√ Pengertian Algoritma: Ciri, Tujuan, Fungsi dan Contoh Algoritma

Pengertian Algoritma: Definisi, Tujuan, Ciri-Ciri, Fungsi dan Contoh Algoritma

Pengertian Algoritma: Definisi, Tujuan, Ciri-Ciri, Fungsi dan Contoh Algoritma
By : Shinta Marist

Dalam dunia teknologi khususnya dalam pemrograman, banyak hal didalamnya. Pada artikel sebelum – sebelumnya kita sudah membahas mengenai flowchart, nah pada kesemapatan kali ini saya akan meyinggung mengenai algoritma. Sebenarnya tidak hanya di dalam dunia komputer saja yang membutuhkan algoritma, di kehidupan sehari – hari tanpa kita sadari sebenarnya juga membutuhkan algoritma.

Algoritma seringkali dikaitkan dengan pemecahan dari suatu masalah. Bisa untuk memecahkan masalah sehari – hari bisa juga untuk memecahkan masalah dalam program.

Di artikel kali ini saya akan menjelaskan mengenai algoritma secara lengkap mulai dari pengertiannya, pengertian algoritma menurut para ahli, kriteria dari algoritma, tujuan algoritma, fungsi dari algoritma, klasifikasi algoritma, dan contoh penggunaan dari algoritma. Simak penjelasannya berikut ini.

 

Pengertian Algoritma

Secara umum pengertian algoritma adalah suatu urutan proses logis dan sistematis untuk menyelesaikan suatu permasalahan, biasanya tertuju pada komputer dan pemrograman.

Pendapat lain juga mengatakan bahwa Pengertian algoritma adalah suatu rangkaian atau proses aturan yang mana harus dimiliki dan wajib diikuti oleh perhitungan atau suatu operasi pemecahan dari masalah, khususnya di komputer. Bisa diartikan bahwa suatu susunan logis yang berdasarkan sistematika tertentu dan sudah diurutkan yang memiliki fungsi untuk memecahkan suatu masalah disebut algoritma.

Dalam dunia ilmu komputer serta matematika algoritma memiliki pengertian yaitu langkah logis yang sudah berurutan dan sudah sistematis yang biasanya digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah. Algoritma bisa disebut dengan algorithm.

Algoritma sendiri memiliki kegunaan untuk melakukan suatu penalaran, mengolah data di komputer serta melakukan suatu perhitungan. Cara kerjanya adalah ada beberapa rangkaian yang terbatas yang tersusun dari beberapa instruksi untuk menghitung dari fungsi yang mana jika di eksekusi langkah selanjutnya akan diproses yang kemudian akan menghasilkan suatu output, dan berakhir kepada kondisi akhir yang ditentukan.

Lalu saya akan menuliskan bentuk – bentuk dasar dari algoritma, antara lain yaitu:

  1. Algoritma Perulangan atau ( Looping Algorithm )
  2. Algoritma Percabangan atau Bersyarat ( Conditional Algorithm )
  3. Algoritma Sekuensial ( Sequence Algorithm )

 

 

Pengertian Algoritma Menurut Para Ahli

Setelah kita mengetahui pengertian algoritma secara umum, maka topik selanjutnya yang akan kita bahas adalah pengertian aloritma menurut para ahli, berikut adalah penjelasannya.

1. S. E. Goodman dan S.T. Hedetniemi

Menurut mereka berdua, algoritma memiliki pengertian sebagai suatu urutan yang terbatas dari operasi yang sudah terdefinisi baik yang mana masing – masing itu tadi hanya memiliki waktu yang terbatas serta harus membutuhkan memori dalam menyelesaikan masalahnya.

 

2. Marvin Minsky

Selanjutnya adalah pengertian algoritma menurut Marvin Minsky yang menyebutkan bahwa algoritma memiliki pengertian aturan yang memberitahukan kepada kita untuk bertindak atau tidak dari waktu ke waktu.

3. Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al-Khawarizmi

Dia adalah seorang ahli matematika yang berasal dari Uzbekistan, menyebutkan bahwa algoritma memiliki pengertian metode khusus yang mana bisa digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah.

 

4. Andrey Andreyevich Markov

Menurutnya Algoritma memiliki pengertian keputusan yang fungsinya untuk mendefinisikan suatu proses komputasi yang mana mengarah dari data awal ke hasil yang diinginkan. Andrey Andreyevich Markov merupakan seorang ahli matematika yang berasal dari Rusia.

 

5. Donald Ervin Knuth

Menyebutkan bahwa algoritma memiliki fungsi sebagai kumpulan aturan yang berhingga yang mana di dalamnya memberikan operasi untuk memecahkan suatu permasalahan tertentu.

 

6. Seymour Lipschutz dan Marc Lipson

Mereka berdua adalah seorang praktisi komputer dan matematika, memiliki pendapat bahwa algoritma adalah langkah demi langkah yang berbentuk daftar terhingga tersusun dari instruksi – instruksi yang terdefinisi untuk memecahkan masalah.

 

 

Kriteria Algoritma

Kriteria algoritma terbagi ke dalam lima ciri yang mana memiliki hubungan antara  kriteria yang satu dengan yang lainnya, kriteria tersebut sudah dirangkum menurut Donald E. Knuth. Apa saja kriteria nya ? simak penjelasannya berikut ini.

1. Adanya Output

Algoritma sendiri pada dasarnya memiliki satu output ( minimal ). Kriteria ini sendiri memiliki arti bahwa output merupakan tampilan akhir atau solusi dari suatu algoritma.

 

2. Adanya Input

Setelah ada output tentu harus ada inputnya juga. Pada algoritma harus memiliki lebih atau nol input. Input sendiri memiliki pengertian permasalahan yang nantinya akan dicarikan solusinya dan harus dihadapi di dalam suatu algoritma.

 

3. Adanya Tujuan Akhir yang Ingin Dicapai

Poin ini memiliki arti yang mana artinya adalah akhir dari program ( ketika tujuan akhir sudah tercapai ).

 

4. Adanya Instruksi yang Jelas ( Tidak Ambigu )

Hal ini sangat penting supaya tidak menghasilkan output yang tidak jelas ( ambigu ) dan menghindari kesalahan pada output.

 

5. Adanya Proses

Memiliki arti yaitu sekumpulan langkah atau proses yang harus dilewati terlebih dahulu sebelum menuju ke tujuan akhir dari program.

 

 

Tujuan dan Fungsi Algoritma

Setelah kita membahas mengenai pengertian secara umum, pengertian menurut para ahli, dan kriteria dari algoritma maka pembahasan selanjutnya adalah tujuan serta fungsi dari algoritma itu sendiri. Fungsinya sangat banyak dan saya sudah rangkum menjadi poin – poin dibawah ini.

  1. Algoritma dapat digunakan untuk membantu dalam memecahkan masalah dengan menggunakan logika serta sistematis
  2. Dapat digunakan untuk membuat suatu program dengan mudah
  3. Algoritma memudahkan dalam pembuatan proses dokumentasi
  4. Jika dalam membuat program terjadi suatu kesalahan maka dapat diperbaiki dengan mudah karena alur dari algoritma sangat jelas
  5. Dapat digunakan untuk menyederhanakan program yang besar dan rumit
  6. Tidak ada batas penggunaan algoritma, algoritma dapat dipakai berkali kali untuk memecahkan suatu masalah
  7. Program yang menggunakan algoritma akan memiliki susunan yang terstruktur dan rapi. Hal ini menyebabkan program dapat dengan mudah dikembangkan dan di pahami.
  8. Dengan adanya algoritma jika suatu saat program mengalami kesalahan maka akan lebih mudah diperbaiki, karena algoritma memiliki alur yang jelas.
  9. Modifikasi program yang menggunakan algoritma akan lebih mudah karena hanya dilakukan pada satu modul saja tidak dengan modul yang lainnya.
  10. Dengan adanya algoritma pendekatan divide and computer dan top-down dapat dilakukan dengan mudah.

 

 

Klasifikasi dari Algoritma

Klasifikasi dari algoritma sesuai dengan implementasinya. Sesuai dengan pengertian itu tadi klasifikasi algoritma dapat dikelompokan menjadi beberapa kelompok yaitu:

1. Tepat Atau Perkiraan

Klasifikasi ini memiliki arti bahwa suatu algoritma memiliki perkiraan yang mendekati benar, selain itu algoritma memiliki solusi yang tepat. Untuk dapat mendapatkan solusi yang benar maka diperlukan adanya strategi deterministik atau bisa juga secara acak.

 

2. Logical

Klasifikasi ini memiliki arti algoritma logical yang berarti bahwa algoritma memiliki kemampuan untuk memposisikan diri ibarat suatu logika edukasi yang sudah terkontrol.

 

3. Deterministik atau Non-deterministik

Klasifikasi ini dibedakan menjadi dua yaitu deterministik dan non-deterministik. Algoritma Non-Deterministik memiliki pengertian suatu algoritma yang dalam memecahkan masalahnya dilakukan melalui penerkaan. Sedangkan Algoritma deterministik memiliki arti suatu algoritma yang dalam memecahkan masalahnya melalui keputusan yang tepat.

 

4. Algoritma Quantum

Algoritma ini memiliki pengertian sebagai suatu algoritma yang mana menggunakan model realistik yang berasal dari komputasi quantum.

 

5. Parallel, Terdistribusi, atau Serial

Terbagi ke dalam tiga jenis yaitu parallel, terdistribusi dan serial. Algoritma parallel adalah suatu algoritma yang memiliki kemampuan untuk dapat mengerjakan perintah dalam waktu yang sama. Algoritma terdistribusi memiliki pengertian suatu algoritma yang mana dalam penggunannya harus menggunakan mesin dalam kondisi terkoneksi jaringan. Algoritma serial memiliki pengertian yaitu suatu algoritma yang tugasnya hanya bisa menjalankan satu instruksi ( perintah ) saja.

 

6. Rekursi dan Iterasi

Algoritma iterasi memiliki pengertian sebagai suatu algoritma yang mana di data tambahannya kadang ada struktur yang dibuat selain itu algoritma ini juga memakai kontruksi yang berulang. Sedangkan algoritma rekursi adalah suatu algoritma yang memiliki kemampuan untuk memanggil dirinya sendiri secara berulang – ulang.

 

 

Contoh Penggunaan Algoritma

Seperti yang sudah dijelaskan pada poin pengertian algoritma bahwa pengertian algoritma digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah dan juga tidak hanya masalah di komputer atau program saja, tetapi bisa juga untuk memecahkan masalah di kehidupan sehari – hari. Salah satu contoh algoritma di kehidupan sehari – hari adalah sebagai berikut. Saya akan mencontohkan bagaimana cara menyeduh segelas susu.

  1. Siapkan satu sachet susu, 200 ml air matang ( 1 gelas ), dan sendok
  2. Langkah selanjutnya adalah buka kemasan sachetnya
  3. Masukan ke dalam gelas
  4. Lalu masukan air matang ke dalam gelas
  5. Aduk perlahan sampai susu larut dalam air
  6. Sajikan susunya

 

Demikian artikel mengenai Pengertian Algoritma, Ciri – Ciri, Fungsi Algoritma, dan Contohnya semoga bisa bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan kita khususnya dalam bidang algoritma. Jika ada hal yang ingin ditanyakan silahkan bertanya di kolom komentar yang sudah disediakan dibawah ini ya. Semoga Membantu!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengertian Algoritma: Definisi, Tujuan, Ciri-Ciri, Fungsi dan Contoh Algoritma

Pengertian Algoritma: Definisi, Tujuan, Ciri-Ciri, Fungsi dan Contoh Algoritma
By : Shinta Marist

Dalam dunia teknologi khususnya dalam pemrograman, banyak hal didalamnya. Pada artikel sebelum – sebelumnya kita sudah membahas mengenai flowchart, nah pada kesemapatan kali ini saya akan meyinggung mengenai algoritma. Sebenarnya tidak hanya di dalam dunia komputer saja yang membutuhkan algoritma, di kehidupan sehari – hari tanpa kita sadari sebenarnya juga membutuhkan algoritma.

Algoritma seringkali dikaitkan dengan pemecahan dari suatu masalah. Bisa untuk memecahkan masalah sehari – hari bisa juga untuk memecahkan masalah dalam program.

Di artikel kali ini saya akan menjelaskan mengenai algoritma secara lengkap mulai dari pengertiannya, pengertian algoritma menurut para ahli, kriteria dari algoritma, tujuan algoritma, fungsi dari algoritma, klasifikasi algoritma, dan contoh penggunaan dari algoritma. Simak penjelasannya berikut ini.

 

Pengertian Algoritma

Secara umum pengertian algoritma adalah suatu urutan proses logis dan sistematis untuk menyelesaikan suatu permasalahan, biasanya tertuju pada komputer dan pemrograman.

Pendapat lain juga mengatakan bahwa Pengertian algoritma adalah suatu rangkaian atau proses aturan yang mana harus dimiliki dan wajib diikuti oleh perhitungan atau suatu operasi pemecahan dari masalah, khususnya di komputer. Bisa diartikan bahwa suatu susunan logis yang berdasarkan sistematika tertentu dan sudah diurutkan yang memiliki fungsi untuk memecahkan suatu masalah disebut algoritma.

Dalam dunia ilmu komputer serta matematika algoritma memiliki pengertian yaitu langkah logis yang sudah berurutan dan sudah sistematis yang biasanya digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah. Algoritma bisa disebut dengan algorithm.

Algoritma sendiri memiliki kegunaan untuk melakukan suatu penalaran, mengolah data di komputer serta melakukan suatu perhitungan. Cara kerjanya adalah ada beberapa rangkaian yang terbatas yang tersusun dari beberapa instruksi untuk menghitung dari fungsi yang mana jika di eksekusi langkah selanjutnya akan diproses yang kemudian akan menghasilkan suatu output, dan berakhir kepada kondisi akhir yang ditentukan.

Lalu saya akan menuliskan bentuk – bentuk dasar dari algoritma, antara lain yaitu:

  1. Algoritma Perulangan atau ( Looping Algorithm )
  2. Algoritma Percabangan atau Bersyarat ( Conditional Algorithm )
  3. Algoritma Sekuensial ( Sequence Algorithm )

 

 

Pengertian Algoritma Menurut Para Ahli

Setelah kita mengetahui pengertian algoritma secara umum, maka topik selanjutnya yang akan kita bahas adalah pengertian aloritma menurut para ahli, berikut adalah penjelasannya.

1. S. E. Goodman dan S.T. Hedetniemi

Menurut mereka berdua, algoritma memiliki pengertian sebagai suatu urutan yang terbatas dari operasi yang sudah terdefinisi baik yang mana masing – masing itu tadi hanya memiliki waktu yang terbatas serta harus membutuhkan memori dalam menyelesaikan masalahnya.

 

2. Marvin Minsky

Selanjutnya adalah pengertian algoritma menurut Marvin Minsky yang menyebutkan bahwa algoritma memiliki pengertian aturan yang memberitahukan kepada kita untuk bertindak atau tidak dari waktu ke waktu.

3. Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al-Khawarizmi

Dia adalah seorang ahli matematika yang berasal dari Uzbekistan, menyebutkan bahwa algoritma memiliki pengertian metode khusus yang mana bisa digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah.

 

4. Andrey Andreyevich Markov

Menurutnya Algoritma memiliki pengertian keputusan yang fungsinya untuk mendefinisikan suatu proses komputasi yang mana mengarah dari data awal ke hasil yang diinginkan. Andrey Andreyevich Markov merupakan seorang ahli matematika yang berasal dari Rusia.

 

5. Donald Ervin Knuth

Menyebutkan bahwa algoritma memiliki fungsi sebagai kumpulan aturan yang berhingga yang mana di dalamnya memberikan operasi untuk memecahkan suatu permasalahan tertentu.

 

6. Seymour Lipschutz dan Marc Lipson

Mereka berdua adalah seorang praktisi komputer dan matematika, memiliki pendapat bahwa algoritma adalah langkah demi langkah yang berbentuk daftar terhingga tersusun dari instruksi – instruksi yang terdefinisi untuk memecahkan masalah.

 

 

Kriteria Algoritma

Kriteria algoritma terbagi ke dalam lima ciri yang mana memiliki hubungan antara  kriteria yang satu dengan yang lainnya, kriteria tersebut sudah dirangkum menurut Donald E. Knuth. Apa saja kriteria nya ? simak penjelasannya berikut ini.

1. Adanya Output

Algoritma sendiri pada dasarnya memiliki satu output ( minimal ). Kriteria ini sendiri memiliki arti bahwa output merupakan tampilan akhir atau solusi dari suatu algoritma.

 

2. Adanya Input

Setelah ada output tentu harus ada inputnya juga. Pada algoritma harus memiliki lebih atau nol input. Input sendiri memiliki pengertian permasalahan yang nantinya akan dicarikan solusinya dan harus dihadapi di dalam suatu algoritma.

 

3. Adanya Tujuan Akhir yang Ingin Dicapai

Poin ini memiliki arti yang mana artinya adalah akhir dari program ( ketika tujuan akhir sudah tercapai ).

 

4. Adanya Instruksi yang Jelas ( Tidak Ambigu )

Hal ini sangat penting supaya tidak menghasilkan output yang tidak jelas ( ambigu ) dan menghindari kesalahan pada output.

 

5. Adanya Proses

Memiliki arti yaitu sekumpulan langkah atau proses yang harus dilewati terlebih dahulu sebelum menuju ke tujuan akhir dari program.

 

 

Tujuan dan Fungsi Algoritma

Setelah kita membahas mengenai pengertian secara umum, pengertian menurut para ahli, dan kriteria dari algoritma maka pembahasan selanjutnya adalah tujuan serta fungsi dari algoritma itu sendiri. Fungsinya sangat banyak dan saya sudah rangkum menjadi poin – poin dibawah ini.

  1. Algoritma dapat digunakan untuk membantu dalam memecahkan masalah dengan menggunakan logika serta sistematis
  2. Dapat digunakan untuk membuat suatu program dengan mudah
  3. Algoritma memudahkan dalam pembuatan proses dokumentasi
  4. Jika dalam membuat program terjadi suatu kesalahan maka dapat diperbaiki dengan mudah karena alur dari algoritma sangat jelas
  5. Dapat digunakan untuk menyederhanakan program yang besar dan rumit
  6. Tidak ada batas penggunaan algoritma, algoritma dapat dipakai berkali kali untuk memecahkan suatu masalah
  7. Program yang menggunakan algoritma akan memiliki susunan yang terstruktur dan rapi. Hal ini menyebabkan program dapat dengan mudah dikembangkan dan di pahami.
  8. Dengan adanya algoritma jika suatu saat program mengalami kesalahan maka akan lebih mudah diperbaiki, karena algoritma memiliki alur yang jelas.
  9. Modifikasi program yang menggunakan algoritma akan lebih mudah karena hanya dilakukan pada satu modul saja tidak dengan modul yang lainnya.
  10. Dengan adanya algoritma pendekatan divide and computer dan top-down dapat dilakukan dengan mudah.

 

 

Klasifikasi dari Algoritma

Klasifikasi dari algoritma sesuai dengan implementasinya. Sesuai dengan pengertian itu tadi klasifikasi algoritma dapat dikelompokan menjadi beberapa kelompok yaitu:

1. Tepat Atau Perkiraan

Klasifikasi ini memiliki arti bahwa suatu algoritma memiliki perkiraan yang mendekati benar, selain itu algoritma memiliki solusi yang tepat. Untuk dapat mendapatkan solusi yang benar maka diperlukan adanya strategi deterministik atau bisa juga secara acak.

 

2. Logical

Klasifikasi ini memiliki arti algoritma logical yang berarti bahwa algoritma memiliki kemampuan untuk memposisikan diri ibarat suatu logika edukasi yang sudah terkontrol.

 

3. Deterministik atau Non-deterministik

Klasifikasi ini dibedakan menjadi dua yaitu deterministik dan non-deterministik. Algoritma Non-Deterministik memiliki pengertian suatu algoritma yang dalam memecahkan masalahnya dilakukan melalui penerkaan. Sedangkan Algoritma deterministik memiliki arti suatu algoritma yang dalam memecahkan masalahnya melalui keputusan yang tepat.

 

4. Algoritma Quantum

Algoritma ini memiliki pengertian sebagai suatu algoritma yang mana menggunakan model realistik yang berasal dari komputasi quantum.

 

5. Parallel, Terdistribusi, atau Serial

Terbagi ke dalam tiga jenis yaitu parallel, terdistribusi dan serial. Algoritma parallel adalah suatu algoritma yang memiliki kemampuan untuk dapat mengerjakan perintah dalam waktu yang sama. Algoritma terdistribusi memiliki pengertian suatu algoritma yang mana dalam penggunannya harus menggunakan mesin dalam kondisi terkoneksi jaringan. Algoritma serial memiliki pengertian yaitu suatu algoritma yang tugasnya hanya bisa menjalankan satu instruksi ( perintah ) saja.

 

6. Rekursi dan Iterasi

Algoritma iterasi memiliki pengertian sebagai suatu algoritma yang mana di data tambahannya kadang ada struktur yang dibuat selain itu algoritma ini juga memakai kontruksi yang berulang. Sedangkan algoritma rekursi adalah suatu algoritma yang memiliki kemampuan untuk memanggil dirinya sendiri secara berulang – ulang.

 

 

Contoh Penggunaan Algoritma

Seperti yang sudah dijelaskan pada poin pengertian algoritma bahwa pengertian algoritma digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah dan juga tidak hanya masalah di komputer atau program saja, tetapi bisa juga untuk memecahkan masalah di kehidupan sehari – hari. Salah satu contoh algoritma di kehidupan sehari – hari adalah sebagai berikut. Saya akan mencontohkan bagaimana cara menyeduh segelas susu.

  1. Siapkan satu sachet susu, 200 ml air matang ( 1 gelas ), dan sendok
  2. Langkah selanjutnya adalah buka kemasan sachetnya
  3. Masukan ke dalam gelas
  4. Lalu masukan air matang ke dalam gelas
  5. Aduk perlahan sampai susu larut dalam air
  6. Sajikan susunya

 

Demikian artikel mengenai Pengertian Algoritma, Ciri – Ciri, Fungsi Algoritma, dan Contohnya semoga bisa bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan kita khususnya dalam bidang algoritma. Jika ada hal yang ingin ditanyakan silahkan bertanya di kolom komentar yang sudah disediakan dibawah ini ya. Semoga Membantu!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *