Danang Febriyandra Hey Spongebob, aku tidak bisa mendengarmu! Disini gelap...

Pajak: Pengertian, Ciri-Ciri, Fungsi dan Jenisnya

6 min read

pengertian pajak

Sebuah negara pasti membutuhkan yang namanya pendapatan, salah satunya yang berasal dari pajak. Suatu bentuk pungutan yang biasa kita bayarkan sekali dalam setiap tahunnya. Nah apakah kalian pernah bertanya-tanya, kenapa sih kita harus membayar pajak?

Jika dipikir-pikir, bukankah pajak yang harus dibayarkan setiap tahunnya akan membebani rakyat. Jika pernah berpikir seperti itu, maka berarti kalian belum paham tentang apa itu pajak. Serta fungsi dari adanya pajak tersebut yang bisa kita rasakan secara langsung.

Maka dari itu, Mastekno akan memberikan sedikit pembahasan mengenai pengertian pajak. Supaya sebagai masyarakat kita semakin paham kenapa begitu penting untuk membayar pajak dengan tertib.

 

Pengertian Pajak

 

Pajak adalah suatu bentuk iuran wajib yang dibayarkan oleh rakyat kepada negara. Dimana kemudian hal tersebut juga akan digunakan untuk kepentingan negara dan masyarakat umum. Jadi pengadaan pajak bukan untuk kepentingan pribadi, karena manfaatnya juga akan kembali kepada masyarakat itu sendiri.

Pajak merupakan salah satu sumber pendapatan terbesar bagi suatu negara. Tanpa adanya penerimaan dari pajak, negara akan sulit untuk menjalankan pemerintahan karena kurangnya biaya. Sehingga pembangunan nasional pun juga akan terhambat dan tentu saja berdampak kepada masyarakat lagi.

Jika dilihat dari UU No. 28 tahun 2007, pajak adalah :

“Kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang Undang, dengan tidak mendapat timbal balik secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”

 

 

Subjek Pajak

pengertian pajak

Lalu siapa saja yang diharuskan untuk membayar pajak setiap tahunnya? Apakah orang-orang yang dibawah garis kemiskinan pun wajib membayar pajak? Sebuah pertanyaan yang mungkin sampai saat ini masih terngiang-ngiang di kepala kalian.

Jawabannya adalah sangat sederhana, setiap warga negara Indonesia terikat dengan pajak. Akan tetapi, yang wajib membayar pajak hanya mereka yang telah memenuhi syarat baik secara subjektif maupun objektif.

Misalnya untuk pajak kendaraan, maka hanya mereka yang memiliki kendaraan yang wajib membayar pajaknya. Di sisi lain, ada pajak penghasilan yang mana dikenakan hanya pada orang dengan besar penghasilan diatas ketentuan saja.

 

 

Ciri Ciri Pajak

pengertian pajak

Berdasarkan pengertian diatas, kita sudah sedikit paham tentang apa itu pajak. Dan jika diperhatikan lagi, maka pajak juga memiliki beberapa ciri sebagai berikut :

 

1. Bentuk Kontribusi Masyarakat

Pajak adalah salah satu sumber pendapatan terbesar bagi suatu negara. Sehingga negara dapat menjalankan pemerintahannya dan memeratakan pembangunan nasional. Dengan taat membayar pajak, berarti kita juga ikut andil dalam proses pembangunan negara agar lebih maju.

Dan jika suatu negara berkembang dengan baik, maka tentu dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat juga. Jadi pajak bukanlah untuk kepentingan pribadi atau segelintir orang. Melainkan digunakan untuk kepentingan umum dan kembali ke masyarakat lagi.

 

2. Bersifat Memaksa

Pajak berlaku bagi setiap warga negara Indonesia. Setiap individu yang sudah memenuhi syarat subjektif maupun objektif wajib membayarnya. Apabila ada individu yang tidak menaati aturan ini akan dijatuhi sanksi baik berupa administratif maupun pidana.

 

3. Manfaat Tidak Langsung

Sebagai masyarakat, kita tentu ingin mendapatkan timbal balik yang baik dari pajak yang telah dibayarkan. Namun tentu pajak tersebut tidak bisa kita rasakan dampaknya secara langsung. Dalam artian ketika kita membayar pajak, maka timbal baliknya tidak terjadi saat itu juga.

Karena pajak tersebut akan digunakan untuk pembiayaan pembangunan nasional. Contohnya saja seperti pembangunan infrastruktur, jalan, jembatan atau fasilitas lainnya. Dan inilah yang didapatkan oleh masyarakat umum sebagai bentuk timbal balik dari pajak yang dibayarkan.

Dengan adanya jalan yang bagus, maka kegiatan kita pun jadi lebih mudah. Disisi lain, juga sering diadakan berbagai layanan gratis seperti kesehatan dan pendidikan yang juga dibiayai dari pajak. Jadi semua itu akan kembali kepada kita sendiri secara tidak langsung.

 

4. Berdasarkan UU

Pengadaan pajak sudah diatur dengan jelas di dalam Undang-Undang. Mulai dari siapa saja yang wajib membayar hingga nominalnya sudah termuat disana. Sehingga pemungutan pajak pun harus sesuai dan tidak boleh menyalahi UU.

Baca Juga : 3 Cara Bayar Pajak Secara Online Melalui ATM: BRI, BCA, BNI, Mandiri.

 

Fungsi dan Manfaat Pajak

pengertian pajak

Setelah membaca penjelasan diatas, mungkin anggapan tentang pajak memberatkan masyarakat mulai hilang di dalam pikiran kalian. karena bisa dilihat sendiri, pemungutan pajak itu digunakan untuk kepentingan umum dan kembali ke masyarakat.

Nah agar kalian menjadi lebih paham tentang kenapa diadakan pemungutan pajak, berikut ini beberapa fungsi dari pajak :

 

1.Fungsi Anggaran (Budgeter)

Dalam menjalankan pemerintahan, akan dibutuhkan pengeluaran yang besar. Nah pajak adalah salah satu sumber pendapatan agar negara punya cukup biaya untuk menjalankan pemerintahan. Karena tanpa pendapatan yang cukup, maka negara tidak bisa membangun dan berkembang.

 

2. Fungsi Mengatur (Regulasi)

Pendapatan pajak akan sangat berpengaruh kepada pertumbuhan ekonomi negara. Beberapa bentuk fungsi mengatur diantaranya :

  • Pajak dapat dipakai untuk menghambat terjadinya inflasi.
  • Pajak dapat mendorong tumbuhnya kegiatan ekspor.
  • Sebagai bentuk perlindungan untuk produk dalam negeri.
  • Dapat menariki investasi modal agar perekonomian berkembang.

 

3. Fungsi Pemerataan (Distribusi)

Pajak digunakan untuk pembangunan nasional, bisa berupa infrastruktur ataupun fasilitas lainnya. Sehingga setiap daerah bisa berkembang dan merasakan timbal balik dari pajak yang dibayarkan. Jadi tidak akan ada daerah yang tertinggal karena pembangunan yang kurang.

 

4. Fungsi Stabilitas

Selanjutnya, pajak juga sangat berperan dalam menjaga stabilitas ekonomi negara. Seperti untuk menjaga jumlah uang yang beredar di dalam masyarakat sehingga menghambat terjadinya inflasi. Pemerintah dapat menyesuaikan pemungutan pajak tergantung dengan kondisi ekonomi nasional.

 

 

Jenis Jenis Pajak

pengertian pajak

Pajak yang diberlakukan di Indonesia bisa dibagi menjadi beberapa macam. Yaitu berdasarkan sistem pemungutan, instansi pemungutan dan juga sifatnya.

 

1. Pajak Berdasarkan Sistem Pemungutan

Dari sistem pemungutannya, ada yang namanya pajak langsung dan pajak tidak langsung. Untuk penjelasannya bisa simak di bawah ini :

 

1. Pajak Langsung (Direct Tax)

Adalah bentuk pajak yang harus ditanggung oleh individu wajib pajak secara langsung. Dalam artian tidak bisa dialihkan ke pihak lain. Jenis pajak ini harus dibayarkan secara berkala sesuai dengan surat ketetapan yang ada. Contoh pajak langsung seperti pajak penghasilan, pajak bumi dan bangunan.

 

2. Pajak Tidak Langsung (Indirect Tax)

Adalah bentuk pajak yang proses pembayarannya bisa dialihkan kepada orang lain. Dibayarkan berdasarkan sebuah peristiwa yang terjadi, sehingga tidak berkala setiap waktu tertentu. Contoh pajak tidak langsung seperti Pajak Pertambahan Nilai *PPN, bea cukai ataupun bea materai.

 

2. Pajak Berdasarkan Instansi Pemungut

Jika dilihat dari instansi yang melakukan pemungutan, maka ada yang namanya pajak negara dan juga pajak daerah.

 

1. Pajak Negara

Adalah pajak yang secara langsung dipungut oleh pemerintah pusat. Pembayaran yang dilakukan bisa melalui Dirjen Pajak, Bea maupun Cukai yang ada di sekitar kita. Beberapa contohnya seperti pajak penghasilan, PPN, bea cukai, pajak bumi dan bangunan.

 

2. Pajak Daerah

Adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah setempat. Jadi hanya akan dikenakan untuk para wajib pajak yang terdapat di tempat tersebut saja, tidak menyeluruh secara nasional. Contohnya seperti reklame, pajak hotel, pajak hiburan dll.

 

3. Pajak Berdasarkan Sifatnya

Sebelumnya telah disebutkan bahwa seseorang wajib membayar pajak jika sudah memenuhi syarat subjektif dan objektif. Inilah yang dimaksud dengan sifat pajak, yaitu dilihat berdasarkan subjek dan objeknya.

 

1. Pajak Subjektif

Adalah pajak yang dikenakan kepada seseorang berdasarkan kondisi individu tersebut. Jadi berapa nominal pajak yang harus dibayarkan sesuai dengan kemampuan masing-masing individu. Contohnya seperti pajak penghasilan dan pajak kekayaan.

 

2. Pajak Objektif

Adalah pajak yang dikenakan kepada seseorang berdasarkan objek yang dimilikinya. Jadi tidak peduli bagaimana dengan kondisi si wajib pajak. Nominal yang harus dibayar juga disesuaikan dengan kondisi objek pajaknya. Contoh seperti pajak kendaraan, bea masuk, PPN, pajak impor dan ekspor.

 

Demikian pembahasan lengkap mengenai pengertian pajak, fungsi, ciri-ciri dan juga jenis-jenisnya. Semoga setelah membaca artikel diatas bisa membantu mensosialisasikan pajak kepada masyarakat. Sehingga kita juga tidak salah paham lagi soal pemungutan pajak ini. Apabila ada kritik, saran atau pertanyaan bisa berkomentar di bawah.


Danang Febriyandra Hey Spongebob, aku tidak bisa mendengarmu! Disini gelap...
DarkLight