√ Pengertian Faktur: Fungsi, Jenis, dan Contoh Faktur (Lengkap)

Pengertian Faktur: Fungsi, Jenis, dan Contoh Faktur

Pengertian Faktur: Fungsi, Jenis, dan Contoh Faktur

Dalam melakukan perdagangan atau berniaga banyak sekali transaksi dilakukan. Jenis transaksi pun bermacam – macam ada yang cash, tunai, transfer, kredit dan lain sebagainya. Biasanya jenis transaksi semacam itu juga di dukung oleh beberapa properti pendukung seperti contoh jika kita melakukan transaksi transfer maka diperlukan adanya atm, jika kita ingin melakukan transaksi secara tunai maka harus didukung dengan adanya uang cash dan waktu pertemuan, dan jika melakukan kredit diperlukan adanya faktur dan lain sebagainya.

Nah kemudian apakah kalian sudah tahu mengenai faktur ? banyak orang yang belum tahu mengenai faktur secara detail, ada yang baru secara sekilas dan lain sebagainya. Sehingga banyak pula orang yang tidak tau akan kegunaan dan manfaatnya. Padahal tanpa kita sadari mungkin selama ini selama kita melakukan transaksi jual beli ataupun yang lainnya kita sudah dihadapkan dengan faktur. Karena belum paham kita menjadi tidak tahu sebenarnya apa si kegunaan faktur itu. Selain barang, saat melakukan pembelian jasa pun sebenarnya menggunakan faktur.

Lalu pada artikel kali ini saya akan membahas mengenai faktur secara lengkap mulai dari pengertian, fungsi, dan jenis dari faktur serta dengan contohnya yang akan dijelaskan secara rinci dan detail. Berikut dibawah ini akan dijelaskan secara detail, simak penjelasannya berikut ini.

 

Pengertian Faktur

Pengertian Faktur adalah perhitungan dari kredit yang tujuannya untuk diberikan ke konsumen maupun pembeli. Ada juga yang menyebutkan bahwa faktur memiliki pengertian suatu bukti yang mana di dalamnya berisi barang – barang yang mana barang itu fungsinya untuk diperjual belikan. Faktur di dalam bahasa inggris bisa disebut dengan invoice.

Secara singkat faktur juga bisa disebut sebagai suatu bukti yang digunakan untuk bukti tertulis yang bentuknya adalah dokumen berisi catatan yang biasanya dimiliki oleh penjual atau perusahaan. Dalam sistem kredit faktur akan diberikan jika pembelian sudah lunas namun jika belum lunas maka harus dilunasi dulu baru mendapat faktur yang asli, jika belum lunas maka diberikan faktur yang copy.

Faktur digunakan sebagai tanda bukti dalam transaksi. Faktur terdiri atau berisi tentang pemesanan yang mana didalamnya mencakup seperti alamat, nama, nomor pesanan dan lain sebagainya. Sedangkan jika pembelian barang faktur berisi tentang jenis, jumlah, model dan lain sebagainya. Faktur digunakan untuk perancangan yang didalamnya berisi barang atau pesanan yang terkait dengan pembayaran atau transaksi.

 

Fungsi Faktur

Dalam sistem transaksi penjualan yang menggunakan sistem kredit, faktur berfungsi sebagai suatu alat perhitungan yang akan diberikan kepada pembeli dari penjual yang didalamnya berisi daftar barang yang akan diperjual belikan. Fungsi faktur pun ada beberapa macam. Adapun fungsi dari faktur adalah sebagai berikut.

  1. Digunakan sebagai bukti pungutan pajak, hal ini karena impor dari BKP yang mana digunakan oleh Direktorat Jenderal Bea atau Cukai ( termasuk pajak PPN dan PPn BM).
  2. Digunakan sebagai alat bukti yang diberikan kepada Pengusaha Kena Pajak yang mana diberikan oleh Jasa Kena Pajak maupun Pembeli Barang Kena Pajak.
  3. Bisa digunakan untuk mengkreditkan Pajak Masukan oleh Pengusaha Kena Pajak untuk membeli Barang Kena Pajak.
  4. Digunakan oleh Pengusaha Kena Pajak saat ingin menyerahkan Jasa Kena Pajak maupun Barang Kena Pajak.

 

Jenis-Jenis Faktur

Setelah kita mengetahui penjelasan mengenai faktur dan juga fungsi dari faktur, maka selanjutnya adalah jenis – jenis faktur yang mana sudah dikelompokan beberapa jenis oleh Fenoza. Kelompok itu antara lain adalah.

1. Faktur Konsuler

Faktur jenis ini merupakan faktur yang harus mendapatkan legalisi terlebih dahulu. Yang mana legalisasi itu harus diberikan oleh perwakilan Negara tujuan pengimpor. Faktur ini memiliki memang merupakan sebuah faktur yang khusus dibuat untuk perdagangan luar negeri bisa impor maupun ekspor. Faktur ini bisa digunakan atas kantor konsuler, oleh kedutaan besar dari Negara pengimpor yang kedudukannya berada di Negara pengekspor, dan juga perdagangan.

 

2. Faktur Biasa

Faktur jenis ini merupakan faktur yang paling sederhana, maksudnya sudah sering digunakan dalam transaksi sederhana di kehidupan sehari – hari. Sifat dari faktur ini adalah umum. Selain itu faktur ini juga bisa dilakukan untuk transaksi yang memiliki sistem tidak rumit ( sistem yang sederhana ). Faktur ini sudah sering dijumpai dalam transaksi yang ringan karena memang faktur ini tidak memiliki fungsi yang khusus seperti jenis faktur yang lainnya.

 

3. Faktur Proforma

Faktur jenis ini memiliki sifat sementara. Maksudnya adalah pembelian faktur ini diberikan sebelum menyerahkan barang seluruhnya sehingga bersifat sementara. Barang yang diberikan dengan menggunakan faktur ini akan diberikan secara terpisah dan bertahap kepada konsumen. Nah peran dari fakturnya adalah sebagai pengganti sementara selama barang tersebut belum diberikan sepenuhnya.

Jika ingin membeli barang, faktur ini akan diberikan kepada pembeli namun barang belum bisa diterima secara utuh. Jika barang yang dipesan sudah diberikan secara keseluruhan atau sudah utuh maka faktur yang tadi akan digantikan dengan faktur biasa atau faktur yang utuh. Sehingga faktur proforma sudah tidak digunakan lagi karena sudah diganti dengan faktur yang utuh.

 

Contoh Faktur

Berikut saya akan memberikan contoh mengenai faktur yang kosong maupun yang sudah terisi sehingga kalian bisa tahu sebenarnya apa perbedaan dari faktur kosong dan sudah terisi. Ada dua gambar dibawah ini yang satu kosong yang satu sudah ada isi dari daftar barang silahkan simak gambarnya ya.

1. Contoh Faktur Yang Kosong

contoh faktur 1

 

2. Contoh Faktur Yang Sudah Berisi

contoh faktur 2

 

Gambar pertama merupakan contoh dari faktur yang belum di isi ( faktur yang masih kosong ) sedangkan gambar kedua merupakan contoh faktur yang sudah berisi ( faktor yang sudah di isi ). Dari gambar itu kita sudah bisa menyimpulkan bahwa faktur yang sudah berisi akan berisi jasa atau barang yang akan diperjual belikan antara penjual dan pembeli.

 

Demikian artikel mengenai Pengertian faktur mulai dari Jenis faktur, Fungsi, serta Contoh Faktur yang sudah saya jelaskan lengkap diatas. Mulai dari pengertian sampai contoh sudah saya rincikan. Semoga artikel bisa membantu kalian dalam membuat faktur dan bisa memahami apa itu faktur secara lebih detail. Semoga artikel ini membantu dan semoga bermanfaat. Jika ada hal yang ingin ditanyakan silahkan bertanya dikolom komentar yang sudah disediakan dibawah ini ya.



√ Pengertian Faktur: Fungsi, Jenis, dan Contoh Faktur (Lengkap)
√ Pengertian Faktur: Fungsi, Jenis, dan Contoh Faktur (Lengkap)

Pengertian Faktur: Fungsi, Jenis, dan Contoh Faktur

Pengertian Faktur: Fungsi, Jenis, dan Contoh Faktur

Dalam melakukan perdagangan atau berniaga banyak sekali transaksi dilakukan. Jenis transaksi pun bermacam – macam ada yang cash, tunai, transfer, kredit dan lain sebagainya. Biasanya jenis transaksi semacam itu juga di dukung oleh beberapa properti pendukung seperti contoh jika kita melakukan transaksi transfer maka diperlukan adanya atm, jika kita ingin melakukan transaksi secara tunai maka harus didukung dengan adanya uang cash dan waktu pertemuan, dan jika melakukan kredit diperlukan adanya faktur dan lain sebagainya.

Nah kemudian apakah kalian sudah tahu mengenai faktur ? banyak orang yang belum tahu mengenai faktur secara detail, ada yang baru secara sekilas dan lain sebagainya. Sehingga banyak pula orang yang tidak tau akan kegunaan dan manfaatnya. Padahal tanpa kita sadari mungkin selama ini selama kita melakukan transaksi jual beli ataupun yang lainnya kita sudah dihadapkan dengan faktur. Karena belum paham kita menjadi tidak tahu sebenarnya apa si kegunaan faktur itu. Selain barang, saat melakukan pembelian jasa pun sebenarnya menggunakan faktur.

Lalu pada artikel kali ini saya akan membahas mengenai faktur secara lengkap mulai dari pengertian, fungsi, dan jenis dari faktur serta dengan contohnya yang akan dijelaskan secara rinci dan detail. Berikut dibawah ini akan dijelaskan secara detail, simak penjelasannya berikut ini.

 

Pengertian Faktur

Pengertian Faktur adalah perhitungan dari kredit yang tujuannya untuk diberikan ke konsumen maupun pembeli. Ada juga yang menyebutkan bahwa faktur memiliki pengertian suatu bukti yang mana di dalamnya berisi barang – barang yang mana barang itu fungsinya untuk diperjual belikan. Faktur di dalam bahasa inggris bisa disebut dengan invoice.

Secara singkat faktur juga bisa disebut sebagai suatu bukti yang digunakan untuk bukti tertulis yang bentuknya adalah dokumen berisi catatan yang biasanya dimiliki oleh penjual atau perusahaan. Dalam sistem kredit faktur akan diberikan jika pembelian sudah lunas namun jika belum lunas maka harus dilunasi dulu baru mendapat faktur yang asli, jika belum lunas maka diberikan faktur yang copy.

Faktur digunakan sebagai tanda bukti dalam transaksi. Faktur terdiri atau berisi tentang pemesanan yang mana didalamnya mencakup seperti alamat, nama, nomor pesanan dan lain sebagainya. Sedangkan jika pembelian barang faktur berisi tentang jenis, jumlah, model dan lain sebagainya. Faktur digunakan untuk perancangan yang didalamnya berisi barang atau pesanan yang terkait dengan pembayaran atau transaksi.

 

Fungsi Faktur

Dalam sistem transaksi penjualan yang menggunakan sistem kredit, faktur berfungsi sebagai suatu alat perhitungan yang akan diberikan kepada pembeli dari penjual yang didalamnya berisi daftar barang yang akan diperjual belikan. Fungsi faktur pun ada beberapa macam. Adapun fungsi dari faktur adalah sebagai berikut.

  1. Digunakan sebagai bukti pungutan pajak, hal ini karena impor dari BKP yang mana digunakan oleh Direktorat Jenderal Bea atau Cukai ( termasuk pajak PPN dan PPn BM).
  2. Digunakan sebagai alat bukti yang diberikan kepada Pengusaha Kena Pajak yang mana diberikan oleh Jasa Kena Pajak maupun Pembeli Barang Kena Pajak.
  3. Bisa digunakan untuk mengkreditkan Pajak Masukan oleh Pengusaha Kena Pajak untuk membeli Barang Kena Pajak.
  4. Digunakan oleh Pengusaha Kena Pajak saat ingin menyerahkan Jasa Kena Pajak maupun Barang Kena Pajak.

 

Jenis-Jenis Faktur

Setelah kita mengetahui penjelasan mengenai faktur dan juga fungsi dari faktur, maka selanjutnya adalah jenis – jenis faktur yang mana sudah dikelompokan beberapa jenis oleh Fenoza. Kelompok itu antara lain adalah.

1. Faktur Konsuler

Faktur jenis ini merupakan faktur yang harus mendapatkan legalisi terlebih dahulu. Yang mana legalisasi itu harus diberikan oleh perwakilan Negara tujuan pengimpor. Faktur ini memiliki memang merupakan sebuah faktur yang khusus dibuat untuk perdagangan luar negeri bisa impor maupun ekspor. Faktur ini bisa digunakan atas kantor konsuler, oleh kedutaan besar dari Negara pengimpor yang kedudukannya berada di Negara pengekspor, dan juga perdagangan.

 

2. Faktur Biasa

Faktur jenis ini merupakan faktur yang paling sederhana, maksudnya sudah sering digunakan dalam transaksi sederhana di kehidupan sehari – hari. Sifat dari faktur ini adalah umum. Selain itu faktur ini juga bisa dilakukan untuk transaksi yang memiliki sistem tidak rumit ( sistem yang sederhana ). Faktur ini sudah sering dijumpai dalam transaksi yang ringan karena memang faktur ini tidak memiliki fungsi yang khusus seperti jenis faktur yang lainnya.

 

3. Faktur Proforma

Faktur jenis ini memiliki sifat sementara. Maksudnya adalah pembelian faktur ini diberikan sebelum menyerahkan barang seluruhnya sehingga bersifat sementara. Barang yang diberikan dengan menggunakan faktur ini akan diberikan secara terpisah dan bertahap kepada konsumen. Nah peran dari fakturnya adalah sebagai pengganti sementara selama barang tersebut belum diberikan sepenuhnya.

Jika ingin membeli barang, faktur ini akan diberikan kepada pembeli namun barang belum bisa diterima secara utuh. Jika barang yang dipesan sudah diberikan secara keseluruhan atau sudah utuh maka faktur yang tadi akan digantikan dengan faktur biasa atau faktur yang utuh. Sehingga faktur proforma sudah tidak digunakan lagi karena sudah diganti dengan faktur yang utuh.

 

Contoh Faktur

Berikut saya akan memberikan contoh mengenai faktur yang kosong maupun yang sudah terisi sehingga kalian bisa tahu sebenarnya apa perbedaan dari faktur kosong dan sudah terisi. Ada dua gambar dibawah ini yang satu kosong yang satu sudah ada isi dari daftar barang silahkan simak gambarnya ya.

1. Contoh Faktur Yang Kosong

contoh faktur 1

 

2. Contoh Faktur Yang Sudah Berisi

contoh faktur 2

 

Gambar pertama merupakan contoh dari faktur yang belum di isi ( faktur yang masih kosong ) sedangkan gambar kedua merupakan contoh faktur yang sudah berisi ( faktor yang sudah di isi ). Dari gambar itu kita sudah bisa menyimpulkan bahwa faktur yang sudah berisi akan berisi jasa atau barang yang akan diperjual belikan antara penjual dan pembeli.

 

Demikian artikel mengenai Pengertian faktur mulai dari Jenis faktur, Fungsi, serta Contoh Faktur yang sudah saya jelaskan lengkap diatas. Mulai dari pengertian sampai contoh sudah saya rincikan. Semoga artikel bisa membantu kalian dalam membuat faktur dan bisa memahami apa itu faktur secara lebih detail. Semoga artikel ini membantu dan semoga bermanfaat. Jika ada hal yang ingin ditanyakan silahkan bertanya dikolom komentar yang sudah disediakan dibawah ini ya.