

Menurut Astuti Purnamawati (2013:13), pengertian impor adalah tindakan membeli barang-barang dari luar negeri sesuai dengan ketentuan pemerintah, yang dibayar dengan menggunakan valuta asing.

 

 

Tujuan dan Manfaat Impor

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, umumnya kegiatan impor akan berhubungan dengan bea cukai, baik di Negara pengirim maupun penerima. Berikut adalah tujuan dan manfaat dari kegiatan impor.

1. Mendapatkan Teknologi Terbaru

Di dalam kegiatan ekonomi dan bisnis, misalnya untuk memproduksi sebuah barang/jasa tertentu, seringkali membutuhkan dukungan alat teknologi terbaru yang tidak tersedia/terdapat di Negara kita sendiri. Untuk mendukung kegiatan produksi barang/jasa dengan lebih efisien maka Indonesia mengimpor alat tersebut dari Negara lain.

 

2. Menambah Pendapatan Devisa

Selain kegiatan ekspor, kegiatan impor juga dapat menambah pendapatan devisa suatu Negara. Hal itu dipengaruhi oleh berbagai faktor tertentu, misalnya dari nilai pendapatan bea masuk barang impor yang cukup besar.

 

3. Mendapatkan Bahan Baku

Dalam suatu kegiatan produksi di suatu Negara sering kali membutuhkan bahan baku tertentu yang tidak tersedia di negaranya. Untuk dapat memastikan tersedianya pasokan bahan baku untuk kegiatan produksi, maka Negara tersebut dapat mengimpor bahan baku yang dibutuhkan oleh Negara lain.

 

 

Jenis-Jenis Impor

Berdasarkan kegiatannya impor dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, Adapun jenis-jenis impor adalah sebagai berikut :

1. Impor Angkut Lanjut/Terus

Mengangkut barang dengan menggunakan sarana pengangkut melalui suatu kantor ke kantor lain tanpa adanya proses pembongkaran terlebih dahulu.

 

2. Impor untuk Dipakai

Kegiatan impor barang/jasa ke dalam wilayah pabean Indonesia untuk dipakai, dimiliki atau dikuasai oleh orang yang berdomisili di Indonesia.

 

3. Impor Sementara

Kegiatan memasukan barang/jasa ke dalam wilayah pabean Indonesia dimana tujuannya adalah untuk diekspor kembali ke luar negeri paling lama 3 tahun.

 

4. Impor untuk Re-ekspor

Kegiatan mengangkut barang impor yang masih berada dalam wilayah pabean untuk diekspor kembali ke luar negeri. Hal ini dilakukan terhadap barang impor dengan kondisi salah kirim, tidak sesuai dengan pesanan, terjadi perubahan peraturan, tidak memenuhi syarat teknis.

 

5, Impor untuk Ditimbun

Kegiatan mengangkut barang dengan menggunakan sarana pengangkut melalui suatu kantor ke kantor lain dengan melakukan proses pembongkaran terlebih dahulu.

 

Contoh Kegiatan Impor Indonesia

Indonesia selain melakukan ekspor, Indonesia juga mengimpor berbagai produk dari Negara lain untuk memenuhi kebutuhan di Indonesia.

Di bawah ini adalah beberapa contoh produk yang diimpor ke Indonesia dari Negara lain :

Produk ImporNegara Asal
Bahan Bakar Minyak, Impor bahan bakar minyak dilakukan untuk memnuhi kebutuhan bahan bakar di Indonesia, baik untuk industri maupun kendaraan bermotor.Thailand, Afrika, Arab Saudi, Malaysia
Komoditas Pangan, ada cukup banyak bahan makanan yang diimpor oleh Indonesia dari Negara lain. Misalnya; kedelai, gula, beras, garam, cabai, mentega dan lain-lain.Malaysia, Amerika Serikat, Argentina, Paraguay
Daging Sapi, impor daging sapi dilakukan pemerintah Indonesia karena harga sapi local lebih tinggi akibat rantai niaga yang panjang.Meksiko, Australia
Produk Otomotif, sebagian besar industri otomotif di Indonesia membutuhkan komponen-komponen yang berasal dari luar negeri sehingga harus mengimpor sari Negara lain.Thailand, Jepang
Produk Elektronik, Kebutuhan masyarakat yang sangat besar akan produk elektronik membuat kegiatan impor di sekitar ini cukup besar.Tiongkok, Korea Selatan Jepang

 

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai pengertian impor, tujuan, manfaat, jenis-jenis, dan contoh kegiatan impor yang dilakukan oleh Negara Indonesia. Semoga dapat bermanfaat dan jika ada yang ingin ditanyakan silahkan dapat komentar dibawah ya, jangan lupa share jika bermanfaat ya.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengertian IMPOR: Arti, Tujuan, Manfaat, Jenis dan Contoh Impor

Pengertian IMPOR: Arti, Tujuan, Manfaat, Jenis dan Contoh Impor
By : Dimas Bimantoro 4 min read

Di artikel kali ini akan membahas seputar impor barang ataupun jasa yang ada di Indonesia. Ada yang belum tahu apa itu impor? Sudah tau, namun belum paham mengenai impor?. Lebih baik simak artikel berikut ini dengan saksama.

 

Pengertian Impor

Impor adalah suatu kegiatan pembelian dan memasukan barang/jasa atau komoditas dari luar negeri ke dalam negeri secara ilegal melalui proses perdagangan.

Kebanyakan Negara mengerjakan kegiatan impor barang karena adanya kebutuhan akan produk tertentu di dalam negeri yang tidak dapat dipenuhi sendiri, atau untuk menambah cadangan. Kegiatan impor ini dilakukan untuk memperkuat neraca pembayaran dan mengurangi potensi keluarnya devisa ke luar negeri yang ada di dunia ini.

 

 

Pengertian Impor Menurut Para Ahli

Untuk mengetahui lebih dalam apa itu impor, berikut adalah beberapa pendapat dari para ahli.

1. Susilo Utomo

Menurut Susilo Utomo (2008:101), impor adalah suatu kegiatan memasukan barang dari luar negeri ke dalam wilayah pabean di dalam negeri yang dilakukan oleh perwakilan dari kedua Negara, baik perorangan maupun perusahaan.

 

2. Marlop Tandjung

Menurut Marlop Tandjung (2011:379), pengertian impor adalah kegiatan perdagangan dengan cara memasukan barang dari luar negeri ke dalam daerah pabean Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

3. Astuti Purnamawati

Menurut Astuti Purnamawati (2013:13), pengertian impor adalah tindakan membeli barang-barang dari luar negeri sesuai dengan ketentuan pemerintah, yang dibayar dengan menggunakan valuta asing.

 

 

Tujuan dan Manfaat Impor

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, umumnya kegiatan impor akan berhubungan dengan bea cukai, baik di Negara pengirim maupun penerima. Berikut adalah tujuan dan manfaat dari kegiatan impor.

1. Mendapatkan Teknologi Terbaru

Di dalam kegiatan ekonomi dan bisnis, misalnya untuk memproduksi sebuah barang/jasa tertentu, seringkali membutuhkan dukungan alat teknologi terbaru yang tidak tersedia/terdapat di Negara kita sendiri. Untuk mendukung kegiatan produksi barang/jasa dengan lebih efisien maka Indonesia mengimpor alat tersebut dari Negara lain.

 

2. Menambah Pendapatan Devisa

Selain kegiatan ekspor, kegiatan impor juga dapat menambah pendapatan devisa suatu Negara. Hal itu dipengaruhi oleh berbagai faktor tertentu, misalnya dari nilai pendapatan bea masuk barang impor yang cukup besar.

 

3. Mendapatkan Bahan Baku

Dalam suatu kegiatan produksi di suatu Negara sering kali membutuhkan bahan baku tertentu yang tidak tersedia di negaranya. Untuk dapat memastikan tersedianya pasokan bahan baku untuk kegiatan produksi, maka Negara tersebut dapat mengimpor bahan baku yang dibutuhkan oleh Negara lain.

 

 

Jenis-Jenis Impor

Berdasarkan kegiatannya impor dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, Adapun jenis-jenis impor adalah sebagai berikut :

1. Impor Angkut Lanjut/Terus

Mengangkut barang dengan menggunakan sarana pengangkut melalui suatu kantor ke kantor lain tanpa adanya proses pembongkaran terlebih dahulu.

 

2. Impor untuk Dipakai

Kegiatan impor barang/jasa ke dalam wilayah pabean Indonesia untuk dipakai, dimiliki atau dikuasai oleh orang yang berdomisili di Indonesia.

 

3. Impor Sementara

Kegiatan memasukan barang/jasa ke dalam wilayah pabean Indonesia dimana tujuannya adalah untuk diekspor kembali ke luar negeri paling lama 3 tahun.

 

4. Impor untuk Re-ekspor

Kegiatan mengangkut barang impor yang masih berada dalam wilayah pabean untuk diekspor kembali ke luar negeri. Hal ini dilakukan terhadap barang impor dengan kondisi salah kirim, tidak sesuai dengan pesanan, terjadi perubahan peraturan, tidak memenuhi syarat teknis.

 

5, Impor untuk Ditimbun

Kegiatan mengangkut barang dengan menggunakan sarana pengangkut melalui suatu kantor ke kantor lain dengan melakukan proses pembongkaran terlebih dahulu.

 

Contoh Kegiatan Impor Indonesia

Indonesia selain melakukan ekspor, Indonesia juga mengimpor berbagai produk dari Negara lain untuk memenuhi kebutuhan di Indonesia.

Di bawah ini adalah beberapa contoh produk yang diimpor ke Indonesia dari Negara lain :

Produk ImporNegara Asal
Bahan Bakar Minyak, Impor bahan bakar minyak dilakukan untuk memnuhi kebutuhan bahan bakar di Indonesia, baik untuk industri maupun kendaraan bermotor.Thailand, Afrika, Arab Saudi, Malaysia
Komoditas Pangan, ada cukup banyak bahan makanan yang diimpor oleh Indonesia dari Negara lain. Misalnya; kedelai, gula, beras, garam, cabai, mentega dan lain-lain.Malaysia, Amerika Serikat, Argentina, Paraguay
Daging Sapi, impor daging sapi dilakukan pemerintah Indonesia karena harga sapi local lebih tinggi akibat rantai niaga yang panjang.Meksiko, Australia
Produk Otomotif, sebagian besar industri otomotif di Indonesia membutuhkan komponen-komponen yang berasal dari luar negeri sehingga harus mengimpor sari Negara lain.Thailand, Jepang
Produk Elektronik, Kebutuhan masyarakat yang sangat besar akan produk elektronik membuat kegiatan impor di sekitar ini cukup besar.Tiongkok, Korea Selatan Jepang

 

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai pengertian impor, tujuan, manfaat, jenis-jenis, dan contoh kegiatan impor yang dilakukan oleh Negara Indonesia. Semoga dapat bermanfaat dan jika ada yang ingin ditanyakan silahkan dapat komentar dibawah ya, jangan lupa share jika bermanfaat ya.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *